Abstract:A mid-sized school district could achieve annual savings of $2.3 million—sufficient to support significant teacher salary increases—by streamlining procurement processes and reducing the number of suppliers from 87 to 12.…
o 12. This practical success reflects the operational rigor of enterprise models, exemplified by Walmart Business, which has been successfully tailored for K-12 education. The study indicates a systemic crisis. Sixty-eight percent of U.S. districts experience a 19% loss of their non-payroll budgets due to procurement inefficiencies, resulting in significant financial losses for classrooms attributed to fragmented purchasing and compliance deficiencies. The study employs a rigorous mixed-methods analysis, incorporating in-depth case studies from 35 districts, a national survey of 300 procurement officers, and comprehensive spend analytics, to illustrate the transformative outcomes associated with enhanced procurement maturity. Consolidated purchasing platforms reduce processing costs by 53% and capture 92% of rebates. Additionally, the new Procurement Simplicity Scorecard predicts 79% efficiency gains, offering leaders a practical diagnostic tool. This study presents two validated innovations: the K-12 Procurement Maturity Model, which delineates a phased progression from fragmentation to strategic excellence, and the Zero-Waste Playbook, which details tactical measures for waste elimination. The evidence indicates that reengineering procurement is not merely an administrative concern; it represents a significant, frequently neglected mechanism for generating billions in savings by 2025. These funds have the potential to enhance arts programs, update outdated STEM laboratories, and recruit and retain high-quality educators. This research offers a definitive framework for districts aiming to transform waste into opportunities for equity.
Abstract:Sektor perbankan jika dilihat dari peran strategisnya sering dianggap sebagai pendorong perekonomian suatu negara untuk menghimpun dana dari masyarakat dan membiayai perekonomian. Hal ini ditunjukkan oleh tren positif dari…
ri beberapa indikator utama yang mencerminkan pertumbuhan dan stabilitas sektor perbankan. Namun, rata-rata nilai Net Interest Margin pada bank konvensional masih belum memenuhi standar. Berbeda dengan rata-rata nilai Net Operating Margin dan Financing to Deposit Ratio pada Bank Syariah yang masih harus memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh Bank Indonesia. Hal ini mempengaruhi pengambilan keputusan pihak-pihak berkepentingan. Oleh karena itu, pengukuran kinerja perusahaan saat ini tidak lagi hanya berfokus pada kinerja laporan keuangan tetapi juga kinerja non-keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan PT. Bank Negara Indonesia, Tbk., dan PT. Bank Muamalat Indonesia, Tbk. dari empat perspektif yaitu perspektif keuangan, konsumen, proses bisnis internal, pembelajaran dan pertumbuhan yang tercermin dalam metode pendekatan balance scorecard. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa persentase kinerja yang berhasil dicapai oleh PT. Bank Negara Indonesia Tbk. dari tujuh indikator yang digunakan sebesar 71,5%. Sedangkan persentase kinerja yang berhasil dicapai oleh PT. Bank Muamalat Indonesia, Tbk. dari tujuh indikator yang digunakan adalah sebesar 42,8%. Hal tersebut menunjukkan bahwa kategori baik pada kinerja yang diperoleh PT. Bank Negara Indonesia Tbk. lebih baik dibandingkan dengan kinerja yang diperoleh PT. Bank Muamalat Indonesia Tbk. yang berada pada kategori cukup baik.
Abstract:Abstract : Directorate General of State Assets West Kalimantan Regional Office each year has a work program provided by the central DJKN that must be completed, The work program is carried out with the target set by the…
central DJKN. DJKN has a standard method in measuring each work plan program, namely using the Balanced Scorecard method, But in its application there are still many processes in measuring and monitoring plans that are done manually so that business processes are carried out for a long time and are ineffective and without an information system, the monitoring process cannot be done in real time anywhere and anytime so that some work plans are late accordingly. with targets that will directly affect performance. This study aims to cut the manual business process by using a website-based performance monitoring and measurement system so that it is hoped that the performance monitoring process can be carried out optimally in real time and easily. The results of this research are in the form of a website-based performance monitoring and measurement system that has been tested for system functionalities and system interfaces by obtaining results according to each functional system and system interface available and testing for users at the Directorate General of State Assets West Kalimantan Regional Office obtaining a percentage of 88.55 % .
