Search Articles & Publications

Showing 4171 articles found for "Menu"

Kesadaran Tanggung Jawab Mahasiswa Dalam Organisasi Menurut Teori Hirarki Kebutuhan Abraham Maslow Perspektif Bimbingan Dan Konseling

Amaladini, Muhammad Ishlah, Roikhatul Jannah, Moh. Wifaqul Idaini
Abstract: Penelitian ini mengkaji kesadaran tanggung jawab mahasiswa dalam organisasi Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) di Kampus IBN Tegal berdasarkan teori hierarki kebutuhan Abraham Maslow. Penelitian juga menganalisis faktor-faktor… ktor yang memengaruhi kesadaran tersebut serta peran bimbingan dan konseling dalam meningkatkannya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus pada anggota DEMA, melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran tanggung jawab mahasiswa sangat dipengaruhi oleh pemenuhan kebutuhan dasar menurut Maslow, mulai dari fisiologis hingga aktualisasi diri. Mahasiswa yang kebutuhannya terpenuhi cenderung lebih aktif dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas organisasi. Faktor-faktor yang memengaruhi antara lain lingkungan organisasi, sistem manajemen, komunikasi antaranggota, serta dukungan layanan bimbingan dan konseling. Layanan ini membantu mahasiswa mengenali potensi diri, meningkatkan motivasi, dan membentuk sikap tanggung jawab. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan ilmu bimbingan dan konseling di konteks organisasi mahasiswa, serta rekomendasi praktis bagi lembaga pendidikan untuk memperkuat program pembentukan karakter dan kepemimpinan melalui pemenuhan kebutuhan dasar dan layanan konseling yang efektif.

Pengaruh Penggunaan Aplikasi Dolen terhadap Peningkatan Kesejahteraan Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah di Kabupaten Humbang Hasundutan

Silaban, Thirza Eunike, Ritonga, Fajar Utama
Abstract: Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan pilar penting dalam perekonomian Indonesia, yang memiliki kontriubuasi besar terhadap Produk Domestik Bruto serta penciptaan lapangan kerja. Namun, di tengah perkembangan… ekonomi digital dan pesatnya transformasi teknologi, masih banyak pelaku UMKM yang menghadapi tantangan mengadopsi digitalisasi, terutama dalam aspek pemasaran untuk mempertahankan keberlangsungan usahanya. Terkait hal tersebut, terdapat aplikasi yakni Aplikasi Dolen (Doloksanggul Online) yang dikembangkan oleh putera daerah sebagai platform digital yang memiliki tujuan untuk membantu UMKM dalam meningkatkan akses pasar, meningkatkan pendapatan demi peningkatan kesejahteraan pelaku UMKM dan masyarakat pada umumnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan Aplikasi Dolen terhadap peningkatan kesejahteraan Pelaku UMKM di Kabupaten Humbang Hasundutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi linear sederhana untuk mengukur hubungan antar dua variabel. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner terhadap 30 responden dan juga observasi oleh peneliti. Indikator kesejahteraan yang diteliti meliputi peningkatan pendapatan, akses terhadap pendidikan, kesehatan serta kondisi perumahan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi Dolen memiliki dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan pelaku UMKM di Kabupaten Humbang Hasundutan. Berdasarkan uji signifikansi korelasi maka ditemukan bahwa besar pengaruh penggunaan aplikasi Dolen terhadap peningkatan kesejahteraan pelaku UMKM di Kabupaten Humbang Hasundutan adalah sebesar 76,2% .

