Search Articles & Publications

Showing 4184 articles found for "Menu"

Focus Group Discussion Dalam Peningkatan Pengetahuan Kader Untuk Melakukan Penyuluhan Kepada Masyarakat Tentang Pencegahan Stunting Sejak Dini

Ardiana, Anisah, Afandi, Alfid Tri, Rohmawati, Ninna, Masahida, Ardiyan Dwi
Abstract: Abstract: Stunting refers to a chronic undernutrition that make children look smaller than children in their age. In the program of community service, role of cadre (a health volunteer) is very important to disseminate the… he information about stunting to community. Increase cadre’s knowledge and encourage them to be more confidence when giving the information to community about stunting and local food that can meet childreen nutrition requirement to prevent stunting in community. This program is the second year program of community service to continue the evaluation from last year program. This program is specilally for cadre in Sumberkalong village. Each meeting was conducted through focus discussion group about prevention of stunting. Then, cadres disseminated the information to community including, pregnant women, newly marriage couple and toddler moms by visiting their home or door-to-door. There were 10 cadres who participate in the communitity service in the phase of year 1 until year 2 thouroughly. Three cadres were active and often asked some questions during meeting sessions. Some others were active if they were encouraged to ask or to give an opinion. Cadres explained that cadres' knowledge increase after joining several meeting session and focus group discussion. The cadres disseminated the information to the community with confidence. Program of community service which using a focus group discussion is considered effective to increased cadres’ knowledge. Focus group discussion can be employed in encouraging cadres in the community service program. Keywords: cadre’s knowledge;  focus group discussion; stunting. Abstrak: Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada tubuh dan otak yang diakibatkan keadaan kurang gizi dalam waktu yang lama. Sehingga, anak stunted memiliki tubuh yang lebih pendek dari anak normal seusianya. Peran kader kesehatan sangat penting dalam mendesiminasikan informasi kesehatan, termasuk informasi terkait pencegahan stunting anak balita di masyarakat, untuk meningkatkan pengetahuan kader kesehatan dan kemampuan kader kesehatan tentang stunting dan zat gizi lokal yang dapat membantu pemenuhan kebutuhan gizi untuk mencegah stunting di masyarakat. Kegiatan ini merupakan program pengabdian kepada masyarakan tahun ke-2 yang berfokus pada pemberdayaan kader kesehatan Desa Sumberkalong Kecamata Kalisat Kabupaten Jember. Setiap pertemuan kegiatan dilaksanakn Focus Group Discussion (FGD) bersama para kader kesehatan yang membahas pencegahan stunting. Kemudian, kader kesehatan mendesiminasikan informaasi yang telah diperoleh dari tim pelaksana program pengabdian kepada masyarakat, meliputi ibu-ibu yang memiliki anak usia balita, ibu hamil dan pasangan usia subur dengan melakukan kunjungan ke secara door-to-door ke rumah. Terdapat 10 kader kesehatan berpartisipasi dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat tahun ke-1 dan tahun ke-2. Sebanyak 3 kader yang aktif bertanya selama proses pertemuan dengan tim pelaksana pengabdian kepada masyarakat. Sebagain kader bertanya atau memberikan pendapatnya jika diminta. Seluruh kader menyampaikan bahwa pengetahuan kader meningkat selama mengikuti rangkaian pertemuan dan FGD. Kata kunci: Focus Group Discussion (FGD); pengetahuan kader; stunting.

Pelatihan COBRA Sebagai Upaya Meningkatkan Keterampilan Kader Posyandu Lansia Dalam Penanganan Hipertensi

