Abstract:Penelitian ini menggunakan jenis metode kualitatif, dengan menggunakan content analysis (Analysis isi) dan perpustakaan dalam mengumpulkan data. Penelitian ini melakukan pengumpulan data dengan cara memahami, mengamati dan…
an mencermati langsung pada film yang akan dikaji. Mencari informasi terkait dengan masalah-masalah penelitian baik dari buku, internet, film, dan sumber data lainnya. Hasil penelitian ini menunjukkan gambaran alur cerita Film ajari aku islam, bahwa Film ini menceritakan tentang seorang laki-laki asal Tionghoa-Medan yang jatuh hati kepada seorang wanita asal Batak-Melayu, yang betul-betul ingin belajar Agama bukan beralasan karena ingin mendekati seorang perempuan, akan tetapi dengan niat karena Allah, jika dalam hidupnya ia bertemu dengan seorang wanita Muslim, maka itu sudah takdir yang Allah berikan, dan akhirnya laki-laki ini pun meninggal dalam keadaan ber-Islam karena saat sakaratul maut, ia mengucapkan dua kalimat syahadat dengan lancar tanpa terbata-bata. Pesan-pesan dakwah dalam film ajari aku islam di bagi menjadi tiga yaitu pesan dakwah aqidah antara lain; mempelajari ajaran Islam, menikah harus se-aqidah dan se-Iman, cinta pada Allah, menjaga keimanan. Pesan dakwah Ibadah; shalat, tidak bersentuhan dengan lawan jenis, menjaga pandangan antara lawan jenis, adzan. Pesan dakwah akhlak; Tolong-menolong dan bertamu.
Abstract:Dengan tujuan penelitian untuk mendeskripsikan nilai-nilai dakwah dalam tayangan sinetron Para Pencari Tuhan Jilid 16 episode 30. Para Pencari Tuhan merupakan salah satu sintreon yang diproduksi oleh PT. Gisellah Citra Sinema…
inema dan tayang di SCTV sejak tahun 2007 hingga sekarang. Sinetron dengan judul Para Pencari Tuhan ini merupakan salah satu sinetron yang banyak menampilkan berbagai nilai-nilai ajaran Islam dengan gaya masa kini. Berdasarkan latar belakang tersebut maka peneliti ingin membahasnya dalam skripsi dan mengambil judul “Analisis Nilai-Nilai Dakwah Dalam Sinetron Para Pencari Tuhan Jilid 16 Episode 30 Di SCTV.” Menggunakan metode Analisis Isi (content analysis) dan menggunakan pendekatan kualitatif. Temuan bahan yang dianalisis berupa dialog, perilaku, maupun syair lagu dalam sinetron. Dalam menganalisis data peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif, yaitu suatu cara yang digunakan untuk membahas objek penelitian secara apa adanya berdasarkan data yang diperoleh. Dari hasil penelitian yang didapatkan peneliti, dapat disimpulkan bahwa nilai dakwah yang terdapat dalam tayangan sinetron Para Pencari Tuhan Jilid 16 episode 30 dikelompokkan menjadi tiga aspek materi dakwah seperti aqidah, ibadah, dan akhlak. Nilai yang disampaikan tentang wajib mengingat Allah Swt., dan mencintai Allah dan Rasul-Nya dengan sepenuh hati, tidak berputus asa, mengenai mahar pernikahan, menjaga amanah, dan lain sebagainya.
