Search Articles & Publications

Showing 672 articles found for "Integrasi"

Kearifan Lokal dan Sistem kepemimpinan Adat Suku Kanum dalam Pengelolaan Ruang Hidup di Wilayah Perbatasan Merauke

Jalal, Nur, Syahrabudin Husein Enala
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kearifan lokal dan sistem kepemimpinan adat Suku Kanum dalam pengelolaan ruang hidup di wilayah perbatasan Merauke, Papua Selatan. Sebagai masyarakat adat yang mendiami kawasan… awasan strategis nasional dan berbatasan langsung dengan Papua Nugini, Suku Kanum memiliki sistem nilai, struktur sosial, serta praktik pengelolaan sumber daya alam yang berakar pada prinsip keseimbangan ekologis dan solidaritas komunal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi, melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumen adat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan adat Kanum berfungsi tidak hanya sebagai otoritas sosial, tetapi juga sebagai pengatur tata ruang berbasis kearifan lokal, yang memastikan pemanfaatan lahan, hutan, dan perairan secara berkelanjutan. Struktur kepemimpinan berbasis marga (clan-based leadership) memainkan peran penting dalam menjaga batas-batas teritorial adat dan mencegah konflik antar komunitas. Namun, modernisasi dan ekspansi proyek pembangunan nasional di wilayah perbatasan memunculkan tantangan baru, terutama terkait pergeseran nilai, marginalisasi otoritas adat, dan tumpang tindih regulasi antara hukum adat dan hukum negara. Temuan ini menegaskan bahwa pengakuan formal terhadap sistem kepemimpinan adat serta integrasi nilai-nilai kearifan lokal Kanum dalam kebijakan tata ruang merupakan kunci dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Papua Selatan.

Implementasi Kebijakan Pengelolaan Sumber Daya Alam di Kabupaten Merauke: Studi Kasus Penerapan Prinsip Berkelanjutan dan Dampaknya terhadap Pembangunan Lokal

Syahruddin, Nur Jalal, Syahrabudin Husein Enala
Abstract: Wilayah Papua Selatan mengalami dinamika sosial yang kompleks akibat interaksi antara masyarakat adat Papua dan pendatang dari wilayah lain di Indonesia. Konflik identitas yang terjadi tidak hanya berkaitan dengan perbedaan… aan budaya dan agama, tetapi juga menyangkut ketimpangan ekonomi, marginalisasi politik, dan pembangunan yang belum merata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor- faktor yang memicu konflik identitas dan menilai upaya integrasi sosial yang telah dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat sipil. Dengan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka dan wawancara sekunder, penelitian ini menemukan bahwa konflik identitas di Papua Selatan bersifat struktural dan historis, serta membutuhkan pendekatan interkultural yang berkelanjutan untuk menciptakan integrasi sosial yang inklusif.

Konflik Identitas Dan Tantangan Integrasi Sosial Di Papua Selatan: Studi Sosial Budaya Dan Politik

Wulandari Renyaan, Nur Jalal
Abstract: Wilayah Papua Selatan mengalami dinamika sosial yang kompleks akibat interaksi antara masyarakat adat Papua dan pendatang dari wilayah lain di Indonesia. Konflik identitas yang terjadi tidak hanya berkaitan dengan perbedaan… aan budaya dan agama, tetapi juga menyangkut ketimpangan ekonomi, marginalisasi politik, dan pembangunan yang belum merata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor- faktor yang memicu konflik identitas dan menilai upaya integrasi sosial yang telah dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat sipil. Dengan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka dan wawancara sekunder, penelitian ini menemukan bahwa konflik identitas di Papua Selatan bersifat struktural dan historis, serta membutuhkan pendekatan interkultural yang berkelanjutan untuk menciptakan integrasi sosial yang inklusif.

