Abstract:Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang paling umum terjadi pada lansia dan menjadi penyebab utama komplikasi serius seperti stroke, gagal jantung, dan penyakit ginjal. Pendekatan non-farmakologis, seperti…
perti terapi relaksasi dengan metode Mindfulness Based Stress Reduction (MBSR), telah terbukti efektif dalam menurunkan tekanan darah dengan cara mengurangi stres dan meningkatkan kesadaran diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi relaksasi dengan metode MBSR terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif Pre-Test Post-Test desain. Sampel berjumlah 30 responden lansia yang dipilih secara purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 14 April – 03 Juni 2025. Intervensi dilakukan selama 2 bulan dengan 8 kali sesi pertemuan, yang meliputi meditasi kesadaran, latihan pernapasan, dan relaksasi. Pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan uji paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan signifikan pada tekanan darah sistol dengan p < 0,000 dan diastol dengan p < 0,011 sesudah intervensi. Rata-rata penurunan sistol sebesar 5,13 mmHg dan diastol sebesar 4,63 mmHg. Temuan ini menunjukkan bahwa terapi MBSR efektif dalam membantu lansia mengelola hipertensi melalui pengurangan stres dan peningkatan kesadaran diri.
Abstract:Latar Belakang: Hipertensi merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi tinggi dan menjadi faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Kondisi ini sering tanpa gejala (silent killer) sehingga memerlukan pendekatan…
an keperawatan komunitas melalui intervensi berfokus pada masyarakat untuk pengendalian yang efektif. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan gambaran implementasi keperawatan komunitas melalui edukasi kesehatan, senam hipertensi, dan pemberian jus tomat dalam pengendalian tekanan darah penderita hipertensi. Metode: Penelitian quasi experimental dengan rancangan one group pre-test post-test design yang diikuti 20 penderita hipertensi sesuai kriteria inklusi. Intervensi dilakukan 3 kali pertemuan (45 menit) meliputi edukasi kesehatan, senam hipertensi, dan pemberian jus tomat. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test menggunakan kuesioner pengetahuan dan pengukuran tekanan darah, dianalisis secara deskriptif. Hasil: Setelah dilakukan implementasi edukasi kesehatan, senam hipertensi, dan pemberian jus tomat menunjukkan peningkatan pengetahuan dari 10% menjadi 95% berkategori baik serta penurunan tekanan darah sistolik sebesar 20 mmHg dan diastolik sebesar 13 mmHg. Kesimpulan: Pelaksanaan edukasi kesehatan, senam hipertensi, dan pemberian jus tomat terbukti efektif menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi dan dapat diterapkan sebagai program kesehatan masyarakat.
Abstract:Latar Pendahuluan : Pengetahuan tentang kesehatan gigi sangatlah penting, terutama dalam hal menjaga kebersihan gigi. Dengan pengetahuan yang memadai, seseorang dapat memengaruhi sikap dan perilakunya dalam merawat kebersihan…
sihan mulut, selain itu Periode usia anak sekolah 6-12 tahun adalah salah satu kelompok yang rentan akan penyakit gigi dan mulut. Tujuan: Tujuan umum pada penelitian adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan kebersihan gigi dan mulut dengan perilaku menyikat gigi pada siswa kelas II dan III di Sekolah Dasar Negeri Cimone 8 Kota Tangerang. Metode : Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode cross sectional. Teknik Sampel: Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling. Jumlah Sampel: jumlah sampel sama dengan populasi karena dimana jumlah sampel 100 siswa-siswi sama dengan jumlah populasi dan semuanya dijadikan sampel penelitian. Analisis Data: Analisis data mengunakan uji Chi Square test. Hasil Penelitian: Didapatkan ada hubungan antara tingkat pengetahuan kebersihan gigi dengan perilaku menyikat gigi pada siswa kelas II dan III di Sekolah Dasar Negeri 8 Cimone Kota Tangerang, dengan nilai p=0,003 < 0,05.Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan anatar pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut terhadap perilaku menyikat gigi. Saran: Diharapkan pihak sekolah dapat bekerja sama dalam upaya pelayanan asuhan kesehatan gigi dengan Program Studi Kesehatan Gigi untuk memberikan promosi kesehatan gigi secara kontinyu sehingga siswa sekolah dasar dapat meningkatkan budaya tindakan pemeliharaan kesehatan gigi dengan benar.
