Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan, kreativitas, serta penanaman karakter siswa melalui penerapan strategi pembelajaran aktif dan kegiatan pendampingan. Penelitian dilaksanakan di MA Miftahul Ulum Batang-Batang…
ng-Batang pada bulan Januari hingga Maret 2026 dengan subjek 20 siswa kelas XI-B. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Strategi pembelajaran yang diterapkan meliputi Problem-Based Learning (PBL), diskusi kelompok, presentasi, dan ice breaking. Selain itu, kegiatan pendampingan dilakukan melalui pendekatan personal kepada siswa tertentu, pembiasaan sapa salam pagi, serta pendampingan intensif dengan guru kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi tersebut mampu meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran, yang terlihat dari meningkatnya partisipasi dalam diskusi, tanya jawab, dan presentasi. Kreativitas siswa juga berkembang melalui kegiatan pemecahan masalah dan tugas kelompok. Dari aspek karakter, terjadi peningkatan pada disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan percaya diri. Kegiatan pendampingan turut mendukung terciptanya suasana belajar yang lebih kondusif serta membantu siswa dalam mengembangkan sikap positif. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kombinasi strategi pembelajaran aktif dan kegiatan pendampingan efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan pembentukan karakter siswa.
Abstract:Artikel ini mengkaji teori sosiologi agama Durkheim dengan memusatkan perhatian pada enam aspek pokok: biografi dan konteks intelektualnya, definisi sosial agama, dikotomi sakral-profan, konsep supernatural, konsep ilahi,…
, serta fenomena bunuh diri dalam kerangka teori Durkheim. Melalui pendekatan deskriptif-analitis dan metode kajian pustaka, artikel ini memperlihatkan bahwa Durkheim memandang agama sebagai fakta sosial yang berakar dari kehidupan kolektif masyarakat, bukan sekadar urusan teologi atau pengalaman spiritual pribadi. Dikotomi sakral-profan menjadi pondasi dari setiap sistem keagamaan. Durkheim menolak definisi agama yang berpijak pada konsep supernatural atau ketuhanan karena tidak semua agama mengenal kedua konsep tersebut. Lebih jauh, teori bunuh dirinya menegaskan bahwa perilaku individu sangat ditentukan oleh kondisi sosial khususnya integrasi dan regulasi sosial yang sangat relevan dengan meningkatnya kasus bunuh diri di kalangan mahasiswa Indonesia.
Abstract:Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih berulangnya pencemaran Sungai Cikeas di tengah keberadaan regulasi pengendalian pembuangan air limbah. Kajian ini bertujuan menganalisis implementasi kebijakan pembuangan air limbah,…
mbah, mengidentifikasi hambatan utama, dan merumuskan strategi peningkatan efektivitas kebijakan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kasus di Sungai Cikeas, Kabupaten Bogor. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi pada pejabat Dinas Lingkungan Hidup, pengawas lingkungan, pelaku usaha, masyarakat, akademisi, serta komunitas lingkungan. Analisis menggunakan model implementasi kebijakan Edward III dan diperkaya perspektif partisipasi masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan telah berjalan melalui sosialisasi, pengawasan, dan pengendalian pencemaran, tetapi belum optimal. Hambatan utama mencakup komunikasi kebijakan yang masih formalistik, keterbatasan sumber daya pengawasan, koordinasi lintas sektor yang belum terintegrasi, penegakan hukum yang belum konsisten, dan partisipasi masyarakat yang belum merata. Data kualitas air tahun 2021–2024 memperlihatkan fluktuasi TSS, BOD, COD, DO, dan fecal coliform, yang menandakan tekanan pencemaran domestik dan industri masih kuat. Kebaruan artikel ini terletak pada penggabungan analisis implementasi kebijakan dengan bukti kualitas air untuk menegaskan kebutuhan model pengendalian pencemaran yang kolaboratif, partisipatif, dan berbasis data. Simpulan penelitian menegaskan bahwa efektivitas kebijakan bergantung pada penguatan komunikasi, kapasitas pengawasan, integrasi kelembagaan, dan pemberdayaan masyarakat.
