Abstract:Penelitian ini membahas tentang Manajemen Pendidikan Kepramukaan Dalam Membentuk Karakter Siswa di SMP Darunnajah 2 Cipining Bogor penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen pendidikan kepramukaan dalam membentuk karakter…
r siswa di SMP Darunnajah 2 Cipining Bogor ada perencanaan di dalam perencanaan terdapat sigus (sidang gugus depan) meliputi prodik (program didik) yang di dalamnya. dengan pengorganisasian kepala sekolah bekerjasama dengan pihak yayasan dengan menunjuk pembina pramuka (mabikori) yang sudah terlatih dan berpengalaman di bidang pramuka. Pelaksanaan program ekstrakulikuler pramuka dilaksanakan sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan dan disepakati sigus. Pengevaluasian dengan mengadakan rapat mingguan, bulanan tahunan. Adapun pembentukan karakter melalui kegiatan pramuka bertujuan untuk mendidik karakter siswa atau peserta didik agar menjadi insan yang bertaqwa, cerdas, aktif, terampil, memiliki sifat yang sopan santun, tegas, disiplin, kepekaan terhadap sosial, gotong royong, saling tolong menolong dalam hal kebaikan (membantu sesama), religius, berjiwa patriotis, bertanggung jawab, jujur, amanah, rajin dapat mengembangkan potensi diri, dan berakhlak mulia melalui penggalian dan pengamalan nilai-nilai kepramukaan.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan pemerintah dalam mengutamakan produk impor dari perspektif hukum ekonomi syariah. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur untuk mengumpulkan data dan…
analisis kualitatif untuk mengevaluasi kebijakan impor yang telah diterapkan oleh pemerintah. Hasil penelitian menunjukkan adanya ketidakselarasan antara beberapa kebijakan impor dengan prinsip-prinsip ekonomi syariah, seperti keadilan distributif dan kesejahteraan masyarakat. Penelitian juga menemukan bahwa implementasi kebijakan impor yang lebih sesuai dengan prinsip-prinsip ekonomi syariah dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Pembahasan mengenai hasil penelitian ini meliputi identifikasi dampak kebijakan impor terhadap prinsip-prinsip ekonomi syariah, potensi perbaikan kebijakan impor, serta implikasi pentingnya mempertimbangkan perspektif ekonomi syariah dalam merumuskan kebijakan impor di masa depan. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat potensi untuk meningkatkan kebijakan impor agar lebih sesuai dengan nilai-nilai ekonomi syariah, seperti dengan mengembangkan mekanisme distribusi yang lebih adil dan memberdayakan sektor-sektor ekonomi yang berkeadilan.
Abstract:Penelitian ini merupakan studi mengenai metode dakwah syaikh yusuf al qaradhawi di dalam buku syaikh akram kassab. Karena yang diteliti adalah teks tertulis yang berupa korpus (data yang dipakai sebagai sumber bahan penelitian),…
litian), maka pendekatan yang digunakan berdasarkan penelitian kepustakaan (library research). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui metode dakwah syaikh yusuf al-Qaradhawi. dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca dan mencatat serta mengolah bahan penelitiannya. Metode dakwah yang digunakan Syaikh Yusuf al-Qaradhawi adalah 1) Melalui Fatwa-fatwanya yang di tulis ke dalam berbagai majalah islam, seperti Majalah Mimbar al-Islam yang diterbitkan oleh Kementerian Wakaf Mesir, Majalah Nur Al-Islam yang diterbitkan oleh Organisasi Ulama Al-Azhar, 2) Melalui buku-bukunya seperti Al-Khasha'is Al-Amah fi Al-Islam, Al-Madhkal li Ma'rifah Al-Islam, Al-ljtihad fi As-Syari'ah Al-Islamiyah, dan Al-Madkhal Ila Dirasat As-Syari'ah Al-Islamiyah, 3) Melalui Syair seperti a) Syair Ratapan, b) Syair Patriotisme, c) Syair Penggambaran, d) Syair Sindiran, e) Syair Pujian, f) Syair untuk suatu moment, g) Syair cerita, h) Syair Percintaan , 4) Melalui Pertunjukan Teatrikal, Al-Qaradhawi sejak kecil telah gemar menulis tulisan teatrikal. Kala itu, Al-Qaradhawi sangat terpengaruh dengan para pendahulunya, terutama pangeran para penyair, Ahmad Syauqi dalam menulis dua teaternya yang terkenal "Mashra' Cleopatra" dan "Majnun Laila."
