Abstract:Abstrak : Teachers as educators are required not only to convey subject matter to students but also to be able to choose the right learning strategies and media. Many English teachers, including in the city of South Tangerang,…
erang, still lack understanding of how to integrate technology into their teaching practice to optimize student learning outcomes. The purpose of this community service activity is to provide knowledge, skills and awareness to English as a Foreign Language (EFL) teachers about digital learning resources that can be utilized optimally to improve their learning outcomes and integrate technology into lesson plans. The method of implementing these activities is mainly through lectures, exercises, and giving assignments. The results showed that the participants experienced an increase in knowledge, skills and awareness in using digital learning resources with a creative common license. Results also indicated that EFL teachers' understanding of integrating technology into their lesson plans improved.
Keywords: EFL teacher; general creative license; study plans; technology integration
Abstrak: Guru sebagai pendidik dituntut tidak hanya menyampaikan materi pelajaran kepada siswa tetapi juga harus mampu memilih strategi dan media pembelajaran yang tepat. Banyak guru bahasa Inggris, termasuk di kota Tangerang Selatan, masih kurang memahami bagaimana mengintegrasikan teknologi ke dalam praktik mengajar mereka untuk mengoptimalkan hasil belajar siswa. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran kepada guru Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (EFL) tentang sumber belajar digital yang dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan hasil belajar mereka serta mengintegrasikan teknologi ke dalam RPP. Metode pelaksanaan kegiatan tersebut terutama melalui ceramah, latihan, dan pemberian tugas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran dalam menggunakan sumber belajar digital dengan creative common license. Hasil juga menunjukkan bahwa pemahaman guru EFL tentang mengintegrasikan teknologi ke dalam rencana pelajaran mereka meningkat.
Kata kunci : guru EFL; lisensi kreatif umum; rencana belajar; integrasi teknologi
Abstract:Vocabulary is one of the important aspects that must be mastered by students before learning a language as well as in learning English. In Indonesia, English has been included in the education curriculum since 1994, but…
the changes that occurred in the 2013 curriculum, which resulted in the loss of English as a subject at the elementary school level had an impact on students' knowledge of English, especially their knowledge of vocabulary. This assistance is provided to help students learn and memorize new English vocabulary in an effort to improve their memorization. The community service method used is Service Learning (SL). A total of 20 students participated as course participants who will be assisted in this service activity. Several stages of action were carried out: planning English vocabulary lessons, presenting English vocabulary materials, introducing and using English vocabulary, and encouraging children to interpret or define new English vocabulary that has been taught. The results of the assistance in this service show that the assistance activities in memorizing vocabulary for students of SDN Jabiren-2 help students increase their vocabulary acquisition.
Keywords: Assistance, English vocabulary, Memorizing, SDN Jabiren-2
Kosakata merupakan salah satu aspek penting yang harus dikuasai oleh siswa sebelum belajar suatu bahasa seperti halnya dalam belajar bahasa Inggris. Di Indonesia bahasa Inggris mulai dimuat dalam kurikulum pendidikan sejak tahun 1994, namun perubahan yang terjadi pada kurikulum 2013 yang membuat hilangnya bahasa Inggris sebagai mata pelajaran di tingkat sekolah dasar berdampak pada pengetahuan siswa terhadap bahasa Inggris khususnya pengetahuan mereka pada kosakata. Pendampingan ini diberikan untuk membantu siswa mempelajari dan menghafal kosakata bahasa Inggris yang baru dalam upaya untuk meningkatkan hafalan mereka. Metode pengabdian kepada masyarakat yang digunakan adalah Service Learning (SL). Sebanyak 20 siswa berpartisipasi sebagai peserta kursus yang akan didampingi dalam kegiatan pengabdian ini. Beberapa tahapan tindakan dilakukan: merencanakan pelajaran kosakata bahasa Inggris, menyajikan materi kosakata bahasa Inggris, memperkenalkan dan menggunakan kosakata bahasa Inggris, dan mendorong anak untuk menafsirkan atau mendefinisikan kosakata bahasa Inggris baru yang telah diajarkan. Hasil pendampingan dalam pengabdian ini menunjukkan bahwa kegiatan pendampingan dalam menghafal kosakata pada siswa-siswi SDN Jabiren-2 membantu siswa dalam meningkatkan perolehan kosakata mereka.
