Abstract:Kepala sekolah memiliki peranan penting untuk ikut mewujudkan kesejahteraan manusia. Hal tersebut tidaklah lepas dari kecakapan dan kebijakan seorang pemimpin. Kepala sekolah bertugas mengatur semua sumber organisasi dan…
an bekerja sama dengan guru-guru dalam mendidik siswa untuk mencapai tujuan Pendidikan.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan : 1. Peran kepala sekolah di Mi Nurul Anwar di desa Sumber Pandan Prenduan, dan 2. Faktor pendukung dan Penghambat bagi kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan di MI Nurul Anwar Sumber Pandan Prenduan.Metode dalam penelitian ini menggunakan jenis pendekatan deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa teknik wawancara, obervasi dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari Kepalasekolah, guru dan sumber lain yang memungkinkan dapat memberikan informasi yang akurat. Analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis data kasus tunggal (single casedesign) dengan model analisis data yang diperkenalkan oleh Miles dan Hiberman, yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian dataserta verifikasi. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menyetakan bahwa peran kepala sekolah mempunyai peran sebagai supervisor, manajer dan administrator, leader of educator, innovator. Peran-peran tersebut di jalankannya dengan baik guna mewujudkan visi dan misi sekolah MI Nurul Anwar. Adapun Faktor penghambat dan pendukung kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan di MI Nurul Anwar Sumber Pandan Prenduan yaitu; a. Faktor pendukung berupa 1) Guru yang mempunyai kedisiplinan dan keteladanan 2) Siswa yang mempunyai prestasi dan bakat3) Sumber daya manusia di lingkungan sekolah 4) Adanya fasilitas Musholla. b.Faktor penghambat di MI Nurul Anwar terlihat dari keberadaan sarana dan prasarana yang sangat minim, terbukti dari kurangnya buku-buku bacaan diperpustakaan serta terbatasnya dana sekolah.
Abstract:Artikel ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan kearifan lokal Bengkulu melalui pendekatan etnomatematika. Penelitian ini dilakukan untuk memahami hubungan antara matematika dan budaya Bengkulu serta menerapkan…
n kearifan lokal tersebut dalam konteks pendidikan matematika. Metode penelitian yang digunakan penelitian ini pendekatan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa matematika dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Bengkulu melibatkan konsep-konsep unik dan strategi matematika yang berakar pada budaya setempat. Pembahasan mengungkapkan pentingnya memasukkan konteks budaya dalam pengajaran matematika untuk meningkatkan pemahaman siswa dan menghargai keberagaman budaya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah etnomatematika dapat menjadi cermin kebudayaan Bengkulu yang kaya dan bermanfaat dalam konteks pendidikan matematika.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat dan motivasi mahasiswa menggunakan aplikasi e-commerce dan media sosial dalam menjalankan usaha sampingan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan melakukan…
survei menggunakan instrumen penelitian kuesioner. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dengan cara penyebaran kuesioner secara online kepada mahasiswa di kota Kisaran dengan teknik random sampling kepada 146 responden. Hasil penelitian menunjukkan reaksi positif mahasiswa dalam menggunakan aplikasi e-commerce dan media sosial. Dengan menggunakan e-commerce dan media sosial mahasiswa merasakan kenaikan pendapatan yang sangat bagus dari sebelumnya. Karena dengan menggunakan e-commerce dan media sosial tersebut semakin luas pasar yang mereka miliki dan semakin meningkat juga pendapatan yang mereka dapatkan.