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam struktur Kurikulum Merdeka dalam perspektif Pendidikan Agama Islam pada setiap fase. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang memungkinkan analisis…
nalisis yang mendalam terhadap konsep-konsep yang terlibat. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah penelitian kepustakaan, dengan fokus pada berbagai jenis literatur seperti buku, catatan, artikel jurnal nasional dan internasional, dan laporan penelitian sebelumnya yang relevan. Sumber utama informasi dalam penelitian ini adalah kebijakan Kurikulum Merdeka Belajar yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur Kurikulum Merdeka pada setiap fase memberikan kesempatan bagi pendidik untuk mengimplementasikan kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan tahapan perkembangan dan pencapaian para peserta didik. Struktur tersebut didasarkan pada tiga prinsip utama, yaitu berbasis kompetensi, fleksibilitas dalam pembelajaran, dan penguatan karakter Pancasila. Secara khusus, struktur Kurikulum Merdeka untuk pendidikan agama Islam mencakup beberapa komponen esensial, seperti pembelajaran ajaran Islam, pemahaman nilai-nilai Islam, pengembangan keterampilan praktis, integrasi dengan konteks lokal, serta metode penilaian dan evaluasi yang relevan.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk membahas pelaksanaan Merdeka Belajar dalam Perspektif Pendidikan Agama Islam. Peneltian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Adapun pengumpulan data dengan menggunakan metode studi…
tudi pustaka. Di mana penulis mengkajinya dengan menelusuri dan mencari bahan serta mengumpulkan informasi yang yang bersumber dari buku, jurnal, tulisan dan laporan peneltian sebelumnya yang menjelaskan pelaksanaan merdeka belajar. Referensi utama dalam penelitian ini ialah : Rangkaian kebijakan Pendidikan terbaru Kemendimbud RI, tentang Kurikulum Merdeka. Selain itu, peneltian ini juga memanfaatkan sumber data berupa peraturan perundang-undangan negara dan sumber-sumber lain yang relevan. Hasil peneltian menunjukkan bahwa gagasan merdeka belajar oleh Kemendikbud adalah bentuk reformasi di bidang pendidikan, yang arahnya untuk memberikan kebebasan bagi siswa, guru dan satuan pendidikan dalam berinovasi dan pengembangan kualitas pendidikan. Sebagai mata pelajaran, Pendidikan Agama Islam dapat diimplementasikan dan sejalan dengan merdeka belajar, yang memberikan ruang serta keleluasaan pada peserta didik agar dapat berkeksplorasi sesuai dengan bakat dan minatnya. Karena itu diperlukan pembentukan peserta didik yang produktif, kreatif dan inovatif serta mempunyai keterampilan yang menunjang terhadap bidang yang diminati. Meskipun demikian kebebasan dalam arti harus konsisten menjaga agar tidak melanggar etika, norma serta nilai-nilai yang telah ditentukan oleh ajaran Islam.
Abstract:Keberhasilan dan kegagalan suatu proses pendidikan Islam secara umum dapat dinilai dari out-put-nya, yakni orang-orang sebagai produk pendidikan Islam. Jika Pendidikan Islam mengalami kegagalan dalam mengantarkan manusia…
kearah cita-cita manusiawi yang bersandar pada nilai-nilai ke-Tuhanan, maka yang akan terjadi adalah tumbuhnya prilaku-prilaku negatif dan destruktif, seperti kekerasan, ketidakpedulian sosial, dan lain sebagainya, yang semuanya itu mengakibatkan penderitaan semesta. Berbagai prilaku-prilaku destruktif tersebut, yang sering muncul dinegara Indonesia, merupakan akibat dari belum munculnya memiliki kesadaran. Pihak-pihak yang yang paling memegang kunci dan mempunyai peran utama dalam memupuk dan membangun kesadaran generasi penerus bangsa adalah; orang tua melalui lembaga keluarga,masyarakat dengan pengawasannya, sekolah dengan seluruh elemenya dan pemerintah dengan kebijakan dan keteladannya.Pihak-pihak ini harus mempunyai kesamaan dasar pandang, koordinasi, singkronisasi serta saling bahu membahu dalam membangun kesadaran generasi penerus bangsa.
Abstract:Keberhasilan dan kegagalan suatu proses pendidikan Islam secara umum dapat dinilai dari out-put-nya, yakni orang-orang sebagai produk pendidikan Islam. Jika Pendidikan Islam mengalami kegagalan dalam mengantarkan manusia…
kearah cita-cita manusiawi yang bersandar pada nilai-nilai ke-Tuhanan, maka yang akan terjadi adalah tumbuhnya prilaku-prilaku negatif dan destruktif, seperti kekerasan, ketidakpedulian sosial, dan lain sebagainya, yang semuanya itu mengakibatkan penderitaan semesta. Berbagai prilaku-prilaku destruktif tersebut, yang sering muncul dinegara Indonesia, merupakan akibat dari belum munculnya memiliki kesadaran. Pihak-pihak yang yang paling memegang kunci dan mempunyai peran utama dalam memupuk dan membangun kesadaran generasi penerus bangsa adalah; orang tua melalui lembaga keluarga,masyarakat dengan pengawasannya, sekolah dengan seluruh elemenya dan pemerintah dengan kebijakan dan keteladannya.Pihak-pihak ini harus mempunyai kesamaan dasar pandang, koordinasi, singkronisasi serta saling bahu membahu dalam membangun kesadaran generasi penerus bangsa.
