Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang partisipatif di Desa Tanjung Besar Kecamatan Mekakau Ilir Kabupaten Ogan Komering…
Ulu Selatan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan ilmu pemerintahan (Pendekatan Pembangun), dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap pemerintah desa, LPM, kepala dusun, masyarakat, dan akademisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran LPM telah berjalan, ditinjau dari indikator harapan sebagai penghubung antara pemerintah desa dan masyarakat dalam mendorong partisipasi, indikator norma yang didasarkan pada aturan yang berlaku meskipun penerapannya masih fleksibel, serta indikator wujud perilaku yang terlihat dalam keterlibatan LPM pada musyawarah, pembangunan, dan gotong royong. Namun, pelaksanaan peran tersebut belum optimal karena belum merata di seluruh wilayah desa. Pada indikator penilaian dan sanksi, evaluasi telah dilakukan oleh pemerintah desa dan masyarakat, tetapi sanksi masih bersifat informal. Kondisi ini menunjukkan bahwa peran LPM perlu ditingkatkan agar partisipasi masyarakat dalam tata kelola pemerintahan desa dapat berjalan lebih optimal dan merata.
Abstract:Penelitian ini dirancang untuk menguji bagaimana kita memahami makna denotatif dan konotatif dalam lirik lagu "Exile" karya Taylor Swift. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis penggunaan makna…
na denotatif dan konotatif yang terdapat dalam lagu "Exile" karya Taylor Swift. Semantik, sebagai cabang linguistik, memiliki peran penting dalam menjelaskan bagaimana makna terbentuk dalam bahasa dan memainkan peran penting dalam memahami bagaimana makna dibangun dalam bahasa, baik secara harfiah maupun kiasan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan memeriksa lirik lagu untuk mengidentifikasi kata, frasa, dan ekspresi yang mengandung makna denotatif (harfiah) dan konotatif (tersirat).
Temuan menunjukkan bahwa meskipun beberapa lirik menyampaikan makna denotatif yang jelas, sejumlah besar ekspresi kaya akan makna konotatif yang mencerminkan kedalaman emosional. Aspek konotatif ini memperkaya interpretasi lirik, memungkinkan pendengar untuk memahami makna di balik permukaan dan terhubung lebih dalam dengan alur cerita emosional lagu, seperti perasaan patah hati, kesalahpahaman, dan perpisahan. Unsur-unsur konotatif dalam lagu berkontribusi pada interpretasi yang lebih dalam di luar makna literal, memungkinkan pendengar untuk terhubung dengan narasi emosional. Oleh karena itu, studi ini menyoroti pentingnya analisis semantik dalam memahami lirik lagu dan menunjukkan bagaimana makna denotatif dan konotatif bekerja bersama untuk meningkatkan pesan keseluruhan sebuah lagu. Kesimpulannya, studi ini menggarisbawahi pentingnya analisis semantik dalam menafsirkan lirik lagu dan menggambarkan bagaimana kombinasi makna denotatif dan konotatif membantu mengkomunikasikan pesan keseluruhan secara lebih efektif.
Abstract:Studi ini meneliti bagaimana frasa deiktik digunakan dan apa artinya dalam artikel berita berjudul “Indonesia Siap Meluncurkan Program Makan Gratis Ambitius untuk Memerangi Stunting.” Tujuan utamanya adalah untuk menemukan…
emukan berbagai jenis kekurangan dan memahaminya secara bermakna, menggunakan gagasan dari Levinson (1983) dan Huang (2014). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima jenis deiksis dalam artikel tersebut: persona, temporal, misalnya; spasial; wacana; dan sosial. Ini berarti bahwa deiksis persona lebih umum daripada yang lain dari waktu ke waktu, yang menunjukkan bahwa fleksibilitas ini terutama memengaruhi partisipan. Pentingnya ekspresi deiktik berasal dari perannya dalam menghubungkan kata-kata dengan situasi di mana kata-kata tersebut digunakan. Studi ini juga menunjukkan bagaimana analisis semantik dan pragmatik terhubung ketika menjelaskan deiksis, dengan makna semantik yang lebih umum dan makna praktis yang berubah berdasarkan situasi. Oleh karena itu, kedua perspektif tersebut diperlukan untuk memahami bagaimana bahasa digunakan. Pada akhirnya, deiksis memainkan peran kunci dalam pelaporan berita karena membantu menyajikan informasi secara jelas dan membuatnya lebih mudah dipahami oleh masyarakat. Mempelajari cara menafsirkan frasa deiktik dapat meningkatkan pemahaman pembaca terhadap berita. Ini berarti menemukan penyebutan yang terhubung dengan bagian teks lainnya.
