Abstract:Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk memberikan wawasan terkait adanya putusan Mahkamah Konstitusi mengenai Peninjauan kembali upaya hukum oleh Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara yang sudah tidak diperbolehkan lagi…
i setelah dikeluarkan putusan tersebut. Meskipun pada Undang-undang sebelumnya pengajuan PK telah menjadi kewenangan PTUN yang tertera dalam UU Peratun No. 5 tahun 1986. Metodologi penulisan yang dipakai berbentuk yuridis normatif. Metode penelitian adalah disiplin ilmu yang mempelajari langkah-langkah dalam proses penelitian, atau ilmu yang terkait dengan metode ilmiah yang digunakan untuk mengambil, membeberkan, dan mengevaluasi keakuratan informasi. Dalam penelitian ini dilakukan pendekatan undang-undang (statute approach) dan pendekatan analitis (analitycal approach). Upaya hukum adalah suatu jalan hukum yang diberikan kepada seseorang atau badan hukum oleh undang-undang, yang merasa belum mendapat keadilan dari putusan hakim di pengadilan. Upaya hukum yang demikian ada dua bentuknya, yaitu upaya hukum biasa terdiri dari dua jenis upaya hukum: Banding, Kasasi. Upaya hukum Luar Biasa: Peninjauan Kembali. Arti demikian ini tentunya tidak terkecuali bagi siapapun dapat mengajukan upaya hukum ke pengadilan, asal sesuai dengan ketentuan dan tidak berlawanan dengan undang-undang yang berlaku. Sama halnya dengan Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara yang berhak mengajukan upaya hukum berdasarkan dengan undang-undang yang menjadi pedomannya dalam beracara
Abstract:Tujuan penelitian ini adalah melakukan perbandingan hukum terkait dengan larangan pembuangan sampah di sungai antara negara Indonesia dengan negara jepang. Hal tersebut berlatar belakang negara jepang yang terkenal dengan…
n negara yang bersih dan jarang akan sampah menjadikan contoh perilaku yang seharusnya dapat dijadian suatu pedoman untuk hidup bersih oleh masyarakat indonesia. Type penelitian ini adalah menggunakan yuridis normatif dimana dalam penelitian ini bersumber pada analisis permasalahan dengan melakukan pendekatan yang mengacu pada asas hukum dan norma hukum yang ada di dalam peraturan perundang – undangan terkait. Tipe pengumpulan data bersumber pada acuan data sekunder, dimana dalam data sekunder terdapat bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Sumber bahan hukum yang dipakai dalam penelitian ini adalah menggunakan data sekunder Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode analisis data deskriptif. Permasalahan sampah merupakan hal yang paling berpengaruh dalam kehidupan mausia. Selain berdampak pada kesehatan dan kesejahteran hidup manusia juga berdampak pada ekosistem darat maupun laut. Pembuangan sampah di sungai menjadikan budaya yang dilakukan masyarakat Indonesia sejak lama. Hal ini perlu dilakukan penegakan kesadaran kepada masyarakat tentang pentingnya mejaga kebersihan lingkungan. Pengaturan hukum di Indonesia terkait pembuangan sampah di sungai telah diatur dalam UU No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. Berbeda dengan Jepang yang minim akan sampah. Kesadaran masyarakat yang tinggi menjadikan negara jepang dapat mengkondisikan sampah dengan baik. perihal sampah diatur dalam Undang-Undang Pengelolaan Sampah (廃棄物処理法) UU No. 137 Tahun 1970.
Abstract:Penulisan adalah bentuk komunikasi yang efektif dan ekspresif. Bahasa Arab, sebagai bahasa Al-Qur'an, merupakan bahasa penting yang telah dipelajari oleh umat Islam di Indonesia. Namun, seringkali siswa menghadapi kesulitan…
tan dalam mempelajari bahasa ini, terutama dalam hal penulisan. Metode imla berperan penting dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan menulis bahasa Arab. Penelitian ini mengevaluasi penerapan metode imla di Kelas V MIS Darunnajah Cipining dengan tujuan meningkatkan keterampilan bahasa Arab siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik laparoskopik. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara dengan kepala sekolah serta pengajar bahasa Arab di MIS Darunnajah Cipining. Siswa kelas V juga dilibatkan untuk memberikan perspektif mengenai penerapan metode imla. Temuan menunjukkan bahwa metode imla, termasuk imla manqul, imla manzur, imla ikhtibary, dan imla masnu, diterapkan di MIS Darunnajah Cipining melalui beberapa tahap. Penerapan metode ini dapat meningkatkan keterampilan berbahasa Arab siswa dengan mengajarkan huruf hijaiyyah dan kosakata bahasa Arab. Meskipun ada kemajuan dalam kemampuan menulis, beberapa faktor penghambat seperti waktu pengajaran yang terbatas, variasi kecepatan belajar, dan motivasi siswa mempengaruhi efektivitas metode. Faktor pendukung termasuk kompetensi guru, dukungan orang tua, dan keterlibatan siswa. Penerapan metode imla di Kelas V MIS Darunnajah Cipining menunjukkan potensi yang signifikan untuk meningkatkan keterampilan bahasa Arab siswa. Pengajaran harus mencakup pemahaman kosakata, penjelasan huruf hijaiyyah, dan penggunaan berbagai jenis imla. Meskipun metode ini memberikan hasil positif, tantangan seperti alokasi waktu, variasi kemampuan siswa, dan motivasi harus diatasi untuk memaksimalkan efektivitas metode imla.
