Search Articles & Publications

Showing 15 articles found for "Sandy"

Peran DPD RI dalam Penguatan Tata Kelola Pendidikan Tinggi di Era Desentralisasi: Studi Kepemimpinan Pendidikan Dedy Iskandar Batubara

Firnanda, Rizky, M. Rizki Alfareza, Djorgie Prasandy
Abstract: Desentralisasi pendidikan menuntut tata kelola pendidikan tinggi yang mampu merespons kebutuhan dan karakteristik daerah secara berkeadilan. Namun, praktik kebijakan pendidikan tinggi di Indonesia masih menunjukkan kesenjangan… jangan antara perumusan kebijakan nasional dan implementasi di tingkat daerah, terutama dalam aspek pemerataan pendanaan, konsistensi regulasi, dan posisi perguruan tinggi swasta. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dalam penguatan tata kelola pendidikan tinggi di era desentralisasi melalui studi kepemimpinan pendidikan Dedy Iskandar Batubara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi tokoh, melalui wawancara mendalam dan studi dokumentasi kebijakan pendidikan tinggi. Data dianalisis secara deskriptif-analitis dengan mengaitkan temuan empiris pada teori kebijakan publik, desentralisasi, dan tata kelola pendidikan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DPD RI berperan strategis sebagai aktor agenda setting, advokasi kepentingan daerah, dan pengawas implementasi kebijakan pendidikan tinggi, meskipun perannya dibatasi oleh kewenangan konstitusional. Kepemimpinan pendidikan Dedy Iskandar Batubara memperlihatkan upaya menjembatani kepentingan kebijakan nasional dan kebutuhan daerah, khususnya dalam memperjuangkan keadilan bagi perguruan tinggi swasta dan pendidikan tinggi di daerah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan tata kelola pendidikan tinggi memerlukan desain kebijakan yang lebih konsisten, desentralistik, dan berkeadilan dengan pelibatan substantif DPD RI dan pemerintah daerah dalam sistem kebijakan nasional.

URGENSI PEMBENTUKAN KERANGKA HUKUM NASIONAL DALAM IMPLEMENTASI PAYMENT ID SEBAGAI IDENTITAS PEMBAYARAN DIGITAL DI INDONESIA: STUDI HUKUM KOMPARATIF PAYMENT ID INDONESIA DAN PAYNOW SINGAPURA

Robi Alkaromah, Arisandy Permana Paza, Serlika Aprita, Nahla Jamilie Rahmah Mukhtarudin
Abstract: Payment ID merupakan bagian integral dari Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030 yang dirancang sebagai kode unik sembilan karakter berupa kombinasi huruf dan angka. Sistem ini memiliki tiga fungsi utama: identifikasi… tifikasi profil pelaku sistem pembayaran secara spesifik, otentikasi data transaksi, dan konektivitas data antara individu dan catatan transaksi secara rinci. Implementasi sistem serupa di negara lain telah menunjukkan dampak ekonomi positif yang substansial. India, melalui kombinasi UPI dan Aadhaar, berhasil menghemat lebih dari $9 miliar dari eliminasi fraud dalam program bantuan sosial. Sistem UPI India kini menangani 18 miliar transaksi bulanan dengan nilai mencapai Rs 24 lakh crore, menguasai 85% ekosistem pembayaran digital nasional. seperti PayNow di Singapura, membuktikan pentingnya landasan hukum yang jelas. PayNow, yang diatur dalam Payment Services Act 2019 dan diawasi oleh Monetary Authority of Singapore (MAS), mengintegrasikan sistem perbankan dan dompet digital melalui satu ID berbasis nomor ponsel atau NRIC, dengan dukungan Personal Data Protection Act (PDPA) 2012 yang kuat. Keberhasilan ini didorong oleh regulasi yang komprehensif, standar keamanan yang ketat, serta pengawasan yang terintegrasi. Regulasi ini menjadikan PayNow sebagai sistem pembayaran instan berbasis identitas tunggal yang dapat dipercaya, dengan proteksi hukum dan keamanan yang terjamin. Sistem ini menghubungkan nomor ponsel, NRIC, atau nomor bisnis dengan rekening bank secara aman, memungkinkan transaksi real-time dan interoperabilitas lintas platform. Dengan demikian, Indonesia perlu memperkuat landasan hukumnya dengan membentuk kerangka hukum nasional yang komprehensif, meliputi aspek perlindungan data pribadi, interoperabilitas, tata kelola teknologi, mekanisme pengawasan, dan pemberdayaan pengguna, agar implementasi Payment ID dapat terlaksana secara aman, inklusif, dan berkelanjutan

Peran Model Pembelajaran Inovatif dalam Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa: Literature Review