Abstract:Ketidakhadiran siswa merupakan masalah kritis yang memengaruhi kualitas pembelajaran, keterlibatan akademis, dan tanggung jawab belajar. Dalam konteks sekolah menengah pertama swasta, masalah ini sering dipengaruhi oleh…
faktor internal dan eksternal yang saling terkait, sehingga memerlukan intervensi khusus melalui layanan konseling individual. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana konseling individual dapat meningkatkan kehadiran siswa di SMP Erlangga di Pematangsiantar. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan tiga siswa dengan tingkat ketidakhadiran tinggi, serta konselor bimbingan, guru wali kelas, dan orang tua sebagai informan pendukung. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling individual diimplementasikan melalui tahapan terstruktur, dimulai dari membangun hubungan yang mendukung antara konselor bimbingan dan siswa, eksplorasi mendalam terhadap sumber masalah, dan perencanaan langkah-langkah untuk perubahan perilaku. Ketidakhadiran siswa diketahui berhubungan dengan motivasi belajar yang rendah, tekanan emosional, kondisi keluarga, dan lingkungan sosial yang kurang mendukung. Proses konseling juga menghadapi hambatan seperti keterbatasan waktu, penolakan awal dari siswa, dan keterlibatan orang tua yang kurang optimal. Meskipun demikian, layanan konseling menghasilkan perubahan positif dalam pola kehadiran siswa, motivasi, dan pengaturan diri. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa konseling individual, jika dilakukan secara konsisten dan disertai dengan kolaborasi aktif dengan guru wali kelas dan orang tua, dapat menjadi strategi yang efektif dalam meningkatkan kehadiran siswa dan mendukung perkembangan pribadi mereka secara keseluruhan
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara self-efficacy dengan kemampuan berpikir kritis matematis mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) di Kampus V Parepare. Self-efficacy dipandang sebagai keyakinan…
yakinan individu terhadap kemampuannya dalam menyelesaikan tugas-tugas akademik, sedangkan kemampuan berpikir kritis matematis merupakan keterampilan penting dalam memahami, menganalisis, dan menyelesaikan permasalahan matematika secara logis dan sistematis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Data dikumpulkan melalui angket self-efficacy dan tes kemampuan berpikir kritis matematis yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif dan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara self-efficacy dengan kemampuan berpikir kritis matematis mahasiswa PGSD, dengan nilai koefisien korelasi sebesar r = 0,63 dan nilai signifikansi p = 0,000 < 0,05. Hal ini berarti semakin tinggi self-efficacy mahasiswa, maka semakin baik pula kemampuan berpikir kritis matematisnya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober hingga Desember 2025 di Kampus V Parepare. Temuan ini mengindikasikan bahwa self-efficacy merupakan salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran matematika di PGSD untuk mendukung peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis mahasiswa.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) di Kampus V…
Parepare. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi experiment) dan desain nonequivalent control group design. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus hingga Oktober 2025. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang menerapkan model PBL dan kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan pemecahan masalah matematika berbentuk uraian. Hasil analisis data menunjukkan bahwa nilai rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematika mahasiswa pada kelas eksperimen sebesar 82,50, sedangkan kelas kontrol sebesar 72,30. Hasil uji hipotesis menggunakan uji independent sample t-test diperoleh nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning berpengaruh signifikan dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika mahasiswa PGSD di Kampus V Parepare.
Abstract:berbasis mind mapping. Literasi numerasi merupakan kemampuan penting yang mencakup pemahaman konsep matematika, kemampuan berpikir logis, serta penerapan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, pada praktiknya, banyak siswa…
mengalami kesulitan dalam memahami konsep matematika secara mendalam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi-experimental design) yang melibatkan siswa kelas V sebagai subjek penelitian. Penelitian dilaksanakan di SDN 50 Bonto Panno Kabupaten Pangkep pada bulan Januari hingga Maret 2026. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes literasi numerasi sebelum dan sesudah perlakuan, serta observasi aktivitas belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan pada literasi numerasi siswa setelah diterapkan pembelajaran berbasis mind mapping. Hal ini ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata dari 62,45 pada pretest menjadi 82,30 pada posttest. Hasil uji N-gain diperoleh sebesar 0,53 yang berada pada kategori sedang. Selain itu, hasil uji t menunjukkan bahwa nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari penggunaan mind mapping terhadap peningkatan literasi numerasi siswa. Dengan demikian, pembelajaran berbasis mind mapping terbukti efektif dalam meningkatkan literasi numerasi siswa sekolah dasar, baik dari segi hasil belajar maupun keterlibatan aktif dalam proses pembelajaran.