Abstract:Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pemahaman konsep tabayun dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di era digital yang sarat informasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat pemahaman…
man peserta didik jenjang SMP di Lembang terhadap konsep tabayun serta mengidentifikasi upaya penguatan sikapnya. Penelitian ini menggunakan metode studi lapangan dengan pendekatan kuantitatif dan teknik penganalisisan data secara deskriptif kualitatif. Data utama yang dianalisis dalam penelitian ialah angket pertanyaan yang disebarkan melalui Google Form. Hasil penelitian menunjukkan enam temuan utama: (1) tingkat pemahaman secara umum berada pada kategori sedang (±70%); (2) aspek kehati-hatian dan tidak tergesa-gesa tergolong baik (±70%); (3) aspek ketelitian dalam menerima informasi berada pada kategori sedang (±62%); (4) aspek tidak mencampuradukkan kebenaran dan kebatilan berada pada kategori baik (±66%); (5) faktor pendukung meliputi peran guru, pembelajaran kontekstual, dan kesadaran awal siswa (±75%); (6) faktor penghambat berupa rendahnya kemampuan verifikasi dan pengaruh media digital (±60%). Penelitian ini merekomendasikan penerapan pembelajaran berbasis kasus, penguatan literasi digital, dan pembiasaan nilai tabayun dalam kehidupan sehari-hari. Keterbatasan penelitian ini terletak pada penggunaan teknik analisis dan belum dikolaborasikannya aplikasi pendukung penganalisisan.
Abstract:Pemeriksaan di persidangan merupakan tahap penting dalam peradilan pidana karena pada tahap inilah hakim dan para pihak menilai secara terbuka kebenaran materiil melalui pemeriksaan alat bukti dan keterangan saksi. Artikel…
el ini membahas makna pemeriksaan dan persidangan, tahapan hukum acara pidana dari penyelidikan hingga pelaksanaan putusan, serta peran penting masing-masing aktor peradilan dalam menjaga proses yang adil. Melalui pendekatan normatif terhadap KUHAP dan literatur hukum, penelitian ini menegaskan bahwa persidangan yang efektif hanya dapat terwujud jika seluruh pihak menjunjung prinsip due process of law, keterbukaan, dan independency hakim. Di samping itu, kehadiran bukti elektronik dan tuntutan publik atas transparansi putusan menunjukkan perlunya pembaruan prosedur agar sistem peradilan pidana tetap adaptif dan mampu menghasilkan putusan yang berkeadilan.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta dampaknya terhadap kehidupan sosial dan pendidikan melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Data diperoleh…
peroleh dari berbagai sumber ilmiah yang relevan melalui platform Google Scholar serta didukung oleh artikel jurnal, prosiding, dan laporan penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa MBG merupakan program strategis yang berperan dalam meningkatkan status gizi, konsentrasi belajar, kehadiran, serta prestasi akademik siswa. Dari aspek sosial, program ini berkontribusi dalam mengurangi beban ekonomi keluarga, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat interaksi sosial. Namun demikian, implementasi MBG masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan sarana dan prasarana, distribusi yang belum optimal, serta lemahnya pengawasan. Secara keseluruhan, MBG memiliki relevansi tinggi dan potensi keberlanjutan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Keterbatasan penelitian ini terletak pada penggunaan sumber literatur yang masih terbatas pada satu platform sehingga perlu perluasan kajian. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk mengembangkan kajian secara multidisipliner, termasuk dalam bidang hukum, ekonomi, kesehatan, kebijakan publik, dan moral.
Abstract:Penelitian ini menganalisis faktor-faktor pemicu radikalisme pada remaja serta dampaknya terhadap demokrasi di Indonesia. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan kajian literatur, penelitian ini menelaah sumber dari jurnal…
nal dan buku. Hasil kajian menunjukkan bahwa radikalisme remaja dipicu oleh beberapa faktor utama, yaitu ideologis, psikologis (krisis identitas), sosial-budaya (diskriminasi, eksklusivitas budaya), ekonomi (ketidakadilan dan kesenjangan), serta pengaruh media digital. Fenomena ini berdampak serius pada demokrasi, antara lain terkikisnya nilai toleransi, ancaman terhadap kebebasan beragama, meningkatnya polarisasi sosial, melemahnya partisipasi politik sehat, hingga berkurangnya kepercayaan publik terhadap institusi demokratis. Penelitian ini menegaskan bahwa radikalisme remaja bukanlah masalah individu semata, melainkan persoalan kolektif yang mengancam keberlanjutan demokrasi. Oleh karena itu, pencegahan perlu dilakukan secara sinergis melalui peran keluarga, pendidikan, pemerintah, media, dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan generasi muda.
