Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah alat yang dapat mengaktifkan lampu dari jarak jauh maupun dekat dengan menggunakan GSM starter kit sebagai penerima intruksi. Penelitian dilaksanakan di Workshop STMIK Handayani…
ayani Makassar, Jln. Urip Sumoharjo Km. 4 Makassar. Hasil rancangan berupa sebuah alat yang dapat menerima perintah dari sebuah handphone untuk mengaktifkan lampu. Perangkat keras alat kontrol on/off pada lampu berbasis mikrokontroler yang menerima perintah melalui GSM Starter Kit dan dikontrol menggunakan missed call telah berfungsi sebagaimana mestinya. Alat kontrol on/off pada lampu melalui GSM Starter Kit berbasis mikrokontroler yang dikontrol menggunakan missed call telah di berhasil menyalakan dan mematikan lampu dari jarak jauh.
Abstract:Perkawinan Beda Agama dalam Perspektif Hukum Islam dan Hukum Positif di Indonesia merupakan topik yang kompleks dan menarik untuk dibahas. Dalam konteks Islam, perkawinan antara Muslim dan non-Muslim memiliki aturan yang…
yang jelas, termasuk persyaratan dan konsekuensi hukumnya atas akibat yang dilakukan. Tujuan utama
dari perkawinan dalam Islam tidak hanya terbatas pada aspek biologis, tetapi juga melibatkan dimensi psikologis,
sosiologis, dan teologis, dengan tanggung jawab kepada pasangan, masyarakat, dan Allah Swt. Metode penelitian
ini menggunakan legal research dengan pendekatan peraturan perundang-undangan (statue approacrh) dengan
pendekatan analisis (analysis content). Dengan adanya perbedaan pendapat dan kompleksitas dalam penanganan
perkawinan beda agama, diperlukan pemahaman yang mendalam baik dari segi hukum Islam maupun hukum
positif Indonesia. Melalui pemahaman yang komprehensif, diharapkan dapat ditemukan solusi yang kondusif dan
adil bagi semua pihak yang terlibat dalam perkawinan beda agama.
Abstract:Pembelajaran matematika merupakan mata pelajaran yang mempunyai peranan penting dalam disiplin ilmu dalam mengembangkan daya pikir siswa. Keberhasilan dalam mencapai suatu kompetensi bergantung pada beberapa aspek diantaranya…
ranya metode pengajaran yang digunakan guru dapat membawa siswa pada kemampuan pemahaman konsep matematika dan potensi rasional dan nalar siswa. Maka dari itu perlu adanya : Peningkatan aktivitas dan hasil belajar matematika melalui optimalisasi metode drill. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Adapun pengambilan data penelitian menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil yang didapatkan dari penelitian bahwa : peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa melalui optimalisasi metode drill dapat dilihat aktivitas guru dalam meningkatkan antusisasme belajar siswa, menjadikan siswa senang belajar, membuat pembelajaran yang ceria, dan dapat menghidupkan suasana pembelajaran. Sehingga menjadikan peningkatan hasil belajar, dan meningkatnya pemahaman siswa. Adapun cara guru dalam mengoptimalisasikan metode drill dengan cara memberi latihan siswa sesuai kemampuan siswa sampai nilai siswa meningkat dengan baik.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sarana prasarana terhadap prestasi ekstrakurikuler pencak silat di Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Pengambilan…
an sampel sebanyak 68 siswa Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining Bogor dan menggunakan teknik simple random sampling. Adapun teknik pengumpulan data yakni menggunakan angket. Teknik analisis data yang digunakan yaitu regresi dan korelasi sederhana berupa analisis deskriptif, analisis inferensial, dan uji persyaratan analisis. Diketahui hasil perhitungan statistik dengan menggunakan SPSS 23 menunjukkan hasil penelitian bahwa terdapat hubungan antara Sarana Prasarana (X) dengan Prestasi Ekstrakurikuler Pencak Silat (Y), terbukti dengan nilai (Rxy) = 0,511 yang berarti terdapat hubungan yang cukup dengan rentang nilai (0,40-0,599), dan nilai koefisien determinasinya sebesar 26% sedangkan sisanya 74% dipengaruhi oleh variabel lain.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pembinaan akhlak, kendala-kendala dalam penerapan strategi pembinaan akhlak, dan usaha mengatasi kendala-kendala dalam penerapan akhlak Siswa. Jenis penelitian yang gunakan…
