Search Articles & Publications

Showing 27 articles found for "Karo"

Implementasi Sistem Informasi Eksekutif Untuk Evaluasi Kinerja Penjualan Tiket Kapal Menggunakan Metode Visualisasi Data Dan Drill-Down (Studi Kasus: Seapass)

Eka Wahyudinarti, Putri Andini Rachmatika, Agung Brastama Putra, Siti Mukaromah, Eka Dyar Wahyuni
Abstract: Pertumbuhan pesat industri transportasi maritim menyebabkan peningkatan volume data transaksi yang signifikan, sehingga menimbulkan tantangan bagi perusahaan dalam mengelola dan memanfaatkan informasi untuk pengambilan keputusan… eputusan eksekutif. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan Sistem Informasi Eksekutif (EIS) pada SeaPass guna mengevaluasi kinerja penjualan tiket kapal. Sistem ini memanfaatkan teknik visualisasi data yang dikombinasikan dengan mekanisme penelusuran dua tingkat, sehingga memungkinkan analisis data secara hierarkis dari ringkasan eksekutif hingga detail operasional. Pengembangan sistem dilakukan melalui siklus hidup terstruktur, diawali dengan analisis kebutuhan eksekutif dan dilanjutkan dengan perancangan prototipe UI/UX menggunakan Figma. Implementasi sistem menggunakan HTML, CSS, dan JavaScript pada sisi front-end, serta MySQL sebagai basis data. Pengujian fungsional dilakukan menggunakan metode Black Box Testing untuk memastikan keandalan sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa EIS mampu mengintegrasikan data jadwal, informasi kapal, dan data penumpang ke dalam dasbor interaktif. Fitur penelusuran dua tingkat membantu eksekutif mengidentifikasi tren penjualan, anomali operasional, dan perubahan pasar secara real-time, sehingga mendukung pengambilan keputusan yang lebih akurat dan strategis.      

Pengaruh Pijat Akupresur Titik Li 4 Terhadap Penurunan Dismenore Pada Siswi Kelas XI Di SMA Negeri 2 Karawang Tahun 2026

Azzahra, Indira, Sirait, Lenny Irmawaty, Karo, Marni Br
Abstract: Latar Belakang: Dismenore merupakan salah satu gangguan menstruasi yang paling sering dialami remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas belajar maupun kualitas hidup. Dismenore primer terjadi akibat peningkatan produksi&#8230; i prostaglandin yang menyebabkan kontraksi uterus berlebihan sehingga menimbulkan iskemia dan nyeri. Salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk mengurangi nyeri adalah pijat akupresur pada titik LI 4 (Hegu). Stimulasi pada titik ini dapat merangsang pelepasan hormon endorfin sehingga membantu menghambat impuls nyeri dan memberikan efek relaksasi. Tujuan Penelitian: Mengetahui pengaruh pijat akupresur titik LI 4 terhadap penurunan dismenore pada siswi kelas XI di SMA Negeri 2 Karawang Tahun 2026. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pretest-posttest design. Populasi penelitian adalah siswi kelas XI SMA Negeri 2 Karawang yang mengalami dismenore. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden sebanyak 33 siswi. Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah pemberian pijat akupresur titik LI 4. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata intensitas dismenore sebelum intervensi sebesar 2,18 dan sesudah intervensi menjadi 1,06, sehingga terjadi penurunan sebesar 1,12 Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test diperoleh p-value = 0,000 (<0,05) Kesimpulan: Terdapat pengaruh pijat akupresur titik LI 4 terhadap penurunan dismenore pada siswi SMA Negeri 2 Karawang Tahun 2026.

Gambaran Jenis Bahan Tambahan Pangan Pada Jajanan Ultra-Processed Food Siswa Sekolah Dasar

Paridah, Irma Yunawati, Nurhijrianti Akib, Akifah
Abstract: Identifikasi golongan dan jenis BTP pada jajanan UPF di lingkungan sekolah penting dilakukan sebagai dasar pengawasan keamanan pangan dan edukasi pemilihan jajanan sehat. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan jenis&#8230; s jajanan UPF serta golongan dan jenis bahan tambahan pangan yang terdapat pada jajanan UPF yang tersedia di kantin SD Negeri 56 Kendari. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif observasional yang dilaksanakan di SD Negeri 56 Kendari pada tahun 2026. Sampel penelitian sebanyak 28 produk jajanan UPF yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan identifikasi komposisi pada label pangan. Produk diklasifikasikan berdasarkan sistem NOVA, sedangkan bahan tambahan pangan diidentifikasi mengacu pada Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2019. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok jajanan yang paling banyak tersedia adalah biskuit/wafer, diikuti snack, mi instan, permen, minuman, cokelat, dan produk olahan lainnya. Golongan bahan tambahan pangan yang paling banyak ditemukan adalah pengemulsi, diikuti perisa, pewarna, penguat rasa (MSG), pengawet, pemanis, pengatur keasaman, dan pengembang. Jenis bahan tambahan pangan yang teridentifikasi antara lain lesitin kedelai, perisa sintetik, perisa identik alami, monosodium glutamat, tartrazin, kalium sorbat, sulfit, karmin, beta-karoten, annatto, asam sitrat, gelatin sapi, pektin, dan vanila. Jajanan yang tersedia di kantin SD Negeri 56 Kendari didominasi oleh produk UPF yang mengandung beragam golongan dan jenis bahan tambahan pangan. Temuan ini dapat menjadi dasar bagi sekolah dan pemangku kepentingan dalam memperkuat pengawasan keamanan pangan serta meningkatkan edukasi pemilihan jajanan yang lebih sehat bagi anak sekolah.

