Search Articles & Publications

Showing 166 articles found for "Smes"

Pelatihan Rebranding Produk Untuk Perluasan Pasar Sangkar Burung Di Kabupaten Jember

Zulianto, Mukhamad, Apriyanto, Bejo
Abstract: Abstract: Brands in SMEs consist of a set of factors, including marketability and market differentiation, brand awareness, relevance, culture, association, and equity. The most important thing to ask yourself when deciding… ng whether this is the right time to change your brand is whether SMEs can leverage any of the factors above to make SME consumers happier. Rebranding is an excellent way to change the target market for SMEs. Sees rebranding as a solution to a new management change or internal problem. Rebranding takes time and effort so that change will happen. Rebranding is carried out for SMEs to stimulate growth, expand, increase profits, strengthen their workforce, and gain a competitive advantage. This rebranding training was carried out using a training method. Due to the pandemic, the activity organizers visited five artisans to avoid crowds. The rebranding training opened the insight of the craftsmen about the benefits of managing a product brand. The rebranding training for birdcage artisans in Dawuhanmangli Village gained an understanding of branding. As a result of this training, artisans began to open themselves to introduce their products directly to consumers without a broker like before. The Bird Cage craft center in Dawuhanmangli Village, north of the center of Jember City, is well known in Indonesia. The location is 24 km from Jember City. The Bird Cage of Dawuhanmangli Village is the reason for being a place of service because it has advantages and characteristics that have the opportunity to open new markets for the region's superior products.          Keywords: branding; smes; bird cage Abstrak: Merek pada UMKM terdiri dari sekumpulan faktor, termasuk kemampuan pemasaran serta diferensiasi pasar, kesadaran merek, relevansi, budaya, asosiasi, dan ekuitas. Hal terpenting untuk ditanyakan pada diri sendiri saat memutuskan apakah ini waktu yang tepat untuk mengubah merek adalah apakah UMKM dapat meningkatkan salah satu faktor di atas untuk membuat konsumen UMKM lebih bahagia. Rebranding merupakan cara yang baik untuk mengubah target pasar UMKM. Melihat rebranding sebagai solusi untuk perubahan manajemen baru atau masalah internal. Rebranding membutuhkan waktu dan tenaga, sehingga perubahan akan terjadi. Rebranding dilakukan bagi UMKM untuk merangsang pertumbuhan, memperluas, meningkatkan laba, memperkuat tenaga kerjanya, dan mendapatkan keunggulan kompetitif. Pelatihan Rebranding ini dilakuan dengan metode pelatihan, dikarenakan pandemi, maka pelaksana kegiatan mendatangi 5 pengrajin untuk menghindari kerumuman. Pelatihan rebranding membuka wawasan para pengrajin tentang manfaat mengelola sebua brand sebuah produk. Hasil pelatihan rebranding pengrajin sangkar burung desa Dawuhan mangli mendapatkan pemahaman tentang branding. Dampak pelatihan ini pengrajin mulai mencoba membuka diri untuk mengenalkan produknya secara langsung kepada konsumen tanpa makelar seperti sebelumnya. Sentra kerajinan Sangkar Burung di desa Dawuhan mangli, wilayah utara pusat Kota Jember sudah dikenal luas di Indonesia. Kata kunci: merek; umkm; sangkar burung