Abstract:Perkembangan teknologi digital yang pesat membawa dampak signifikan dalam kehidupan anak-anak, termasuk siswa sekolah dasar. Minimnya pemahaman akan literasi digital dan keamanan internet di kalangan siswa usia dini menjadi…
adi tantangan yang perlu segera diatasi untuk mencegah risiko digital seperti perundungan siber, pencurian data, hingga penyalahgunaan informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengenalkan konsep literasi digital dasar serta membentuk pemahaman siswa terhadap keamanan penggunaan internet. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimen pretest dan posttest. Edukasi dilakukan kepada siswa kelas V SD Negeri 024 Rambah Samo dalam dua sesi, masing-masing berdurasi 90 menit, menggunakan modul ringkas dan video edukatif yang disesuaikan dengan tahap perkembangan kognitif siswa. Instrumen berupa kuesioner divalidasi melalui expert judgment dan diuji cobakan kepada 45 siswa. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif untuk melihat capaian skor pemahaman dan paired sample t-test untuk menguji perbedaan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan rata-rata total skor pemahaman siswa mencapai 84,18%, dengan peningkatan signifikan dari pretest (X̄ = 55,20) ke posttest (X̄ = 68,90) dengan nilai t-hitung = 9,452 dan p-value = 0,000. Temuan ini mengindikasikan bahwa pendekatan edukasi literasi digital efektif meningkatkan pemahaman siswa mengenai keamanan internet. Kesimpulannya, pendidikan literasi digital dasar merupakan strategi preventif yang penting untuk diterapkan sejak dini guna membekali siswa menghadapi dunia digital secara aman dan bertanggung jawab.
Abstract:Penelitian ini difokuskan pada upaya pemetaan pelaksanaan penilaian pembelajaran berbasis teknologi digital pada jenjang sekolah dasar. Kajian ini mencakup jenis platform evaluasi yang digunakan, permasalahan yang dihadapi pendidik…
api pendidik dalam pelaksanaannya, serta sikap dan respons siswa terhadap sistem evaluasi berbasis digital. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan langsung di sekolah, wawancara singkat dengan guru, serta penelusuran dokumen pendukung. Lokasi penelitian meliputi beberapa sekolah dasar di wilayah Sumatera Barat dan satu sekolah dasar swasta yang berada di Jakarta. Berdasarkan hasil pengamatan, diketahui bahwa penerapan evaluasi digital telah mulai dilakukan, namun tingkat pemanfaatannya berbeda-beda antar sekolah. Sebagian sekolah telah mengadopsi aplikasi berbasis daring seperti Wordwall, Quizizz, dan Google Form sebagai sarana penilaian hasil belajar. Di sisi lain, masih terdapat sekolah yang mempertahankan sistem evaluasi konvensional, meskipun penggunaan teknologi telah diterapkan pada tahap penyampaian materi pembelajaran.Pelaksanaan evaluasi berbasis digital menunjukkan pengaruh positif terhadap keterlibatan siswa dalam kegiatan belajar. Penyajian evaluasi yang bersifat interaktif mampu mendorong peningkatan minat, partisipasi aktif, serta semangat siswa dalam mengikuti proses penilaian. Namun demikian, implementasi evaluasi digital belum sepenuhnya berjalan optimal karena adanya keterbatasan sarana pendukung, kendala jaringan internet, serta rendahnya penguasaan teknologi oleh sebagian guru.Secara umum, evaluasi pembelajaran berbasis digital berpotensi meningkatkan kualitas dan efektivitas proses penilaian di sekolah dasar. Agar penerapannya dapat berjalan secara maksimal, diperlukan dukungan infrastruktur yang memadai serta peningkatan kompetensi guru dalam pemanfaatan teknologi pendidikan
Abstract:Untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap nilai-nilai Pancasila, guru perlu menggunakan media pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan karakteristik peserta didik. Scrapbook merupakan media pembelajaran berbasis visual…
ual dan interaktif yang efektif digunakan untuk pembelajaran tematik, khususnya pada materi lambang Garuda Pancasila. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis sekrup dan mengetahui kelayakan, kepraktisan serta efektivitasnya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian dan pengembangan (R&D) dengan model ADDIE. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket, dan tes hasil belajar. Hasil validasi oleh ahli materi dan ahli wakil menunjukkan tingkat kepahitan sebesar 86% hal ini menunjukkan kategori sangat valid. Respon guru menunjukkan kepraktisan media sebesar 91,1% dan respon siswa sebesar 93,3%. Hasil uji efektivitas menunjukkan 95% siswa mencapai ketuntasan belajar. Dengan demikian, media scrapbook layak dan efektif digunakan dalam pembelajaran makna lambang Garuda Pancasila