Abstract:Abstract: English is a universal language used in many countries around the world. SDN Bicorong II is located in Bicorong Village, Pamekasan Regency. Students often struggle with English and are reluctant to learn it. As…
a means to improve their English communication skills, a tutoring program offers basic English instruction to SDN Bicorong II students. A total of 29 students participated in the community service program for basic English tutoring. Each session lasted 90 minutes and was conducted over two days. Socialization, instruction, mentoring, and assessment were part of the approach implemented to provide basic English tutoring to students. Only 17.24% of students who completed the test passed, while 82.76% of the other students failed, based on the learning outcomes of elementary school students before the tutoring program. The overall average score was 62. The results after the basic English tutoring program showed that of the 29 elementary school students who took the test, 86.21% passed and 13.79% failed. The data shows that students who did not pass the test got a score range of 55-69 while students who passed the test got a score range of 70-100. The average score of 29 students was 76. Thus, basic English tutoring can improve the abilities and learning outcomes of students at SDN Bicorong II.
Keywords: basic english; communicative approach; evaluation; learning; training
Abstrak: Bahasa Inggris merupakan bahasa universal yang digunakan di banyak negara di seluruh dunia. SDN Bicorong II terletak di Desa Bicorong Kabupaten Pamekasan. Para siswa biasanya kesulitan berbahasa Inggris dan enggan mempelajarinya. Sebagai sarana untuk meningkatkan kemampuan komunikasi bahasa Inggris mereka, program bimbingan belajar menawarkan pengajaran bahasa Inggris dasar kepada siswa SDN Bicorong II. Sebanyak 29 siswa berpartisipasi dalam program pengabdian masyarakat bimbingan belajar bahasa Inggris dasar. Setiap sesi berdurasi 90 menit selama dua hari. Sosialisasi, instruksi, pendampingan, dan penilaian merupakan bagian dari pendekatan yang diterapkan untuk memberikan bimbingan belajar bahasa Inggris dasar kepada siswa. Hanya 17,24% siswa yang menyelesaikan tes lulus, sementara 82,76% siswa lainnya tidak lulus, berdasarkan hasil belajar siswa sekolah dasar sebelum program bimbingan belajar. Skor rata-rata keseluruhan adalah 62. Hasil setelah dilakukan bimbingan belajar bahasa Inggris dasar menunjukan bahwa dari 29 siswa SD yang ikut tes 86,21% siswa lulus tes dan 13,79% siswa tidak lulus. Data menunjukan bahwa siswa tidak lulus tes mendapat rentang nilai 55-69 sedangkan siswa yang lulus tes mendapat rentang nilai 70-100. Hasil nilai rata-rata dari 29 siswa adalah 76. Dengan demikian bimbingan belajar bahasa Inggris dasar dapat meningkatkan kemampuan dan hasil belajar siswa SDN Bicorong II.
Kata kunci: bahasa inggris dasar; evaluasi; pelatihan; pembelajaran, pendekatan komunikatif
Abstract:Abstract: This community service describes the implementation of artificial intelligence (AI)-based learning media training for elementary school teachers at the UPTD SDN 010106 Sei Silau Barat, Setia Janji. The background…
nd of the activity is the limited understanding and skills of teachers in utilizing AI applications (e.g., ImageFX, Canva AI, and ChatGPT) to create interesting, interactive, and student-specific learning media. The implementation method includes three stages: preparation (interviews & needs observations), implementation (face-to-face workshops, demonstrations, and supervised independent practice), and evaluation (pre-post surveys and work assessments). This can be seen from the results of the pre-test and post-test conducted at the beginning and end of the training, from 31% pre-test to 88% post-test showing a significant difference. The results of this training showed a 57% increase in teachers' practical understanding, the development of AI-based teaching media in core subjects, and plans for sustainable adoption in the classroom. This activity contributes to improving educators' ICT competencies and encouraging the integration of modern technology in elementary schools.
Keywords: artificial intelligence; community service; elementary school teachers; imageFX; learning media; training.