Digital Marketing Sebagai Strategi Pemasaran Kopi Pada Bumnag Nagari Lasi

Arsyah, Ulya Ilhami, Pratiwi, Mutiana, Arsyah, Rahmatul Husna
Abstract: Abstract: Industrial era 4.0 brought changes in the economic field, and the consequence of this era was the birth of the digitization process in all fields. Digital marketing for business players is a very important part,… , even for BUMNAG Nagari Lasi. To support and advance the business, BUMNAG must be able to compete with the competition in the supply of quality products, so the necessary marketing strategy is capable of increasing sales and market expansion, the only one with digital marketing. BUMNAG managers are expected to have a desire to use digital devices, especially when presenting the products they sell. BUMNAG's ability to manage marketing through digital media will make it easier for the products to be known by many people and in demand. However, there are still many BUMNAGs that do not use digital marketing media as a marketing strategy, which makes BUMNAG unable to compete with other SMEs that have used this medium. Therefore, it was considered necessary to implement the activity to carry out training in digital marketing in the advancement of the Kopi Lasi BUMNAG Nagari Lasi. Keywords: digital marketing; marketing strategy; bumnag; lasi coffee    Abstrak: Era industri 4.0 membawa perubahan di bidang ekonomi, dimana konsekuensi dari era ini adalah proses digitalisasi di segala bidang. Pemasaran digital bagi pelaku usaha menjadi bagian yang sangat penting, termasuk bagi Badan Usaha Milik Nagari Lasi (BUMNag). Untuk mendukung dan memajukan bisnis, BUMNag harus mampu bersaing dengan kompetitor dalam menyediakan produk yang berkualitas, sehingga diperlukan strategi pemasaran yang mampu meningkatkan penjualan dan perluasan pasar, salah satunya adalah digital marketing. Pengelola BUMNag diharapkan memiliki keterampilan dalam menggunakan perangkat digital terutama dalam memperkenalkan produk yang mereka jual. Kemampuan BUMNag dalam mengelola pemasaran melalui media digital akan memudahkan produk untuk dikenal banyak orang dan diminati. Namun masih banyak BUMNag yang tidak menggunakan media digital marketing sebagai strategi pemasaran sehingga BUMNag kalah bersaing dengan pelaku UKM lainnya yang telah menggunakan media ini. Pengabdian ini dilakukan dengan menggunakan metode studi pustaka, pelaksanaan kegiatan dan evaluasi. Dimana implementasinya dilakukan secara bertahap seperti sosialisasi, pendataan, pembuatan sistem informasi digital marketing dan juga pelatihan admin. Oleh karena itu pelaksanaan kegiatan pengabdian ini sangat dibutuhkan dalam meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar melalui pemasaran Kopi Lasi di BUMNag Nagari Lasi. Kata kunci: digital marketing; strategi pemasaran; bumnag; kopi lasi

Pembelajaran Berbasis Proyek Dalam Pemanfaatan Teknologi Informasi Untuk Membantu Peningkatan Daya Saing Umkm

Arifiyanti, Amalia Anjani, Wulansari, Anita
Abstract: Abstract: The adoption of information technology to support the running of MSME business in the era of the COVID-19 pandemic is an absolute choice. So far, the low adoption of information technology by MSME is due to low… awareness of the benefits of information technology for their business and the low ability to use information technology. Higher education institutions can assist MSME with qualified resources and capabilities in utilizing information technology in carrying out business operations to increase their business support capacity. One way of working together is through the partnership method. UMKM will become partners for students who take project-based learning. Based on the feedback from the evaluation of this learning method, the results were that both parties received a positive impact from this learning method. UMKM players will get input, knowledge, and project output products based on information technology, while students will get real experience so that they can increase the effectiveness of understanding the material they get.             Keywords: information technology adoption; msmes; project based learning; project management.     Abstrak: Pengadopsian teknologi informasi untuk mendukung berjalannya usaha bisnis UMKM di era pandemi COVID-19 menjadi pilihan mutlak. Selama ini, rendahnya adopsi teknologi informasi oleh pelaku UMKM dikarenakan faktor rendahnya kesadaran terhadap manfaat teknologi informasi terhadap bisnisnya hingga rendahnya kemampuan penggunaan teknologi informasi. Faktor-faktor ini dapat dibantu oleh pihak perguruan tinggi yang memiliki sumber daya dan kapabilitas yang mumpuni dalam hal pemanfaatan teknologi informasi untuk membantu para pelaku UMKM dalam menjalankan operasional usaha hingga meningkatkan daya dukung usahanya. Salah satu cara kerja sama adalah melalui metode kemitraan. UMKM akan menjadi mitra bagi para mahasiswa yang mengikuti pembelajaran berbasis proyek. Berdasarkan timbal balik dari evaluasi metode pembelajaran ini, hasilnya kedua belah pihak menerima dampak positif dari metode pembelajaran ini. Pelaku UMKM akan mendapatkan masukan, ilmu, hingga produk luaran proyek yang berbasis teknologi informasi, sedangkan para mahasiswa akan mendapatkan pengalaman nyata sehingga dapat meningkatkan efektifitas pemahaman materi yang diperolehnya.   Kata kunci: manajemen proyek; pembelajaran berbasis proyek; pemanfaatan teknologi informasi; umkm.

