Search Articles & Publications

Showing 1425 articles found for "Antara"

Pengaruh Self Esteem Dan Self Confidence Terhadap Academic Burnout Pada Mahasiswa Keperawatan Tingkat Akhir

Jihan Mutia, Dewi Nur Puspita Sari, Zahrah Maulidia Septimar
Abstract: Pendahuluan: Self esteem merupakan penilaian individu tentang nilai personal diri sendiri. Self confidence merupakan rasa percaya diri yang dimiliki seseorang terhadap kemampuan yang dimiliki. Academic burnout merupakan&#8230; kondisi dimana individu merasakan kelelahan yang diakibatkan tuntutan akademik. Jika self esteem dan self confidence berada pada kategori tinggi maka academic burnout pada mahasiswa akan rendah. Tujuan: Untuk mengetahui Pengaruh Self Esteem dan Self Confidence Terhadap Academic Burnout Pada Mahasiswa Keperawatan Reguler Tingkat Akhir. Metode: Metode penelitian ini menggunakan penelitian desain penelitian kuantitatif. Teknik Sampel: Teknik pengambilan sampel yaitu menggunakan teknik total sampling dengan jumlah responden sebanyak 192 mahasiswa tingkat akhir. Jumlah Sampel: Sampel berjumlah 192 responden. Analisis Data: Analisis data menggunakan Chi-Squere. Hasil Penelitian: Dari 192 mahasiswa mayoritas berusia 20-24 tahun, berjenis kelamin perempuan 84,4% dan laki-laki 15,6%, self esteem dan self confidence pada mahasiswa tingkat akhir dominan masuk kategori sedang sebanyak 56,8% dan 53,1%, serta mayoritas masuk dalam academic burnout rendah sebanyak 66,1%. Hasil uji Chi-Squere diperoleh nilai p-value 0,000 < 0,05 yang artinya ada pengaruh antara self esteem dan self confidence terhadap academic burnout pada mahasiswa tingkat akhir. Kesimpulan: Penelitian ini dapat menjadi acuan untuk mendapatkan gambaran antara ketiga variabel tersebut sehingga dapat memberikan intervensi keperawatan pada mahasiswa.

Pengaruh Durasi Intensitas Social Media Addiction Terhadap Kejadian Insomnia

Hilmi Adiatussalik, Dewi Nur Puspita Sari, Zahrah Maulidia Septimar
Abstract: Pendahuluan Insomnia adalah gangguan tidur yang dialami seseorang sehingga menyebabkan kebutuhan tidur tidak terpenuhi. Tanda dan gejala seseorang yang mengalami insomnia adalah kesulitan untuk tertidur lelap sepanjang malam&#8230; alam atau tidur jadi mudah terbangun, kesulitan memejamkan mata untuk tidur nyenyak sepanjang malam, tidak pernah merasa puas dengan kualitas tidurnya. Penyebab insomnia pada remaja disebabkan oleh gaya hidup remaja dalam penggunaan media sosial secara berlebihan. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh durasi intensitas sosial media addiction terhadap kejadian insomnia. Metode: Metode penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik Sampel: Teknik yang digunakan adalah simple random sampling. Jumlah Sampel: Sampel berjumlah 162 responden. Hasil penelitian: Hasil penelitian yang dilaksanakan di SMK Nurul Hikmah menggunakan rank spearman correlation bahwa terdapat pengaruh durasi intensitas sosial media addiction terhadap kejadian insomnia dengan p-value sebesar (0,001). Kesimpulan: Sebagian besar siswa-siswi di SMK Nurul Hikmah aktif dalam menggunakan media sosial dan mengalami insomnia, sehingga terdapat pengaruh antara durasi intensitas sosial media addiction terhadap kejadian insomnia.  Saran: Siswa-siswi di SMK Nurul Hikmah disarankan untuk dapat membatasi waktu dalam menggunakan media sosial terutama pada malam hari agar tidak terjadinya insomnia.

Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Penggunaan Media Sosial Pada Anak Usia Sekolah Dasar

Bella Eka Oktaviani, Alfika Safitri, Rina Puspita Sari
Abstract: Latar Belakang: Penggunaan media sosial supaya berdampak positif lebih besar dari pada dampak negatifnya, orang tua harus mengawasi penggunaan media sosial anak-anaknya. Di sini, peran orang tua sebagai keluarga sangat penting&#8230; enting karena keluarga yang baik adalah keluarga yang dapat memberikan pendidikan yang baik untuk menciptakan generasi yang baik juga (Gunawan & Muhabbatillah, 2019). Tujuan penelitian:Untuk mengetahui adanya Hubungan pola asuh orang tua dengan penggunaan media sosial pada anak usia sekolah dasar di SDI Miftahul Huda. Metodologi penelitian:penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa-siswi kelas 4,5 dan 6 SD Islam Miftahul Huda berjumlah 86 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrument penelitian terdiri dari kuesioner. Analisa data menggunakan Chi-Square. Hasil Penelitian: pola asuh orang tua pada siswa- siswi SD Islam Miftahul Huda adalah pola asuh yang baik sebanyak 66 responden (76,7%)  dengan penggunaan media sosial rendah sebanyak 61 responden (70,9%). Kesimpulan: maka dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan pola asuh orang tua dengan penggunaan media sosial pada anak usia sekolah dasar di SD Islam Miftahul Huda dengan hasil (p-Value=0,019).

Hubungan Antara Tingkat Nyeri Dengan Kualitas Tidur Pada Pasien Pasca Bedah Ruangan Bima

Cindy Ilmi Nimastin Prahayu Ngestu, Destiawan Eko Utomo, Imas Sartika
Abstract: Latar Belakang : Sangat penting bagi setiap orang untuk menjaga kualitas hidup mereka. Tidur membantu tubuh berfungsi secara normal, mengatur suhu dan menyimpan energi secara normal. Sebenarnya tidur membantu otak rileks,&#8230; , terutama jaringan sel otak terluar yang berfungsi untuk mengingat, melihat, menilai dan membayangkan [1]. Tujuan Penelitian : Mengetahui hubungan antara tingkat nyeri dengan kualitas tidur pada pasien pasca bedah di RSUP Dr Sitanala Kota Tangerang. Metodologi Penelitian : Penelitian ini  adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan pendekatan ini secara potong lintang (cross sectional). Sampel dalam penelitian ini adalah pasien pasca bedah di ruang bima di RSUP Dr Sitanala Kota Tangerang berjumlah 168 pasien. Teknik sampling penelitian ini menggunakan metode consecutive sampling. Instrument penelitian terdiri dari kuesioner. Analisa data menggunakan Chi-square. Hasil Penelitian : Tingkat nyeri pada pasien pasca bedah ruang bima di RSUP Dr Sitanala Kota Tangerang adalah tingkat nyeri sedang dengan kualitas tidur buruk. Kesimpulan : maka dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan tingkat nyeri dengan kualitas tidur pada pasien pasca bedah dengan hasil (p – value =0,015).

Pengaruh Perilaku Personal Hygiene Habits Terhadap Kejadian Flour Albus Pada Remaja Putri

Aulia Hayatul Kamilah, Dewi Nur Puspita Sari, Zahrah Maulidia Septimar
Abstract: Latar Belakang: Personal hygiene habits merupakan perilaku yang mendukung pelestarian kebersihan pribadi, meningkatkan kesehatan, dan mencegah penyakit untuk mencapai kesejahteraan fisik dan mental. Salah satu kegiatan Personal&#8230; ersonal hygiene adalah perawatan genetalia. Banyak remaja yang belum mempraktikan perilaku personal hygiene khususnya perawatan genetalia dengan baik, Perilaku tersebut menjadi salah satu faktor timbulnya kejadian Flour albus pada remaja. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui ada tidaknya pengaruh personal hygiene habits terhadap kejadian flour albus pada remaja putri. Metode: penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan metode cross sectional. Tehnik pengambilan sampel menggunakan Tehnik Random Sampling dengan total sampel sebanyak 231 siswi. Penelitian ini menggunakan instrument penelitian berupa kueioner personal hygiene habits dan kejadian flour albus. Hasil: hasil penelitian ini menunjukan siswi yang mengalami personal hygiene habits kurang sebanyak 103 responden (63,6%), yang mengalami personal hygiene habits cukup sebanyak 42 responden (25,9%), yang mengalami personal hygiene habits baik sebanyak 17 responden (10,5%).  Dan kejadian flour albus sebanyak 124 responden (76,5%) dan yang tidak mengalami flour albus 38 responden (23,5%). Hasil uji korelasi menunjukan nilai p-value 0,002 < 0,05 yang berarti ada hubungan antara pengaruh perilaku personal hygiene habits terhadap kejadian flour albus pada remaja. Kesimpulan: kurangnya kegiatan personal hygiene habits terutama pada organ genetalia menjadi salah satu faktor remaja mengalami flour albus.

