Abstract:Character education is one of the mental revolution efforts made to instill character in students. Teachers play an important role in producing generations of noble character and morality, including elementary school teachers.…
chers. Instilling character from an early age is expected to be able to strengthen the foundation in building the nation. The process of cultivating character must be adapted to the stages of student development and the times, so that integrating it into interactive teaching materials will be preferred by students, students can more easily understand the material and have skills that are balanced between science and technology and IMTAQ. To realize this, teachers are required to be able to integrate it into PBM such as teaching materials. However, the facts on the ground show that teachers in partner schools do not really understand the context of character building and apply it to teaching materials. The purpose of this activity is to increase teacher knowledge and skills in designing and integrating character education in digital teaching materials. This service activity is carried out through lecture methods, outreach, training, and discussions involving approximately 17 elementary school teachers. The results of the activity show that in general the teacher already knows the concept of character education, examples of assistive applications in making teaching materials and teachers have been able to design and integrate character education into teaching materials in accordance with the subjects being taught which are then ready to be made into digital teaching materials
Keywords: socialization; digital teaching materials; character education
Abstrak: Pendidikan karakter merupakan salah satu upaya revolusi mental yang dilakukan untuk menanamkan karakter pada siswa. Guru memegang peranan penting dalam menghasilkan generasi yang berkarakter dan berakhlak mulia, tidak terkecuali guru SD. Penanaman karakter sejak usia dini diharapkan mampu memperkuat pondasi dalam membangun bangsa. Proses penanaman karakter harus disesuaikan dengan tahap perkembangan siswa dan perkembangan zaman, sehingga mengintegrasikannya ke dalam bahan ajar interaktif akan lebih disukai siswa, siswa lebih mudah memahami materi dan memiliki keterampilan yang seimbang antara IPTEK dan IMTAQ. Untuk mewujudkan hal ini guru dituntut mampu mengintergasikannya ke dalam PBM seperti bahan ajar. Namun, fakta dilapangan menunjukkan bahwa guru-guru di sekolah mitra belum terlalu memahami konteks pendidikan karakter serta menerapkannya ke dalam bahan ajar. Tujuan kegiatan ini yaitu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru dalam mendesain serta mengintegrasikan pendidikan karakter dalam bahan ajar digital. Kegiatan pengabdian ini dilakukan melalui metode ceramah, sosialisasi, pelatihan, dan diskusi dengan melibatkan lebih kurang 17 orang guru SD. Adapun hasil kegiatan menunjukkan secara garis besar guru sudah mengetahui konsep pendidikan karakter, contoh aplikasi bantu dalam membuat bahan ajar dan guru telah mampu mendesain serta mengintegrasikan pendidikan karakter ke dalam bahan ajar sesuai dengan mata pelajaran yang diampu yang kemudian siap untuk dibuat ke dalam bahan ajar digital.
Kata kunci: sosialisasi; bahan ajar digital; pendidikan karakter
Abstract:UMKM is a productive business owned by a person or business entity that meets the criteria as a micro business, small business and medium business.which is the basis for determining the type of business seen from the average…
rage business income in a year and based on the net worth of the business. In running a business, finance is the most important thing for entrepreneurs, but there are still many UMKM that do not understand business financial management. Lack of understanding in managing financial management results in problems of uncontrolled capital used and income generated. Often personal finances are mixed up with business finances, of course this will be fatal if the entrepreneur cannot know how much money has been spent and used and how much profit is actually obtained from these business activities. PkM activities are carried out using the Community Education Method, namely carrying out percentage activities on how to manage good financial management. From these activities Partners can understand how to manage business finances in accordance with financial accounting standards, especially SAK EMKM standards.