Kearifan Lokal dan Ekonomi Kreatif Digital di daerah 3T: Studi Awal tentang Potensi KIM di Kabupaten Merauke

Enala, Syahrabudin Husein, Nurdin
Abstract: Transformasi digital di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) membawa peluang sekaligus tantangan bagi masyarakat lokal dalam mengembangkan ekonomi kreatif yang berakar pada kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan… uan untuk mengidentifikasi potensi, peran, dan tantangan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di Kabupaten Merauke dalam mengintegrasikan nilai budaya lokal dengan pemanfaatan teknologi digital untuk memperkuat ekonomi kreatif berbasis komunitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi yang melibatkan anggota KIM, tokoh adat, serta pelaku ekonomi kreatif lokal. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan berdasarkan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Marind, seperti gotong royong, solidaritas sosial, dan keberlanjutan alam, menjadi fondasi utama dalam membangun identitas ekonomi kreatif lokal yang berkelanjutan. KIM berperan penting sebagai fasilitator literasi digital, mediator komunikasi pembangunan, serta penghubung antara masyarakat dan ruang ekonomi digital yang lebih luas. Namun, keterbatasan infrastruktur digital, rendahnya kapasitas teknologi, dan minimnya dukungan kebijakan menjadi hambatan utama dalam proses pengembangan ekonomi kreatif berbasis digital di wilayah ini. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi antara kearifan lokal dan teknologi digital dapat menjadi strategi efektif dalam memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat 3T. Penguatan kapasitas digital KIM dan kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan di Kabupaten Merauke.

Pemetaan Digital Rantai Nilai Sawit Swadaya: Analisis Kesiapan Petani Papua Selatan terhadap Implementasi Sistem Ketertelusuran

Enala, Syahrabudin Husein, Nur Jalal, Antonius Nggewaka, Frederikus Antonius Mana
Abstract: Sektor kelapa sawit menjadi penopang utama perekonomian Indonesia, termasuk di kawasan timur seperti Papua Selatan yang mulai berkembang sebagai wilayah penghasil sawit swadaya. Namun, perkembangan tersebut belum sepenuhnya… nya diimbangi dengan tata kelola yang kuat dan penerapan sistem digitalisasi rantai nilai yang menjamin keberlanjutan serta transparansi. Sebagian besar petani sawit swadaya di Papua Selatan masih menghadapi kendala pada literasi digital, akses teknologi, kelembagaan yang lemah, serta belum adanya sistem ketertelusuran (traceability system) yang memenuhi standar keberlanjutan seperti Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dan European Union Deforestation Regulation (EUDR). Penelitian ini bertujuan menganalisis kesiapan petani sawit swadaya terhadap implementasi sistem pemetaan digital rantai nilai di Papua Selatan, dengan fokus pada tiga dimensi utama: kelembagaan lokal, kapasitas digital petani, dan dukungan kebijakan. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap petani, aparat kampung, koperasi, dan dinas terkait di Kabupaten Merauke dan Boven Digoel, serta studi dokumentasi terhadap kebijakan daerah dan laporan keberlanjutan. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman (1994) yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kesiapan digital petani masih tergolong rendah hingga sedang akibat minimnya literasi dan infrastruktur penunjang, namun terdapat potensi penguatan kelembagaan koperasi serta dukungan pemerintah daerah. Penelitian ini menawarkan kerangka kesiapan digital petani sawit berbasis konteks lokal Papua Selatan yang mengintegrasikan aspek kelembagaan, teknologi, dan kebijakan untuk mewujudkan sistem ketertelusuran berbasis komunitas yang inklusif dan berkelanjutan.

