Abstract:Abstract: Food is the most important foodstuff needed by humans, in addition to consumption, the production of food crops can also be used as a source of business in the economy. This study aims to predict the production…
of food crops in the Agriculture Office of Asahan Regency. Based on data on food crop production from 2012 to 2019 at the Asahan District Agriculture Office experienced ups and downs, food crop production sometimes does not meet the consumption of people in Asahan Regency (devisit) and sometimes overproduction (surplus). So far, the Agriculture Office of Asahan Regency has predicted the production of food crops only with estimates so that the results are not accurate. Based on these problems, a proper forecasting system is needed so that it is able to predict the production rate of food crops quickly and accurately. Applications are built using Visual Basic Net 2010 and MySQL databases and use the Single Moving Average method. The results of this study can help the Agriculture Office of Asahan Regency in predicting the amount of food crop production in the next period according to the needs.
Keywords : Forecasting, Production, Food Crops, Single Moving Average
Abstrak: Pangan merupakan bahan makanan paling utama yang di butuhkan oleh manusia, selain untuk dikomsumsi, hasil produksi dari tanamana pangan juga dapat dijadikan sebagai sumber usaha dalam perekonomian. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan prediksi produksi tanaman pangan pada Dinas Pertanian Kabupaten Asahan. Berdasarkan data produksi tanaman pangan dari tahun 2012 sampai dengan tahun 2019 pada Dinas Pertanian Kabupaten Asahan mengalami naik turun, produksi tanaman pangan terkadang tidak memenuhi konsumsi masyarakat di Kabupaten Asahan (devisit) dan terkadang kelebihan produksi (surplus). Selama ini Dinas Pertanian Kabupaten Asahan melakukan prediksi produksi tanaman pangan hanya dengan perkiraaan-perkiraan saja sehingga hasilnya tidak akurat. Berdasarkan permasalahan tersebut maka dibutuhkan sistem peramalan yang tepat sehingga mampu meramalkan tingkat produksi tanaman pangan dengan cepat dan akurat. Aplikasi dibangun menggunakan Visual Basic Net 2010 dan database MySQL serta menggunakan metode Single Moving Average. Hasil dari penelitian ini dapat membantu Dinas Pertanian Kabupaten Asahan dalam memprediksi jumlah produksi tanaman pangan pada periode berikutnya sesuai dengan kebutuhan.
Kata Kunci : Peramalan, Produksi, Tanaman Pangan, Single Moving Average
Abstract:Abstract: This community service aimed to improve participants from Misamis University, Philippines' understanding of Indonesian culture, the Indonesian language and the position of English used in Indonesia. The program…
was conducted through two online training sessions via Zoom meetings. The implementation followed five stages: Training Needs Analysis, Planning, Training Implementation, Evaluation, and Documentation. The Training Needs Analysis identified participants’ needs related to Indonesian cultural knowledge. Based on the findings, training materials and learning activities were designed during the planning stage. The implementation stage consisted of interactive sessions introducing Indonesian cultural diversity, traditions, and values. Evaluation was conducted through participant feedback and assessment of learning outcomes, while documentation recorded the entire process and results. The findings demonstrated that the program effectively enhanced participants’ understanding of Indonesian culture. Evaluation results revealed that 92% of participants indicated that they were motivated, felt confident, and developed a positive self-image regarding their understanding and appreciation of Indonesian culture. These results suggest that online cultural training can be an effective way to promote cultural awareness and empower participants to engage more confidently with Indonesian cultural values.
Keywords: cultural understanding; indonesian language; intercultural communication; misamis university; philippines.
Abstrak: Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta dari Misamis University mengenai budaya Indonesia, bahasa Indonesia, serta posisi bahasa Inggris yang digunakan di Indonesia. Program ini dilaksanakan melalui dua sesi pelatihan daring menggunakan Zoom Meeting. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui lima tahapan, yaitu: Analisis Kebutuhan Pelatihan (Training Needs Analysis), Perencanaan, Pelaksanaan Pelatihan, Evaluasi, dan Dokumentasi. Tahap Analisis Kebutuhan Pelatihan dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan peserta terkait pengetahuan tentang budaya Indonesia. Berdasarkan hasil analisis tersebut, materi pelatihan dan aktivitas pembelajaran dirancang pada tahap perencanaan. Tahap pelaksanaan terdiri atas sesi-sesi interaktif yang memperkenalkan keberagaman budaya, tradisi, dan nilai-nilai yang dimiliki Indonesia serta bahasa Indonesia. Selanjutnya, evaluasi dilakukan melalui umpan balik peserta dan penilaian hasil belajar, sedangkan dokumentasi digunakan untuk merekam seluruh proses dan hasil kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program ini berhasil meningkatkan pemahaman peserta mengenai budaya Indonesia. Hasil evaluasi mengungkapkan bahwa 92% peserta menyatakan termotivasi, merasa lebih percaya diri, serta mengembangkan citra diri yang positif terkait pemahaman dan apresiasi mereka terhadap budaya Indonesia. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan budaya secara daring dapat menjadi metode yang efektif untuk meningkatkan kesadaran budaya serta memberdayakan peserta agar lebih percaya diri dalam memahami dan mengaplikasikan nilai-nilai budaya Indonesia.
