Search Articles & Publications

Showing 1036 articles found for "Optimal"

Analisis dan Implementasi Optimal pada Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal untuk Pengembangan Riset Berkelanjutan

Dr. Budi Santoso, Prof. Siti Aminah
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengimplementasikan metode optimal dalam pengembangan riset berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan efisiensi sebesar 85%.

Analisis dan Implementasi Optimal pada J-Com (Journal of Computer) untuk Pengembangan Riset Berkelanjutan

Dr. Budi Santoso, Prof. Siti Aminah
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengimplementasikan metode optimal dalam pengembangan riset berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan efisiensi sebesar 85%.

Optimalisasi Sistem Inventaris dan Peminjaman Barang Lab Jaringan Kampus 1 Universitas Royal Berbasis Waterfall

Dimas Aditia Ramadhani, Mhd Amar Fauzy Harahap, Aldi Syahputra, Dimas Arya Bintara
Abstract: This study aims to develop a web-based information system to improve the management of inventory and equipment borrowing at the Network Laboratory of Universitas Royal Asahan. The system is designed to replace manual procedures… cedures that are prone to data errors, duplication, and time inefficiency. The system development adopts the Waterfall methodology, which includes requirement analysis, UML-based system design (Use Case, Class, Activity, and Sequence Diagrams), implementation using PHP, MySQL, and the CodeIgniter framework, as well as functional testing through the black-box method. The results show that the system provides core features such as inventory management, borrowing transactions, and automated reporting. System testing indicates improved data accuracy, a 70% increase in search efficiency, and enhanced transparency in laboratory asset management. Overall, the system enables a more organized, accountable administrative process and supports the campus digitalization program.

Pemanfaatan K-Means Clustering untuk Optimalisasi Penjualan Produk Roti Berdasarkan Data Penjualan Harian

Irwan, Adi Panca Pamungkas, Wiwin Handoko
Abstract: Bread product sales have become an important aspect of the bakery business, influenced by fluctuations in demand that are not easily predictable. Efficient sales management requires a deep understanding of sales patterns.… . This study aims to optimize bread product sales by using the K-Means Clustering algorithm to analyze daily sales performance at Toko Roti Amin. The data used includes sales volume and transaction frequency for bread products, consisting of 356 data points. The results show that the bread products can be grouped into three clusters: 129 data in the “Good Sales” cluster, 28 data in the “Moderate Sales” cluster, and 199 data in the “Low Sales” cluster. These findings assist bakery owners in managing stock, production planning, and more targeted marketing strategies. Although there are limitations in using K-Means Clustering, such as dependence on the initial centroid selection, this study proves that applying this technique can enhance inventory management and maximize profit in the bakery business.

Optimalisasi Pemberdayaan Desa melalui Program Unggulan dan Kemitraan Persyarikatan KKN MAs 68 Desa Buatan I

Berlian, Raisa
Abstract: The Community Service Program (KKN) MAS 68 at Buatan I Village, conducted from July 31 to September 10, 2025, was initiated in response to several challenges faced by the community, including limited educational and healthcare… thcare facilities, inadequate public amenities, environmental conditions requiring improvement, low socio-cultural activities, and limited local MSME development. The students implemented six main programs: establishing a reading corner; collaborating with the integrated health post (Posyandu) through elderly exercise, nutrition education, and supplementary feeding; renovating and organizing the village maternity post (Polindes); conducting greening and community clean-up activities at schools and the village; organizing the 17th August 2025 Independence Day celebration; and developing MSMEs based on egg-laying ducks into salted eggs and salted egg crackers. Methods employed included participatory observation, socialization, mentoring, hands-on practice, and active participation in socio-cultural activities. Evaluation was conducted through discussions with partners, field notes, and visual documentation. The results showed an improvement in literacy, the establishment of healthy habits among children and the elderly, a greener environment, successful organization of the Independence Day celebration, and increased economic value of local MSMEs. The program also enhanced students’ soft skills and strengthened synergy among students, villagers, and village officials, thus providing a positive impact on the community capacity of Buatan I Village.

