Search Articles & Publications

Showing 1512 articles found for "Siswa"

PENGARUH PENERAPAN LKPD BERBASIS KEARIFAN LOKAL PADA MATERI MENGENAL BANGUN DATAR DI KELAS 1 SDN 187 PEKANBARU

Alfiyatur Rokma
Abstract: Dalam mengajarkan matematika formal (matematika sekolah), guru sebaiknya memulai     dengan menggali pengetahuan matematika informal yang telah diperoleh peserta didik dari kehidupan masyarakat di sekitar tempat tinggalnya.… galnya. Lingkungan dapat menjadi sumber masalah matematika dalam kehidupan nyata. Lingkungan tersebut salah satunya berupa kearifan lokal. Matematika dan budaya adalah dua hal yang berkaitan erat. Lembar kerja siswa Peserta Didik (LKPD) dijadikan pegangan peserta didik dalam proses pembelajaran. Dengan adanya LKPD akan berdampak baik bagi guru yaitu dapat membantu guru dalam memberikan materi pelajaran maupun tugas yang akan diberikan guru. Lembar kerja peserta didik merupakan panduan peserta didik yang digunakan untuk melakukan kegiatan penyelidikan atau pemecahan masalah. Lembar kerja peserta didik memuat sekumpulan kegiatan mendasar yang harus dilakukan  oleh peserta didik untuk memaksimalkan pemahaman dalam upaya pembentukan kemampua dasar. Tujuan penelitian ini adalah bagaimana pengaruh lembar kerja peserta didik (LKPD) berbasis kearifan lokal terhadap hasil belajar peserta didik pada materi bangun datar. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas 1 SDN 87 Pekanbaru. Data dalam penelitian ini berupat data kualitatif dan dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa siswa yang tuntas belajar sebanyak 30 siswa (91.2% ) sehingga dapat dikatakan sudah mencapai ketuntasan belajar klasikal (≥75%). Dengan pembelajaran menggunakan LKPD, hasil belajar peserta didik akan meningkat karena peserta didik dilatih untuk mengkonstruksi pengetahuan sendiri sehingga konsep akan dipahami peserta didik secara lebih mendalam dan lebih tahan lama. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan yaitu peserta didik mampu untuk beragumen dan bertanya, peserta didik mampu pada pembuatan dan penulisan kesimpulan, peserta didik termotivasi dan aktif berdiskusi dan semangat mengikuti pembelajaran matematika%, dan LKPD berpengaruh efektif pada peserta didik SDN 1 Pekanbaru”

ANALISIS KESESUAIAN BUKU GURU DAN BUKU SISWA KELAS IV SD/MI TEMA SELALU BERHEMAT ENERGI KURIKULUM 2013 PADA KELAS IV SDN 200402 PADANGSIDIMPUAN

Lisnawati Hutabarat, Nurbaiti, Aulia, Weni
Abstract: Sebelum buku siswa digunakan dalam proses belajar mengajar di kelas, guru sebaiknya sudah membaca dan melakukan analisis buku terlebih dahulu. Sehingga jika di dalam buku tersebut ditemukan adanya kekeliruan atau ketidaktepatan,… tepatan, guru dapat mengatasinya dengan melakukan langkah-langkah tindak lanjut yang diperlukan. Hal inilah yang menjadi dasar mengapa pentingnya melakukan analisis buku siswa. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian terhadap Buku Guru dan Buku Siswa tema “Selalu Berhemat Energi” (edisi revisi tahun 2016) untuk menganalisis dan mendeskripsi apakah buku yang telah direvisi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tersebut sudah sesuai dengan Kurikulum 2013 atau masih perlu diperbaiki. Jenis penelitian analisis konten deskriptif. Dari hasil penelitian buku guru SD kelas IV tema 2 dengan judul selalu berhemat energi. Penulis buku adalah Angi St.Anggari, Dara Retno Wulan dkk. Penelaah buku adalah Widia Pekerti dkk. Penerbit adalah Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud. Buku terdiri dari 3 subtema dan setiap subtema terdiri dari 6 pembelajaran. Subtema 1 adalah sumber energi, subtema 2 adalah manfaat energi, dan subtema 3 adalah energi alternatif. Tahun terbit buku 2013 dan buku siswa SD kelas IV tema 2 dengan judul selalu berhemat energi. Penulis buku adalah Angi St.Anggari, Dara Retno Wulan dkk. Penelaah buku adalah Widia Pekerti dkk. Penerbit adalah Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud. Buku terdiri dari 3 subtema dan setiap subtema terdiri dari 6 pembelajaran. Subtema 1 adalah sumber energi, subtema 2 adalah manfaat energi, dan subtema 3 adalah energi alternatif. Tahun terbit buku 2013. Kesimpulannya sebagai berikut. Kesesuaian dengan SKL adalah 100%. Kesesuaian dengan KI adalah 100%. Kesesuaian dengan KD adalah 100%. Kesesuaian materi dengan tema adalah 100%. Kecukupan materi ditinjau dari cakupan  konsep/materi esensial alokasi waktu adalah 88,9%. Kedalaman materi ditinjau dari Pola pikir keilmuan Karakteristik siswa adalah 100%. Keterpaduan berbagai mata pelajaran adalah 100%. Penerapan Pendekatan Scientific adalah 94,4%. Penilaian Autentik yang Tersedia dalam Buku Siswa adalah 83,3%. Kolom interaksi antara guru dengan orangtua adalah 100%.

