Search Articles & Publications

Showing 4583 articles found for "Elit"

Penerapan Metode Simple Additive Weighting Sebagai Strategi Pembinaan Kecerdasan Anak

Sembiring, Muhammad Ardiansyah
Abstract: Abstract: Kindergarten is an early childhood education that has an important role in developing the child's personality and preparing them to enter the next education level. Kindergarten is the first formal education to… enter children aged 4-6 years, until entering primary education. Children at 4-6 years of age usually have problems with non normative behaviors, behavior can be seen from the level of development or have difficulty in adjusting either at study time (concentration) or in play activities at school or at home. To find out whether the child is having problems or not, the educator needs to understand and assess the child's development in all aspects. Decision support system is a system that can be used as a tool to determine the level of intelligence of children by providing an assessment of the child. The method used by the author is the method of Simple Additive Weighting (SAW) or better known as the weighted sum. Output in this method is the values that can provide benefits for researchers in knowing the child's intelligence to be held special coaching for children who have problems in its development. Quick and precise decisions become an important issue in a study. Data analysis is done by comparing between children. The result of SAW method analysis is a conclusion that helps teachers / educators to know the intelligence of their students.   Keywords: decision support system, SAW, kindergarten intelligence.     Abstrak: Taman kanak-kanak merupakan jenjang pendidikan anak usia dini yang memiliki peran penting dalam mengembangkan kepribadian anak serta mempersiapkan mereka untuk memasuki jenjang pendidikan selanjutnya. TK adalah jenjang pendidikan formal pertama yang memasuki anak usia 4-6 tahun, sampai memasuki pendidikan dasar. Anak pada usia 4-6 tahun biasanya memiliki masalah pada prilaku non normatif, prilaku dapat dilihat dari tingkat perkembangannya atau mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri baik pada waktu belajar (konsentrasi) maupun dalam aktivitas bermain disekolah atau dirumah. Untuk mengetahui apakah anak bermasalah atau tidak, pendidik perlu memahami dan memberikan penilaian terhadap perkembangan anak dalam segala aspek. Sistem pendukung keputusan merupakan sistem yang dapat digunakan sebagai alat bantu untuk mengetahui tingkat kecerdasan anak dengan memberikan penilaian terhadap anak tersebut. Metode yang digunakan penulis adalah metode Simple Additive Weighting (SAW) atau yang lebih dikenal dengan penjumlahan berbobot. Output dalam metode ini merupakan nilai-nilai yang dapat memberikan keuntungan bagi peneliti dalam mengetahui kecerdasan anak guna diadakan pembinaan khusus untuk anak-anak tk yang memiliki masalah dalam perkembangannya. Keputusan yang cepat dan tepat menjadi persoalan penting dalam sebuah penelitian. Analisa data dilakukan dengan cara membandingkan antara anak. Hasil dari analisa metode SAW ini menjadi kesimpulan yang membantu guru/pendidik untuk mengetahui tingat kecerdasan anak didiknya.   Kata kunci: sistem pendukung keputusan, SAW, kecerdasan anak TK

Perancangan Aplikasi Interaktif Pembelajaran Cara Perawatan Kesehatan Gigi dan Mulut Berbasis Multimedia