Pemanfaatan Sampah Organik menjadi Kompos di Perumahan Bukit Permata Sumbari II Pekanbaru

Ratnaningsih, Ambar Tri, Ikhsani, Hanifah, Ikhwan, Muhammad, Suwarno, Eno
Abstract: Households, as the smallest environment in society, contribute to the generation of waste. To reduce the occurrence of soil, water and air pollution in the environment due to household waste, organic waste can be processed… ed into compost.  The purpose of this activity is to increase the knowledge of partners through awareness and demonstration and invite the community to manage organic waste in their environment to be composted. The service was conducted in Bukit Permata Sumbari II Housing located in Pekanbaru. The partners are housewives who live in the housing with a total of 15 people. Activity methods include awareness raising, counseling, demonstration and evaluation. The knowledge and understanding of housewives in Bukit Permata Sumbari II Housing towards processing household waste into compost increased by 23.70%. Participants had basic knowledge about the utilization of household waste into compost by 69.63%, while after counseling it increased to 93.33%.  Housewives have the skills and are able to make compost, although the results are not optimal because the organic waste is still large, so the composting process takes a long time.

Terapi Antikejang Tunggal dan Kombinasi pada Epilepsi Anak: Literature Review

Ramadhani, Sabila, Perdani, Roro Rukmi Windi, Damayanti, Putri, Oktarlina, Rasmi Zakiah
Abstract: Epilepsi anak membutuhkan tata laksana farmakologis jangka panjang yang bertujuan menurunkan frekuensi kejang dengan efek samping seminimal mungkin. Terapi antikejang tunggal umumnya dipilih sebagai strategi awal karena… regimen lebih sederhana, evaluasi respons lebih jelas, dan risiko interaksi obat lebih rendah. Namun, sebagian anak tetap mengalami kejang meskipun telah mendapat terapi awal yang adekuat, sehingga terapi kombinasi diperlukan pada kasus tertentu. Tinjauan literatur ini bertujuan menganalisis peran terapi antikejang tunggal dan kombinasi pada epilepsi anak, khususnya terkait frekuensi kejang, keamanan, kepatuhan, dan kualitas hidup. Metode disusun menggunakan kerangka PICO dan alur seleksi berbasis PRISMA. Penelusuran literatur dilakukan melalui PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, Cochrane Library, dan laman pedoman klinis resmi untuk publikasi tahun 2021-2026. Sebanyak 14 artikel dan dokumen pedoman memenuhi kriteria kelayakan dan disintesis secara naratif. Hasil kajian menunjukkan bahwa terapi antikejang tunggal tetap rasional sebagai pendekatan lini awal, sedangkan terapi kombinasi lebih tepat dipahami sebagai eskalasi terapi pada anak dengan kontrol kejang belum optimal. Perbedaan frekuensi kejang antara kedua kelompok terapi harus ditafsirkan dengan mempertimbangkan tipe kejang, etiologi, durasi penyakit, kepatuhan, komorbiditas, riwayat kegagalan terapi, dan derajat keparahan awal.

Analisis Indeks Kepuasan Masyarakat terhadap Kualitas Pelayanan Publik di Kabupaten Buton Tahun 2025

Purnama, Nurdin, Siti Aisa, Jusmin
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan masyarakat terhadap kualitas pelayanan publik di Kabupaten Buton berdasarkan hasil Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) Tahun 2025. Penelitian menggunakan pendekatan… an kuantitatif deskriptif dengan memanfaatkan data sekunder yang diperoleh dari hasil survei terhadap pengguna layanan pada berbagai perangkat daerah penyelenggara pelayanan publik di Kabupaten Buton. Analisis dilakukan mengacu pada pedoman Survei Kepuasan Masyarakat sesuai ketentuan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Indeks Kepuasan Masyarakat Kabupaten Buton Tahun 2025 berada pada kategori Baik, yang mengindikasikan bahwa secara umum pelayanan publik telah memenuhi harapan masyarakat. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa unsur pelayanan yang memperoleh nilai relatif rendah, terutama pada aspek kecepatan pelayanan, penanganan pengaduan, serta ketersediaan sarana dan prasarana pendukung. Temuan penelitian menunjukkan perlunya peningkatan kualitas sumber daya manusia, optimalisasi digitalisasi pelayanan, penyederhanaan prosedur, serta penguatan mekanisme evaluasi dan tindak lanjut terhadap masukan masyarakat. Penelitian ini diharapkan menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan peningkatan kualitas pelayanan publik secara berkelanjutan guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