Abstrak: Pengabdian ini mendeskripsikan pelaksanaan pelatihan media pembelajaran berbasis kecerdasan buatan (AI) bagi guru sekolah dasar di UPTD SDN 010106 Sei Silau Barat, Setia Janji. Latar belakang kegiatan adalah masih terbatasnya pemahaman dan keterampilan guru dalam memanfaatkan aplikasi AI (misalnya ImageFX, Canva AI, dan ChatGPT) untuk membuat media ajar yang menarik, interaktif, dan sesuai karakteristik siswa. Metode pelaksanaan meliputi tiga tahap: persiapan (wawancara & observasi kebutuhan), pelaksanaan (workshop tatap muka, demo, dan praktik mandiri tersupervisi), serta evaluasi (pre–post survey dan penilaian karya). Hal ini dapat diliat dari hasil pre-test dan post-test yang dilakukan di awal dan di akhir pelatihan, dari 31% pre-test ke angka 88% post-test menunjukan perbedaan yang signifikan. Hasil pelatihan ini menunjukkan peningkatan sebesar 57% pada pemahaman praktis guru, penyusunan media ajar berbasis AI pada mata pelajaran inti, serta rencana adopsi berkelanjutan di kelas. Kegiatan ini berkontribusi pada peningkatan kompetensi TIK pendidik dan mendorong integrasi teknologi modern di sekolah dasar.
Kata kunci: guru SD; imageFX; kecerdasan buatan; media pembelajaran; pelatihan; pengabdian masyarakat.
Abstract:Vocabulary mastery is essential to young learners in learning English. This activity of community service was aimed at utilizing flashcards in English vocabulary instruction. A convenient sample of thirteen participants,…
, mostly females between the ages of thirteen and eighteen, was chosen for this current activity. This was carried out in one of orphanages in Palembang, South Sumatera. To monitor and evaluate the degree of vocabulary achievement of the EFL learners, a vocabulary test was administered both before and after the intervention. The results indicated that the t obtained was much higher than the set t table and p value earned was much lower than .05. Therefore, it could be concluded that using flashcards significantly accelerated the acquisition of English vocabulary by young learners. Lastly, some fruitful implication were directed to future facilitators, researchers, and young learners, as participants.
Keywords: flashcards; teaching; English vocabulary; young learners
Abstrak: Penguasaan kosakata sangat penting bagi pelajar muda dalam mempelajari bahasa Inggris. Kegiatan pengabdian masyarakat ini ditujukan untuk memanfaatkan kartu flash dalam pengajaran kosakata bahasa Inggris. Sampel yang terdiri dari tiga belas peserta, sebagian besar perempuan berusia antara tiga belas dan delapan belas tahun, dipilih untuk kegiatan saat ini. Kegiatan ini dilaksanakan di salah satu panti asuhan di Palembang, Sumatera Selatan. Untuk memantau dan mengevaluasi tingkat pencapaian kosakata pelajar EFL, tes kosakata diberikan sebelum dan sesudah intervensi. Hasilnya menunjukkan bahwa nilai t yang diperoleh jauh lebih tinggi daripada t tabel yang ditetapkan dan nilai p yang diperoleh jauh lebih rendah dari .05. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa penggunaan kartu flash secara signifikan mempercepat perolehan kosakata bahasa Inggris oleh pelajar muda. Terakhir, beberapa implikasi yang bermanfaat ditujukan di masa mendatang kepada fasilitator, peneliti, dan pelajar muda, sebagai peserta.
Kata kunci: kartu flash; pengajaran; kosakata bahasa Inggris; pelajar muda
Abstract:Personal finance skills are one of the important competencies that young people need to have in facing future economic challenges, given the increasingly complex global financial dynamics and the need to be able to manage…
e resources effectively in order to survive and thrive amid economic uncertainty. However, the level of financial literacy among vocational high school (SMK) students is still relatively low, as reflected in the results of the National Survey on Financial Literacy and Inclusion by OJK (2019) which shows that only 38.03% of Indonesians have adequate financial literacy, including among students. Of the 30 samples used by using the method of sharing, discussion, and case studies on each student, many were still found to be unable to manage their finances. This financial training has succeeded in providing a basic understanding of good financial management to students of SMK Negeri 1 Kisaran. Through the material presented, students can apply the knowledge gained in their daily lives, from managing expenses, saving, to planning for the future.
