Search Articles & Publications

Showing 670 articles found for "Rancang"

Penerapan Model Scrum dalam Perancangan Sistem Informasi Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Kurniawan, Edi, Imtihan, Khairul, Tantoni, Ahmad
Abstract: Abstract:Application of the Scrum model in the design of research and community service information systems (Case study at STMIK Lombok), the Institute for Research and Community Service (LPPM) is an activity unit that functions… unctions to manage all research and community service activities carried out by lecturers in connection with the lecturer improving the quality of the lecturer. The formulation of the problem is how to design and build a research and community service information system so as to facilitate the process of submitting proposals, accepting, selecting, reviewing, approving, controlling implementation and facilitating reporting. This study uses data collection methods namely observation and interviews, while the system development method uses the Scrum method, the following is a description of the stages of software development using the Scrum method, namely: Produck Backlog, Sprint Backlog, Sprint and Working Increment of the Software. Based on the data analysis, it was concluded that the research and community service information system was designed to facilitate the submission of research proposals as well as the dedication and reporting of research and service activities being carried out by lecturers. Presentation of information in this system includes lecturer data input, input of research proposal, dedication proposal input, print decision letter and report data input.             Keywords:Information Systems Research and Community Service, SCRUM Method     Abstrak:Penerapan model Scrum dalam perancangan sistem informasi penelititan dan pengabdian kepada masyarakat (Studi kasus di STMIK Lombok), Lembaga Penelititan dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) adalah sebuah unit kegiatan yang berfungsi mengelola semua kegiatan penelititan dan pengabdian kepada masyarakat yang dilakasanakan oleh dosen dalam kaitan dengan peningkatan kualitas dosen tersebut. Adapun perumusan masalahnya bagaimana merancang dan membangun sistem informasi penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sehingga mempermudah dalam proses pengajuan proposal, penerimaan, seleksi, review, persetujuan, pengontrolan pelaksanaan dan mempermudah pelaporan. metode pengembangan sistemnnya menggunakan metode Scrum, uraian dari tahap-tahap pengembangan perangkat lunak menggunakan metode Scrum yaitu : Produck Backlog, Sprint Backlog, Sprint dan Working Increment Of The Software. Berdasarkan analisa data yang dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa Sistem informasi penelitian dan pengabdian kepada masyarakat ini dirancang untuk melakukan kemudahan dalam pengajuan usulan proposal penelitian maupun pengabdian dan pelaporan kegiatan penelitian dan pengabdian yang sedang dilakukan oleh dosen. Penyajian informasi dalam sistem ini meliputi input data dosen, input proposal penelitian, input proposal pengabdian, mencetak surat keputusan dan input data laporan.   Kata kunci:Sistem Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Metode SCRUM.

Pengembangan Aplikasi Kamus Bergambar Untuk Pembelajaran Anak Berbasis Android

Adliani, Suri, Helmiah, Fauriatun, Rahmadani, Nurul
Abstract: Abstract: In the world of education, a learning medium is needed, especially in an era that is all technological, it is hoped that students from TK Kemala Bhayangkari 08 Kisaran have a learning medium that is easier to understand… nderstand and can be applied, for example by applying English learning using Android-based media, The system is designed using Adobe Flash CS6 and Action Script 3.0 Android Air Pugin for Adoobe Flash CS6 as a tool for making scripts on Android which aree displayed in the form of language and attractive images and sounds, so that children can easily learn basic English and better understand with the presence of images and sound. This application should be able to develop both emotional and spiritual intelligence of children and increase children’s insight in speaking English which was previously through independent learning or with other assistance for learning with Android-based English education, including images and sounds.   Keywords: Android,  Learning Media, Picture Dictionary     Abstrak: Dalam dunia Pendidikan sangat dibutuhkan sebuah media belajar, apalagi di zaman yang sudah serba teknologi maka diharapkan murid dari TK Kemala Bhayangkari 08 Kisaran memiliki suatu media belajar yang lebih mudah  dipahami dan dapat diterapkan, adapun contohnya dengan mengaplikasi kan pembelajaran bahasa Inggris menggunakan media berbasis Android,  sistem yang dirancang menggunakan Adobe Flash CS6 dan Action Script 3.0 Android Air Pugin for Adobe Flash CS6 sebagai bahan bantu pembuatan script  pada Android yang ditampilkan dalam bentuk bahasa serta gambar yang menarik dan suara, agar anak lebih mudah dalam mempelajari bahasa Inggris dasar serta lebih memahami dengan adanya gambar dan suara. Aplikasi ini harusnya dapat mengembangkan kecerdasan baik emosional dan spiritual anak dan menambah wawasan anak dalam mengucapkan bahasa Inggris, yang tadinya dengan cara belajar mandiri atau dengan pendampingan lain untuk pembelajaran dengan edukasi bahasa Inggris yang berbasis Android disertakan gambar dan suara.   Kata Kunci : Android, Kamus Bergambar, Media Pembelajaran