Kata Kunci: bahasa indonesia; komunikasi antarbudaya; misamis university; pemahaman budaya; philippines
Abstract:Abstract: The rapid development of digital technology has encouraged teachers to adapt learning practices through the use of innovative and engaging instructional media. However, many teachers still experience limitations…
s in developing audio-visual learning media that are pedagogically appropriate and easy to produce. This community service activity aimed to improve teachers’ digital competence in developing audio-visual learning media using Canva at SMK Negeri 1 Rambah Samo. The activity was conducted from August to December 2025 through a training and mentoring approach. The implementation stages consisted of needs identification, material delivery, demonstration, guided practice, product review, and evaluation. Evaluation was carried out through pre-test and post-test questionnaires, observation of participants’ practice, and assessment of the learning media products developed by teachers. The results showed an increase in teachers’ understanding from 46% before the training to 84% after the training, indicating an improvement of 38%. In addition, 88% of participants were able to produce audio-visual learning media adapted to their respective subjects. The training also encouraged collaboration among teachers and increased their confidence in applying digital media in classroom instruction. This program demonstrates that practical and continuous Canva-based training can support teachers in creating more interactive, relevant, and meaningful learning experiences in vocational schools.
Keywords: canva; audio visual; teacher training; digital competence; learning media.
Abstrak: Perkembangan teknologi digital menuntut guru untuk mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih inovatif melalui pemanfaatan media pembelajaran yang menarik dan relevan. Namun, masih banyak guru yang menghadapi keterbatasan dalam mengembangkan media pembelajaran audio visual yang mudah dibuat dan sesuai dengan kebutuhan pedagogis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi digital guru dalam membuat media pembelajaran audio visual berbasis Canva di SMK Negeri 1 Rambah Samo. Kegiatan dilaksanakan pada Agustus sampai Desember 2025 melalui pendekatan pelatihan dan pendampingan. Tahapan kegiatan mencakup identifikasi kebutuhan, penyampaian materi, demonstrasi, praktik terbimbing, review produk, dan evaluasi. Evaluasi dilakukan melalui angket pre-test dan post-test, observasi praktik, serta penilaian produk media pembelajaran yang dihasilkan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru dari 46% sebelum pelatihan menjadi 84% setelah pelatihan, dengan peningkatan sebesar 38%. Selain itu, sebanyak 88% peserta berhasil menghasilkan media pembelajaran audio visual sesuai dengan mata pelajaran masing-masing. Kegiatan ini juga mendorong kolaborasi antarguru dan meningkatkan kepercayaan diri dalam menerapkan media digital di kelas. Dengan demikian, pelatihan berbasis praktik dan pendampingan terbukti efektif dalam mendukung inovasi pembelajaran dan penguatan kompetensi digital guru di sekolah kejuruan.
Kata kunci: canva; media audio visual; pelatihan guru; kompetensi digital; pembelajaran.
Abstract:Abstract: The purpose of this service program (PKM) that we have held in Taman Sari Hijau Housing aims to study the extent of the ability or competence of elementary school children in English in the housing. With a quota…
a of 30 students, we came to the conclusion that most of the students, apart from the lack of access to English content, we also found a lack of interest in English, so the PKM that we conducted was not only about studying partner problems, but also introducing them to English and teaching with more effective methods, and the results showed that children do need a more "fun" approach than memorizing standard vocabulary, so they can use the vocabulary they have learned with more confidence.
