Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh persepsi harga dan kualitas produk terhadap kepuasan konsumen pada produk Levi’s di Matahari Department Store Sukabumi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan…
katan kuantitatif dengan desain asosiatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh konsumen yang membeli produk Levi’s di Matahari Sukabumi selama periode Juli–September 2025 sebanyak 180 konsumen.
Penentuan jumlah sampel dilakukan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan sebesar 10%, sehingga diperoleh 64 responden yang dipilih melalui teknik pengambilan sampel acak. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen, kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen, serta persepsi harga dan kualitas produk secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,640 menunjukkan bahwa persepsi harga dan kualitas produk mampu menjelaskan sebesar 64% variasi kepuasan konsumen, sedangkan sisanya sebesar 36% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil tersebut, seluruh hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini dinyatakan diterima. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pertimbangan praktis bagi perusahaan dalam menentukan strategi penetapan harga dan meningkatkan kualitas produk guna meningkatkan kepuasan konsumen.
Kata kunci: Persepsi Harga, Kualitas Produk, Kepuasan Konsumen.
Abstract:Penelitian kuantitatif ini dilaksanakan dengan tujuan utama untuk menganalisis sejauh mana persepsi harga dan kepercayaan konsumen memengaruhi keputusan pembelian di kalangan pengguna platform e-commerce Shopee di Kota Sukabumi.…
ukabumi. Data dikumpulkan langsung dari konsumen yang telah melakukan pembelian di Shopee melalui penyebaran kuesioner. Hasil analisis yang menggunakan regresi linier menunjukkan temuan penting: kepercayaan konsumen memiliki peran yang sangat signifikan dan positif dalam mendorong keputusan pembelian. Artinya, semakin tinggi tingkat kepercayaan konsumen, semakin besar kemungkinan mereka untuk melakukan pembelian. Sementara itu, persepsi harga menunjukkan pengaruh yang tidak konsisten atau bervariasi; dalam beberapa kasus ditemukan signifikan, namun di kasus lain tidak. Variabilitas ini mengindikasikan bahwa dampak persepsi harga terhadap keputusan pembelian dapat dimoderasi atau dipengaruhi oleh variabel lain, seperti promosi yang sedang berjalan atau kualitas layanan yang dirasakan oleh konsumen. Oleh karena itu, penelitian ini menyimpulkan bahwa kepercayaan adalah faktor kunci utama yang harus diprioritaskan oleh platform e-commerce. Implikasi praktisnya adalah pelaku bisnis e-commerce disarankan untuk berfokus pada strategi membangun dan mempertahankan kepercayaan konsumen guna meningkatkan volume penjualan, sekaligus memastikan bahwa strategi penetapan harga yang diterapkan bersifat kompetitif dan sesuai dengan ekspektasi serta kebutuhan spesifik konsumen di wilayah Kota Sukabumi.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menelaah sejauh mana inovasi produk serta strategi penetapan harga berkontribusi terhadap tingkat kepuasan pelanggan di Kanawa Cafe. Persaingan dalam industri kuliner yang semakin meningkat…
menuntut para pelaku usaha untuk secara konsisten memberikan produk yang inovatif serta menentukan harga yang tepat agar mampu memenuhi ekspektasi konsumen dan menghasilkan kepuasan jangka panjang. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian asosiatif, melibatkan 97 responden yang pernah melakukan transaksi di Kanawa Cafe. Teknik sampling yang digunakan yaitu accidental sampling, sementara analisis data dilakukan melalui regresi linear berganda dengan memanfaatkan software SPSS versi 24.0. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa inovasi produk memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas produk serta keragaman inovasi yang ditawarkan dapat mendorong naiknya tingkat kepuasan pelanggan. Variabel harga juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan, sehingga dapat disimpulkan bahwa harga yang wajar, sesuai dengan kualitas, dan sebanding dengan nilai manfaat yang diterima mampu meningkatkan kepuasan pelanggan. Selain itu, hasil uji F juga menegaskan bahwa inovasi produk dan harga secara simultan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Secara keseluruhan, hasil penelitian mengindikasikan bahwa inovasi yang dilakukan secara berkelanjutan serta strategi harga yang kompetitif sangat penting dalam menciptakan pengalaman positif bagi pelanggan, meningkatkan rasa puas, dan menumbuhkan loyalitas. Dengan demikian, Kanawa Cafe direkomendasikan untuk terus mengembangkan produknya serta merumuskan strategi harga yang tepat guna mempertahankan pelanggan dan menarik konsumen baru.
