Abstract:Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pemahaman konsep tabayun dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di era digital yang sarat informasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat pemahaman…
man peserta didik jenjang SMP di Lembang terhadap konsep tabayun serta mengidentifikasi upaya penguatan sikapnya. Penelitian ini menggunakan metode studi lapangan dengan pendekatan kuantitatif dan teknik penganalisisan data secara deskriptif kualitatif. Data utama yang dianalisis dalam penelitian ialah angket pertanyaan yang disebarkan melalui Google Form. Hasil penelitian menunjukkan enam temuan utama: (1) tingkat pemahaman secara umum berada pada kategori sedang (±70%); (2) aspek kehati-hatian dan tidak tergesa-gesa tergolong baik (±70%); (3) aspek ketelitian dalam menerima informasi berada pada kategori sedang (±62%); (4) aspek tidak mencampuradukkan kebenaran dan kebatilan berada pada kategori baik (±66%); (5) faktor pendukung meliputi peran guru, pembelajaran kontekstual, dan kesadaran awal siswa (±75%); (6) faktor penghambat berupa rendahnya kemampuan verifikasi dan pengaruh media digital (±60%). Penelitian ini merekomendasikan penerapan pembelajaran berbasis kasus, penguatan literasi digital, dan pembiasaan nilai tabayun dalam kehidupan sehari-hari. Keterbatasan penelitian ini terletak pada penggunaan teknik analisis dan belum dikolaborasikannya aplikasi pendukung penganalisisan.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hadis tentang larangan berbuat zalim dalam kerangka keadilan sosial melalui pendekatan interdisiplin yang meliputi perspektif sosiologi, filsafat, dan maqāṣid al-syarī‘ah. Desain penelitian…
sain penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), di mana sumber data utama berupa hadis dalam Shahih Muslim beserta syarahnya, serta didukung oleh literatur ilmiah dari bidang sosiologi, filsafat, dan ushul fikih. Mekanisme pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran, seleksi, dan analisis kritis terhadap sumber-sumber yang relevan, kemudian diolah dengan teknik analisis deskriptif-analitis untuk menemukan keterkaitan makna hadis dengan konsep keadilan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larangan berbuat zalim dalam hadis memiliki dimensi luas, mencakup aspek moral, sosial, dan normatif, yang berfungsi menjaga keseimbangan kehidupan manusia. Pembahasan mengungkap bahwa keadilan sosial tidak hanya dipahami sebagai prinsip etis, tetapi juga sebagai sistem yang menopang keteraturan masyarakat, menjamin distribusi hak secara proporsional, serta mewujudkan kemaslahatan melalui perlindungan jiwa dan harta. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi tiga perspektif keilmuan dalam membaca hadis secara tematik sehingga menghasilkan pemahaman yang lebih komprehensif dan kontekstual. Implikasi penelitian ini bagi dunia pendidikan adalah memberikan kerangka analisis yang lebih luas dalam studi hadis, khususnya dalam mengaitkan teks keagamaan dengan realitas sosial, sehingga dapat dijadikan referensi bagi penelitian lanjutan yang mengembangkan pendekatan interdisiplin dalam kajian keislaman.
Abstract:Dalam Perjanjian Baru (PB) terdapat empat kata yang digunakan untuk istilah kasih. Kata-kata tersebut adalah cinta storge (cinta orang tua kepada anak-anaknya), cinta Eros (cinta asmara), cinta philia (cinta persahabatan),…
), dan cinta agave (cinta Allah kepada manusia). Artikel ini akan berfokus pada cinta agave dalam kaitannya dengan cinta pertama menurut Wahyu 2:1-7. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dengan studi hermeneutika-eksegesis. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa cinta dalam Wahyu 2:1-7 bukan hanya kepada Allah tetapi juga kepada sesama manusia (dua pribadi).
Abstract:Indonesia sebagai negara dengan keberagaman agama dan budaya memiliki potensi konflik yang bersumber dari perbedaan pemahaman keagamaan dalam Islam, khususnya pada persoalan khilafiyah dan perbedaan mazhab. Permasalahan…
yang bersifat cabang ini kerap melampaui ranah teologis dan berkembang menjadi konflik sosial akibat politisasi agama dan penyebaran narasi eksklusif. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran strategis tokoh agama dalam memperkuat moderasi beragama sebagai upaya mencegah eskalasi konflik berbasis khilafiyah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kepustakaan melalui analisis literatur keislaman klasik dan kontemporer serta kajian sosial keagamaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh agama berperan sebagai penafsir keagamaan kontekstual, pendidik publik, fasilitator dialog, dan penjaga narasi moderasi, termasuk di ruang digital. Strategi utama yang ditemukan meliputi penguatan pemahaman fikih perbedaan, pemanfaatan tradisi keislaman lokal, serta peneguhan etika perbedaan pendapat. Simpulan penelitian menegaskan bahwa tokoh agama memiliki peran sentral dalam menjaga harmoni sosial, namun efektivitasnya sangat ditentukan oleh kapasitas keilmuan, integritas moral, dan kemampuan merespons tantangan masyarakat kontemporer.
