Abstract:Abstract: Business actors need information regarding the implications of the latest laws and regulations for their business activities. Many companies have carried out corporate action activities during the Covid-19 pandemic.…
emic. This corporate action requires approval from creditors, especially bank financial institutions. Bank leaders need knowledge of regulations and the implications of each regulation on decisions to be taken. This training provides information on new regulations, including the Job Creation Law, Information and Electronic Transaction Law, and the proposed Personal Data Protection (PDP Law. The training is conducted using the webinar method in order to reach bank leaders throughout Indonesia. The results of this webinar have enriched the knowledge of bank leaders regarding the laws and regulations, especially their implications for the banking business.
Keywords: corporate action; business law; banking
Abstrak: Pelaku usaha memerlukan informasi mengenai implikasi peraturan perundang-undangan terbaru terhadap kegiatan usaha yang dijalankannya. Banyak perusahaan telah melakukan kegiatan aksi korporasi selama pandemi Covid-19. Aksi korporasi ini memerlukan persetujuan dari pada kreditor, khususnya lembaga keuangan bank. Para pimpinan bank memerlukan pengetahuan mengenai peraturan dan implikasi setiap peraturan terhadap keputusan yang akan diambil. Pelatihan ini memberikan informasi mengenai peraturan yang baru, di antaranya UU CK, UU ITE, dan rencana UU PDP. Pelatihan dilakukan dengan metode webinar agar dapat menjangkau para pimpinan bank yang berada di seluruh Indonesia. Hasil webinar ini telah memperkaya pengetahuan para pimpinan bank terhadap peraturan perundang-undangan terutama implikasinya terhadap bisnis perbankan.
Kata Kunci: aksi korporasi; hukum bisnis; perbankan.
Abstract:Abstract: The implementation of this PkM was carried out for ± 9 months in several stages, starting with observation and ending with a business feasibility analysis. This activity is held through a partnership program with…
ith village-owned enterprises (BUMDes) Borong Pa'la'la and several residents who own ponds. Tilapia cultivation in this PkM uses tarpaulin pond media (biofloc). The results of the business feasibility analysis provide evidence that there are four cost components (other than land) namely tarpaulin, seeds, fish feed, equipment and electricity costs which in total cost required for the cultivation period for four months, which is Rp. 2,560,000, - / 214 kg. (1500 tails) which are cultivated can generate sales in the range of Rp.26.000,- for each kilogram, thus generating Rp. 5.226.000,- which is obtained from 201 kg x Rp. 26.000,-. The results of tilapia cultivation carried out by villagers, BUMDes and service groups have been proven to provide additional income for residents, amounting to Rp. 2,666,000, - (Rp. 666,500, - / month). This result is relatively small if it is used as an economic support for the villagers, but can be used as an additional income for the residents so that the residents through the results of this PkM are given recommendations only as additional income that is oriented towards utilizing vacant land owned by the villagers
Keywords: borong pa'la'la; business feasibility; cultivation; tilapia
Abstrak: Pelaksanaan PkM ini di laksanakan selama ± 9 bulan dalam beberapa tahapan, yang dimulai dengan observasi dan diakhiri dengan analisis kelayakan usaha. Kegiatan ini diselenggarakan melalui program kemitraan dengan badan usaha milik desa (BUMDes) Borong Pa’la’la dan beberapa warga pemilik kolam. Budidaya ikan nila dalam PkM ini menggunakan media kolam terpal (bioflok). Hasil analisis kelayakan usaha memberikan bukti jika terdapat empat komponen biaya (selain lahan) yaitu terpal, bibit, pakan ikan, peralatan dan biaya listrik yang secara keseluruhan biaya yang dbutuhkan untuk masa budidaya selama empat bulan yaitu sebesar Rp.2.560.000,- / 214 kg. (1500 ekor) yang dibudidayakan dapat menghasilkan penjualan pada kisaran harga Rp.26.000,- untuk setiap kilogramnya, sehingga menghasilkan Rp 5.226.000,- yang diperoleh dari 201 kg x Rp. 26.000,-. Hasil budidaya ikan nila yang dilakukan warga desa, BUMDes dan kelompok pengabdi terbukti dapat memberikan pendapatan tambahan warga, sebesar Rp.2,666.000,- (Rp.666.500,-/bulan). Hasil ini tergolong kecil jika digunakan sebagai penopang ekonomi warga desa, namun dapat digunakan sebagai tambahan pendapatan warga sehingga kepada warga melalui hasil PkM ini diberikan rekomendasi hanya sebagai pendapatan tambahan yang berorientasi untuk memanfaatan lahan kosong yang dimiliki warga desa.
