Search Articles & Publications

Showing 5590 articles found for "Dengan"

Pengelolaan Keuangan Berdasarkan SAK UMKM Bagi Pelaku UMKM di Kabupaten Asahan

Rohminatin, Rohminatin, Saputra, Endra, Putri, Pristiyanilicia
Abstract: UMKM is a productive business owned by a person or business entity that meets the criteria as a micro business, small business and medium business.which is the basis for determining the type of business seen from the average… rage business income in a year and based on the net worth of the business. In running a business, finance is the most important thing for entrepreneurs, but there are still many UMKM that do not understand business financial management. Lack of understanding in managing financial management results in problems of uncontrolled capital used and income generated. Often personal finances are mixed up with business finances, of course this will be fatal if the entrepreneur cannot know how much money has been spent and used and how much profit is actually obtained from these business activities. PkM activities are carried out using the Community Education Method, namely carrying out percentage activities on how to manage good financial management. From these activities Partners can understand how to manage business finances in accordance with financial accounting standards, especially SAK EMKM standards. Keywords: finance; management; umkm Abstrak:UMKM merupakan usaha produktif yang dimiliki seseorang atau badan usaha yang memenuhi kriteria sebagai usaha mikro, usaha kecil dan usaha menengah. Yang menjadi dasar penentuan jenis usaha dilihat dari rata-rata pendapatan usaha tersebut dalam setahun serta berdasarkan kekayaan bersih usaha tersebut. Dalam menjalankan usaha keuangan merupakan hal terpenting bagi pengusaha, namun masih banyak UMKM belum memahami pengelolaan keuangan usaha. Kurang fahamnya dalam pengelolaan manajemen keuangan mengakibatkan permasalahan tidak terkontrolnya modal yang digunakan serta pendapatan yang dihasilkan. Sering kali keuangan pribadi bercampurbaur dengan keuangan usaha, tentu hal ini akan menjadi fatal apabila pengusaha tidak dapat mengetahui berapabesar dana yang sudah dikeluarkan dan yang digunakan serta berapa besar sebenarnya keuntungan yang diperoleh dari  kegiatan usaha tersebut. Kegiatan PkM dilakukan dengan Metode Pendidikan Masyarakat yaitu melakukan kegiatan persentase  tentang bagaimana mengelola manajemen keuangan yang baik. Dari kegiatantersebut Mitra dapat memahami bagaiman mengelola keuangan usaha yang sesuai dengan standar akuntansi keuangan terkhusus standar SAK EMKM (Standar Akuntasi Keuangan dan  Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah). Kata kunci: keuangan; pengelolan; umkm

Peran Machine Learning Dalam Pembelajaran Di LKP Bintang Mulia Batu Bara

Rahmadani, Nurul, Kurniawan, Edi, Risnawati, Risnawati
Abstract: LKP Bintang Mulia Batu Bara is located in a coastal area which resulted in the guidance participants not being updated on technological advances in the education sector. Even though the times have been very advanced with… one of the newest innovations, namely Machine Learning. Machine Learning in the field of education can provide a variety of learning options, so that students can find what is best for them, taking into account the differences of each individual student. Machine Learning can also be used to monitor learning processes that confuse students, so that Machine Learning in education runs in harmony with what students need. The purpose of doing this service is to broaden students' understanding of the role of Machine Learning in learning. This service was held on April 15, 2023, and the participants in this activity were 8 LKP guidance students. So the result of this dedication is that there are many roles that Machine Learning can play in learning, such as playing a role in learning content, the teaching process, giving assignments, the assessment process, and monitoring student learning progress.  Keywords: education; learning; Machine Learning Abstrak:  LKP Bintang Mulia Batu Bara terletak di daerah pesisir pantai yang mengakibatkan para peserta bimbingan tidak update mengenai kemajuan teknologi di bidang pendidikan. Padahal perkembangan zaman sudah sangat maju dengan salah satu inovasi terbaru, yaitu Machine Learning. Machine Learning di bidang pendidikan dapat memberikan berbagai pilihan pembelajaran, sehingga siswa dapat menemukan apa yang terbaik bagi mereka, dengan mempertimbangkan perbedaan tiap individu siswa. Machine Learning juga dapat digunakan untuk memonitoring proses pembelajaran yang membingungkan siswa, sehingga Machine Learning dalam pendidikan berjalan selaras dengan yang dibutuhkan siswa. Tujuan dilakukannya pengabdian ini ialah untuk memperluas pemahaman siswa mengenai peran Machine Learning dalam pembelajaran. Pengabdian ini dilaksanakan pada tanggal 15 April 2023, dan yang menjadi peserta dalam kegiatan ini ialah para siswa-siswi bimbingan LKP yang berjumlah 8 orang. Maka hasil dari pengabdian ini ialah banyak peran yang dapat dilakukan Machine Learning dalam pembelajaran, seperti berperan dalam konten pembelajaran, proses pengajaran, pemberian tugas, proses penilaian, serta memantau kemajuan belajar para siswa. Kata kunci: Machine Learning; pembelajaran; pendidikan 