Keywords: finance; management; umkm
Abstrak:UMKM merupakan usaha produktif yang dimiliki seseorang atau badan usaha yang memenuhi kriteria sebagai usaha mikro, usaha kecil dan usaha menengah. Yang menjadi dasar penentuan jenis usaha dilihat dari rata-rata pendapatan usaha tersebut dalam setahun serta berdasarkan kekayaan bersih usaha tersebut. Dalam menjalankan usaha keuangan merupakan hal terpenting bagi pengusaha, namun masih banyak UMKM belum memahami pengelolaan keuangan usaha. Kurang fahamnya dalam pengelolaan manajemen keuangan mengakibatkan permasalahan tidak terkontrolnya modal yang digunakan serta pendapatan yang dihasilkan. Sering kali keuangan pribadi bercampurbaur dengan keuangan usaha, tentu hal ini akan menjadi fatal apabila pengusaha tidak dapat mengetahui berapabesar dana yang sudah dikeluarkan dan yang digunakan serta berapa besar sebenarnya keuntungan yang diperoleh dari kegiatan usaha tersebut. Kegiatan PkM dilakukan dengan Metode Pendidikan Masyarakat yaitu melakukan kegiatan persentase tentang bagaimana mengelola manajemen keuangan yang baik. Dari kegiatantersebut Mitra dapat memahami bagaiman mengelola keuangan usaha yang sesuai dengan standar akuntansi keuangan terkhusus standar SAK EMKM (Standar Akuntasi Keuangan dan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah).
Kata kunci: keuangan; pengelolan; umkm
Abstract:Abstract: The Community Service Program, LDDIKTI 3 in collaboration with DITJENDIKTIRISTEK and Universities launched an Incentive Program for Assignment to Private Universities for the Implementation of Community Service…
in the Cianjur Earthquake Area based on Key Performance Indicators with a focus on the goal of Recovery for Victims of the Cianjur Earthquake Natural Disaster, West Java. From the results of observations made in the Cianjur and surrounding areas which were affected by the earthquake, many locations in Wangunjaya Village, Cugenang Regency, have not been touched and received assistance. Many people in this area experience health problems due to unbalanced nutritional intake and unclean lifestyle, damage to learning tools in schools and early childhood education, especially at SMPN 2 Cugenang and in early childhood education. The aim of the activity is to improve public health from a physical and mental perspective and to help restore education using digital learning. The activities carried out included conducting free examinations and treatment, teaching Progressive Muscle Relaxation (PMR) therapy to reduce anxiety in the community, distributing healthy food parcels, providing trauma healing for school children, and providing school facilities for schools.
Keywords: cianjur earthquake; cugenang; community service; educational facilities; health recovery.
Abstrak: Program Pengabdian Masyarakat, LDDIKTI 3 bekerjasama dengan DITJENDIKTIRISTEK dan Perguruan Tinggi mencanangkan Program Insentif Penugasan kepada Perguruan Tinggi Swasta untk Pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat di Wilayah Gempa Cianjur berbasis Kinerja Indikator Kinerja Utama dengan fokus tujuan Pemulihan Korban Bencana Alam Gempa Cianjur Jawa Barat. Dari hasil pengamatan yang dilakukan di daerah Cianjur dan sekitarnya yang terkena dampak gempa, lokasi Desa Wangunjaya Kabupaten Cugenang masih banyak yang belum tersentuh dan mendapatkan bantuan. Para masyarakat didaerah ini banyak yang mengalami masalah kesehatan karena asupan gizi yang tidak seimbang serta perilaku hidup yang tidak bersih, kerusakan alat-alat pembelajaran di sekolah dan PAUD khususnya di SMPN 2 Cugenang dan di PAUD. Tujuan kegiatan adalah untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dari segi jasmani serta mental dan membantu memulihkan Pendidikan menggunakan pembelajaran digital. Kegiatan yang dilakukan adalah melakukan pemeriksaan dan pengobatan gratis, mengajarkan terapi Progressive Muscle Relaxation (PMR) untuk menurunkan ansietas pada masyarakat, membagikan parcel makanan sehat, memberikan trauma healing bagi anak sekolah, serta memberikan bantuan fasilitas sekolah bagi sekolah. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa terjadinya peningkatan perasaan bahagia siswa dan masyarakat (+52%), siswa menjadi bisa merasakan pembelajaran digital (+34%) dan masyarakat menjadi lebih merasakan jasmani yang lebih sehat (+17%).