Abstract:UMKM kuliner memiliki peran strategis dalam perekonomian daerah, termasuk di Kabupaten Soppeng. Namun, pemanfaatan digital marketing oleh pelaku UMKM masih belum optimal, ditandai dengan rendahnya konsistensi promosi, keterbatasan…
terbatasan analisis data, serta kurangnya pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan buatan. Penelitian ini bertujuan untuk menawarkan solusi inovatif berupa AI Marketing Assistant berbasis WhatsApp guna meningkatkan efektivitas pemasaraWhatsappn digital dan daya saing UMKM kuliner. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pelaku UMKM kuliner di Kabupaten Soppeng. Hasil analisis menunjukkan bahwa kebutuhan utama UMKM terletak pada sistem yang sederhana, mudah digunakan, serta mampu memberikan rekomendasi pemasaran secara otomatis dan berbasis data. Solusi yang ditawarkan berupa AI Marketing Assistant berbasis WhatsApp yang memiliki fitur respon otomatis, rekomendasi konten promosi, serta analisis waktu unggah yang efektif. Implementasi sistem ini diharapkan mampu meningkatkan konsistensi promosi, mempercepat respon pelanggan, serta meningkatkan omzet UMKM. Dengan demikian, pemanfaatan teknologi AI berbasis platform yang familiar menjadi pendekatan strategis dalam mendukung transformasi digital UMKM secara berkelanjutan.
Abstract:Perkembangan media sosial telah mengubah dakwah Islam dari pendekatan konvensional menjadi praktik digital yang interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran media sosial dalam mengembangkan dan menyebarkan…
an nilai-nilai Islam moderat di kalangan generasi muda, dengan mengkaji pengaruh algoritma, pergeseran otoritas keagamaan, dan komodifikasi konten religius. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur terhadap 17 artikel ilmiah yang dipublikasikan dalam rentang tahun 2021–2026 yang dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa platform seperti Instagram, YouTube, TikTok, dan X berfungsi sebagai ekosistem yang efektif dalam menyebarkan nilai-nilai moderasi (wasathiyyah), toleransi, dan inklusivitas. Namun, sistem berbasis algoritma cenderung memprioritaskan konten yang viral dan emosional dibandingkan pesan keagamaan yang substantif, sehingga berpotensi mengurangi kedalaman pemahaman. Selain itu, pergeseran otoritas keagamaan dari ulama tradisional ke influencer digital menimbulkan kekhawatiran terkait kredibilitas. Praktik monetisasi dan personal branding juga menunjukkan adanya kecenderungan komodifikasi konten keagamaan di ruang digital. Oleh karena itu, penguatan literasi digital keagamaan serta integrasi antara otoritas keilmuan dan kompetensi digital menjadi hal yang penting untuk memastikan keberlanjutan dakwah Islam moderat di era digital.
Abstract:Perkembangan peradaban di era modern yang ditandai dengan kemajuan teknologi digital memberikan pengaruh yang cukup besar dalam kehidupan umat Islam, terutama pada perubahan bentuk mushaf Al-Qur’an dari versi cetak ke platform…
platform digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas penggunaan aplikasi Al-Qur’an digital sebagai media yang dapat membantu meningkatkan kualitas dan intensitas ibadah di tengah mobilitas masyarakat yang semakin tinggi. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif, serta didukung oleh teknik wawancara untuk menggali pengalaman pengguna secara lebih mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi Al-Qur’an memberikan dampak positif, terutama dalam hal kemudahan akses yang tidak terbatas oleh ruang dan waktu, sehingga memungkinkan umat Islam tetap dapat berinteraksi dengan ayat-ayat Al-Qur’an di tengah kesibukan sehari-hari. Fitur-fitur yang tersedia seperti terjemahan, tajwid, tafsir, dan audio murottal dinilai cukup membantu dalam meningkatkan pemahaman serta mendukung proses menghafal Al-Qur’an secara lebih fleksibel. Namun demikian, penggunaan Al-Qur’an digital juga menghadirkan tantangan berupa distraksi dari perangkat digital. Meski begitu, sebagian pengguna mampu menyikapinya dengan baik melalui penerapan literasi digital religius, seperti mengaktifkan mode fokus dan menjaga niat saat beribadah. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa teknologi digital dapat menjadi sarana yang mendukung praktik spiritual umat Islam secara lebih inklusif dan berkelanjutan, serta tetap relevan dalam membantu memperkuat hubungan manusia dengan Al-Qur’an di era modern.