Pengembangan UMKM Melalui Pelatihan Pembukuan Sederhana Dan Pengendalian Intern Di Desa Soreang

Bachtiar, Irmah Halimah, Toalib, Ramli, Ar, Nursyam, Nur, Andi Musfirawati
Abstract: Abstract: Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) have an important role in economic recovery in Indonesia. The development of MSMEs cannot be separated from the ability of MSME owners to manage and record their finances.… nces. The bookkeeping carried out by the company needs to be supported by the implementation of an adequate Internal Control System to support the achievement of company goals. Therefore, MSMEs need to implement internal control that can be used as a tool to prevent or overcome fraud and protect company resources. This activity aims to provide education to the Soreang village community, the MSME group regarding simple bookkeeping and internal control which will be able to improve skills and knowledge in designing future business strategies, managing finances, and protecting company assets. This activity is carried out by providing socialization first and then providing training to participants on the concepts and practices of simple bookkeeping and the application of internal control. The results of the service are village communities consisting of PKK women and Healthy Community Movement who are members of the MSME group activities understand and feel motivated by the additional knowledge about simple bookkeeping and internal control systems, and Participants feel that this training is very useful for developing MSMEs in the context of community empowerment in Seroang Village Keywords: MSMEs; simple bookkeeping; internal control   Abstrak: Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam pemulihan perekonomian di Indonesia. Berkembangnya UMKM tidak terlepas dari kemampuan pemilik UMKM dalam mengelola dan membukukan keuangannya. Pembukuan yang dilakukan perusahaan perlu didukung dengan adanya penerapan Sistem Pengendalian Intern yang memadai demi menunjang pencapaian tujuan perusahaan. Oleh karena itu, UMKM perlu menerapkan pengendalian intern yang bisa dijadikan alat untuk mencegah atau mengatasi fraud (kecurangan) dan melindungi sumber daya perusahaan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat desa Soreang kelompok UMKM mengenai pembukuan sederhana dan pengendalian intern yang nantinya mampu meningkatkan keterampilan serta pengetahuan dalam merancang strategi bisnis kedepannya, mengelola keuangan dan melindungi aset perusahaan. Kegiatan ini dilaksanakan melalui pemberian sosialisasi terlebih dahulu kemudian memberikan pelatihan kepada peserta mengenai konsep serta praktik pembukuan sederhana dan penerapan pengendalian intern. Hasil pengabdian yaitu masyarakat desa yang terdiri ibu-ibu PKK dan Germas (Gerakan Masyarakat Sehat) yang tergabung dalam kelompok UMKM mengerti dan merasa termotivasi dengan adanya tambahan pengetahuan mengenai pembukuan sederhana dan pengendalian intern. serta peserta merasa pelatihan ini sangat bermanfaat untuk mengembangkan UMKM dalam rangka pemberdayaan masyarakat di Desa Seroang Kata kunci: UMKM; pembukuan sederhana; pengendalian intern

Pendampingan UMKM Penjual Jamu Dalam Meningkatkan Penjualan Melalui Kemasan, Merek, dan Label