Abstract:Penelitian ini mengkaji konflik antaragama di Indonesia dengan fokus pada faktor penyebab, bentuk penyelesaian, serta upaya rekonsiliasi yang ditempuh. Konflik keagamaan tidak semata-mata muncul karena perbedaan keyakinan,…
n, tetapi juga dipengaruhi oleh aspek sosial, politik, ekonomi, dan budaya. Dalam banyak kasus, agama justru dijadikan simbol atau alat legitimasi dari pertentangan yang sebenarnya berakar pada persoalan struktural lain. Penyelesaian konflik di masyarakat yang majemuk menuntut pendekatan yang adil, terbuka melalui dialog, serta berlandaskan nilai kemanusiaan. Lebih jauh, rekonsiliasi dipandang sebagai langkah penting untuk memulihkan kepercayaan antar kelompok sekaligus membangun perdamaian yang berkelanjutan. Dengan menggunakan metode studi pustaka, penelitian ini menunjukkan bahwa konflik, resolusi, dan rekonsiliasi merupakan tiga aspek yang saling berkaitan erat dan perlu dipahami secara menyeluruh agar tercipta harmoni dalam kehidupan masyarakat plural.
Abstract:Hadis sebagai sumber ajaran Islam kedua setelah al-Qur’an memiliki posisi sentral dalam membentuk landasan hukum, akidah, dan akhlak umat Islam. Perkembangan hadis pada masa awal Islam, khususnya di era sahabat dan Khulafā’…
lafā’ al-Rāsyidīn, menunjukkan dinamika yang kompleks. Pada masa sahabat, hadis disampaikan melalui hafalan dan periwayatan lisan dengan intensitas yang berbeda, dipengaruhi oleh faktor kedekatan dengan Rasulullah Shallallāhu ‘alaihi wa Sallam, lamanya kebersamaan, waktu masuk Islam, serta kemampuan untuk bertanya dan mengakses majelis ilmu. Sementara itu, pada masa Khulafā’ al-Rāsyidīn, muncul perhatian lebih besar terhadap seleksi riwayat, verifikasi sanad, serta pengawasan terhadap periwayatan sebagai langkah menjaga kemurnian hadis dari distorsi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka dengan analisis historis terhadap literatur klasik dan kontemporer. Hasil kajian menegaskan bahwa periode sahabat dan Khulafā’ al-Rāsyidīn merupakan fase fundamental dalam menjaga otentisitas hadis serta meletakkan fondasi bagi proses kodifikasi pada generasi berikutnya.
Abstract:Keberagaman agama merupakan realitas sosial yang melekat dalam kehidupan mahasiswa di perguruan tinggi, termasuk di Universitas Negeri Gorontalo. Kondisi tersebut menuntut adanya sikap toleransi beragama agar interaksi sosial…
osial dan kehidupan akademik dapat berlangsung secara harmonis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat toleransi beragama mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo ditinjau dari perspektif sosiologi agama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui kuesioner online menggunakan skala Likert yang disebarkan kepada 30 mahasiswa dari berbagai fakultas dan latar belakang agama. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif berupa persentase dan skor rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki pemahaman yang baik mengenai toleransi beragama, serta mampu menerapkan sikap saling menghormati, tidak diskriminatif, dan bekerja sama lintas agama dalam kehidupan kampus. Secara keseluruhan, tingkat toleransi beragama mahasiswa berada pada kategori baik, yang didukung oleh lingkungan kampus yang inklusif dan interaksi sosial yang intensif.
Abstract:Tulisan ini mengkaji prinsip kepemimpinan rohani yang ideal menurut 1 Petrus 5:1–4, dengan menyoroti karakteristik gembala yang sejati. Petrus, sebagai sesama penatua dan saksi penderitaan Kristus, memberikan nasihat kepada…
epada para pemimpin jemaat agar menggembalakan kawanan Allah dengan sukarela, bukan karena paksaan atau demi keuntungan pribadi, melainkan dengan pengabdian tulus, menjadi teladan, dan tidak memerintah dengan otoritas yang menindas. Penekanan utamanya adalah bahwa pelayanan yang lahir dari kasih dan integritas akan memperoleh mahkota kemuliaan dari Gembala Agung. Tulisan ini relevan untuk konteks gereja masa kini, sebagai cermin untuk menilai dan membentuk kepemimpinan yang berpusat pada Kristus.
Abstract:Kepemimpinan Kristen bukan hanya soal jabatan atau kuasa, tetapi tentang pengaruh yang lahir dari keteladanan, kerendahan hati, dan kasih seperti yang diteladankan oleh Kristus. Paper ini membahas konsep kepemimpinan Kristen…
sten yang sejati, dengan menekankan pentingnya identitas pemimpin sebagai pelayan, bukan penguasa. Berdasarkan 1 Petrus 5:2–3, pemimpin Kristen dipanggil untuk melayani dengan sukarela, tidak mencari keuntungan pribadi, dan menjadi teladan dalam segala hal. Selain itu, paper ini juga mengangkat permasalahan nyata di gereja masa kini, seperti penyalahgunaan kuasa dan motivasi finansial, yang justru merusak citra pelayanan. Dengan pendekatan reflektif dan aplikatif, tulisan ini mengajak para pemimpin gereja untuk kembali kepada dasar Injil dalam memimpin, yaitu kasih, ketulusan, dan pengaruh yang membangun umat.
Abstract:Keuangan publik dan sosial Islam merupakan instrumen penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui mekanisme distribusi kekayaan yang adil. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis praktik pengelolaan zakat…
dan wakaf di beberapa negara, yaitu Arab Saudi, Inggris, Mesir, Turki, Kuwait, dan Australia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan pengelolaan keuangan sosial Islam sangat dipengaruhi oleh sistem kelembagaan, regulasi, serta integrasi dengan kebijakan negara. Negara dengan sistem terpusat cenderung lebih efektif dalam distribusi, sementara negara minoritas Muslim menunjukkan inovasi dalam pengelolaan berbasis komunitas. Studi ini menegaskan bahwa optimalisasi zakat dan wakaf dapat menjadi solusi strategis dalam mengatasi kemiskinan dan ketimpangan sosial secara berkelanjutan.