Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan implementasi kebijakan Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Balate Jaya Kecamatan Paguyaman. Fokus penelitian ini adalah implementasi kebijakan Program Keluarga…
luarga Harapan (PKH) yang ditinjau dari aspek komunikasi, sumber daya, disposisi (sikap pelaksana), dan struktur birokrasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan aparat desa, pendamping sosial PKH, dan Keluarga Penerima Manfaat (KPM), yang didukung dengan observasi dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Balate Jaya secara umum telah berjalan cukup baik, namun belum sepenuhnya optimal. Pada aspek komunikasi, penyampaian informasi telah dilakukan melalui pertemuan kelompok dan media komunikasi digital, meskipun masih terdapat kendala keterjangkauan informasi bagi sebagian KPM. Pada aspek sumber daya, pelaksanaan program masih menghadapi keterbatasan jumlah pendamping sehingga memengaruhi intensitas pendampingan. Sementara itu, aspek disposisi menunjukkan sikap pelaksana yang responsif, ramah, dan bertanggung jawab dalam mendampingi KPM. Adapun pada aspek struktur birokrasi, pelaksanaan program telah didukung oleh pembagian tugas yang jelas, penerapan prosedur kerja, serta koordinasi yang cukup baik antar pelaksana.
Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi Program Keluarga Harapan di Desa Balate Jaya telah memberikan kontribusi positif dalam membantu pemenuhan kebutuhan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan keluarga penerima manfaat. Optimalisasi implementasi program perlu dilakukan melalui penguatan komunikasi yang lebih adaptif, peningkatan kapasitas sumber daya pelaksana, serta penguatan koordinasi antar pelaksana agar program berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan teknologi informasi dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik di Desa Pantungo, Kecamatan Telaga Biru. Kajian penelitian difokuskan pada pengelolaan data dan informasi,…
ormasi, pemanfaatan komunikasi serta kolaborasi digital, otomatisasi layanan administrasi, dan berbagai faktor yang memengaruhi efektivitas penggunaan teknologi informasi dalam pelayanan publik di tingkat desa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara mendalam yang melibatkan kepala desa, sekretaris desa, perangkat desa, operator Sistem Informasi Desa (SID), serta masyarakat sebagai pengguna layanan. Selain itu, data pendukung diperoleh melalui kegiatan observasi langsung di lapangan dan dokumentasi yang berkaitan dengan penyelenggaraan pelayanan administrasi berbasis teknologi informasi di Desa Pantungo.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknologi informasi di Desa Pantungo telah dimanfaatkan dalam pengelolaan data administrasi, penyebaran informasi melalui website dan media sosial, serta mendukung proses pelayanan dan pengambilan keputusan desa. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi lapangan, pemanfaatan teknologi informasi telah memberikan kemudahan dalam pengelolaan data, mempercepat pelayanan administrasi, dan mendukung koordinasi antarperangkat desa. Namun, penerapannya belum berjalan optimal karena pengelolaan data masih sebagian dilakukan secara manual, komunikasi digital belum dimanfaatkan secara merata oleh masyarakat, serta pelayanan administrasi belum sepenuhnya terintegrasi dalam satu sistem digital. Analisis penelitian menunjukkan bahwa efektivitas penerapan teknologi informasi masih dipengaruhi oleh keterbatasan sumber daya manusia, rendahnya literasi digital masyarakat, dan keterbatasan infrastruktur jaringan internet. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan sistem pelayanan digital yang lebih terintegrasi, peningkatan kapasitas aparatur desa, serta penguatan sarana dan prasarana teknologi informasi guna mewujudkan pelayanan publik yang lebih efektif, cepat, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Abstract:NURNANINGSI. 241422017. 2026. “KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DALAM PROGRAM JKN (Studi Pada Peserta BPJS Kesehatan di Rsud Banggai Laut)”. Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Gorontalo dengan…
