Search Articles & Publications

Showing 274 articles found for "Ruang"

Implementasi Kebijakan Pengelolaan Tanah Desa untuk Pengembangan Ekonomi Kreatif: Studi pada Desa Palasari Kecamatan Cijeruk Kabupaten Bogor

Ahmad Hoerudin, Rusliandy, Agus Suarman Sudarsa
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan pengelolaan tanah inventaris desa dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif di Desa Palasari, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor. Meskipun desa memiliki… ki aset tanah strategis, pemanfaatannya belum optimal dalam menghasilkan nilai ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dengan melibatkan aparatur desa, tokoh masyarakat, dan pelaku ekonomi kreatif. Analisis menggunakan model implementasi kebijakan Edward III yang meliputi komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan belum berjalan efektif akibat keterbatasan komunikasi, rendahnya kapasitas sumber daya manusia, belum adanya standar operasional prosedur, serta lemahnya koordinasi kelembagaan. Pemanfaatan tanah desa masih bersifat konvensional dan belum mendukung pengembangan ekonomi kreatif secara sistematis. Namun demikian, terdapat potensi besar untuk mengembangkan sentra UMKM, ruang kreatif, dan kawasan wisata berbasis aset desa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan kapasitas kelembagaan, penyusunan regulasi yang jelas, dan perencanaan strategis diperlukan untuk mengoptimalkan tanah desa sebagai penggerak pembangunan ekonomi lokal dan peningkatan Pendapatan Asli Desa secara berkelanjutan.

Mistisisme Maskulin dan Spiritualitas Feminin: Reinterpretasi Metafora Gender dalam Teks Tasawuf Klasik dan Kontemporer

Moh. Hasan Fauzi, Aina Noor Habibah, Misbachul Munir, Bayu Fermadi, Akhmad Ali Said, Moch. Bashori Alwi, Yuni Pangestutiani, Nur Rahma Shanty
Abstract: Artikel ini mengkaji metafora gender dalam teks tasawuf klasik dan kontemporer dengan menempatkannya dalam kerangka hermeneutik-filosofis. Berangkat dari kritik terhadap pembacaan patriarkal yang cenderung memahami gender… r secara biologis dan hierarkis, penelitian ini menegaskan bahwa dalam tradisi tasawuf, kategori maskulin dan feminin berfungsi sebagai prinsip metafisik dan kosmologis yang bersifat simbolik dan komplementer. Melalui analisis terhadap pemikiran Ibn ʿArabī, khususnya konsep wahdat al-wujud dan gagasan keperempuanan ilahi, artikel ini menunjukkan bahwa tasawuf mengafirmasi kesetaraan spiritual antara laki-laki dan perempuan. Pembacaan ini kemudian didialogkan dengan reinterpretasi feminis kontemporer, terutama melalui kontribusi Saʿdiyya Shaikh, serta konteks keindonesiaan melalui gagasan sufisme-feminisme KH. Husein Muhammad. Hasil kajian menunjukkan bahwa tasawuf menyediakan ruang hermeneutik yang signifikan untuk mendekonstruksi hierarki gender yang terbangun dalam historiografi dan praktik keagamaan Islam. Meskipun demikian, artikel ini juga menyoroti tantangan pembacaan feminis tasawuf, terutama risiko romantisasi tradisi dan ketegangan antara universalisme spiritual dan realitas sosial. Dengan demikian, tasawuf dipahami tidak hanya sebagai praktik spiritual individual, tetapi juga sebagai sumber etis dan epistemik yang relevan bagi pengembangan wacana keadilan gender dalam Islam kontemporer.

Dekonstruksi Metafora Gender dalam Tasawuf Klasik: Membaca Ulang Narasi Emansipatif dalam Karya Ibnu ‘Arabi, Rumi, dan Al-Ghazali