Kata kunci: borong pa’la’la; budi daya; ikan nila; kelayakan usaha
Abstract:Indonesia International Institute for Life Sciences (i3L) and Lira Medika Hospital have developed a customized drug-drug interaction database, named as DDIBase. It has a comprehensive library for providing annotation-specific…
cific information toward the drug targets, mechanism, and interaction with other drugs. Hence, DDIBase is a new database with a brand-new user interface as well. In this regard, as DDIBase has currently reached beta stage of development, it is required to provide more comprehensive user feedback to improve its features. Thus, a workshop has been devised to explain the user guidelines, while a training has been conducted to provide system demo and user hand-on. The workshop and training attendees are faculty members of the i3L and Lira Medika Hospital Staffs. A survey has been developed to cater the user satisfaction toward the DDIBase. In this end, the survey has elicited good user satisfaction toward the developed user interface.
Abstract:Abstract : The condition of waste management in Senganan Village has not been managed properly. This waste can accumulate and cause environmental pollution. One of them is the accumulation of garbage that can cause flooding.…
ing. The condition of the Senganan Village area which is in the highlands causes high rainfall in the area. To minimize the occurrence of flooding in the Senganan Village Area, the community must start managing the waste they produce by sorting the waste first. Such as organic waste that can be converted into compost which is useful for fertilizing plants. The general objective of this research is to find out how to overcome the accumulation of organic waste in Senganan Village to minimize the occurrence of flood disasters. The research method that we use in this report is the method of observation and socialization. Based on field observations, many people do not know about biopore technology as an alternative in minimizing flooding and helping reduce the burden of organic waste originating from households. We carried out socialization related to biopore technology and immediately implemented it at the Senganan Village office page.
Key words : Organic waste, Biopore Infiltration Hole, Flood, Compost
Abstrak : Kondisi pengelolaan sampah di Desa Senganan belum terkelola dengan baik. Sampah tersebut dapat menumpuk dan menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan. Salah satunya penumpukan sampah yang dapat menyebabkan bencana banjir. Kondisi wilayah Desa Senganan yang berada di dataran tinggi menyebabkan curah hujan yang tinggi di Kawasan tersebut. Untuk meminimalisir terjadinya banjir di Kawasan Desa Senganan, masyarakat harus mulai mengelola sampah yang mereka hasilkan dengan cara memilah sampah terlebih dahulu. Seperti sampah organik yang dapat diubah menjadi pupuk kompos yang berguna untuk menyuburkan tanaman. Tujuan umum pada kegiatan ini adalah untuk mengetahui cara menanggulangi penumpukan sampah organik di Desa Senganan, serta meminimalisir terjadinya bencana banjir. Metode kegiatan yang digunakan dalam pemecahan masalah tersebut adalah pemasangan lubang biopori. Berdasarkan observasi lapangan, banyak masyarakat yang belum mengetahui teknologi biopori sebagai alternatif dalam meminimalisir terjadinya banjir dan membantu mengurangi beban sampah organik yang berasal dari rumah tangga. Kami mengadakan sosialisasi terkait teknologi biopori dan langsung mengimplementasikannya di halaman kantor Desa Senganan.