kan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif, teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Miles & Huberman, teknik penjamin keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Dari Hasil penelitian yang dilakukan dapat di deskripsikan bahwa di SD IT Al-Hilmi, Kab. Dompu dalam pembinaan akhlak siswa-siswinya, menggunakan Strategi Pembinaan Akhlak; keteladanan dalam bertutur kata dan perilaku sebagaimana yang yang di contohkan oleh Rasulullah, Membiasakan sholat dzuhur berjama'ah, sholat Sunnah dhuha, kebersihan dan infaq, Nasihat selalu diberikan setiap pembelajaran di kelas berlangsung, latihan melalui ceramah, hafalan juz amma dan membaca Al-Quran setiap pagi dan hukuman selalu diberikan kepada siswa yang melakukan kesalahan. kendala-kendala dalam pembinaan akhlak; faktor guru yaitu kurang mampu memahami heterogen anak, yang tidak bisa disamakan dalam satu kelas. Anak itu berbagai macam perbedaan latar belakang, faktor dari siswa yaitu adanya yang malas sekolah dan kurangnya kesadaran, faktor lingkungan pergaulan, dan faktor orang tua yang kurangnya dukungan dan perhatian. Usaha yang dilakukan dalam mengatasi kendala-kendala penerapan strategi pembinaan akhlak siswa SD IT Al-Hilmi, Kab. Dompu; kerjasama antara guru, siswa, dan orang tua siswa.
Abstract:Penelitian ini tujuannya adalah untuk mengetahui bagaimana metode dan instrument pengumpulan data yang benar untuk kualtitatif dan kuantitatif. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) yang bersifat…
ifat deskriptif kualitatif, dengan pendekatan komparatif yaitu melibatkan perbandinagan antara dua atau lebih elemen atau temuan. Maka permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah pertama: Bagaiamana Metode Pengumpulan Data Pada Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif?, kedua: Bagaimana Instrumen Pengumpulan Data Penelitian Kualitatif?, ketiga: Bagaimana Instrumen Pengumpulan Data Penelitian Kuantitatif?, Keempat: Bagaimana Kriteria Instrumen Penelitian Yang Baik?. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pengumpulan data merupakan salah satu tahapan sangat penting dalam penelitian. Teknik pengumpulan data yang benar akan menghasilkan data yang memiliki kredibilitas tinggi, dan sebaliknya. Oleh karena itu, tahap ini tidak boleh salah dan harus dilakukan dengan cermat sesuai prosedur dan ciri-ciri penelitian baik kualitatif maupun kuantitatif. (2) Proses pengumpulan data dalam penelitian kualitatif dapat dilakukan dengan berbagai cara dengan terjun langsung ke lapangan. Hal ini dapat dilakukan melalui observasi atau kuesioner, wawancara mendalam dengan subjek survei, survei dokumenter, dan diskusi kelompok terfokus. Dalam metode pengumpulan data kuantitatif, terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan oleh peneliti, yakni survei kuisioner atau angket, wawancara, dan dokumentasi. (3) Penelitian Kualitatif dalam pengumpulan datanya, instrument yang dapat digunakan anatara lain; Instrument wawancara, instrument Observasi atau pengamatan, Fokus Group Discussion (FGD), Instrumen dokumen. Penelitian kuantitatif dalam mengambil data menggunakan instrumen yang berupa: Instrumen Tes dan Investori, Instrumen Angket atau Kuisioner, Instrumen Lembar Observasi, Instrumen Dokumen dan Data Sekunder. (4) Kriteria pokok yang harus dipenuhi oleh suatu instrumen penelitian agar dapat dinyatakan memiliki kualitas yang baik yaitu validitas, reliabilitas, dan praktikabilitas.