Abstract:Program imunisasi anak di wilayah pedesaan menghadapi berbagai tantangan yang kompleks, termasuk akses terbatas terhadap layanan kesehatan, kurangnya tenaga kesehatan yang terlatih, dan faktor sosial-budaya. Penelitian ini…
ni bertujuan untuk mengevaluasi tantangan utama dalam implementasi program imunisasi anak di wilayah pedesaan serta untuk mengidentifikasi solusi yang memungkinkan untuk meningkatkan cakupan imunisasi. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis kualitatif berdasarkan studi pustaka yang relevan dengan topik ini. Hasil analisis menunjukkan bahwa akses terbatas terhadap layanan kesehatan merupakan hambatan utama dalam program imunisasi anak di pedesaan. Jarak yang jauh antara pemukiman penduduk dengan fasilitas kesehatan, kurangnya infrastruktur kesehatan, dan transportasi yang tidak memadai mempersulit orang tua untuk membawa anak-anak mereka untuk divaksinasi secara teratur. Kurangnya tenaga kesehatan yang terlatih juga menjadi tantangan serius dalam implementasi program imunisasi. Banyak desa yang tidak memiliki jumlah petugas kesehatan yang memadai untuk memberikan layanan imunisasi kepada masyarakat. Kurangnya pengetahuan dan keterampilan petugas kesehatan tentang imunisasi juga dapat mempengaruhi kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat. Faktor sosial dan budaya juga memengaruhi partisipasi masyarakat dalam program imunisasi. Kepercayaan, mitos, dan praktek budaya lokal seringkali memengaruhi keputusan orang tua dalam mengimunisasi anak-anak mereka. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan komunikasi yang sensitif dan berbasis budaya dalam mensosialisasikan program imunisasi. Berbagai solusi yang memungkinkan telah diidentifikasi, termasuk memperkuat infrastruktur kesehatan, meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan, dan melibatkan komunitas secara aktif dalam program imunisasi. Dengan mengatasi tantangan-tantangan ini secara holistik dan berkelanjutan, diharapkan dapat meningkatkan cakupan imunisasi anak di wilayah pedesaan dan meningkatkan kesehatan anak-anak secara keseluruhan.
Abstract:Tujuan penulisan artikel ini untuk menganalisa penerapan Pasal 49 KUHP pada tindak pidana pembunuhan pasal 338 KUHP. (studi putusan no. 140/Pid.B/2011/PN.ME). Metode yang digunakan dalam penulisan ini merupakan metode hukum…
kum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Hasil penelitian Majelis Hakim menganggap bahwa Suatu perbuatan Tindak Pidana Pembunuhan pasal 338 KUHP ataupun Tindak pidana penganiyaan 351 KUHP, apabila perbuatan tersebut dilakukan pada saat itu tidak dapat lagi berpikir dengan tenang dan jernih dan terpikirlah hanyalah menyelamatkan diri/jiwanya; karena perbuatan tersebut merupakan pembelaan diri, karena perasaan tergoncang. yang masih berlanjut dan masih berhubungan, maka perbuatan tersebut dapat dikategorikan sebagai pembelaan terpaksa yang diatur dalam pasal 49 KUHP (noodweer dan noodweer – exces), sehingga Pelaku Tindak pidana pembunuhan yang terbukti melakukan tindak pidana tersebut harus dilepaskan dari segala tuntutan (onslag van recht vervolging). dengan pertimbangan hukum karena alasan penghapus pidana, sebagai berikut adanya daya paksa (Overmacht), adanya pembelaan terpaksa (Noodweer , Noodweer-exces), sebab melaksanakan ketentuan Undang- undang, sebab menjalankan perintah jabatan.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendekatan psikologi komunikasi dakwah dalam membina akhlak, serta mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam melakukan pendekatan psikologi komunikasi dakwah dalam membina…
akhlak mahasantri Markaz Tahfidz Al-Birr. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, yaitu penelitian dengan cara mengumpulkan sumber data secara primer dan sekunder melalui observasi, wawancara, dokumen dan jurnal. Observasi dilakukan secara langsung ke lokasi yang menjadi objek penelitian, dengan hasil penelitian yang menggambarkan sesuai fakta yang ada di lapangan, wawancara dengan melibatkan koordinator tahfidz, para pembina, dan beberapa mahasantri sebagai informan, dokumentasi dari beberapa tabel di markaz tahfidz yang berkaitan dengan pokok pembahasan.Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pendekatan Psikologi Komunikasi Dakwah dalam Membina Akhlak Mahasantri, dengan menggunakan pendekatan struktural (mempelajari pengalaman dengan kategori tertentu), fungsional (mempelajari tentang bagaimana agama membawa pengaruh dalam kehidupan), dan psiko-analisis (yang membahas tentang perkembangan bentuk kepribadian manusia). Beberapa faktor pendukung yang dapat dilihat dalam membina akhlak mahasantri seperti motivasi dari pembina, kesadaran atau faktor internal mahasantri, dukungan orang tua dan pengaruh lingkungan. Juga dapat dilihat beberapa faktor yang menghambat dalam membina akhlak mahasantri seperti mahasantri yang mulai futur, pengaruh orang tua, faktor kesehatan, dan metode menghafal. Meskipun masih ditemui beberapa hambatan dalam membina akhlak mahasantri, akan tetapi pembina tetap berusaha semaksimal mungkin agar para mahasantri memiliki akhlatul karimah.