Kata kunci: cugenang; fasilitas pendidikan; gempa cianjur; pemulihan kesehatan; pengabdian masyarakat.
Abstract:The purpose of this community service is to provide a solution in the form of training and assistance to teachers and students in using the tool display. Widiatmika Middle School is a private school with its address on Jalan…
alan Raya Udayana Campus, Pondok Taman Nusantara No.01, Jimbaran. From the results of interviews with partners, it was found that the school was still limited in using visual aids, especially in learning mathematics. The use of this teaching aid in learning is very important in supporting learning process. Visual aids that are utilized optimally can provide better and systematic learning, directly or indirectly, and can provide convenience for the teaching and learning process in schools. Community service activities in the form of training on the use of circle props at Widiatmika Middle School have been running smoothly. This one-day activity has been carried out offline. The enthusiasm of the lecturers and students in providing assistance as well as the enthusiasm of the training teachers and students made this activity run smoothly
Keywords: learning; teaching aids; mathematics
Abstrak: Tujuan pengabdian masyarakat ini yaitu memberikan solusi berupa
pelatihan serta pendampingan kepada guru dan siswa-siswi dalam menggunakan alat peraga. SMP Widiatmika merupakan sekolah swasta beralamat di Jalan Raya Kampus Udayana, Pondok Taman Nusantara No.01, Jimbaran. Dari hasil wawancara dengan mitra diperoleh permasalahan bahwa pihak sekolah masih terbatas dalam memanfaatkan alat peraga khususnya dalam pembelajaran matematika. Penggunaan alat peraga ini dalam pembelajaran sangat penting dalam menunjang proses pembelajaran. Alat peraga yang dimanfaatkan secara maksimal dapat memberikan pembelajaran yang lebih baik dan sistematis, secara langsung atau tidak langsung, serta dapat memberikan kemudahan bagi proses belajar mengajar di sekolah. Kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan pemanfaatan alat peraga lingkaran di SMP Widiatmika telah berjalan lancar. Kegiatan yang berlangsung selama satu hari ini telah dilaksanakan secara luring. Semangat para dosen dan mahasiswa dalam melakukan pendampingan begitu juga dengan antusias guru dan siswa pelatihan membuat kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar.
Kata kunci: alat peraga, pembelajaran; matematika
Abstract:Abstract: The Trigona Beekeepers Group "Ampel Mesari" is a Trigona beekeeping group that accommodates breeders in the Be-bali Banjar area, Berembeng Village. The problems faced by this group are that the group's production…
on process is still very minimal, and the method of packaging catfish honey products (trigona) still uses used bottles from other products and does not yet use product label packaging. The solution offered from this service activity is to provide production training to increase colonies from competent experts, provide superior bee colonies assistance, and packaging training with labeling. This community service project will be carried out through socializing exercises, core training activities, and monitoring and evaluation. Implementation of production training activities to increase bee colonies and product packaging and labeling training went well. It can be concluded that there was an increase in understanding, especially about the production of Trigona beekeeping and for an increase in understanding of product packaging and labeling, indicated due to the training participants' enthusiasm and happiness, the pretest and posttest values increased, and participants had no trouble understanding the material during the training process.
