Abstract:Pajak di Indonesia merupakan salah satu sumber pendapatan utama bagi dan memegang peranan penting untuk menggerakkan roda perekonomian negara, belanja negara dan segala bentuk kegiatan yang berhubungan dengan negara. Jika…
a dihitung dalam persentase, pajak menyumbang sekitar 80% dari total pendapatan negara. SAMSAT Payment Point merupakan layanan pengesahan Surat Tanda Nomor Kendaraan, Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor, dan Santunan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas jalan yang tempat pelaksanaannya di luar gedung Kantor Bersama SAMSAT dan masyarakat pemilik kendaraan bermotor dapat melakukan pendaftaran dan pembayaran di tempat yang strategis atau pusat keramaian. SAMSAT Payment Point pada Kabupaten Bondowoso yaitu penerapan Sistem Layanan Online Payment Point pada UPT PPD Bondowoso banyak menggunakan sistem layanan ini, notice dari pelayanan online payment point berkisar 20 hingga 30 notice. Sistem ini sangat membantu dalam membayarkan tagihan pajak tanpa harus mendatangi kantor SAMSAT Bondowoso. Pelayanan ini mempermudah bagi Wajib Pajak (WP) yang bertempat tinggal jauh dari kantor SAMSAT Bondowoso. Payment Point hanya berlaku bagi Wajib Pajak tahunan. Dalam pelaksanaannya, UPT PPD Bondowoso memiliki dua lokasi tempat penerapan payment point yaitu di daerah Wonosari dan Prajekan. Disamping itu juga wajib pajak bisa menggunakan sistem Inovasi Sambel Bajak (Sambil Belanja Bayar Pajak) melalui Indomaret dan Alfamart juga dibeberapa aplikasi pembayaran seperti LinkAja dan Tokopedia.
Abstract:Sistem presensi guru di SMK Islam Darussalam Lombok Barat masih menggunakan metode manual yang memerlukan waktu dan tenaga yang cukup besar serta rentan terhadap kesalahan manusia. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan…
an untuk mengembangkan sistem presensi guru menggunakan kartu RFID berbasis Internet of Things (IoT). Sistem ini terdiri dari beberapa komponen utama, yaitu NodeMCU ESP8266, modul RFID, LCD, dan buzzer. Proses pengembangan sistem dimulai dengan identifikasi kebutuhan melalui interaksi langsung dengan pihak sekolah untuk memahami kebutuhan dan masalah yang ada dalam sistem presensi saat ini. Berdasarkan analisis tersebut, dirancanglah purwarupa sistem presensi yang dapat mendeteksi kartu RFID, menampilkan informasi pada LCD, memberikan notifikasi audio melalui buzzer, serta mengirim data presensi secara otomatis ke Google Spreadsheet untuk pemantauan dan pengelolaan data secara real-time. Hasil uji coba menunjukkan bahwa sistem presensi yang dikembangkan berhasil berfungsi dengan baik. Modul RFID dapat mendeteksi kartu RFID dengan jarak maksimal 5-6 cm. LCD menampilkan informasi identitas guru yang terdaftar dengan jelas, sementara buzzer memberikan notifikasi audio saat kartu RFID terdeteksi. Data presensi juga berhasil dikirim dan ditampilkan secara otomatis di Google Spreadsheet. Meskipun sistem ini telah berfungsi sesuai dengan yang diharapkan, terdapat beberapa saran vii untuk pengembangan lebih lanjut. Penambahan sensor sidik jari atau sensor wajah dapat meningkatkan efisiensi dan keamanan sistem, mengingat kartu RFID dapat saja tertinggal atau hilang. Peningkatan jarak deteksi RFID juga dapat dipertimbangkan untuk kenyamanan pengguna. Dengan demikian, diharapkan sistem ini dapat memberikan solusi yang lebih efisien dan andal dalam mencatat kehadiran guru di SMK Islam Darussalam Lombok Barat.
Abstract:Saat ini belum semua lembaga pendidikan menerapkan sistem informasi akademik, diharapkan dalam waktu dekat sistem informasi akademik pendidikan ini dapat diterapkan di setiap lembaga pendidikan dan menghasilkan aplikasi…
yang benar-benar mendukung fungsi dunia pendidikan pada umumnya. SD N Grugu 03 adalah salah satu lembaga pendidikan di provinsi Jawa Tengah yang saat ini belum memiliki sistem informasi akademik tersediri. Penelitian ini menggunakan metode Waterfall sebagai metode pengembangan sistemnya dimana framework Laravel diterapkan untuk membangun sistem informasi akademik. Hasil penelitian menunjukan bahwa Sistem informasi akademik berbasis web yang dikembangkan dapat mendukung pengelolaan data guru, siswa, mata pelajaran, ruang kelas, jadwal, daftar hadir, dan penilaian siswa. Selain itu, hasil pengujian sistem menunjukan bahwa sistem telah berhasil menerapkan semua fiturnya dengan baik.