Emilda, Emilda, Wulandari, Try, Lazuarni, Shafiera
Abstract: Abstract:. Government policies in an effort to reduce the spread of the covid-19 virus, of course, this has an impact on MSMEs, including herbs drink sellers who sell conventionally. The herbs drink sellers in the gang sei… ei saling still offer directly to customers by walking or getting around by bicycle. This activity aims to increase sales of herbs drink during the pandemic through packaging, brands, and labels. The method utilized in this activity is community service activities through mentoring to achieve the objectives of the activity which consists of the stages of preparation, implementation, and evaluation of mentoring activities. The implementation time of mentoring was carried out for 3 days. The implementation of this activity consists of providing an understanding of the importance of packaging, merk, and labeling in increasing sales, determining the right packaging bottles, then making brands and labeling for the sale of packaged herbs drink. In this activity, participants are not only given an understanding of the importance of packaging, brands, and labeling, but also this activity is selling herbs directly and online, having packaging, brands, and labels, increasing sales and customers.Keywords: mentoring; increased sales of herbs drink; herbs drink seller   Abstrak:  Kebijakan pemerintah dalam upaya menekan penyebaran virus covid–19, tentunya hal ini berdampak pada pelaku UMKM termasuk penjual jamu tradisional yang masih menggunakan metode konvensional. Penjual jamu di gang sei saling masih menawarkan secara langsung kepada pelanggan dengan cara berjalan kaki atau berkeliling menggunakan sepeda. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan penjualan jamu pada masa pandemi melalui kemasan, merek, dan label. Dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini, metode yang digunakan adalah melalui pendampingan, untuk mencapai tujuan kegiatan yang terdiri dari tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan pendampingan. Waktu pelaksanaan pendampingan dilaksanakan selama 3 hari. Kegiatan pelaksanaan kegiatan ini terdiri dari memberikan pemahaman mengenai pentingnya kemasan, merek, dan label dalam meningkatkan penjualan, menentukan botol kemasan yang tepat, selanjutnya adalah membuat merk dan label untuk penjualan jamu kemasan. Dalam kegiatan PkM ini, peserta tidak hanya diberikan pemahaman mengenai pentingnya kemasan, merek, dan label, tetapi juga kegiatan ini penjualan jamu secara langsung dan online, memiliki kemasan, merek, dan label, peningkatan penjualan dan pelanggan. Kata kunci: pendampingan; peningkatan penjualan jamu; penjual jamu   

Strategi Pengembangan Produk Kerupuk Opak Minang Yolanda

Agustini, Fauzia, Amanah, Dita, Harahap, Dedy Ansari
Abstract: Abstract: This activity was carried out on SMEs producing snacks from sweet potatoes, namely opaque located in Medan under the name UD. Opak Minang Yolanda. Based on the observations, several problems were found, namely… the texture is too fragile so it breaks easily, the taste has only one taste (original taste), the size is too large and the packaging is too simple. This activity is intended to assist UD. Opak Minang Yolanda in solving the main problems as described previously.The specific target in this activity is to improve product by diversifying products including texture, taste, size, packaging. The methods used in this activity are observations, interviews and seeking information from various literatures in the form of books, articles in journals, newspapers, relevant magazines and searching online. This activity also used a coaching pattern. The achievement of this study is the idea of opaque diversification for improvement in the sustainability of UD. Opak Minang Yolanda is an improvement in texture by thickening the volume of the opaque when formed, flavors made into various variants that are tailored to consumer tastes, sizes are made into two variants, namely large and small, making the packaging more attractive. Keywords: observation; opaque; snacks   Abstrak: Studi ini dilakukan pada UMKM di Medan yang menghasilkan opak yaitu makanan ringan dari ubi dengan nama UD. Opak Minang Yolanda. Berdasarkan hasil observasi ditemukan beberapa permasalahan yaitu tekstur (permukaan) yang terlalu rapuh sehingga mudah pecah, hanya satu rasa yaitu original, ukuran (bentuk) yang terlalu besar dan kemasan (bungkus) yang terlalu sederhana. Kegiatan ini bertujuan untuk membimbing UD. Opak Minang Yolanda dalam menyelesaikan kesulitan utamanya seperti yang diuraikan sebelumnya. Sasaran utama kegiatan ini adalah membenahi produk dengan diversifikasi produk meliputi tekstur, cita rasa, ukuran, kemasan. Metode yang dilakukan pada kegiatan ini adalah melangsungkan pengamatan, tanya jawab, dan menggali fakta-fakta dari berbagai referensi seperti buku, artikel pada jurnal, surat kabar, majalah yang relevan dan juga pencarian informasi secara online. Selain itu dilakukan pembinaan untuk merubah kualitas produk UD. Opak Minang Yolanda. Capaian luaran kegiatan ini adalah buah pikiran melalui diversifikasi opak untuk memperbaharui dan keberlanjutan UD. Opak Minang Yolanda yaitu pada tekstur dengan cara lebih menambah volume opak ketika dibentuk, cita rasa yang lebih bervarian yang disesuaikan dengan selera konsumen, ukuran menjadi 2 (dua) varian yaitu besar dan kecil serta menciptakan kemasan menjadi lebih menarik. Kata kunci: makanan ringan; observasi; opak  