Keywords: trigona bee; production training; packaging and labeling training
Abstrak: Kelompok Peternak Lebah Trigona “Ampel Mesari†merupakan kelompok peternak lebah trigona yang mewadahi peternak-peternak yang berada diwilayah Banjar Bebali, Desa Berembeng. Permasalahan yang dihadapi oleh kelompok ini adalah proses produksi kelompok masih sangat minim sekali, dan cara pengemasan produk madu trigona (kele) masih mempergunakan botol bekas produk lain serta belum menggunakan kemasan label produk. Pemecahan masalah yang diberikan dari program pengabdian ini adalah menawarkan pelatihan produksi untuk memperbanyak koloni dari pakar berkompeten, pemberian bantuan koloni lebah unggul, dan pelatihan kemasan dengan labeling. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini adalah melalui kegiatan sosialisasi, kegiatan inti berupa pelatihan, dan monitoring serta evaluasi. Pelaksanaan kegiatan pelatihan produksi untuk memperbanyak koloni lebah dan pelatihan pengemasan produk dan labeling berjalan dengan baik. Dapat disimpulkan bahwa terjadi transfer pengetahuan khususnya tentang produksi budidaya lebah trigona, pengemasan dan labeling produk diindikasikan dengan hasil tes yang menunjukkan peningkatan, serta peserta menyambut baik dan berse-mangat untuk mengikuti pelatihan ini sehingga tidak menemui kendala un-tuk memahami isi materi pelatihan kedua pelatihan.
Kata kunci: lebah trigona; pelatihan produksi; pelatihan kemasan dan labeling
Abstract:Abstract: Community service activities are carried out to increase awareness of adolescents to consume fiber source foods. These activities include: understanding fiber, the benefits of fiber for the body, types of fiber…
source foods, fiber source food groups (water-soluble and water-insoluble fiber), causes if rarely consume fiber source foods, and recommendations for consumption of fiber source foods in a day. The method is carried out in counseling. Starting with filling out the attendance list, filling out the pre-test, then being given nutritional education interventions about fiber using PowerPoint media, a 15-minute question and answer session, and closing with a post-test. Monitoring and evaluation are carried out 1 week after online counseling via Whatsapp call. It is hoped that students will keep in mind the material that has been delivered and apply it in their daily lives. The results of the assessment of knowledge about fiber-source foods in adolescents before being given counseling were 25% (good category), 65.6% (sufficient category), and 9.4% (less category). Meanwhile, the percentage of knowledge about fiber-source foods after counseling was 65.6% (good category), 31.3% (sufficient category), and 3.1% (less category). The results showed a change in knowledge in respondents before and after being given counseling about fiber source foods. The level of knowledge in adolescents influences the behavior and attitudes of adolescents in choosing the type of food to be consumed.
Keywords: fiber; adolescents; fiber-source foods
Abstrak: Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan guna meningkatkan kesadaran remaja untuk mengonsumsi makanan sumber serat. Kegiatan tersebut meliputi: pengertian serat, manfaat serat untuk tubuh, jenis makanan sumber serat, kelompok makanan sumber serat (serat larut dalam air dan tidak larut dalam air), penyebab jika jarang konsumsi makanan sumber serat dan anjuran konsumsi makanan sumber serat dalam sehari. Metode yang dilakukan yaitu penyuluhan. Diawali dengan pengisian daftar hadir, mengisi pre-test, kemudian diberikan intervensi edukasi gizi mengenai serat menggunakan media power point, sesi tanya jawab selama 15 menit dan ditutup dengan post-test. Monitoring dan evaluasi dilaksanakan 1 minggu setelah penyuluhan secara online melalui Whatsapp call. Diharapkan siswa/i tetap mengingat materi yang telah disampaikan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Hasil penilaian pengetahuan tentang makanan sumber serat pada remaja sebelum diberikan penyuluhan yaitu sebesar 25% (kategori baik), 65.6% (kategori cukup) dan 9.4% (kategori kurang). Sedangkan persentase pengetahuan tentang makanan sumber serat setelah diberikan penyuluhan yaitu sebesar 65.6% (kategori baik), 31.3% (kategori cukup) dan 3.1% (kategori kurang). Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat perubahan pengetahuan pada responden sebelum dan setelah diberikan penyuluhan tentang makanan sumber serat. Tingkat pengetahuan pada remaja memiliki pengaruh terhadap perilaku dan sikap remaja dalam memilih jenis makanan yang akan dikonsumsi.
