Search Articles & Publications

Showing 17 articles found for "Kosakata"

Optimizing Thematic Pictures To Enrich Young Learners’ Vocabulary Mastery

Iman, Jaya Nur, Angraini, Nike
Abstract: Majority of Indonesian EFL young learners struggle with mastering English vocabulary. This community service activity was about to see whether or not incorporating thematic pictures could enrich young learners’ English&#8230; glish vocabulary. It used quantitative approach with descriptive analysis. Conveniently, one class was taken as the sample of this current activity which consisted of fourteen participants coming from different grades of elementary school. A Dictation test was administered as pretest and posttest before and after intervention to portray the young learners’ achievement level. The result showed that using thematic pictures was significantly impactful in enriching young learners’ English vocabulary mastery (.00 < .05). Ultimately, some pedagogical implication were also addressed accordingly in this present activity to young learners, future facilitators as well as researchers. Keywords: thematic pictures; vocabulary mastery; young learners.    Abstrak: Mayoritas pembelajar muda di Indonesia memiliki masalah dengan penguasaan kosakata Bahasa Inggris. Kegiatan Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melihat apakah penggunaan gambar tematik dapat memperkaya kosa kata bahasa Inggris pelajar muda atau tidak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis deskriptif. Mudahnya, satu kelas diambil sebagai sampel kegiatan kali ini yang terdiri dari empat belas peserta yang berasal dari berbagai tingkatan sekolah dasar. Tes Dikte diberikan sebagai pretest dan posttest sebelum dan sesudah intervensi untuk menggambarkan tingkat prestasi pelajar muda. Hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan gambar tematik memberikan dampak yang signifikan dalam memperkaya penguasaan kosakata bahasa Inggris pelajar muda. Pada akhirnya, beberapa implikasi pedagogis juga dibahas dalam kegiatan ini kepada pelajar muda, fasilitator masa depan, serta peneliti.   Kata kunci: gambar tematik; pembelajar muda; penguasaan kosakata

Pendampingan Dalam Pengenalan Dan Menghafal Kosakata Bahasa Inggris Pada Siswa-Siswi SDN Jabiren-2

Rahmah, Widia Nor, Wahdah, Nurul, Nuryanie, Nuryanie
Abstract: Vocabulary is one of the important aspects that must be mastered by students before learning a language as well as in learning English. In Indonesia, English has been included in the education curriculum since 1994, but&#8230; the changes that occurred in the 2013 curriculum, which resulted in the loss of English as a subject at the elementary school level had an impact on students' knowledge of English, especially their knowledge of vocabulary. This assistance is provided to help students learn and memorize new English vocabulary in an effort to improve their memorization. The community service method used is Service Learning (SL). A total of 20 students participated as course participants who will be assisted in this service activity. Several stages of action were carried out: planning English vocabulary lessons, presenting English vocabulary materials, introducing and using English vocabulary, and encouraging children to interpret or define new English vocabulary that has been taught. The results of the assistance in this service show that the assistance activities in memorizing vocabulary for students of SDN Jabiren-2 help students increase their vocabulary acquisition. Keywords: Assistance, English vocabulary, Memorizing, SDN Jabiren-2    Kosakata merupakan salah satu aspek penting yang harus dikuasai oleh siswa sebelum belajar suatu bahasa seperti halnya dalam belajar bahasa Inggris. Di Indonesia bahasa Inggris mulai dimuat dalam kurikulum pendidikan sejak tahun 1994, namun perubahan yang terjadi pada kurikulum 2013 yang membuat hilangnya bahasa Inggris sebagai mata pelajaran di tingkat sekolah dasar berdampak pada pengetahuan siswa terhadap bahasa Inggris khususnya pengetahuan mereka pada kosakata. Pendampingan ini diberikan untuk membantu siswa mempelajari dan menghafal kosakata bahasa Inggris yang baru dalam upaya untuk meningkatkan hafalan mereka. Metode pengabdian kepada masyarakat yang digunakan adalah Service Learning (SL). Sebanyak 20 siswa berpartisipasi sebagai peserta kursus yang akan didampingi dalam kegiatan pengabdian ini. Beberapa tahapan tindakan dilakukan: merencanakan pelajaran kosakata bahasa Inggris, menyajikan materi kosakata bahasa Inggris, memperkenalkan dan menggunakan kosakata bahasa Inggris, dan mendorong anak untuk menafsirkan atau mendefinisikan kosakata bahasa Inggris baru yang telah diajarkan. Hasil pendampingan dalam pengabdian ini menunjukkan bahwa kegiatan pendampingan dalam menghafal kosakata pada siswa-siswi SDN Jabiren-2 membantu siswa dalam meningkatkan perolehan kosakata mereka. Kata kunci: Kosakata bahasa Inggris; Menghafal; Pendampingan; SDN Jabiren-2