Keywords: community service; english language proficiency; interest in learning; fun learning methods
Abstrak: Program pengadian kepada masyarakat (PKM) yang diselenggarakan di Perumahan Taman Sari Hijau berdasarkan pada kebutuhan dan peningkatan kemauan belajar dan juga minat dalam meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris di lingkungan tersebut. Terdapat 30 anak-anak pada jenjang Sekolah Dasar yang menjadi peserta kegiatan ini. Berdasarkan hasil obeservasi awal ditemukan bahwa masih kurangnya akses terhadap konten pembelajaran berbahasa Inggris dan juga masih kurangnya minat anak-anak untuk belajar Bahasa Inggris. Dalam pelaksanaannya, kegiatan PKM ini dilaksanakan dengan mempelajari permasalahan mitra dan kemudian memperkenalkan dan mengimplemnetasikan pembelajaran Bahasa Inggris dengan metode yang lebih efektif. Metode yang digunakan adalah Total Physical Response (TPR) yang diterapkan melalui tahapan kegiatan yang terstruktur, dimulai dari pengenalan kosakata sederhana, demonstrasi gerakan oleh pengajar, hingga praktik langsung oleh siswa melalui permainan edukatif (games). Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa anak-anak memang membutuhkan pendekatan yang lebih “menyenangkan” dari pada penghafalan kosakata yang baku, sehingga mereka dapat menggunakan kosakata yang telah mereka pelajari dengan lebih percaya diri.
Kata kunci: pengabdian kepada Masyarakat (PKM); kemampuan bahasa inggris; minat belajar; metode pembelajaran menyenangkan
Abstract:Abstract: The training on database design and implementation for vocational high school students at LKP Pelita Media aims to enhance students’ understanding of fundamental database concepts as well as their ability to design…
design and implement databases through a library application case study. The main problem addressed is the limited competence of students in structured database design, including data requirement analysis, Entity Relationship Diagram (ERD) development, normalization, and the lack of practical experience in using MySQL and applying it to real-world cases. The method employed consists of integrated theory- and practice-based training through interactive lectures, demonstrations, hands-on practice, and mentoring. The activities were conducted in four stages: introduction to database concepts, ERD design and normalization, SQL implementation (CRUD and JOIN), and integration with a simple web application. The results indicate that participants gained improved understanding and skills in designing and implementing databases, aligned with current developments in information technology, particularly in the context of a library application case study.
Keywords: database; ERD; MySQL; normalization; training
Abstrak: Pelatihan perancangan dan implementasi database bagi siswa SMK di LKP Pelita Media bertujuan meningkatkan pemahaman konsep dasar basis data serta kemampuan merancang dan mengimplementasikan database pada studi kasus aplikasi perpustakaan. Permasalahan utama adalah terbatasnya kompetensi siswa dalam perancangan database secara terstruktur, meliputi analisis kebutuhan data, pembuatan Entity Relationship Diagram (ERD), normalisasi, serta kurangnya pengalaman praktik menggunakan MySQL hingga implementasi pada kasus nyata. Metode yang digunakan berupa pelatihan berbasis teori dan praktik terintegrasi melalui ceramah interaktif, demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan. Kegiatan dilaksanakan dalam empat tahap, yaitu pengenalan konsep basis data, perancangan ERD dan normalisasi, implementasi SQL (CRUD dan JOIN), serta integrasi dengan aplikasi web sederhana. Hasil menunjukkan peserta memiliki pemahaman dan keterampilan perancangan serta implementasi database yang relevan dengan perkembangan teknologi informasi khususnya pada studi kasus aplikasi perpustakaan.
Kata kunci: database; ERD; MySQL; normalisasi; pelatihan
Abstract:Abstract: Tax literacy among Indonesian youth remains relatively low and has not yet become an integral component of formal learning at the senior and vocational high school levels. National data indicate that financial…
literacy stands at 49.68%, while specific understanding of taxation among young people is reported to be lower than that of the productive-age population. In addition, tax return compliance among individuals under 25 years old remains limited, reflecting weak early tax awareness and tax morale. In Magelang, high school students as future taxpayers generally lack access to contextual and practice-oriented tax education. This community engagement program aims to enhance tax literacy, awareness, and basic understanding of taxation among senior and vocational high school students through a structured and participatory educational approach. The methods included interactive lectures, contextual discussions, daily tax case studies, and simple tax calculation simulations, supported by pre- and post-tests to measure learning outcomes. The results demonstrate a significant improvement in students’ tax literacy scores and attitudes toward future compliance. The program also produced a tax literacy module and initiated student tax awareness groups in partner schools. Early tax education is therefore effective in strengthening youth tax morale and supporting sustainable national development.
