Abstract:Program Magang Kerja Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa Indonesia untuk menghadapi dunia kerja. Namun, proses pelaporan magang konvensional…
sional seringkali terkendala oleh masalah administratif yang rumit dan memakan waktu. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan, mengimplementasikan, dan mengevaluasi aplikasi "Live Report" sebagai solusi inovatif dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelaporan magang. Penelitian ini menggunakan metode campuran dengan survei, wawancara, observasi, dan analisis data untuk mengukur dampak aplikasi terhadap kualitas pelaporan, keterlibatan mahasiswa, dan kolaborasi antara perguruan tinggi dan perusahaan mitra. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan kualitas program MBKM dan menjadi model bagi pengembangan platform pelaporan magang lainnya di Indonesia.
Abstract:Kemajuan teknologi informasi telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk pengelolaan zakat. Penelitian ini mengusulkan pengembangan sistem pendukung keputusan untuk memilih calon mustahiq…
ustahiq zakat secara efektif dan adil di Masjid Nur-Hadi di kelurahan Dadimulyo, Lingkungan 2, Kisaran, Sumatera Utara, menggunakan metode SMART (Simple Multi Attribute Rating Technique) dan MOORA (Multi-Objective Optimization on The Basis of Ratio Analysis). Tahap penelitian melibatkan observasi, wawancara, dan studi pustaka. Lima kriteria digunakan dalam penelitian ini, termasuk pendapatan, jumlah tanggungan, tempat tinggal, kriteria khusus, dan kondisi kesehatan. Data mustahiq zakat fitrah tahun 2024 digunakan untuk analisis sebanyak 10 data. Hasil perankingan dari kedua metode tersebut kemudian dibandingkan dengan keputusan yang diambil oleh panitia zakat Masjid Nur-Hadi. Melalui metode SMART, sistem memberikan peringkat terbaik kepada alternatif yang paling sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Metode SMART menunjukkan potensi untuk digunakan sebagai alat bantu dalam pengambilan keputusan zakat yang lebih efisien dan adil.
Abstract:Penerapan teknologi Internet of Things (IoT) telah memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan efisiensi dan kenyamanan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk lingkungan kantor. Penelitian ini bertujuan untuk merancang…
erancang dan membangun sistem kontrol dan monitoring AC dan lampu berbasis IoT di kantor bagian tata pemerintahan dan kerjasama Kabupaten Bondowoso.
Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah metode Prototype, dimulai dari identifikasi masalah, desain cepat, perencanaan, pembangunan prototype, evaluasi pengguna. Komponen utama sistem meliputi sensor DHT11, relay untuk kontrol AC dan lampu, mikrokontroler ESP32, dan platform IoT untuk menghubungkan semua komponen.
Sistem ini memungkinkan pengguna untuk mengontrol dan memonitor kondisi lingkungan kantor secara real-time melalui aplikasi blynk atau web. Dengan adanya sensor suhu, pengguna memonitoring suhu ruangan dan relay untuk menyalakan lampu.
Implementasi sistem ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi energi dengan mengoptimalkan penggunaan AC dan lampu, serta memberikan kenyamanan bagi pengguna kantor. Selain itu, data yang terkumpul dari sistem ini dapat digunakan untuk analisis lebih lanjut dalam upaya meningkatkan efisiensi dan produktivitas kantor.
Abstract:Abstract: Sipaku Area Village currently has a population of 1963 family cards with a density of 7423 people divided into 8 hamlets. Villages can still register people who do not have an Indonesia Smart Card with the concerned…
erned office by recording the data on the people who have KPS, PKH or SKTM, to get the Indonesia Smart Card (KIP) program, because many people submit applications and there are many criteria that must be taken into account. faced by the Sipaku Area Village Head Office in determining the priority of potential KIP recipients is very difficult, not transparent and inefficient. Therefore, to overcome this problem, it is necessary to have a system for determining the priority of potential KIP recipients by adding some more basic criteria. In this study a decision support system was designed using the AHP (Analitycal Hierarchy Process) method. The results of calculations using the pairwise comparison matrix for the use of criteria show that the most important priority is shown in the status of an active applicant of 0.391, the second priority is the completeness of the files of 0.406, the third priority is the orphanage of 0.095, the fourth priority is parental income of 0.066, and the priority the fifth is a dependent of 0.041. Meanwhile, for alternative use, the data obtained is that the highest value weight determines the recipient of Smart Indonesia Card Assistance (KIP), namely Rizky Amelia Ritonga with a value of 0.171, the second alternative is Rangga Pranata with a value of 0.141 and the third alternative is Elva Radis with a value of 0.124.
Keywords: Smart Indonesian Card Recipients (KIP), AHP Method, PHP and MySQL.
Abstrak: Desa Sipaku Area yang sekarang ini mempunyai jumlah penduduk 1963 kartu keluarga dengan kepadatan 7423 jiwa yang terbagi dalam 8 Dusun. Desa tetap bisa mendaftarkan masyarakat yang tidak memiliki Kartu Indonesia Pintar ke Dinas yang bersangkutan dengan mendata masyarakatnya yang memiliki KPS, PKH atau SKTM, untuk mendapat program Kartu Indonesia Pintar (KIP), karena banyaknya masyarakat mengajukan permohonan dan banyak kriteria yang harus diperhitungkan, sehingga Kendala yang dihadapi oleh pihak Kantor Kepala Desa Sipaku Area dalam menentukan prioritas calon penerima KIP sangat sulit, tidak transparan dan tidak efesien. Oleh Karena itu, untuk mengatasi permasalahan tersebut perlu adanya sistem dalam menentukan prioritas calon penerima KIP dengan menambahkan beberapa kriteria yang lebih mendasar. Pada penelitian ini dirancang sistem pendukung keputusan menggunakan metode AHP (Analitycal Hierarchy Process). Hasil perhitungan menggunakan matrik perbandingan berpasangan untuk penggunaan kriteria menunjukkan bahwa prioritas yang paling utama ditunjukkan pada status Pemohon aktif sebesar 0.391, prioritas kedua yaitu Kelengkanpan Berkas sebesar 0.406, prioritas ketiga yaitu kondisi yatim piatu sebesar 0.095, prioritas keempat yaitu penghasilan orangtua sebesar 0.066, dan prioritas kelima yaitu tanggungan sebesar 0.041 Sedangkan untuk penggunaan alternatif diperoleh data yaitu bobot nilai paling tinggi menentukan Penerima Bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP) yaitu Rizky Amelia Ritonga dengan nilai 0.171, alternatif kedua Rangga Pranata dengan nilai 0.141 dan alternatif ketiga Elva Radis dengan nilai 0.124.
Kata kunci : Penerima Bantuan PIP, Metode AHP, PHP dan MySQL.