Kata kunci : Banjir; Kompos; Lubang Resapan Biopori; Sampah organik
Abstract:Abstract: Brands in SMEs consist of a set of factors, including marketability and market differentiation, brand awareness, relevance, culture, association, and equity. The most important thing to ask yourself when deciding…
ng whether this is the right time to change your brand is whether SMEs can leverage any of the factors above to make SME consumers happier. Rebranding is an excellent way to change the target market for SMEs. Sees rebranding as a solution to a new management change or internal problem. Rebranding takes time and effort so that change will happen. Rebranding is carried out for SMEs to stimulate growth, expand, increase profits, strengthen their workforce, and gain a competitive advantage. This rebranding training was carried out using a training method. Due to the pandemic, the activity organizers visited five artisans to avoid crowds. The rebranding training opened the insight of the craftsmen about the benefits of managing a product brand. The rebranding training for birdcage artisans in Dawuhanmangli Village gained an understanding of branding. As a result of this training, artisans began to open themselves to introduce their products directly to consumers without a broker like before. The Bird Cage craft center in Dawuhanmangli Village, north of the center of Jember City, is well known in Indonesia. The location is 24 km from Jember City. The Bird Cage of Dawuhanmangli Village is the reason for being a place of service because it has advantages and characteristics that have the opportunity to open new markets for the region's superior products.
Keywords: branding; smes; bird cage
Abstrak: Merek pada UMKM terdiri dari sekumpulan faktor, termasuk kemampuan pemasaran serta diferensiasi pasar, kesadaran merek, relevansi, budaya, asosiasi, dan ekuitas. Hal terpenting untuk ditanyakan pada diri sendiri saat memutuskan apakah ini waktu yang tepat untuk mengubah merek adalah apakah UMKM dapat meningkatkan salah satu faktor di atas untuk membuat konsumen UMKM lebih bahagia. Rebranding merupakan cara yang baik untuk mengubah target pasar UMKM. Melihat rebranding sebagai solusi untuk perubahan manajemen baru atau masalah internal. Rebranding membutuhkan waktu dan tenaga, sehingga perubahan akan terjadi. Rebranding dilakukan bagi UMKM untuk merangsang pertumbuhan, memperluas, meningkatkan laba, memperkuat tenaga kerjanya, dan mendapatkan keunggulan kompetitif. Pelatihan Rebranding ini dilakuan dengan metode pelatihan, dikarenakan pandemi, maka pelaksana kegiatan mendatangi 5 pengrajin untuk menghindari kerumuman. Pelatihan rebranding membuka wawasan para pengrajin tentang manfaat mengelola sebua brand sebuah produk. Hasil pelatihan rebranding pengrajin sangkar burung desa Dawuhan mangli mendapatkan pemahaman tentang branding. Dampak pelatihan ini pengrajin mulai mencoba membuka diri untuk mengenalkan produknya secara langsung kepada konsumen tanpa makelar seperti sebelumnya. Sentra kerajinan Sangkar Burung di desa Dawuhan mangli, wilayah utara pusat Kota Jember sudah dikenal luas di Indonesia.
Kata kunci: merek; umkm; sangkar burung
Abstract:Abstract: Industrial era 4.0 brought changes in the economic field, and the consequence of this era was the birth of the digitization process in all fields. Digital marketing for business players is a very important part,…
, even for BUMNAG Nagari Lasi. To support and advance the business, BUMNAG must be able to compete with the competition in the supply of quality products, so the necessary marketing strategy is capable of increasing sales and market expansion, the only one with digital marketing. BUMNAG managers are expected to have a desire to use digital devices, especially when presenting the products they sell. BUMNAG's ability to manage marketing through digital media will make it easier for the products to be known by many people and in demand. However, there are still many BUMNAGs that do not use digital marketing media as a marketing strategy, which makes BUMNAG unable to compete with other SMEs that have used this medium. Therefore, it was considered necessary to implement the activity to carry out training in digital marketing in the advancement of the Kopi Lasi BUMNAG Nagari Lasi.