Abstract:Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu bertujuan untuk mengetahui pola komunikasi pembina dalam membina hafalan qur’an santri, kemudian untuk mengetahui kondisi hafalan santri serta faktor pendukung dan penghambat…
ghambat dalam membina hafalan qur’an santri di Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an Darut Taqwa Kampili Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa. Penelitian ini berlokasi di dusun Pa’rappungangta, Desa Kampili, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa yang berlangsung selama kurang lebih 1 di bulan desember 2023. Teknik pengumpulan datanya selama melakukan proses penelitian melalui metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi hafalan santri semakin berkembang. Saat ini rata-rata hafalan santri mencapai 10 juz keatas yang sebelumnya mereka hanya memiliki hafalan juz amma atau juz 30. Adapun pola komunikasi yang dilakukan pembina dalam membina hafalan Al-Qur’an yaitu komunikasi interpersonal, verbal dan non verbal, dimulai dari pendekatan persuasif yakni proses komunikasi yang dimana komunikator menyampaikan pesan verbal maupun non verbal kepada komunikan yang bersifat membujuk atau mengajak kepada hal-hal yang mengarah kepada kebaikan. Adapun hambatan dalam membina hafalan santri meliputi kemampuan anak itu sendiri, penyampaian (interaksi), dan kurangnya pemahaman orang tua terhadap visi dan misi pondok. Dan pendukungnya meliputi adanya dukungan dari pimpinan pondok, kerjasama antar pembina, metodologi dan lingkungan internal pondok yang mendukung. Sebagai seorang pembina mampu memahami kepribadian santri bahkan mampu mengetahui kelebihan dan kekurangan masing-masing santri dan kemudian diberikan bimbingan khusus bagi santri yang memiliki masalah dalam menghafal Al-Qur’an yang tidak dapat mereka selesaikan secara pribadi guna untuk mendapatkan jalan keluar/solusi, dengannya itu agar komunikasi dapat dibangun dengan lebih baik.
Abstract:Kinerja guru adalah kemampuan seorang guru untuk melakukan perbuatan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan, yang mencakup aspek perencanaan program belajar mengajar, pelaksanaan proses belajar mengajar, penciptaan dan…
an pemeliharaan kelas yang optimal, pengendalian kondisi belajar yang optimal, serta penilaian hasil belajar. Kinerja sangat penting dalam menentukan kualitas kerja seseorang, termasuk seorang guru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran Manajemen Waktu di MTs Darunnajah 2 Cipining Bogor, untuk mengetahui Kedisiplinan Guru Di MTs Darunnajah 2 Cipining Bogor, dan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh Manajemen Waktu Terhadap Kedisiplinan Guru Di MTs Darunnajah 2 Cipining Bogor. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah guru di MTs Darunnajah 2 Cipining Bogor sebanyak 46 guru . Adapun sample yang digunakan adalah sampel jenuh, sebanyak 50 guru. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner/angket dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu koefisien, korelasi, dan regresi berganda. Diketahui hasil perhitungan statistik dengan menggunakan SPSS 22 menunjukkan hasil peneliian bahwa terdapat pengaruh antara Manajemen Waktu (X) dengan Kedisiplinan Guru (Y) Di MTs Darunnajah 2 Cipining Bogor, terbukti dengan hasil determinasi tabel Model Summary pada bagian ini di tampilkan nilai =0,023, untuk menetukan koefisien determinasi pengaruh antara Manajemen Waktu dengan Kedisiplinan Guru dapat dihitung dengan (0,023) x 100% = 97,7%. Jadi hasil koefisien determinasi menunjukkan bahwa 97,7% Manajemen Waktu berkontribusi terhadap Kedisiplinan Guru, sedangkan sisanya yaitu (97,7%) lainnya di pengaruhi oleh faktor lain.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pola komunikasi koordinator Tahfidz dalam pengembangan program Tahfidz SMP Unismuh Makassar dan mengetahui apa faktor pendukung dan penghambat koordinator Tahfidz dalam…
