Search Articles & Publications

Showing 1258 articles found for "Hama"

Pendidikan Kristen Versus Pendidikan Sekuler: Ditinjau Dari Motivasi Dan Tujuan Pendidikan

Sinaga, Janes, Sinambela, Juita Lusiana
Abstract: Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki perbedaan motivasi dan tujuan pendidikan antara Pendidikan Kristen dan Pendidikan sekuler, untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang bagaimana sistem pendidikan ini memengaruhi… emengaruhi motivasi belajar dan tujuan pendidikan para pelajar. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif melalui studi literatur untuk menyelidiki perbandingan antara Pendidikan Kristen dan Pendidikan sekuler dalam konteks motivasi dan tujuan pendidikan. Dengan melakukan pencarian sistematis literatur melalui berbagai sumber akademis, penelitian ini memusatkan perhatian pada literatur yang memenuhi kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Analisis literatur mencakup identifikasi tema utama, pengungkapan sinergi dan konflik dalam motivasi dan tujuan pendidikan, serta sintesis temuan untuk membentuk pemahaman yang kohesif. Evaluasi kritis terhadap literatur dan penyajian hasil dalam bentuk naratif yang jelas merupakan komponen integral dari metodologi penelitian ini. Diharapkan bahwa penelitian ini akan memberikan wawasan mendalam mengenai perbedaan esensial dalam motivasi dan tujuan pendidikan antara Pendidikan Kristen dan Pendidikan sekuler, memberikan kontribusi pada pemahaman kita tentang pengaruh nilai dan prinsip dalam membentuk pengalaman pendidikan.

Genealogi Pendidikan Kristen: Jejak Asal, Makna, dan Tujuannya

Sinambela, Juita Lusiana, Sinaga, Janes
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki genealogi pendidikan Kristen dengan fokus pada asal, makna, dan tujuan yang mendasarinya. Melalui pendekatan interdisipliner yang mencakup sejarah, teologi, dan sosiologi pendidikan,… ikan, penelitian ini merunut kembali akar-akar pendidikan Kristen dari masa lampau hingga perkembangannya dalam konteks modern. Studi ini akan menelusuri sejarah pendidikan Kristen, mengidentifikasi peran gereja dan pemikir-pemikir Kristen dalam membentuk prinsip-prinsip pendidikan. Selain itu, penelitian ini akan membahas makna pendidikan Kristen dalam konteks spiritual, moral, dan sosial, serta bagaimana nilai-nilai tersebut tercermin dalam praktik pendidikan sehari-hari. Tujuan utama penelitian ini adalah memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang esensi pendidikan Kristen, serta bagaimana nilai-nilai tersebut dapat memberikan kontribusi positif dalam pembentukan karakter dan perkembangan individu. Implikasi praktis dari penelitian ini dapat membantu pengembangan kebijakan pendidikan Kristen yang relevan dan efektif dalam memenuhi tuntutan zaman modern sambil tetap setia pada akar-akar tradisionalnya.

Kehadiran Allah dalam Krisis: Sebuah Kajian Teologis Naratif atas Pengalaman Elia Berdasarkan 1 Raja-Raja 19

Bernard Maruli Hutabarat, Janes Sinaga, Juita Lusiana Sinambela
Abstract: Tulisan ini bertujuan mengkaji kehadiran Allah dalam pengalaman profetik Elia di 1 Raja-raja 19 melalui pendekatan teologis-naratif. Latar belakang penelitian ini muncul dari persoalan krusial: mengapa Elia mengalami keputusasaan… utusasaan spiritual yang mendalam setelah kemenangan besar di Gunung Karmel, dan bagaimana Allah meresponsnya? Penelitian ini menemukan bahwa kehadiran Allah dinyatakan tidak melalui manifestasi spektakuler seperti api atau gempa, tetapi dalam "suara sepi yang lembut" yang bersifat personal dan pemulih. Kebaruan kajian ini terletak pada penekanan naratif-teologis bahwa kehadiran Allah justru paling nyata dalam keheningan dan kesendirian batin, bukan hanya dalam tindakan-tindakan mujizat. Dengan demikian, penelitian ini menawarkan suatu pemahaman alternatif mengenai cara Allah menyatakan diri dalam konteks penderitaan, trauma, dan krisis iman profetik.