Abstract:Korupsi masih menjadi masalah besar di Indonesia yang tidak hanya berdampak pada aspek hukum, tetapi juga moral, sosial, dan budaya. Fenomena ini menunjukkan adanya kegagalan dalam pembentukan karakter bangsa yang berintegritas.…
egritas. Oleh karena itu, diperlukan strategi pencegahan yang efektif melalui jalur pendidikan, khususnya pendidikan anti korupsi sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui urgensi pendidikan anti korupsi dalam membentuk karakter generasi muda, mengidentifikasi tantangan implementasi di sekolah maupun perguruan tinggi, serta menganalisis strategi pembelajaran yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, kepedulian sosial, dan keadilan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui angket online (Google Form) yang disebarkan kepada mahasiswa dan siswa sebagai representasi generasi muda. Analisis data dilakukan dengan pendekatan statistik deskriptif serta interpretasi kualitatif dari jawaban terbuka responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden menilai pendidikan anti korupsi sebagai aspek yang sangat penting dalam membentuk karakter generasi muda. Indikator kejujuran dan kepedulian sosial memperoleh persentase tertinggi (masing-masing 80%), diikuti oleh disiplin, tanggung jawab, dan keadilan. Temuan ini menegaskan adanya kesadaran kolektif generasi muda mengenai urgensi pendidikan anti korupsi, meskipun masih terdapat sebagian kecil responden yang belum menempatkan disiplin dan tanggung jawab sebagai prioritas. Dengan demikian, pendidikan anti korupsi terbukti berperan signifikan sebagai instrumen strategis dalam membangun generasi berintegritas, serta perlu diimplementasikan secara sistematis, berkesinambungan, dan berbasis nilai Pancasila, agama, serta budaya bangsa.
Abstract:Indonesia sedang memasuki fase bonus demografi yang memberikan peluang besar sekaligus tantangan bagi pembangunan nasional. Namun, masih terdapat kesenjangan keterampilan antara lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan…
industri yang dapat menghambat pemanfaatan peluang tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi adaptasi mahasiswa Universitas Negeri Medan dalam menyongsong bonus demografi, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, serta menelaah keterampilan, peran organisasi, dan kewirausahaan sebagai bentuk kesiapan mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subjek 15 mahasiswa FMIPA UNIMED yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui angket terbuka Google Form dan dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa melakukan adaptasi melalui peningkatan literasi digital, penguasaan bahasa asing, pengembangan soft skills, serta keterlibatan dalam organisasi, seminar, magang, dan kewirausahaan. Tantangan yang dihadapi mencakup persaingan kerja, keterbatasan lapangan pekerjaan, kesenjangan keterampilan, serta kendala internal seperti manajemen waktu dan kesehatan mental. Keterampilan abad 21 berupa kombinasi hard skills dan soft skills dinilai sebagai bekal utama, sedangkan organisasi kampus dan kewirausahaan berperan penting dalam menyiapkan mahasiswa agar mampu bersaing sekaligus menciptakan lapangan kerja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa mahasiswa Universitas Negeri Medan memiliki kesadaran adaptif yang tinggi, meskipun masih diperlukan perluasan penelitian dengan lingkup yang lebih besar untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif.
Abstract:Myofascial Pain Syndrome (MPS) merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal yang ditandai dengan adanya myofascial trigger point yang menimbulkan nyeri lokal maupun nyeri alih, kekakuan otot, serta keterbatasan fungsi gerak.…
erak. Kondisi ini banyak terjadi pada populasi usia dewasa dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari serta menurunkan produktivitas kerja. Berbagai intervensi fisioterapi telah digunakan untuk menangani MPS, di antaranya Instrument-Assisted Soft Tissue Mobilization (IASTM) dan manual therapy. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh IASTM dan manual therapy terhadap penurunan nyeri pada kasus Myofascial Pain Syndrome pada usia dewasa. Penelitian menggunakan metode narrative review dengan menganalisis 20 artikel ilmiah yang diperoleh dari basis data Google Scholar, ScienceDirect, dan PubMed pada rentang tahun 2017–2024. Artikel yang dipilih merupakan penelitian dengan desain randomized controlled trial dan quasi-experimental yang mengevaluasi parameter nyeri menggunakan instrumen seperti Visual Analog Scale (VAS), Numeric Pain Rating Scale (NPRS), Pressure Pain Threshold (PPT), dan Neck Disability Index (NDI). Hasil kajian menunjukkan bahwa baik IASTM maupun manual therapy mampu menurunkan intensitas nyeri secara signifikan serta meningkatkan fungsi muskuloskeletal pada pasien MPS. IASTM juga menunjukkan peningkatan ambang nyeri tekan dan peningkatan range of motion pada beberapa penelitian. Secara keseluruhan, kedua intervensi tersebut dapat direkomendasikan sebagai pendekatan fisioterapi berbasis evidence-based practice dalam penanganan Myofascial Pain Syndrome pada usia dewasa.