Bayu Fermadi, Yuni Pangestutiani, Misbachul Munir, Aina Noor Habibah, Moh. Hasan Fauzi, Akhmad Ali Said, Moch. Bashori Alwi, Ali Asfiyak
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendekonstruksi representasi gender dalam teks-teks tasawuf klasik melalui pendekatan hermeneutika kritis. Fokus utama adalah mengungkap potensi narasi spiritual non-patriarkal… rkal yang tersembunyi di balik metafora gender yang kompleks dalam karya tiga tokoh sentral: Ibnu ‘Arabi, Jalaluddin Rumi, dan Al-Ghazali. Penelitian menggunakan metode analisis teks kualitatif dengan pendekatan hermeneutika dekonstruktif. Sumber data primer meliputi karya fundamental ketiga tokoh, yaitu Al-Futuhat al-Makkiyyah dan Fusus al-Hikam (Ibnu ‘Arabi), Masnavi-ye Ma’navi (Rumi), serta Ihya’ ‘Ulum al-Din dan Mishkat al-Anwar (Al-Ghazali). Analisis dilakukan melalui eksplorasi tekstual, dekonstruksi binarisme gender, dan kontekstualisasi kritis terhadap realitas sosial-historis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tasawuf klasik mengandung dualitas mendasar antara semesta metafora spiritual yang transformatif dan realitas institusional yang patriarkal. Ibnu ‘Arabi menawarkan landasan ontologis egaliter melalui konsep Wahdat al-Wujud, yang meruntuhkan hierarki esensial gender. Rumi menggunakan metafora erotis yang ambigu untuk mengaburkan batas gender dan mensakralkan sifat feminin. Sementara itu, Al-Ghazali memperlihatkan kontradiksi internal antara wacana normatif patriarkal dalam Ihya’ dan visi kosmologis inklusif dalam Mishkat. Tasawuf klasik bukanlah monolit patriarkal, melainkan medan wacana yang kaya akan potensi dekonstruktif terhadap binarisme gender. Pembacaan kritis terhadap metafora gender dalam karya ketiga tokoh ini mengungkap “arsip internal” yang dapat mendukung spiritualitas non-biner dan emansipatif. Namun, potensi ini sering terbelenggu oleh struktur institusional dan pembacaan dominan yang patriarkal. Penelitian ini menyoroti pentingnya hermeneutika kritis dalam membuka ruang penafsiran yang lebih adil gender dalam tradisi intelektual Islam.

Adaptasi Nilai-Nilai Tasawuf di Ruang Digital: Analisis Etika Ikhlas, Sabar, dan Tawadhu' dalam Komunikasi Media Sosial

Nur Rahma Shanty, Ali Asfiyak, M. Sirojudin Alfin Abas, Siti Isti’anah, M. Romadhon, Chafidz Kusnindar
Abstract: Perkembangan media sosial di era digital telah membawa perubahan signifikan dalam pola komunikasi masyarakat, namun sekaligus melahirkan berbagai problem etika seperti ujaran kebencian, disinformasi, performativitas religius,… gius, dan polarisasi sosial. Berbagai pendekatan normatif, hukum, dan teknis yang ada dinilai belum sepenuhnya mampu menyentuh akar persoalan etika komunikasi digital yang bersifat batiniah dan spiritual. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis relevansi dan adaptasi nilai-nilai tasawuf, yaitu ikhlas, sabar, dan tawadhu, sebagai fondasi etika komunikasi digital yang kontekstual dan aplikatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan atau library research, melalui analisis deskriptif-analitis dan normatif-konseptual terhadap literatur tasawuf klasik dan kontemporer serta kajian etika komunikasi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai ikhlas berperan dalam membangun orientasi komunikasi yang berlandaskan kejujuran dan kemaslahatan, sabar berfungsi sebagai mekanisme pengendalian emosi dan ketahanan moral dalam merespons konflik serta arus disinformasi, sementara tawadhu mendorong sikap kerendahan hati epistemik dan dialog yang inklusif di ruang digital. Integrasi ketiga nilai tersebut membentuk kerangka etika komunikasi digital berbasis tasawuf yang bersifat holistik, spiritual, dan humanis. Meskipun menghadapi tantangan struktural akibat logika algoritmik dan budaya popularitas media sosial, pendekatan tasawuf menawarkan kontribusi penting dalam membangun komunikasi digital yang lebih beradab, bermakna, dan bertanggung jawab.

