Abstract:Kisah Naaman, seorang perwira Aram yang disembuhkan dari penyakit kusta dalam 2 Raja-Raja 5, memperoleh makna teologis yang lebih mendalam ketika Yesus menyebutnya dalam Lukas 4:27 sebagai satu-satunya yang disembuhkan pada…
ada zaman nabi Elisa. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah hubungan intertekstual antara kedua perikop tersebut melalui pendekatan teologi naratif dan intertekstualitas biblika. Fokus utama diarahkan pada eksplorasi makna teologis dari penyebutan tokoh non-Israel oleh Yesus, sekaligus implikasinya terhadap konsep universalitas anugerah Allah yang melampaui batas etnis, nasional, dan religius. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penyembuhan Naaman bukan sekadar mukjizat fisik, melainkan simbol keterbukaan keselamatan Allah bagi semua bangsa yang bersedia percaya dan taat kepada-Nya. Dengan mengutip kisah Naaman, Yesus menantang eksklusivisme religius yang sering kali membatasi karya Allah hanya pada kelompok tertentu, serta menyatakan inklusivitas misi Kerajaan Allah yang bersifat lintas batas dan transformatif. Narasi ini juga memperlihatkan bahwa karya keselamatan Allah sejak Perjanjian Lama sudah diarahkan pada pemulihan universal, yang mencapai puncaknya dalam pelayanan Yesus Kristus. Dengan demikian, kisah Naaman menegaskan pentingnya gereja masa kini untuk mewujudkan misi yang terbuka, kontekstual, dan inklusif, sebagai respons terhadap kasih karunia Allah yang tidak terbatas oleh kebangsaan, budaya, maupun tradisi keagamaan tertentu.
Abstract:Penelitian ini bertujuan mengkaji secara ekspositori perikop 2 Raja-raja 6:8-9 untuk memahami strategi Kristen dalam menghadapi konflik. Permasalahan utama yang diangkat adalah bagaimana umat Kristen dapat menyusun strategi…
egi yang berlandaskan pewahyuan dan hikmat ilahi, bukan hanya pada pertimbangan rasional manusia. Teks ini menampilkan dua pendekatan yang kontras: strategi Raja Aram yang mengandalkan perencanaan manusiawi dan strategi Raja Israel yang bertumpu pada pewahyuan Tuhan melalui nabi Elisa. Penelitian ini menggunakan metode ekspositori dengan analisis teologis-kontekstual, memperhatikan struktur teks, latar belakang historis, dan pesan teologis yang terkandung di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi Kristen lahir dari relasi intim dengan Tuhan, kepekaan terhadap suara-Nya, serta ketaatan dalam melaksanakan kehendak-Nya. Strategi ini bukan sekadar respons taktis, melainkan tindakan yang dipimpin oleh hikmat ilahi untuk menghadapi tantangan rohani maupun praktis. Penelitian ini menegaskan relevansi teks 2 Raja-raja 6:8-9 bagi kepemimpinan dan pelayanan Kristen kontemporer, khususnya dalam merespons konflik internal, membangun visi pelayanan, serta mengintegrasikan pewahyuan ilahi dalam pengambilan keputusan strategis. Kebaruan kajian ini terletak pada pendekatan ekspositori yang memadukan dimensi biblika, teologis, dan praktis dalam merumuskan paradigma strategis Kristen yang transformatif.
Abstract:The pastor plays various important roles in the congregation, such as preacher, teacher, priest, administrator, and counselor. Among all these roles, the counselor holds the greatest responsibility. The task of pastoral…
counseling includes providing emotional and spiritual support to the congregation. In addition to helping the congregation overcome emotional, mental, and spiritual issues, counseling also assists them in discovering their identity, life calling, and potential, so that they can develop holistically in life. Pastoral counseling is a form of interpersonal communication that requires the pastor to have good communication skills. The ability to build strong relationships with the congregation significantly influences their spiritual development. Additionally, empathy and compassion are qualities that pastors must possess to support their interpersonal skills. Diagnostic skills are also crucial for a pastoral counselor. With these skills, the counselor can identify the problems faced by the congregation and provide assistance or refer them for further treatment. Interpersonal skills help build open relationships, while diagnostic abilities are essential in identifying the root causes of the congregation's issues. In the diagnostic process, assessment and interpretation skills are vital to understanding the congregation's problems comprehensively—emotionally, mentally, socially, culturally, and spiritually—so that the solutions provided can be effective and accurate. Pastoral counseling plays a significant role in supporting the growth of faith and overall well-being of the congregation.