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA TEMA CITA–CITAKU MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN SCRAMBLE PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 153074 PINANGSORI 3

Lasmaroha Sarumpaet, Hasibuan , Asriani, Nurbaiti
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa tematik pada tema cita–citaku    pada  siswa kelas IV SD 153074 Pinangsori 3 dan  Untuk mendeskripisikan penggunaan Model Pembelajaran Scramble… Scramble dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas IV  SD 153074 Pinangsori 3. Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), objek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD 153074 Pinangsori 3. Selanjutnya ditetapkan subjek sebanyak 10 orang. Instrumen yang digunakan sebagai alat pengumpul data adalah tes, observasi dan dokumentasi. Kemudian data hasil penelitian diolah dengan teknik analisa data yaitu  penggunaan model pembelajaran Model Scramble materi cita-citaku di kelas IV SD 153074 Pinangsori 3, Untuk meningkat ditandai dengan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran Scramble di kelas IV SD 153074 Pinangsori 3, kemudian  hasil observasi guru yang dilakukan pada setiap siklusnya dapat dilihat hasilnya yaitu siklus I pertemuan I memperoleh persentase 59,37% pertemuan II 65,62% dan pada siklus II guru lebih meningkat menjadi pertemuan I sebesar 75,00% dan pertemuan ke II sebesar 84,37% dilihat dari indikator keberhasilan maka guru mengalami peningkatan sebesar 18,75%, dan hal ini telah mencapai indikator yang ditetapkan kemudian hasil observasi aktivitas siswa juga mengalami peningkatan, dimana pada siklus I pertemuan I memperoleh persentase sebesar 47,22% pertemuan II  63,88% dan siklus II pertemuan I  sebesar 66,66% dan pertemuan II sebesar 91,66%.

SOSIALISASI PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA GASING MELALUI MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING PADA SISWA KELAS V SDN.100206 PINTU PADANG