Pelatihan Akuntansi Biaya dan HPP pada UMKM Desa Wisata Ponggok

Rahmawati, Aryani Intan Endah, Adi, Suyatmin Waskito
Abstract: Abstract: training in cost accounting and calculating the cost of goods sold (CoGS) for micro, small, and medium enterprises (MSMEs) in Ponggok Tourism Village was carried out to provide understanding and training in calculating… culating CoGS. Based on the initial survey conducted by the community service team, information was obtained that seller in Ponggok Village did not calculate CoGS properly because they based their selling price on market prices. This is because MSMEs have a similar business, namely a culinary business. This unsuitable selling price determination will result in suboptimal profit achievement because each business has a different total cost. For this reason, this service carries out four training sessions to guide MSME players in deermining the appropriate selling price. The four sessions covered the delivery of concepts and materials, discussions, training in calculating CoGS, and evaluation. This community service is expected to increase understanding and skills in calculating CoGS so that optimal profit can be achieved. Keywords: cost accounting;cost of good sold; Ponggok Village   Abstrak: pelatihan akuntansi biaya dan penghitungan Harga Pokok Penjualan (HPP) pada pelaku UMKM di Desa Wisata Ponggok dilaksanakan untuk memberikan pemahaman dan pelatihan penghitungan HPP.  Berdasarkan survei awal yang dilakukan tim pengabdian, didapatkan informasi bahwa para pelaku UMKM di Desa Ponggok tidak melakukan penghitungan HPP karena mendasarkan harga jualnya sesuai harga pasar. Hal ini dikarenakan para pelaku UMKM memiliki usaha yang sejenis, yaitu usaha kuliner. Penentuan harga jual yang tidak sesuai ini akan menyebabkan pencapaian laba yang tidak optimal karena setiap usaha memiliki berbagai total biaya yang berbeda. Untuk itu, pengabdian ini melaksanakan empat sesi pelatihan untuk memandu para pelaku UMKM menentukan harga jual yang sesuai. Keempat sesi tersebut meliputi penyampaian konsep dan materi, diskusi, pelatihan penghitungan HPP, dan evaluasi. Pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan dapat menambah pemahaman dan ketrampilan menghitung HPP sehingga laba yang optimal dapat tercapai. Kata kunci: akuntansi biaya, harga pokok penjualan, Desa Ponggok

Peningkatan Pendapatan Masyarakat Desa Pattalassang Melalui Manajemenisasi Umbi Menjadi Keripik Singkong