.
Keywords : Balanced Scorecard ; DJKN ; Monitoring ; Performance Measurement
Abstract : Directorate General State Assets (DGST ) West Kalimantan Regional Office every year year have a given work program by the central DJKN which must completed , work program implemented with the target that has been set by the central DJKN . DJKN has standard method in measure every program plan work that is use the Balanced Scorecard method, but in implementation still many processes in measure and monitoring plan work done manually so that the business processes that are run eat long time and no effective as well as without existence system information make the monitoring process not can done by realtime everywhere and any time so that make a number of plan work late no in accordance with a target that direct will influence performance . Study this aim cut those manual business processes with use monitoring system and measurement performance web -based so that expected performance monitoring process could done by maximum with easy and realtime , Results study this in the form of monitoring system and measurement performance based on a website that has been tested functional system and interface system with get results in accordance will every functional system and interface existing system _ and testing to users at the West Kalimantan Regional Office DJKN get results percentage 88.55%.
Keywords: Balanced Scorecard ; DJKN ; Monitoring ; Performance Measurement
Abstract:Penelitian yang dilakukan pada sektor UMKM yang bertujuan untuk mengetahui seberapa kontribusi penerapan Balanced Scorecard (BSC) dengan menggunakan empat perspektif: keuangan, pelanggan, proses bisnis internal dan pembelajaran…
lajaran dan pertumbuhan. Manfaat dari penelitian ini adalah bahwa sktor UMKM memiliki strategi bisnis yang tepat dan program kerja yang dapat menghadapi perubahan tersebut, memungkinkan untuk mempertahankan dan memperluas bisnisnya di masa depan sesuai dengan visi dan misi. Dengan penelitian ini, penerapan BSC melalui empat perspektif dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap kinerja perusahaan. Hal ini menunjukkan bahwa UMKM berorientasi terus menerus untuk mempertahankan kepuasan pelanggan, mendapatkan kepercayaan dari kualitas produk diikuti yang dengan dukungan mereka secara produktif dan berkomitmen, karyawan akan ma mpu memberikan produk / jasa dengan efisien, konsisten dan tepat waktu.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan mengidentifikasi strategi-strategi efektif dalam meningkatkan kinerja sumber daya manusia (SDM) melalui pelatihan dan pengembangan kompetensi karyawan. Dengan metode kajian…
literatur yang komprehensif, penelitian ini mengungkap bahwa penerapan pelatihan berbasis teknologi, seperti e-learning, tidak hanya meningkatkan fleksibilitas waktu tetapi juga efektivitas pelatihan dalam penyampaian materi. Selain itu, evaluasi kinerja yang dilakukan dengan pendekatan Management by Objectives (MBO) dan Human Resource Scorecard (HRSc) terbukti efektif dalam mendorong kontribusi karyawan terhadap pencapaian tujuan strategis organisasi. Demikian, penelitian juga mengidentifikasi beberapa kendala yang umum dihadapi, seperti keterbatasan anggaran dan kurangnya dukungan dari manajerial, yang berpotensi menghambat keberhasilan program pelatihan. Oleh karena itu, penelitian ini memberikan rekomendasi untuk pelatihan berkelanjutan yang tidak hanya relevan dengan kebutuhan perusahaan tetapi juga mampu menyesuaikan diri dengan dinamika dan tantangan globalisasi. Melalui strategi yang tepat, pelatihan SDM dapat menjadi salah satu komponen penting dalam meningkatkan daya saing perusahaan di pasar yang semakin kompetitif.