Cultivating Intercultural Communication Through The Indonesian Language and Cultural Understanding for Misamis University Students

Turistiati, Ade Tuti, Intan Saputri, Apik Anitasari, Saputra , Farrel Ega, Pratama, Dimas Rizky
Abstract: Abstract: This community service aimed to improve participants from Misamis University, Philippines' understanding of Indonesian culture, the Indonesian language and the position of English used in Indonesia. The program… was conducted through two online training sessions via Zoom meetings. The implementation followed five stages: Training Needs Analysis, Planning, Training Implementation, Evaluation, and Documentation. The Training Needs Analysis identified participants’ needs related to Indonesian cultural knowledge. Based on the findings, training materials and learning activities were designed during the planning stage. The implementation stage consisted of interactive sessions introducing Indonesian cultural diversity, traditions, and values. Evaluation was conducted through participant feedback and assessment of learning outcomes, while documentation recorded the entire process and results. The findings demonstrated that the program effectively enhanced participants’ understanding of Indonesian culture. Evaluation results revealed that 92% of participants indicated that they were motivated, felt confident, and developed a positive self-image regarding their understanding and appreciation of Indonesian culture. These results suggest that online cultural training can be an effective way to promote cultural awareness and empower participants to engage more confidently with Indonesian cultural values. Keywords: cultural understanding; indonesian language; intercultural communication; misamis university; philippines.   Abstrak: Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta dari Misamis University mengenai budaya Indonesia, bahasa Indonesia, serta posisi bahasa Inggris yang digunakan di Indonesia. Program ini dilaksanakan melalui dua sesi pelatihan daring menggunakan Zoom Meeting. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui lima tahapan, yaitu: Analisis Kebutuhan Pelatihan (Training Needs Analysis), Perencanaan, Pelaksanaan Pelatihan, Evaluasi, dan Dokumentasi. Tahap Analisis Kebutuhan Pelatihan dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan peserta terkait pengetahuan tentang budaya Indonesia. Berdasarkan hasil analisis tersebut, materi pelatihan dan aktivitas pembelajaran dirancang pada tahap perencanaan. Tahap pelaksanaan terdiri atas sesi-sesi interaktif yang memperkenalkan keberagaman budaya, tradisi, dan nilai-nilai yang dimiliki Indonesia serta bahasa Indonesia. Selanjutnya, evaluasi dilakukan melalui umpan balik peserta dan penilaian hasil belajar, sedangkan dokumentasi digunakan untuk merekam seluruh proses dan hasil kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program ini berhasil meningkatkan pemahaman peserta mengenai budaya Indonesia. Hasil evaluasi mengungkapkan bahwa 92% peserta menyatakan termotivasi, merasa lebih percaya diri, serta mengembangkan citra diri yang positif terkait pemahaman dan apresiasi mereka terhadap budaya Indonesia. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan budaya secara daring dapat menjadi metode yang efektif untuk meningkatkan kesadaran budaya serta memberdayakan peserta agar lebih percaya diri dalam memahami dan mengaplikasikan nilai-nilai budaya Indonesia. Kata Kunci: bahasa indonesia; komunikasi antarbudaya; misamis university; pemahaman budaya; philippines

Peningkatan Kualitas Air Mata Untuk Mendukung Sekolah Adiwiyata di SMPN 1 Cangkringan