Manurung, Nuriadi
Abstract: Abstract: Education plays an important role in the intellectual life of the nation. So in this case the need of a technology to improve the quality of a school. In addition, it also needs a new and more effective teaching… g and learning system that is very supportive in the quality and quality of teaching and learning in schools, considering the increasingly sophisticated and the development of science and computerized technology. This study discusses about learning media of oral and dental health. This app is designed using Adobe Flash CS3. This application will simplify the learning process and with this application also the learning process become more interesting, fun, and effective and can help the students / i can learn well and fast and can shorten the learning process that has been submitted manually with guide book.The main purpose of designing this learning media is to make new innovations in teaching and learning process in schools, especially primary school students to be more interesting.   Keywords:   learning media, learning, innovation, interesting, fun, adobe flash, multimedia.     Abstrak: Pendidikan sangat berperanan penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.Sehingga dalam hal ini diperlukannya suatu teknologi untuk meningkatkan mutu suatu sekolah. Selain itu juga dibutuhkannya suatu sistem cara belajar mengajar yang baru yang lebih menarik dan efektif yang sangat mendukung dalam kualitas serta mutu belajar mengajar di sekolah, mengingat sudah semakin canggih dan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi komputerisasi. Penelitian ini membahas mengenai media pembelajaran kesehatan gigi dan mulut. Aplikasi ini dirancang dengan menggunakan Adobe Flash CS3. Aplikasi ini akan mempermudah dalam proses belajar mengajar dan dengan aplikasi ini juga proses belajar mengajar jadi lebih menarik, fun, dan efektif serta dapat membantu siswa/i bisa belajar dengan baik dan cepat serta dapat menyingkat waktu proses belajar yang selama ini disampaikan secara manual dengan panduan buku.Tujuan utama perancangan media pembelajaran ini adalah untuk membuat inovasi baru dalam proses belajar mengajar di sekolah khususnya siswa/i sekolah dasar agar lebih menarik.   Kata kunci:  media pembelajaran, belajar, inovasi baru, menarik, menyenangkan, adobe flash, multimedia.

Penentuan Kelayakan Jagung Biji Untuk Pakan Ternak Dengan Metode Fuzzy Saw

Maya, Widiarti Rista, Boy, Ahmad Fitri
Abstract: Abstract: In the decision making process of the feasibility of corn raw materials so far only see the physical raw materials tend to be subjective so that in the  decision making process of the feasibilityof corn raw materials… terials must take a long time , sometimes the decision taken is not appropriate so that this needs to be addressed again for the feasibility of corn raw materials. From the description above need to be made an auxiliary program for decision support system by using fuzzy SAW ( Simple Additive Weighting ) method in determining corn raw material that is acceptable to PT. Charoen Phokpand Indonesia. Program which will be made more to assist manager or staff in taking decision and not replace it. The results of this study are expected to assist managers or staff in making decisions for the process of assessing the feasibility of corn raw materials in PT. Charoen Phokpand Indonesia so as to improve the quality of human resources.             Keywords: corn raw materials, decision support system, fuzzy saw method     Abstrak: Dalam proses pengambilan keputusan kelayakan bahan baku jagung selama ini hanya melihat fisik bahan baku yang cenderung subjektif sehingga dalam proses pengambilan keputusan kelayakan bahan baku jagung harus membutuhkan waktu yang cukup lama, terkadang keputusan yang diambil tidak tepat sehingga hal ini perlu dibenahi lagi untuk proses pengambilan keputusan kelayakan bahan baku jagung. Dari uraian diatas perlu dibuat suatu program bantu untuk sistem pendukung keputusan dengan menggunakan metode fuzzy SAW (Simple Additeve Weighting) dalam menentukan bahan baku jagung yang layak diterima pada PT. Charoen Phokpand Indonesia. Program yang akan dibuat lebih bersifat untuk membantu manager atau staff dalam pengambilan keputusan dan bukan menggantikannya. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat membantu manager atau staff dalam mengambil keputusan untuk proses penilaian kelayakan bahan baku jagung pada PT. Charoen Phokpand Indonesia sehingga dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia.   Kata kunci: Bahan baku jagung, Sistem Pendukung Keputusan, metode fuzzy SAW

sistem informasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Di BPDAS Kota Padang

Anggraeni, Dewi
Abstract: Abstract: Utilization of computer technology in data processing processing of Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai in BPDAS Kota Padang still no. All still done manually so that in making the report requires precision… and a long time. Therefore, the researcher builds a watershed management information system in BPDAS Kota Padang using Visual BasicNet 2012 programming language. By utilizing computerized system is expected to assist the processing of data management of watersheds in BPDAS Padang so that it can produce fast information , precise and accurate.   Keywords: information system, data processing, Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai     Abstrak: Pemanfaatan teknologi komputer dalam proses pengolahan data balai pengelolaan daerah aliran sungai di BPDAS Kota Padang masih belum ada. Semua masih dilakukan secara manual sehingga dalam pembuatan laporan membutuhkan ketelitian dan waktu yang cukup lama. Oleh sebab itu, peneliti membangun suatu sistem informasi pengelolaan daerah aliran sungai di BPDAS Kota Padang dengan menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic Net 2012. Dengan memanfaatkan sistem komputerisasi diharapkan dapat membantu proses pengolahan data pengelolaan daerah aliran sungai di BPDAS Kota Padang sehingga dapat menghasilkan informasi yang cepat, tepat dan akurat.   Kata kunci: sistem informasi, pengolahan data, Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai

Analisis Konten Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi (HOTS) Dalam Buku Matematika Kelas VII Kurikulum Merdeka

Juwita, Nazwa Alyanda Putri, Luri Nursucita, Nita Kurnia Sari, Hera Azhari Bangun, Maisahara Dalimunthe, Elfira Ramhadani
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konten latihan dan soal yang merepresentasikan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) pada buku teks Matematika kelas VII SMP terbitan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset,… et, dan Teknologi sebagai bahan ajar Kurikulum Merdeka. Anifarka & Rosnawati (2023) menyatakan bahwa buku teks yang berkualitas seyogianya mampu memfasilitasi perkembangan kognitif peserta didik selaras dengan capaian pembelajaran yang ditetapkan. Metode yang diterapkan dalam kajian ini adalah analisis isi dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Instrumen analisis merujuk pada dimensi kognitif C4 (Menganalisis), C5 (Mengevaluasi), dan C6 (Menciptakan) berdasarkan revisi taksonomi Bloom oleh Anderson & Krathwohl (2001). Temuan penelitian mengindikasikan bahwa dari total 485 butir soal dan aktivitas yang tersebar pada enam bab, sebanyak 147 butir (30,31%) tergolong dalam kategori HOTS. Distribusi HOTS tertinggi ditemukan pada Bab 5 tentang Persamaan dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel (38,46%), sedangkan terendah pada Bab 1 tentang Bilangan (22,80%). Level kognitif yang paling dominan adalah C4-Menganalisis (58,50%), diikuti C5-Mengevaluasi (28,57%), dan C6-Mencipta (12,93%). Temuan ini mengindikasikan bahwa buku teks Kurikulum Merdeka telah mengintegrasikan HOTS secara lebih sistematis dibandingkan kurikulum sebelumnya (Fanani, 2018)meskipun proporsinya perlu ditingkatkan untuk memenuhi tuntutan pembelajaran abad ke-21. This study aims to analyze the content of exercises and questions representing higher-order thinking skills (HOTS) in the Mathematics textbook for grade VII junior high school published by the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology as teaching materials for the Independent Curriculum. Anifarka & Rosnawati (2023) stated that a quality textbook should be able to facilitate students' cognitive development in line with the established learning outcomes. The method applied in this study is content analysis with a qualitative descriptive approach. The analysis instrument refers to the cognitive dimensions C4 (Analyzing), C5 (Evaluating), and C6 (Creating) based on the revised Bloom's taxonomy by Anderson & Krathwohl (2001). The research findings indicate that of a total of 485 questions and activities spread across six chapters, 147 items (30.31%) are classified as HOTS. The highest HOTS distribution was found in Chapter 5 on Linear Equations and Inequalities with One Variable (38.46%), while the lowest was in Chapter 1 on Numbers (22.80%). The most dominant cognitive level is C4-Analyzing (58.50%), followed by C5-Evaluating (28.57%), and C6-Creating (12.93%). This finding indicates that the Independent Curriculum textbooks have integrated HOTS more systematically than the previous curriculum (Fanani, 2018), although the proportion needs to be increased to meet the demands of 21st-century learning. 