Kata kunci: serat; remaja; makanan sumber serat
Abstract:Program kemitraan dengan santri komunitas Pilar Al Jabar merupakan suatu kegiatan yang telah berlangsung mulai tahun 2018 dan masih berlangsung sampai saat ini (2023). Kegiatan ini memberikan wadah untuk belajar urban farming…
rming (pertanian perkotaan) kepada masyarakat dan santri. Kegiatan meliputi budidaya lahan sempit di pekarangan dengan penanaman sayuran sebagai sumber pangan lestari, dan untuk area hijau yang dimanfaatkan untuk kesehatan, serta penambahan nilai estetika di lingkungan. Kegiatan urban farming ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi lingkungan dan warga. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah; Tercipta pengembangan sistem bercocok tanam yang efektif dan efisien bagi mitra pengabdian; Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan, kesadaran dan memotivasi mitra khususnya urban farming sebagai sumber pangan di lahan sempit yang juga bisa menjadi sumber pendapatan; Terciptanya wirausaha baru dengan kemampuan urban farming berbasis komunitas. Kegiatan sosialisasi, motivasi dan pelatihan pembuatan kompos, POC dan budikdamber ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Desember 2022 di Perumahan Jatinegara Baru, Jakarta Timur. Peserta yang hadir dalam kegiatan pelatihan adalah masyarakat dan santri Al Jabar. Hasil dari kegiatan ini sangat baik, yang dibuktikan dengan keberlanjutannya kegiatan pertanian perkotaan mulai dari budidaya sampai pemasaran mingguan dan tetap berlangsung dalam pendampingan. Dari evaluasi menunjukkan, kegiatan yang awalnya hanya difahami oleh peserta sebesar 10%, menjadi 100% dengan nilai “sangat bermanfaat†yang diperoleh oleh peserta, dan pemilihan metode yang diberikan berupa teori dan praktik merupakan metode yang dirasa sangat sesuai untuk peserta.
Kata Kunci: budidaya; pekarangan; pertanian perkotaan; pertanian Berkelanjutan; urban farming
Abstract: Abstract: Based on the results of National Basic Health Research in 2018 according to the proportion of total cholesterol levels in the population aged ≥45 years, 5 stated that as many as ≥10.5% of people had high…
had high cholesterol levels. The factors that cause hypercholesterolemia are nutritional status, especially obesity. Obesity is associated with lipoprotein, decreased High-Density Lipoprotein (HDL), and increased triglycerides and LDL, especially in central obesity. People who have a high percentage of body fat tend to have higher total cholesterol, LDL, and triglycerides compared to people who have normal weight. Nutrition counseling activities are carried out at the Johar Baru District Health Center which will be held on November 7, 2022. Respondents will be given a pre-test form containing 10 true and false statements for 10-15 minutes and then counseling will be carried out through poster media. After that, the respondent was given a post-test form. After 3 days of giving the material, monitoring, and evaluation were carried out on 5 respondents. This Monitoring and Evaluation will be carried out via telephone or the Whatsapp app. Based on the results of bivariate analysis, the results of knowledge obtained were p-value = 0.055 (p-value <0.05) so that it could be concluded that there was no difference in knowledge before and after nutritional education counseling using poster media in PTM patients at the Johar Baru District Health Center, Central Jakarta.