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi UMKM dalam Menggunakan Pembiayaan Syariah

Najla, Qanita, Listiana Putri, Neysa, Ria Armayani Hasibuan, Reni
Abstract: UMKM memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia namun terus menghadapi keterbatasan modal. Pembiayaan syariah hadir sebagai alternatif yang adil dan transparan, tetapi pemanfaatannya dipengaruhi oleh berbagai… faktor multi-dimensi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor internal dan eksternal yang memengaruhi UMKM dalam menggunakan pembiayaan syariah. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain systematic literature review, penelitian ini mensintesis temuan empiris dari berbagai jurnal akademik dan laporan penelitian sejak tahun 2015 ke atas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan UMKM dalam mengadopsi pembiayaan syariah didorong secara signifikan oleh literasi keuangan syariah, persepsi kemudahan prosedur, kualitas pelayanan, religiusitas, serta dukungan sosial. Sebaliknya, hambatan struktural seperti rendahnya pemahaman mendalam tentang akad, kerumitan prosedur administratif, dan persyaratan agunan fisik yang kaku masih menjadi kendala utama, terutama bagi usaha skala mikro. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perluasan akses UMKM terhadap pembiayaan syariah memerlukan kombinasi antara intervensi edukasi yang intensif, inovasi produk dan skema penjaminan, serta peningkatan kualitas pelayanan dari lembaga keuangan syariah.

Peran Media Sosial dalam Meningkatkan Kesadaran Wakaf Uang di Kalangan Mahasiswa UINSU

Khairiah Saragih, Assifa, Zahratun Husna, Dini, Rusdi Hasibuan, Mhd., Samri Julianti Nasution, Yenni
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mendalami dan menganalisis peran media sosial dalam meningkatkan kesadaran wakaf uang di kalangan mahasiswa Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), khususnya pada Fakultas Ekonomi… dan Bisnis Islam (FEBI). Di era transformasi digital, instrumen filantropi Islam seperti wakaf uang memerlukan pendekatan komunikasi yang adaptif untuk menjangkau generasi Z sebagai digital natives. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi lapangan (field research). Data primer dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan empat orang mahasiswa FEBI UINSU yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, didukung oleh dokumentasi konten media sosial terkait. Analisis data menerapkan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial (seperti Instagram, YouTube, dan WhatsApp) memiliki peran strategis yang signifikan dalam memperluas literasi wakaf uang melalui penyajian konten visual yang menarik, kreatif, dan informatif seperti video pendek serta infografis. Namun, efektivitas sosialisasi ini masih menghadapi kendala, di antaranya konten yang terlalu umum dan kurangnya keterbukaan informasi. Mahasiswa mengharapkan adanya transparansi pelaporan penyaluran dana secara berkala serta pembuatan video tutorial teknis yang jelas. Selain itu, keterlibatan aktif organisasi kemahasiswaan dan gerakan kolektif teman sebaya di media sosial terbukti efektif dalam memicu minat dan membangun kepercayaan mahasiswa untuk berwakaf uang secara digital.

PENGARUH MODEL KOOPERATIF MAKE A MATCH TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA DALAM PEMBELAJARAN APRESIASI SASTRA (MAJAS) SISWA KELAS V SD

Intania Salsabila Arifina, Hendratno, Ita Supraptiwi
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif Make a Match terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia pada materi majas siswa kelas V sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif… itatif dengan metode Quasi-Experiment dan desain Non-equivalent Control Group Design. Sampel penelitian berjumlah 52 siswa yang terdiri atas 26 siswa kelompok eksperimen dan 26 siswa kelompok kontrol yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan pretest dan posttest, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas, homogenitas, hipotesis, perhitungan effect size, dan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen memperoleh rata-rata nilai posttest lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol, yaitu 80,96 dan 70,96. Analisis uji-t menunjukkan nilai signifikansi 0,003 yang mengindikasikan adanya pengaruh model Make a Match terhadap hasil belajar siswa. Besarnya pengaruh berada pada kategori besar, sedangkan peningkatan hasil belajar berada pada kategori sedang. Dengan demikian, model Make a Match efektif digunakan untuk meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia pada materi majas siswa kelas V sekolah dasar.