Abstract:Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengevaluasi dampak strategi penetapan harga dan kualitas layanan terhadap kepuasan konsumen di Cabang Mie Gacoan yang berlokasi di Kota Sukabumi. Investigasi menggunakan metodologi…
etodologi kuantitatif yang bersifat asosiatif, mencakup 96 peserta yang dipilih menggunakan rumus Lemeshow dalam hubungannya dengan teknik pengambilan sampel yang bertujuan. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan menjadi sasaran analisis menggunakan berbagai metodologi statistik, termasuk regresi linier berganda. Hasilnya menunjukkan bahwa penetapan harga memberikan kontribusi positif dan signifikan secara statistik pada kepuasan konsumen, di samping kualitas layanan, yang meningkatkan kepuasan melalui dimensi kemanfaatan, presisi, dan persahabatan. Secara kolektif, harga dan kualitas layanan menyumbang 47,1% dari varians dalam kepuasan konsumen, sedangkan porsi sisanya disebabkan oleh faktor penentu lainnya. Hasil ini mendukung gagasan bahwa kepuasan konsumen berasal dari interaksi harga yang tepat dan kualitas layanan yang optimal, sehingga menggarisbawahi perlunya peningkatan di kedua dimensi untuk mempertahankan dan meningkatkan tingkat kepuasan pelanggan Mie Gacoan.
Abstract:Peran strategis UMKM sebagai penggerak ekonomi lokal yang rentan terhadap perubahan kebijakan fiskal, khususnya kenaikan PPN 11% yang berpotensi meningkatkan biaya produksi dan menekan daya beli masyarakat sehingga memengaruhi…
garuhi pendapatan usaha mikro di Desa Cibodas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 11% terhadap penetapan harga jual produk dan pendapatan pelaku usaha mikro di Desa Cibodas, Kecamatan Lembang kabupaten Bandung Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan verifikatif, teknik survei melalui kuesioner skala Likert, serta analisis regresi linier untuk menguji pengaruh variabel secara parsial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenaikan PPN 11% berpengaruh signifikan terhadap penetapan harga jual, di mana pelaku usaha cenderung menaikkan harga sebagai respons terhadap meningkatnya biaya bahan baku. Selain itu, kenaikan PPN 11% juga berpengaruh signifikan terhadap penurunan pendapatan bersih akibat menurunnya volume penjualan dan margin keuntungan. Kesimpulan menyatakan kebijakan kenaikan PPN 11% memiliki implikasi langsung terhadap keberlangsungan usaha mikro, sehingga diperlukan strategi adaptasi harga dan dukungan kebijakan yang berpihak pada UMKM agar tetap kompetitif dan berkelanjutan di tengah perubahan fiskal.