Abstract:Bell's palsy, adanya gangguan pada saraf wajah yang bertanggung jawab untuk mengatur ekspresi dan indra peraba pada kulit wajah manusia, mengakibatkan kelumpuhan atau kelemahan sementara pada salah satu bagian otot wajah,…
, yang merupakan gejala klinis mononeuropati (gangguan hanya satu saraf). Kondisi ini mengubah satu sisi wajah, membuatnya tampak melorot (asimetris), namun tidak berpengaruh pada seberapa baik otak atau bagian tubuh lainnya bekerja. Dalam mendiagnosa penyakit ini,biasa pasien berkonsultasi dahulu ke dokter umum, namun jika penyakit yang diderita berat maka dokter umum akan merujuk ke dokter spesialis saraf. Namun demikian,ada beberapa masalah yang dihadapi oleh pasien bell’s palsy yaitu tidak semua orang bisa datang berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis saraf dengan alasan faktor ketidaktahuan pendaftaran sebagai pasien baru, mahalnya biaya konsultasi,dan lama menunggu antrian. Dapat ditarik kesimpulan bahwa sistem kecerdasan buatan diperlukan untuk memfasilitasi pengambilan keputusan yang lebih sederhana dan lebih konsisten. Metode Dempster Shafer akan digunakan oleh sistem pakar untuk mengelola data dan gejala penyakit pasien. Metode Dempster Shafer adalah perhitungan matematika untuk mencari bukti berdasarkan tingkat kepercayaan (belief) dan ketidakpercayaan (plausibility) untuk digunakan dalam menyatukan informasi dan menghitung probabilitas (peluang) suatu peristiwa. Metode Dempster Shafer diuji, dan dibuat diagnosis bell's palsy dengan nilai densitas 80%. Oleh karena itu, pasien dengan bell's palsy dapat didiagnosis dengan metode ini.
Abstract:Abstract: Sipaku Area Village currently has a population of 1963 family cards with a density of 7423 people divided into 8 hamlets. Villages can still register people who do not have an Indonesia Smart Card with the concerned…
erned office by recording the data on the people who have KPS, PKH or SKTM, to get the Indonesia Smart Card (KIP) program, because many people submit applications and there are many criteria that must be taken into account. faced by the Sipaku Area Village Head Office in determining the priority of potential KIP recipients is very difficult, not transparent and inefficient. Therefore, to overcome this problem, it is necessary to have a system for determining the priority of potential KIP recipients by adding some more basic criteria. In this study a decision support system was designed using the AHP (Analitycal Hierarchy Process) method. The results of calculations using the pairwise comparison matrix for the use of criteria show that the most important priority is shown in the status of an active applicant of 0.391, the second priority is the completeness of the files of 0.406, the third priority is the orphanage of 0.095, the fourth priority is parental income of 0.066, and the priority the fifth is a dependent of 0.041. Meanwhile, for alternative use, the data obtained is that the highest value weight determines the recipient of Smart Indonesia Card Assistance (KIP), namely Rizky Amelia Ritonga with a value of 0.171, the second alternative is Rangga Pranata with a value of 0.141 and the third alternative is Elva Radis with a value of 0.124.
Keywords: Smart Indonesian Card Recipients (KIP), AHP Method, PHP and MySQL.
Abstrak: Desa Sipaku Area yang sekarang ini mempunyai jumlah penduduk 1963 kartu keluarga dengan kepadatan 7423 jiwa yang terbagi dalam 8 Dusun. Desa tetap bisa mendaftarkan masyarakat yang tidak memiliki Kartu Indonesia Pintar ke Dinas yang bersangkutan dengan mendata masyarakatnya yang memiliki KPS, PKH atau SKTM, untuk mendapat program Kartu Indonesia Pintar (KIP), karena banyaknya masyarakat mengajukan permohonan dan banyak kriteria yang harus diperhitungkan, sehingga Kendala yang dihadapi oleh pihak Kantor Kepala Desa Sipaku Area dalam menentukan prioritas calon penerima KIP sangat sulit, tidak transparan dan tidak efesien. Oleh Karena itu, untuk mengatasi permasalahan tersebut perlu adanya sistem dalam menentukan prioritas calon penerima KIP dengan menambahkan beberapa kriteria yang lebih mendasar. Pada penelitian ini dirancang sistem pendukung keputusan menggunakan metode AHP (Analitycal Hierarchy Process). Hasil perhitungan menggunakan matrik perbandingan berpasangan untuk penggunaan kriteria menunjukkan bahwa prioritas yang paling utama ditunjukkan pada status Pemohon aktif sebesar 0.391, prioritas kedua yaitu Kelengkanpan Berkas sebesar 0.406, prioritas ketiga yaitu kondisi yatim piatu sebesar 0.095, prioritas keempat yaitu penghasilan orangtua sebesar 0.066, dan prioritas kelima yaitu tanggungan sebesar 0.041 Sedangkan untuk penggunaan alternatif diperoleh data yaitu bobot nilai paling tinggi menentukan Penerima Bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP) yaitu Rizky Amelia Ritonga dengan nilai 0.171, alternatif kedua Rangga Pranata dengan nilai 0.141 dan alternatif ketiga Elva Radis dengan nilai 0.124.
Kata kunci : Penerima Bantuan PIP, Metode AHP, PHP dan MySQL.