Abstract:Penelitian ini bertujuan mengkaji secara ekspositori perikop 2 Raja-raja 6:8-9 untuk memahami strategi Kristen dalam menghadapi konflik. Permasalahan utama yang diangkat adalah bagaimana umat Kristen dapat menyusun strategi…
egi yang berlandaskan pewahyuan dan hikmat ilahi, bukan hanya pada pertimbangan rasional manusia. Teks ini menampilkan dua pendekatan yang kontras: strategi Raja Aram yang mengandalkan perencanaan manusiawi dan strategi Raja Israel yang bertumpu pada pewahyuan Tuhan melalui nabi Elisa. Penelitian ini menggunakan metode ekspositori dengan analisis teologis-kontekstual, memperhatikan struktur teks, latar belakang historis, dan pesan teologis yang terkandung di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi Kristen lahir dari relasi intim dengan Tuhan, kepekaan terhadap suara-Nya, serta ketaatan dalam melaksanakan kehendak-Nya. Strategi ini bukan sekadar respons taktis, melainkan tindakan yang dipimpin oleh hikmat ilahi untuk menghadapi tantangan rohani maupun praktis. Penelitian ini menegaskan relevansi teks 2 Raja-raja 6:8-9 bagi kepemimpinan dan pelayanan Kristen kontemporer, khususnya dalam merespons konflik internal, membangun visi pelayanan, serta mengintegrasikan pewahyuan ilahi dalam pengambilan keputusan strategis. Kebaruan kajian ini terletak pada pendekatan ekspositori yang memadukan dimensi biblika, teologis, dan praktis dalam merumuskan paradigma strategis Kristen yang transformatif.
Abstract:Abstract Digitalization has had a significant impact on various aspects of life, including in the realm of business and religious practices. This research focuses on Christian evangelism in the digital era, where technology…
ogy has become an integral tool for spreading religious teachings. Digitalization allows churches and religious organizations to leverage social media, websites, podcasts, and other online platforms to reach a wider audience, significantly younger generations increasingly connected to technology. This research uses literature analysis methods and phenomenon observation as the primary approach. The research results show that digital evangelism effectively reaches a broader audience but is also faced with challenges, such as the risk of spreading misinformation or religious extremism. The importance of ethical responsibility in using technology is highlighted, with the need for churches and spiritual leaders to develop discipleship strategies that are contextual and responsive to current developments.
Abstract:Penelitian ini menguraikan peran penting pendeta dalam pertumbuhan gereja secara kualitas dan kuantitas. Gereja-gereja seringkali menghadapi berbagai tantangan, baik internal maupun eksternal, yang memerlukan pemahaman yang…
ang mendalam tentang identitas gereja dan tujuannya. Kesadaran akan masalah-masalah tersebut dan kemampuan menghadapinya adalah faktor kunci dalam mengalami pertumbuhan gereja. Pembinaan dan pemuridan anggota gereja memainkan peran fundamental dalam membangun fondasi yang kokoh untuk pertumbuhan gereja tersebut. Peran pendeta dalam konteks gereja sangatlah penting karena mereka dipanggil dan ditetapkan oleh Allah untuk memimpin dan menggembalakan jemaat. Dengan kata lain, Allah mengangkat gembala untuk menggembalakan gereja (Efesus 4:11). Di era modern, peran pendeta semakin kompleks karena gereja-gereja sering berada di tengah masyarakat yang beragam, terutama di kota-kota besar, dengan perbedaan suku, status sosial, dan latar belakang pendidikan yang beragam. Pendeta harus memiliki pemahaman yang mendalam tentang peran mereka dalam pertumbuhan gereja. Mereka bertanggung jawab melayani, mengajar, melawat, membina, dan memuridkan anggota gereja agar mereka dapat tumbuh dan berperan aktif dalam pelayanan gereja. Selain itu, pendeta juga mengorganisir pertemuan kelompok distrik, mendelegrasikan tugas melalui kelompok kecil, dan menyelenggarakan ibadah kebangunan rohani untuk membawa jiwa-jiwa baru atau orang-orang yang bertobat kepada Tuhan Yesus agar menjadi anggota gereja-Nya.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mendalami pemahaman roh nubuat di kalangan orang muda Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Dalam konteks masyarakat modern yang dipenuhi…