Kata kunci: Kosakata bahasa Inggris; Menghafal; Pendampingan; SDN Jabiren-2
Abstract:Entrepreneurship is one of the biggest money-making sectors, even in developed countries such as Japan, South Korea and England are developing countries very rapidly because they have many entrepreneurs in their country.…
Entrepreneurship is now not only applied in the real world but has entered the virtual world in which it is able to create new lives, new environments, new friends and places to live like we live in the real world. This technology is called the metaverse. Many large companies are willing to invest their money in developing the metaverse. This service activity aims to increase the knowledge of SMK N 1 students about the metaverse and later be able to compete with technology in the industrial era 4.0 and utilize the metaverse as a place to carry out entrepreneurial activities.
Keywords: Entrepreneurship; technology; metaverse
Abstrak: Kewirausahaan merupakan salah satu sektor penghasil uang terbesar, bahkan dinegara maju seperti jepang, korea selatan dan inggris menjadi negara yang berkembang sangat pesat karena memiliki banyak pengusaha dinegaranya. Kewirausahaan kini tidak hanya diterapkan di dunia nyata tetapi sudah memasuki dunia maya yang didalamnya mampu menciptakan kehidupan yang baru, lingkungan baru, teman baru serta tempat tinggal layaknya kita hidup didunia nyata teknologi ini disebut metaverse. Banyak perusahaan besar yang rela menginvetasikan uang mereka demi mengembangkan metaverse. kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menambah pengetahuan siswa SMK N 1 terhadap metaverse dan nantinya mampu bersaing dengan teknologi di era industri 4.0 serta memanfaatkan metaverse sebagai wadah melakukan kegiatan berwirausaha serta mengenalkan hasil karya dari para siswa dan siswi.
Kata kunci: kewirausahaan; metaverse; teknologi
Abstract:Abstract: Earthquakes are a disaster that is difficult to predict. This is why every time an earthquake occurs it always causes huge losses, not only loss of property but up to the loss of life. Strengthening preparedness…
s in dealing with earthquake disasters is absolutely necessary in order to build community resilience in responding to earthquakes to minimize the potential for a larger impact. Improving earthquake disaster preparedness for the people of Bukit Duri Village aims to increase the community's ability to deal with earthquake disasters. The method used is through direct socialization related to preparedness actions before the disaster, during the disaster, and after the earthquake. The results of the implementation show that participants can understand well the characteristics of earthquake disasters, risk factors in the living environment, and actions needed before, during, and after an earthquake. This is evidenced by the evaluation results in the form of pre-test and post-test which showed an increase in participants' knowledge related to earthquake disaster preparedness which increased by 36.4%. During the pre-test, the total score was 58.8% and during the post-test, the total score was 93.2%
Keywords: disaster; earthquake; preparedness
Abstrak: Gempa bumi merupakan bencana yang sulit untuk diprediksi kejadiannya, hal ini yang menyebabkan setiap kali kejadian gempa bumi senantiasa menimbulkan kerugian yang besar bukan hanya kerugian harta benda namun sampai dengan korban jiwa. Penguatan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana gempa bumi mutlak diperlukan dalam rangka mengbangunan ketahanan masyarakat dalam merespon gempa bumi untuk meminimumkan potensi dampak yang lebih besar. Peningkatan kesiapsiagaan bencana gempa bumi bagi masyarakat Kelurahan Bukit Duri bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menghadapi bencana gempa bumi. Metode yang digunakan adalah melalui sosialisasi secara langsung terkait tindakan kesiapsiagaan saat sebelum bencana, saat bencana dan setelah bencana gempa bumi. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa peserta dapat memahami dengan baik karakteristik bencana gempa bumi, factor-faktor yang berisiko pada lingkungan tempat tinggal, tindakan yang diperlukan sebelum, saat terjadi dan setelah gempa bumi. Hal ini dibuktikan dengan hasil evaluai berupa pre test dan post test yang menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta terkait kesiapsiagaan bencana gempa bumi yang mengalami peningkatan sebesar 36,4 %. Saat pre test total nilai keseluruhan sebesar 58,8 % dan saat post test total nilai menjadi 93,2 %
Kata kunci: bencana; gempa bumi; kesiapsiagaan
Abstract:Abstract: Interior Design is a branch of art that discusses the inner side of a building. Interior design also intersects with architecture which is the global study of building design. Architecture majors have started to…
o enter Vocational High Schools including at SMK Negeri 1 Mempura. Vocational School 1 Mempura has a Department of Building Modeling and Information Design which in its syllabus has building drawing learning. But in the discussion, there is no further knowledge about interior design. SMK Negeri 1 Mempura wants to develop students' knowledge about interior design or interior design properly. From this problem, Interior Design Educators at Lancang Kuning University who are community service partners from SMK Negeri 1 Mempura will add to their students' knowledge about interior design. So that through this program, Mempura 1 State Vocational School can develop interior design knowledge, which not only learns about room size but also about managing the atmosphere of space from designing ceilings, walls, floors, and furniture. The target to be achieved is for partners to understand the basics of Interior Design and its differences from Architecture and other Design Sciences. The outputs to be obtained are learning services for the community, service reports, drafts of teaching materials, and scientific articles in journals.