Abstract:Keberhasilan dan kegagalan suatu proses pendidikan Islam secara umum dapat dinilai dari out-put-nya, yakni orang-orang sebagai produk pendidikan Islam. Jika Pendidikan Islam mengalami kegagalan dalam mengantarkan manusia…
kearah cita-cita manusiawi yang bersandar pada nilai-nilai ke-Tuhanan, maka yang akan terjadi adalah tumbuhnya prilaku-prilaku negatif dan destruktif, seperti kekerasan, ketidakpedulian sosial, dan lain sebagainya, yang semuanya itu mengakibatkan penderitaan semesta. Berbagai prilaku-prilaku destruktif tersebut, yang sering muncul dinegara Indonesia, merupakan akibat dari belum munculnya memiliki kesadaran. Pihak-pihak yang yang paling memegang kunci dan mempunyai peran utama dalam memupuk dan membangun kesadaran generasi penerus bangsa adalah; orang tua melalui lembaga keluarga,masyarakat dengan pengawasannya, sekolah dengan seluruh elemenya dan pemerintah dengan kebijakan dan keteladannya.Pihak-pihak ini harus mempunyai kesamaan dasar pandang, koordinasi, singkronisasi serta saling bahu membahu dalam membangun kesadaran generasi penerus bangsa
Abstract:Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan, dan transformasi digital, pendidikan Islam diharapkan tidak hanya mengajarkan tentang agama, tetapi juga mampu membentuk peserta didik yang memiliki pemikiran kritis. Dalam hal ini,…
ni, pemikiran Al-Ghazali dan Fazlurrahman memiliki kesamaan fokus pada manusia dalam hal pendidikan, meskipun pendekatannya berbeda. Namun, penelitian yang ada cenderung membahas keduanya secara terpisah, sehingga dialog antara konsep dan gagasan mereka belum sepenuhnya dieksplorasi. Penelitian ini menganalisis persinggungan dan perbedaan pemikiran mereka untuk kontribusi pada humanisasi pendidikan islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis kepustakaan ( Library Research). Semua data diperoleh dari karya-karya ilmiah terkait dan terbaru, lalu dijelaskan secara komaparatif. Hasilnya menunjukkan bahwa keduanya memandang Pendidikan sebagai proses pembentukan manusia, dengan tekanan Al-Ghazali pada pelatihan moral dan spiritual, sedangkan Fazlurrahman fokus pada integrasi ilmu dan pengembangan nalar kritis. Kedua pradigma saling melengkapi dan dapat diintegrasikan dalam kerangka humanisasi pendidikan Islam, menghubungkan dimensi etis, spiritual, intelektual, serta tanggung jawab sosial.
Abstract:Perkembangan media sosial telah mengubah pola komunikasi Generasi Z menjadi lebih terbuka dan berorientasi pada keterlibatan (engagement), sehingga melahirkan fenomena sadfishing dan oversharing yang sering kali menampilkan…
kan persoalan pribadi, konflik rumah tangga, maupun pengalaman hidup yang bersifat privat di ruang publik digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hadis “Kullu ummatī mu‘āfā illā al-mujāhirīn” serta relevansinya terhadap fenomena tersebut. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan library research dan netnografi. Data primer diperoleh dari hadis riwayat Imam al-Bukhari dan Imam Muslim beserta kitab-kitab syarah hadis, sedangkan data sekunder berasal dari jurnal ilmiah, artikel akademik, dan data digital terkait komunikasi media sosial. Analisis dilakukan melalui takhrij hadis, i‘tibar sanad, analisis matan, analisis isi (content analysis), dan analisis netnografi terhadap kasus oversharing yang viral di media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis “Kullu ummatī mu‘āfā illā al-mujāhirīn” berstatus sahih dan mengandung prinsip etika yang menekankan pentingnya menjaga kehormatan diri, menutup aib, serta menghindari perilaku mujāharah atau membuka sesuatu yang telah Allah tutupi. Analisis fiqh al-hadis menunjukkan bahwa Islam memperbolehkan penyampaian persoalan pribadi untuk tujuan mencari bantuan atau keadilan, namun melarang pembukaan aib yang bertujuan memperoleh perhatian, popularitas, atau validasi sosial. Hasil analisis netnografi juga menunjukkan bahwa fenomena oversharing dan sadfishing di media sosial memiliki karakteristik yang mendekati konsep mujāharah, terutama ketika persoalan privat dijadikan komoditas digital demi meningkatkan engagement. Oleh karena itu, hadis ini memiliki relevansi yang kuat sebagai landasan etika komunikasi digital bagi Generasi Z dalam menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab sesuai dengan nilai-nilai Islam.