Search Articles & Publications

Showing 26 articles found for "Theft"

Penerapan Metode Clustering Dengan Algoritma K-Means Tindak Kejahatan Pencurian di Kabupaten Asahan

Syahpitri Damanik, Nur Afni, Irianto, Irianto, Dahriansah, Dahriansah
Abstract: Abstract:Theft is the illegal taking of property or belongings of another person without the permission of the owner. The most common crime problem in Asahan District is theft, so that the POLRES is still having trouble… determining which areas are often the crime of theft. With this problem, we need to do a grouping for areas where theft often occurs, so the process used  is the data mining process. Data mining is one of the processes of Knowledge Discovery from Databases (KDD). KDD is an activity that includes collecting, using historical data to find regularities, patterns or relationships in large data sets. One of the techniques known in data mining is clustering technique. The K-Means method is a method for clustering techniques, K- Means is a method that partitions data into groups so that data with the same characteristics are entered into the same set of groups and data with different characteristics are grouped into other groups. The attributes used in grouping this data are annual data, namely 2015, 2016, 2017, 2018, 2019. A case study of 9 POLSEK in the Asahan.   Keywords: Data Mining, Clustering, K-Means Algorithm, Theft Crimes Grouping.     Abstrak: Pencurian merupakan pengambilan properti atau barang milik orang lain secara tidak sah tanpa ijin dari pemilik. Masalah tindak kejahatan yang paling banyak terjadi di Kabupaten Asahan adalah tindak kejahatan pencurian sehingga pihak POLRES masih kesulitan untuk menentukan daerah mana saja yang sering terjadi tindak kejahatan pencuriaan. Dengan adanya masalah ini kita perlu melakukan pengelompokan untuk daerah mana saja yang sering terjadi tindak pencurian maka proses yang digunakan adalah proses data mining. Data mining adalah salah satu proses dari Knowledge Discovery from Databases (KDD). KDD adalah kegiatan yang meliputi pengumpulan, pemakaian data, historis untuk menemukan keteraturan, pola atau hubungan dalam set data besar. Salah satu teknik yang di kenal dalam data mining adalah teknik clustering. Metode K-Means merupakan metode untuk teknik clustering, K-Means adalah metode yang mempartisi data kedalam kelompok sehingga data berkarakteristik sama dimasukan kedalam set kelompok yang sama dan data yang berkerakteristik berbeda dikelompokkan ke dalam kelompok yang lain. Atribut yang di gunakan dalam pengelomokan data ini adalah data pertahun yaitu tahun 2015, 2016, 2017, 2018, 2019. Studi kasus pada 9 POLSEK yang ada di daerah kabupaten Asahan.   Kata kunci: Data Mining, Clustering, Algoritma K-Means, Pengelompokan Tindak Kejahatan  Pencurian.

Peningkatan Literasi Digital Bagi Guru SD Negeri 132408 Kota Tanjungbalai Dalam Mencegah Dan Mengatasi Cybercrime

Siregar, Iqbal Kamil, Endra Saputra
Abstract: Abstract: The rapid development of digital technology in education presents significant benefits, but it also introduces serious challenges in the form of increasing threats of Cybercrime. Teachers at SD Negeri 132408 Kota&#8230; ta Tanjungbalai, as the frontline of education, often lack an adequate understanding of digital literacy and how to handle cybercrimes, such as the spread of false information, data theft, and violations of digital ethics. This community service activity aims to enhance the digital literacy capacity of teachers in preventing and addressing Cybercrime within the school environment. The methods used include intensive training, group discussions, case studies, and practical simulations, implemented in three stages: preparation, implementation, and evaluation. The solutions offered encompass providing digital literacy materials, Cybercrime prevention training, and developing practical guidelines. Evaluation results show that teacher understanding increased significantly, with the average score rising from 45 to 78 (p<0.05). The targeted outputs of this activity are the publication of a scientific article in a Sinta 5 accredited national journal as a mandatory output, and a popular article in mass media as an additional output. This activity is expected to increase teachers' awareness and skills in creating a safe and healthy digital education environment. Keywords: cybercrime; digital literacy; education; elementary school teachers; training   Abstrak: Pesatnya perkembangan teknologi digital di dunia pendidikan menghadirkan manfaat besar, namun juga memunculkan tantangan serius berupa meningkatnya ancaman Cybercrime. Guru di SD Negeri 132408 Kota Tanjungbalai, sebagai garda terdepan pendidikan, seringkali belum memiliki pemahaman yang memadai tentang literasi digital dan cara menghadapi kejahatan siber, seperti penyebaran informasi palsu, pencurian data, dan pelanggaran etika digital. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas literasi digital guru dalam mencegah dan mengatasi Cybercrime di lingkungan sekolah. Metode yang digunakan berupa pelatihan intensif, diskusi kelompok, studi kasus, dan simulasi praktik, yang dilaksanakan dalam tiga tahap: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Solusi yang ditawarkan mencakup pemberian materi literasi digital, pelatihan pencegahan Cybercrime, dan penyusunan panduan praktis. Hasil evaluasi menunjukkan pemahaman guru meningkat signifikan dari skor rata-rata 45 menjadi 78 (p<0.05). Target luaran dari kegiatan ini adalah publikasi artikel ilmiah pada jurnal nasional terakreditasi Sinta 5 sebagai luaran wajib, dan artikel di media massa sebagai luaran tambahan. Diharapkan kegiatan ini mampu meningkatkan kesadaran dan keterampilan guru dalam menciptakan lingkungan pendidikan digital yang aman dan sehat. Kata kunci: cybercrime; guru sd; literasi digital; pelatihan; pendidikan