Hubungan Perilaku Penggunaan Media Sosial dengan Kesehatan Mental

Ahmad Sahrul Hilmi, Eka Noviana nasriyanto, Cicirosnita J.idu
Abstract: Pendahuluan: Media sosial menjadi hal yang penting bagi individu dewasa awal. baik untuk menjalin relasi, mencari informasi, maupun sekedar mencari hiburan. Namun, jika tidak dikelola dengan baik, perkembangan teknologi&#8230; potensial membawa dampak negatif pada kesehatan mental. Tujuan Penelitian: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan perilaku penggunaan media sosial dengan kesehatan mental mahasiswa Fakultas Teknologi Bisnis Universitas Yatsi Madani. Metode Penelitian: Studi penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan cross sectional. Menggunakan uji chi square, dengan Teknik pengambilan sampel yaitu random sampling sebanyak  226 responden.   Hasil Penelitian: Hasil penelitian yang di laksanakan di fakultas teknologi bisnis universitas yatsi madani, diperoleh mayoritas berusia 19 tahun sebanyak 111 responden (49,1%), jenis kelamin perempuan sebanyak 133 responden (58,8%), perilaku penggunaan media sosial berkategori tinggi sebanyak 99 responden (43,8%), kesehatan mental buruk sebanyak 89 responden (39,4%). Hasil analisis menunjukan ada hubungan antara perilaku penggunaan media sosial dengan kesehatan mental dengan p-value 0,000 < 0,005. Kesimpulan : Terdapat hubungan perilaku penggunaan media sosial dengan Kesehatan mental fakultas teknologi  bisnis universitas yatsi madani. Saran : Mahasiswa di Universitas Yatsi Madani di sarankan untuk menghindari atau membatasi smartphone agar tidak terjadinya kesehatan mental.

Hubungan Dukungan Sosial Keluarga Dengan Kesehatan Jiwa Remaja Awal

Liza Nurfaizah, Dian Perwita F, Jaenudin Saputra
Abstract: Pendahuluan: Kesehatan jiwa adalah suatu kondisi sejahtera secara fisik, sosial dan mental yang lengkap dan tidak hanya terbebas dari penyakit atau kecacatan. Kesehatan jiwa pada perkembanan remaja merupakan salah satu pokok&#8230; okok penting, juga dengan adanya dukungan sosial sekitar juga mampu  membantu perkembangan remaja. Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, terdapat lebih dari 19 juta penduduk Indonesia usia kurang dari 15 tahun memiliki gangguan mental emosional. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial keluarga dengan kesehatan jiwa remaja awal pada siswa/i kelas VII di MTsN 02 Tangerang. Metode Penelitian: penelitian ini menggunakan metode kuantitatif non eksperimental dengan deskriptif korelasi. Pengambilan sampel menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling sebanyak 190 sampel. Hasil Penelitian: Pada penelitian ini menggunakan Uji Chi-Square terdapat p-value 0,000 < 0,05, maka Ha diterima yang artinya adanya hubungan dukungan sosial keluarga dengan kesehatan jiwa remaja awal. Kesimpulan: Dukungan keluarga merupakan bentuk hubungan interpersonal yang meliputi sikap, tindakan dan penerimaan terhadap remaja, sehingga remaja merasa ada yang memperhatikan. Perlu adanya dukungan sosial keluarga yang tinggi untuk mencegah timbulnya masalah kesehatan jiwa pada remaja dalam menghadapi masa transisi.