Gunawan, Gunawan, Sjahruddin, Herman, Zaury, Muhammad Akil, Purnama, Putri, syukri, Muhammad
Abstract: Abstract: The wide area of the community's cassava garden in Pattalasang village, Pattalasang district, Gowa regency resulted in an abundance of community cassava yields, but on the other hand these results are not managed… ed properly, the community only sells to traditional markets and collectors while demand for cassava is very limited, as a result, a lot of cassava is damaged (rot). This condition is the reason for adding the economic value of the people's crops. Efforts are made for this purpose, namely by increasing the use of cassava through the manufacture of chips to minimize cassava that is not absorbed by the market and collectors so as to increase the economic income of the community. This method of community service begins with observations and interviews then continues with socialization to explain to farmers that cassava can be processed into a high economic value product, demonstrations by involving the community (farmers) so that they can make crispy and savory cassava chips. The results of this community service in collaboration with SMEs as partners with this activity have an impact on the emergence of new knowledge and skills and their application in utilizing and developing cassava products by adding value and usefulness.   Keywords: cassava chips; pattallassang village; tubers     Abstrak: Luasnya area kebun singkong masyarakat Desa Pattalasang Kecamatan Pattalasang Kabupaten Gowa mengakibatkan melimpahnya hasil panen singkong masyarakat, namun pada sisi lain  hasil tersebut tidak dikelola dengan baik, masyarakat hanya menjual ke pasar tradisional dan pengumpul sementara permintaan terhadap singkong sangat terbatas, akibatnya banyak singkong yang rusak (membusuk). Kondisi ini menjadi alasan dilakukannya penambahan nilai ekonomis dari hasil panenan masyarakat. Upaya yang dilakukan untuk maksud tersebut, yaitu dengan cara menambah daya guna singkong melalui pembuatan keripik untuk meminimalisir singkong yang tidak terserap oleh pasar dan pengumpul sehingga dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat. Metode yang dilakukan pada pengabdian masyarakat ini diawali dengan observasi dan wawancara kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi untuk menjelaskan kepada petani bahwa singkong dapat diolah menjadi produk yang bernilai ekonomis tinggi, demonstrasi dengan melibatkan masyarakat agar mereka dapat membuat keripik singkong yang renyah dan gurih. Hasil pengabdian masyarakat ini berkolaborasi dengan UKM sebagai mitra yang dengan kegiatan ini berdampak pada  munculnya pengetahuan dan ketarampilan baru serta mengaplikasikannya dalam memanfaatkan dan mengembangkan produk singkong dengan menambah nilai dan kegunaannya.   Kata kunci: keripik singkong; pattallassang; umbi

Rancangan Model Digitalisasi Pasar Tradisional Pasar Rare Angon Di Desa Gunaksa

Wiguna, I Kadek Arta, Ariana, Komang Agus
Abstract: Abstract: The increasing cases of covid-19 have an impact on the economy in Indonesia, especially on micro, small and medium enterprises (MSMEs). local communities who during this pandemic experienced a decline in income.… . Shoppers are starting to rarely come to the market and shop in person because of their fear of contracting Covid-19 and avoiding crowds that have been advised by the government. The digitalization of traditional people's markets is needed to improve the economy and reduce the spread of the covid-19 virus. The results of interviews with traders show the lack of sales at Rare Angon Market because few people know about the market. the method used by distributing questionnaires to find out in detail the existing problems. From these problems, a solution is needed to bridge between traders and buyers, this solution is in the form of digitizing the Rare Angon market by developing an application called "Rare Angon App" where the application is used for buying and selling interactions by traders and buyers. So that sales in the Rare Angon market can increase. Keywords: E-commerce; traditional market; information technology   Abstrak: Meningkatnya kasus covid-19 berdampak pada perekonomian di Indonesia terutama pada usaha mikro kecil meneengah (UMKM) hal ini dapat dilihat dari pasar-pasar rakyat di Bali yaitu Pasar Rare Angon yang berlokasi di desa Gunaksa, kecamatan Dawan kabupaten Klungkung dengan mayoritas pedangannya adalah warga didaerah setempat yang dimasa pandemi ini mengalami penurunan pendapatan. Para pembeli mulai jarang datang ke pasar dan berlanja  secara langsung karena ketakutan mereka tertular covid-19 dan menghindari kerumunan yang sudah dihimbau oleh pemerintah. Diperlukannya digitalisasi pasar rakyat yang bersifat tradisional untuk meningkatkan perekonomian dan mengurangi penyebaran virus covid-19. Hasil wawancara dengan pedagang menunjukkan minimnya penjualan di Pasar Rare Angon karena masih sedikit masyarakat yang tau pasar tersebut. metode yang digunakan dengan penyebaran kuesioner untuk mengetahui secara detail permasalahan yang ada. Dari permasalahan tersebut diperlukannya solusi untuk untuk menjembatanni antara pedagang dan pembeli, solusi ini berupa digitalisasi pasar Rare Angon ini dengan membuatkan aplikasi yang diberi nama “Rare Angon App” dimana aplikasi tersebut digunakan untuk interakasi jual beli oleh pedagang dan pembeli. Sehingga penjualan dipasar Rare Angon bisa mengalami peningkatan. Kata kunci: E-commerce; pasar tradisional; teknologi informasi

