Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kinerja keuangan perusahaan sub sektor transportasi sebelum dan selama masa pandemi covid-19 dengan menggunakan metode analisis rasio keuangan yang terdiri dari rasio…
likuiditas, rasio profitabilitas dan rasio solvabilitas. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif komparatif dengan pendekatan kuantitatif. Jenis dan sumber data yang digunakan adalah data sekunder berupa laporan keuangan perusahaan yang dipublikasikan di BEI. Populasi penelitian meliputi perusahaan sub sektor transportasi yang ilisting di BEI selama tahun 2019-2020, dengan sample sebanyak 15 perusahaan yang diambil berdasarkan teknik purposive sampling. Adapun variabel penelitian yang digunakan adalah rasio keuangan yang diproksikan dengan current ratio (CR), return on assets (ROA), debt to iequity ratio (DER). Analisis data penelitian dilakukan dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan uji normalitas dan uji hipotesis paired sample t-test dengan bantuan software SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan uji hipotesis paired sample t-test, variabel rasio keuangan yang diproksikan dengan current ratio (CR), return on assets (ROA), dan debt to equity ratio(DER) menunjukan bahwa nilai sig >α atau lebih besar dari taraf sig 0,05 yang artinya tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada kinerja keuangan perusahaan sub sektor transportasi sebelum dan selama pandemi covid 19. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian diterima.
Abstract:Prinsip konservatisme adalah prinsip kehati-hatian terhadap kondisi yang belum pasti untuk dapat menghindari sikap optimis yang berlebihan dari pihak manajer dan pemilik perusahaan dalam proses pencatatan laba yang melebihi…
ihi batas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepemilikan manajerial, growth opportunities, return on assets, debt to equity ratio, dan intensitas modal terhadap konservatisme akuntansi pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2017-2020. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah menggunakan metode purposive sampling dengan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan, yaitu sebanyak 8 perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2017-2020 dengan total pengamatan sebanyak 32 pengamatan. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan regresi linier sederhana dengan program alat bantu SPSS versi 25. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan kepemilikan manajerial, growth opportunities, return on assets, debt to equity ratio dan intensitas modal tidak berpengaruh terhadap konservatisme akuntansi.
Abstract:Tujuan dilakukannya investigasi ini adalah guna menguji seberapa besar dampak Tingkat Hutang serta Struktur Modal dalam menentukan Profitabilitas pada entitas subsektor perkebunan yang melantai di BEI dalam rentang waktu…
2019 hingga 2024, baik melalui tinjauan terpisah maupun gabungan. Prosedur kuantitatif diaplikasikan melalui pemanfaatan teknik analisis regresi data panel yang dieksekusi dengan perangkat lunak EViews 13, di mana pemilihan spesifikasi model yang paling tepat ditentukan berdasarkan rangkaian prosedur uji Chow, uji Hausman, dan uji Lagrange Multiplier, kemudian validasi dugaan dilakukan melalui uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Berdasarkan temuan data, ditemukan bahwa Tingkat Hutang memiliki kaitan yang signifikan terhadap Profitabilitas secara individual dengan nilai t hitung 2.050214 melampaui ambang t tabel 1.69236 serta probabilitas 0.0013 di bawah 0.05 sehingga Ha1 dinyatakan valid. Sebaliknya, variabel Struktur Modal tidak memberikan kontribusi nyata terhadap Profitabilitas dikarenakan perolehan t hitung 0.065961 yang berada di bawah t tabel 1.69236 dengan tingkat signifikansi 0.9478 melampaui 0.05 yang menyebabkan Ha2 harus digugurkan. Penyelidikan secara kolektif membuktikan adanya pengaruh signifikan Tingkat Hutang dan Struktur Modal terhadap Profitabilitas, yang dibuktikan dengan nilai F hitung 4.189942 melampaui F tabel 2.89 dan tingkat signifikansi 0.023903 di bawah 0.05 sehingga Ha3 diterima. Angka Adjusted R2 sebesar 0.654178 memberikan gambaran bahwa 65% fluktuasi Profitabilitas bersumber dari Tingkat Hutang dan Struktur Modal, sementara 35% sisanya merupakan kontribusi dari variabel di luar ruang lingkup model ini.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui literasi dan respon masyarakat terhadap media audiovisual berbasis Artificial Intelligence (AI) sebagai promosi kesehatan mengenai hubungan kesehatan mulut dengan Infeksi Saluran…
Pernapasan Atas (ISPA). Penelitian menggunakan desain observasional deskriptif dengan pendekatan pretest-posttest pada 50 pengguna media sosial di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Data literasi diperoleh melalui kuesioner sebelum dan sesudah menonton video audiovisual yang disebarkan melalui Instagram dan YouTube. Respon masyarakat diukur melalui indikator jumlah like, share, komentar positif, dan durasi tontonan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan literasi yang signifikan setelah menonton video audiovisual. Sebelum intervensi, responden dengan kategori literasi rendah sebesar 46%, kategori sedang 46%, dan kategori tinggi 8%. Setelah intervensi, kategori literasi tinggi meningkat menjadi 86%, sedangkan kategori rendah menurun menjadi 2%. Rata-rata skor literasi meningkat dari 55,6% menjadi 92,6%. Respon masyarakat terhadap media audiovisual menunjukkan hasil positif dengan jumlah like 100%, share 66%, dan komentar positif 78%. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemanfaatan media audiovisual berbasis AI sebagai sarana promosi kesehatan mulut yang dikaitkan dengan ISPA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media audiovisual berbasis AI berpotensi menjadi strategi efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat secara digital.