Abstract:Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memegang peranan penting dalam menggerakkan perekonomian Indonesia, termasuk pada sektor olahan pangan seperti kulit lumpia. Di Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat, terdapat…
dapat pelaku UMKM yang mengelola produksi kulit lumpia secara tradisional namun tetap mampu bersaing. Penelitian ini bertujuan mengungkap strategi pemasaran yang digunakan, menilai efektivitasnya terhadap peningkatan penjualan, serta mengidentifikasi faktor yang mendukung keberhasilan dan kendala yang dihadapi. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas pemilik usaha, anggota keluarga yang terlibat, pegawai, pelanggan, serta tokoh masyarakat. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, dengan uji keabsahan menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran yang dijalankan mencakup pemeliharaan kualitas produk, penetapan harga yang terjangkau, pemilihan lokasi usaha yang strategis, pemanfaatan media sosial, pengembangan jaringan reseller, keterbukaan proses produksi kepada konsumen, dan penyediaan variasi ukuran produk. Strategi tersebut terbukti efektif meningkatkan volume penjualan, terutama pada periode tertentu seperti bulan Ramadan, serta membangun loyalitas pelanggan. Faktor keberhasilan meliputi kualitas produk yang terjaga, hubungan sosial yang harmonis, harga yang bersaing, dukungan keluarga, promosi dari mulut ke mulut, dan penggunaan media sosial. Sementara itu, kendala yang muncul antara lain keterbatasan tenaga kerja, cuaca yang menghambat proses pengeringan, kemasan yang belum optimal, dan promosi digital yang belum maksimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan strategi pemasaran yang sederhana namun konsisten dapat menjaga keberlangsungan UMKM di daerah pedesaan. Selain itu, ditemukan kontribusi signifikan dari peran perempuan dalam usaha keluarga, yang berdampak pada peningkatan ekonomi rumah tangga sekaligus memperkuat pemberdayaan sosial di lingkungan masyarakat.
Abstract:Artikel ini mengkaji perbedaan metodologis antara dua mufasir Nusantara, Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka) dalam Tafsir Al-Azhar dan Teungku Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy dalam Tafsir An-Nur, ketika menafsirkan ayat…
istiwa’ Allah di atas ‘Arasy dalam Q.S. Thaha [20]: 5. Ayat ini termasuk kategori mutasyabihat yang melahirkan tiga pendekatan utama dalam sejarah Islam: takwil (interpretasi metaforis), isbat bilā kayf (penetapan makna lahir tanpa menanyakan cara), dan tafwīḍ al-ma‘nā (penyerahan makna sepenuhnya kepada Allah). Dengan menggunakan metode kualitatif-komparatif dan analisis isi terhadap kedua tafsir serta literatur akidah terkait, studi ini menemukan bahwa Hamka menempuh jalan takwil dengan memaknai istawa’ sebagai istīlā’ (menguasai), sedangkan Hasbi Ash-Shiddieqy menerapkan isbat bilā kayf: menetapkan makna “bersemayam” sebagaimana adanya sembari menyerahkan hakikat dan cara (kaifiyyah) kepada Allah, bukan menyerahkan makna dasarnya (tafwīḍ al-ma‘nā). Perbedaan ini karena keduanya bersepakat menolak penyerupaan Allah dengan makhluk dan menjaga transendensi-Nya, hanya saja caranya yang bebeda. Temuan ini memperkaya pemahaman tentang dinamika tafsir Nusantara yang menggabungkan tradisi Salaf dan semangat pembaruan.
Abstract:Al-Qur’an adalah kalam Allah Ta’ala yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam melalui perantara malaikat jibril secara mutawatir, sebagai mu’jizat dan pedoman hidup bagi umat manusia. Al-Qur’an diturunkan…
Qur’an diturunkan kepada nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam pada waktu-waktu tertentu dan dalam peristiwa-peristiwa tertentu. Sehingga mengetahui sebab turunnya Al-Qur’an adalah sebuah landasan dasar bagi seorang mufassir untuk menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an dan pengimplikasiannya dalam penetapan hukum syari’at. Dengan memahami tafsir secara benar dan mengetahui penetapan hukum syari’at, kita bisa mengambil sebuah hikmah didalamnya dan memberikan motivasi kepada diri kita untuk menunaikan apa yang terkandung dalam Al-Qur’an.