Keywords: financial literacy; financial skills; training vocational high school students
Abstrak: Keterampilan keuangan pribadi merupakan salah satu kompetensi penting yang perlu dimiliki oleh generasi muda dalam menghadapi tantangan ekonomi di masa depan, mengingat semakin kompleksnya dinamika keuangan global dan kebutuhan untuk dapat mengelola sumberdaya secara efektif agar dapat bertahan dan berkembangan di tengah ketidakpastian ekonomi. Namun, tingkat literasi keuangan di kalangan siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) masih tergolong rendah, sebagaimana tercermin dalam hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan oleh OJK (2019) yang menunjukkan bahwa hanya 38,03% masyarakat Indonesia yang memiliki literasi keuangan yang memadai, termasuk di kalangan pelajar. Kegiatan ini dilakukan oleh team dosen universitas royal dimana sampelnya sebanyak 30 orang yang merupakan siswa Sekolah Menengah Kejurusan Negeri 1 Kisaran dalam penyampaian materi digunakan dengan menggunakan metode sharing, diskusi, dan studi kasus pada masing-masing siswa. Pelatihan keuangan memberikan pemahaman dasar tentang pengelolaan keuangan yang baik kepada siswa SMK Negeri 1 Kisaran. Melalui materi yang disampaikan, siswa dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari mengatur pengeluaran, menabung, hingga merencanakan masa depan.
Kata Kunci: Keterampilan keuangan; literasi keuangan; pelatihan siswa SMK, pengelolaan keuangan pribadi
Abstract:Personal finance skills are one of the important competencies that young people need to have in facing future economic challenges, given the increasingly complex global financial dynamics and the need to be able to manage…
e resources effectively in order to survive and thrive amid economic uncertainty. However, the level of financial literacy among vocational high school (SMK) students is still relatively low, as reflected in the results of the National Survey on Financial Literacy and Inclusion by OJK (2019) which shows that only 38.03% of Indonesians have adequate financial literacy, including among students. Of the 30 samples used by using the method of sharing, discussion, and case studies on each student, many were still found to be unable to manage their finances. This financial training has succeeded in providing a basic understanding of good financial management to students of SMK Negeri 1 Kisaran. Through the material presented, students can apply the knowledge gained in their daily lives, from managing expenses, saving, to planning for the future.
Keywords: financial literacy; financial skills; training vocational high school students
Abstrak: Keterampilan keuangan pribadi merupakan salah satu kompetensi penting yang perlu dimiliki oleh generasi muda dalam menghadapi tantangan ekonomi di masa depan, mengingat semakin kompleksnya dinamika keuangan global dan kebutuhan untuk dapat mengelola sumberdaya secara efektif agar dapat bertahan dan berkembangan di tengah ketidakpastian ekonomi. Namun, tingkat literasi keuangan di kalangan siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) masih tergolong rendah, sebagaimana tercermin dalam hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan oleh OJK (2019) yang menunjukkan bahwa hanya 38,03% masyarakat Indonesia yang memiliki literasi keuangan yang memadai, termasuk di kalangan pelajar. Kegiatan ini dilakukan oleh team dosen universitas royal dimana sampelnya sebanyak 30 orang yang merupakan siswa Sekolah Menengah Kejurusan Negeri 1 Kisaran dalam penyampaian materi digunakan dengan menggunakan metode sharing, diskusi, dan studi kasus pada masing-masing siswa. Pelatihan keuangan memberikan pemahaman dasar tentang pengelolaan keuangan yang baik kepada siswa SMK Negeri 1 Kisaran. Melalui materi yang disampaikan, siswa dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari mengatur pengeluaran, menabung, hingga merencanakan masa depan.