Keywords: interior design; furniture; workshop
Abstrak: Desain Interior adalah salah satu cabang ilmu seni rupa yang membahas tentang perancangan ruang dalam pada suatu bangunan. Desain interior juga beririsan dengan ilmu arsitektur yang merupakan ilmu perancangan bangunan secara global. Jurusan arsitektur sudah mulai masuk ke Sekolah Menengah Kejuruan termasuk di SMK Negeri 1 Mempura. SMK Negeri 1 Mempura memiliki jurusan Desain Permodelan dan Informasi Bangunan yang dalam silabusnya memiliki pembelajaran gambar bangunan. Tetapi dalam pembahasannya,belum ada pengetahuan lebih lanjut mengenai perancangan ruang dalam.SMK Negeri 1 Mempura ingin mengembangkan pengetahuan yang dimiliki peserta didik pada perancangan ruang dalam atau desain interior dengan benar. Dari permasalahan ini, Tenaga Pendidik Desain Interior Universitas Lancang Kuning yang merupakan mitra pengabdian masyarakat dari SMK Negeri 1 Mempura akan menambah pengetahuan siswa/i nya tentang merancang ruang dalam. Sehingga melalui program ini, SMK Negeri 1 Mempura dapat mengembangakan pengetahuan desain ruang dalam, yang tidak hanya mempelajari tentang ukuran ruangan, tapi juga pada pengolahan suasana ruang dari perancangan langit-langit, dinding, lantai dan furnitur. Target yang ingin dicapai adalah mitra paham tentang dasar-dasar Desain Interior serta perbedaannya dengan Arsitektur dan Ilmu Desain lainnya. Luaran yang ingin diperoleh adalah jasa pembelajaran untuk masyarakat, laporan pengabdian, draf bahan ajar dan artikel ilmiah di jurnal.
Kata kunci: desain interior; furniture; workshop
Abstract:Abstract: Tanjung Jaya Village is an educational tourism village located in the Tanjung Lesung destination, Pandeglang Regency, Indonesia. Tanjung Jaya Village, surrounded by beautiful beaches and hills, is the choice of…
a fun and relaxed tourist village for both domestic and foreign tourists. However, the people of Tanjung Jaya Village do not yet understand the basics of hospitality and tourism in implementing homestays. The purpose of this community service activity is to provide an understanding of Basic Knowledge related to the development of Community Based Tourism-based Tourism Villages in homestay management and Homestay Management and Service Systems. The method used here is in the form of training, while the stages start from preparation, implementation, and evaluation in the form of feedback from participants. The results of the questionnaire from the Educative category (Useful Community Service Activities and answering Participants' needs) averaged 81%, Objective (Material delivered according to conditions and problems faced by participants) averaged 86% Accountable (Material delivered clearly and understandable by the participants) the average is 82%, Transparent (Participants are actively involved in the implementation of activities) the average is 87%.
Keywords: Homestay, Training, Tanjung Jaya
Abstrak: Desa Tanjung Jaya merupakan salah satu desa wisata edukasi yang terletak di destinasi Tanjung Lesung, Kabupaten Pandeglang, Indonesia. Desa Tanjung Jaya, dikelilingi oleh pantai dan perbukitan yang indah, merupakan pilihan desa wisata yang menyenangkan dan santai bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Namun masyarakat Desa Tanjung Jaya belum memahaminya dasar-dasar hospitality dan pariwisata dalam pelaksanaan homestay. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan pemahaman Pengetahuan Dasar terkait pengembangan Desa Wisata berbasis Community Based Tourism dalam pengelolaan homestay dan Sistem Pelayanan dan Manajemen Homestay. Metode yang digunakan disini adalah dalam bentuk pelatihan, adapaun tahapannya dimulai dari persiapan, pelaksanaan, evaluasi berupa uman balik dari peserta. Hasil kuesioner dari katagori Edukatif (Kegiatan Abdimas bermanfaat dan menjawab kebutuhan Peserta) rata-rata adalah sebesar 81% , Objektif (Materi yang disampaikan sesuai dengan kondisi dan masalah yang dihadapi peserta) rata-rata adalah sebesar 86% Akuntabel (Materi disampaikan dengan jelas dan dapat dipahami oleh peserta) sebesar rata-rata adalah sebesar 82%, Transparan (Peserta dilibatkan secara aktif dalam pelaksanaan kegiatan) rata-rata adalah sebesar 87%.
