Abstract:Program pemberdayaan ekonomi bagi ibu-ibu PKK di Dusun Jetis, Ngadirejo, melalui pelatihan pembuatan kerajinan bunga dari kawat bulu, merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan keterampilan dan kesejahteraan masyarakat.…
t. Pelatihan ini bertujuan untuk membekali ibu-ibu PKK dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan dalam pengembangan usaha kecil di bidang kerajinan tangan. Selama pelatihan, para peserta diajarkan teknik pembuatan bunga dari kawat bulu serta pemanfaatan bahan daur ulang seperti kertas bekas untuk membuat pot. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa peserta mampu mengikuti dan mempraktikkan teknik-teknik yang diajarkan dengan antusias. Namun, kualitas hasil akhir kerajinan masih perlu ditingkatkan. Program ini berhasil memberikan wawasan baru kepada peserta mengenai peluang usaha berbasis keterampilan lokal, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemanfaatan bahan daur ulang. Diharapkan, kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan program pemberdayaan masyarakat lainnya di masa depan.
Abstract:Permasalahan sampah telah menjadi isu global yang semakin mengkhawatirkan, dengan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Penelitian ini mengeksplorasi daur ulang sampah sebagai solusi berkelanjutan untuk…
uk mengurangi polusi dan memelihara lingkungan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, penelitian ini menganalisis efektivitas daur ulang sampah melalui survei, wawancara, observasi lapangan, serta studi literatur dan publikasi ilmiah terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daur ulang sampah memiliki banyak manfaat, seperti mengurangi jumlah sampah di tempat pembuangan akhir, menghemat sumber daya alam, mengurangi emisi gas rumah kaca, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang gaya hidup ramah lingkungan. Namun, implementasi daur ulang sampah juga menghadapi tantangan seperti infrastruktur yang kurang memadai, minimnya kesadaran masyarakat, serta kurangnya insentif dan kebijakan pendukung dari pemerintah. Untuk keberhasilan program daur ulang sampah, dibutuhkan kolaborasi dan partisipasi aktif dari semua pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, industri, organisasi lingkungan, dan masyarakat luas.
Abstract:Salah satu masalah lingkungan yang sering terjadi adalah mengenai pengelolaan sampah. pengelolaan sampah rumah tangga di Indonesia masih banyak yang tidak ramah lingkungan. Sebagai pusat Ibu Kota Provinsi Sumatera Barat,…
Kota Padang menghasilkan timbunan sampah yang sangat banyak, hal ini dapat dilihat pada data timbunan sampah di Kota Padanf pada tahun 2021 yang diperoleh dari data SIPSN (2021) sekitar 233.385,96 ton/tahun. Kebijakan pengelolaan sampah dalam hal ini sangat memerlukan landasan hukum sehingga pelaksanaan pengelolaan sampah dapat berjalan secara proporsional, efektif dan efisien. pemerintah telah menggunakan wewenangnya dalam memberikan kepastian hukum serta kejelasan tanggung jawab dengan diundangkannya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah yang tujuannya untuk mengurangi masalah sampah. Jenis penelitian ini adalah penelitian yang menggunakan metode tinjauan sistematis (Systematic Literatur Review) dengan mendapatkan 11 artikel relevan untuk direview. Hasil dari penelitian tersebut Pemerintah telah menetapkan kebijakan yang mengatur pengelolaan sampah secara komprehensif, termasuk tanggung jawab pemerintah dalam merancang kebijakan nasional, norma, dan prosedur terkait pengelolaan sampah. Masyarakat juga memiliki peran penting dalam pengelolaan sampah dengan memisahkan jenis sampah, menghindari pembakaran, dan mengikuti peraturan terkait. Selain itu, pengelolaan sampah di Kota Padang melibatkan pengumpulan secara teratur, pengolahan seperti daur ulang dan pengomposan, serta upaya edukasi masyarakat. Regulasi dan pengawasan juga diperlukan untuk memastikan pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan.
Abstract:Black tea processing Is categorized into two methods: (1” Orthodox and (2) CTC (Crushing, Tearing, and Curling). These methods are implemented through hands-on activities at the company/factory based on theoretical knowledge,…
wledge, which is then applied in the form of field work practice (PKL). The conclusions drawn from the field work practice are as follows: The Sidamanik Plantation Is one of 24 tea plantations under the Sidamanik Plantation Unit of PTPN IV, located in Sidamanik ’istrict. The CTC black tea produced at the Sidamanik factory Is then shipped to the main factory for ’lending there, with the composition regulated by the technology department, as the CTC black tea from the Sidamanik factory does not yet have a s’les label. At the Sidamanik factory, grinding Is performed in two stages using a 15” Rotorvan” (RV) machine for the first grinding and a 36” Teaman CTC 4-Cut machine with four sets of sequential rollers for the second grinding. The Rotorvane’s capacity is 484,739.3533 kg of withered tea leav’s per hour, equivalent to 581,710.4923 ’g of fresh withred tea leaves per hour, and equivalent to ’21,810.1771 kg of dry tea per hour” The CTC plant’s capacity is 18,274.7704 kg of ground tea pe” hour, equivalent to a capacity of 21,930.6017 kg of fresh withered tea leaves per hour, and ”quiv’lent to a capacity of 4,592.2680 k” of dry tea per hour