PELATIHAN DALAM MENGHADAPI TANTANGAN USAHA KECIL DI ERA DIGITAL PADA PELAKU USAHA KECIL DI KENTEN PALEMBANG

Sari, Rafika, Sayadi, Muhamad Hamdan, Hildayanti, Siti Komariah
Abstract: Abstract: The Ministry of Cooperatives and SMEs recognizes that Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) are the backbone of the economy in ASEAN, contributing to the Gross domestic product of employment and development… nt of the country, must be ready to face the digital era. The challenge of MSMEs in the era of digital economic transformation is the low ability of human resources (HR) to deal with trading methods from conventional ways of doing business to online businesses. Digital transformation, which is getting more and more advanced every day, has many benefits for the development of the business world today. This needs to be addressed with a high sense of optimism and never give up. A business must be able to adjust to technology that continues to grow. Business owners will be required to continue learning and learning. It sounds like it will drain time and energy, but if it succeeds, it will greatly facilitate the running of the business. For this reason, it is necessary to socialize for small businesses about the challenges that must be faced in facing the digital era. can recognize the challenges of small scale digital era businesses to be able to adjust the USA-only, the method used by the method of socialization by providing outreach and training using online media, the results of activities that are small business owners seem enthusiastic in facing the challenges of digitalization era. Keywords: challenge; digital; small business   Abstrak: Kementerian Koperasi dan UKM mengakui Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) jadi tulang punggung perekonomian di ASEAN, berkontribusi pada Gross domestic produk penyerapan tenaga kerja dan pembangunan negara, harus siap menghadapi era digital. Tantangan UMKM dalam era transformasi digital ekonomi adalah rendahnya kemampuan sumber daya manusia (SDM) menghadapi metode perdagangan dari cara berbisnis secara konvensional menjadi online bisnis. transformasi digital yang setiap hari makin maju dan canggih memang memiliki banyak sekali manfaat untuk perkembangan dunia bisnis saat ini. Hal ini perlu disikapi dengan rasa optimis yang tinggi dan pantang menyerah. Sebuah bisnis harus bisa menyesuaikan diri dengan teknologi yang terus berkembang. Pemilik bisnis akan dituntut untuk terus belajar. Memang terdengarnya akan menguras waktu dan tenaga, namun apabila berhasil nantinya akan sangat mempermudah jalannya bisnis untuk itu perlu adanya sosialisasi bagi usaha kecil tentang tantangan yang harus dihadapi dalam menghadapi era digital, tujuan dari pengabdian kepada masyarakat  ini adalah agar masyarat pengusaha kecil diwilayah kenten dapat mengenal tantangan usaha kecil diera digital agar mampu menyesuaikan usahanya dengan adanya digitalisasi ,metode yang dipakai metode sosialisasi dengan memberikan sosialisasi dan pelatihan menggunakan media online ,hasil kegiatan yaitu para pemilik usaha kecil terlihat antusias dalam menghadapi tantangan diera digitalisasi. Kata Kunci:digital; tantangan; usaha kecil