Abstract:Transformasi digital di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) membawa peluang sekaligus tantangan bagi masyarakat lokal dalam mengembangkan ekonomi kreatif yang berakar pada kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan…
uan untuk mengidentifikasi potensi, peran, dan tantangan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di Kabupaten Merauke dalam mengintegrasikan nilai budaya lokal dengan pemanfaatan teknologi digital untuk memperkuat ekonomi kreatif berbasis komunitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi yang melibatkan anggota KIM, tokoh adat, serta pelaku ekonomi kreatif lokal. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan berdasarkan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Marind, seperti gotong royong, solidaritas sosial, dan keberlanjutan alam, menjadi fondasi utama dalam membangun identitas ekonomi kreatif lokal yang berkelanjutan. KIM berperan penting sebagai fasilitator literasi digital, mediator komunikasi pembangunan, serta penghubung antara masyarakat dan ruang ekonomi digital yang lebih luas. Namun, keterbatasan infrastruktur digital, rendahnya kapasitas teknologi, dan minimnya dukungan kebijakan menjadi hambatan utama dalam proses pengembangan ekonomi kreatif berbasis digital di wilayah ini. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi antara kearifan lokal dan teknologi digital dapat menjadi strategi efektif dalam memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat 3T. Penguatan kapasitas digital KIM dan kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan di Kabupaten Merauke.
Abstract:Sektor kelapa sawit menjadi penopang utama perekonomian Indonesia, termasuk di kawasan timur seperti Papua Selatan yang mulai berkembang sebagai wilayah penghasil sawit swadaya. Namun, perkembangan tersebut belum sepenuhnya…
nya diimbangi dengan tata kelola yang kuat dan penerapan sistem digitalisasi rantai nilai yang menjamin keberlanjutan serta transparansi. Sebagian besar petani sawit swadaya di Papua Selatan masih menghadapi kendala pada literasi digital, akses teknologi, kelembagaan yang lemah, serta belum adanya sistem ketertelusuran (traceability system) yang memenuhi standar keberlanjutan seperti Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dan European Union Deforestation Regulation (EUDR). Penelitian ini bertujuan menganalisis kesiapan petani sawit swadaya terhadap implementasi sistem pemetaan digital rantai nilai di Papua Selatan, dengan fokus pada tiga dimensi utama: kelembagaan lokal, kapasitas digital petani, dan dukungan kebijakan. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap petani, aparat kampung, koperasi, dan dinas terkait di Kabupaten Merauke dan Boven Digoel, serta studi dokumentasi terhadap kebijakan daerah dan laporan keberlanjutan. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman (1994) yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kesiapan digital petani masih tergolong rendah hingga sedang akibat minimnya literasi dan infrastruktur penunjang, namun terdapat potensi penguatan kelembagaan koperasi serta dukungan pemerintah daerah. Penelitian ini menawarkan kerangka kesiapan digital petani sawit berbasis konteks lokal Papua Selatan yang mengintegrasikan aspek kelembagaan, teknologi, dan kebijakan untuk mewujudkan sistem ketertelusuran berbasis komunitas yang inklusif dan berkelanjutan.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk kelembagaan dan model kolaborasi multi-pihak dalam pengelolaan sawit swadaya di Papua Selatan. Pengelolaan sawit swadaya memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan…
hteraan masyarakat lokal, namun dihadapkan pada tantangan kelembagaan yang lemah, rendahnya kapasitas petani, serta keterbatasan akses terhadap rantai pasok berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelembagaan lokal memiliki peran penting sebagai penghubung antara petani, pemerintah daerah, dan pihak swasta. Model kolaborasi multi-pihak yang efektif ditandai oleh kejelasan peran, kepercayaan antar-aktor, serta komitmen terhadap prinsip keberlanjutan dan inklusivitas. Kajian ini merekomendasikan pembentukan kelembagaan koperasi berbasis digital (smart cooperative) yang mampu menjamin transparansi dan ketertelusuran (traceability) rantai nilai sawit swadaya di Papua Selatan.
Abstract:Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan salah satu sumber utama keuangan daerah yang mendukung pelaksanaan pembangunan, termasuk dalam sektor infrastruktur jalan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kontribusi…
ibusi PAD dari sektor kendaraan terhadap peningkatan infrastruktur jalan di Kabupaten Merauke. Data yang digunakan bersumber dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Badan Pusat Statistik (BPS), dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Merauke periode tahun 2020–2025. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif-kuantitatif dengan analisis korelasi sederhana antara realisasi PAD kendaraan bermotor (PKB dan BBNKB) terhadap realisasi pembangunan dan peningkatan jalan. Hasil penelitian menunjukkan adanya kecenderungan positif antara peningkatan PAD kendaraan bermotor dengan alokasi anggaran infrastruktur jalan. Namun demikian, masih terdapat kendala seperti tingkat kepatuhan pajak kendaraan yang rendah dan keterbatasan efisiensi anggaran. Pemerintah daerah diharapkan memperkuat kolaborasi antara Bapenda, Samsat, dan Dinas PUPR untuk optimalisasi penerimaan PAD serta perbaikan infrastruktur jalan secara berkelanjutan.