Ilahi, Afdhal, Nurbaiti, Nurbaiti, Zulfadli, Zulfadli, Siregar, Mira Yanti, Pulungan, Nurmaisyah, Amliansyah, Amliansyah
Abstract: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berupa pengenalan model pembelajaran untuk materi matematika perkalian bagi peserta didik tingkat Sekolah Dasar. Tujuan dari penggunaan metode pembelajaran ini adalah untuk membantu… ntu Peserta didik memahami dan meningkatkan prestasi peserta didik pada materi matematika perkalian dengan menggunakan matode gasing dan membuat Peserta didik lebih partisipatif dalam pembelajaran. Khalayak sasaran dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah Peserta didik sekolah dasar negeri 100206 Pintu Padang kelas V yang berjumlah 30 Peserta didik. Pelaksanaan  pembelajaran dilakukan dengan model Quantum Teaching, yakni guru dan siswa melakukan pembelajaran dengan cara bermain sambil belajar. Metode yang digunakan dalam penyampaian pembelajaran adalah dengan metode Gasing, yaitu  dengan melibatkan peserta didik secara aktif dalam pembelajaran. Dalam pembelajaran ini, Pengajar menyampaikan sekilas tentang materi perkalian. Selain untuk mereview kembali ingatan Peserta didik, hal ini juga dimaksudkan untuk mengetahui seberapa dalam pengetahuan Peserta didik pada materi ini. Metode Gasing yaitu pelibatan Peserta didik dalam , dimulai dari membangun pertanyaan yang mengarahkan Peserta didik mendefinisikan sendiri konsep pangkat dua, melibatkan Peserta didik secara aktif dalam pengoperasian media pembelajaran, hingga menilai sendiri jawaban Peserta didik dalam pemberian soal dan menyimpulkan hasil pembelajaran Peserta didik. Manfaat yang dapat diperoleh oleh peserta didik dari kegiatan PKM ini antara lain dapat menciptakan suasana belajar yang berbeda, karena biasanya pembelajaran matematika di sekolah dasar disampaikan dengan ceramah saja, sementara pada pembelajaran ini digunakan media pembelajaran yang mendukung Peserta didik untuk menyentuh, merasakan sendiri dan mencari solusi secara mandiri. Proses pembelajaran yang melibatkan Peserta didik secara langsung dan menyenangkan diharapkan dapat meningkatkan pemahaman Peserta didik dan secara otomatis hasil belajar Peserta didik juga akan meningkat.

Implementasi Algoritma K-Means Clustering untuk Mengelompokkan Siswa Berdasarkan Nilai sebagai Evaluasi Pembelajaran

Jihan Aulia Putri Fahdrina, Eva Lestari, Dila Sari
Abstract: Academic achievement is a measure of students' learning outcomes, encompassing aspects of knowledge and skills. Academic performance serves as a crucial indicator in evaluating students' learning progress. MAS Al-Wasliyah… h Petatal is committed to providing quality education but still faces limitations in applying technology to evaluate student learning. The current evaluation process relies on teachers' subjective assessments, which restricts the information about students' progress. Therefore, the implementation of machine learning is proposed as a solution to enhance objectivity in student learning evaluation through more effective data processing. The method used is the K-Means Clustering algorithm, which can group or classify data based on specific patterns. This study aims to evaluate the extent to which machine learning can process student learning evaluation data through the analysis results obtained from the clustering process, which are then used as benchmarks to improve the evaluation system and provide feedback for students needing improvement in their academic performance. The data used comprises students' grades from the odd semester of the 2024/2025 academic year, with a total of 210 data points. The clustering results produced three clusters: the "good" cluster with 60 students, the "average" cluster with 99 students, and the "low" cluster with 51 students.

Prediksi Kelulusan Siswa SDN 016528 BP. Mandoge dengan Metode Naïve Bayes

Lestari, Cetryn Ayu Diah, Sari, Juwita, Wulandari, Sri
Abstract: Graduation marks the completion of a certain level of schooling. This study aims to predict the graduation of students at SDN 016528 BP Mandoge based on their abilities. The goal of this research is to reduce the rate of… student failure to graduate by making predictions based on examination scores collected by the institution. The method used in this study is Naive Bayes, a technique in Data Mining that utilizes probability and statistics to predict future outcomes based on previous data. This method was chosen due to its advantage in predicting graduation rates from concrete data, ensuring the results are reliable and applicable for future predictions. The dataset used in this study includes graduation data for SDN 016528 BP Mandoge students for the 2019/2020 academic year, comprising 171 students, with 120 students used for training data and 51 students for testing data, achieving a model accuracy of 98%.