Keywords: cholesterol; fat consumption
Abstrak: Berdasarkan Hasil Riset Kesehatan Dasar Nasional pada tahun 2018 menurut proporsi kadar kolesterol total pada penduduk umur ≥45 tahun, 5 menyebutkan bahwa sebanyak ≥10,5% masyarakat memiliki kadar kolesterol tinggi. Adapun faktor penyebab hiperkolesterolemia adalah status gizi terutama obesitas. Terdapat keterkaitan antara obesitas dengan lipoprotein, peningkatan trigliserida dan LDL, penurunan High Density Lipoprotein (HDL), terutama pada obesitas sentral. Individu dengan persen lemak tubuh yang tinggi cenderung memiliki total kolesterol, LDL dan trigliserida yang lebih tinggi dibandingkan dengan individu dengan berat badan normal. Kegiatan penyuluhan gizi dilakukan di Puskesmas Kecamatan johar Baru yang dilaksanakan pada tanggal 7 November 2022. Responden akan diberikan form pre test yang berisikan 10 pernyataan benar dan salah selama 10-15 menit dan selanjutnya akan dilakukan penyuluhan melalui media poster. Setelah itu responden diberikan form post test. Setelah 3 hari pemberian materi dilakukan monitoring dan evaluasi kepada 5 responden. Monitoring dan Evaluasi ini akan dilakukan melalui telepon ataupun app Whatsapp. Berdasarkan hasil analisis bivariat, didapatkan hasil pengetahuan nilai p value = 0.055 (p-value < 0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan edukasi gizi menggunakan media poster pada pasien PTM di Puskesmas Kecamatan Johar Baru Jakarta Pusat.
Kata kunci: kolesterol; konsumsi lemak
Abstract:Abstract: Barongan Hamlet is part of Donorojo Village, Tegalrejo District, Magelang Regency. In October 2022, Barongan Hamlet is in the top position for the number of stunting cases in the Donorojo Village area. The number…
er of cases of stunting was recorded in 8 children out of 15 children aged < 5 years. In addition, there were 2 pregnant women, one of whom was detected as having KEK (chronic energy deficiency), so that they have the potential to give birth to stunted babies. One of the factors causing stunting is the lack of knowledge about nutrition during pregnancy and toddlerhood. Seeing the potential and natural resources of the Barongan area which is a rural area, the PPMT Team has a program to optimize the potential for local wisdom of family medicinal plants (toga), especially highly nutritious plants and baby/toddler massage. This activity was carried out using educational methods for cadres, youth, pregnant women and mothers of toddlers in Barongan Hamlet about risk factors, causal factors, prevention and management of stunting in the community. PPMT Team will train cadres, pregnant women and mothers of toddlers in utilizing highly nutritious plants that are easily found in the surrounding environment and doing Tui Na massage for toddlers. This activity is expected to support the resolution of stunting cases and prevent the emergence of new stunting cases. The results of the education and training activities carried out are an increase in knowledge about stunting, an increase in skills in empowering highly nutritious plants as a menu variation for toddlers, and skills in practicing Tui Na massage for toddlers.
Keywords: Stunting; Toga; Tui Na massage
Abstrak: Dusun Barongan merupakan bagian dari Desa Donorojo, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang. Pada Oktober 2022, Dusun Barongan berada pada posisi teratas jumlah kasus stunting di wilayah Desa Donorojo. Jumlah kasus stunting tercatat 8 anak dari 15 anak usia < 5 tahun. Selain itu, terdapat 2 ibu hamil yang salah satunya terdeteksi mengalami KEK (kekurangan energi kronis), sehingga berpotensi melahirkan bayi stunting. Salah satu faktor penyebab stunting adalah kurangnya pengetahuan tentang pemenuhan nutrisi di masa kehamilan dan masa balita. Melihat potensi dan sumber daya alam wilayah Barongan yang merupakan wilayah pedesaan, Tim PPMT memiliki program untuk mengoptimalkan potensi kearifan lokal tanaman obat keluarga (toga) khususnya tanaman bergizi tinggi serta pijat bayi/balita. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode edukasi bagi kader, remaja, serta ibu hamil dan ibu balita di Dusun Barongan tentang faktor risiko, faktor penyebab, upaya pencegahan dan tatalaksana stunting di masyarakat. Kemudian, Tim PPMT akan melatih kader, ibu hamil dan ibu balita di Dusun Barongan dalam mendayagunakan tanaman bergizi tinggi yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar dan melakukan pijat Tui Na untuk balita. Hasil dari kegiatan edukasi dan pelatihan yang dilaksanakan adalah peningkatan pengetahuan tentang stunting, dan mendukung penuntasan kasus stunting, pencegahan munculnya kasus stunting yang baru peningkatan ketrampilan dalam pemberdayaan tanaman bergizi tinggi sebagai variasi menu bagi balita dan ketrampilan melakukan pijat Tui Na untuk balita.