ngan Pembimbing I Dr. Rusli Isa, M.Si.. dan Pembimbing II Dr. Alexander Badjuka, S.Si.,M.AP. Tujuan dari penelitian ini menganalisis kualitas pelayanan publik dalam pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi peserta BPJS Kesehatan di RSUD Banggai Laut.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari peserta BPJS Kesehatan, tenaga kesehatan, petugas administrasi, serta pihak manajemen rumah sakit yang terlibat dalam pelayanan Program JKN.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan publik bagi peserta BPJS Kesehatan di RSUD Banggai Laut secara umum telah berjalan cukup baik. Hal ini ditinjau berdasarkan lima dimensi kualitas pelayanan menurut Parasuraman, yaitu bukti fisik (tangibles), keandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), dan empati (empathy). Dimensi bukti fisik menunjukkan tersedianya fasilitas pelayanan yang cukup memadai, meskipun masih terdapat beberapa sarana yang perlu ditingkatkan. Dimensi keandalan terlihat dari kemampuan petugas dalam memberikan pelayanan sesuai prosedur yang berlaku. Pada dimensi daya tanggap, petugas telah berupaya memberikan pelayanan secara cepat dan responsif terhadap kebutuhan pasien. Dimensi jaminan tercermin dari kompetensi dan sikap profesional petugas kesehatan dalam memberikan pelayanan. Sementara itu, dimensi empati terlihat melalui perhatian dan kepedulian petugas terhadap kondisi pasien. Namun demikian, masih ditemukan beberapa kendala, seperti waktu tunggu pelayanan yang relatif lama pada jam-jam tertentu dan keterbatasan sumber daya manusia dalam menghadapi tingginya jumlah pasien.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kualitas pelayanan publik dalam Program JKN bagi peserta BPJS Kesehatan di RSUD Banggai Laut telah terlaksana dengan cukup baik, namun masih memerlukan perbaikan pada aspek kecepatan pelayanan, ketersediaan fasilitas pendukung, dan peningkatan jumlah tenaga kesehatan guna meningkatkan kepuasan peserta BPJS Kesehatan.
Abstract:Penelitian ini bertujuan mengkaji apakah terdapat pengaruh pola interaksi dalam keluarga terhadap kematangan emosi remaja yang tinggal di Kota Kupang. Pendekatan kuantitatif diterapkan dengan melibatkan 35 orang remaja berusia…
erusia 17 hingga 21 tahun yang dipilih secara keseluruhan karena jumlah populasi yang terbatas. Data dikumpulkan melalui daftar pernyataan berjenjang yang diisi langsung oleh responden, kemudian diolah menggunakan program statistik SPSS versi 22. Hasil gambaran umum menunjukkan bahwa persepsi responden terhadap kualitas komunikasi keluarga dan tingkat kematangan emosi keduanya tergolong baik. Pengujian regresi memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,426 yang lebih besar dari batas kesalahan 5%, yang berarti tidak terdapat pengaruh yang signifikan secara statistik. Besaran peran pola komunikasi keluarga hanya mencapai 1,9%, sedangkan sisanya sebesar 98,1% dipengaruhi oleh aspek lain di luar ruang lingkup penelitian. Meskipun demikian, arah hubungan yang positif menunjukkan bahwa interaksi keluarga yang baik tetap berperan mendukung perkembangan emosi yang sehat. Penelitian ini memiliki keterbatasan pada kualitas alat ukur dan jumlah sampel, sehingga disarankan bagi penelitian mendatang untuk menggunakan instrumen yang lebih teruji dan melibatkan jumlah responden yang lebih banyak.
