Search Articles & Publications

Showing 2349 articles found for "Pendekatan"

Meretas Narasi Dewi Sri: Etnografi Sastra Terhadap Peran Perempuan dalam Folklor Jawa

Mariani, Miftahulkhairah Anwar, Zuriyati
Abstract: Melalui keindahan dan kedalaman mitologi Jawa, masyarakat meresapi keberadaan Dewi Sri sebagai entitas yang menghiasi warisan budaya dengan makna mendalam. Dewi Sri bukan sekadar karakter dalam mitos, melainkan cerminan… kearifan lokal yang terkandung dalam kisah dan simbolisme, khususnya dalam peran yang dimainkan oleh perempuan. Cerita Dewi Sri, melampaui naratif mitologisnya, membawa bersama identitas dan peran-peran yang mengilhami dinamika masyarakat Jawa. Sebagai mitos dalam folklor Jawa, cerita Dewi Sri menghadirkan potensi besar untuk menjadi pintu gerbang pemahaman mendalam tentang bagaimana struktur sosial diatur, nilai-nilai gender diartikulasikan, dan identitas perempuan berkembang dalam budaya Jawa.Metode penelitian ini mengadopsi pendekatan etnografi sastra untuk mengkaji representasi wanita Jawa dalam naskah Carios Dwi Sri. Penelitian ini akan difokuskan pada analisis tekstual dan kontekstual Carios Dwi Sri sebagai sumber utama yang mengaitkan hubungan antara penanda dan petanda tidak bersifat denotasi dengan makna tunggal dan linear, tetapi tergantung pada the act of signifying. Proses signifikasi menjadi penting dalam memperoleh makna hubungan penanda dan petanda. Pencitraan Fisik dan Kepribadian sebagai Dewi Sri, dalam mitologi Jawa, merupakan lambang kesuburan dan keberlimpahan. Dimensi Spiritual Dewi Sri cenderung memiliki hubungan yang mendalam dengan nilai-nilai spiritual dan memegang teguh kepercayaan tradisional atau agama. Keseimbangan Antara Kehalusan Dan Kekuatan dalam representasi Dewi Sri terdapat keseimbangan yang indah antara kehalusan dan kekuatan, yang mencerminkan nilai-nilai yang dihargai dalam masyarakat Jawa. Dalam praktiknya, keseimbangan ini tercermin dalam praktik keagamaan, adat istiadat, dan nilai-nilai yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Jawa. Seiring perubahan zaman, masyarakat Jawa terus berusaha untuk menjaga dan menghormati nilai-nilai ini sebagai bagian integral dari identitas budaya mereka. Dengan demikian, konsep keseimbangan antara kehalusan dan kekuatan dalam perempuan Jawa bukan hanya merupakan warisan berharga, tetapi juga menjadi panduan bagi kehidupan yang bermakna dan seimbang.

Analisis Pengelolaan Biaya Operasional Terhadap Kinerja Keuangan Pada PT. Blue Bird

Rafiq Naufal, Abelia Risma, Afifah Nur Nandita, Ganti Hutapea, Hanania Arumi, Zahratul Afifah
Abstract: PT Blue Bird Tbk, sebuah perusahaan taksi terkemuka di Indonesia, menghadapi tantangan dalam mengelola biaya operasional secara efektif dan berupaya meningkatkan kinerja keuangannya. Penelitian ini menyelidiki dampak manajemen… ajemen biaya operasional terhadap kinerja keuangan perusahaan dengan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif. Data dikumpulkan dari laporan keuangan tahunan dan dianalisis untuk mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan. Temuan menunjukkan bahwa biaya operasional PT Blue Bird Tbk meningkat signifikan dalam beberapa tahun terakhir, sementara Return on Assets (ROA) masih di bawah standar industri. Hal ini menunjukkan pemanfaatan aset perusahaan belum efisien.Untuk mengatasi masalah ini, studi ini merekomendasikan strategi seperti menegosiasikan kontrak jangka panjang dengan pemasok, menerapkan penetapan harga dinamis, melakukan outsourcing fungsi non-inti, dan memanfaatkan teknologi untuk optimalisasi. Selain itu, perusahaan harus bersiap menghadapi situasi yang tidak terduga dengan melakukan evaluasi risiko, menjaga aset, dan memantau perkembangan industri. Dengan menerapkan strategi tersebut, PT Blue Bird Tbk dapat mengoptimalkan pengelolaan biaya operasional, meningkatkan kinerja keuangan, dan mencapai pertumbuhan berkelanjutan.