Hubungan Perilaku Caring Dan Respon Time Perawat Dengan Tingkat Kepuasan Pasien

Fitra Abdul Malik, M.Martono Diel, Ayu Pratiwi
Abstract: Latar Belakang : Kepuasan pasien adalah hasil penilaian dari pasien terhadap pelayanan kesehatan. Caring adalah kepedulian interpersonal yang ditunjukkan oleh perawat dalam memberikan kenyamanan, perhatian, dan empati kepada&#8230; pada pasien. Dalam sebuah penelitian di Amerika Serikat mengenai efektivitas layanan IGD 60% responden menyatakan bahwa layanan harapan pasien tidak terpenuhi  yang diberikan oleh perawat. Respon time adalah jumlah waktu yang diperlukan untuk memberikan bantuan yang cukup kepada pasien emergency, baik dalam situasi normal maupun saat bencana. Tujuan : Mengetahui hubungan perilaku Caring dan Respon time perawat dengan tingkat kepuasan pasien di ruang IGD RS Melati Tangerang. Metode Penelitian : Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional dengan analisis Spearman Rank. Hasil Penelitian : dalam 228 responden, sebagian besar merasa sangat puas dengan perilaku Caring yang diberikan oleh perawat yang baik yaitu sebanyak 105 (47,8%) responden. dalam 228 responden, sebagian besar merasa sangat puas dengan Respon time perawat yang cepat yaitu sebanyak 110 (48,2%) responden. Kesimpulan : Terdapat hubungan antara perilaku Caring dan Respon time perawat di ruang IGD RS Melati Tangerang. Saran : untuk peneliti selanjutnya diharapkan dapat melengkapi penelitian ini dengan mencari faktor – faktor yang mempengaruhi tingkat kepuasan pasien.

Hubungan Siklus Menstruasi Dengan Aktifitas Fisik Remaja Putri

Dea Sukmawati, Dian Perwita F, Jaenudin Saputra
Abstract: Pendahuluan: untuk mengetahui hubungan siklus menstruasi dengan aktivitas fisik pada remaja putri di MTsN 2 Tangerang. Tujuan: untuk mengetahui  hubungan siklus menstruasi dengan aktivitas fisik remaja putri di MTsN 2 Tangerang&#8230; angerang tahun 2024. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode pre-experimental disigns dengan jenis kuesioner. Teknik Sampel : Teknik yang digunakan yaitu proportionat stratified random sampling. Jumlah sampel: Sampel berjumlah 198 responden. Analisa Data: Analisa data menggunakan wilcoxon. Hasil Penelitian: Artinya ada hubungan yang signifikan antara Siklus Menstruasi Dengan Aktivitas Fisik dengan kekuatan Asymp. Sing. (2-tailed) .000. Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifan antara Siklus Menstruasi Dengan Aktivitas Fisik Remaja Putri Di MTsN 2 Tangerang Tahun 2024, dengan arah korelasi semakin ringan hasil aktivitas fisik maka semakin teratur Siklus Menstruasi Pada Remaja Putri Di MTsN 2 Tangerang Tahun 2024. Saran : Kepada tenaga kesehatan diharapkan untuk lebih memperhatikan kesehatan reproduksi siswa/siswi sekolah,  tidak hanya kesehatan difasilitas pelayanan kesehatan saja,  tetapi lebih pada tindakan preventif dan promotive..

Hubungan Pet Attachment Dengan Kesejahteraan Psikologis Pada Remaja Yang Memiliki Hewan Peliharaan

Azzahra Ma`ruf Fiana, Dian Perwita, Jaenudin Saputra
Abstract: Pendahuluan: Pada era modern hewan peliharaan menjadi pilihan untuk menghibur manusia. Hubungan dekat dengan hewan peliharaan secara positif berperan dalam ikatan sosial, dan ini mungkin alasan mengapa ditemukan terkait&#8230; peningkatan pengasuhan, tampilan kasih sayang, dan empati bahkan terhadap anggota spesies lainnya. Ini menunjukkan bahwa manusia berevolusi bersama dalam hubungan dengan hewan peliharaan dan bahwa hubungan ini bermanfaat bagi keduanya. Tujuan: Untuk mengetahui Hubungan Pet Attachment terhadap Kesejahteraan Psikologis pada Remaja yang Memiliki Hewan Peliharaan di RW 12 Kota Tangerang. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis korelasional. Teknik Sampel: Teknik yang digunakan yaitu non probability sampling dengan total sampling. Jumlah Sampel: Sampel berjumlah 74 responden. Analisa Data: Menggunakan uji statistik spearman correlation. Hasil penelitian: Hasil penelitian yang dilaksanakan di RW 12 Kota Tangerang didapatkan P-Value 0,001 (P < 0.05), sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pet attachment terhadap kesejahteraan psikologis pada remaja yang memiliki hewan peliharaan.