PENINGKATAN KEMAMPUAN LITERASI DAN NUMERASI SISWA SEKOLAH DASAR MELALUI PROGRAM BIMBINGAN BELAJAR DI KELURAHAN LAUCIMBA KECAMATAN KABANJAHE KABUPATEN KARO KECAMATAN KABANJAHE KABUPATEN KARO

Jainab, Jainab, Lisnasari, Srie Faizah, Pelista, Pelista
Abstract: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa sekolah dasar di Kelurahan Laucimba Kecamatan Kabanjahe Kabupaten Karo melalui program bimbingan belajar. Kegiatan&#8230; tan ini dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Quality Berastagi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendampingan belajar melalui bimbingan kelompok kecil dan bimbingan individual. Tahapan pelaksanaan meliputi koordinasi dengan masyarakat, identifikasi kesulitan belajar siswa, pengelompokan peserta berdasarkan kebutuhan belajar, pelaksanaan bimbingan membaca, menulis, dan berhitung, serta evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program bimbingan belajar membantu siswa menjadi lebih aktif, percaya diri, dan termotivasi dalam belajar. Siswa juga menunjukkan peningkatan kemampuan dasar membaca, menulis, dan berhitung. Kegiatan ini turut membantu orang tua yang memiliki keterbatasan waktu dalam mendampingi anak belajar di rumah. Dengan demikian, program bimbingan belajar dapat menjadi strategi pengabdian kepada masyarakat yang efektif dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dasar di lingkungan masyarakat.

IMPLEMENTASI MANAJEMEN KEUANGAN PADA UMKM BINAAN RUMAH BUMN KABANJAHE

Diki Febrianto Marbun, Elton Ramos, Milawati Br Ginting, Tegar Alvito Ginting, Kiki Vanesa Br. Tarigan Tambun
Abstract: Beberapa tahun belakangan ini banyak ditemukan UMKM yang belum menerapkan praktik manajemen keuangan yang baik dan memadai. Pengelolaan keuangan yang tidak efektif dapat menyebabkan ketidakstabilan arus kas, kesulitan dalam&#8230; lam mengakses modal, dan rendahnya kapasitas adaptasi terhadap perubahan pasar. Kabupaten Karo aktif memberikan edukasi dan pengembangan UMKM lokal dengan didukung oleh Rumah BUMN Kabanjehe. Saat ini, masih terdapat puluhan UMKM binaan Rumah BUMN Kabanjahe. Jenis usaha UMKM yang ada diantaranya adalah pengerajin ecoprint, produsen makanan ringan, produsen minuman, pengerajin kain tenun, dan lain-lain. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini ialah untuk literasi keuangan, edukasi pencatatan atau mengatur keuangan usaha dan memberikan pemahaman akan pentingnya manajemen keuangan. Dalam hal ini, target tujuan kami ialah pelaku usaha atau UMKM binaan Rumah BUMN Kabanjahe. Adapun Sustainable Development Goals atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang terkait dengan kegiatan PKM ini adalah untuk meningkatkan keterampilan pelaku UMKM binaan Rumah BUMN di Kabupaten Karo untuk mengatur keuangan dan ketrampilan berwiarusaha. Selain itu, tujuan utama dari kegiatan PKM ini adalah meningkatkan kualitas hidup masyarakat, menyelesaikan permasalahan sosial, dan memacu pembanguna yang berkelanjutan dan inklusif pada aspek mengatur keuangan usaha. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini berupa pemberian materi manajemen keuangan, edukasi dan implementasi manajemen keuangan pada beberapa pelaku UMKM, serta sesi tanya jawab terkait permasalahan tentang keuangan dalam menjalankan usaha. Kegiatan ini dilaksanakan dalam satu hari atau selama 3 jam. Beberapa materi pengabdian yang disampaikan yaitu tentang perencanaan keuangan, pengelolaan kas, kinerja keuangan, dan pengendalian kegiatan keuangan. Aspek praktis dan teknis yang disampaikan pemateri dalam kegiatan pengabdian ini yaitu memisahkan keuangan pribadi dan bisnis, pencatatan keuangan, dan penyusunan laporan keuangan. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini antara lain: terciptanya arah keputusan finansial usaha, pelaku usaha dapat mengawasi dan mengendalikan kegiatan usaha sehari-hari, serta pelaku UMKM dapat/ bisa mencapai tujuan financial freedom (bebas utang, ada pendapatan investasi, terproteksi dari risiko). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini mampu meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan meningkatkan kapasitas pelaku UMKM binaan Rumah BUMN Kabanjahe khususnya dalam implementasi manajemen keuangan yang baik. Disarankan untuk kedepannya agar dilkakukan pendampingan berkelanjutan dalam hal digital marketing, inovasi product dan strategi usaha terupdate atau kekinian demi tercapainya kesejahteraan ekonomi yang lebih baik.