Abstract:Integrasi lembaga riset ke dalam Badan Riset dan Inovasi Nasional memperkuat kebutuhan tata kelola kolaborasi riset, namun Perjanjian Kerja Sama sering masih dipahami sebagai dokumen administratif, bukan arena tata kelola.…
a. Penelitian ini menganalisis bagaimana Perjanjian Kerja Sama berfungsi sebagai instrumen kolaborasi riset dan inovasi di Pusat Riset Mikrobiologi Terapan, BRIN. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus instrumental. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi terbatas, serta telaah regulasi, dokumen kerja sama, laporan monitoring, dan rekapitulasi kerja sama 2022-2026. Temuan menunjukkan bahwa Perjanjian Kerja Sama telah bergeser dari kewajiban legal-administratif menjadi akselerator inovasi, tercermin dari sekitar 70 perjanjian aktif, 50% kemitraan industri, tujuh perjanjian lisensi, kasus hilirisasi Xanthan Gum, dan capaian dana eksternal Rp1,758 miliar pada triwulan I 2026. Implementasi didukung jejaring peneliti yang bersifat bottom-up, kepemimpinan fasilitatif, berbagi sumber daya, serta sistem SILARI dan SIBAHRI. Hambatan utama meliputi perbedaan aturan hukum, keterbatasan transparansi pelacakan dokumen, kekurangan tenaga teknis, antrean alat, keterbatasan pembiayaan mitra, dan risiko cuaca. Kontribusi penelitian terletak pada pemaknaan Perjanjian Kerja Sama sebagai arena mikro-administratif tempat kelincahan riset dan kepatuhan hukum dinegosiasikan.
Abstract:Penelitian ini menganalisis efektivitas pemeriksaan pajak daerah dalam meningkatkan kepatuhan wajib pajak Pajak Barang dan Jasa Tertentu atas makanan dan minuman di Kabupaten Bogor. Kajian ini berangkat dari kesenjangan…
antara meningkatnya potensi penerimaan dan menurunnya indikator kepatuhan pelaporan. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap sepuluh informan yang dipilih secara purposive, terdiri atas unsur BAPPENDA, petugas pemeriksa, tim pemeriksa, dan wajib pajak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemeriksaan pajak daerah mampu meningkatkan kepatuhan formal dan material, tetapi efektivitasnya belum optimal. Realisasi penerimaan melampaui target pada 2022-2024, namun persentase realisasi menurun dari 115,06% menjadi 102,63%, sementara rata-rata wajib pajak yang melaporkan omzet turun dari 93,06% menjadi 90,63%. Efektivitas pemeriksaan terkendala oleh implementasi standar operasional yang belum konsisten, keterbatasan pemeriksa, pemanfaatan teknologi yang belum optimal, frekuensi pemeriksaan yang belum merata, serta penegakan sanksi yang belum konsisten. Strategi yang ditawarkan adalah pemeriksaan berbasis risiko yang diperkuat kapasitas sumber daya manusia, sistem digital terintegrasi, komunikasi transparan, frekuensi pemeriksaan yang konsisten, dan tindak lanjut yang tegas.
Abstract:Penelitian ini menganalisis implementasi kebijakan service recovery dalam jasa pelayanan teknik di BBSPJIA serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Kajian ini dilatarbelakangi oleh masih adanya kendala…
konsistensi waktu layanan, kesenjangan komunikasi, dan belum eksplisitnya kebijakan service recovery meskipun capaian kepuasan pelanggan tergolong tinggi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan penguatan melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa service recovery telah berjalan melalui penanganan keluhan, penjelasan teknis, pengecekan ulang, dan penyesuaian layanan, tetapi masih bersifat prosedural dan belum terlembagakan sebagai kebijakan terstruktur. Hambatan utama meliputi asimetri komunikasi antara proses teknis dan pemahaman pelanggan, keterbatasan waktu akibat peningkatan beban layanan, serta koordinasi antarunit yang belum optimal. Faktor pendukung utama adalah disposisi pelaksana yang responsif dan empatik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa service recovery pada pelayanan publik teknis ditentukan oleh interaksi antara kompleksitas teknis, kapasitas organisasi, dan kualitas interaksi manusia.
Abstract:Perkembangan teknologi digital semakin pesat memberi kemudahan dalam berbagai aktivitas, tetapi juga meningkatkan risiko kejahatan siber contohnya phishing. Phishing adalah sebuah penipuan yang memanfaatkan kelalaian pengguna…
gguna untuk mengetahui informasi pribadi dengan cara menyamar menjadi pihak yang terpercaya. Sedangkan di sisi lain, ada beberapa tantangan, contohnya kebiasaan pengguna yang sulit diubah, tingkat kepercayaan diri yang berlebihan dan teknik phishing yang semakin berkembang dan sulit dikenal oleh pengguna yang tidak mengerti media sosial.