Analisis Pemahaman Konsep Pecahan Pada Siswa Kelas IV SD Negeri 010091 Kisaran Baru

Fiqih Andrian Nasution, Sakila Azria Fitri, Khairunisa, Resi Azzahra Natasya Asmadita, Juliyani Safika Dewi, Elfira Rahmadani
Abstract: Pecahan merupakan salah satu materi matematika yang penerapannya sering dijumpai dalam kegiatan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan mengukur sejauh mana siswa kelas IV SD Negeri 010091 Kisaran Baru memahami konsep pecahan.… han. Metode yang digunakan berbentuk deskriptif kualitatif dengan melibatkan 26 siswa sebagai subjek kajian. Data dihimpun melalui empat cara, yakni tes, pengamatan, wawancara, dan penelusuran dokumen. Hasil kajian memperlihatkan bahwa pemahaman siswa atas konsep pecahan tergolong masih rendah, dibuktikan oleh angka ketuntasan belajar yang hanya menyentuh 23,07%. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh sejumlah hal, di antaranya lemahnya penguasaan dasar pecahan, rendahnya keterlibatan siswa saat belajar, serta metode pengajaran yang belum diterapkan secara maksimal. Mengacu pada hasil tersebut, diperlukan strategi pembelajaran yang lebih interaktif untuk mendorong peningkatan pemahaman siswa terhadap pecahan. Fraction is a fundamental mathematical topic that frequently appears in everyday situations. This study set out to examine how well fourth-grade students at SD Negeri 010091 Kisaran Baru grasp the concept of fractions. A qualitative descriptive design was employed, with 26 students taking part as participants. Four data-gathering techniques were used: testing, observation, interviews, and document review. Findings revealed that students’ grasp of fraction concepts was still limited, shown by a completion rate of only 23,07%. Several factors contributed to this outcome, among them a weak foundation in basic fraction concepts, low student involvement during lessons, and teaching methods that had not been optimally applied. Based on these findings, more interactive learning strategies are needed to help strengthen students’ conceptual grasp of fractions.

Perancangan Sistem Informasi Absensi Magang Berbasis Web HADIR.in Pada Sekretariat DPRD Provinsi Jambi

Yayan Agusdi, Intan Rhamadani, Rifqi Ziyad Fulvian.H, Nova Wijaya, Achmad Reza Dzurryyatul Asy’ari, Naila Zuhrotul Hapsari, Soli Amalia Rahmadhani
Abstract: Pecahan merupakan salah satu materi matematika yang penerapannya sering dijumpai dalam kegiatan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan mengukur sejauh mana siswa kelas IV SD Negeri 010091 Kisaran Baru memahami konsep pecahan.… han. Metode yang digunakan berbentuk deskriptif kualitatif dengan melibatkan 26 siswa sebagai subjek kajian. Data dihimpun melalui empat cara, yakni tes, pengamatan, wawancara, dan penelusuran dokumen. Hasil kajian memperlihatkan bahwa pemahaman siswa atas konsep pecahan tergolong masih rendah, dibuktikan oleh angka ketuntasan belajar yang hanya menyentuh 23,07%. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh sejumlah hal, di antaranya lemahnya penguasaan dasar pecahan, rendahnya keterlibatan siswa saat belajar, serta metode pengajaran yang belum diterapkan secara maksimal. Mengacu pada hasil tersebut, diperlukan strategi pembelajaran yang lebih interaktif untuk mendorong peningkatan pemahaman siswa terhadap pecahan. Fraction is a fundamental mathematical topic that frequently appears in everyday situations. This study set out to examine how well fourth-grade students at SD Negeri 010091 Kisaran Baru grasp the concept of fractions. A qualitative descriptive design was employed, with 26 students taking part as participants. Four data-gathering techniques were used: testing, observation, interviews, and document review. Findings revealed that students’ grasp of fraction concepts was still limited, shown by a completion rate of only 23,07%. Several factors contributed to this outcome, among them a weak foundation in basic fraction concepts, low student involvement during lessons, and teaching methods that had not been optimally applied. Based on these findings, more interactive learning strategies are needed to help strengthen students’ conceptual grasp of fractions. 