Abstract:Pemeriksaan Protrombin Time (PT) merupakan salah satu parameter penting dalam menilai sistem pembekuan darah, sehingga ketepatan dan ketelitian hasil pemeriksaan harus terjamin melalui pelaksanaan pengendalian mutu. Penelitian…
litian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian mutu internal pemeriksaan Prothrombin Time (PT) di Laboratorium RS Kasih Ibu Surakarta selama periode satu tahun berdasarkan data Quality Control (QC). Analisis dilakukan dengan menghitung nilai mean, standar deviasi (SD), dan koefisien variasi (CV), serta mengevaluasi kestabilan hasil menggunakan grafik Levey–Jennings. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar nilai koefisien variasi (CV) berada di bawah 5%, yang menandakan tingkat presisi yang baik. Grafik Levey–Jennings menunjukkan bahwa sebagian besar data QC berada dalam batas kendali ±2 SD dan tersebar di sekitar nilai mean, sehingga proses analitik dapat dikatakan stabil. Namun, terdapat beberapa LOT dengan nilai CV di atas 5% yang mengindikasikan adanya variasi hasil yang lebih tinggi. Secara umum, tidak ditemukan penyimpangan yang signifikan berdasarkan pola grafik maupun evaluasi pengendalian mutu. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengendalian mutu internal pemeriksaan Prothrombin Time (PT) di Laboratorium RS Kasih Ibu Surakarta selama periode penelitian berada dalam kategori baik, dengan hasil pemeriksaan yang stabil, presisi, dan masih dalam batas kendali yang dapat diterima.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan Program Keluarga Harapan (PKH) dalam pengentasan kemiskinan di Desa Buba’a, Kecamatan Paguyaman Pantai, Kabupaten Boalemo. Fokus penelitian ini meliputi…
i aspek komunikasi, sumber daya, disposisi atau sikap pelaksana, dan struktur birokrasi dalam pelaksanaan Program Keluarga Harapan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan aparat desa, pendamping sosial PKH, dan masyarakat penerima manfaat, yang didukung oleh observasi dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Buba’a belum sepenuhnya berjalan optimal. Hal ini ditandai dengan masih kurang meratanya komunikasi dan sosialisasi program kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM), keterbatasan sumber daya dalam pelaksanaan pendampingan, serta adanya kendala koordinasi dan pelaksanaan tugas antar pelaksana program. Selain itu, disposisi atau sikap pelaksana dalam menindaklanjuti keluhan dan pembaruan data penerima bantuan belum berjalan secara maksimal. Meskipun demikian, Program Keluarga Harapan telah memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama dalam membantu pemenuhan kebutuhan pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan dasar keluarga miskin. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa implementasi Program Keluarga Harapan di Desa Buba’a telah memberikan manfaat bagi masyarakat, namun efektivitas pelaksanaannya masih memerlukan perbaikan pada aspek komunikasi, sumber daya, disposisi pelaksana, dan koordinasi birokrasi. Oleh karena itu, disarankan adanya peningkatan intensitas sosialisasi program, penguatan kapasitas dan jumlah sumber daya pelaksana, peningkatan responsivitas pendamping dan aparat desa terhadap kebutuhan masyarakat, serta penguatan koordinasi antar pihak terkait guna mewujudkan pelaksanaan program yang lebih efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan dalam mendukung pengentasan kemiskinan.
Abstract:Kemampuan menyimak (maharah istima’) merupakan salah satu keterampilan dasar yang paling krusial sekaligus paling sulit dikuasai dalam pembelajaran bahasa Arab, terutama di konteks perguruan tinggi Islam di Indonesia. Mahasiswa…
Mahasiswa kerap menghadapi hambatan berupa minimnya paparan audio autentik, terbatasnya umpan balik yang segera, dan kurangnya media pembelajaran yang adaptif. Penelitian ini bertujuan mengkaji secara mendalam bagaimana teknologi kecerdasan buatan (AI) dapat diimplementasikan secara efektif untuk meningkatkan kemampuan istima’ mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab STAI Nurul Falah Air Molek. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan delapan mahasiswa dan dua dosen, serta analisis dokumen pembelajaran selama satu semester. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi platform AI berbasis pengenalan suara otomatis (Automatic Speech Recognition/ASR), seperti Google Speech API, Forvo, dan aplikasi Duolingo Arabic, secara signifikan meningkatkan intensitas dan kualitas latihan menyimak mahasiswa. Mahasiswa melaporkan peningkatan pemahaman kosakata kontekstual sebesar 40–60%, dan kepercayaan diri dalam menyimak teks Arab autentik meningkat secara terukur. Temuan ini menegaskan bahwa AI bukan sekadar alat bantu, melainkan dapat berperan sebagai mitra belajar adaptif yang mampu menjawab kelemahan metode konvensional dalam pengajaran maharah istima’.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran pengawas madrasah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran guru di MTs Negeri 3 Tutuyan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif…