Tradisi Lisan dan Kearifan Lokal: Kajian Cerita Rakyat Masyarakat Anim Ha di Kabupaten Merauke

Syahrabudin Husein Enala, Ekfindar Diliana, Syahfitriani Br Ginting, Ricardo Goncalves Klau
Abstract: Penelitian ini mengkaji cerita rakyat masyarakat Anim Ha (Marind) di Kabupaten Merauke sebagai bagian dari tradisi lisan yang berfungsi sebagai media pendidikan moral, pelestarian budaya, serta penguatan identitas sosial.… . Dengan menggunakan pendekatan etnografi dan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña untuk menelaah tema, nilai moral, serta kearifan lokal yang terkandung dalam cerita rakyat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita rakyat Marind memuat pesan-pesan universal seperti kesetiaan, persahabatan, keadilan, keberanian, kemandirian, serta penghormatan terhadap alam. Cerita-cerita seperti Janji Ajaib Seorang Sahabat, Kisah Nona dari Salor, Kutukan Alamem di Tanah Domande dan Kalibian, dan Qaraipe memperlihatkan nilai solidaritas, keadilan sosial, kesadaran ekologis, serta pentingnya ketabahan menghadapi diskriminasi. Selain itu, unsur magis dan simbolisme alam dalam cerita memperkuat relasi spiritual masyarakat dengan lingkungannya. Temuan ini menegaskan bahwa tradisi lisan masyarakat Anim Ha memiliki relevansi dengan isu kontemporer, terutama dalam pendidikan karakter, pelestarian budaya, mitigasi bencana, dan literasi lingkungan. Oleh karena itu, cerita rakyat Marind penting untuk didokumentasikan serta diintegrasikan dalam pendidikan formal guna menjaga identitas budaya lokal sekaligus menanamkan nilai-nilai luhur pada generasi muda Papua Selatan. Kata kunci: Cerita Rakyat Marind, Kearifan Lokal, Pendidikan Karakter

Integrasi Capacity Building dan Digitalisasi dalam Pengembangan Wisata Berbasis Komunitas di Pulau Sapomi, Kabupaten Biak Numfor

Mansnembra, Imelda Cornelia, Arifudin, Aldisa, Tammubua, Milcha Handayani, Awal, Muhammad
Abstract: Pulau Sapomi di Kabupaten Biak Numfor memiliki potensi wisata bahari yang begitu kaya, namun dalam praktiknya pengelolaan wisata masih dilakukan secara sederhana. Pokdarwis yang seharusnya menjadi penggerak utama destinasi… si belum sepenuhnya memiliki kemampuan untuk mengelola wisata secara profesional, terutama dalam aspek pelayanan, penyusunan program wisata, serta pemanfaatan platform digital. Melalui kegiatan pengabdian ini, dilakukan serangkaian pelatihan dan pendampingan untuk membantu Pokdarwis membangun kapasitasnya secara bertahap. Kegiatan meliputi pelatihan hospitality, tour guiding, storytelling, penguatan kelembagaan, serta pembentukan identitas digital destinasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya perubahan nyata, baik dari sisi sikap maupun keterampilan. Pokdarwis kini memiliki struktur organisasi, dua paket wisata yang dapat ditawarkan kepada wisatawan, serta kemampuan untuk mempromosikan Sapomi secara digital. Perubahan ini memberi harapan bagi masyarakat Sapomi untuk mengembangkan wisata bahari dengan lebih percaya diri dan terarah.

Pembelajaran Religius untuk Generasi Muda: Strategi Pendidikan yang Mendalam dan Menginspirasi

Sinambela, Juita, Sinaga, Janes
Abstract: Penelitian ini mengeksplorasi dan menganalisis efektivitas strategi pendidikan religius dalam membentuk karakter dan nilai-nilai spiritual pada generasi muda. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui pendekatan kajian… ajian literatur, dapat menganalisa dan memaparkan strategi pendidikan yang religious. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pendidikan yang mendalam dan menginspirasi mampu mengintegrasikan ajaran keagamaan ke dalam kehidupan sehari-hari generasi muda. Analisis data mengungkapkan perubahan positif dalam sikap, nilai, dan perilaku partisipan. Temuan ini didukung oleh pendekatan kualitatif yang mencakup pengkodean tematik dan analisis naratif. Partisipan menilai positif pendekatan ini karena memberikan ruang bagi refleksi pribadi, pembangunan nilai moral, dan pengalaman spiritual yang mendalam. Kesimpulan penelitian ini memberikan wawasan praktis untuk pengembangan pendekatan pendidikan yang dapat membentuk karakter positif pada generasi muda, menghadirkan relevansi ajaran keagamaan dalam konteks modern, dan mendorong penerapan nilai-nilai spiritual dalam tindakan nyata.