PENERTIBAN PEDAGANG KAKI LIMA DI KOTA PEKANBARU

Elsya Nur Fadilla, Emmanuela Kezia, Elly Nielwaty
Abstract: Penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kota Pekanbaru merupakan upaya pemerintah untuk menciptakan ketertiban umum, kenyamanan, dan keindahan kota. Kota Pekanbaru mengalami pertumbuhan penduduk yang pesat yang menyebabkan… n meningkatnya jumlah PKL yang berjualan tidak pada tempat yang telah ditentukan, sehingga menimbulkan berbagai permasalahan seperti kemacetan lalu lintas, kebersihan, dan ketertiban umum. Pemerintah Kota Pekanbaru mengeluarkan Peraturan Daerah No. 13 Tahun 2021 tentang Ketertiban Umum sebagai dasar hukum untuk mengatur keberadaan PKL agar tidak mengganggu ketertiban umum dan memberi ruang yang adil bagi pedagang serta masyarakat. Regulasi ini diharapkan dapat menyeimbangkan aspek ekonomi dan sosial melalui penertiban yang berkelanjutan dan humanis, dengan melibatkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan para pedagang. Penertiban ini difokuskan pada penataan PKL secara terencana guna mendukung pembangunan kota yang berkelanjutan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Pekanbaru.

PEMANFAATAN MEDIA KONKRET DALAM PEMBELAJARAN BANGUN RUANG DI SEKOLAH DASAR

Nabila Cinta Pradana Tanjung, Safrida Napitupulu, Nurjannah, Ramadhani, Sutarini
Abstract: Studi ini meneliti pengaruh penggunaan media konkret dalam pembelajaran geometri spasial terhadap peningkatan hasil belajar kognitif siswa. Media konkret, berupa model fisik tiga dimensi geometri spasial, digunakan untuk… membantu siswa memvisualisasikan dan lebih memahami konsep geometri. Studi ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana penggunaan benda konkret dapat membantu siswa memahami konsep volume, serta bagaimana pengaruhnya terhadap keterlibatan dan motivasi siswa. Studi ini bertujuan untuk meneliti penggunaan benda konkret dalam pembelajaran volume geometri spasial sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman siswa sekolah dasar. Makalah ini bertujuan untuk menganalisis pengenalan media pembelajaran dalam materi geometri spasial di kelas atas sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka melalui data dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa seringkali bingung dengan unsur-unsur geometri spasial, seperti rusuk, sisi, dan jaring.

ANALISIS KONSEPTUAL MATERI JARING JARING KUBUS DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI MAHASISWA PGSD

Tarimoi, Safrida Napitupulu, Sutarini, Sujarwo, Putri Juwita
Abstract: Pembelajaran jaring-jaring kubus di sekolah dasar sering berfokus pada hafalan bentuk tanpa pendalaman konsep dan keterkaitannya dengan konteks kehidupan sehari-hari. Kesenjangan (gap) ini menyebabkan peserta didik kurang… g memahami hubungan antara bentuk dua dimensi dan bangun ruang kubus secara utuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara konseptual materi jaring-jaring kubus serta mengidentifikasi relevansinya dalam kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif deskriptif, melalui telaah buku ajar, jurnal ilmiah, dan sumber teoretis yang relevan tanpa melakukan penelitian lapangan atau observasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara matematis terdapat 11 bentuk jaring-jaring kubus yang berbeda, masing-masing memiliki enam sisi berbentuk persegi yang saling terhubung dan dapat dilipat membentuk kubus sempurna. Secara kontekstual, konsep ini ditemukan pada kemasan berbentuk kubus seperti kotak kado, dadu, dan kotak penyimpanan. Pemahaman konseptual yang menekankan visualisasi, proses melipat, dan keterkaitan dengan benda nyata terbukti memperkuat kemampuan spasial dan berpikir logis siswa. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa analisis konseptual jaring-jaring kubus yang dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari dapat meningkatkan pemahaman bermakna tanpa harus melalui penelitian empiris langsung.