Abstract:Stunting tetap merupakan masalah kesehatan masyarakat yang multidimensional dan penurunannya sangat ditentukan oleh efektivitas implementasi kebijakan di tingkat lokal. Studi-studi sebelumnya lebih banyak menyoroti koordinasi…
inasi atau layanan, tetapi jarang menempatkan kebijakan stunting sebagai instrumen perlindungan kesehatan masyarakat di wilayah perkotaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi kebijakan penanggulangan dan pencegahan stunting di Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, dengan menggunakan kerangka George C. Edward III. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif sejak November 2025 pada perangkat daerah, kecamatan, dan kelurahan terpilih. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan telah berjalan melalui koordinasi lintas sektor, pendampingan keluarga, dan intervensi berbasis siklus kehidupan. Namun, implementasi belum sepenuhnya optimal karena pesan kebijakan belum dipahami merata oleh keluarga, sumber daya dan kader terbatas, komitmen pelaksana bervariasi, dan koordinasi antarlembaga masih tumpang tindih. Kebaruan penelitian ini terletak pada penegasan bahwa kebijakan stunting di wilayah perkotaan bekerja sebagai sistem perlindungan kesehatan masyarakat, tetapi efektivitasnya bergantung pada sinergi kapasitas birokrasi dan partisipasi keluarga.
Abstract:Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya kualitas layanan puskesmas yang diduga berkaitan dengan pengelolaan sumber daya manusia. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kondisi MSDM dan kualitas layanan,…
mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi MSDM, serta menguji pengaruh MSDM terhadap kualitas layanan pada puskesmas di Kabupaten Bogor. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional terhadap 31 tenaga kesehatan yang dipilih melalui total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara deskriptif serta regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan 61,3% responden menilai MSDM efektif dan 67,7% menilai kualitas layanan baik. Budaya organisasi, kepemimpinan, perubahan teknologi, serta peraturan dan kebijakan pemerintah berpengaruh signifikan terhadap MSDM, sedangkan MSDM berpengaruh signifikan terhadap kualitas layanan (p=0,001; OR=0,019).
Abstract:Transformasi digital melalui implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) di Puskesmas Kota Batu, Kabupaten Bogor, yang semula bertujuan meningkatkan efisiensi pelayanan publik, justru memunculkan paradoks berupa bottleneck…
sistemik dalam alur pelayanan klinis. Penelitian ini bertujuan menguji korelasi antara waktu tunggu sebagai indikator bottleneck dengan kepuasan pasien serta akurasi dan kelengkapan data rekam medis. Menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif korelasional dengan 379 responden (purposive/proportionate random sampling), data dikumpulkan melalui kuesioner Likert, observasi langsung, dan audit data RME periode Juli– Oktober 2025. Hasil menunjukkan korelasi negatif signifikan antara waktu tunggu dengan kepuasan pasien (Beta = −0,32; p < 0,01; R² = 0,21) dan antara waktu tunggu dengan akurasi data (r = −0,45; p < 0,05). Rata-rata durasi input RME mencapai 9,5 menit per pasien tanpa skrining awal, dengan puncak waktu tunggu 72 menit pada periode 08:31–09:30 WIB. Kondisi tekanan tinggi mendorong petugas melakukan plotting data yang mengancam integritas rekam medis. Penelitian menegaskan bahwa digitalisasi tanpa process re-engineering dan penyesuaian kapasitas SDM menjadikan teknologi sebagai beban administratif. Rekomendasi mencakup penyederhanaan antarmuka RME, demand management pada jam puncak, dan pengembangan sistem self-service skrining terintegrasi.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola persebaran destinasi wisata budaya di Kabupaten Karo menggunakan pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG). Latar belakang penelitian ini didasarkan pada belum meratanya…
persebaran objek wisata budaya serta belum tersedianya pemetaan spasial yang terintegrasi untuk mendukung perencanaan pengembangan pariwisata. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis spasial melalui Average Nearest Neighbor (ANN) untuk mengetahui pola distribusi titik destinasi wisata. Data yang digunakan berupa data sekunder, yaitu koordinat lokasi objek wisata budaya dan batas administrasi wilayah yang diolah menggunakan perangkat lunak ArcGIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat sembilan destinasi wisata budaya yang sebagian besar terkonsentrasi di wilayah timur dan tenggara Kabupaten Karo, khususnya di Kecamatan Berastagi, Kabanjahe, Simpang Empat, dan Tigapanah. Berdasarkan hasil analisis ANN, diperoleh nilai Observed Mean Distance sebesar 2,79 km dan Expected Mean Distance sebesar 2,12 km, dengan nilai Nearest Neighbor Ratio (NNR) > 1, z-score sebesar 1,814, dan p-value sebesar 0,069. Hasil ini menunjukkan bahwa pola persebaran destinasi wisata budaya cenderung tersebar (dispersed pattern).