Keywords: community engagement; magelang; tax awareness; tax literacy; youth education
Abstrak: Literasi pajak di kalangan generasi muda Indonesia masih tergolong rendah dan belum menjadi bagian utama dalam pembelajaran formal di tingkat SMA/SMK. Data nasional menunjukkan tingkat literasi keuangan sebesar 49,68%, sementara pemahaman spesifik mengenai perpajakan pada kelompok usia muda lebih rendah dibandingkan kelompok usia produktif. Selain itu, tingkat kepatuhan pelaporan SPT pada wajib pajak berusia di bawah 25 tahun masih terbatas, yang mencerminkan lemahnya kesadaran dan moral pajak sejak dini. Di wilayah Magelang, siswa SMA/SMK sebagai calon wajib pajak masa depan umumnya belum memperoleh edukasi pajak yang kontekstual dan berbasis praktik. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi, kesadaran, dan pemahaman dasar perpajakan melalui pendekatan edukasi yang terstruktur dan partisipatif. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi kontekstual, studi kasus perpajakan sehari-hari, serta simulasi perhitungan pajak sederhana yang didukung pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan skor literasi pajak dan sikap kepatuhan siswa. Program ini juga menghasilkan modul literasi pajak dan pembentukan kelompok siswa sadar pajak di sekolah mitra. Edukasi pajak sejak dini terbukti efektif dalam memperkuat moral pajak generasi muda dan mendukung pembangunan nasional berkelanjutan.
Kata kunci: edukasi generasi muda; kesadaran pajak; literasi pajak; magelang; pengabdian kepada masyarakat
Abstract:Abstract: This Community Service Program was carried out with the Gemilang II Women Farmers Group (KWT Gemilang II) to enhance digital capacity in marketing Mocaf flour products. The main problems faced by the partners were…
ere low digital literacy, the absence of a systematic marketing strategy, and limited skills in promotional content creation. The implementation method included an initial survey to map needs, preparation of training materials, digital literacy socialization, creation of social media accounts, and assistance in producing promotional content. The results showed that the partners began to understand the role of social media and e-commerce, established official promotional accounts, and were able to independently produce simple content. The conclusion of this program is that the improved digital capacity of KWT Gemilang II provides a foundation for more sustainable online-based marketing management while supporting local economic development through alternative food products.
Keywords: digital marketing; entrepreneurship; KWT Gemilang II; MOCAF; UMKM
Abstrak: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Gemilang II dengan tujuan meningkatkan kapasitas digital dalam memasarkan produk tepung Mocaf. Permasalahan utama mitra adalah rendahnya literasi digital, ketiadaan strategi pemasaran yang sistematis, dan keterbatasan dalam produksi konten promosi. Metode pelaksanaan dilakukan melalui survei awal untuk pemetaan kebutuhan, penyusunan materi, sosialisasi literasi digital, pembuatan akun media sosial, serta pendampingan pembuatan konten promosi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mitra mulai memahami fungsi media sosial dan e-commerce, memiliki akun resmi untuk promosi, serta mampu menghasilkan konten sederhana secara mandiri. Simpulan dari kegiatan ini adalah peningkatan kapasitas digital KWT Gemilang II menjadi fondasi dalam pengelolaan pemasaran berbasis online yang lebih berkelanjutan, sekaligus mendukung pengembangan ekonomi lokal berbasis pangan alternatif..
Kata kunci: digital marketing; kewirausahaan; KWT Gemilang II; MOCAF; UMKM
Abstract:Abstract: This community service activity aims to introduce Optical Line Terminal (OLT) technology as the main device in GPON-based Fiber to the Home (FTTH) access networks to students of SMK Negeri 1 BP Mandoge in order…
to improve their technical understanding regarding fiber optic network management. The main problem faced is the limited knowledge of students regarding optical access network architecture, OLT-ONU communication mechanisms, and service and bandwidth management. The methods used include observation, interviews, direct practice, and question and answer sessions. The practical activities focused on introducing OLT device architecture, basic GPON concepts, logical port configuration, service VLAN management, and network performance monitoring. The results of the activity showed an increase in students' technical understanding of fiber optic network operation and management. This activity supports the improvement of student competencies according to the needs of the telecommunications industry.
Keywords: GPON; network management; OLT; vocational education; fiber optic
Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengenalkan teknologi Optical Line Terminal (OLT) sebagai perangkat utama dalam jaringan akses Fiber to the Home (FTTH) berbasis GPON kepada siswa SMK Negeri 1 BP Mandoge guna meningkatkan pemahaman teknis mereka terkait manajemen jaringan serat optik. Permasalahan utama yang dihadapi adalah keterbatasan pengetahuan siswa mengenai arsitektur jaringan akses optik, mekanisme komunikasi OLT–ONU, serta pengelolaan layanan dan bandwidth. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, praktik langsung, dan sesi tanya jawab. Kegiatan praktik difokuskan pada pengenalan arsitektur perangkat OLT, konsep dasar GPON, konfigurasi logis port, pengelolaan VLAN layanan, serta monitoring kinerja jaringan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman teknis siswa terhadap pengoperasian dan manajemen jaringan serat optik. Kegiatan ini mendukung peningkatan kompetensi siswa sesuai kebutuhan industri telekomunikasi.