Peranan Pendeta dalam Meningkatkan Pertumbuhan Gereja Secara Kualitas dan Kuantitas

Beni Chandra Purba
Abstract: Penelitian ini menguraikan peran penting pendeta dalam pertumbuhan gereja secara kualitas dan kuantitas. Gereja-gereja seringkali menghadapi berbagai tantangan, baik internal maupun eksternal, yang memerlukan pemahaman yang… ang mendalam tentang identitas gereja dan tujuannya. Kesadaran akan masalah-masalah tersebut dan kemampuan menghadapinya adalah faktor kunci dalam mengalami pertumbuhan gereja. Pembinaan dan pemuridan anggota gereja memainkan peran fundamental dalam membangun fondasi yang kokoh untuk pertumbuhan gereja tersebut. Peran pendeta dalam konteks gereja sangatlah penting karena mereka dipanggil dan ditetapkan oleh Allah untuk memimpin dan menggembalakan jemaat. Dengan kata lain, Allah mengangkat gembala untuk menggembalakan gereja (Efesus 4:11). Di era modern, peran pendeta semakin kompleks karena gereja-gereja sering berada di tengah masyarakat yang beragam, terutama di kota-kota besar, dengan perbedaan suku, status sosial, dan latar belakang pendidikan yang beragam. Pendeta harus memiliki pemahaman yang mendalam tentang peran mereka dalam pertumbuhan gereja. Mereka bertanggung jawab melayani, mengajar, melawat, membina, dan memuridkan anggota gereja agar mereka dapat tumbuh dan berperan aktif dalam pelayanan gereja. Selain itu, pendeta juga mengorganisir pertemuan kelompok distrik, mendelegrasikan tugas melalui kelompok kecil, dan menyelenggarakan ibadah kebangunan rohani untuk membawa jiwa-jiwa baru atau orang-orang yang bertobat kepada Tuhan Yesus agar menjadi anggota gereja-Nya.  

Pentingnya Memahami Roh Nubuat Di Kalangan Orang Muda Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK)

Beni Chandra Purba, Sinambela, Juita, Sinaga, Janes, Pelawi, Stepanus
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mendalami pemahaman roh nubuat di kalangan orang muda Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Dalam konteks masyarakat modern yang dipenuhi… i dengan perubahan dan tantangan, pemahaman nubuat-nubuat Alkitab memiliki peran yang penting dalam membentuk keyakinan dan praktik keagamaan orang muda. Temuan ini menggambarkan kompleksitas dalam pembentukan pemahaman nubuat dan mengidentifikasi tantangan serta peluang dalam mengajar dan memahami nubuat-nubuat Alkitab. Kesimpulan penelitian ini memberikan wawasan mendalam tentang pentingnya nubuat dalam kehidupan orang muda GMAHK dan menawarkan rekomendasi untuk meningkatkan pendekatan pengajaran dan pendidikan roh nubuat di gereja tersebut. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan iman dan keterlibatan orang muda dalam GMAHK.

Bait Suci: Eksplorasi Makna dan Fungsi Mezbah Pembakaran Ukupan Berdasarkan Ibrani 9:4