Abstract:This research aims to explore the communication for importance of team-based leadership in enhancing cohesion among service departments in the church. By understanding the concept of leadership inspired by the example of…
Jesus Christ, this study examines explore how communication can realize implementation principles such as selfless love, service focused on the interests of others, and obedience to divine will become the primary pillars in guiding, inspiring, and managing team members towards achieving common goals. A literature analysis method is employed to explore the concepts of leadership and team collaboration in the context of church service. The research findings emphasize the importance of effective communication, deep understanding of individuals within the team, and productive collaboration as the main foundation in strengthening cohesion among service departments. By prioritizing clear communication, empathetic understanding of team member’s needs, and building solid working relationships, leaders can create an environment that supports spiritual growth and unity in church service. In conclusion, leaders and team members can synergistically and effectively align their efforts to achieve the church’s vision and mission through leadership practices centered on love, effective communication, and solid team collaboration.
Abstract:Discussion of offerings cannot be separated from the Bible. In the Bible there are teachings about offerings that are worthy before God in both the Old and New Testaments, but does the giving of offerings have an effect…
on the progress of ministry and the spirituality of church members? The aim of the research is to find out, analyze, explore and test the description of the giving of offerings as well as the ministry and the spiritual progress of church members. Obtaining the influence of giving offerings on ministry, as well as the influence of giving offerings and serving on the spiritual progress of church members. This study uses a descriptive qualitative method, by analyzing and explaining the effect of offerings on the progress of ministry and the spirituality of Congregational Members. To be able to carry out effective evangelism, everything must be supported by the power of funding, this can be done through the calling of sacrifice to give offerings. Offerings are a means of funding evangelism to make it more effective. In this case all church members can be involved, and this affects the progress of ministry and spiritual growth.
Abstract:Life within a congregation has its own dynamics that can be observed in the relationship between congregation members and the pastor. One important aspect to be discussed in this paper is the pastoral care provided by the…
e pastor as the shepherd of the congregation. Pastoral care is one form of service that demonstrates the pastor's concern for the members of the congregation. In pastoral care, the pastor can listen, provide advice, and strengthen the faith of congregation members through visits, conversations, and prayer. Although time for preaching is limited, pastoral care has its own power to strengthen the hearts of congregation members. However, unfortunately, the importance of pastoral care is no longer clearly evident in some congregations, where some pastors no longer engage in pastoral care as they should.
Abstract:This research aims to explore and analyze the service strategy of the Seventh-day Adventist Church (GMAHK) in the Banjarmasin Congregation. Using a qualitative approach, this research explores various aspects of ministry…
strategies, including teaching, social service, and community involvement, to understand their impact on congregational growth and relationships with the community. The research population includes members of the GMAHK Banjarmasin congregation who are involved in church services. Data was collected through direct observation, interviews with church leaders, congregation members, and volunteers, as well as analysis of church documents. A thematic analysis approach is used to identify patterns and meaning related to service strategies. It is hoped that the results of this research will provide new insights that can increase the effectiveness of church services, especially in the context of the local culture and environment of the Banjarmasin congregation. By focusing on developing relevant and significant services, this research has the potential to make a positive contribution to the congregation's spiritual growth and positive interactions with the surrounding community.