Mengkaji Hubungan antara Bullying dan Distress Psikologis pada Anak Usia Sekolah

Nabilah Khalda, Erika Widia Sukmah, Anggi Faramida Arianty, Vika Aprilianti, Ali Iskandar Zulkarnain
Abstract: Penelitian ini di lakukan untuk mengkaji bagaimana hubungan antara Bulliying dan Distress Psikologi pada anak usia sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah library research. Penelitian ini menggunakan pendekatan… deskriptif-analitik dan melibatkan anak-anak usia sekolah yang menjadi korban bullying dan mengalami distress psikologis sebagai subjek penelitian. Prosedur penelitian melibatkan pencarian literatur melalui database akademik dan perpustakaan. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dalam menganalisis data. Masalah kesehatan mental dapat menjadi faktor risiko dari distress mental dan psikopatologi di masa depan. . Korban bullying seringkali merasa tidak berdaya dan tidak mampu melawan tindakan yang dilakukan oleh pelaku.Penting bagi pemerintah dan lembaga terkait untuk memberikan perhatian lebih pada jenis bullying ini. Guru memiliki peran penting dalam mencegah bullying di lingkungan sekolah. Mereka perlu terus meningkatkan pendidikan moral siswa agar tidak ada lagi kasus bullying. Dengan demikian, diharapkan lingkungan sekolah menjadi tempat yang aman dan bebas dari tindakan bullying yang berbahaya.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hubungan antara bullying dan distress psikologis dipengaruhi oleh beberapa faktor. Jenis bullying, seperti bullying verbal atau fisik, dapat memiliki dampak yang berbeda pada kesejahteraan mental anak. Selain itu, frekuensi bullying juga dapat mempengaruhi tingkat distress psikologis yang dialami oleh anak. Lingkungan sekolah juga berperan penting, karena kebijakan sekolah yang tidak toleran terhadap bullying dapat membantu melindungi anak-anak dari distress psikologis

PERAN TES SUMATIF DALAM MEMANTAU KEBERHASILAN BELAJAR SISWA

Sukma Eka Wijaya, Mirzon Daheri, Jumira Warlizasusi, Sumarto
Abstract: Penelitian ini membahas tentang peran tes sumatif dalam memantau keberhasilan belajar siswa. Tes sumatif adalah evaluasi yang diberikan kepada siswa setelah mereka menyelesaikan satu unit pembelajaran atau pada akhir periode… iode waktu tertentu, seperti akhir semester atau tahun ajaran. Tes sumatif digunakan untuk menilai pemahaman siswa tentang materi pelajaran dan pencapaian tujuan pembelajaran. Dalam penelitian ini, dibahas baik manfaat atau kelemahan penggunaan tes sumatif. Meskipun tes sumatif memberikan gambaran yang luas tentang apa yang dipelajari siswa dan seberapa baik memahami materi, ada juga beberapa kelemahan dengan menggunakannya. Tekanan untuk mendapatkan nilai tinggi adalah salah satu masalah yang muncul. Masalah lain adalah ketidakmampuan te sumatif untu menilai kreativitas, kemampuan berpikir analitis, dan keterampilan kritis siswa. Untuk mendapatkan informasi dan data yang diperlukan, penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kepustakaan. diharapkan penelitian ini akan meningkatkan pemahaman tentang penggunaan tes sumatif dalam sistem pendidikan dan menunjukkan cara terbaik untuk memanfaatkannya.

PERAN NEUROSAINS TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI DAN KOLABORASI SISWA DALAM PEMBELAJARAN

Sukma Eka Wijaya, Sutarto, Dewi Purnama Sari, Aida Ramhi Nasution
Abstract: Penelitian ini membahas peran neurosains dalam meningkatkan keterampilan komunikasi dan kolaborasi dalam lingkungan belajar. Komunikasi yang efektif antara pendidik dan peserta didik memegang peran penting dalam mencapai… tujuan pendidikan. Pembelajaran kolaboratif merupakan pendekatan yang menciptakan lingkungan belajar yang mendukung interaksi antar siswa. Komunikasi dan kolaborasi merupakan aspek penting dalam pendidikan abad ke-21. Namun, keterampilan komunikasi dan kolaborasi sering kali sulit dikembangkan di kelas. Penelitian ini menyoroti pentingnya pemahaman konsep neurosains dalam pembelajaran untuk mengoptimalkan proses pembelajaran. Neuroscience adalah cabang ilmu yang mempelajari otak dan sistem saraf. Dengan memahami bagaimana otak merespons informasi dan berinteraksi dengan orang lain, kita dapat merancang lingkungan belajar yang lebih baik untuk mengembangkan keterampilan komunikasi dan kolaborasi. Memasukan konsep ilmu saraf ke dalam pembelajaran juga telah menghasilkan teori pembelajaran yang didasarkan pada pemahaman tentang cara kerja otak. Meneliti hubungan antara ilmu saraf dan keterampilan komunikasi dan kolaborasi di sekolah memainkan peran penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan mempersiapkan siswa untuk masa depan. Penelitian ini memberikan gambaran tentang bagaimana ilmu saraf  dapat berkontribusi pada pengembangan keterampilan komunikasi dan kolaborasi dalam lingkungan pembelajaran.