Abstract:Dalam dunia pendidikan, menumbuhkan minat belajar siswa merupakan tantangan yang penting. Salah satu pendekatan yang terbukti efektif adalah melalui penerapan metode pembelajaran kreatif. Metode ini menekankan pada keterlibatan…
libatan aktif siswa dalam pembelajaran, memungkinkan mereka untuk bereksperimen, berkolaborasi, dan berkreasi dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, minat belajar siswa dapat ditingkatkan melalui pengalaman pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan bermakna. Faktor penentu minat belajar siswa sangat beragam. Mulai dari motivasi intrinsik, dukungan sosial, pengalaman belajar sebelumnya, preferensi belajar, hingga kualitas lingkungan pembelajaran. Motivasi intrinsik, misalnya, mendorong siswa untuk belajar karena minat dan kepuasan pribadi, sementara dukungan sosial dari keluarga, teman, dan guru memberikan dorongan tambahan. Pengalaman belajar sebelumnya dan preferensi belajar turut memengaruhi minat belajar siswa, begitu dengan kualitas lingkungan pembelajaran yang memfasilitasi eksplorasi dan pembelajaran yang bermakna. Metode pembelajaran kreatif memainkan peran kunci dalam mempengaruhi minat belajar siswa. Dengan memanfaatkan teknik-teknik seperti pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran berbasis masalah, dan role-playing, siswa dihadapkan pada pengalaman pembelajaran yang menarik dan menyenangkan. Mereka dapat mengeksplorasi konsep-konsep secara praktis, berpikir kritis, dan mengembangkan keterampilan kolaborasi. Pendekatan ini menciptakan lingkungan pembelajaran yang merangsang dan memotivasi siswa untuk aktif terlibat dalam proses pembelajaran. Penerapan metode pembelajaran kreatif dapat menjadi strategi efektif dalam menumbuhkan minat belajar siswa. Melalui pendekatan ini, pendidik dapat menciptakan pengalaman pembelajaran yang lebih bermakna, memicu minat belajar yang lebih besar, dan membantu siswa untuk mencapai potensi belajar mereka secara optimal.
Abstract:Kebijakan pendidikan berasal dari ilmu pendidikan yang terkait dengan kebutuhan layanan pendidikan untuk memberikan pengetahuan dan mengatur kehidupan manusia. Ini merupakan keputusan yang diambil oleh pemerintah atau penyelenggara…
nyelenggara pendidikan sebagai respons terhadap permasalahan pendidikan yang timbul, dengan tujuan mencapai visi dan misi melalui langkah-langkah strategis dalam mencapai tujuan pendidikan. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan. Sumber data utama yang digunakan adalah karya Ali Muhammad Ash-Shallabi, Bangkit dan Runtuhnya Daulah Bani Saljuk, diterbitkan di Jakarta oleh Pustaka Al-Kautsar pada tahun 2014. Teknik pengumpulan data melibatkan penggunaan beberapa buku dan sumber lain yang berkaitan dengan subjek penelitian, seperti buku, majalah, pamflet, dan bahan dokumenter. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif-analisis dengan pendekatan sejarah. Pendirian Madrasah An- Nizhamiyyah pada masa Daulah Bani Saljuk memainkan peran penting dalam perubahan lembaga pendidikan Islam. Sampai hari ini, sistem pendidikan madrasah tetap dijaga untuk mempertahankan nilai-nilai Al-Qur'an dan As-Sunnah dalam proses pendidikan mulai dari dasar hingga tingkat tinggi. Tujuannya adalah untuk melindungi dan menanamkan nilai-nilai moral serta mengatasi krisis moral yang ada.