HUBUNGAN PEMAHAMAN BANGUN DATAR TERHADAP KONSEP PRISMA DAN LIMAS DI SEKOLAH DASAR

Indry Ayu Lizahra, Safrida Napitpulu, Dinda Yarshal, Lia Afriyanti Nasution, Nazriani Lubis
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pemahaman bangun datar dengan pemahaman konsep prisma dan limas pada siswa sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional.… al. Subjek penelitian adalah siswa kelas V atau VI sekolah dasar yang telah mempelajari materi bangun datar dan bangun ruang sisi datar. Instrumen penelitian berupa tes pemahaman konsep yang terdiri atas dua bagian, yaitu tes pemahaman bangun datar dan tes pemahaman prisma serta limas. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment serta analisis deskriptif untuk menggambarkan tingkat penguasaan masing-masing variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa telah mampu mengidentifikasi bangun datar dengan baik, namun pemahaman mereka masih cenderung bersifat prosedural. Pada materi prisma dan limas, siswa mengalami kesulitan terutama dalam menentukan luas alas yang berpengaruh pada perhitungan luas permukaan dan volume. Hasil uji korelasi menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara pemahaman bangun datar dan pemahaman konsep prisma serta limas. Temuan ini mengindikasikan bahwa penguasaan konsep bangun datar merupakan prasyarat fundamental dalam memahami bangun ruang sisi datar. Oleh karena itu, pembelajaran geometri di sekolah dasar perlu dirancang secara bertahap, sistematis, dan terintegrasi agar pemahaman konseptual siswa berkembang secara optimal.

Pengukuran Baku dan Tak Baku dalam Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar Kelas III serta Implementasinya dalam Kehidupan Sehari-hari

Naila Syahira Simatupang, Safrida Napitupulu, Sukmawarti, Hidayat, Sujarwo
Abstract: Pada Penelitian ini akan membahas tentang bagaimana peran pengukuran baku dan tak baku didalam pembelajaran matematika sekolah dasar serta dalam penerapannya di kehidupan sehari-hari. Para Peserta didik sekolah dasar sering… ing mengalami kesulitan tentang bagaimana dalam memahami konsep pengukuran, khususnya dalam membedakan antara tingkat ketelitian dan konsistensi antara satuan baku dan tak baku. Didalam Penelitian ini juga digunakan untuk tujuan dalam mendeskripsikan antara perbedaan pengukuran baku dan tak baku, fungsinya dalam pembelajaran, serta contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui kegiatan praktik pengukuran dan analisis reflektif. Didalam hasil penelitian ini menunjukkan tentang satuan tak baku seperti jengkal dan langkah membantu siswa memahami konsep panjang secara konkret dan kontekstual. Sementara itu, dalam satuan baku seperti meter dan sentimeter memberikan hasil yang lebih akurat, konsisten, dan dapat dibandingkan setiap orang. Contoh dalam kehidupan sehari-hari antara lain mengukur meja dengan jengkal, memperkirakan jarak dengan langkah, serta mengukur kain atau ruangan dengan meteran. Simpulan penelitian menegaskan bahwa integrasi kedua jenis satuan dalam pembelajaran dapat memperkuat pemahaman konsep dan mengaitkan matematika dengan pengalaman nyata siswa.

ETNOMATEMATIKA DALAM RUMAH ADAT BATAK SIMALUNGUN SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL

Julaika Syifa Anindya, Safrida Napitupulu, Dalimawaty Kadir, Arrini Shabrina Anshor, Lia Afriyanti Nasution
Abstract: Rumah adat merupakan wujud konkret dari sistem pengetahuan lokal yang berkembang dalam suatu masyarakat. Di dalamnya terkandung nilai budaya, filosofi hidup, serta prinsip-prinsip ilmiah yang diwariskan secara turun-temurun.… run. Salah satu warisan budaya yang sarat dengan makna filosofis dan matematis adalah Rumah Bolon Simalungun, rumah adat masyarakat Batak Simalungun di Sumatera Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keterkaitan antara budaya dan matematika yang tercermin dalam struktur, bentuk, pola bangunan, serta fungsi sosial Rumah Bolon Simalungun melalui pendekatan etnomatematika. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa studi literatur dan analisis dokumen mini project. Hasil kajian menunjukkan bahwa Rumah Bolon Simalungun mengandung konsep-konsep matematika seperti bangun datar, bangun ruang, simetri, proporsi, trigonometri, dan pengukuran yang relevan untuk diintegrasikan dalam pembelajaran matematika kontekstual di sekolah. Dengan demikian, rumah adat tidak hanya berfungsi sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai sumber belajar yang bermakna dalam mendukung pembelajaran matematika berbasis budaya lokal.