Abstract:Menerapkan Total Quality Management (TQM) di lembaga pendidikan menjadi langkah krusial dalam meningkatkan mutu pendidikan. Hal ini penting untuk menjalankan fungsi manajemen di setiap lembaga pendidikan. Dalam kajian ini,…
i, diulas penerapan TQM dalam konteks pendidikan dan upaya-upaya meningkatkan standar mutu yang telah ditetapkan. Setiap lembaga pendidikan harus menunjukkan dedikasi terhadap peningkatan mutu guna tetap dipercaya oleh masyarakat dan pihak-pihak yang berkepentingan. Salah satu cara untuk mempertahankan kepercayaan tersebut adalah dengan melakukan perbaikan secara berkesinambungan, baik dalam aspek infrastruktur maupun proses non-fisik. Dengan demikian, lembaga pendidikan dapat menjadi institusi yang berkualitas dan terjamin. Terdapat beberapa aspek penting yang harus ditekankan dalam menerapkan TQM di dunia pendidikan, termasuk peningkatan secara terus-menerus, penetapan standar mutu, perubahan budaya, restrukturisasi organisasi, dan menjaga hubungan dengan para pelanggan. Implementasi TQM membutuhkan strategi pelaksanaan yang efektif serta kerjasama dari seluruh elemen sekolah.
Abstract:Upah merupakan hak dasar pekerja yang wajib dilindungi, baik dalam perspektif hukum positif maupun hukum Islam. Penelitian ini bertujuan mengkaji konsep ijarah bi al-’amal dalam hukum Islam sebagai landasan filosofis perlindungan…
erlindungan upah pekerja, serta membandingkannya dengan pengaturan pengupahan dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan di Indonesia. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach), pendekatan konseptual, dan pendekatan perbandingan hukum (comparative approach). Bahan hukum diperoleh melalui studi kepustakaan atas Al-Qur’an, hadis, kitab-kitab fikih muamalah, peraturan perundang-undangan, serta jurnal hukum mutakhir, yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep ijarah bi al-’amal menempatkan upah sebagai hak yang harus dipenuhi secara adil, proporsional, dan tepat waktu, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an Surah At-Talaq ayat 6, Surah Al-Qashash ayat 26-27, dan hadis riwayat Ibnu Majah. Prinsip tersebut memiliki keselarasan nilai dengan semangat Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja serta Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan, meskipun keduanya berbeda pada aspek sumber otoritas, mekanisme penetapan upah minimum, dan bentuk sanksi. Penelitian ini merekomendasikan agar nilai-nilai ijarah bi al-’amal, khususnya prinsip maqashid syariah, diintegrasikan sebagai basis etik dalam pembaruan kebijakan pengupahan nasional, terutama untuk melindungi pekerja pada sektor informal dan ekonomi gig yang belum sepenuhnya terjangkau oleh regulasi ketenagakerjaan formal.
Wages are a fundamental right of workers that must be protected, both from the perspective of positive law and Islamic law. This study aims to examine the concept of ijarah bi al-’amal in Islamic law as a philosophical foundation for wage protection, and to compare it with wage regulations under Indonesia’s Manpower Law. The results show that ijarah bi al-’amal positions wages as a right that must be fulfilled fairly, proportionally, and in a timely manner, as affirmed in the Quran Surah At-Talaq verse 6, Surah Al-Qashash verses 26-27, and the hadith narrated by Ibn Majah. This study employs a normative legal method with statutory, conceptual, and comparative approaches, examining legal materials from the Quran, hadith, classical fiqh literature, statutory regulations, and recent legal journals. The findings reveal that the principles of ijarah bi al-’amal align with the spirit of Law Number 13 of 2003 on Manpower as amended by Law Number 6 of 2023 on Job Creation and Government Regulation Number 36 of 2021 on Wages, although they differ in terms of the source of authority, minimum wage determination mechanisms, and forms of sanctions. This study recommends integrating the values of ijarah bi al-’amal, particularly maqashid syariah principles, as an ethical basis for reforming national wage policy, especially to protect informal and gig-economy workers not yet fully covered by formal labor regulations.