Abstract:Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, dengan metode penelitian lapangan (field research) di lokasi penelitian, yaitu SMP Pelita Cendekia. Peneliti menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi…
i untuk mengumpulkan data yang diperlukan. Dalam menganalisis data, penulis menggunakan teknik analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang digunakan oleh guru PAI di SMP Pelita Cendekia sangat berperan dalam menciptakan pembelajaran yang aktif dan menyenangkan. Guru-guru menerapkan pendekatan inovatif dan interaktif, seperti penggunaan media teknologi, permainan peran, dan diskusi, untuk mendorong keterlibatan siswa secara aktif dalam pembelajaran agama. Hal ini membantu siswa untuk lebih memahami dan mengaplikasikan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang digunakan oleh guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMP Pelita Cendekia sangat berperan dalam menciptakan pembelajaran yang aktif dan menyenangkan. Para guru menggunakan pendekatan yang inovatif dan interaktif, seperti penggunaan media teknologi, permainan peran, dan diskusi, yang dapat mendorong keterlibatan siswa secara aktif dalam pembelajaran agama. Hal ini membantu siswa untuk lebih memahami dan mengaplikasikan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Abstract:Administrasi sekolah atau lebih sering disebut dengan Tata usaha sekolah merupakan suatu kegiatan pengelolaan organisasi yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok secara sistematik dan teratur untuk mencapai tujuan suatu…
tu organisasi selain itu ketatausahaan juga melakukan pencatatan untuk segala sesuatu yang terjadi dalam organisasi sekolah untuk digunakan sebagai bahan keterangan informasi dalam pengambilan keputusan bagi pemimpin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran Layanan Siswa di MA Darunnajah 2 Cipining Bogor, dan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh Tata usaha terhadap Layanan Siswa di MA Darunnajah 2 Cipining Bogor. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa/i di MA Darunnajah 2 Cipining Bogor sebanyak 30 siswa/i. Adapun sampel yang digunakan adalah sampel jennuh, sebanyak 60 siswa/i. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner/angket dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu koefisien korelasi dan regresi berganda. Diketahui hasil perhitungan statistik dengan menggunakan SPSS 22 menunjukkan hasil penelitian bahwa terdapat pengaruh antara Tata Usaha (X) dengan Layanan Siswa (Y) MA Darunnajah 2 Cipining Bogor, terbukti dengan hasil determinasi tabel Model Summary pada bagian ini ditampilkan nilai = 0,004, untuk menentukan koefisien determinasi pengaruh antara Tata Usaha dengan Layanan Siswa dapat dihitung dengan (0,04) x 100% = 4%. Jadi hasil koefisien determinasi menunjukkan bahwa 4% Tata Usaha berkontribusi terhadap Layanan Siswa, sedangkan sisanya yaitu 100% - 4% = 96% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain.
Abstract:Pembelajaran aqidah akhlak adalah materi yang bersumber dan dikembangkan dari ajaran dasar agama Islam dengan Al-Quran dan Al-Hadits sebagai sumbernya. Untuk dijadikan pondasi dalam berperilaku dan panduan berakhlak mulia…
a sesuai dengan Al-Qurann dan Al-Hadits. Pendekatan penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan metode observasi, dokumentasi, angket, dan juga teknik regresi linier sederhana. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas V yang berjumlah 72 peserta didik. Sampel penelitian ini menggunakan sebagian dari peserta didik kelas V yang berjumlah 30 Peserta didik. Instrumen penelitian ini berupa kuisioner pembelajaran aqidah akhlak dan perilaku peserta didik, yang berjumlah 20 pada masing-masing variabel, kemudian diuji kepada 20 peserta didik. Setelah dilakukan uji coba, dinyatakan valid 15 butir pernyataan untuk variabel pembelajaran aqidah akhlak, dan 15 butir pernyataan untuk variabel perilaku peserta didik, kemudian digunakan untuk pengambilan data. Selanjutnya dilakukan uji normalitas, dan uji regresi sederhana. hasil perhitungan diperoleh persamaan Ý = 13,383 + 0,783X persamaan tersebut diketahui bahwa β > 0, berarti H0 ditolak, dan H1 diterima berarti terdapat pengaruh yang signifikan terhadap pembelajaran aqidah akhlak terhadap perilaku peserta didik kelas V. Hasil koefisien diperoleh Fhitung = 44,3362 lebih besar daripada Ftabel = ? ini berarti H0 ditolak pada taraf signifikasi α= 0,05 ini berarti sangat signifikan. Nilai koefisien korelasi sederhana dari ryx 0,783 koefisien mengandung makna bahwa 59,9% pembelajaran aqidah akhlak mempunyai pengaruh terhadap perilaku peserta didik dan 40,1% dipengaruhi oleh faktor lain.