atif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas pengawas madrasah, kepala madrasah, dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawas madrasah berperan penting dalam pelaksanaan supervisi akademik melalui penyusunan program supervisi, penjadwalan, observasi kelas, pembinaan, pemberian umpan balik, dan tindak lanjut hasil supervisi. Pengawas juga berperan sebagai pembimbing, motivator, evaluator, dan fasilitator bagi guru dalam memperbaiki proses pembelajaran. Pelaksanaan supervisi akademik memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas pembelajaran, terutama dalam penyusunan perangkat pembelajaran, penggunaan metode mengajar yang lebih variatif, perbaikan evaluasi pembelajaran, serta peningkatan profesionalisme guru. Faktor pendukung pelaksanaan supervisi meliputi kerja sama antara pengawas, kepala madrasah, dan guru, dukungan kepala madrasah, serta koordinasi yang baik. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan media pembelajaran, perbedaan kemampuan siswa, dan kurangnya pelatihan tatap muka. Dengan demikian, supervisi akademik perlu dilakukan secara berkelanjutan, bertahap, dan berjenjang agar kualitas pembelajaran guru semakin meningkat.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan optimalisasi peran fasilitator pendidikan dalam meningkatkan kemampuan literasi guru di MTs Negeri Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif…
ualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas guru, fasilitator pendidikan, dan kepala madrasah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitator pendidikan memiliki peran penting sebagai pembimbing, pendamping, pelatih, pengarah, dan motivator dalam meningkatkan kemampuan literasi guru. Literasi yang dikembangkan meliputi literasi membaca, literasi menulis, literasi digital, literasi informasi, serta kemampuan berpikir kritis dalam pembelajaran. Kemampuan literasi guru sudah mulai berkembang, terlihat dari pemanfaatan bahan bacaan, penyusunan perangkat pembelajaran berbasis literasi, penggunaan teknologi sederhana, serta pencarian sumber informasi untuk mendukung pembelajaran. Namun, masih terdapat kendala seperti keterbatasan bahan bacaan, fasilitas digital yang belum maksimal, keterbatasan waktu, serta belum meratanya kemampuan guru dalam menggunakan teknologi pembelajaran. Oleh karena itu, optimalisasi peran fasilitator perlu dilakukan melalui pendampingan rutin, pelatihan berkelanjutan, supervisi, pengembangan media pembelajaran, penguatan komunitas belajar, serta evaluasi program secara berkala. Dengan strategi tersebut, kemampuan literasi guru diharapkan meningkat dan berdampak positif terhadap kualitas pembelajaran di madrasah.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur dalam pembinaan qori’ dan qori’ah, mengidentifikasi faktor pendukung dan…
ung dan penghambat, serta merumuskan strategi optimalisasi pembinaan yang lebih efektif, terarah, dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap pengurus LPTQ serta qori/qori’ah yang mengikuti pembinaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LPTQ memiliki peran strategis dalam penyelenggaraan MTQ, seleksi peserta, pelaksanaan training center, pendampingan kafilah, serta penguatan nilai-nilai Qur’ani di masyarakat. Pembinaan yang dilakukan berkontribusi terhadap peningkatan kemampuan tajwid, tahsin, fashahah, lagu, suara, serta pembentukan karakter Qur’ani peserta. Faktor pendukung pembinaan meliputi adanya pelatih, dukungan pemerintah daerah, Kementerian Agama, TPQ, sekolah, pesantren, keluarga, dan masyarakat. Sementara itu, faktor penghambat meliputi keterbatasan anggaran, sarana-prasarana, pelatih profesional, kendala geografis, dan pembinaan yang belum sepenuhnya rutin sepanjang tahun. Oleh karena itu, optimalisasi peran LPTQ perlu dilakukan melalui pembinaan berkelanjutan, peningkatan kualitas pelatih, penguatan anggaran, penyediaan fasilitas, pemetaan kader, serta penerapan sistem zonasi atau rumah tahsin.