Kata kunci: Homestay, Pelatihan, Tanjung Jaya
Abstract:Abstract: To actualize the vision and mission of the Saraswati 2 Vocational High School (SMK) Denpasar, namely to develop and improve high-quality human resources and provide public services in the form of information on…
ICT-based school activities, formed with the existence of a study program namely Computer Engineering & Informatics (Multimedia). Obstacles and problems currently encountered by the Computer and Informatics Engineering (Multimedia) study program are the lack of marketing training for photo and video products, especially e-commerce, among SMK students in order to realize the school's vision of forming independent graduates. The solution to the problem provided by the implementation of this service is to hold an e-commerce marketing workshop. The procedure or technique for implementing this community service is first, socialization activities, the main activities in the form of training, and monitoring and evaluation. The output of this service is that the process of e-commerce marketing training activities is carried out well and smoothly. Participants were happy and excited in participating in the training and easily understood the training material as indicated by the increase in scores from the pretest and posttest.
Keywords: training; marketing; e-commerce
Abstrak: Untuk merealisasikan visi dan misi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Saraswati 2 Denpasar yaitu mengembangkan dan meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas tinggi dan memberikan layanan publik berupa informasi kegiatan di sekolah yang berbasis ICT, dibentuk dengan adanya program studi yaitu Teknik Komputer & Informatika (Multimedia). Kendala dan masalah yang saat ini ditemui oleh program studi Teknik Komputer dan Informatika (Multimedia) ini adalah masih minimnya pelatihan pemasaran untuk produk foto dan video khususnya e-commerce di siswa-siswa SMK guna merealisasikan visi sekolah dalam membentuk tamatan yang mandiri. Pemecahan masalah yang diberikan dari pelaksanaan pengabdian ini adalah mengadakan workshop pemasaran e-commerce. Tata cara atau teknik pelaksanaan pengabdian ini adalah pertama, kegiatan sosialisasi, kegiatan utama berupa pelatihan, dan monev. Output dari pengabdian ini adalah proses kegiatan pelatihan pemasaran e-commerce terlaksana dengan baik dan lancar. Peserta senang dan gembira dalam mengikuti pelatihan serta dengan mudah memahami materi pelatihan ditunjukkan dengan kenaikan nilai dari pretest dan postest.
Kata kunci: pelatihan; pemasaran; e-commerce
Abstract:Abstract: Community empowerment can be interpreted as an efficient process that is carried out so that it can change certain communities for the better in the future with the competencies and abilities they have. This service…
rvice was carried out in the East Selatpanjang Village, which is located in Tebing Tinggi District, Meranti Islands Regency. The East Selatpanjang Village has various MSMEs engaged in developing regional potentials made from sago, which is a typical plant of peatlands. This service activity was carried out at one of the MSMEs, namely Gerai Seroja. Community service activities were carried out by a team of lecturers and the East Selatpanjang Kukerta team in collaboration with the Kelurahan and the community to provide benefits through promotional activities for the area's superior products. The method used in this service is a qualitative method using the Rapid Rural Appraisal (RRA) technique with assistance from the village administration and the local community.
Keywords: empowerment; potency; villager; optimization
Abstrak: Pemberdayaan masyarakat dapat diartikan sebagai proses berdayaguna yang dilakukan sehingga dapat mengubah masyarakat tertentu menjadi lebih baik kedepannya dengan kompetensi serta kemampuan yang dimilikinya. Pengabdian ini dilakukan di Kelurahan Selatpanjang Timur yang berlokasi pada Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti. Kelurahan Selatpanjang Timur memiliki berbagai UMKM yang bergerak untuk mengembangkan potensi daerah yang berbahan dasar sagu yang merupakan tanaman khas lahan gambut. Kegiatan pengabdian ini dilakukan pada salah satu UMKM yaitu Gerai Seroja. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan oleh tim dosen dan tim Kukerta Selatpanjang Timur yang bekerjasama dengan pihak Kelurahan serta masyarakat memberikan kemanfaatan dalam kegiatan promosi produk unggulan daerah tersebut. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan teknik Rapid Rural Appraisal (RRA) dengan adanya bantuan dari pihak kelurahan dan masyarakat setempat.