Formulasi Kebijakan Kesehatan Berbasis Karakteristik Wilayah Terpencil di Papua Selatan

Vincenso R Serano, Nur Jalal, Syahruddin
Abstract: Pemerataan pelayanan kesehatan di wilayah terpencil masih menjadi tantangan utama dalam pembangunan kesehatan di Indonesia, khususnya di Provinsi Papua Selatan yang memiliki karakteristik geografis, sosial, dan budaya yang… ng kompleks. Kondisi tersebut menuntut adanya formulasi kebijakan kesehatan yang adaptif dan berbasis karakteristik wilayah agar mampu meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses formulasi kebijakan kesehatan berbasis karakteristik wilayah terpencil di Papua Selatan serta merumuskan model kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan dipilih secara purposive sampling yang terdiri atas pejabat Dinas Kesehatan, Bappeda, kepala puskesmas, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, dan tokoh adat. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi kebijakan kesehatan masih menghadapi berbagai kendala, meliputi keterbatasan akses geografis, distribusi tenaga kesehatan yang belum merata, keterbatasan sarana dan prasarana, serta belum optimalnya koordinasi lintas sektor dan pelibatan masyarakat dalam penyusunan kebijakan. Proses formulasi kebijakan masih didominasi oleh pendekatan administratif sehingga belum sepenuhnya mengakomodasi karakteristik lokal. Penelitian ini menghasilkan model formulasi kebijakan kesehatan berbasis karakteristik wilayah terpencil yang menekankan lima komponen utama, yaitu identifikasi kebutuhan masyarakat, analisis karakteristik geografis dan sosial budaya, analisis kapasitas sumber daya kesehatan, kolaborasi multipihak, dan penyusunan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy). Model tersebut diharapkan menjadi acuan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan kesehatan yang lebih adaptif, partisipatif, dan berkelanjutan guna meningkatkan pemerataan akses pelayanan kesehatan di Papua Selatan.

Implementasi Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2022 di Kabupaten Merauke

Berlianna Priscilla Fangohoy, Jalal, Nur, Samel W Ririhena
Abstract: This study provides an overview of the implementation of the Regulation of the Minister of Home Affairs Number 72 of 2022 in Merauke Regency. The purpose of this study is to analyze and comprehensively describe the implementation… mentation of the Regulation of the Minister of Home Affairs Number 72 of 2022 in Merauke Regency and to identify the factors inhibiting its implementation in the region. This study applies Edward C. III’s policy implementation theory and uses a qualitative research approach through in-depth interviews with 16 informants to explore their meanings, perceptions, and understandings. A semi-structured interview approach was employed to enable the researcher to obtain flexible yet focused data, as stated by Prof. Dr. Lexy J. Moleong (2014). The study utilized an interactive data analysis technique consisting of data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of this study indicate that the implementation of the Digital Population Identity (IKD) policy in Merauke Regency has been carried out in accordance with directives from the central government through a tiered and continuous communication mechanism. However, its implementation has not yet been optimal at the regional level. The main obstacles include limited socialization, low understanding and acceptance of the policy among implementers, the absence of specific Standard Operating Procedures (SOPs) for IKD, and the lack of motivation, commitment, and integrity of human resources, ICT infrastructure, and budgetary support. In addition, the social, economic, cultural, and geographical conditions of the community also hinder the utilization of IKD, resulting in its limited use and the continued dominance of physical population documents. The findings of this study emphasize the need to strengthen communication aspects, resources, implementers’ commitment, and policy adjustments to local conditions in order to achieve the objectives of the IKD policy effectively and equitably.