Abstract:Pulau Sapomi di Kabupaten Biak Numfor memiliki potensi wisata bahari yang begitu kaya, namun dalam praktiknya pengelolaan wisata masih dilakukan secara sederhana. Pokdarwis yang seharusnya menjadi penggerak utama destinasi…
si belum sepenuhnya memiliki kemampuan untuk mengelola wisata secara profesional, terutama dalam aspek pelayanan, penyusunan program wisata, serta pemanfaatan platform digital. Melalui kegiatan pengabdian ini, dilakukan serangkaian pelatihan dan pendampingan untuk membantu Pokdarwis membangun kapasitasnya secara bertahap. Kegiatan meliputi pelatihan hospitality, tour guiding, storytelling, penguatan kelembagaan, serta pembentukan identitas digital destinasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya perubahan nyata, baik dari sisi sikap maupun keterampilan. Pokdarwis kini memiliki struktur organisasi, dua paket wisata yang dapat ditawarkan kepada wisatawan, serta kemampuan untuk mempromosikan Sapomi secara digital. Perubahan ini memberi harapan bagi masyarakat Sapomi untuk mengembangkan wisata bahari dengan lebih percaya diri dan terarah.
Abstract:Administrasi kependudukan yang efisien dan akurat merupakan elemen penting dalam tata kelola pemerintahan desa. Namun, Kampung Seed Agung, Distrik Muting, Kabupaten Merauke masih menghadapi kendala dalam pengelolaan data…
kependudukan yang dilakukan secara manual, sehingga rawan kesalahan dan keterlambatan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan Sistem Informasi Manajemen Kependudukan (SIMK) berbasis web guna meningkatkan efisiensi administrasi kependudukan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi identifikasi kebutuhan, pengembangan aplikasi SIMK berbasis web, serta pelatihan bagi aparat kampung dalam mengoperasikan sistem tersebut. Keberhasilan program ini diukur berdasarkan perubahan cara kerja dari pencatatan manual menjadi digital, peningkatan keterampilan aparat kampung, serta kemudahan akses dan pengelolaan data kependudukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan SIMK berhasil meningkatkan kemampuan aparat kampung dalam mengelola data secara digital. Para peserta mampu menginput, memperbarui, dan mengakses data kependudukan dengan lebih cepat dan akurat. Namun, terdapat beberapa tantangan yang dihadapi, seperti keterbatasan infrastruktur internet dan masih perlunya pendampingan dalam penggunaan perangkat keras dan lunak. Oleh karena itu, dukungan berkelanjutan dalam bentuk peningkatan infrastruktur dan pelatihan lanjutan sangat diperlukan agar implementasi SIMK dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.
Abstract:Sektor perbankan jika dilihat dari peran strategisnya sering dianggap sebagai pendorong perekonomian suatu negara untuk menghimpun dana dari masyarakat dan membiayai perekonomian. Hal ini ditunjukkan oleh tren positif dari…
ri beberapa indikator utama yang mencerminkan pertumbuhan dan stabilitas sektor perbankan. Namun, rata-rata nilai Net Interest Margin pada bank konvensional masih belum memenuhi standar. Berbeda dengan rata-rata nilai Net Operating Margin dan Financing to Deposit Ratio pada Bank Syariah yang masih harus memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh Bank Indonesia. Hal ini mempengaruhi pengambilan keputusan pihak-pihak berkepentingan. Oleh karena itu, pengukuran kinerja perusahaan saat ini tidak lagi hanya berfokus pada kinerja laporan keuangan tetapi juga kinerja non-keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan PT. Bank Negara Indonesia, Tbk., dan PT. Bank Muamalat Indonesia, Tbk. dari empat perspektif yaitu perspektif keuangan, konsumen, proses bisnis internal, pembelajaran dan pertumbuhan yang tercermin dalam metode pendekatan balance scorecard. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa persentase kinerja yang berhasil dicapai oleh PT. Bank Negara Indonesia Tbk. dari tujuh indikator yang digunakan sebesar 71,5%. Sedangkan persentase kinerja yang berhasil dicapai oleh PT. Bank Muamalat Indonesia, Tbk. dari tujuh indikator yang digunakan adalah sebesar 42,8%. Hal tersebut menunjukkan bahwa kategori baik pada kinerja yang diperoleh PT. Bank Negara Indonesia Tbk. lebih baik dibandingkan dengan kinerja yang diperoleh PT. Bank Muamalat Indonesia Tbk. yang berada pada kategori cukup baik.