Keywords: digital marketing; marketing strategy; bumnag; lasi coffee
Abstrak: Era industri 4.0 membawa perubahan di bidang ekonomi, dimana konsekuensi dari era ini adalah proses digitalisasi di segala bidang. Pemasaran digital bagi pelaku usaha menjadi bagian yang sangat penting, termasuk bagi Badan Usaha Milik Nagari Lasi (BUMNag). Untuk mendukung dan memajukan bisnis, BUMNag harus mampu bersaing dengan kompetitor dalam menyediakan produk yang berkualitas, sehingga diperlukan strategi pemasaran yang mampu meningkatkan penjualan dan perluasan pasar, salah satunya adalah digital marketing. Pengelola BUMNag diharapkan memiliki keterampilan dalam menggunakan perangkat digital terutama dalam memperkenalkan produk yang mereka jual. Kemampuan BUMNag dalam mengelola pemasaran melalui media digital akan memudahkan produk untuk dikenal banyak orang dan diminati. Namun masih banyak BUMNag yang tidak menggunakan media digital marketing sebagai strategi pemasaran sehingga BUMNag kalah bersaing dengan pelaku UKM lainnya yang telah menggunakan media ini. Pengabdian ini dilakukan dengan menggunakan metode studi pustaka, pelaksanaan kegiatan dan evaluasi. Dimana implementasinya dilakukan secara bertahap seperti sosialisasi, pendataan, pembuatan sistem informasi digital marketing dan juga pelatihan admin. Oleh karena itu pelaksanaan kegiatan pengabdian ini sangat dibutuhkan dalam meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar melalui pemasaran Kopi Lasi di BUMNag Nagari Lasi.
Kata kunci: digital marketing; strategi pemasaran; bumnag; kopi lasi
Abstract:Abstract: Sinar Jaya store is a store that sells fire extinguishers in Medan city. In majority, this store still serves transactions by accepting customer to the store directly. Since the COVID-19 pandemic has lasted for…
so long, this store has begun to explore technology by utilizing Instagram as social media and having a website which can be accessed via www.sinarjayamedan.com as a medium to introduce the store, market the products digitally and increase business legitimacy. However, existing web pages must be optimized further to improve the ability of Toko Sinar Jaya in response to marketing needs. The measurement results using 2 (two) Search Engine Optimization (SEO) measurement websites show an average score of 61,5 out of a scale of 100. Thus, this community service activity is aimed at increasing this SEO score. SEO activities are carried out by using the on-page SEO method on existing web pages and continued with Content Management training for off-page SEO implementation. On-page SEO is carried out with activities including the installation of the Yoast SEO plugin, keyword research, visibility and permalink settings, Google Search Console, Google Analytics, sitemap generator and schema markup. The SEO score then increased significantly from 61,5 to 74,5.
Keywords: inbound marketing; micro, small and medium enterprise; search engine optimization (SEO)
Abstrak: Toko Sinar Jaya merupakan toko yang menjual alat-alat pemadam kebakaran di kota Medan. Secara mayoritas, toko ini masih melayani transaksi langsung dengan menerima kedatangan pelanggan ke toko. Sejak pandemi COVID-19 yang berlangsung telah begitu lama, toko ini mulai mengeksplorasi teknologi dengan memanfaatkan media sosial Instagram dan memiliki website yang bisa diakses lewat www.sinarjayamedan.com sebagai media untuk memperkenalkan toko, memasarkan produk secara digital dan meningkatkan legitimasi bisnis. Namun demikian, laman web yang ada harus dioptimalkan lagi untuk lebih meningkatkan kemampuan Toko Sinar Jaya dalam menjawab kebutuhan pemasaran. Hasil pengukuran menggunakan 2 (dua) website pengukuran Search Engine Optimization (SEO) masih menunjukkan rata-rata skor 61,5 dari skala 100. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini ditujukan untuk meningkatkan skor SEO ini. Kegiatan SEO dilakukan secara on-page terhadap laman web dan dilanjutkan dengan pelatihan Content Management untuk implementasi SEO secara off-page. SEO on-page dilakukan dengan kegiatan meliputi Instalasi plugin Yoast SEO, keyword research, visibility and permalink setting, Google Search Console, Google Analytics, sitemap generator dan schema markup. Skor SEO kemudian meningkat dengan cukup signifikan dari angka 61,5 menjadi 74,5.