Kata Kunci: Keterampilan keuangan; literasi keuangan; pelatihan siswa SMK, pengelolaan keuangan pribadi
Abstract:The disabled community group that is part of the PAHDIS organization in Waingapu City faces obstacles in accessing formal education and skills training due to a lack of physical accessibility and inadequate support from…
educational institutions. This activity aims to improve skills to support economic independence and increase the empowerment of target partner communities through mentoring in implementing aquaponic fish and vegetable cultivation technology. The methods used in this PKM are socialization regarding what aquaponic technology is, training in making aquaponic technology, application of aquaponic technology, mentoring. The results of this service show that the members can understand aquaponic technology. In addition, members can also learn new lessons about aquaponic technology.
Keywords: aquaponics; disabled; skills; economic independence
Abstrak: Kelompok masyarakat difabel yang tergabung dalam organisasi PAHDIS di Kota Waingapu menghadapi hambatan dalam mengakses pendidikan formal dan pelatihan keterampilan, baik karena kurangnya aksesibilitas fisik maupun kurangnya dukungan yang memadai dari institusi pendidikan. Kegiatan ini bertujuan untuk untuk meningkatkan keterampilan untuk mendukung kemandirian ekonomi dan meningkatkan pemberdayaan komunitas mitra sasaran. Metode yang digunakan dalam pkm ini adalah sosialisasi terkait apa itu teknologi akuaponik, pelatihan pembuatan teknologi akuaponik, penerapan teknologi akuaponik, pendampingan. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan bahwa para anggota mampu memahami terkait teknologi akuaponik. Selain itu para anggota juga dapat pelajaran baru mengenai teknologi akuaponik.
Kata kunci: akuaponik; difabel; ketrampilan; kemandirian ekonomi
Abstract:Majority of Indonesian EFL young learners struggle with mastering English vocabulary. This community service activity was about to see whether or not incorporating thematic pictures could enrich young learners’ English…
glish vocabulary. It used quantitative approach with descriptive analysis. Conveniently, one class was taken as the sample of this current activity which consisted of fourteen participants coming from different grades of elementary school. A Dictation test was administered as pretest and posttest before and after intervention to portray the young learners’ achievement level. The result showed that using thematic pictures was significantly impactful in enriching young learners’ English vocabulary mastery (.00 < .05). Ultimately, some pedagogical implication were also addressed accordingly in this present activity to young learners, future facilitators as well as researchers.
Keywords: thematic pictures; vocabulary mastery; young learners.
Abstrak: Mayoritas pembelajar muda di Indonesia memiliki masalah dengan penguasaan kosakata Bahasa Inggris. Kegiatan Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melihat apakah penggunaan gambar tematik dapat memperkaya kosa kata bahasa Inggris pelajar muda atau tidak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis deskriptif. Mudahnya, satu kelas diambil sebagai sampel kegiatan kali ini yang terdiri dari empat belas peserta yang berasal dari berbagai tingkatan sekolah dasar. Tes Dikte diberikan sebagai pretest dan posttest sebelum dan sesudah intervensi untuk menggambarkan tingkat prestasi pelajar muda. Hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan gambar tematik memberikan dampak yang signifikan dalam memperkaya penguasaan kosakata bahasa Inggris pelajar muda. Pada akhirnya, beberapa implikasi pedagogis juga dibahas dalam kegiatan ini kepada pelajar muda, fasilitator masa depan, serta peneliti.