METODE DAKWAH YUSUF AL QARADHAWI DIDALAM BUKU SYAIKH AKRAM KASSAB

Muhammad Syahruddin, Ramli, Muhammad Yasin
Abstract: Penelitian ini merupakan studi mengenai metode dakwah syaikh yusuf al qaradhawi di dalam buku syaikh akram kassab. Karena yang diteliti adalah teks tertulis yang berupa korpus (data yang dipakai sebagai sumber bahan penelitian),… litian), maka pendekatan yang digunakan berdasarkan penelitian kepustakaan (library research). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui metode dakwah syaikh yusuf al-Qaradhawi. dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca dan mencatat serta mengolah bahan penelitiannya. Metode dakwah yang digunakan Syaikh Yusuf al-Qaradhawi adalah 1) Melalui Fatwa-fatwanya yang di tulis ke dalam berbagai majalah islam, seperti Majalah Mimbar al-Islam yang diterbitkan oleh Kementerian Wakaf Mesir, Majalah Nur Al-Islam yang diterbitkan oleh Organisasi Ulama Al-Azhar, 2) Melalui buku-bukunya seperti Al-Khasha'is Al-Amah fi Al-Islam, Al-Madhkal li Ma'rifah Al-Islam, Al-ljtihad fi As-Syari'ah Al-Islamiyah, dan Al-Madkhal Ila Dirasat As-Syari'ah Al-Islamiyah, 3) Melalui Syair seperti a) Syair Ratapan, b) Syair Patriotisme, c) Syair Penggambaran, d) Syair Sindiran, e) Syair Pujian, f) Syair untuk suatu moment, g) Syair cerita, h) Syair Percintaan , 4) Melalui Pertunjukan Teatrikal, Al-Qaradhawi sejak kecil telah gemar menulis tulisan teatrikal. Kala itu, Al-Qaradhawi sangat terpengaruh dengan para pendahulunya, terutama pangeran para penyair, Ahmad Syauqi dalam menulis dua teaternya yang terkenal "Mashra' Cleopatra" dan "Majnun Laila."

TRANSFORMASI KURIKULUM: EKSPLORASI STRATEGIS PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM DINAMIKA KURIKULUM MERDEKA DI SETIAP PASE

Ahmad Muktamar, Alfina Damayanti, Husnul Khatimah, Asmawati Tahang
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam struktur Kurikulum Merdeka dalam perspektif Pendidikan Agama Islam pada setiap fase. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang memungkinkan analisis… nalisis yang mendalam terhadap konsep-konsep yang terlibat. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah penelitian kepustakaan, dengan fokus pada berbagai jenis literatur seperti buku, catatan, artikel jurnal nasional dan internasional, dan laporan penelitian sebelumnya yang relevan. Sumber utama informasi dalam penelitian ini adalah kebijakan Kurikulum Merdeka Belajar yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur Kurikulum Merdeka pada setiap fase memberikan kesempatan bagi pendidik untuk mengimplementasikan kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan tahapan perkembangan dan pencapaian para peserta didik. Struktur tersebut didasarkan pada tiga prinsip utama, yaitu berbasis kompetensi, fleksibilitas dalam pembelajaran, dan penguatan karakter Pancasila. Secara khusus, struktur Kurikulum Merdeka untuk pendidikan agama Islam mencakup beberapa komponen esensial, seperti pembelajaran ajaran Islam, pemahaman nilai-nilai Islam, pengembangan keterampilan praktis, integrasi dengan konteks lokal, serta metode penilaian dan evaluasi yang relevan.

MERDEKA BELAJAR DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Alias, Ambo Tuo, Ahmad Muktamar
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk membahas pelaksanaan Merdeka Belajar dalam Perspektif Pendidikan Agama Islam. Peneltian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Adapun pengumpulan data dengan menggunakan metode studi… tudi pustaka. Di mana penulis mengkajinya dengan menelusuri dan mencari bahan serta mengumpulkan informasi yang yang bersumber dari buku, jurnal, tulisan dan laporan peneltian sebelumnya yang menjelaskan pelaksanaan merdeka belajar. Referensi utama dalam penelitian ini ialah : Rangkaian kebijakan Pendidikan terbaru Kemendimbud RI, tentang Kurikulum Merdeka. Selain itu, peneltian ini juga memanfaatkan sumber data berupa peraturan perundang-undangan negara dan sumber-sumber lain yang relevan. Hasil peneltian menunjukkan bahwa gagasan merdeka belajar oleh Kemendikbud adalah bentuk reformasi di bidang pendidikan, yang arahnya untuk memberikan kebebasan bagi siswa, guru dan satuan pendidikan dalam berinovasi dan pengembangan kualitas pendidikan. Sebagai mata pelajaran, Pendidikan Agama Islam dapat diimplementasikan dan sejalan dengan merdeka belajar, yang memberikan ruang serta keleluasaan pada peserta didik agar dapat berkeksplorasi sesuai dengan bakat dan minatnya. Karena itu diperlukan pembentukan peserta didik yang produktif, kreatif dan inovatif serta mempunyai keterampilan yang menunjang terhadap bidang yang diminati. Meskipun demikian kebebasan dalam arti harus konsisten menjaga agar tidak melanggar etika, norma serta nilai-nilai yang telah ditentukan oleh ajaran Islam.