Implementasi Metode Imla untuk Meningkatkan Efisiensi Penulisan Tata Bahasa Arab di Keas V MIS Darunnajah Cipining

Ina Dara Anugrah, Aal Jalaludin, Taufiq Nur Azis
Abstract: Penulisan adalah bentuk komunikasi yang efektif dan ekspresif. Bahasa Arab, sebagai bahasa Al-Qur'an, merupakan bahasa penting yang telah dipelajari oleh umat Islam di Indonesia. Namun, seringkali siswa menghadapi kesulitan&#8230; tan dalam mempelajari bahasa ini, terutama dalam hal penulisan. Metode imla berperan penting dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan menulis bahasa Arab. Penelitian ini mengevaluasi penerapan metode imla di Kelas V MIS Darunnajah Cipining dengan tujuan meningkatkan keterampilan bahasa Arab siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik laparoskopik. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara dengan kepala sekolah serta pengajar bahasa Arab di MIS Darunnajah Cipining. Siswa kelas V juga dilibatkan untuk memberikan perspektif mengenai penerapan metode imla. Temuan menunjukkan bahwa metode imla, termasuk imla manqul, imla manzur, imla ikhtibary, dan imla masnu, diterapkan di MIS Darunnajah Cipining melalui beberapa tahap. Penerapan metode ini dapat meningkatkan keterampilan berbahasa Arab siswa dengan mengajarkan huruf hijaiyyah dan kosakata bahasa Arab. Meskipun ada kemajuan dalam kemampuan menulis, beberapa faktor penghambat seperti waktu pengajaran yang terbatas, variasi kecepatan belajar, dan motivasi siswa mempengaruhi efektivitas metode. Faktor pendukung termasuk kompetensi guru, dukungan orang tua, dan keterlibatan siswa. Penerapan metode imla di Kelas V MIS Darunnajah Cipining menunjukkan potensi yang signifikan untuk meningkatkan keterampilan bahasa Arab siswa. Pengajaran harus mencakup pemahaman kosakata, penjelasan huruf hijaiyyah, dan penggunaan berbagai jenis imla. Meskipun metode ini memberikan hasil positif, tantangan seperti alokasi waktu, variasi kemampuan siswa, dan motivasi harus diatasi untuk memaksimalkan efektivitas metode imla.

ANALISIS KESULITAN BELAJAR BAHASA ARAB SISWA KELAS VII MTs DDI WALIMPONG, KEC. MARIORIWAWO, KAB. SOPPENG

La Sahidin, Aisyah Iskandar, Abd. Rahman, Mahlani
Abstract: Sejak awal pencatatan Al-Qur'an dan Hadits Nabi menggunakan bahasa Arab, karenanya sulit bagi kita untuk memahami isi keduanya jika kita tidak bisa berbahasa Arab. Siswa sering kali menghadapi tantangan ketika belajar bahasa&#8230; hasa Arab karena berbagai penyebab internal maupun eksternal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi lalu mendiskripsikan faktor-faktor yang menjadikan pembelajaran bahasa Arab sulit bagi siswa kelas VII MTs DDI Walimpong. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Guru dan siswa berperan sebagai subjek penelitian. Teknik purposive sampling digunakan untuk memilih subjek penelitian, sehingga menghasilkan total 5 informan. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian, faktor-faktor yang menyebabkan siswa kelas VII MTs DDI Walimpong kesulitan belajar bahasa Arab adalah sebagai berikut: (1) kurangnya motivasi dan minat terhadap mata pelajaran; (2) kesulitan dalam membaca dan memahami kosakata bahasa Arab; (3) kurangnya dukungan orang tua terhadap pembelajaran ekstrakurikuler siswa; dan (4) gaya penyampaian guru yang terlalu repetitif atau monoton, hanya berupa ceramah dan penggunaan buku sebagai bahan pembelajaran, sehingga membuat siswa tidak berminat mempelajari bahasa secara lebih mendalam.

Penguatan Keterampilan Komunikasi Lisan Bahasa Inggris melalui Workshop Storytelling Berbasis Komunitas bagi Remaja Lokal di Kutacane

Aisyah Noor Nasution
Abstract: Keterampilan komunikasi lisan bahasa Inggris masih menjadi tantangan utama bagi remaja di wilayah semi-perdesaan seperti Kutacane, Aceh Tenggara. Minimnya paparan bahasa, rendahnya rasa percaya diri, serta terbatasnya kesempatan&#8230; sempatan praktik berbahasa menyebabkan kemampuan berbicara bahasa Inggris belum berkembang optimal. Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) berbasis komunitas ini bertujuan untuk memperkuat keterampilan komunikasi lisan bahasa Inggris melalui workshop storytelling terstruktur yang mengintegrasikan narasi budaya lokal. Metode yang digunakan meliputi pembelajaran partisipatif, praktik storytelling terpandu, interaksi sebaya, role-play, serta sesi refleksi dan umpan balik. Peserta berjumlah 30 remaja usia 15–18 tahun yang berasal dari kelompok belajar masyarakat di Kutacane. Pengumpulan data dilakukan melalui pre-test dan post-test kemampuan berbicara, lembar observasi, serta refleksi peserta. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek pelafalan, kelancaran, penggunaan kosakata, dan kepercayaan diri berbicara. Selain itu, pemanfaatan cerita lokal meningkatkan keterlibatan peserta dan relevansi budaya. Program ini membuktikan bahwa storytelling berbasis komunitas merupakan pendekatan yang efektif dan berkelanjutan dalam meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Inggris remaja lokal.