i dengan perubahan dan tantangan, pemahaman nubuat-nubuat Alkitab memiliki peran yang penting dalam membentuk keyakinan dan praktik keagamaan orang muda. Temuan ini menggambarkan kompleksitas dalam pembentukan pemahaman nubuat dan mengidentifikasi tantangan serta peluang dalam mengajar dan memahami nubuat-nubuat Alkitab. Kesimpulan penelitian ini memberikan wawasan mendalam tentang pentingnya nubuat dalam kehidupan orang muda GMAHK dan menawarkan rekomendasi untuk meningkatkan pendekatan pengajaran dan pendidikan roh nubuat di gereja tersebut. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan iman dan keterlibatan orang muda dalam GMAHK.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran penting pendidikan disiplin dalam pembentukan tabiat dan karakter pada anak-anak melalui penggunaan metode kualitatif studi literatur. Dalam upaya untuk mengeksplorasi konsep,…
, teori, dan temuan yang ada dalam literatur terkait, penelitian ini mengidentifikasi trend dan temuan terkini, serta membangun kerangka konseptual yang mendalam tentang hubungan antara pendidikan disiplin, pembentukan karakter, dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini memiliki implikasi penting dalam pendidikan anak-anak, baik dalam konteks pendidikan formal maupun informal. Hasil studi literatur ini akan menjadi dasar penting untuk pengembangan pertanyaan penelitian yang lebih spesifik dan pengembangan pendekatan penelitian yang lebih terfokus dalam upaya kami untuk memahami peran pendidikan disiplin dalam membentuk karakter dan tabiat anak-anak. Kesimpulannya, penelitian ini membangun landasan yang kuat untuk penelitian lanjutan dalam upaya untuk mendidik anak-anak menjadi individu yang berdisiplin, bertanggung jawab, dan memiliki karakter yang kuat, sehingga dapat menghadapi tantangan di masa depan dengan lebih baik.
Abstract:Kepemimpinan dalam konteks modern seringkali dihadapkan pada kompleksitas yang menuntut landasan etika yang kuat untuk mengatasi tantangan-tantangan yang muncul. Dalam pandangan ini, integrasi nilai-nilai Kristen dalam kepemimpinan…
epemimpinan kontemporer menawarkan pendekatan yang bermakna dan relevan. Nilai-nilai seperti integritas, kredibilitas, komitmen, bertanggungjawab, kerendahan hati, dan pelayanan yang terkandung dalam ajaran Kristen dapat menjadi landasan bagi kepemimpinan yang beretika dan bermakna. Namun, pertanyaannya adalah bagaimana nilai-nilai ini dapat diaplikasikan dan berdampak dalam dunia organisasi yang berubah dengan cepat. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menggali potensi dan dampak dari integrasi nilai-nilai Kristen dalam kepemimpinan kontemporer. Penelitian ini akan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, yaitu dengan menganalisis teks-teks Kitab Suci, tulisan-tulisan teologis, serta literatur terkait karakteristik kepemimpinan Kristen. Hasil penelitian ini memberikan wawasan bagi pemimpin, organisasi, dan lembaga pendidikan tentang bagaimana mengintegrasikan nilai-nilai Kristen dalam kepemimpinan kontemporer secara efektif. Dalam dunia yang terus berubah, nilai-nilai ini memberikan fondasi yang stabil dan beretika untuk mengarahkan kepemimpinan menuju tujuan yang lebih bermakna dan berdampak positif.
Abstract:The advancement of digital technology has encouraged the adoption of Artificial Intelligence (AI) in online counseling services to enhance the accessibility and quality of mental health care. The emergence of AI through…
chatbots, virtual counselors, and digital mental health platforms presents various opportunities, challenges, and ethical implications that require comprehensive examination. This study aims to analyze the opportunities offered by AI, the challenges associated with its implementation, and the ethical implications of its use in online counseling services. The study employed a literature review method with a qualitative approach, examining 15 scientific articles published between 2016 and 2026. Data were analyzed using content analysis through the synthesis of findings from previous studies. The results indicate that AI has the potential to expand access to counseling services, improve service efficiency, support preliminary assessments, and facilitate the delivery of more personalized and data-driven interventions. However, the use of AI continues to face several challenges, including limitations in understanding human emotions and social contexts, the risk of inaccurate responses, algorithmic bias, and the potential for user dependency on technology. The most prominent ethical concerns involve privacy protection, data security, algorithmic transparency, system accountability, and professional responsibility. This study concludes that AI is more appropriately positioned as a supportive tool or co-counselor for professional counselors rather than a replacement for human practitioners. The novelty of this study lies in its integration of the opportunities, challenges, and ethical implications of AI into a comprehensive analytical framework.