Kolaborasi Multi Stakeholder Dalam Menjaga Destinasi Wisata Pantai Loang Baloq

Hidayat, Rahmad, Pratama, Inka Nusamuda
Abstract: The community service activities carried out are a multi-stakeholder collaborative effort in maintaining the cleanliness and sustainability of Loang Baloq Beach. The activity was carried out by involving various related… parties, including the Regional Government, PDPM Mataram City, tourism industry players, surrounding communities, and students as agents of change. Activities are carried out in several stages, including observing problems, preparing, implementing waste cleaning, and making recommendations and action plans. The result of this community service activity is the creation of a cleaner and healthier environment, as well as the formation of recommendations and action plans to improve waste management at Loang Baloq Beach and other tourist destinations in Mataram City. The concept of multi-stakeholder collaboration that is applied in this service activity can be an example for waste management activities and the management of other tourist destinations in Indonesia. In addition, this activity also provides valuable experience for students in carrying out community service activities and involving different stakeholders in achieving the same goals. It is hoped that this activity can have a wider impact on the environment and society in Mataram City, and can be used as a reference for similar activities in the future. Keywords: beach destinations; cleanliness; collaboration; garbage; tours Abstrak: Kegiatan pengabdian yang dilakukan merupakan upaya kolaborasi multi stakeholder dalam menjaga kebersihan dan kelestarian Pantai Loang Baloq. Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan berbagai pihak terkait, termasuk Pemerintah Daerah, PDPM Kota Mataram, pelaku industri pariwisata, masyarakat sekitar, dan Mahasiswa sebagai agen perubahan. Kegiatan dilakukan dengan beberapa tahap, antara lain observasi masalah, persiapan, pelaksanaan pembersihan sampah, serta pembuatan rekomendasi dan rencana aksi. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan sehat, serta terbentuknya rekomendasi dan rencana aksi untuk meningkatkan pengelolaan sampah di Pantai Loang Baloq dan destinasi wisata lainnya yang ada di Kota Mataram. Konsep kolaborasi multi stakeholder yang diterapkan dalam kegiatan pengabdian ini dapat menjadi contoh bagi kegiatan pengelolaan sampah dan pengelolaan destinasi wisata lainnya di Indonesia. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan pengalaman berharga bagi para mahasiswa dalam melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat dan melibatkan stakeholder yang berbeda dalam mencapai tujuan yang sama. Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi lingkungan dan masyarakat di Kota Mataram, serta dapat dijadikan acuan bagi kegiatan serupa dimasa depan.   Kata kunci: destinasi pantai; kebersihan; kolaborasi; sampah; wisata

Pemanfaatan Google Drive Sebagai Alternatif Media Penyimpanan Secara Online Pada SMK Negeri 4 Tanjungbalai