Handayani, Wendy, Pranungsari, Dessy, Dinanti, Putri Ajeng
Abstract: Abstract: The hypertension prevalence in Daerah Istimewa Yogyakarta places second rank of the province with highest cases of hypertension (Kemenkes, 2018). According to the top 10 of diseases visits data from 2 January to&#8230; o 31 December 2020, hypertension prevalence at Puskesmas Danurejan 1 shows the prevalence of the visits’ highest number. Based on this issue, the researchers collaborated with Psychologist of Puskesmas Danureja I to conduct Conscious Breathing (COBRA) Therapy Training, as an effort to improve the skills of elderly Posyandu Cadres to treat hypertension evenly in Tegal Panggung sub-district. The activities in this program are generally divided into five stages, those are : identifying problems occurred in Puskesmas Danurejan I; obtanining information about hypertension cases and treatment carried out by Puskesmas Danurejan I; and trial of Conscious Breathing (COBRA) therapy implementation. The results of the statistical analysis of the pared sample t-test showed a Z score = -3.752a with a value of p = 0.000 (p <0.01). Therefore, it can be concluded that Conscious Breathing (COBRA) therapy training gave an impact on increasing the knowledge of elderly posyandu cadres about hypertension and its treatment.. Moreover, the Elderly Posyandu cadres also actively shared the knowledge to another Elderly Posyandu member. Keywords: conscious breathing; elderly posyandu; hypertension; puskesmas.  Abstract: Prevalensi hipertensi di Daerah Istimewa Yogyakarta menempatkan urutan ke- 2 sebagai provinsi dengan kasus hipertensi tertinggi (Kemenkes, 2018). Prevalensi Hipertensi di Puskesmas Danurejan I menurut data 10 besar kunjungan penyakit pertanggal 2 januari sampai 31 desember 2018 menunjukan prevalensi jumlah kunjungan terbanyak. Hal ini membuat peneliti bekerja sama dengan Psikolog Puskesmas Danureja I melakukan pelatihan terapi Conscious Breathing (COBRA) sebagai upaya peningkatan ketrampilan kader posyandu lansia guna penanganan penyakit hipertensi secara merata di kelurahan Tegal Panggung. Kegiatan yang dilakukan pada program ini secara umum dibagi menjadi lima tahapan yaitu; mengindentifikasi masalah-masalah yang dialami oleh Puskesma Danurejan I, memperoleh informasi mengenai kasus hipertensi dan penanganan yang dilakukan oleh Puskesmas Danurejan I, uji coba pelaksanaan terapi Conscious Breathing (COBRA), Pelatihan terapi Conscious Breathing (COBRA), dan follow up pelatihan yang telah diberikan. Hasil analisis statistik pared sample t-test menunjukan Skor Z = -3.752a dengan nilai p = 0,000 (p < 0,01). Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pelatihan terapi Conscious Breathing (COBRA) terhadap kenaikan pengetahuan kader posyandu lansia terhadap penyakit hipertensi dan penanganannya. Selain itu kader  posyandu lansia juga aktif dalam memberikan ilmu yang didapatkan kepada anggota posyandu lansia. Keywords: conscious breathing; hipertensi; posyandu lansia; puskesmas.

Pelatihan Pembuatan Keripik Daun Kopi Di Desa Cugung Lalang Kecamatan Kepahiang Kabupaten Kepahiang

Herlina, Mety, Syahfitri, Jayanti, Lubis, Rukiah, Sulaiman, Endang, Nopriyeni, Nopriyeni
Abstract: Abstract: So far the coffee commodity is still known as the main ingredient in the manufacture of beverages, namely coffee. Apart from coffee beans, many people in Cugung Lalang Village still do not know the information&#8230; coffee waste can be used in their daily lives. Some examples of the use of coffee waste can be used as compost, besides that coffee leaves can be made into a type of food, namely coffee leaf chips. In general, coffee farmers will routinely maintain post-harvest coffee gardens, namely by trimming coffee leaves. The coffee leaf waste resulting from pruning will only be piled up and left on the plantation. Therefore, this training can be an innovation that can increase the knowledge, skills and independence of community members in entrepreneurship. This of course will support the opening of opportunities to improve the economic level of the community. The results of the training showed that the community was able to make coffee leaf chips. The need for further training on how to package processed coffee leaf chips, so that they are ready to be marketed           Keywords: coffee leaf chips; training   Abstrak: Sejauh ini komoditas kopi masih dikenal sebagai bahan utama dalam pembuatan minuman yaitu kopi. Selain biji kopi masyarakat di Desa Cugung Lalang masih banyak yang belum tahu mengenai informasi bahwa limbah kopipun dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa contoh pemanfaatan limbah kopi yaitu dapat digunakan sebagai pupuk kompos, selain itu daun kopi dapat dibuat jenis makanan yaitu keripik daun kopi. Pada umumnya para petani kopi akan rutin melakukan perawatan kebun pascapanen kopi yaitu dengan melakukan pemangkasan daun kopi. Limbah daun kopi hasil dari pemangkasan ini hanya akan ditumpuk dan dibiarkan di perkebunan. Oleh karena itu, adanya pelatihan ini dapat menjadi suatu inovasi yang dapat meningkatan pengetahuan, keterampilan dan kemandirian warga masyarakat dalam berwirausaha. Hal ini tentunya akan mendukung terbukanya peluang untuk meningkatkan taraf perekonomian masyarakat. Adapun metode yang digunakan yaitu melalui kegiatan sosialisasi dan pelatihan. Hasil dari pelatihan menunjukan bahwa masyarakat mampu membuat olahan keripik daun kopi. Perlunya pelatihan lanjutan mengenai bagiamana pengemasan olahan keripik daun kopi, sehingga siap untuk dipasarkan. Kata kunci: keripik daun kopi; pelatihan