Kata kunci: Pijat Tui Na; Stunting; Toga
Abstract:Corona virus (COVID-19) is an infectious disease caused by the SARS-CoV-2 virus. Since the spread of Covid-19, many government agencies in Indonesia have received the impact, including SMK Negeri 2 Tanjungbalai. The spread…
ad of the corona virus has resulted in this school no longer being able to carry out face-to-face learning starting from 2019 to 2022. To anticipate the spread of covid-19 in the SMKN 2 Tanjungbalai area, the community service team designed a security system at the school entrance to anticipate the spread of covid, so that if there are people or vehicles that want to enter the school will be sprayed automatically with disinfectant liquid, besides that the tool can also read the body temperature of visitors. This service uses the consultation and science and technology method, where the service team consults with the school principal about existing problems, namely to anticipate the spread of Covid-19 in the school area. or hands, then the temperature is set at 30 0C and do not water, while if the object does not have a fever, the temperature is in the range of 330C-360C and watering is carried out. Meanwhile for objects with a fever, the temperature is >= 370C and no watering is carried out, and they are not allowed to enter. All module voltages use the 5VDC input voltage, which is supplied from the controller. Meanwhile, the pump voltage uses a 12VDC inverter, which is reduced to 5.68 VDC.
Keywords: automatic disinfectant sprinkler; corona; ultrasonic sensor; microcontrollers
Abstrak: Virus corona (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2. Semenjak penyebaran covid-19 banyak instansi pemerintahan di indonesia yang mendapatkan imbasnya, diantaranya SMK Negeri 2 Tanjungbalai. Meluasnya virus corona mengakibatkan sekolah ini tidak lagi bisa melakukan pembalajaran tatap muka dimulai tahun 2019 sampai dengan 2022. Untuk mengantisipasinya penyebaran covid-19 diwilayah SMKN 2 Tanjungbalai ini, maka tim pengabdian merancang sistem pengaman dipintu masuk sekolah untuk mengantisipasi penyebaran covid, sehingga jika ada orang atau kendaraan yang ingin memasuki sekolah tersebut akan di semprot secara otomatis dengan cairan disinfektan, selain itu alat tersebut juga bisa membaca suhu tubuh pengunjung. Pada pengabdian ini menggunakan metode konsultasi dan ipteks, dimana tim pengabdian berkonsultasi dengan kepala Sekolah tentang masalah yang ada, yaitu untuk mengantisipasi penyebaran covid-19 di area sekolah.. Setelah dilakukan pengujian medapati bahwa Ada 3 kondisi pembacaan objek yaitu, ketika tidak ada objek, atau tangan, maka suhu diseting 30 0C tidak melakukan penyiraman, sementara jika objek tidak demam, suhu di range 330C-360C dan dilakukan penyiraman. Sementara untuk objek yang demam, maka suhu >= 370C dan tidak dilakukan penyiraman, serta tidak diperbolehkan masuk. Seluruh tegangan modul, menggunakan tegangan input 5VDC, yang disupply dari controller. Sementara untuk tegangan pompa menggunakan inverter 12VDC, yang dikecilkan menjadi 5,68 VDC.
Kata kunci : microcontroller; penyiram disinfektan otomatis; sensor ultrasonic; virus corona.