pengembangan program Tahfidz SMP Unismuh Makassar. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian deskriptif kualitatif sumber datanya diperoleh dengan data primer dan sekunder. Dalam pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan di SMP Unismuh Makassar khususnya pada program Tahfidz SMP Unismuh M[akassar. Adapun mengenai hasil dari penelitian ini terdapat dua poin penting. Pertama yaitu pola komunikasi koordinator Tahfidz dalam pengembangan program tahfidz SMP Unismuh Makassar. Adapun pola komunikasi yang digunakan diantaranya pola komunikasi roda yaitu pendekatan yang dilakukan oleh koordinator kepada santri contohnya melalui halaqoh harian atau majlis ilmu. Pola komunikasi lingkaran pendekatan koordinator bersama santri dan ustadz-ustadzah di luar jam halaqoh contohnya fun day dan rekreasi. Pola komunikasi bintang yang dibangun antara koordinator dengan pimpinan melalui rapat bersama tim tahfidz. Kedua, faktor pendukung dan penghambat koordinator Tahfidz dalam pengembangan program Tahfidz SMP Unismuh Makassar yaitu faktor pendukung meliputi sarana prasarana yang memadai dalam pelaksanaan program Tahfidz, ketersediaan sumber dana yang memadai dan adanya sumber daya manusia yang kompoten dalam bidang Tahfidz sedangkan faktor penghambat meliputi masih bercampurnya santri tahfidz dan non-tahfidz baik di Asrama maupun Sekolah kurangnya perhatian pembina dalam mengarahkan dan mengembangkan potensi santri untuk lebih aktif dan inovatif, kurangnya komunikasi dan koordinasi antara koordinator dan orang tua terkait pencapaian target hafalan santri.
Abstract:Penelitian ini termasuk penelitian lapangan. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Pendekatan yang dilakukan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana implementasi…
plementasi pembelajaran ḥifẓ al-Qur’ān dengan metode 4A pada santriwati Markaz Taḥfīẓ Al-Qur’ān Putri Al-Birr Makassar dan analisis pencapaiannya. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan untuk menganalisis data, peneliti menggunakan teknik analisis data yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Adapun subyek yang menjadi sumber data adalah pimpinan pondok Markaz Taḥfīẓ al-Qur’ān, pembina asrama, para guru/asātīżah, dan santriwati yang berjumlah 28 orang. Sedangkan obyek yang menjadi sumber data, adalah sarana dan prasarana yang ada pada Markaz Taḥfīẓ al-Qur’ān Putri al-Birr Makassar, kurikulum atau materi pembelajaran, dan hal-hal lain yang terkait dengan pelaksanaan/penerapan pembelajaran ḥifẓ al-Qur’ān dengan metode 4A pada santriwati Markaz Taḥfīẓ al-Qur’ān Putri al-Birr Makassar. Hasil penelitian yang diperoleh dari menerapkan metode 4A, yaitu; (1) Metode al-ḥifẓ, digunakan dalam kegiatan menghafal al-Qur’ān untuk memperoleh atau menambah hafalan baru, dan setelah itu disetor (diperdengarkan) kepada pembimbing/guru taḥfīẓ; (2) Metode at-tikrār, digunakan dalam kegiatan mengulang-ulang hafalan baru yang sudah disetor kepada pembimbing/guru taḥfīẓ, dan hasil pengulangan hafalan disetor dengan cara santriwati secara bergantian saling memperdengarkan hafalan dengan mitranya, 3) Metode ar-rabṭ, digunakan dalam kegiatan mengulang hafalan lama yang belum sempurna satu juz, dan hasil pengulangan hafalan disetor dengan cara santriwati secara bergantian saling memperdengarkan hafalan dengan mitranya; dan (4) Metode al-murāja‘ah, digunakan dalam kegiatan mengulang hafalan lama yang sudah sempurna satu juz, dan hasil pengulangan hafalan disetor dengan cara santriwati secara bergantian saling memperdengarkan hafalan dengan mitranya. Penggunaan Metode 4A (al-ḥifẓ, at-tikrār, ar-rabṭ, dan al-murāja‘ah) ini, dikategorikan tercapai, meskipun terasa menguras waktu dan tenaga, Metode ini dapat memberi hasil hafalan yang kuat, sehingga hafalan yang sudah diperoleh/dicapai santriwati sebelumnya betul-betul dapat tersimpan dan terjaga.