USE OF KTP TO ACTIVATE START MOTORCYCLE ENGINE WITH MODULE RC-522

Ananda, Ricki, Amin, Muhammad
Abstract: Abstract: Motorcycles are the main and affordable choice for the majority of Indonesian people, two-wheeled vehicles are chosen as the transportation that is commonly used. Indonesia has many motorcycle users, in 2019 there&#8230; ere were 112,771,136 units. In 2020 there were 115. 023. 039 units, and in 2021 there were 120 .042 .298 units. The many motorcycles, increasing the theft of motorcycles (curanmor), and accidents caused by underage use. The purpose of conducting research to minimize theft, and the use of motorbikes by minors, this research uses quantitative methods. The results of the study found that when the user places the KTP on RC522, the condition of relay 1 will become NC to turn on the motorcycle's ignition system, then relay 2 will turn on the motorcycle's starter for 5 seconds, then it will turn off automatically. for relays, arduino provides pure 5VDC voltage. The conclusion from this study , RFID cards and KTP is have different serials, and different numbers, RFID cards have a serial combination of 9 numbers and letters, while KTP has a serial combination of 27 numbers and letters.   Keywords: KTP; microcontroller arduino; sepeda motor; start enggine.     Abstrak : Sepeda motor menjadi pilihan utama dan terjangkau untuk  mayoritas masyarakat Indonesia, kendaraan roda dua dipilih sebagai transportasi yang  umum digunakan. Indonesia memiliki banyak pengguna sepeda motor, tahun 2019 sebanyak 112. 771. 136 unit. Tahun 2020 sebanyak 115. 023. 039 unit,  dan  tahun  2021  sebanyak  120 .042 .298  unit.  Banyak  nya  sepeda  motor,  meningkatkan pencurian sepeda motor (curanmor), dan kecelakaan yang diakibatkan  penggunaan dibawah umur. Tujuan dilakukannya penelitian untuk meminimalisir curanmor, dan pemakaian sepeda motor oleh anak dibawah umur, penelitian ini menggunakan metode kuantitatif.    Hasil penelitian mendapati ketika user meletakan KTP  pada RC522, maka kondisi relay 1 akan menjadi NC untuk menyalakan sistem pengapian  sepeda motor, kemudian relay 2 akan menyalakan stater sepeda motor selama 5 detik,  kemudian akan mati secara otomatis. untuk relay, arduino  memberikan tegangan 5VDC  murni. Kesimpulan dari penelitian ini,kartu RFID dan KTP memiliki serial yang berbeda, dan  jumlah yang berbeda, kartu RFID memiliki serial kombinasi 9  angka  dan  huruf,  sementara  untuk  KTP  memiliki  serial  kombinasi  27 angka  dan  huruf.   Kata Kunci : KTP; microcontroller arduino; sepeda motor; start enggine.

IMPLEMENTASI TEKNOLOGI RFID SEBAGAI SISTEM KEAMANAN SEPEDA MOTOR BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 328

Afandi, Adi Mas
Abstract: Abstrack: Motorcycle is one of the transportation tools that are widely used by the people. The community uses motorbikes as a means of daily transportation, whether it's for work, shopping or taking children to school.&#8230; On the other hand, of course, theft of motor vehicles, especially motorbikes is increasing. Almost every day motorcycle theft occurs. From these problems, a double security system on a motorcycle is needed. The security system using RFID technology can only be accessed using one e-ID card. RFID technology installed on a motorcycle to provide additional security to avoid theft.   Keywords: e-KTP; Motorcycle; RFID; Security System     Abstrak: Sepeda motor adalah suatu alat transportasi yang sering digunakan oleh masyarakat. Masyarakat menggunakan sepeda motor sebagai alat trasportasi sehari-hari, baik itu untuk bekerja, berbelanja maupun mengantar anak kesekolah. Pada sisi lain, tentunya pencurian kendaraan bermotor, khususnya sepeda motor semakin banyak. Hampir setiap harinya pencurian sepeda motor terjadi. Dari permasalahan tersebut, dibutuhkan sistem keamanan ganda pada sepeda motor. Sistem keamanan dengan menggunakan teknologi RFID hanya bisa diakses menggunakan satu buah e-ktp. Teknologi RFID yang dipasang pada sepeda motor guna memberikan kemanan tambahan agar terhindar dari pencurian.   Kata kunci : e-KTP; RFID; Sepeda motor; Sistem Keamanan