Abstract:The advancement of digital technology has encouraged the adoption of e-counseling as an integral component of guidance and counseling services in schools. While the use of digital-based services enhances accessibility and…
d flexibility, it also presents various ethical challenges and professional demands for school counselors. This study aims to identify the ethical challenges associated with school-based e-counseling, analyze the professional considerations required of counselors, and examine the interrelationship among ethics, professionalism, and institutional support in the implementation of e-counseling services. The study employed a Systematic Literature Review (SLR) method guided by the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) framework through a comprehensive search of articles indexed in Google Scholar, GARUDA, ERIC, Scopus, and ProQuest published between 2015 and 2025. The findings reveal that the primary challenges of e-counseling include data confidentiality, client privacy, digital information security, professional boundaries, and limitations in nonverbal communication. The results further indicate that digital competence, adherence to professional ethical standards, and institutional support from schools are critical factors influencing the effectiveness of e-counseling services. This study contributes a conceptual synthesis that positions ethics, counselors’ digital professionalism, and institutional governance as three interrelated pillars essential for the development of safe, ethical, and professional e-counseling practices within school settings.
Abstract:The advancement of digital technology has accelerated the adoption of Artificial Intelligence (AI) in e-counseling services to enhance the accessibility and efficiency of psychological support. While offering numerous benefits,…
nefits, the use of AI also presents challenges related to the quality of therapeutic relationships, privacy, data security, and ethical considerations. This study aims to analyze the role of AI, its impacts, and the ethical challenges emerging in e-counseling services through a Systematic Literature Review (SLR) approach. Data were collected from Google Scholar, GARUDA, ScienceDirect, SAGE Journals, and Crossref, covering publications from 2018 to 2026. The review of 13 selected articles revealed that AI serves as a supportive tool through chatbots, data analytics, preliminary assessments, and automated response systems that help expand access to counseling services and improve service responsiveness. The implementation of AI contributes positively by increasing efficiency and accessibility; however, it remains limited in understanding emotions, demonstrating empathy, and comprehending clients’ psychological contexts. The findings also indicate that privacy, data security, algorithmic transparency, and accountability constitute the primary ethical challenges that require careful attention. This study concludes that AI is more appropriately positioned as a complement to counselors rather than a substitute for human counselors. The novelty of this study lies in its integrated analysis of the roles, impacts, and ethical challenges of AI within a single framework, thereby providing a more comprehensive understanding of the development of e-counseling based on collaborative interaction between technology and professional counselors.
Abstract:The transformation of guidance and counseling services in the digital era has brought significant changes to the ways counselors deliver services to students. Advances in information and communication technology have created…
ated both opportunities and challenges that require comprehensive scholarly examination. This study aims to analyze the opportunities, challenges, and implications of digital transformation for the development of guidance and counseling practices. A qualitative approach was employed through a Systematic Literature Review of scholarly articles published between 2016 and 2026. The data were analyzed using content analysis and thematic analysis to identify key themes related to digital guidance and counseling services. The findings reveal that digital technologies enhance service accessibility, flexibility, and effectiveness, while also fostering innovation through the utilization of digital applications and artificial intelligence. Nevertheless, the transformation continues to face challenges, including counselors’ limited digital competencies, barriers to virtual therapeutic communication, and concerns related to ethics, privacy, and data security. The study concludes that a hybrid service model integrating face-to-face counseling with digital counseling represents the most appropriate approach for addressing students’ needs in the digital era. The novelty of this study lies in its comprehensive synthesis that integrates technological dimensions, counselor competencies, professional ethics, data security, and humanistic approaches as a foundation for the development of effective and sustainable digital guidance and counseling services.