LET’S WRITE! PELATIHAN PENULISAN FANFICTION BAHASA INGGRIS UNTUK MENGEMBANGKAN KREATIVITAS LITERASI PELAJAR DI SMA NUR IHSAN ISLAMIC FULLDAY SCHOOL

Syarifah, Afni Rosalina, Ika Wulandari, Selfitrida A. Yani, Seffina Irnanta, Mutia Hafiza
Abstract: Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan kreativitas literasi dan kemampuan menulis Bahasa Inggris pelajar melalui pelatihan penulisan fanfiction. Fanfiction dipilih karena dekat dengan budaya populer remaja dan efektif&#8230; ktif memfasilitasi imajinasi, pemahaman naratif, dan ekspresi kreatif. Kegiatan dilaksanakan di SMA Nur Ihsan Islamic Fullday School dengan melibatkan siswa yang memiliki ketertarikan pada cerita dan karakter fiksi. Pelatihan mencakup pengenalan konsep fanfiction, pemahaman elemen naratif, eksplorasi ide, penyusunan outline, serta praktik penulisan fanfiction berbahasa Inggris. Data diperoleh melalui observasi, analisis karya siswa, kuesioner, dan wawancara guru pendamping, lalu dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil menunjukkan bahwa siswa mampu menyusun alur dan karakter dengan lebih terstruktur, mengembangkan ide cerita secara lebih kreatif, dan menggunakan kosakata serta struktur bahasa Inggris dengan lebih tepat. Partisipasi siswa tinggi, ditandai dengan keberanian bertanya, berdiskusi, serta kesediaan membacakan karya. Lingkungan belajar yang relevan dengan minat mereka meningkatkan motivasi intrinsik, mendorong keterlibatan aktif, dan mengurangi hambatan psikologis dalam menulis. Secara keseluruhan, pelatihan ini terbukti efektif dalam memperkuat literasi Bahasa Inggris sekaligus menumbuhkan kreativitas pelajar melalui pendekatan berbasis minat dan budaya populer.

Efektivitas Penerapan Hukuman Takzir Bagi Santri Di Pondok Pesantren Al-Hikmah 2 Brebes, Jawa Tengah

Ma’muroh
Abstract: Pondok pesantren memiliki beberapa peraturan yang harus ditegakkan secara konsisten. Penegakan aturan bertujuan untuk membina, mengembangkan, dan menguatkan karakter santri yang berakhlak karimah. Dalam pelaksanaannya, ada&#8230; da beberapa santri yang melanggar aturan pondok sehingga diberlakukan hukuman atau disebut “takzir”. Bentuk takzir cukup beragam, seperti pendisiplinan fisik, membersihkan area pondok, menghafal ayat Al-Quran, hingga dikeluarkan dari pondok dalam kasus pelanggaran sangat berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah bentuk takzir di pondok pesantren berdampak positif atau negatif, serta bentuk takzir apakah yang dinilai paling efektif bagi santri. Penelitian ini mengambil sampel santri Pondok Pesantren Al-Hikmah 2 Brebes yang bersekolah di Madrasah Aliyah Al-Hikmah 2. Dengan menggunakan metode kuantitatif berupa survei, peneliti mendistribusikan kuesioner dalam bentuk google form kepada responden atau subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 58,8% dari responden setuju dengan pemberlakuan takzir dan 41,2% tidak menyetujuinya. Empat bentuk takzir yang dinilai efektif diterapkan adalah: membersihkan area pondok, menghafal ayat Al-Qur’an atau kosakata bahasa asing, berdiri di depan umum, dan dibotak/dicukur tidak rapi. Membersihkan area pondok dinilai efektif karena meningkatkan kebersihan pondok. Menghafal ayat suci Al-Qur’an dinilai efektif dan edukatif karena menambah ilmu pengetahuan. Berdiri di depan umum dan dibotak dinilai efektif karena membuat jera pelakunya dan santri yang menyaksikan. Adapun efek jera yang dirasakan santri pelanggar adalah merasa malu dan tidak ingin melakukan lagi, sedangkan santri yang menyaksikan akan mengambil pelajaran untuk tidak melanggar aturan pondok.