Kata Kunci: masyarakat; optimalisasi; pemberdayaan; potensi
Abstract:Abstract: Teaching staff needs to understand the tools for making reports. Teaching staff at TPQ Bina Ummah still have difficulties in reporting at the end of the semester. Training activities for making reports using the…
e Microsoft Excel application for teaching staff at the Bina Ummah Al-Qur'an Educational Park (TPQ) Bina Ummah, Tanjung Priok District, North Jakarta, are activities organized in the provision of knowledge and how to use tools, tables, formulas, and others on the Microsoft Excel application in detail and depth for teaching staff. The training method used is to practice directly on a laptop and raise cases that are usually worked on by teaching staff in conducting end-of-semester reporting. The output of this training activity is that participants can design reports using tables, present report information using diagrams, process data effectively and efficiently
Keywords: data processing; report; TPQ Bina Ummah Tanjung Priok
Abstrak: Tenaga pengajar perlu memahami alat untuk membuat laporan. Tenaga pengajar di TPQ Bina Ummah masih kesulitan dalam melakukan pelaporan akhir semester. Kegiatan pelatihan pembuatan laporan menggunakan aplikasi Microsoft Excel pada tenaga pengajar di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Bina Ummah Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, adalah kegiatan yang diselenggarakan dalam pemberian pengetahuan dan cara menggunakan tools, tabel, rumus-rumus, dan lain-lainnya pada aplikasi Microsoft Excel secara rinci serta mendalam untuk para tenaga pengajar. Metode pelatihan yang dilakukan adalah dengan melakukan praktek secara langsung di laptop dan mengangkat kasus-kasus yang biasa di kerjakan oleh para tenaga pengajar dalam melakukan pelaporan akhir semester. Output dari kegiatan pelatihan ini adalah peserta dapat merancang laporan dengan menggunakan tabel-tabel, penyajian informasi laporan menggunakan diagram, memproses data-data dengan efektif dan efesien.
Kata kunci: laporan; pengolahan data; TPQ bina ummah tanjung priok
Abstract:Abstract: Improving the competence of English teachers is necessary to make English learners more qualified. Technological developments and the demands of the global era have created problems in ELT, one of which is the…
limited competence of teachers to conduct creative and innovative learning. Training is one solution to improve teachers’ pedagogical competence in implementing learning. Innovative and Creative-Based Training is training to develop teacher pedagogical competence in learning English through technology integration in the classroom. The training is attended by English teachers online. The training presents some materials on social media and technology for teaching English. The training participants reported that their knowledge of how to teach creatively and innovatively through integrating technology in the classroom improved after attending this training. This report is obtained from analyzing the questionnaire results after the training activities.
Keywords: pedagogic competence, innovative, creative, learning
Abstrak: Peningkatan kompetensi guru Bahasa Inggris menjadi suatu kebutuhan dalam upaya menjadikan pembelajaran bahasa Inggris yang lebih berkualitas. Perkembangan teknologi dan tuntutan jaman meninggalkan beberapa masalah, salah satunya adalah keterbatasan kompetensi guru untuk melaksanakan pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Pelatihan menjadi salah satu solusi meningkatkan kompetensi pedagogik guru dalam melaksanakan pembelajaran. Innovative and Creative Based Training merupakan pelatihan pengembangan kompetensi pedagogik guru dalam pembelajaran bahasa Inggris melalui integrasi teknologi di kelas. Pelatihan diikuti oleh guru bahasa Inggris SMP dan SMA sederajat di Kabupaten Purbalingga. Kegiatan pelatihan di-lakukan secara daring atau online. Pelatihan menyajikan materi tentang penggunaan media sosial dan teknologi untuk pengajaran Bahasa Inggris. Peserta pelatihan menyampaikan bahwa setelah mengikuti pelatiahn ini pengetahuan mereka terkait bagaimana mengajar yang kreatif dan inovatif melalui integrasi teknologi di kelas. Hal ini diperoleh dari analisis hasil angket yang diberikan setelah kegiatan pelatihan.
Kata kunci: kompetensi; kreatif; inovatif; pedagogik; pembelajaran