SEJARAH DESA KARONDANG

Rony Ranggas Saputra, Asmira, Elpy, Jumaria, Yusmida Pagalla, Safira, Adelia Anggun, Nilka Fitri, Herni, Abd Arya, Hidayaturrohim
Abstract: Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa(i) kepada masyarakat yang bertujuan untuk menerapkan apa yang sudah dipelajari selama kurang lebih 3 tahun dalam bangku perkuliahan. Artikel ini disusun&#8230; isusun pada masa pelaksanaan KKN Reguler oleh Universitas Islam Negeri Palopo di Desa Karondang, sebuah desa yang memiliki kekayaan sejarah dan budaya lokal yang belum banyak terdokumentasikan. Melalui pendekatan partisipatif dan observasi lapangan, kegiatan KKN ini berfokus pada penggalian sejarah desa, termasuk asalusul nama Karondang, perkembangan sosial masyarakat, serta warisan budaya yang masih dilestarikan hingga kini. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa sejarah Desa Karondang memiliki nilai edukatif dan potensi wisata budaya yang dapat dikembangkan lebih lanjut. Artikel ini diharapkan dapat menjadi referensi awal bagi penelitian sejarah lokal serta mendorong pelestarian identitas budaya desa.  

DIMENSI SPIRITUALITAS MENURUT HENRICUS LEVEN DAN IMPLEMENTASINYA DALAM KEHIDUPAN MODEREN

Fransiskus Bloko Maran, Karolus Keu Narek, Laurensius Igo Molan
Abstract: Spiritualitas merupakan Dimensi Terdalam Dari kehidupan Manusia yang member makna,arah,Dan nilai Eksistensinnya dalam konteks Duinia modern yang serba cepat dan meateristik,Manusia sering kehilangan batin dan arah hidup.Hendricus&#8230; Hendricus Leven Seorang teolog dan pemikir sepiritualitas,menekankan bhawa sepiritualitas adalh cara hidup yang menyentuseluruh dimensi manusia,bukan hannya aspek keagamaan atau moral.(Leven,1998,p.27).Artikel ini menguraikan dimensi spiritualitas menurut Hedicus Leven,dan Di implementasikan dalam kehidupan Moderen.kajian ini juga menggunakan pendekatan deskriptif-analisis Berdasarkan kariya karya leven dan para pemikir Spiritualitas.Hasil analisis ini menunjukan bhawa Spiritualitas leven dapat menjadi sumber serta nilai orentasi manusia dalam kehidupan modern.           

FROM THE FIELD TO THE PALACE: THE CULTURAL PRACTICE OF DELIVERING THE FIRST HARVEST BY THE KOLIMASANG COMMUNITY TO THE KING OF ADONARA

Christiyanti Abel, Sirilus Karolus Keroponama Keban
Abstract: The delivery of the first harvest by the people of Kolimasang Village to the King of Sagu in Adonara represents a symbol of agrarian relations rich in cultural and spiritual meaning. In Lamaholot tradition, the king is not&#8230; ot only a political–traditional leader but is also regarded as a representation of cosmic power that must be respected. In this perspective, the delivery of the first harvest becomes a kind of “rite of passage” from the profane world (the field) to the sacred world (the palace). Within Lamaholot tradition, this relationship is known as the 4A: Atadiken (Human), God, Nature, and Ancestral Spirits. The findings show that the procession of delivering the first harvest has been practiced for generations since the establishment of the Adonara Kingdom. The procession is carried out for two consecutive days, Tuesday and Wednesday, during the harvest week and month, usually March or April. On Tuesday, the ritual takes place in the fields during the first harvest, the yields of which are taken to the King of Adonara in Sagu. On Wednesday, the procession takes place in Lewo Sagu Atu Matang – Tanah Kota Dolu Wewang (the palace of the Adonara king), the site of the migration of King Arkian Kamba (the first Islamic King of Adonara). Both processions are preceded by traditional ritual prayers (Bao Lolon) addressed to God, Nature, and the Ancestral Spirits (3A). The equipment involved in the procession includes the harvest yield, tuak (palm wine) in bamboo containers, coconut-shell cups, gongs and drums, spears, machetes, and traditional clothing. In the procession, the king and his kin receive the harvest in a ceremonial welcome marked by traditional rituals, during which the king wears royal attire: the lipa sarong, a jacket, and a cap. The harvested produce is not only given to members of the royal family for consumption but also distributed to the wider community (ribu ratu). A tradition that remains preserved to this day—and considered the most essential—is the distribution of the first harvest by the king and his family to widows, the poor, orphans, and abandoned children. This symbolizes love, fairness, and equitable sharing—values that continue to be upheld today.