Dias Larasati, Jodion Siburian, Dian Arisandy Eka Putra Sembiring
Abstract: Kemampuan pemecahan masalah merupakan keterampilan penting dalam pembelajaran abad ke-21, khususnya pada pembelajaran IPA, karena mendukung kemampuan berpikir kritis dan sistematis siswa. Namun, pembelajaran konvensional… yang berpusat pada guru belum optimal dalam mengembangkan keterampilan tersebut, sehingga diperlukan penerapan model pembelajaran inovatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran model pembelajaran inovatif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa melalui pendekatan studi literatur review. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis 20 artikel ilmiah nasional yang dipublikasikan pada rentang tahun 2013–2025 dan relevan dengan topik penelitian. Artikel yang direview mencakup berbagai model pembelajaran inovatif, antara lain Problem Based Learning (PBL), Problem Solving, Project Based Learning (PjBL), Discovery Learning, serta pengembangan bahan ajar berbasis masalah. Hasil kajian menunjukkan bahwa secara umum model pembelajaran inovatif berperan signifikan dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa pada pembelajaran IPA di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Model Problem Based Learning menjadi model yang paling dominan dan konsisten memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah, terutama ketika dipadukan dengan bahan ajar dan pendekatan kontekstual. Selain itu, penerapan model pembelajaran inovatif juga berkontribusi terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran inovatif efektif diterapkan dalam pembelajaran IPA untuk mendukung pengembangan kemampuan pemecahan masalah siswa.

Analisis Semiotika Roland Barthes Dalam Lagu Rex Orange County Yang Berjudul “Happiness’’

Aulia Rizky Utami, M. Fikri Akbar, Sandy Allifiansyah
Abstract: Analisis semiotika dalam lagu Rex Orange County yang berjudul “Happiness” ini bertujuan untuk mengungkap makna semiotik pada lirik lagu tersebut dengan menggunakan teori semiotika Roland Barthes yang meliputi makna denotasi,… enotasi, konotasi, dan mitos. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif interpretif dan cara berpikir induktif, yaitu menarik kesimpulan dari hal-hal yang bersifat khusus ke umum, dengan pengumpulan data melalui studi dokumen yang menelusuri berbagai sumber relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa makna denotasi kata “Happiness” dalam lirik lagu ini diartikan sebagai kebahagiaan, rasa senang, dan gembira, sedangkan makna konotasinya mengarah pada hubungan cinta dan kasih sayang sepasang kekasih, di mana pihak laki-laki memiliki banyak harapan yang ingin diwujudkan di masa depan bersama pasangannya agar pasangannya dapat terus bahagia. Analisis keseluruhan mengungkapkan mitos bahwa harapan merupakan hal yang dapat menguatkan sebuah hubungan, dan penulis menegaskan bahwa harapan bukanlah sesuatu yang salah selama tidak bersifat memaksa dan bertujuan untuk membahagiakan. Temuan ini berkontribusi pada kajian komunikasi visual dan budaya konsumsi dengan menunjukkan bagaimana simbol-simbol dalam musik populer membentuk pemaknaan kolektif tentang cinta, harapan, dan kebahagiaan sekaligus merefleksikan konstruksi budaya yang berkembang di masyarakat kontemporer

Penerapan Model Pembelajaran PBL Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Agama Hindu Pada Materi Tri Sandya Dan Dainika Upasana Kelas I SD Negeri 2 Gunung Salak Tahun Ajaran 2023/2024

Anak Agung Ayu Listiana Aprianti
Abstract: Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan Hasil Belajar siswa dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu Materi Tri Sandya dan Dainika Upasana Malalui penerapan Model Pembelajaran “Problem Based Learning” siswa kelas… las I SD Negeri 2 Gunung Salak  tahun pelajaran 2023/2024 Tujuan penelitian ini dilaksanakan yaitu untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus yang mana menggunakan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi/pengamatan dan refleksi pada setiap siklusnya memfokuskan pencarian datanya menggunakan tes hasil belajar dan melaksanakan analisis dengan analisis deskriptif. Setelah dilakukan refleksi, terjadi peningkatan hasil belajar siswa dari rata-rata nilai 69,90 meningkat menjadi 73,12 rata- rata kelasnya pada siklus I dan pada siklus II meningkat menjadi 81,40. Ketuntasan belajar juga terjadi peningkatan dari awalnya 64,00 % menjadi 72,00 % pada siklus I dan 92,00 % pada siklus II. Data tersebut menunjukkan keberhasilan pelaksanaan penelitian sesuai indikator yang direncanakan. Akhirnya peneliti berkesimpulan bahwa Penerapan Model Problem Based Learning (Pbl) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu Materi Tri Sandya dan Dainika Upasana Kelas I SD Negeri 2 Gunung Salak tahun ajaran 2023/2024