Udju, Daniel
Abstract: Allah selalu rindu hadir di dekat dengan umat-Nya. Hal ini dapat terlihat melalui adanya Bait Suci di Tengah-tengah umat-Nya. Penelitian ini merupakan eksplorasi mendalam terhadap Mezbah Pembakaran Ukupan dalam Bait Suci,… , sebagaimana yang dijabarkan dalam Ibrani 9:4. Mezbah ini bukan hanya elemen fisik dalam peribadatan, melainkan juga simbol yang sarat makna dalam upaya manusia mendekati Allah. Dalam konteks ritual persembahan dan penyembahan, Mezbah ini memiliki peran kunci yang mencerminkan harapan, pengampunan, dan penyucian. Analisis data arkeologi dan sejarah mendukung keberadaan dan peran Mezbah ini sesuai dengan deskripsi dalam Alkitab. Tujuan penelitian ini menyediakan pemahaman yang lebih dalam tentang praktik peribadatan, serta memberikan wawasan tentang keyakinan dan pengalaman spiritual masyarakat Yahudi kuno, memperkuat relevansi mezbah pembakaran ukupan dalam pemahaman agama.

Peningkatan Kesadaran Memperbaiki Mood pada Mahasiswa di Usia Dewasa Awal melalui Refleksi dan Jurnaling

Galuh Laily Agustin, Afrilia Nur Fadhila, Khairunisa Azra Amalina, Nur Sahlami, Aliya Febriyanti, Dewi Yanah, Nazmi Laila Gita, Rohman, Muhamad Ahyudin, Muhamad Fahri Darmawan
Abstract: Students in early adulthood often face academic, social, and personal pressures that cause fluctuations in mood and affect mental health and psychological well-being. The main issue addressed in this study is students’ low… low ability to recognize, understand, and manage emotions adaptively, highlighting the need for effective strategies to enhance emotional awareness. This research investigates the effectiveness of self-reflection and journaling in improving students’ mood awareness. A combination of descriptive qualitative and quasi-experimental pretest-posttest designs was used, with instruments including mood scales, reflection guidelines, and students’ daily journals. Results showed a 32% increase in the average mood awareness score, a decrease in students with low awareness from 64% to 18%, and an increase in high awareness from 14% to 56%. Active participation was observed in 78% of students, while 85% consistently documented their emotional experiences, 88% reported feeling relieved, and 76% could identify recurring emotional patterns. The intervention also promoted the development of more adaptive self-regulation strategies, such as time management, adequate rest, and social support, increasing from 21% before the intervention to 69% afterward. Sustainability of practice was indicated by 61% of students intending to continue journaling independently and 57% integrating it into their daily routines. The novelty of this study lies in the integration of self-reflection and journaling as a practical, systematic, and sustainable approach to enhance emotional awareness and psychological well-being. The findings confirm that a simple yet structured intervention can create significant improvements in emotion management and adaptive behaviors among students.

Strategi Komunikasi BP3MI dalam Meningkatkan Kesadaran Masyarakat tentang Hak-hak Pekerja Migran Indonesia

Beatania Jelina Ngamung, Alponia Kartini Nurhayati, Yunita Huberta Siska Henukh, Fransiskus Maurice Riberu, Lasarus Jehamat, Imelda Nahak, Helga Maria E. Gero
Abstract: Indonesian Migrant Workers constitute a labor group that makes a significant contribution to the national economy through remittances, particularly from regions with high migration intensity such as East Nusa Tenggara Province;… ovince; however, the strong public interest in working abroad is often not accompanied by adequate understanding of safe migration procedures, protection mechanisms, and the rights and obligations of migrant workers. This condition has led to serious problems, including the increasing number of non-procedural migrant workers, deportation cases, and vulnerability to human trafficking crimes, indicating an information and communication gap between migrant worker protection institutions and prospective migrant workers. This study aims to analyze the communication strategies implemented by the Indonesian Migrant Workers Protection Service Center of East Nusa Tenggara Province in enhancing public awareness of migrant workers’ rights. A qualitative approach with a descriptive method was employed to provide an in-depth portrayal of the communication practices carried out by the institution, with data collected through in-depth interviews, observation of socialization activities, and documentation studies. Data analysis was conducted using the interactive model of Miles and Huberman, while the conceptual analytical framework was based on the Shannon–Weaver Two-Way Communication Model to assess message delivery effectiveness, communication channels, message recipients, and feedback mechanisms. The findings indicate that the Indonesian Migrant Workers Protection Service Center of East Nusa Tenggara Province has implemented various communication strategies, including direct community outreach, pre-departure orientation, the use of visual and audio media, and cross-sector collaboration with local governments and community leaders. Although these strategies contribute to increasing public knowledge regarding migration procedures and migrant workers’ rights, their effectiveness remains constrained by low literacy levels, challenging geographical conditions, and weak feedback mechanisms from target communities. The study concludes that strengthening dialogic and participatory communication, simplifying messages to improve comprehensibility, and adapting communication media to local cultural contexts are essential for improving migrant worker protection. The novelty of this study lies in integrating a two-way communication model with the socio-cultural context of East Nusa Tenggara as a basis for formulating more contextual, adaptive, and community-empowering communication strategies for migrant worker protection.