sahren, sahren, irianto, irianto, Afrisawati, Afrisawati, Mahyudin, Dimas
Abstract: The data storage system is designed to keep data neatly and safely stored and conveniently accessible when needed. Teachers were not used to utilizing Google Drive and instead saved material on cellphones, which clogged… storage and made it difficult to access files when they were needed. Data was frequently left behind since it was saved on a separate flash drive or laptop. Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) is an activity that intends to deliver knowledge training on Google Drive cloud storage technology as an alternative to the online storage medium. Tanjung Balai 4 SMKN was involved as a PkM partner in the activity, which focused on introducing and training in using Google Drive.  Among the tactics employed is teaching instructors about the characteristics and benefits of Google Drive as an online storage medium. Tanjung Balai SMKN4 instructors in the 20-teacher group improved their understanding of Google Drive features and functionalities, as well as their capacity to handle files efficiently, after attending the session. Because cooperation partners and instructors at SMKN 4 Tanjung Balai may utilize the information learned to maximize the usage of Google Drive in school activities, using Google Drive has a beneficial influence on PkM activities. Keywords: cloud_storage; google_drive; smkn4_tanjung_balai; PkM Abstrak: Sistem penyimpanan data tidak hanya bertujuan agar tersimpan secara rapi dan aman namun dapat juga diakses dengan mudah saat data dibutuhkan. Sebelumnya para guru belum terbiasa menggunakan google drive dan lebih sering menyimpan data dismartphone  sehingga membebani penyimpanan serta kesulitan dalam menemukan file saat akan digunakan dan data yang sering tertinggal karena disimpan dimedia flashdisk atau dilaptop yg berbeda. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini bertujuan memberikan pelatihan kepada guru-guru tentang pengetahuan teknologi cloud storage google drive sebagai alternatif media penyimpanan  online. Kegiatan dilakukan dengan melibatkan SMKN4 Tanjung Balai sebagai mitra dalam PkM yang fokus pada pengenalan dan pelatihan penggunaan google drive. Metode yang digunakan meliputi pelatihan kepada guru-guru mengenai fitur dan manfaat google drive sebagai media penyimpanan online. Setelah mengikuti pelatihan, guru SMKN4 Tanjung Balai  yang mengikuti 20 guru mengalami peningkatan pengetahuan tentang fitur dan fungsi google drive, serta kemampuan mereka dalam mengelola file secara efektif. Pemanfaatan google drive juga memberikan dampak positif dalam kegiatan PkM sebagai kolaborasi mitra dan guru SMKN 4 Tanjung Balai dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh untuk mengoptimalkan penggunaan google drive dalam kegiatan sekolah. Kata kunci: cloud_storage; google_drive; smkn4_tanjung_balai; PkM

Social Customer Relationship Management Bagi UMKM Kube Kuliner Asahan

Rahayu, Elly, Kifti, Wan Mariatul, santoso, santoso, Lubis, Syafaat Sufi
Abstract: The Asahan Culinary Joint Business Group (KUBE) is an MSME actor engaged in the culinary business in Kisaran City, Asahan Regency, and its surroundings who are members of a joint business group. Asahan Culinary KUBE is running… unning its business from promotions to sales transactions through social media WhatsApp and Facebook. KUBE Asahan Culinary which has 4,093 members are sellers and buyers who transact and communicate through Facebook social media. The problem faced by KUBE Kuliner Asahan is Customer Relationship Management or customer management. Business actors have not been able to utilize customer data from social media to build better relationships with their customers, especially for retargeting and remarketing. This activity aims to provide understanding and knowledge about managing customers through social media and utilizing CRM data to identify potential customers, and prospective customers, identify customer journeys, and create promotional content according to customer characteristics. The activity participants are business actors who are members of the Asahan Culinary KUBE, totaling 25 people and the activities are carried out in the STMIK Royal meeting hall. The method used is community education through counseling and exposure to material with the help of power points. The results of its activities are the implementation of PkM activities and increased understanding and knowledge of business actors.            Keywords: CRM, KUBE; Culinary; MSMEs Abstrak: Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Kuliner Asahan merupakan pelaku UMKM yang bergerak dalam bidang usaha kuliner di Kota Kisaran Kabupaten Asahan  dan sekitarnya yang tergabung dalam kelompok usaha bersama. KUBE Kuliner Asahan dalam menjalankan usahanya dari promosi sampai transaksi penjualan melalui sosial media whatsaap dan Facebook. KUBE Kuliner  Asahan yang memiliki anggota 4.093 anggota merupakan penjual dan pembeli yang bertransaksi serta berkomunikasi melalui  social media faceebook. Permasalahan yang dihadapi KUBE Kuliner Asahan adalah  Customer Relationhip Management atau pengelolaan pelanggan. Pelaku usaha belum mampu    memanfaatkan data-data pelanggan dari sosial media untuk membangun hubungan yang lebih baik dengan pelanggannya terutama untuk retargeting dan remarketing atau pemasaran ulang. Kegiatan  ini bertujuan memberikan pemahaman serta pengetahuan tentang pengelolaan pelanggan melalui  media sosial serta  pemanfaatan data CRM untuk melakukan identifikasi pelanggan potensial, calon pelanggan,  melakukan identifikasi perjalanan pelanggan serta membuat konten promosi sesuai dengan karakteristik pelanggan. Peserta kegiatan adalah pelaku usaha yang tergabung dalam KUBE Kuliner Asahan yang berjumlah 25 orang dan kegiatan dilakukan di Aula pertemuan STMIK Royal. Metode yang digunakan pendidikan masyarakat melalui penyuluhan dan paparan materi dengan bantuan power point.  Hasil kegiatannya adalah terlaksananya kegiatan PkM serta peningkatan pemahaman dan pengetahuan pelaku usaha. Kata kunci: CRM, KUBE; Kuliner; UMKM