Abstract:Industri restoran cepat saji di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang pesat, didorong oleh meningkatnya permintaan konsumen serta perubahan gaya hidup masyarakat perkotaan yang semakin praktis. Burger Bangor, sebagai salah…
lah satu merek lokal dengan jaringan lebih dari seratus empat puluh gerai di berbagai wilayah Indonesia, menghadapi tantangan dalam menjaga konsistensi mutu produk dan pelayanan, sebagaimana tercermin dari sejumlah keluhan pelanggan terkait cita rasa yang tidak stabil serta proses pelayanan yang berlangsung lambat, khususnya pada gerai Sukamaju, Depok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas produk dan kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan, baik secara parsial maupun simultan, pada objek tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan desain survei, sedangkan data primer dihimpun melalui penyebaran kuesioner kepada sembilan puluh delapan responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis dengan bantuan perangkat lunak statistik SPSS versi dua puluh lima, meliputi uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, uji t, uji F, serta uji koefisien determinasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan, demikian pula kualitas pelayanan. Secara simultan, kedua variabel tersebut terbukti berpengaruh positif dan signifikan, dengan kontribusi gabungan sebesar 62,6 persen terhadap kepuasan pelanggan, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian ini.
Abstract:Industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) terus berkembang karena masyarakat semakin mempertimbangkan kebersihan, keamanan, dan kemudahan dalam memenuhi kebutuhan air minum. AQUVIVA merupakan produk AMDK lokal yang diproduksi…
ksi PT Mitra Tirta Buwana. Pada 2025, merek ini menghadapi penurunan kepercayaan setelah beredar informasi mengenai temuan benda asing di dalam kemasan. Pada periode pemulihan citra tersebut, perusahaan juga menjalankan kampanye promosi berskala besar. Penelitian ini menguji pengaruh kualitas produk dan promosi terhadap keputusan pembelian AQUVIVA di Kota Depok, baik secara terpisah maupun bersama-sama. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif-asosiatif. Sampel ditentukan melalui purposive sampling berdasarkan rumus Lemeshow dan melibatkan 100 konsumen AQUVIVA. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian (t = 9,044; p < 0,001) dengan kontribusi 33%. Promosi juga berpengaruh positif dan signifikan (t = 8,448; p < 0,001) dengan kontribusi 29%. Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan (F = 77,764; p < 0,001) dan menjelaskan 61,6% variasi keputusan pembelian. Temuan tersebut menunjukkan perlunya pengendalian mutu yang konsisten serta penguatan promosi digital yang berkelanjutan untuk memulihkan kepercayaan dan menjaga loyalitas konsumen.
Abstract:This study is grounded in the crisis of leadership integrity within Christian education, characterized by inconsistency between teaching and the lived practice of Christian Religious Education teachers, which consequently…
y weakens the formation of students’ character. The research problem addresses how Moses’ leadership integrity in Numbers 12:3–8 is understood through exegetical analysis and how it is relevant to the leadership of contemporary Christian Religious Education teachers. This study aims to identify the principles of Moses’ leadership integrity and to formulate its theological and practical relevance for Christian education. The research employs a descriptive qualitative method through biblical exegesis, theological analysis, and practical theology based on library research. The findings indicate that Moses’ integrity is grounded in profound humility, an intimate relationship with God as the source of leadership legitimacy, and moral consistency in obedience to the divine calling despite criticism and internal conflict. The study concludes that leadership integrity is not based on formal position, but on character quality aligned with the will of God and a living spiritual relationship. Its implication for Christian Religious Education teachers is that integrity constitutes the foundation of pedagogical and spiritual authority in shaping students’ character through life example, alignment between faith and action, and deep spiritual devotion. The novelty of this research lies in integrating the exegetical study of Numbers 12:3–8 with the construction of a leadership model for Christian Religious Education teachers based on three core dimensions of Moses’ integrity, forming a coherent theological framework applicable to contemporary Christian education.