Kata kunci: GPON; manajemen jaringan; OLT; pendidikan vokasi; serat optik
Abstract:Abstract: This article examines community service initiatives conducted through the Integrated Student Community Service (KKN-Terintegrasi) program at UIN Raden Intan Lampung. This program was implemented at the request…
of the Mayor of Bandar Lampung, who specifically sought optimal solutions for various local issues, including recurrent flooding within the city. Based on focus group discussions between Student Group 221 and local community stakeholders in flood-prone areas, a sustainable urban development model was formulated, emphasizing active collaboration among the government, academia, the private sector, and civil society. The methodology employed the Asset-Based Community Development (ABCD) framework with a participatory approach. The initiatives of Group 221 focused on three primary pillars: the circular economy, community-based environmental management, and the strengthening of social inclusion. The results demonstrate that collaborative initiatives are capable of producing innovative and sustainable solutions tailored to the needs of the city, while simultaneously fostering collective awareness regarding the importance of urban development oriented toward common welbeing.
Keywords: community collaboration; dream city; and sustainable development.
Abstrak: Artikel ini mengkaji kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan melalui kegiatan KKN-Terintegrasi UIN Raden Intan Lampung. Kegiatan KKN-Terintegrasi dilaksanakan atas permintaan Wali Kota Bandar Lampung yang secara khusus meminta solusi terbaik atas beberapa permasalahan yang dihadapi termasuk musibah banjir yang terjadi secara berulang di Kota Bandar Lampung. Hasil diskusi kelompok 221 Mahasiswa UIN Raden Intan bersama potensi masyarakat di beberapa titik rawan, dirumuskan model pembangunan kota berkelanjutan melalui kolaborasi aktif antara pemerintah, akademisi, sektor swasta, dan masyarakat sipil. Metode diterapkan dengan pola ABCD (Assets Base Community Development), dengan pendekatan partisipatif. KKN-Terintegrasi kelompok 221 berfokus pada tiga pilar utama, yakni; perekonomian sirkular, pengelolaan lingkungan hidup berbasis komunitas, dan penguatan inklusi sosial. Hasil menunjukkan bahwa inisiatif kolaboratif mampu menghasilkan solusi inovatif dan berkelanjutan yang relevan dengan kebutuhan Kota Impian, serta dapat meningkatkan kesadaran kolektif terhadap pentingnya pembangunan kota yang berpihak pada kesejahteraan bersama.
Kata Kunci: kolaborasi masyarakat; kota impian; dan pembangunan berkelanjutan.
Abstract:Abstract: This workshop activity aims to improve students' understanding and skills in compiling and designing official letters in accordance with applicable writing rules. The workshop was held at SMK Negeri 1 Setia Janji…
ji with participants from various departments. The material presented includes the format of official letters, the language used, and good and correct layout. In its implementation, participants were guided directly using Microsoft Office Word software as the main tool in making official letters. The training method was carried out through material presentation, case studies, and direct practice. The evaluation results showed an increase in students' understanding of the structure of official letters and technical skills in designing letters using Microsoft Word features. This workshop is expected to be a practical provision for students in facing formal administrative needs both in the world of education and the world of work. In addition, this activity also encourages students to be more accustomed to using word processing applications professionally.
Keywords: workshop; official letter; SMK; microsoft word.
Abstrak: Kegiatan workshop ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa dalam menyusun serta mendesain surat resmi sesuai dengan kaidah penulisan yang berlaku. Workshop dilaksanakan di SMK Negeri 1 Setia Janji dengan melibatkan peserta dari berbagai jurusan. Materi yang disampaikan meliputi format surat resmi, penggunaan bahasa yang tepat, serta tata letak yang baik dan benar. Dalam pelaksanaannya, peserta dibimbing secara langsung menggunakan perangkat lunak Microsoft Office Word sebagai alat utama dalam pembuatan surat resmi. Metode pelatihan dilakukan melalui penyampaian materi, studi kasus, dan praktik langsung. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap struktur surat resmi serta keterampilan teknis dalam mendesain surat menggunakan fitur-fitur Microsoft Word. Workshop ini diharapkan dapat menjadi bekal praktis bagi siswa dalam menghadapi kebutuhan administrasi formal baik di dunia pendidikan maupun dunia kerja. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong siswa untuk lebih terbiasa menggunakan aplikasi pengolah kata secara profesional.
Kata kunci: workshop; surat resmi; SMK; Microsoft Word.