Media Pembelajaran Diorama Interaktif untuk Meningkatkan Berpikir Kritis Siswa Kelas V SD Pada Rantai Makanan

Ramadhan, Mochamad Ilham, Julianto, Julianto, Murjayati, Sri
Abstract: Rendahnya keterampilan berpikir kritis peserta didik serta terbatasnya penggunaan media pembelajaran yang mampu memvisualisasikan konsep rantai makanan secara konkret dan interaktif menjadi permasalahan dalam pembelajaran… n IPAS di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis DIORAMA terintegrasi QR Code serta menguji tingkat validitas, kepraktisan, dan efektivitasnya dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik kelas V SD. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian terdiri atas peserta didik kelas V-A dan V-B SDN Jati Sidoarjo yang berjumlah 38 dan 36 peserta didik dengan desain One Group Pretest-Posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media DIORAMA memiliki tingkat validitas sangat tinggi berdasarkan penilaian ahli materi (95,38%) dan ahli media (95%). Tingkat kepraktisan juga tergolong sangat tinggi berdasarkan respons guru (81,82%) dan peserta didik (96,98%). Selain itu, media ini efektif meningkatkan keterampilan berpikir kritis dengan nilai N-Gain sebesar 0,70 pada kelas V-A dan 0,76 pada kelas V-B yang termasuk kategori tinggi. Keterbaruan penelitian terletak pada integrasi diorama dengan teknologi QR Code yang memungkinkan peserta didik mengakses materi dan kuis secara interaktif. Dengan demikian, media DIORAMA dinyatakan valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik sekolah dasar.

Pengembangan "Spin Kawan" Sebagai Media Interaktif untuk Meningkatkan Berpikir Kritis Siswa Kelas V SD

Aqmar, Jihan Zatil, Julianto, Julianto, Sanita, Eny Dwi
Abstract: Rendahnya keterampilan berpikir kritis peserta didik sekolah dasar serta kesulitan memahami materi penggolongan hewan berdasarkan jenis makanan menunjukkan perlunya media pembelajaran yang lebih interaktif dan mampu melibatkan… batkan peserta didik secara aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif SPIN KAWAN (Spinner Klasifikasi Makanan Hewan) serta menguji tingkat validitas, kepraktisan, dan efektivitasnya dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik kelas V SD. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas V-A dan V-B SDN Sidokerto yang masing-masing berjumlah 27 dan 22 peserta didik dengan desain One Group Pretest-Posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media SPIN KAWAN sangat valid berdasarkan penilaian ahli materi (93,85%) dan ahli media (95%), serta sangat praktis berdasarkan respons guru (98,18%) dan peserta didik (90,98%). Keterampilan berpikir kritis peserta didik meningkat dengan nilai N-Gain sebesar 0,74 pada kelas V-A dan 0,73 pada kelas V-B dalam kategori tinggi. Keterbaruan media ini terletak pada integrasi spinner interaktif dengan Buku Cerdas Hewan yang memuat materi, panduan penggunaan, dan evaluasi. Dengan demikian, media SPIN KAWAN dinyatakan valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik sekolah dasar.

PELAKSANAAN PEMASARAN JASA PENDIDIKAN DALAM MENINGKATKAN MINAT MASUK PESERTA DIDIK DI MADRASAH IBTIDAIYAH AHLIYAH 2 PALEMBANG

Amanda Agustin, Ade Akhmad Saputra
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan strategi pemasaran jasa pendidikan melalui bauran pemasaran 7P di Madrasah Ibtidaiyah Ahliyah 2 Palembang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik… k pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui penerapan unsur Product, Price, Place, Promotion, People, Process, dan Physical Evidence dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan serta daya tarik madrasah di masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi pemasaran jasa pendidikan di madrasah telah berjalan dengan baik dan efektif. Pada aspek product, madrasah memiliki program unggulan seperti tahfidz Al-Qur’an, karate, tari, dan futsal yang mampu mengembangkan kemampuan akademik maupun nonakademik peserta didik. Pada aspek price, madrasah menerapkan biaya pendidikan yang terjangkau serta menyediakan program pendidikan gratis bagi anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial. Aspek place didukung oleh lokasi madrasah yang strategis dan mudah dijangkau masyarakat. Pada aspek promotion, madrasah memanfaatkan media sosial dan promosi dari mulut ke mulut melalui alumni dan wali murid. Selanjutnya, aspek people menunjukkan bahwa tenaga pendidik memiliki kompetensi yang baik sesuai bidangnya. Pada aspek process, madrasah telah memperoleh akreditasi A dan memenuhi Standar Nasional Pendidikan. Adapun aspek physical evidence didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai untuk menunjang proses pembelajaran. Dengan demikian, strategi pemasaran jasa pendidikan berbasis bauran pemasaran 7P mampu meningkatkan citra positif, kualitas layanan, serta minat masyarakat terhadap madrasah..  