Kata kunci: gambar tematik; pembelajar muda; penguasaan kosakata
Abstract:Character education is one of the mental revolution efforts made to instill character in students. Teachers play an important role in producing generations of noble character and morality, including elementary school teachers.…
chers. Instilling character from an early age is expected to be able to strengthen the foundation in building the nation. The process of cultivating character must be adapted to the stages of student development and the times, so that integrating it into interactive teaching materials will be preferred by students, students can more easily understand the material and have skills that are balanced between science and technology and IMTAQ. To realize this, teachers are required to be able to integrate it into PBM such as teaching materials. However, the facts on the ground show that teachers in partner schools do not really understand the context of character building and apply it to teaching materials. The purpose of this activity is to increase teacher knowledge and skills in designing and integrating character education in digital teaching materials. This service activity is carried out through lecture methods, outreach, training, and discussions involving approximately 17 elementary school teachers. The results of the activity show that in general the teacher already knows the concept of character education, examples of assistive applications in making teaching materials and teachers have been able to design and integrate character education into teaching materials in accordance with the subjects being taught which are then ready to be made into digital teaching materials
Keywords: socialization; digital teaching materials; character education
Abstrak: Pendidikan karakter merupakan salah satu upaya revolusi mental yang dilakukan untuk menanamkan karakter pada siswa. Guru memegang peranan penting dalam menghasilkan generasi yang berkarakter dan berakhlak mulia, tidak terkecuali guru SD. Penanaman karakter sejak usia dini diharapkan mampu memperkuat pondasi dalam membangun bangsa. Proses penanaman karakter harus disesuaikan dengan tahap perkembangan siswa dan perkembangan zaman, sehingga mengintegrasikannya ke dalam bahan ajar interaktif akan lebih disukai siswa, siswa lebih mudah memahami materi dan memiliki keterampilan yang seimbang antara IPTEK dan IMTAQ. Untuk mewujudkan hal ini guru dituntut mampu mengintergasikannya ke dalam PBM seperti bahan ajar. Namun, fakta dilapangan menunjukkan bahwa guru-guru di sekolah mitra belum terlalu memahami konteks pendidikan karakter serta menerapkannya ke dalam bahan ajar. Tujuan kegiatan ini yaitu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru dalam mendesain serta mengintegrasikan pendidikan karakter dalam bahan ajar digital. Kegiatan pengabdian ini dilakukan melalui metode ceramah, sosialisasi, pelatihan, dan diskusi dengan melibatkan lebih kurang 17 orang guru SD. Adapun hasil kegiatan menunjukkan secara garis besar guru sudah mengetahui konsep pendidikan karakter, contoh aplikasi bantu dalam membuat bahan ajar dan guru telah mampu mendesain serta mengintegrasikan pendidikan karakter ke dalam bahan ajar sesuai dengan mata pelajaran yang diampu yang kemudian siap untuk dibuat ke dalam bahan ajar digital.
Kata kunci: sosialisasi; bahan ajar digital; pendidikan karakter
Abstract:Abstract: Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia is a tertiary institution that has a Tax Center and works closely with the Direktorat Jenderal Pajak to assist taxpayers in calculating, depositing, and reporting their tax obligations.…
ligations. On March 03 2023 and March 07 2023, training and assistance for taxpayers were conducted in filling out the Annual Individual Tax Return at the Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia Tax Center by the Tax Volunteers. The method used is direct assistance to individual taxpayers in updating NPWP-NIK, and KLU data, also reporting annual tax returns via e-filing. The activity participants are all taxpayers including lecturers and educational staff at the Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia and STIKes Murni Teguh. This activity resulted in an increase in understanding for participants in reporting Annual SPT Individuals, while the Tax Volunteer gained knowledge about taxation based on the latest regulations and was able to put into practice the knowledge learned during lectures which can be used as practical experience. Meanwhile, the results for the Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia are an increase in taxpayer compliance within the Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia, including lecturers and education staff society who are aware of their obligations and always report their income to the state.