Pelatihan Desain Kemasan Produk Menggunakan Aplikasi Canva Pada UMKM KUBE (Kuliner Usaha Bersama) Asahan

Ramdhan, William, Yusda, Riki Andri, Nurwati, Nurwati
Abstract: Abstrak: Kemasan produk yang unik mampu memberikan pengaruh minat terhadap konsumen. Hal ini dikarenakan kemasan produk merupakan hal pertama yang dilihat oleh konsumen sebelum mereka membeli produk para pelaku usaha. Sehingga… hingga desain kemasan produk ini seharusnya dapat menjadi perhatian lebih bagi para pelaku usaha/UMKM agar mereka semakin kreatif dan inovatif dalam membuat kemasan produk mereka agar lebih menarik perhatian konsumen. KUBE Asahan merupakan UMKM yang bergerak pada sektor kuliner. Permasalahan yang di hadapi oleh KUBE Asahan sulitnya mendesain kemasaran produk dalam meningkatkan citra produk dimata konsumen. Saat ini desain kemasan produk masih sangat sederhana sehingga kurang menarik yang memberikan dampak turunnya minta beli dikarenakan keragu-raguan konsumen dalam membeli produk yang tidak memiliki desain kemasan produk yang memberikan informasi produk. Desain grafis penerapan teknologi pada sektor ekonomi dan pemasaran, dimana desain grafis diterapkan guna membrandingkan suatu produk sehingga memberikan informasi secara visual sebagai upaya pemasaran untuk mencapai tujuan salah satunya dengan menggunakan software desain grafis salah satunya Canva. Aplikasi Canva yang merupakan aplikasi yang dapat diakses secara online dan gratis untuk membuat desain grafis untuk berbagai keperluan serta juga dapat digunakan untuk mengubah foto dan membuat ikon produk dengan banyak pilihan gambar dan template desain yang menarik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pelaku UMKM yakni KUBE Asahan tentang pentingnya desain kemasan produk karena kemasan produk yang merupakan suatu peluang dalam memberikan pengaruh penting serta mempertahankan atau meningkatkan penjualan sehingga produk yang ditawarkan guna meningkat nilai tambah produknya. Kata kunci: KUBE Asahan, Canva, Desain, Kemasan Produk

Penjernihan Air Sungai Silau Skala Rumah Tangga Kabupaten Asahan Dengan Metode Elektrokoagulasi

Hasanah, Moraida, Z, Fynnisa, Zahar, Intan, Rahmadsyah, Rahmadsyah, Harmayani, Harmayani, Saktisahdan, T Jukdin
Abstract: challenge that frequently affects daily life. Generally, the community faces water sources that are discolored, oily, and emit unpleasant odors due to their origins as former rice fields or peat soil. Clean water is one… of the main needs for humans for survival and is a determining factor in public health and welfare. Making clean water sources in Sidomulyo Village using the electrocoagulation method is one solution that can be offered. The electrocoagulation method involves utilizing electrical energy to coagulate and remove fine particles from water. By conducting simulations or raising awareness among the public about this method, it aims to provide assistance to the community while promoting understanding of how the electrocoagulation process can be used to purify contaminated water sources, addressing issues such as water discoloration, oiliness, and unpleasant odor.   Keywords: clean water; polluted water; electrocoagulation method     Abstrak : Masalah air bersih di Desa Sidomulyo terus menjadi isu yang sering muncul dalam kehidupan sehari-hari. Secara umum, air yang digunakan oleh masyarakat di desa tersebut memiliki warna coklat kekuningan, terkontaminasi oleh minyak, dan memiliki aroma yang tidak sedap. Hal ini terjadi karena sumber air yang digunakan berasal dari bekas lahan pertanian sawah atau tanah gambut. Keberadaan air bersih sangat penting bagi kehidupan manusia dan berperan krusial dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Salah satu solusi yang dapat diterapkan untuk menciptakan sumber air bersih di Desa Sidomulyo adalah dengan menggunakan metode elektrokoagulasi. Metode elektrokoagulasi adalah proses penggumpalan dan pengendapan partikel-partikel halus dalam air dengan menggunakan energi listrik. Diharapkan dengan melakukan simulasi atau penyuluhan kepada masyarakat tentang metode elektrokoagulasi, maka masyarakat dapat terbantu sekaligus memahami tentang aplikasi metode elektrokoagulasi untuk penjernihan sumber air yang tercemar seperti warna air yang kuning kecoklatan, berminyak, dan berbau.   Kata kunci : air bersih; air tercemar; metode elektrokoagulasi