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran budaya etnis Tamil serta kontribusi Kuil Shri Mariamman dalam membentuk karakter multikultural masyarakat Kota Medan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan…
ekatan deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya etnis Tamil tetap lestari melalui praktik keagamaan seperti perayaan besar umat Hindu, penggunaan bahasa Tamil, serta internalisasi nilai toleransi, solidaritas, dan penghormatan. Kuil Shri Mariamman berfungsi sebagai pusat ibadah sekaligus ruang interaksi sosial lintas agama dan etnis serta menjadi tempat wisata budaya di kota Medan. Peran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) memperkuat hubungan antarumat melalui dialog dan kunjungan ke tempat ibadah. Selain itu, bazar makanan khas Tamil pada perayaan keagamaan menjadi media pengenalan budaya dan interaksi sosial masyarakat. Interaksi tersebut menunjukkan proses akulturasi yang mendukung keharmonisan dalam masyarakat multikultural Kota Medan.
Abstract:Pengelolaan berkas pada kantor notaris merupakan salah satu aspek penting dalam menunjang kelancaran pelayanan hukum kepada masyarakat. Namun, sistem pengelolaan berkas yang masih manual sering menimbulkan permasalahan seperti…
eperti keterlambatan pencarian dokumen, risiko kehilangan data, serta kurangnya efisiensi dalam penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem informasi pengelolaan berkas berbasis website pada Kantor Notaris Halim SH agar mampu meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja. Metode penelitian yang digunakan meliputi analisis kebutuhan, perancangan sistem menggunakan Unified Modeling Language (UML), Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem informasi yang dibangun mampu mempermudah proses pencatatan, penyimpanan, pencarian, dan pelaporan berkas secara cepat serta terintegrasi. Dengan adanya sistem ini, diharapkan proses administrasi pada kantor notaris menjadi lebih tertata, mengurangi risiko kehilangan data, dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada klien.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis potensi formulasi teh herbal berbasis bunga telang (Clitoria ternatea), jahe (Zingiber officinale), dan sereh (Cymbopogon citratus) sebagai minuman fungsional. Metode…
tode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan PRISMA 2020 melalui tahapan identifikasi, screening, eligibility, dan inklusi terhadap artikel yang relevan dari berbagai basis data ilmiah. Hasil kajian menunjukkan bahwa ketiga bahan tersebut mengandung senyawa bioaktif utama seperti antosianin, flavonoid, polifenol, dan minyak atsiri yang berkontribusi terhadap aktivitas antioksidan, antiinflamasi, dan antimikroba. Bunga telang berperan dominan dalam memberikan warna alami dan aktivitas antioksidan, jahe berkontribusi terhadap aktivitas antioksidan dan sensasi hangat, sedangkan sereh memberikan aroma khas serta efek antimikroba. Kombinasi ketiga bahan menunjukkan potensi sinergis dalam meningkatkan kualitas fungsional dan karakteristik sensorik minuman herbal. Namun demikian, penelitian sebelumnya masih terbatas pada penggunaan bahan tunggal atau kombinasi parsial. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lanjutan yang lebih komprehensif untuk mengoptimalkan formulasi serta menguji efektivitasnya secara empiris.