Keywords: e-filing; SPT; Tax Volunteers
Abstrak: Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia merupakan perguruan tinggi yang memiliki Tax Center dan berkolaborasi dengan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk membantu Wajib Pajak dalam menghitung, menyetor, dan melaporkan kewajiban perpajakan mereka. Pada tanggal 03 Maret 2023 dan 07 Maret 2023, telah dilakukan pelatihan serta pendampingan Wajib Pajak dalam mengisi Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Orang Pribadi di Tax Center Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia oleh tim Relawan Pajak. Metode yang digunakan adalah pendampingan secara langsung kepada Wajib Pajak Orang Pribadi dalam melakukan pemutakhiran data NPWP-NIK, KLU, dan pelaporan SPT Tahunan melalui e-filing. Peserta kegiatan adalah seluruh Wajib Pajak termasuk dosen dan tenaga pendidik di lingkungan Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia serta STIKes Murni Teguh. Kegiatan ini menghasilkan peningkatan pemahaman bagi peserta dalam melaporkan SPT Tahunan Orang Pribadi, sedangkan tim Relawan Pajak memperoleh pengetahuan tentang perpajakan berdasarkan peraturan terbaru dan dapat mempraktikkan secara langsung pengetahuan yang dipelajari selama kuliah serta dapat dijadikan sebagai pengalaman praktis. Sedangkan hasil bagi Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia adalah peningkatan ketaatan wajib pajak di lingkungan Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia termasuk dosen dan tenaga pendidik sebagai masyarakat yang sadar akan kewajiban dan senantiasa melaporkan penghasilan mereka kepada negara.
Kata kunci: e-filing; Relawan Pajak; SPT
Abstract:Abstract: One of the IT applications utilized by the community is Microsoft Office. This application helps various parties in supporting the learning process in schools and is used by various parties for office work needs…
s in processing words, numbers and presentations. Understanding and mastering this application is a basic ability that must be owned by every individual in the present. As is the case with students at SMA Letjen Haryono MT while studying at school. However, the use of Office has not been maximized by them. They were only introduced to Microsoft Office applications but did not understand how to use them. Therefore, students need to be equipped with additional learning that focuses on using Microsoft Office as a medium to assist student learning and also prepares students to take advantage of this application in the future. The features available in Microsoft Word, Microsoft Excel, and Microsoft Power Point are also less known by students. Departing from this, it is necessary to equip students with learning about Microsoft Office applications. Learning activities provide a range of 77% through questionnaires filled out by students which means that the training provided provides good knowledge benefits to the 28 students who take part in the training. The target planned by the implementation team was achieved where students were assisted in understanding and learning to use Microsoft Word, Microsoft Excel and Microsoft Power Point applications.
Keywords: education; information technology; microsoft office
Abstrak: Salah satu penerapan TI yang dimanfaatkan oleh masyarakat adalah Microsoft Office. Aplikasi ini membantu berbagai pihak dalam mendukung proses pembelajaran di sekolah serta dimanfaatkan berbagai pihak untuk kebutuhan pekerjaan kantoran dalam pengolahan kata, angka serta presentasi. Pemahaman dan penguasaan aplikasi ini merupakan kemampuan dasar yang wajib dimiliki oleh tiap individu di masa sekarang. Seperti halnya dengan murid-murid di SMA Letjen Haryono MT selama belajar di sekolah. Tetapi, penggunaan Office belum dimaksimalkan oleh mereka. Mereka hanya diperkenalkan aplikasi Microsoft Office tetapi kurang memahami cara penggunaannya. Oleh karena itu, maka murid perlu dibekali dengan pembelajaran tambahan yang berfokus pada penggunaan Microsoft Office sebagai media untuk membantu pembelajaran murid dan juga mempersiapkan murid manfaatkan aplikasi ini di masa mendatang. Fitur-fitur yang tersedia di Microsoft Word, Microsoft Excel, dan Microsoft Power Point juga kurang diketahui oleh murid-murid. Berangkat dari hal tersebut, maka perlu melengkapi murid dengan pembelajaran akan aplikasi Microsoft Office. Kegiatan pembelajaran memberikan nilai range 77% lewat kuesioner yang diisi murid yang berarti pelatihan yang diberikan memberikan manfaat pengetahuan yang baik kepada 28 murid yang mengikuti pelatihan. Target yang direncanakan tim pelaksana tercapai di mana murid-murid terbantu dalam memahami dan mempelajari penggunaan aplikasi Microsoft Word, Microsoft Excel, dan Microsoft Power Point.
Kata kunci: pendidikan; teknologi informasi; microsoft office