Abstract:Ekstrak etanol bunga rosella (hibiscus sabdariffa L.) memiliki aktivitas antioksidan sebagai radikal bebas yang dapat meredam dengan penuaan dini sebagai anti aging maka perlu dibuat sediaan farmasi salah satunya topikal…
yang berupa gel. Sediaan gel dibuat dengan variasi konsentrasi Na.CMC untuk mengatahui pengaruh Na.CMC terhadap uji stabilitas sediaan gel ekstrak etanol bunga rosella. Stabilitas gel akan rusak jika sistem campurannya terganggu oleh perubahan suhu, komposisi yang berlebihan atau adanya penambahan salah satu fase secara berlebihan. Tujuan penelitian untuk mengatahui pengaruh variasi konsentrasi Na.CMC terhadap hasil evaluasi dan uji stabilitas sediaan gel ekstrak bunga rosella (hibiscus sabdariffa L) sebagai anti aging. Metode penelitian ini menggunakan rancangan pre eksperimental design yakni dengan one shot case study. Gel diformulasikan dengan variasi konsentrasi Na.CMC yaitu 2,5%, 5%, 7,5%. Uji stabilitas menggunakan metode cycling test meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, daya lekat, daya sebar, viskositas dan sineresis. Hasil penelitian menunjukkan variasi konsentrasi Na.CMC pada formulasi I 2,5%, formulasi II 5% dan formulasi III 7,5% sesuai dengan spesifikasi terhadap evaluasi yang dilakukan pada formulasi I, II dan III uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, sineresis dan viskositas formulasi III. Hasil statistik menunjukkan nilai kurang dari 0,05 yang berati terdapat perbedaan signifikan terhadap pH, viskositas, daya sebar, daya lekat terhadap variasi konsentrasi Na.CMC.Kesimpulan tidak terdapat pengaruh evaluasi organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, sineresis dan viskositas pada formulasi III sesuai dengan spesifikasi sedangkan pada statitisik stabilitas tidak stabil sebelum dan sesudah.
Abstract:Salah satu penyebab terjadinya stunting pada balita adalah kurangnya pendidikan dan dukungan dari orang tua dan kerabat sehingga menurunkan motivasi ibu dalam melakukan tindakan peningkatan kesehatan khususnya dalam pencegahan…
egahan stunting. Studi pendahuluan mengatakan orang tua tidak mengetahui tentang stunting. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara pengetahuan dan dukungan orang tua dan keluarga dengan anak stunting di Puskesmas Tinangkung Utara Kabupaten Banggai Kepulauan. Jenis peneliitian ini yaitu kuantitatiif denqan pendekatan crooss sectional menggunakan desain analitik. Populasi dalaam peneliitian ini yakni seluruh orang tua baliita sebayak 33 orang denqan menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengetahuan orang tua berhubungan dengan stunting pada anak dimana tinggkat signifiikansi 0,000 ≤ α = 0,05, Dukungan orang tua berhubunqan denqan stunting pada anak dimana tingkat signifiikansi 0,000 ≤ α = 0,05, Dukunqan keluarqa berhubunqan denqan stunting pada anak diimana tingkat signifiikansi 0,000 ≤ α = 0,05. Simpulan-nya yaitu ada hubunqan antara pengetahuan dan dukungan orang tua dan keluarga dengan anak stunting. Saran bagi Puskesmas Tinangkung Utara agar meningkatkan edukasi mengenai stunting agar meningkatkan pengetahuan dan dukungan keluarga dalam pencegahan stunting.