Pemulihan Kesehatan Dan Fasilitas Pendidikan Pasca Gempa Cianjur Di Wilayah Cugenang

Soenandi, Iwan Aang, Peranginangin, Prasasti, Silalahi, Malianti, Mokorowu, Yanny Yeski, Ginting, Meriastuti
Abstract: Abstract: The Community Service Program, LDDIKTI 3 in collaboration with DITJENDIKTIRISTEK and Universities launched an Incentive Program for Assignment to Private Universities for the Implementation of Community Service… in the Cianjur Earthquake Area based on Key Performance Indicators with a focus on the goal of Recovery for Victims of the Cianjur Earthquake Natural Disaster, West Java. From the results of observations made in the Cianjur and surrounding areas which were affected by the earthquake, many locations in Wangunjaya Village, Cugenang Regency, have not been touched and received assistance. Many people in this area experience health problems due to unbalanced nutritional intake and unclean lifestyle, damage to learning tools in schools and early childhood education, especially at SMPN 2 Cugenang and in early childhood education. The aim of the activity is to improve public health from a physical and mental perspective and to help restore education using digital learning. The activities carried out included conducting free examinations and treatment, teaching Progressive Muscle Relaxation (PMR) therapy to reduce anxiety in the community, distributing healthy food parcels, providing trauma healing for school children, and providing school facilities for schools.   Keywords: cianjur earthquake; cugenang; community service; educational facilities; health recovery.   Abstrak: Program Pengabdian Masyarakat, LDDIKTI 3 bekerjasama dengan DITJENDIKTIRISTEK dan Perguruan Tinggi mencanangkan Program Insentif Penugasan kepada Perguruan Tinggi Swasta untk Pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat di Wilayah Gempa Cianjur berbasis Kinerja Indikator Kinerja Utama dengan fokus tujuan Pemulihan Korban Bencana Alam Gempa Cianjur Jawa Barat. Dari hasil pengamatan yang dilakukan di daerah Cianjur dan sekitarnya yang terkena dampak gempa, lokasi Desa Wangunjaya Kabupaten Cugenang masih banyak yang belum tersentuh dan mendapatkan bantuan. Para masyarakat didaerah ini banyak yang mengalami masalah kesehatan karena asupan gizi yang tidak seimbang serta perilaku hidup yang tidak bersih, kerusakan alat-alat pembelajaran di sekolah dan PAUD khususnya di SMPN 2 Cugenang dan di PAUD. Tujuan kegiatan adalah untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dari segi jasmani serta mental dan membantu memulihkan Pendidikan menggunakan pembelajaran digital. Kegiatan yang dilakukan adalah melakukan pemeriksaan dan pengobatan gratis, mengajarkan terapi Progressive Muscle Relaxation (PMR) untuk menurunkan ansietas pada masyarakat,  membagikan parcel makanan sehat, memberikan trauma healing bagi anak sekolah, serta memberikan bantuan fasilitas sekolah bagi sekolah. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa terjadinya peningkatan perasaan bahagia siswa dan masyarakat (+52%), siswa menjadi bisa merasakan pembelajaran digital (+34%) dan masyarakat menjadi lebih merasakan jasmani yang lebih sehat (+17%).   Kata kunci: cugenang; fasilitas pendidikan; gempa cianjur; pemulihan kesehatan; pengabdian masyarakat.