Abstract:Educational program evaluation is understood as a systematic process that functions to assess the level of goal attainment, implementation effectiveness, resource-use efficiency, relevance to stakeholder needs, and sustainability…
inability of educational programs. This article originates from the issue of the limited use of comprehensive evaluation as a basis for educational decision-making, which causes evaluation to be frequently perceived merely as the measurement of learning outcomes. The research problem focuses on how the concepts, functions, and models of educational program evaluation can be comprehensively and applicatively understood based on experts’ perspectives. This study elaborates the ideas of Ralph Tyler, Cronbach, and Stufflebeam, who emphasize evaluation as a provider of meaningful information, a means of identifying program strengths and weaknesses, and a foundation for continuous improvement. The research method employs a literature study by reviewing books, scientific articles, and relevant journals discussing educational evaluation. The findings indicate that evaluation serves a formative function for continuous quality improvement and a summative function as a form of public accountability, encompassing aspects of policy, curriculum, learning processes, learning outcomes, and educational resource management. Various evaluation models, such as CIPP, Provus, Stake, Kirkpatrick, and the Logical Model, are identified as systematic frameworks that are complementary and contextual for application according to program needs. The conclusion confirms that educational program evaluation plays a strategic role in improving learning quality through planned measurement processes, the provision of accurate feedback, and data-based program adjustments. The novelty of this study lies in its comprehensive synthesis of evaluation concepts, functions, and models, presented integratively as a conceptual–practical guide for policymakers and educational practitioners, positioning evaluation not merely as an administrative activity but as an instrument for sustainable educational quality development.
Abstract:This study aims to comprehensively analyze the capacity of educational institution leaders in managing institutional problem-solving processes through a qualitative literature review approach that focuses on integrating…
theoretical concepts and contemporary educational leadership practices. The study highlights critical stages of leadership, including problem identification and diagnosis, the design of contextually relevant solution strategies, the implementation of adaptive actions, and reflection-based evaluation to ensure continuous improvement. The synthesis of the literature reveals that successful problem-solving is significantly influenced by leaders’ ability to integrate transformational, instructional, and adaptive leadership styles that foster collective participation, professional collaboration, and the establishment of a progressive learning culture. Effective leadership is characterized by reflective capacity, data-driven decision-making, and the ability to create a supportive work climate for innovation and change. Conversely, recurring challenges include limited resources, resistance to transformation, misaligned external policies, and administrative burdens that constrain managerial flexibility. Based on these findings, this study emphasizes the importance of developing context-based leadership models that position problem-solving as a core competency through enhanced data literacy, emotional intelligence, and continuous reflective learning. The main contribution of this article lies in strengthening the theoretical foundation of 21st-century educational leadership and providing practical recommendations for school leaders, policymakers, and leadership training developers to build resilient, adaptive, and continuously improving educational organizations.
Abstract:Information Technology (IT) education has become a crucial component in the global education system in the current digital era. With the rapid development of technology, the world of education has also undergone significant…
ant changes, particularly in teaching methodologies. Information Technology is not only seen as a field of study but also as a powerful tool that supports the learning process across various disciplines, including social sciences, science, and humanities. The use of IT in education enables the creation of more interactive, dynamic, and easily accessible learning experiences for people from various backgrounds. This study aims to provide a comprehensive overview of the important role of Information Technology education in improving the quality of education, as well as the challenges and opportunities faced in its implementation. This research adopts a descriptive qualitative approach with a literature study to gather and analyze various relevant sources related to this topic. The data obtained indicate that despite significant challenges, such as the lack of adequate infrastructure and the readiness of educators to use technology, the implementation of IT in education has a significant positive impact on the quality of learning. The implementation of IT opens up great opportunities, particularly in terms of learning accessibility, which can be accessed by anyone, anytime, and anywhere. Technology also provides flexibility in teaching methods, both online and offline, allowing students to learn according to their needs and abilities. On the other hand, the use of IT can enhance the quality of learning through various innovations such as e-learning, simulations, and interactive learning tools that support a deeper and more enjoyable understanding of the material. Therefore, IT has become one of the key elements in advancing the world of education towards a more advanced and inclusive digital era.