STRATEGI KEPALA MADRASAH IBTIDAIYAH AHLIYAH 2 PALEMBANG DALAM MENGEMBANGKAN BAKAT PESERTA DIDIK MELALUI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER

Mustafid Husain Haikal, Ade Akhmad Saputra
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi kepala madrasah dalam mengembangkan bakat peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler di Madrasah Ibtidaiyah Ahliyah 2. Kegiatan ekstrakurikuler merupakan salah satu… sarana penting dalam mengembangkan potensi, minat, dan bakat peserta didik di luar kegiatan akademik. Dalam pelaksanaannya, kepala madrasah memiliki peran strategis dalam merencanakan, mengorganisasi, mengarahkan, dan mengevaluasi program ekstrakurikuler agar dapat berjalan secara efektif dan memberikan dampak positif terhadap perkembangan peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari kepala madrasah, pembina ekstrakurikuler, guru, dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kepala madrasah dalam mengembangkan bakat peserta didik dilakukan melalui penyediaan berbagai program ekstrakurikuler sesuai minat peserta didik, peningkatan kualitas pembina, penyediaan sarana dan prasarana, pelaksanaan kegiatan secara rutin, serta pemberian motivasi dan dukungan terhadap peserta didik dalam mengikuti perlombaan. Kegiatan ekstrakurikuler memberikan dampak positif terhadap perkembangan bakat, peningkatan prestasi non-akademik, pembentukan karakter disiplin, tanggung jawab, serta rasa percaya diri peserta didik. Dengan demikian, strategi kepala madrasah melalui pengelolaan kegiatan ekstrakurikuler mampu menjadi upaya efektif dalam mengembangkan bakat peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah Ahliyah 2.

PENGARUH MODEL FLIPPED PROBLEM BASED LEARNING  PADA MATERI KERAGAMAN BUDAYA DAN KEARIFAN LOKAL TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR

Fadila, Ria Risky Syah Putri Ayu, Ganes Gunansyah, Lusia Istanti
Abstract: Penelitian dilakukan dengan tujuan mengetahui pengaruh penerapan model Flipped Problem Based Learning terhadap kemampuan berpikir kritis khususnya peserta didik kelas IV di UPT SDN 234 Gresik pada materi kearifan lokal dan… an keragaman budaya. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain nonequivalent control group design. Populasi penelitian terdiri atas seluruh peserta didik kelas IV yang terbagi dalam dua kelas, yaitu kelas IV-A dan IV-B dengan jumlah masing-masing 24 peserta didik. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling. Kelas IV-A ditetapkan sebagai kelas eksperimen yang menggunakan model Flipped Problem Based Learning, sedangkan kelas IV-B sebagai kelas kontrol menggunakan model Problem Based Learning tanpa flipped. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes berupa pretest dan posttest untuk mengukur kemampuan berpikir kritis peserta didik sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya pengaruh penerapan model Flipped Problem Based Learning terbukti lebih efektif dibandingkan model Problem Based Learning tanpa adanya flipped karena mampu meningkatkan kesiapan belajar, kemampuan peserta didik dalam menganalisis dan mengevaluasi serta keaktifan diskusi.