Putri, Yandhia Febrina, Adilasana, Rahmad Setya, Anggreani, Della, Puspita Dewi, Miftasyafani Winda, Ariyati, Dwi, Bhakty, Tania Edna
Abstract: Abstract: Clean water availability plays an important role in supporting sanitation, environmental health, and educational activities in schools. SMP Negeri 1 Cangkringan has a natural spring water source containing iron… (Fe) levels of 1–2 mg/L, exceeding the water quality standard stipulated in Indonesian Ministry of Health Regulation No. 32 of 2017. This community service program aimed to improve water quality through the implementation of a simple treatment system based on aeration, sedimentation, and filtration, while also supporting the Adiwiyata School Program. The implementation method applied a participatory approach involving teachers, students, and educational staff through several stages, including identification of water quality problems, initial water quality testing, design of aeration and filtration systems, installation of the water treatment unit, post-treatment water quality testing, as well as monitoring and evaluation of program sustainability. The filtration system utilized gravel, silica sand, activated carbon, and zeolite stone as filter media. Water quality testing was conducted before and after treatment to evaluate the effectiveness of Fe reduction. The results showed that the aeration and filtration system successfully reduced Fe concentrations from 1–2 mg/L to 0.5–1 mg/L with an efficiency of 50–75%, thereby meeting the hygiene and sanitation water quality standards. In addition, the program enhanced environmental awareness among school members through practice-based learning activities.             Keywords: aeration; community service; filtration; iron (Fe); spring water quality; sustainability education.   Abstrak: Ketersediaan air bersih memiliki peran penting dalam mendukung sanitasi, kesehatan lingkungan, dan aktivitas pendidikan di sekolah. SMP Negeri 1 Cangkringan, Yogyakarta memiliki sumber mata air alami dengan kandungan zat besi (Fe) sebesar 1–2 mg/L yang melebihi baku mutu berdasarkan Permenkes RI No. 32 Tahun 2017. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kualitas air melalui penerapan sistem pengolahan sederhana berbasis aerasi, sedimentasi, dan filtrasi sekaligus mendukung program Sekolah Adiwiyata. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dengan melibatkan guru, siswa, dan tenaga kependidikan melalui tahapan identifikasi permasalahan kualitas air, pengujian awal kualitas air, perancangan sistem aerasi dan filtrasi, implementasi instalasi pengolahan air, pengujian kualitas air pasca pengolahan, serta monitoring dan evaluasi keberlanjutan program. Sistem filtrasi menggunakan media kerikil, pasir silika, arang aktif, dan batu zeolit. Pengujian kualitas air dilakukan sebelum dan sesudah pengolahan untuk mengetahui efektivitas penurunan kadar Fe. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sistem aerasi dan filtrasi mampu menurunkan kadar Fe dari 1–2 mg/L menjadi 0,5–1 mg/L dengan efisiensi sebesar 50–75%, sehingga memenuhi baku mutu air higiene sanitasi. Program ini juga meningkatkan kesadaran lingkungan warga sekolah melalui pembelajaran berbasis praktik. Kata kunci: aerasi; filtrasi; pengabdian kepada masyarakat; peningkatan kualitas air; Sekolah Adiwiyata; zat besi (Fe).

Pendampingan Budidaya Alpukat Menuju Santripreneur GO GREEN di PONPES Irsyaduth Tholabah Padangan