Pemanfaatan Konseling Online Pada Guru SD Di Kalimantan Tengah

Berkat, Berkat, Rhama, Bhayu, Martono, Wahyuni Christiany, Sitio, Elisabeth Fransisca Saragi, Setiawan, Ferry, Saefulloh, Ahmad
Abstract: Abstract.: The current covid-19 pandemic season pays special attention to students who study at home through online methods. The thing of concern is the frequent occurrence of violence in elementary school age children while&#8230; hile studying due to the limitation of parents as substitute teachers during online learning. Parents of students with all their activities are required to help and assist their children in making school work. So the phenomenon that occurs in the field is the uncontrolled control of parental emotions towards children, so that online learning seems to be a frightening specter for elementary students. The purpose of implementing this Online Counseling Guidance is to provide insight to elementary school teachers who are members of the Indonesian Teachers Association (PGRI) Central Kalimantan regarding the mechanism for utilizing counseling which can be done online through the Competency Assessment and Career Development Service Center (PPAKPK) web. The method of implementing this service is carried out online through Conference Via Zoom and tutorials on using the web on a YouTube account which are distributed to Bimtek participants. The results obtained at this Bimtek show that all Bimtek participants are interested in the use of Online Counseling to serve as a means of consulting both students to teachers or guardians of students to teachers or teachers to psychiatrists who can be contacted when the teacher needs student problem solving. Keywords: online counseling; elementary school teacher; central kalimantan   Abstrak: Musim pandemi covid-19 saat ini memberi perhatian khusus bagi para siswa yang belajar di rumah melalui metode daring. Hal yang menjadi perhatian adalah sering terjadinya kekerasan pada anak usia SD saat belajar dikarenakan faktor keterbatasan orang tua sebagai guru pengganti selama pembelajaran daring. Orang tua siswa dengan segala kesibukannya dituntut untuk membantu dan mendampingi anak-anak mereka membuat Pekerjaan Sekolah. Maka fenomena yang terjadi di lapangan adalah pengendalian emosi orang tua yang tidak terkendali kepada anak, sehingga pembelajaran daring terkesan menjadi momok yang menakutkan bagi para siswa SD. Tujuan dari pelaksanaan Bimtek Konseling Online ini adalah untuk memberikan wawasan kepada para Guru SD yang tergabung di dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kalimantan Tengah terkait mekanisme pemanfaatan konseling yang dapat dilakukan secara daring melalui web Pusat Pelayanan Asesmen Kompetensi dan Pengembangan Karir (PPAKPK). Metode pelaksanaan pengabdian ini dilakukan dengan cara daring melalui Conference Via Zoom dan tutorial penggunaan web pada akun youtube yang dibagikan kepada para peserta Bimtek. Hasil yang diperoleh pada Bimtek ini menunjukan bahwa seluruh peserta Bimtek tertarik dengan pemanfaatan Konseling Online untuk dijadikan sebagai sarana konsultasi baik siswa kepada guru ataupun wali murid kepada guru ataupun Guru kepada ahli Psikiater yang dapat dihubungi saat Guru membutuhkan pemecahan masalah siswa. Kata Kunci: konseling online; guru sd; kalimantan tengah

Pelatihan Remaja “Peduli” Sebagai Upaya Preventif Terjadinya Perilaku Bullying Pada Remaja