Keanekaragaman Jenis Tumbuhan Paku (Pteridophyta) Di Desa Terentang Baru Kecamatan Batin XXIV Jambi

Try Susanti, Nabilah Putri Ramadhani, Sabila Khairunnisa, Sifa Nailatu Zahro
Abstract: Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis tumbuhan paku (Pteridophyta) dan tingkat keanekaragamannya di Desa Terentang Baru, Kecamatan Batin XXIV, Jambi. Penelitian dilaksanakan pada Mei 2026 menggunakan metode survei… vei eksploratif dengan teknik purposive sampling dan metode jelajah. Hasil penelitian menemukan 10 spesies tumbuhan paku yang tergolong dalam 9 genus dan 8 famili. Nilai indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H') sebesar 2,18 (kategori sedang) dan indeks kemerataan (E) sebesar 0,95 (kategori tinggi). Kondisi lingkungan berupa suhu 28°C, kelembapan 82%, pH tanah 6,4, dan intensitas cahaya 1.200 Lux mendukung pertumbuhan tumbuhan paku. Keanekaragaman tumbuhan paku di lokasi penelitian tergolong cukup baik dan berpotensi menjadi data dasar inventarisasi flora lokal serta konservasi keanekaragaman hayati. This study aimed to identify fern (Pteridophyta) species and determine their diversity level in Terentang Baru Village, Batin XXIV District, Jambi. Conducted in May 2026 using an exploratory survey, purposive sampling, and roaming methods, the study identified 10 fern species belonging to 9 genera and 8 families. The Shannon-Wiener diversity index (H') was 2.18 (moderate), while the evenness index (E) was 0.95 (high). Environmental conditions, including a temperature of 28°C, humidity of 82%, soil pH of 6.4, and light intensity of 1,200 Lux, supported fern growth. The findings indicate relatively good fern diversity and provide baseline data for local flora inventory and biodiversity conservation.

ANALISIS YURIDIS AMBIGUITAS REGULASI PENGELOLAAN WAKAF UANG MELALUI PLATFORM CROWDFUNDING DI INDONESIA: PERSPEKTIF HUKUM POSITIF DAN HUKUM ISLAM

Rais Muqsith Araia, Maulana Al Khair, Muhammad Muhibban
Abstract: Perkembangan teknologi finansial telah melahirkan inovasi penghimpunan dana sosial Islam, salah satunya melalui platform crowdfunding untuk wakaf uang (cash waqf). Di Indonesia, praktik ini menjanjikan akselerasi potensi… wakaf yang sangat besar. Namun, terdapat gap dan ambiguitas regulasi antara hukum positif dengan dinamika fikih kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode yuridis-normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan konseptual (conceptual approach). Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi eksis belum sepenuhnya memitigasi risiko hukum terkait legalitas platform non-Nazhir sebagai intermediary, perlindungan konsumen (wakif), dan kejelasan skema potongan biaya platform. Diperlukan harmonisasi regulasi yang integratif antara Badan Wakaf Indonesia (BWI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) guna menciptakan kepastian hukum dan menjaga akuntabilitas pengelolaan wakaf uang digital di Indonesia.

Wawasan Al-Qur'an Tentang Lingkungan Hidup

Nana Nur Zulaikha, Hasyim Haddade, Hamka Ilyas
Abstract: Artikel ini mengkaji wawasan Al-Qur'an tentang lingkungan hidup melalui pendekatan tafsir tematik (tafsir maudhu'i). Penelitian ini berangkat dari keprihatinan mendalam terhadap krisis lingkungan global yang semakin mengancam… ancam keberlangsungan kehidupan di bumi. Al-Qur'an sebagai kitab suci yang bersifat universal dan komprehensif telah memberikan perhatian yang sangat serius terhadap persoalan lingkungan jauh sebelum isu ini menjadi perhatian dunia modern. Melalui telaah sejumlah ayat kunci, artikel ini membuktikan bahwa Al-Qur'an mengandung wawasan ekologis yang kaya, meliputi: prinsip penciptaan alam sebagai tanda-tanda kebesaran Allah (ayat kawniyyah), konsep manusia sebagai khalifah beserta tanggung jawab ekologisnya, larangan tegas terhadap kerusakan lingkungan (fasad fi al-ardh), perintah menjaga keseimbangan ekosistem (mizan), serta panduan etis dalam memanfaatkan sumber daya alam.