Fauziyah, Ririn, Cahyono, Eko Arief, Zaenal Abidin, Muhammad, Dyana, Burhanatut
Abstract: Abstract: The problem faced by Ponpes Irsyaduth Tholabah Padangan is the limited knowledge and skills of the students in efficient and environmentally friendly avocado cultivation. Many students are not familiar with sustainable… tainable farming methods, so they still rely on traditional ways that are less efficient and potentially harmful to the environment. In addition, the lack of understanding of agricultural business management and digital marketing is also another problem in optimizing agricultural yields. This activity aims to increase the entrepreneurial capacity of the students through avocado cultivation as an environmentally friendly and sustainable economic potential. This program is implemented at Ponpes Irsyaduth Tholabah, Padangan, Bojonegoro Regency, with a participatory and educational approach. The main focus of the mentoring includes the transfer of knowledge about avocado cultivation techniques, agribusiness management, and the strengthening of entrepreneurial spirit based on Islamic values. Through a series of training and field practice, the students not only gain technical skills in planting avocados, but are also able to design business models that support the go green principle. The steps of activity implementation are as follows: a) Activity location survey, b) Pre-Test, c) Avocado Cultivation and Digital Marketing Training, d) Post-Test. The results of the activities show an increase in students' understanding of sustainable farming concepts and the emergence of small business initiatives based on agricultural products. This program is expected to become the embryo for producing a generation of students who are economically independent and concerned about environmental sustainability. Keywords: avocado farming; go green; santripreneur; sustainable economy   Abstrak: Permasalahan yang dihadapi oleh Ponpes Irsyaduth Tholabah Padangan adalah terbatasnya pengetahuan dan keterampilan santri dalam budidaya alpukat yang efisien dan ramah lingkungan. Banyak santri yang belum terbiasa dengan metode pertanian yang berkelanjutan, sehingga masih mengandalkan cara-cara tradisional yang kurang efisien dan berpotensi merusak lingkungan. Selain itu, kurangnya pemahaman tentang manajemen usaha pertanian dan pemasaran digital juga menjadi permasalahan lain dalam mengoptimalkan hasil pertanian. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kewirausahaan santri melalui budidaya alpukat sebagai potensi ekonomi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Program ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Irsyaduth Tholabah, Padangan, Kabupaten Bojonegoro, dengan pendekatan partisipatif dan edukatif. Fokus utama pendampingan mencakup transfer pengetahuan tentang teknik budidaya alpukat, pengelolaan agribisnis, serta penguatan semangat kewirausahaan berbasis nilai-nilai keislaman. Melalui serangkaian pelatihan dan praktek lapangan, santri tidak hanya mendapatkan keterampilan teknis dalam menanam alpukat, tetapi juga mampu merancang model usaha yang mendukung prinsip go green. Langkah-langkah pelaksanaan kegiatan sebagai berikut: a) Survey lokasi Kegiatan, b) Pre-Test, c) Pelatihan Budidaya Alpukat dan Pemasaran Digital, d) Post-Test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman santri terhadap konsep pertanian berkelanjutan dan munculnya inisiatif usaha kecil berbasis hasil pertanian. Program ini diharapkan menjadi embrio lahirnya generasi santri yang mandiri secara ekonomi dan peduli terhadap kelestarian lingkungan. Kata kunci: budidaya alpukat; ekonomi berkelanjutan; go green; santripreneur

Pemanfaatan Artificial Intelligence Sebagai Media Pembelajaran Bahasa Inggris di SDN 15 Padang Genting