Studi Instalasi Listrik pada Gedung Sekolah Budi Bakti Samarinda

Qomaruddin, Arbain, Muhamad Ardyansyah
Abstract: This study was conducted to evaluate the quality of the electrical installation at Budi Bakti School Building in Samarinda by emphasizing aspects of reliability, safety, energy efficiency, and compliance with applicable… electrical installation standards. The research approach involved field surveys to obtain empirical data, measurements of lighting intensity, calculations of the required number of lighting points according to the function and characteristics of each room, as well as technical analysis of installation components, including conductors and protection systems. All observed data were compared with theoretical calculations to identify the level of conformity as well as potential deviations that could cause problems. The findings indicate that although the electrical installation remains operational, there are significant discrepancies, particularly in the distribution of lighting intensity, the number of lighting points, and the selection and placement of protective components that do not fully meet the standards. These discrepancies affect the optimality of lighting, reduce user comfort, and present potential safety risks. Therefore, this study recommends adjustments to the installation design, prioritizing the optimization of the lighting system, the use of standard-compliant components, and the implementation of energy efficiency principles as part of a comprehensive improvement effort. The implications of these findings highlight that regular evaluations and updates of electrical installations in educational buildings are essential to create a safe, comfortable, and productive learning environment. Thus, the results of this research not only provide practical contributions for school management but also offer a scientific basis for developing technical standards of electrical installations that are more responsive to educational needs.

Peran Pemerintah Desa dalam Pengembangan Objek Wisata Pasir Bentang di Desa Sukamnah Kecamatan Sindangkasih Kabupaten Ciamis

Muhamad Sopyan, Irfan Nursetiawan, Regi Refian Garis
Abstract: This research is motivated by the role of the Village Government in developing the Pasir Span Tourism Object in Sukamanah Village, Sindangkasih District, which is not yet optimal. The aim of this research is to determine… the role of the village government in developing the Pasir Bentang tourist attraction in Sukamanah Village. The method used in this research is descriptive analysis. There were 7 informants. Data collection techniques are literature study, field study (observation and interviews) and documentation. The author uses qualitative data analysis techniques by processing data from interviews and observations to draw conclusions so that they can answer the problems in the research. Based on the research results, it is known that: The village government has not optimally carried out its role in developing the Pasir Bentang tourist attraction considering that there are several indicators of the dimensions of the role that have not been optimal, causing the development of the Pasir Bentang tourist attraction to be less than expected. This includes, among other things, a lack of response from the community in activities. deliberations on planning the development of tourist attractions and the lack of an active role in managing tourist attractions. Budget limitations mean that it has not been optimal in structuring the Pasir Bentang tourist attraction. Apart from that, the collaboration between Pokdarwis and LMDH has not been able to increase the development of the tourist attraction due to the lack of clear authority in managing the tourist attraction. As well as the lack of encouraging community participation in realizing sustainability and cleanliness at the Pasir Bentang tourist attraction and not being supported by the availability of human resources who have an understanding of the concept of tourism management so that tourism promotion activities have not been carried out routinely.