Abstract:Keamanan siber menjadi isu strategis dalam tata kelola digital pemerintah daerah karena pelayanan publik semakin bergantung pada sistem elektronik. Namun, kajian kebijakan keamanan siber di daerah masih lebih banyak menyoroti…
oroti strategi nasional, kepercayaan publik, atau kualitas layanan, belum pada proses implementasi di institusi daerah. Penelitian ini menganalisis implementasi kebijakan keamanan siber di Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bogor, mengidentifikasi tantangan implementasi, serta menjelaskan peran masyarakat dan sektor swasta. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus naratif melalui wawancara terhadap enam informan kunci, observasi, dan telaah dokumen pada 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan telah dioperasionalkan melalui kepatuhan regulatif, tata kelola data, enkripsi, kontrol akses, autentikasi multifaktor, firewall, IDS/IPS, pembaruan sistem, dan pelatihan pegawai. Meski demikian, implementasinya masih dibatasi oleh infrastruktur, anggaran, tenaga ahli, dan koordinasi lintas instansi yang belum merata. Kontribusi utama penelitian ini adalah menunjukkan bahwa efektivitas kebijakan keamanan siber di tingkat daerah bergantung pada keterhubungan antara regulasi, kontrol teknis, kapasitas institusional, dan kolaborasi multipihak yang terstruktur.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika perkembangan mazhab tafsir dengan fokus pada periode formatif dan afirmatif. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka…
aka (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada periode formatif, penafsiran didominasi oleh metode bi al-ma’tsur yang bersifat riwayati dan global (ijmali), dengan Imam ath-Thabari sebagai tokoh kunci yang melakukan kodifikasi sistematis. Sebaliknya, periode afirmatif menandai era spesialisasi dan penggunaan rasio (bi al-ra’yi) secara intensif melalui metode tahlili (analitik). Pada masa ini, tafsir berfungsi sebagai alat afirmasi ideologi dan mazhab mufasirnya, seperti terlihat dalam corak linguistik al-Zamakhsyari dan corak teologis-ilmiah Fakhruddin al-Razi. Transformasi ini mencerminkan adaptasi intelektual umat Islam dalam merespons tantangan zaman serta kebutuhan sosiopolitik yang semakin kompleks.
Abstract:Studi ini meneliti bagaimana Unit Pelayanan Pajak Daerah Kelas A Citeureup menerapkan program relaksasi Pajak Tanah dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan 2025 dan sejauh mana program tersebut berkontribusi pada peningkatan…
pendapatan. Studi ini menjawab kesenjangan dalam penelitian sebelumnya, yang umumnya membahas efektivitas pajak tanah dan bangunan, kepatuhan wajib pajak, atau kebijakan keringanan pajak secara terpisah, tetapi jarang mengevaluasi unit pelaksana secara komprehensif melalui implementasi kebijakan, efektivitas organisasi, dan kepatuhan wajib pajak dalam satu kerangka kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif di Unit Pelayanan Pajak Daerah Kelas A Citeureup, Kabupaten Bogor, dari Mei 2025 hingga April 2026. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan peninjauan dokumen yang melibatkan lima informan yang dipilih secara purposif. Temuan menunjukkan bahwa program tersebut meningkatkan pendapatan jangka pendek, sementara realisasi pajak 2025 melebihi target, dengan realisasi Pajak Tanah dan Bangunan mencapai 101,71 persen dan bea transfer 104,76 persen. Namun, manfaatnya tidak terdistribusi secara merata, komunikasi tidak sepenuhnya dipahami oleh wajib pajak, kapasitas pelayanan masih situasional, dan kepatuhan masih didorong terutama oleh insentif daripada kesadaran pajak intrinsik. Keunikan dari hal ini terletak pada menunjukkan bahwa program tersebut efektif secara administratif tetapi belum berkelanjutan secara sosial.