Amin, Muhammad, Rasyid, Hainur, Akmal
Abstract: Abstract: The development of Artificial Intelligence (AI) technology offers substantial potential for providing interactive educational media, yet its implementation at the elementary education level is frequently impeded… d by educators' limited digital literacy. This situation was observed at SDN 15 Padang Genting, where English language instruction remains dominated by conventional methods with minimal utilization of adaptive digital media. Therefore, this community service program aims to enhance teachers' competencies and skills in utilizing AI technology as a medium for English language learning. The implementation adopted a Capacity Building approach comprising three structured stages: initial evaluation (pre-test), hands-on practice training, and final evaluation (post-test). The training focused on introducing text and visual generative AI, along with basic prompt engineering techniques. The results demonstrated a highly significant increase in teachers' capacity; comprehension of basic AI concepts surged from 15% to 85%, and the perceived ease of using the technology rose from 20% to 85%. Furthermore, the program successfully facilitated participants in independently producing educational media, such as interactive vocabulary flashcards and bilingual short stories. The hands-on training approach proved effective in overcoming the anxiety of non-technical teachers while accelerating their creativity in designing English learning materials that are relevant and engaging for digital-generation students. Keywords: artificial intelligence; capacity building; english language; learning media; teacher training.   Abstrak: Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) menawarkan potensi besar dalam penyediaan media pendidikan yang interaktif, namun implementasinya di tingkat pendidikan dasar seringkali terhambat oleh keterbatasan literasi digital pendidik. Kondisi ini ditemukan di SDN 15 Padang Genting, di mana pembelajaran Bahasa Inggris masih didominasi oleh metode konvensional dan minimnya pemanfaatan media digital adaptif. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan guru dalam memanfaatkan teknologi AI sebagai media pembelajaran Bahasa Inggris. Pelaksanaan kegiatan ini mengadopsi pendekatan Capacity Building yang mencakup tiga tahapan terstruktur: evaluasi awal (pre-test), pelatihan berbasis praktik langsung (hands-on practice), dan evaluasi akhir (post-test). Pelatihan difokuskan pada pengenalan AI generatif teks dan visual serta teknik rekayasa prompt dasar. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas guru yang sangat signifikan; pemahaman konsep dasar AI melonjak dari 15% menjadi 85%, dan persepsi terhadap kemudahan penggunaan teknologi meningkat dari 20% menjadi 85%. Lebih lanjut, kegiatan ini berhasil memfasilitasi peserta untuk memproduksi luaran media pembelajaran secara mandiri, seperti flashcard vocabulary interaktif dan naskah cerita dwibahasa. Pendekatan pelatihan berbasis praktik terbukti efektif meruntuhkan kecemasan guru non-teknis, sekaligus mengakselerasi kreativitas mereka dalam merancang materi Bahasa Inggris yang relevan dan menarik bagi siswa generasi digital. Kata kunci: artificial intelligence; capacity building; media pembelajaran; bahasa inggris; pelatihan guru

Pelatihan Perancangan Dan Implementasi Database Untuk Meningkatkan Kompetensi Siswa SMK di LKP Pelita Media

Maha Putra, Guntur, Ahmad Muhazir, Jumiah
Abstract: Abstract: The training on database design and implementation for vocational high school students at LKP Pelita Media aims to enhance students’ understanding of fundamental database concepts as well as their ability to design… design and implement databases through a library application case study. The main problem addressed is the limited competence of students in structured database design, including data requirement analysis, Entity Relationship Diagram (ERD) development, normalization, and the lack of practical experience in using MySQL and applying it to real-world cases. The method employed consists of integrated theory- and practice-based training through interactive lectures, demonstrations, hands-on practice, and mentoring. The activities were conducted in four stages: introduction to database concepts, ERD design and normalization, SQL implementation (CRUD and JOIN), and integration with a simple web application. The results indicate that participants gained improved understanding and skills in designing and implementing databases, aligned with current developments in information technology, particularly in the context of a library application case study. Keywords: database; ERD; MySQL; normalization; training   Abstrak: Pelatihan perancangan dan implementasi database bagi siswa SMK di LKP Pelita Media bertujuan meningkatkan pemahaman konsep dasar basis data serta kemampuan merancang dan mengimplementasikan database pada studi kasus aplikasi perpustakaan. Permasalahan utama adalah terbatasnya kompetensi siswa dalam perancangan database secara terstruktur, meliputi analisis kebutuhan data, pembuatan Entity Relationship Diagram (ERD), normalisasi, serta kurangnya pengalaman praktik menggunakan MySQL hingga implementasi pada kasus nyata. Metode yang digunakan berupa pelatihan berbasis teori dan praktik terintegrasi melalui ceramah interaktif, demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan. Kegiatan dilaksanakan dalam empat tahap, yaitu pengenalan konsep basis data, perancangan ERD dan normalisasi, implementasi SQL (CRUD dan JOIN), serta integrasi dengan aplikasi web sederhana. Hasil menunjukkan peserta memiliki pemahaman dan keterampilan perancangan serta implementasi database yang relevan dengan perkembangan teknologi informasi khususnya pada studi kasus aplikasi perpustakaan. Kata kunci: database; ERD; MySQL; normalisasi; pelatihan  

Pelatihan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis AI Dan H5P Bagi Guru MAN Surabaya