Rina, Amherstia Pasca, Kusumandari, Rahma, Martin, Ricky Alejandro, Imron, Mohammad Fais
Abstract: Abstract: The large number of bullying cases involving teenagers both as perpetrators and victims shows that intervention is needed to prevent the increasing number of cases. The education process for adolescents will be&#8230; effective if it is carried out by their peers. Therefore, a module is needed to provide education for adolescents so that they can act as counselors for their peers in order to prevent bullying from occurring. The purpose of the community service activities carried out is to implement the Remaja “PEDULI” (Peka, Dukung, Lindungi) program to increase participants' knowledge of bullying and the skills needed as peer counselors.This training was conducted online for 2 meetings and post training assignments. The Remaja “PEDULI” module was developed using the ADDIE approach which consist of analisys, design, develop, implement, and evaluate. The impact of the module implementation was tested using a quasi-experimental method used a single group with a pretest and postest design. Result of data analysis showed that there was differences between mean test scores of participants before and after the training with value of t = -2.921 and value of p = 0.005 (p <0.01). It can be concluded that the Remaja “PEDULI” program is effective in increasing adolescents' knowledge about bullying and skills required as peer counselors.   Keywords: adolescents; bullying; online training             Abstrak: Banyaknya kasus bullying yang banyak melibatkan remaja baik sebagai pelaku maupun korban menunjukkan bahwa dibutuhkan intervensi untuk mencegah meningkatnya jumlah kasus tersebut. Proses edukasi bagi remaja akan efektif apabila dilakukan oleh sebayanya, oleh karena itu diperlukan modul untuk memberikan edukasi berupa pelatihan kepada remaja agar dapat berperan sebagai konselor bagi sebayanya agar dapat mencegah terjadinya bullying.  Tujuan dari kegiatan pengabdian yang dilakukan adalah untuk mengimplementasikan program remaja “PEDULI” (Peka, Dukung, Lindungi) untuk meningkatkan pengetahuan peserta tentang bullying dan ketrampilan yang dibutuhkan sebagai konselor sebaya. Program pelatihan ini dilakukan secara daring selama 2 kali pertemuan dan penugasan pasca pelatihan. Modul pelatihan remaja PEDULI ini disusun menggunakan pendekatan ADDIE, yang terdiri dari 5 tahap, yaitu: analisis, desain, develop, implement, dan evaluate. Media yang digunakan dalam pelatihan ini adalah presentasi, video, dan komik. Dampak dari implementasi modul diuji menggunakan metode eksperimen quasi dengan desain single group with pretest and postest design. Hasil uji beda skor tes pengetahuan pada peserta sebelum dan sesudah pelatihan menghasilkan nilai t = -2,921 dengan nilai p = 0,005 (p<0,01). Dapat disimpulkan bahwa program remaja “PEDULI” efektif untuk meningkatkan pengetahuan remaja rentang bullying dan ketrampilan yang diperlukan sebagai konselor sebaya.   Kata kunci: bullying; pelatihan daring; remaja