Abstract:Penelitian ini menguraikan peran penting pendeta dalam pertumbuhan gereja secara kualitas dan kuantitas. Gereja-gereja seringkali menghadapi berbagai tantangan, baik internal maupun eksternal, yang memerlukan pemahaman yang…
ang mendalam tentang identitas gereja dan tujuannya. Kesadaran akan masalah-masalah tersebut dan kemampuan menghadapinya adalah faktor kunci dalam mengalami pertumbuhan gereja. Pembinaan dan pemuridan anggota gereja memainkan peran fundamental dalam membangun fondasi yang kokoh untuk pertumbuhan gereja tersebut. Peran pendeta dalam konteks gereja sangatlah penting karena mereka dipanggil dan ditetapkan oleh Allah untuk memimpin dan menggembalakan jemaat. Dengan kata lain, Allah mengangkat gembala untuk menggembalakan gereja (Efesus 4:11). Di era modern, peran pendeta semakin kompleks karena gereja-gereja sering berada di tengah masyarakat yang beragam, terutama di kota-kota besar, dengan perbedaan suku, status sosial, dan latar belakang pendidikan yang beragam. Pendeta harus memiliki pemahaman yang mendalam tentang peran mereka dalam pertumbuhan gereja. Mereka bertanggung jawab melayani, mengajar, melawat, membina, dan memuridkan anggota gereja agar mereka dapat tumbuh dan berperan aktif dalam pelayanan gereja. Selain itu, pendeta juga mengorganisir pertemuan kelompok distrik, mendelegrasikan tugas melalui kelompok kecil, dan menyelenggarakan ibadah kebangunan rohani untuk membawa jiwa-jiwa baru atau orang-orang yang bertobat kepada Tuhan Yesus agar menjadi anggota gereja-Nya.
Abstract:Kepemimpinan dalam konteks modern seringkali dihadapkan pada kompleksitas yang menuntut landasan etika yang kuat untuk mengatasi tantangan-tantangan yang muncul. Dalam pandangan ini, integrasi nilai-nilai Kristen dalam kepemimpinan…
epemimpinan kontemporer menawarkan pendekatan yang bermakna dan relevan. Nilai-nilai seperti integritas, kredibilitas, komitmen, bertanggungjawab, kerendahan hati, dan pelayanan yang terkandung dalam ajaran Kristen dapat menjadi landasan bagi kepemimpinan yang beretika dan bermakna. Namun, pertanyaannya adalah bagaimana nilai-nilai ini dapat diaplikasikan dan berdampak dalam dunia organisasi yang berubah dengan cepat. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menggali potensi dan dampak dari integrasi nilai-nilai Kristen dalam kepemimpinan kontemporer. Penelitian ini akan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, yaitu dengan menganalisis teks-teks Kitab Suci, tulisan-tulisan teologis, serta literatur terkait karakteristik kepemimpinan Kristen. Hasil penelitian ini memberikan wawasan bagi pemimpin, organisasi, dan lembaga pendidikan tentang bagaimana mengintegrasikan nilai-nilai Kristen dalam kepemimpinan kontemporer secara efektif. Dalam dunia yang terus berubah, nilai-nilai ini memberikan fondasi yang stabil dan beretika untuk mengarahkan kepemimpinan menuju tujuan yang lebih bermakna dan berdampak positif.
Abstract:Lembaga Pemasyarakatan Cilegon merupakan lembaga pelatihan penjara sekaligus sarana pelatihan yang melakukan pengawasan terhadap narapidana dengan membekali mereka dengan keterampilan untuk kehidupan di masa depan setelah…
lah menjalani hukuman penjara.
Permasalahan yang diteliti dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana program Lapas memberikan kegiatan orientasi kepada narapidana, (2) Faktor-faktor apa saja yang menghambat dan mendukung Lapas dalam memberikan orientasi kepada narapidana, (3) Solusi apa yang diterapkan Lapas untuk mengatasi kendala dalam melakukan orientasi terhadap narapidana? proses perkembangan narapidana? Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Penelitian ini menggunakan wawancara tidak terstruktur dan wawancara tatap muka dengan petugas dan narapidana atau mantan narapidana Lapas Cilegon. Tujuan peneliti menggunakan wawancara tidak terstruktur, terutama untuk mengenal sumber informasi. Kesimpulan penelitian ini adalah pelaksanaan pelatihan di Lapas Cilegon sudah sesuai dengan UU No. Undang-undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pelayanan Pemasyarakatan merupakan peraturan perundang-undangan yang positif dan harus dilaksanakan untuk mencapai tujuan pemasyarakatan. Faktor pendukung upaya Lembaga Pemasyarakatan Cilegon dalam mengembangkan keterampilan narapidana antara lain kondisi penjara yang baik, pelatihan narapidana yang bersifat bottom-up, sarana dan prasarana yang memadai, serta pelatihan berbasis keluarga dan pemberian gaji. . Faktor-faktor yang menghambat upaya Lembaga Pemasyarakatan Cilegon untuk mengembangkan keterampilan narapidana antara lain kurangnya keterampilan penjaga penjara, terbatasnya pemasaran produk keterampilan dan populasi penjara yang kelebihan kapasitas.