Abstract:Penggunaan bahasa dalam media audiovisual tidak hanya berfungsi sebagai alat penyampaian pesan secara langsung, tetapi juga mengandung makna implisit yang dapat dianalisis melalui kajian pragmatik. Salah satu konsep penting…
ing dalam pragmatik adalah prinsip kerja sama yang dikemukakan oleh Paul Grice, yang meliputi empat maksim, yaitu kuantitas, kualitas, relevansi, dan cara. Dalam praktik komunikasi, keempat maksim tersebut tidak selalu dipatuhi, karena penutur kerap melakukan pelanggaran secara sengaja untuk menghasilkan implikatur tertentu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian berupa tuturan dalam dialog Tilik the Series yang diperoleh melalui teknik simak, catat, serta dokumentasi dalam bentuk transkrip dialog. Proses analisis dilakukan dengan mengidentifikasi tuturan yang mengandung pelanggaran maksim, mengelompokkan data berdasarkan jenis maksim yang dilanggar, serta menafsirkan implikatur yang dihasilkan dari pelanggaran tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dialog dalam serial tersebut mengandung berbagai bentuk pelanggaran maksim, terutama pada maksim kuantitas, kualitas, relevansi, dan cara. Pelanggaran ini dimanfaatkan sebagai strategi komunikasi untuk menyampaikan makna tersirat, membangun karakter tokoh, serta menghadirkan unsur humor dan kritik sosial dalam percakapan. Oleh karena itu, pelanggaran maksim dalam dialog Tilik the Series memiliki peran pragmatik yang signifikan dalam membentuk makna serta dinamika interaksi antar tokoh.
Abstract:Artikel ini mengkaji teori sosiologi agama Durkheim dengan memusatkan perhatian pada enam aspek pokok: biografi dan konteks intelektualnya, definisi sosial agama, dikotomi sakral-profan, konsep supernatural, konsep ilahi,…
, serta fenomena bunuh diri dalam kerangka teori Durkheim. Melalui pendekatan deskriptif-analitis dan metode kajian pustaka, artikel ini memperlihatkan bahwa Durkheim memandang agama sebagai fakta sosial yang berakar dari kehidupan kolektif masyarakat, bukan sekadar urusan teologi atau pengalaman spiritual pribadi. Dikotomi sakral-profan menjadi pondasi dari setiap sistem keagamaan. Durkheim menolak definisi agama yang berpijak pada konsep supernatural atau ketuhanan karena tidak semua agama mengenal kedua konsep tersebut. Lebih jauh, teori bunuh dirinya menegaskan bahwa perilaku individu sangat ditentukan oleh kondisi sosial khususnya integrasi dan regulasi sosial yang sangat relevan dengan meningkatnya kasus bunuh diri di kalangan mahasiswa Indonesia.
Abstract:Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih berulangnya pencemaran Sungai Cikeas di tengah keberadaan regulasi pengendalian pembuangan air limbah. Kajian ini bertujuan menganalisis implementasi kebijakan pembuangan air limbah,…
mbah, mengidentifikasi hambatan utama, dan merumuskan strategi peningkatan efektivitas kebijakan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kasus di Sungai Cikeas, Kabupaten Bogor. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi pada pejabat Dinas Lingkungan Hidup, pengawas lingkungan, pelaku usaha, masyarakat, akademisi, serta komunitas lingkungan. Analisis menggunakan model implementasi kebijakan Edward III dan diperkaya perspektif partisipasi masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan telah berjalan melalui sosialisasi, pengawasan, dan pengendalian pencemaran, tetapi belum optimal. Hambatan utama mencakup komunikasi kebijakan yang masih formalistik, keterbatasan sumber daya pengawasan, koordinasi lintas sektor yang belum terintegrasi, penegakan hukum yang belum konsisten, dan partisipasi masyarakat yang belum merata. Data kualitas air tahun 2021–2024 memperlihatkan fluktuasi TSS, BOD, COD, DO, dan fecal coliform, yang menandakan tekanan pencemaran domestik dan industri masih kuat. Kebaruan artikel ini terletak pada penggabungan analisis implementasi kebijakan dengan bukti kualitas air untuk menegaskan kebutuhan model pengendalian pencemaran yang kolaboratif, partisipatif, dan berbasis data. Simpulan penelitian menegaskan bahwa efektivitas kebijakan bergantung pada penguatan komunikasi, kapasitas pengawasan, integrasi kelembagaan, dan pemberdayaan masyarakat.