Analisis K-Means dalam Segmentasi Pasar Penggunaan Handphone di Lingkungan Mahasiswa STMIK Royal

Febriyanti, Ade, Bancin, Putri Vina, Amanda, Siska
Abstract: The use of smartphones in Indonesia has been steadily increasing each year. In the era of the Fourth Industrial Revolution, smartphones have become a lucrative business sector, leading to intense market competition. Consequently,… equently, smartphone companies must pay closer attention to the market segmentation desired by consumers. Data mining is the process of discovering significant relationships and patterns by analyzing large datasets using statistical and mathematical techniques. This study aims to identify and analyze the market segments of Android smartphone users among students at STMIK Royal. The data used in this research were collected from 122 student respondents. The study employs clustering using the K-means algorithm. The resulting data modeling will categorize market segments into several clusters. This segmentation yields three clusters: Cluster 1 (features), consisting of 36 respondents who prioritize price, battery, camera, and warranty; Cluster 2 (product), with 49 respondents who value all attributes except warranty; and Cluster 3 (superiority), comprising 37 respondents who prioritize camera, brand, and RAM.

Pelatihan Pengenalan Dasar Public Speaking Bagi Siswa Siswi MAS Al Ma’shum Kisaran

Lubis, Iin Almeina, Parini, Parini, Nata, Andri, Siagian, Nurul Masytha
Abstract: Public speaking is the activity of speaking in front of an audience with the aim of delivering information, providing explanations, entertaining, or influencing the listeners. It also involves conveying messages verbally… in front of an audience, whether in the form of speeches, presentations, lectures, or discussions. Public speaking is a crucial skill in various aspects of life, ranging from education to the professional world. This ability not only helps in academic presentations but also impacts how a person communicates and influences others. At the high school level and equivalent, students begin preparing for the next stage in their education or entering the workforce. Many challenges arise for students when speaking in front of an audience in a formal setting and explaining their presentations. Students face difficulties due to a lack of self-confidence, nervousness, panic, and a lack of mastery over the material they will present. In addition to a lack of self-confidence, other challenges include limited vocabulary, low communication skills, fear of judgment from others, and insufficient preparation. Basic public speaking training at Al Ma'shum High School in Kisaran would be highly beneficial for students to boost their self-confidence, enhance their communication skills, sharpen their critical and logical thinking abilities, and equip them for entering the workforce. The basic public speaking training will involve methods such as self-introduction exercises, role-playing, speech structure practice, impromptu speaking, expression training, intonation and articulation exercises, as well as feedback and evaluation.

Pengaruh Model Group Investigation Terhadap Kemampuan Menulis Resensi Buku pada Siswa Kelas XI SMK

Syahfitri, Indah
Abstract: The purpose of this research is to determine the effect of using the Group Investigation model on the ability to write book reviews at XIth Class of SMK Taman Siswa Suka Damai. The population in this study are all XIth class… lass students, totaling 127 students. The sample in this research is XIth class Accounting which are taken using a simple random sampling technique totaling 22 students. The data collection technique uses a performance test in writing a book review. Based on the research results, at the pretest the average score obtained was 66.1 and at the posttest 90.31. The significant value obtained is greater than ttable, namely tcount > ttable, namely 80.7>1.68 and 80.7>2.41. This proves that Ho is rejected and Ha is accepted, namely that there is a significant influence from the use of the Group Investigation model on the ability to write book reviews in class.

Pengaruh Three Step Interview pada Kemampuan Menulis Teks Laporan Hasil Observasi pada Siswa MA

Nasution, Muhammad Iqbal
Abstract: The aim of this study is to assess whether the application of the three-step interview method affects the ability to write observation report texts among 10th-grade students at Madrasah Aliyah Swasta Al-Washliyah Binjai… Serbangan. This research is an experimental study using a posttest-only design. The population consists of three 10th-grade classes, with two classes selected as samples: X IPA 1 and X Agama, chosen randomly using simple random sampling. The X Agama class was taught using the three-step interview method, while the X IPA 1 class served as the control group with conventional teaching methods. After the completion of the instruction, the post-test results showed an average score of 87.5 for the experimental class and 61.29 for the control class. The t-test results revealed a Thitung value of 79.15, exceeding the Ttabel value of 2.00, which means the null hypothesis (H0) can be rejected and the alternative hypothesis (Ha) accepted. This indicates that the three-step interview method has a significant effect on the ability to write observation report texts among 10th-grade students at Madrasah Aliyah Swasta Al-Washliyah Binjai Serbangan.