Kata kunci: inbound marketing; search engine optimization (SEO); usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM)
Abstract:In an information system organization it is urgently needed to get information that is fast, precise in its presentation, the data displayed can be real and accurate. In a voting is generally done manually, both in the smallest…
mallest and largest scope. Based on these conditions, with the use of technology that has developed rapidly at this time, the process of selecting the Student Council Chairperson which is usually done manually can now be done online using electronic voting, with e-voting it is hoped that students can access and elect candidates for Student Council President anywhere without having to come. directly to the polling place where students are usually gathered in a place like before. In developing a website-based e-voting system using the waterfall method with a needs analysis process, system design, design and testing of the e-voting system will simplify the voting process and e-voting can maintain data security from manipulation by other parties. The method in counseling is in the form of science and technology diffusion, with the stages of socialization and training in the use of the e-voting application. The purpose of this activity is to implement a more effective and transparent system for selecting the student council president.
Keywords: application; electronic voting; election of chairman
Abstrak: Dalam sebuah organisasi sistem informasi sangat dibutuhkan untuk mendapatkan informasi yang cepat, tepat dalam penyajiannya, data yang ditampilkan dapat real dan akurat. Dalam sebuah pemungutan suara umumnya dilakukan secara manual, baik dalam ruang lingkup terkecil maupun terbesar. Berdasarkan kondisi tersebut dengan pemanfaatan teknologi yang sudah berkembang pesat saat ini, proses pemilihan Ketua OSIS yang biasanya dilakukan secara manual kini bisa dilakukan secara daring dengan menggunakan electronic voting, dengan adanya e-voting diharapkan siswa dapat mengakses dan memilih calon ketua OSIS dimanapun tanpa harus datang langsung ke tempat pemungutan suara yang biasanya para siswa dikumpulkan dalam suatu tempat seperti sebelumnya. Dalam pemgembangan sistem e-voting berbasis website dengan menggunakan metode waterfall dengan proses analisa kebutuhan, perancangan sistem, design dan testing sistem e-voting akan mempermudah proses pemungutan suara dan e-voting dapat menjaga keamanan data dari manipulasi pihak lain. Metode dalam penyuluhan berupa dipusi iptek, dengan tahapan sisialisasi dan pelatihan penggunaan aplikasi e-voting. Tujuan dari kegiatan ini, menerapkan sistem pemilihan ketua osis yang lebih efektif dan transfaran.
Kata kunci: aplikasi; electronic voting; pemilihan ketua osis
Abstract:Abstract: All fields of work have utilized information technology because data processing is fast and produces good results as expected. Utilization of Information Systems as a form of transparency of the Al-Ikhlas mosque…
e in improving the quality of BKM performance by utilizing the website as a medium of information is a form of concern and a form of good performance so that later the Kisaran Naga village community can access the latest information. In addition, BKM Al-Ikhlas annually receives zakat as one of the routine activities that really requires the latest and greatest data, so that there are no accurate errors in delivering zakat to the mustahaq. However, because there is no system that can accommodate this data, it becomes a problem every year. So we need an application that can provide solutions to existing problems. This application is made using the PHP programming language which produces applications that can be accessed from anywhere and anytime, making it easier for users. The E-Masjid application is also an application that can manage mosque cash information, and zakat payments that make it easier for the community of the Kisaran Naga village and BKM Al-Ikhlas to handle good zakat transactions.