Abstract:Stunting tetap merupakan masalah kesehatan masyarakat yang multidimensional dan penurunannya sangat ditentukan oleh efektivitas implementasi kebijakan di tingkat lokal. Studi-studi sebelumnya lebih banyak menyoroti koordinasi…
inasi atau layanan, tetapi jarang menempatkan kebijakan stunting sebagai instrumen perlindungan kesehatan masyarakat di wilayah perkotaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi kebijakan penanggulangan dan pencegahan stunting di Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, dengan menggunakan kerangka George C. Edward III. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif sejak November 2025 pada perangkat daerah, kecamatan, dan kelurahan terpilih. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan telah berjalan melalui koordinasi lintas sektor, pendampingan keluarga, dan intervensi berbasis siklus kehidupan. Namun, implementasi belum sepenuhnya optimal karena pesan kebijakan belum dipahami merata oleh keluarga, sumber daya dan kader terbatas, komitmen pelaksana bervariasi, dan koordinasi antarlembaga masih tumpang tindih. Kebaruan penelitian ini terletak pada penegasan bahwa kebijakan stunting di wilayah perkotaan bekerja sebagai sistem perlindungan kesehatan masyarakat, tetapi efektivitasnya bergantung pada sinergi kapasitas birokrasi dan partisipasi keluarga.
Abstract:Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya kualitas layanan puskesmas yang diduga berkaitan dengan pengelolaan sumber daya manusia. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kondisi MSDM dan kualitas layanan,…
mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi MSDM, serta menguji pengaruh MSDM terhadap kualitas layanan pada puskesmas di Kabupaten Bogor. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional terhadap 31 tenaga kesehatan yang dipilih melalui total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara deskriptif serta regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan 61,3% responden menilai MSDM efektif dan 67,7% menilai kualitas layanan baik. Budaya organisasi, kepemimpinan, perubahan teknologi, serta peraturan dan kebijakan pemerintah berpengaruh signifikan terhadap MSDM, sedangkan MSDM berpengaruh signifikan terhadap kualitas layanan (p=0,001; OR=0,019).
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola persebaran destinasi wisata budaya di Kabupaten Karo menggunakan pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG). Latar belakang penelitian ini didasarkan pada belum meratanya…
persebaran objek wisata budaya serta belum tersedianya pemetaan spasial yang terintegrasi untuk mendukung perencanaan pengembangan pariwisata. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis spasial melalui Average Nearest Neighbor (ANN) untuk mengetahui pola distribusi titik destinasi wisata. Data yang digunakan berupa data sekunder, yaitu koordinat lokasi objek wisata budaya dan batas administrasi wilayah yang diolah menggunakan perangkat lunak ArcGIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat sembilan destinasi wisata budaya yang sebagian besar terkonsentrasi di wilayah timur dan tenggara Kabupaten Karo, khususnya di Kecamatan Berastagi, Kabanjahe, Simpang Empat, dan Tigapanah. Berdasarkan hasil analisis ANN, diperoleh nilai Observed Mean Distance sebesar 2,79 km dan Expected Mean Distance sebesar 2,12 km, dengan nilai Nearest Neighbor Ratio (NNR) > 1, z-score sebesar 1,814, dan p-value sebesar 0,069. Hasil ini menunjukkan bahwa pola persebaran destinasi wisata budaya cenderung tersebar (dispersed pattern).
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis potensi formulasi teh herbal berbasis bunga telang (Clitoria ternatea), jahe (Zingiber officinale), dan sereh (Cymbopogon citratus) sebagai minuman fungsional. Metode…
tode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan PRISMA 2020 melalui tahapan identifikasi, screening, eligibility, dan inklusi terhadap artikel yang relevan dari berbagai basis data ilmiah. Hasil kajian menunjukkan bahwa ketiga bahan tersebut mengandung senyawa bioaktif utama seperti antosianin, flavonoid, polifenol, dan minyak atsiri yang berkontribusi terhadap aktivitas antioksidan, antiinflamasi, dan antimikroba. Bunga telang berperan dominan dalam memberikan warna alami dan aktivitas antioksidan, jahe berkontribusi terhadap aktivitas antioksidan dan sensasi hangat, sedangkan sereh memberikan aroma khas serta efek antimikroba. Kombinasi ketiga bahan menunjukkan potensi sinergis dalam meningkatkan kualitas fungsional dan karakteristik sensorik minuman herbal. Namun demikian, penelitian sebelumnya masih terbatas pada penggunaan bahan tunggal atau kombinasi parsial. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lanjutan yang lebih komprehensif untuk mengoptimalkan formulasi serta menguji efektivitasnya secara empiris.