PENGAMANAN DATABASE MENGGUNAKAN KOMBINASI ALGORITMA (CEST CRYPTOGRAPHY) DAN ALGORiTMA BASE64

Wadisman, Cendra, Nozomi, Irohito, Rahmawati, Sri
Abstract: Abstract: Combined algorithm (Cest Cryptography) is a combination of 3 algorithms such as Merklee-Hellman, Discrete Logarithm and ASCII Modification, using Base64 to hide 2 public keys and 2 private keys. Combination algorithms&#8230; orithms are used because of the increasing number of techniques in cryptography, making it easier to combine each other algorithms in order to get more complicated encryption that won't even be cracked in the near future. On large sites there has been database theft, if the stolen database has been encrypted it will be difficult for data thieves to take advantage of it, but if it is not encrypted it is very easy to use the data so that it creates huge losses, especially user trust from the site.             Keywords: algorithm combination; ascii modification; base64; merklee-hellman; discrete logarithm     Abstrak: Kombinasi algoritma (Cest Cryptography) merupakan kombinasi 3 algoritma seperti Merklee-Hellman, Logaritma Diskrit dan Modifikasi ASCII, menggunakan Base64 untuk menyembunyikan 2 kunci public dan 2 kunci private.. Kombinasi algoritma digunakan karena semakin banyaknya teknik-teknik dalam kriptografi sehingga mempermudah untuk saling mengkombinasikan algoritma agar mendapatkan enkripsi yang lebih rumit dan bahkan tidak bisa dipecahkan dalam jangka waktu dekat. Pada situs-situs besar telah terjadi pencurian database, jika database yang dicuri telah terenkripsi maka akan mempersulit pencuri data untuk memanfaatkannya tetapi jika tidak terenkripsi maka sangat mudah data tersebut di manfaatkannya sehingga membuat kerugian yang sangat besar terutama kepercayaan pengguna dari situs tersebut.   Kata kunci: kombinasi algoritma; modifikasi ascii; base64; merklee-hellman;logaritma diskrit

ANALISIS PERFORMA KRIPTOGRAFI HYBRID ALGORITMA BLOWFISH DAN ALGORITMA RSA

Suhandinata, Sebastian, Rizal, Reyhan Achmad, Wijaya, Dedy Ongky, Warren, Prabhu, Srinjiwi, Srinjiwi
Abstract: Abstract:Computer data security relies on preventing data theft from irresponsible parties by using cryptography method. Some cryptography algorithms have good and poor performance in encrypting and decrypting data depending&#8230; ding on the key types. Therefore the purpose of this research is to measure the performance of the hybrid algorithm, consisting a symmetric keyBlowfish algorithm and an asymmetric key RSA algorithm, in encrypting and decrypting multiple types of data such as documents, photos, audios, and videos. The result is the performance of the hybrid algorithm is almost on par with Blowfish and provides a more secure data encryption and decryption by taking advantage of RSA algorithm. The average encryption performance of hybrid algorithm is 0.85s on document, 1.06s on photo, 3.38s on audio, and 15.56s on video. While the average decryption performance of hybrid algorithm is 1.01s on document, 1.38s on photo, 4.3s on audio, and 27.56s on video.             Keywords:Hybrid cryptography, Data security, Performance, Blowfish, RSA     Abstrak:Keamanan data komputer berhubungan dengan pencegahan dari pencurian data oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, salah satu cara pengamanan data komputer yaitu dengan teknik kriptografi. Beberapa metode kriptografi memiliki performa yang baik dan buruk tergantung dengan tipe kuncinya. Maka dari itu, tujuan dari penelitian ini adalah mengukur tingkat kecepatan kriptografi hybrid, terdiri dari algoritma simetris Blowfish dan algoritma asimetris RSA, dengan beberapa tipe data seperti dokumen, foto, audio dan video. Hasil dari penelitian ini adalah algoritma hybrid memiliki performa yang tidak jauh berbeda dari algoritma Blowfish dan membuat proses enkripsi dan dekripsi data lebih aman dengan keunggulan dari algoritma RSA. Rata-rata kecepatan enkripsi algoritma hybrid untuk dokumen 0,85 detik, gambar 1,06 detik, audio 3,38 detik, dan video 15,56 detik. Sedangkan rata-rata kecepatan dekripsi algoritma hybrid untuk dokumen 1,01 detik, gambar 1,38 detik, audio 4,3 detik, dan video 27,56 detik.   Kata kunci:Kriptografihybrid, Keamanan data, Performa, Blowfish, RSA