Abstract:Pertumbuhan ekonomi yang inklusif tidak hanya ditentukan oleh peningkatan output ekonomi, tetapi juga oleh kemampuan menciptakan kesempatan kerja yang produktif. Di Kawasan Timur Indonesia (KTI), pertumbuhan ekonomi cenderung…
erung meningkat, namun belum diikuti oleh penyerapan tenaga kerja yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran penyerapan tenaga kerja dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Kawasan Timur Indonesia melalui pendekatan kualitatif. Penelitian menggunakan metode library research dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari temuan empiris, didukung oleh teori ekonomi pembangunan, teori tenaga kerja, Human Capital Theory, teori pertumbuhan ekonomi, serta berbagai penelitian terdahulu. Analisis dilakukan menggunakan content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyerapan tenaga kerja belum menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi di Kawasan Timur Indonesia. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh dominasi sektor ekstraktif yang bersifat padat modal, tingginya tenaga kerja pada sektor informal, rendahnya produktivitas tenaga kerja, serta belum optimalnya transformasi struktural menuju sektor-sektor yang memiliki nilai tambah tinggi. Oleh karena itu, peningkatan pertumbuhan ekonomi memerlukan kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada penciptaan lapangan kerja, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, produktivitas tenaga kerja, pengembangan industri padat karya, dan hilirisasi sumber daya alam agar pertumbuhan ekonomi menjadi lebih inklusif dan berkelanjutan.
Abstract:Disiplin kerja guru merupakan salah satu faktor kunci dalam menciptakan proses pembelajaran yang efektif dan meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. Namun, fenomena keterlambatan, ketidakhadiran, serta lemahnya penerapan…
n sanksi masih menjadi persoalan yang dihadapi oleh lembaga pendidikan, termasuk di SD YPPK St. Fransiskus Xaverius II Merauke. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi disiplin kerja guru serta dampaknya terhadap kinerja guru di lingkungan sekolah tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru, dan staf SD YPPK St. Fransiskus Xaverius II Merauke. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model Miles dan Huberman, melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum disiplin kerja guru berada dalam kategori cukup baik, meskipun masih ditemukan permasalahan seperti keterlambatan hadir, pemanfaatan sarana pembelajaran yang belum maksimal, serta kurang tegasnya penerapan sanksi terhadap pelanggaran disiplin. Faktor-faktor utama yang memengaruhi kedisiplinan kerja guru meliputi ketepatan waktu, keteladanan pimpinan, dan konsistensi penerapan sanksi. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan disiplin kerja tidak hanya bergantung pada peraturan tertulis, tetapi juga pada komitmen pimpinan, keadilan dalam manajemen sumber daya manusia, dan penyediaan sarana yang memadai. Temuan ini memberikan kontribusi bagi pengembangan strategi manajerial sekolah dalam menciptakan lingkungan kerja yang disiplin, produktif, dan profesional.
Abstract:Penelitian Eksplorasi peran aplikasi dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja di Sekretariat Daerak Kabupaten Merauke berujuan untuk Mendeskripsikan kontribusi SRIKANDI dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas…
tas kerja serta hambatan yang di hadapi di Sekretariat Daerah Merauke. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan peneliian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif eksploratif, dengan melakukan pengumpulan data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah aplikasi SRIKANDI memberikan kontribusi dalam meningkatakan efisiensi dan efektivitas kerja pegawa di Sekretariat Daerah Kabupaten Merauka. Dengan penerapan aplikasi SRIKANDI mempercepat proses pencatatan, pencarian, dan distribusi dokumen antar unit kerja. Dan prosedur birokrasi menjadi lebih sederhana dan transparan, selain itu penelusuran arsip menjadi lebih akurat serta keamanan dari arsip juga terjaga. Namun yang menjadi kendala dalam penerapan aplikasi SRIKANDI adalah Infrastruktur dan sumber daya manusia, yakni iinternet tidak stabil (sering mengalami gangguan) dan sebagian pegawai yang belum terbiasa dengan teknologi digital. Hasil dari Eksplorasi Peran Aplikasi Srikandi dalam Meningkatkan Efisien dan Efektivitas Kerja di Sekretariat Daerah Kabupaten Merauke diharapkan dapat menjadi referensi serta gambaran nyata kepada instansi pemerintahan mengenai efektivitas penggunaan aplikasi Srikandi dalam meningkatkan kinerja administrasi.