Tanggap Siaga Dalam Masa Pandemi Covid-19 Desa Tempursari Kabupaten Magelang

Nuraini, Paramita, Pratiwi, Atri, Gusti, Kevin, Silvita, Novina, Fauziah, Arinda
Abstract: Abstract:Corona virus is a type of influenza virus or a common virus that causes infection of the nose, sinuses or upper throat. The Covid-19 virus in humans is most commonly transmitted from an infected person to another&#8230; r in a number of ways. This virus can be transmitted easily through the air by coughing and sneezing. However, it can also be through direct contact such as shaking hands, touching objects and so on. Indonesia is one of the countries where the spread of the corona 19 virus is relatively fast. This virus also causes the death of victims, therefore education is needed related to preparedness during the Covid 19 Pandemic. This activity was held in Tempursari village, Magelang Regency for 1 month (June 2020) involving 1 assistant lecturer and 4 students of the Guidance and Counseling study program. Muhammadiyah University of Magelang as a companion for counseling and simulations related to proper hand washing and the use of proper masks. This service activity is expected for the community to have insight into the dangers of Covid 19 and have skills related to proper hand washing procedures and the use of proper masks so that they can reduce the spread of Covid 19, especially in Magelang district. Keywords: alert response; covid pandemic 19; wash hands   Abstrak:Virus Corona merupakan sejenis virus influenza atau virus umum yang menyebabkan infeksi pada hidung, sinus atau tenggorokan bagian atas.Virus Covid-19 pada manusia paling umum menular dari orang yang terinfeksi ke orang lain melalui berbagai cara. Virus ini dapat menular dengan mudah melalui udara dengan batuk dan bersin. Namun, bisa juga melalui kontak langsung seperti berjabat tangan, menyentuh benda dan lain sebagainya. Indonesia merupakan salah satu negara yang penyebaran Virus Covid-19 terhitung cepat. Virus ini juga  menyebabkan kematian terhadap korban, karena itu perlu adanya edukasi terkait tanggap siaga dalam masa Pandemi Covid 19. Kegiatan ini dilaksankan di desa Tempursari Kabupaten Magelang selama 1 bulan ( juni 2020) dengan melibatkan 1 dosen pendamping dan  4 mahasiswa program studi Bimbingan dan Konseling Universitas Muhammadiyah Magelang sebagai pendamping penyuluhan dan simulasi terkait cuci tangan yang benar dan penggunaan masker yang tepat. Kegiatan pengabdian ini diharapkan masyarakat memiliki wawasan terkait bahaya covid 19 dan memiliki ketrampilan terkait tata cara cuci tangan yang benar dan penggunaan masker yang tepat sehingga dapat menekan penyebaran Covid-19 khususnya di kabupaten Magelang. Kata kunci: cuci tangan; pandemi covid-19; tanggap siaga

Pelatihan Mendeley dan Grammarly Dalam Penulisan Riset Bagi Mahasiswa Di Kota Palembang

Wulandari, Try, Emilda, Emilda, Lazuarni, Shafiera
Abstract: Abstract: Writing is an activity to express ideas or ideas that are in someone's mind. everyone must have an idea or idea, but not everyone is able to write down these ideas. some even think that writing requires a high&#8230; educational background. students, for example, because they are deemed to have taken higher education and are accused of writing from assignments given by the lecturer. The low number of writers in Indonesia means that scientific publications in Indonesia are still inadequate. In 2019, Indonesia succeeded in publishing the most scientific papers when compared to other ASEAN countries such as Singapore, Malaysia and Thailand. However, this figure is still insufficient, so that efforts are needed to increase the number and quality of good research writing. This activity aims to help make it happen. The target of this activity is students, both from public and private universities in Palembang City. The methods used in this PkM activity were material presentation, practical assistance, and discussion together. Based on the results of the questionnaire answers from 36 participants, the majority of participants agreed that this activity provided new knowledge and information in the topic of research writing. In addition, most of the participants also found this training interesting and made them excited to write a good research. So it can be concluded that the majority of students are not proficient in using Mendeley and Grammarly software and feel that both software can make writing their research easier.    Keywords: grammarly; mendeley; research; training; writing Abstrak: Menulis merupakan suatu kegiatan untuk mengungkapkan gagasan atau gagasan yang ada di benak seseorang. setiap orang pasti punya ide atau ide, tapi tidak semua orang mampu menuliskan ide-ide tersebut. bahkan ada yang beranggapan bahwa menulis membutuhkan latar belakang pendidikan yang tinggi. mahasiswa, misalnya, karena dianggap telah menempuh pendidikan tinggi dan dituduh menulis dari tugas-tugas yang diberikan dosen. Rendahnya jumlah penulis di Indonesia membuat publikasi ilmiah di Indonesia masih kurang mencukupi. Pada tahun 2019, Indonesia berhasil menerbitkan karya ilmiah terbanyak jika dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand. Namun angka tersebut masih belum mencukupi, sehingga diperlukan upaya untuk meningkatkan jumlah dan kualitas penulisan penelitian yang baik. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu mewujudkannya. Sasaran kegiatan ini adalah para mahasiswa, baik dari perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta di Kota Palembang. Metode yang digunakan dalam kegiatan PkM ini adalah Pelatihan. Berdasarkan hasil jawaban kuisioner dari 36 peserta, mayoritas peserta sepakat bahwa kegiatan ini memberikan pengetahuan dan informasi baru dalam topik penulisan penelitian. Selain itu, sebagian besar peserta juga menganggap pelatihan ini menarik dan membuat mereka bersemangat untuk menulis penelitian dengan baik. Maka dapat disimpulkan bahwa mayoritas mahasiswa belum mahir menggunakan software Mendeley dan Grammarly dan merasakan bahwa kedua software tersebut dapat mempermudah penulisan riset mereka. Kata kunci: grammarly; mendeley; pelatihan; penulisan; riset