PENGARUH TINGKAT HUTANG DAN STRUKTUR MODAL TERHADAP PROFITABILITAS PADA PERUSAHAAN SUBSEKTOR PERKEBUNAN YANG TERDAFTAR PADA BURSA EFEK INDONESIA

Karolina, Karolina, Arif Hidayat
Abstract: Tujuan dilakukannya investigasi ini adalah guna menguji seberapa besar dampak Tingkat Hutang serta Struktur Modal dalam menentukan Profitabilitas pada entitas subsektor perkebunan yang melantai di BEI dalam rentang waktu&#8230; 2019 hingga 2024, baik melalui tinjauan terpisah maupun gabungan. Prosedur kuantitatif diaplikasikan melalui pemanfaatan teknik analisis regresi data panel yang dieksekusi dengan perangkat lunak EViews 13, di mana pemilihan spesifikasi model yang paling tepat ditentukan berdasarkan rangkaian prosedur uji Chow, uji Hausman, dan uji Lagrange Multiplier, kemudian validasi dugaan dilakukan melalui uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Berdasarkan temuan data, ditemukan bahwa Tingkat Hutang memiliki kaitan yang signifikan terhadap Profitabilitas secara individual dengan nilai t hitung 2.050214 melampaui ambang t tabel 1.69236 serta probabilitas 0.0013 di bawah 0.05 sehingga Ha1 dinyatakan valid. Sebaliknya, variabel Struktur Modal tidak memberikan kontribusi nyata terhadap Profitabilitas dikarenakan perolehan t hitung 0.065961 yang berada di bawah t tabel 1.69236 dengan tingkat signifikansi 0.9478 melampaui 0.05 yang menyebabkan Ha2 harus digugurkan. Penyelidikan secara kolektif membuktikan adanya pengaruh signifikan Tingkat Hutang dan Struktur Modal terhadap Profitabilitas, yang dibuktikan dengan nilai F hitung 4.189942 melampaui F tabel 2.89 dan tingkat signifikansi 0.023903 di bawah 0.05 sehingga Ha3 diterima. Angka Adjusted R2 sebesar 0.654178 memberikan gambaran bahwa 65% fluktuasi Profitabilitas bersumber dari Tingkat Hutang dan Struktur Modal, sementara 35% sisanya merupakan kontribusi dari variabel di luar ruang lingkup model ini.

Hubungan Pemahaman Konsep dengan Berpikir Kritis pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri Karoaipi

Sonya Liske Rumbewas, Nancy Susianna, Nerru Pranuta Murnaka
Abstract: Twenty-first-century science education requires students not only to master scientific concepts but also to possess critical thinking skills to analyze, evaluate, and solve problems logically. The reality in schools indicates&#8230; cates that science learning is still frequently teacher-centered, resulting in students’ conceptual understanding and critical thinking skills not being optimally developed. This study aimed to determine the relationship between conceptual understanding and critical thinking skills among eighth-grade students of SMP Negeri Karoaipi on the topic of the human respiratory system. The study employed a quantitative approach with a correlational research design. The research sample consisted of 25 students selected through a convenience sampling technique. Data were collected using descriptive tests of conceptual understanding and critical thinking skills, while data analysis was conducted through descriptive statistics, normality testing, and simple linear regression analysis using SPSS. The findings revealed that students’ conceptual understanding was categorized as good, with a mean score of 77.36, while critical thinking skills were also categorized as good, with a mean score of 78.76. Regression analysis demonstrated a correlation coefficient of 0.045 and an R Square value of 0.002, indicating that the relationship between conceptual understanding and critical thinking skills was classified as very low. These findings suggest that critical thinking skills are influenced not only by conceptual mastery but also by learning strategies, problem-solving experiences, analytical activities, and student engagement during science learning. The novelty of this study lies in the empirical finding that strong conceptual mastery does not necessarily correspond to high critical thinking skills among junior high school students in rural schools, particularly on the topic of the human respiratory system.