Optimalisasi Pemanfaataan Alat Peraga Lingkaran Pada Siswa SMP Widiatmika

Puspadewi, Kadek Rahayu, Payadnya, I Putu Ade Andre, Noviantari, Putu Suarniti, Wibawa, Kadek Adi, Atmaja, Made Dharma
Abstract: The purpose of this community service is to provide a solution in the form of training and assistance to teachers and students in using the tool display. Widiatmika Middle School is a private school with its address on Jalan… alan Raya Udayana Campus, Pondok Taman Nusantara No.01, Jimbaran. From the results of interviews with partners, it was found that the school was still limited in using visual aids, especially in learning mathematics. The use of this teaching aid in learning is very important in supporting learning process. Visual aids that are utilized optimally can provide better and systematic learning, directly or indirectly, and can provide convenience for the teaching and learning process in schools. Community service activities in the form of training on the use of circle props at Widiatmika Middle School have been running smoothly. This one-day activity has been carried out offline. The enthusiasm of the lecturers and students in providing assistance as well as the enthusiasm of the training teachers and students made this activity run smoothly         Keywords: learning; teaching aids; mathematics   Abstrak: Tujuan pengabdian masyarakat ini yaitu memberikan solusi berupa pelatihan serta pendampingan kepada guru dan siswa-siswi dalam menggunakan alat peraga. SMP Widiatmika merupakan sekolah swasta beralamat di Jalan Raya Kampus Udayana, Pondok Taman Nusantara No.01, Jimbaran. Dari hasil wawancara dengan mitra diperoleh permasalahan bahwa pihak sekolah masih terbatas dalam memanfaatkan alat peraga khususnya dalam pembelajaran matematika. Penggunaan alat peraga ini dalam pembelajaran sangat penting dalam menunjang proses  pembelajaran. Alat peraga yang dimanfaatkan secara maksimal dapat memberikan pembelajaran yang lebih baik dan sistematis, secara langsung atau tidak langsung, serta dapat memberikan kemudahan bagi proses belajar mengajar di sekolah. Kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan pemanfaatan alat peraga lingkaran di SMP Widiatmika telah berjalan lancar. Kegiatan yang berlangsung selama satu hari ini telah dilaksanakan secara luring. Semangat para dosen dan mahasiswa dalam melakukan pendampingan begitu juga dengan antusias guru dan siswa pelatihan membuat kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar. Kata kunci: alat peraga, pembelajaran; matematika

Pengembangan Usaha Kelompok Peternak Lebah Trigona Ampel Mesari Banjar Bebali Desa Berembeng

Wijaya, I Gusti Ngurah Satria, Ciptahadi, Ketut Gus Oka, Ayuningsih, Ni Putu Meina, Narindro, Laser
Abstract: Abstract: The Trigona Beekeepers Group "Ampel Mesari" is a Trigona beekeeping group that accommodates breeders in the Be-bali Banjar area, Berembeng Village. The problems faced by this group are that the group's production… on process is still very minimal, and the method of packaging catfish honey products (trigona) still uses used bottles from other products and does not yet use product label packaging. The solution offered from this service activity is to provide production training to increase colonies from competent experts, provide superior bee colonies assistance, and packaging training with labeling. This community service project will be carried out through socializing exercises, core training activities, and monitoring and evaluation. Implementation of production training activities to increase bee colonies and product packaging and labeling training went well. It can be concluded that there was an increase in understanding, especially about the production of Trigona beekeeping and for an increase in understanding of product packaging and labeling, indicated due to the training participants' enthusiasm and happiness, the pretest and posttest values increased, and participants had no trouble understanding the material during the training process.             Keywords: trigona bee; production training; packaging and labeling training     Abstrak: Kelompok Peternak Lebah Trigona “Ampel Mesari” merupakan kelompok peternak lebah trigona yang mewadahi peternak-peternak yang berada diwilayah Banjar Bebali, Desa Berembeng. Permasalahan yang dihadapi oleh kelompok ini adalah proses produksi kelompok masih sangat minim sekali, dan cara pengemasan produk madu   trigona (kele) masih mempergunakan botol bekas produk lain serta belum menggunakan kemasan label produk. Pemecahan masalah yang diberikan dari program pengabdian ini adalah menawarkan pelatihan produksi untuk memperbanyak koloni dari pakar berkompeten, pemberian bantuan koloni lebah unggul, dan pelatihan kemasan dengan labeling. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini adalah melalui kegiatan sosialisasi, kegiatan inti berupa pelatihan, dan monitoring serta evaluasi. Pelaksanaan kegiatan pelatihan produksi untuk memperbanyak koloni lebah dan pelatihan pengemasan produk dan labeling berjalan dengan baik. Dapat disimpulkan bahwa terjadi transfer pengetahuan khususnya tentang produksi budidaya lebah trigona, pengemasan dan labeling produk diindikasikan dengan hasil tes yang menunjukkan peningkatan, serta peserta menyambut baik dan berse-mangat untuk mengikuti pelatihan ini sehingga tidak menemui kendala un-tuk memahami isi materi pelatihan kedua pelatihan.   Kata kunci: lebah trigona; pelatihan produksi; pelatihan kemasan dan labeling