Dialektika Pendidikan Islam dan Humanisasi: Telaah Kompartif atas Pemikiran Al-Ghazali dan Fazlurrahman

Roihan, Muhammad, Firdaus Mamad, Urwatul Wusqa
Abstract: Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan, dan transformasi digital, pendidikan Islam diharapkan tidak hanya mengajarkan tentang agama, tetapi juga mampu membentuk peserta didik yang memiliki pemikiran kritis. Dalam hal ini,… ni, pemikiran Al-Ghazali dan Fazlurrahman memiliki kesamaan fokus pada manusia dalam hal pendidikan, meskipun pendekatannya berbeda. Namun, penelitian yang ada cenderung membahas keduanya secara terpisah, sehingga dialog antara konsep dan gagasan mereka belum sepenuhnya dieksplorasi. Penelitian ini menganalisis persinggungan dan perbedaan pemikiran mereka untuk kontribusi pada humanisasi pendidikan islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis kepustakaan ( Library Research). Semua data diperoleh dari karya-karya ilmiah terkait dan terbaru, lalu dijelaskan secara komaparatif. Hasilnya menunjukkan bahwa keduanya memandang Pendidikan sebagai proses pembentukan manusia, dengan tekanan Al-Ghazali pada pelatihan moral dan spiritual, sedangkan Fazlurrahman fokus pada integrasi ilmu dan pengembangan nalar kritis. Kedua pradigma saling melengkapi dan dapat diintegrasikan dalam kerangka humanisasi pendidikan Islam, menghubungkan dimensi etis, spiritual, intelektual, serta tanggung jawab sosial.

Storytelling Sensasional Di Era Algoritma: Tinjauan Hadis Larangan Membuka Aib Terhadap Fenomena Sadfishing Dan Eksploitasi Emosi Di Media Sosial

Al Farisi, Muhammad Salman, Nasrulloh Nasrulloh
Abstract: Perkembangan media sosial telah mengubah pola komunikasi Generasi Z menjadi lebih terbuka dan berorientasi pada keterlibatan (engagement), sehingga melahirkan fenomena sadfishing dan oversharing yang sering kali menampilkan… kan persoalan pribadi, konflik rumah tangga, maupun pengalaman hidup yang bersifat privat di ruang publik digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hadis “Kullu ummatī mu‘āfā illā al-mujāhirīn” serta relevansinya terhadap fenomena tersebut. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan library research dan netnografi. Data primer diperoleh dari hadis riwayat Imam al-Bukhari dan Imam Muslim beserta kitab-kitab syarah hadis, sedangkan data sekunder berasal dari jurnal ilmiah, artikel akademik, dan data digital terkait komunikasi media sosial. Analisis dilakukan melalui takhrij hadis, i‘tibar sanad, analisis matan, analisis isi (content analysis), dan analisis netnografi terhadap kasus oversharing yang viral di media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis “Kullu ummatī mu‘āfā illā al-mujāhirīn” berstatus sahih dan mengandung prinsip etika yang menekankan pentingnya menjaga kehormatan diri, menutup aib, serta menghindari perilaku mujāharah atau membuka sesuatu yang telah Allah tutupi. Analisis fiqh al-hadis menunjukkan bahwa Islam memperbolehkan penyampaian persoalan pribadi untuk tujuan mencari bantuan atau keadilan, namun melarang pembukaan aib yang bertujuan memperoleh perhatian, popularitas, atau validasi sosial. Hasil analisis netnografi juga menunjukkan bahwa fenomena oversharing dan sadfishing di media sosial memiliki karakteristik yang mendekati konsep mujāharah, terutama ketika persoalan privat dijadikan komoditas digital demi meningkatkan engagement. Oleh karena itu, hadis ini memiliki relevansi yang kuat sebagai landasan etika komunikasi digital bagi Generasi Z dalam menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab sesuai dengan nilai-nilai Islam.