Strategi Kristen: Sebuah Kajian Ekspositori 2 Raja-raja 6:8-9 dalam Konteks Mengandalkan Hikmat Ilahi di Tengah Konflik

Bernard Maruli Hutabarat, Sinaga, Janes, Juita Lusiana Sinambela
Abstract: Penelitian ini bertujuan mengkaji secara ekspositori perikop 2 Raja-raja 6:8-9 untuk memahami strategi Kristen dalam menghadapi konflik. Permasalahan utama yang diangkat adalah bagaimana umat Kristen dapat menyusun strategi… egi yang berlandaskan pewahyuan dan hikmat ilahi, bukan hanya pada pertimbangan rasional manusia. Teks ini menampilkan dua pendekatan yang kontras: strategi Raja Aram yang mengandalkan perencanaan manusiawi dan strategi Raja Israel yang bertumpu pada pewahyuan Tuhan melalui nabi Elisa. Penelitian ini menggunakan metode ekspositori dengan analisis teologis-kontekstual, memperhatikan struktur teks, latar belakang historis, dan pesan teologis yang terkandung di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi Kristen lahir dari relasi intim dengan Tuhan, kepekaan terhadap suara-Nya, serta ketaatan dalam melaksanakan kehendak-Nya. Strategi ini bukan sekadar respons taktis, melainkan tindakan yang dipimpin oleh hikmat ilahi untuk menghadapi tantangan rohani maupun praktis. Penelitian ini menegaskan relevansi teks 2 Raja-raja 6:8-9 bagi kepemimpinan dan pelayanan Kristen kontemporer, khususnya dalam merespons konflik internal, membangun visi pelayanan, serta mengintegrasikan pewahyuan ilahi dalam pengambilan keputusan strategis. Kebaruan kajian ini terletak pada pendekatan ekspositori yang memadukan dimensi biblika, teologis, dan praktis dalam merumuskan paradigma strategis Kristen yang transformatif.

Analisis Pendekatan Kolaboratif pada Integrasi Pembelajaran Agama Kristen (PAK) dan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di SMK Kesehatan Reformasi Pontianak

Rosnamita, Ruben Nesimnasi, Merdiati Marbun
Abstract: This research aimed to identify the implementation, optimization, empowerment of technology, to evaluation of the implementation of the integration of Christian Religious Education Learning (PAK) and the Pancasila Student… t Profile Strengthening Project (P5) in the formation of student character at SMK Kesehatan Reformasi Pontianak. The method in this study is qualitative with a descriptive approach. The results of the study indicate that the implementation of the integration of PAK and P5 that meets students' needs in fulfilling knowledge of divinity and nationality are Worship Together and Reading the Bible, celebrating the Independence Day of the Republic of Indonesia and the Anniversary of Pontianak City, carrying out independent assignments with the substance of divinity and nationality values, holding a Clean Friday agenda, carrying out presentation and group discussion agendas, and implementing a three-dimensional wall magazine and poster making agenda. In addition, the aspect of technology empowerment needs to be optimized in various moments including the creation of digital-based posters and wall magazines as a representation of the agenda that describes the implementation of digitalization elements holistically, and the evaluation of the effectiveness of the integration of PAK and P5 learning in general is not carried out on a scheduled and regular basis, however, intensive communication and coordination between P5 and PAK teachers in order to integrate divinity and national values ​​are carried out, including together with school management.