Desain Pelatihan Menggambar Ornamen Bali Sebagai Implementasi Nilai Pendidikan Agama Hindu

Gunada, I Wayan Agus, Yoga Pramana, Ida Bagus Kade
Abstract: Abstract: The community service part of Tri Dharma Higher Education, through devotion then theory in the education process is implemented through activities in the community that benefit and supports community development.&#8230; t. The purpose of this writing is to describe one of the programs in community service implemented by the Hindu Religious Education Study Program, STAHN Gde Pudja Mataram in Pasraman Amerta Sanjiwani, Rincung Village which is training to draw Balinese ornaments. Hindus in Rincung Village is still bloody and of Balinese descent, so it certainly still brings Balinese culture in the daily life of its people, based on the results of interviews that children know Balinese ornaments but are not yet adept at drawing them so that through the training process of drawing Balinese ornaments on children in Rincung village to introduce and preserve Hindu cultural values namely Balinese ornaments as ancestral art heritage. The methods used in this service include the process of planning implementation and evaluation wherein the planning emphasizes the strengthening of the design of learning design. Based on this devotional activity, it was obtained as a result that the children in the training to draw Balinese ornaments were very enthusiastic and began to generate motivation to continue preserving the cultural heritage of their ancestors. Through training activities on community service, this can be used as insight and source of information and can be resumed in the next devotional activities.   Keywords : learning, drawing, ornament, Hindu, devotion   Abstrak: Pengabdian kepada masyarakat bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, melalui pengabdian maka teori dalam proses Pendidikan  diimplementasikan melalui kegiatan di masyarakat yang bermanfaat dan menunjang pembangunan masyarakat. Tujuan penulisan ini adalah menggambarkan salah satu program dalam pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh program studi Pendidikan Agama Hindu, STAHN Gde Pudja Mataram di Pasraman Amerta Sanjiwani Desa Rincung yaitu pelatihan menggambar ornamen Bali. Umat Hindu di Desa Rincung masih berdarah dan keturunan suku Bali sehingga tentu masih membawa budaya Bali dalam keseharian masyarakatnya, berdasarkan hasil wawancara bahwa anak-anak mengenal ornamen Bali namun belum mahir untuk menggambarnya sehingga melalui proses pelatihan menggambar ornamen Bali pada anak-anak di desa Rincung  untuk mengenalkan dan melestarikan kembali nilai-nilai budaya yang bernuansa Hindu yaitu ornamen Bali sebagai warisan kesenian leluhur. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah meliputi proses perencanaan pelaksanaan dan evaluasi dimana dalam perencanaannya menekankan kepada penguatan perancangan desain pelatihan. Berdasarkan kegiatan pengabdian ini maka didapatkan hasil bahwa anak-anak dalam pelatihan menggambar ornamen Bali sangatlah antusias dan mulai timbul motivasi untuk terus melestarikan warisan budaya leluhurnya. Melalui kegiatan pelatihan pada pengabdian kepada masyarakat ini dapat dijadikan sebagai suatu wawasan dan sumber informasi dan dapat dilanjutkan kembali dalam kegiatan pengabdian selanjutnya.   Kata Kunci : pembelajaran, menggambar, ornamen, hindu, pengabdian

Peningkatan Kualitas Hidup Di Masa Pandemi Covid-19 dengan Penerapan Pola Hidup Sehat