Keywords: application; e-masjid; zakat
Abstrak: Seluruh bidang pekerjaan sudah memanfaatkan teknologi informasi dikarenakan pengolahan data yang cepat dan baik menghasilkan hasil yang baik juga sesuai dengan yang diharapkan. Pemanfaatan Sistem Informasi sebagai bentuk transparansi kegiatan masjid Al-Ikhlas dalam peningkatan kualitas kinerja BKM dengan memanfaatkan website sebagai media informasi merupakan bentuk kepedulian dan bentuk kinerja yang baik yang nantinya pihak masyarakat kelurahan Kisaran Naga dapat mengakses informasi yang up to date. Selain itu BKM Al-Ikhlas setiap tahunnya melakukan penerimaan zakat sebagai salah satu kegiatan rutin yang sangat membutuhkan data yang akurat dan mutakhir, sehingga tidak ada kesalahan dalam penyaluran zakat kepada yang mustahaq. Namun dikarenakan tidak adanya sistem yang dapat menampung data tersebut menjadi masalah setiap tahunnya. Sehingga dibutuhkan sebuah aplikasi yang dapat memberikan solusi terhadap permasalahan yang ada. Aplikasi ini dibuat menggunakan bahasa pemrograman PHP yang menghasilkan aplikasi yang dapat diakses dari manapun dan kapanpun sehingga memudahkan pengguna. Aplikasi E-Masjid juga merupakan aplikasi yang dapat mengelola informasi kas masjid, dan pembayaran zakat yang memudahkan masyarakat lingkungan kelurahan Kisaran Naga dan BKM Al-Ikhlas dalam mengelola transaksi zakat yang baik.
Kata kunci: aplikasi; e-masjid; zakat
Abstract:Abstract: Reforestation is reforestation of forests that have been barren or barren with the aim of improving the quality of the environment. This reforestation was carried out in the Mud Volcano area, Gunung Anyar village,…
ge, Surabaya. This study aims to describe community participation in the implementation of the Green Open Space Reforestation (RTH) program in Gunung Anyar, Gunung Anyar Village, Surabaya City and the obstacles faced. This study uses a descriptive method with a qualitative approach where data collection is done by observation, in-depth interviews with informants, and documentation studies. The results of this study indicate that there is a community called Griyo Maos. Griyo Maos is a community that is active in social activities such as establishing a free reading park and contributing to the maintenance of Green Open Space in the Gunung Mud Volcano area in Gunung Anyar, Surabaya. The Griyo Maos community has made a major contribution to caring for and protecting the environment in the Gunung Anyar mud volcano area. In this study, there were 3 stages that were passed, namely the preparation, implementation, and evaluation stages. Based on these 3 stages, the participation of the community represented by Griyo Maos is considered to have contributed optimally to the implementation of the Green Open Space Reforestation program, while the surrounding community is still less contributing to these activities.
Keywords: Green Open Space; Reforestation; Mud Volcano
Abstrak: Reboisasi yaitu penghijauan kembali hutan yang sudah gundul atau tandus yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup. Reboisasi ini dilaksanakan pada wilayah Mud Volcano kelurahan Gunung Anyar Surabaya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan program Reboisasi Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Gunung Anyar, Kelurahan Gunung Anyar, Kota Surabaya dan kendala yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dimana pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam dengan informan, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat sebuah komunitas yang bernama Griyo Maos. Griyo Maos merupakan suatu komunitas yang aktif dalam kegiatan sosial seperti mendirikan taman baca secara gratis dan berkontribusi dalam pemeliharaan Ruang Terbuka Hijau di kawasan Gunung Mud Volcano yang berada di Gunung Anyar, Surabaya. Komunitas Griyo Maos ini memiliki kontribusi besar untuk merawat dan menjaga lingkungan di kawasan mud volcano Gunung Anyar tersebut. Dalam penelitian ini terdapat 3 tahapan yang dilalui yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan juga evaluasi. Berdasarkan 3 tahapan tersebut maka partisipasi masyarakat yang di representasikan oleh Griyo Maos dinilai telah berkontribusi secara optimal dalam pelaksanaan program Reboisasi Ruang Terbuka Hijau, sementara itu masyarakat sekitar masih kurang berkontribusi dalam kegiatan tersebut.
Kata kunci: Gunung Lumpur; Reboisasi; Ruang Terbuka Hijau