Sutarso, Yudi, Iramani, Rr., Nasution, Zubaidah, Lestari, Wiwik, Karyawan, M. Anang, Al Hafidz, Muhammad
Abstract: Abstract : The rapid advancement of Artificial Intelligence (AI) in secondary education demands teachers to enhance their digital competence to design adaptive and interactive learning experiences. However, preliminary observation… bservation at MAN Surabaya indicated limited AI literacy and minimal exposure to H5P-based interactive tools.This training aimed to enhance the digital competence of MAN Surabaya teachers in utilizing Artificial Intelligence (AI) and H5P platform for developing interactive learning media. Using an ADDIE model-based capacity building approach, the training consisted of four phases: (1) needs assessment through pre-test, (2) conceptual training and hands-on practice, (3) mentoring for media development, and (4) outcome evaluation. Participants included 72 teachers from various subject backgrounds. Results demonstrated significant technological proficiency improvement: AI understanding increased by 11% (from 56% to 67%), while H5P awareness surged 58% (from 8% to 66%). Teachers successfully produced diverse interactive media including physics quizzes with instant feedback, visual-based 4P marketing materials, and psychology content using storytelling techniques. Keywords: AI; digital literacy; H5P; interactive learning media, teacher   Abstrak : Perkembangan pesat Artificial Intelligence (AI) dalam pendidikan menengah menuntut guru untuk meningkatkan kompetensi digital mereka guna merancang pengalaman pembelajaran yang adaptif dan interaktif. Namun, observasi awal di MAN Surabaya menunjukkan bahwa literasi AI masih terbatas serta paparan terhadap perangkat pembelajaran interaktif berbasis H5P masih minimal. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kompetensi digital guru MAN Surabaya dalam memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) dan platform H5P untuk pengembangan media pembelajaran interaktif. Melalui pendekatan capacity building berbasis model ADDIE, pelatihan meliputi empat tahap: (1) asesmen kebutuhan melalui pre-test, (2) pelatihan konseptual dan praktik, (3) pendampingan pengembangan media, dan (4) evaluasi hasil. Peserta terdiri dari 72 guru dengan beragam latar belakang mata pelajaran. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam penguasaan teknologi: pemahaman AI meningkat 11% (dari 56% menjadi 67%), sedangkan pengenalan H5P melonjak 58% (dari 8% menjadi 66%). Guru berhasil memproduksi berbagai media interaktif seperti kuis fisika dengan umpan balik instan, materi strategi pemasaran 4P berbasis visual, dan konten psikologi dengan pendekatan storytelling. Kata kunci: AI;  H5P; guru;  literasi digital; media pembelajaran interaktif,

Optimalisasi Sistem Informasi melalui Website Desa dalam Rangka Mewujudkan Smart Village di Desa Tanjung Baru Ranau

Junaidi, Hapsari, Rindy Putri, Masruroh, Ina, Pamungkas, Pandu, Wijayanti, Zetia
Abstract: Abstract: Community empowerment is essential for fostering independence and improving the quality of public services at the village level. Tanjung Baru Ranau Village, located in South Ogan Komering Ulu Regency, is known… for its rich natural beauty. However, this potential has not been fully utilized by the village government due to the absence of digital media for promoting local tourism. To address this challenge, an empowerment program was carried out through digitalization initiatives, including socialization on the use of the village website, website management training, and the handover of the newly developed Tanjung Baru Ranau Village website. The website was designed to support administrative services, publish village information, and promote tourism potential. The implementation method consisted of initial observations to identify village needs and potentials, followed by program socialization, technical training on website operation, and ongoing assistance in implementing technological innovations. The results of the training show that the Tanjung Baru Ranau Village website was successfully developed and that village officials gained the necessary skills to manage it effectively. This improvement supports the realization of transparent and accountable governance and enables the optimal development of village potentials. Overall, the empowerment program successfully increased village officials’ understanding of the importance of digitalization in governance systems by 48%. Keywords: digitalization; village information system; village website   Abstrak: Pemberdayaan masyarakat merupakan kunci dalam mendorong kemandirian dan peningkatan kualitas pelayanan publik di tingkat desa. Desa Tanjung Baru Ranau merupakan salah satu desa yang termasuk dalam Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan yang dikenal dengan potensi alamnya yang indah. Keindahan alam tersebut belum dapat dimanfaatkan dengan maksimal oleh pemerintah desa karena belum menggunakan media digital untuk mempromosikan wisata lokal yang ada di Desa tanjung Baru Ranau. Untuk menjawab permasalahan tersebut, dilakukan program pemberdayaan melalui sosialisasi digitalisasi melalui website desa dan pelatihan pengelolaan website seta penyerahan website Desa Tanjung Baru Ranau. Website ini dirancang untuk mencakup layanan administrasi, publikasi informasi desa, serta promosi potensi wisata. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap observasi awal guna mengidentifikasi kebutuhan dan potensi desa, dilanjutkan dengan sosialisasi progra, pelatihan teknis pengelolaan website serta pendampingan implementasi inovasi teknologi. Hasil dari pelatihan pembuatan dan pengoperasian Website Desa Tanjung Ranau adalah terciptanya website desa dan keterampilan perangkat desa dalam mengelola website desa dengan baik dan benar agar dapat menyelenggarakan pemerintahan yang transparan, akuntabel dan mampu mengembangkan potensi desa secara optimal. Secara keseluruhan pemberdayaan yang dilakukan berhasil meningkatkan pemahaman aparat desa sebesar 48% dalam memahami pentingnya digitalisasi dalam sistem pemerintahan. Kata kunci: digitalisasi; sistem informasi desa; website desa