Intan, Tania, Hasanah, Ferli, Wardiani, Sri Rijati, Handayani, Vincentia Tri
Abstract: Abstract: Good living behavior is a community habit that upholds health aspects, such as managing cleanliness and environmental health, maintaining physical and psychological fitness, and providing adequate nutritional intake&#8230; ntake to achieve good health standards. Community Service Activities regarding the culture of healthy living during this pandemic were carried out by a teaching team from the Faculty of Humanities Sciences, Padjadjaran University. The activity method used is education with techniques of extension, consultation, and diffusion of knowledge which are all held virtually. To obtain comprehensive data, the implementation team distributed a questionnaire about the culture of healthy living to the primary target public, namely students of the Faculty, and the secondary target public, namely student families. Activities were carried out in July 2020 in three stages, namely the preparation, implementation, and evaluation stages. The results of the activity showed that PPM activities regarding healthy cultural behavior to the public of students and their families were well organized and following the protocol for preventing the transmission of Covid-19. Also, it is known that the biggest impact of a pandemic is economic.   Keywords: covid-19; culture of healthy living; pandemic; virtual socialization     Abstrak: Perilaku hidup sehat adalah kebiasaan masyarakat yang menjunjung tinggi aspek-aspek kesehatan, seperti pengelolaan kebersihan dan kesehatan lingkungan, menjaga kebugaran fisik dan psikis, serta pemberian asupan nutrisi yang cukup sehingga tercapai standar kesehatan yang baik. Kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat tentang budaya hidup sehat di masa pandemi ini dilakukan oleh tim pengajar dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran. Metode kegiatan yang digunakan adalah pendidikan dengan teknik penyuluhan, konsultasi, dan difusi ilmu pengetahuan yang seluruhnya diselenggarakan secara virtual. Untuk mendapatkan data yang komprehensif, tim pelaksana mendistribusikan angket mengenai budaya hidup sehat pada publik sasaran primer, yaitu mahasiswa, dan publik sasaran sekunder, yaitu keluarga mahasiswa. Kegiatan dilakukan pada bulan Juli 2020 dalam tiga tahap, yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kegiatan PPM mengenai perilaku budaya sehat kepada publik mahasiswa dan keluarganya telah terselenggara dengan baik dan sesuai dengan protokol pencegahan penularan Covid-19. Selain itu diketahui bahwa dampak terbesar dari pandemi adalah ekonomi.   Kata kunci: budaya hidup sehat; Covid-19; pandemic; sosialisasi virtual

IT BASED ENGLISH TRAINING FOR EARLY CHILDHOOD EDUCATION TEACHERS IN BUNTU PANE

Lubis, Iin Almeina, Yuma, Febby Madonna, Putra, Guntur Maha
Abstract: Abstract: The aim of this Community Service is to provide IT-based English language learning media training using Microsoft PowerPoint and make simple videos. This dedication was given to Early Childhood Education Teachers&#8230; rs in the Buntu Pane District. The dedication session consisted of distributing material to participants, stages of making Microsoft PowerPoint, and making simple videos. The model used is the training model, delivering material, question and answer session, and direct practice. In general, participants claimed that the training schedule was appropriate, time was shared (delivering material, demonstrations, questions and answers, and direct practice). The participants of the activity were satisfied with the topic presented and felt that most of the expectations and objectives of the service had been fulfilled. The evaluation results showed that the material presented could be well followed.   Keywords: english language; microsoft powerpoint; early childhood education teachers     Abstrak: Tujuan dari Pengabdian Masyarakat ini adalah memberikan pelatihan media pembelajaran bahasa inggris berbasis IT menggunakan Mcrosoft PowerPoint dan membuat video sederhana. Pengabdian ini diberikan kepada Guru Guru PAUD ( Pendidikan Anak Usia Dini ) Se-Kecamatan Buntu Pane. Sesi Pengabdian terdiri dari membagikan materi kepada peserta, tahapan-tahapan membuat Microsoft PowerPoint, dan membuat video sederhana. Model yang digunakan adalah model pelatihan, menyampaikan materi, sesi tanya jawab, dan praktek langsung. Secara umum, peserta mengklaim bahwa jadwal pelatihan sudah tepat, pembagian waktu ( menyampaikan materi, demonstrasi, tanya jawab, dan praktek langsung). Peserta kegiatan puas dengan topik yang disajikan dan merasa bahwa sebagian besar harapan dan tujuan pengabdian sudah terpenuhi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa materi yang disampaikan dapat diikuti dengan baik.   Kata kunci: bahasa inggris; microsoft powerpoint;  guru pendidikan anak usia dini (PAUD)