Sistem Bel Sekolah Otomatis Berbasis Arduino Nano Dan Dfplayer di Mas Islamiyah Hessa Air Genting

Andrew Ramadhani, Parini, Nirda Julianda
Abstract: Abstract: Manual school bell operations in rural areas often cause schedule inconsistencies and reduced discipline. This community service implemented an automatic bell system using an Arduino Nano, RTC DS3231, and DFPlayer… yer Mini at MAS Islamiyah Hessa Air Genting. Activities covered needs assessment, system design, audio preparation, installation, training, and evaluation. The system achieved 100% timing accuracy and 40% cost efficiency compared to conventional bell systems. It operated reliably, produced clear audio, and integrated smoothly with the school’s sound system, improving punctuality among teachers and students. The solution is low-cost, easy to maintain, and replicable for other schools. Project outputs include one functional prototype, training materials, and a manuscript submitted to a nationally accredited journal. After this program, the partner experienced improved discipline among teachers and students due to a more organized and punctual bell schedule. In addition, school operators are now able to operate and maintain the system independently, resulting in more efficient school operations. Keywords: arduino nano; automatic school bell; dfplayer; RTC DS3231; digitalisasi sekolah   Abstrak: Operasional bel sekolah yang masih manual di sejumlah sekolah pinggiran menyebabkan ketidakteraturan jadwal dan menurunnya kedisiplinan. Kegiatan pengabdian ini menerapkan sistem bel otomatis berbasis Arduino Nano, modul RTC DS3231, dan DFPlayer Mini di MAS Islamiyah Hessa Air Genting. Tahapan kegiatan meliputi analisis kebutuhan, perancangan perangkat keras dan lunak, perekaman konten audio, instalasi sistem, pelatihan operator, serta monitoring dan evaluasi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu meningkatkan ketepatan waktu pembunyian bel hingga 100% dibandingkan sistem manual, serta menurunkan biaya implementasi hingga 40% dibandingkan bel komersial dengan fungsi sepadan. Sistem beroperasi stabil, memiliki kualitas audio yang jelas, dan terintegrasi baik dengan sound system sekolah, sehingga berdampak pada peningkatan kedisiplinan guru dan siswa. Solusi ini tergolong ekonomis, mudah dirawat, dan berpotensi direplikasi di sekolah lain dengan karakteristik serupa. Luaran kegiatan meliputi satu unit prototipe berfungsi, modul pelatihan, serta naskah artikel ilmiah yang diajukan pada jurnal terakreditasi nasional. Setelah kegiatan ini, mitra mengalami peningkatan kedisiplinan guru dan siswa karena jadwal bel menjadi lebih teratur dan tepat waktu. Selain itu, operator sekolah kini mampu mengoperasikan dan merawat sistem secara mandiri sehingga kinerja operasional sekolah menjadi lebih efisien. Kata kunci: arduino nano; bel sekolah otomatis; dfplayer; RTC DS3231; digitalisasi sekolah