Abstract:Remaja sebagai golongan wanita subur sering mengalami premenstrual syndrome. Di Indonesia angka prevalensinya mencapai 85%, sekitar 60-70% dari premenstrual syndrome, yaitu remaja. Sebanyak 20-40% wanita usia subur mengalami…
lami beberapa gejala sindrom pramenstruasi (PMS) yang cukup parah sangat mengganggu kehidupan mereka. Kurangnya pengetahuan, pengalaman, informasi tentang wanita muda premenstrual syndrome dapat memperburuk gejala yang menimbulkan rasa takut atau kecemasan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya hubungan antara pengetahuan dan tingkat kecemasan dengan kejadian premenstrual syndrome pada remaja putri di SMKN 9 Kota Tangerang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional dengan sampel 179 siswi kelas X SMKN 9 Kota Tangerang. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan terhadap kejadian premenstrual syndrome dimana nilai p = 0,003, dan menunjukkan adanya hubungan antara tingkat kecemasan dengan kejadian premenstrual syndrome dimana nilai p = 0,000. Maka dapat disimpulkan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan tingkat kecemasan dengan kejadian premenstrual syndrome pada remaja putri di SMKN 9 Kota Tangerang. Bahwa semakin baik pengetahuan maka semakin rendah tingkat keparahan premenstrualnya, semakin rendah tingkat kecemasan semakin rendah tingkat keparahan premenstrualnya. Pihak sekolah diharapkan melakukan peinyuluhan deingan beikeirja sama pada pihak keiseihatan seipeirti puskeismas untuk meiningkatkan peingeitahuan reimaja putri dalam meingatasi keiceimasan preimeinstrual syndroimei.
Abstract:Remaja merupakan masa transisi dari kanak-kanak ke keadaan nyatanya, pada masa inilah pondasi kehidupan sehari-hari dibangun. Obesitas disebut sebagai asupan makanan yang tidak normal atau berlebihan yang dapat memicu penumpukan…
numpukan lemak serta dapat membahayakan kesehatan tubuh. Lebih dari 340 juta anak dan remaja berusia 5-19 tahun mengalami kelebihan berat badan atau obesitas pada tahun 2016. Di Indonesia 13,5% usia 18 tahun mengalami kelebihan berat badan dan 28,7% mengalami obesitas dengan IMT 25 dan 15,4% dengan IMT 27. Kurangnya pengetahuan, pengalaman, serta paparan informasi dapat menambah angka kejadian obesitas yang sudah ada. penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan remaja mengenai gizi seimbang dengan angka kejadian obesitas pada siswa SMKN 5 Kabupaten Tangerang. penegambilan sampel ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional dengan sampel 129 siswa kelas X SMKN 5 Kabupaten Tangerang. Hasil penelitian ini menunjukan adanya hubungan antara pengetahuan gizi seimbang dengan angka kejadian obesitas dimana nilai p = 0,000. Dari penelitian ini adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan gizi seimbang dengan angka kejadian obesitas di SMKN 5 Kabupaten Tangerang. Bahwa semakin baik pengetahuan maka semakin rendah pula angka kejadian obesitas.
Abstract:Background: Pulmonary tuberculosis (pulmonary TB) is a chronic infectious disease caused by the bacterium Mycobacterium tuberculosis. Mycobacterium tuberculosis is a bacterium that causes tuberculosis infection which is…
transmitted by droplet splashes and becomes a vector of transmission when a person interacts physically. Objective: This study aims to determine the relationship between the level of knowledge and motivation with adherence to taking anti-tuberculosis medication at An-Nisa Hospital Tangerang. Methods: This study used descriptive analytic quantitative research with a cross sectional approach. The sampling technique used was purposive sampling method, where this technique selected subjects in a population that matched the criteria as a sample, namely pulmonary TB patients who were undergoing initial and advanced treatment at An-Nisa Hospital, Tangerang, totaling 102 respondents. Data analysis was performed using the chi-square test. Results: The results of the respondent's data processing showed that the level of knowledge with adherence to taking anti-tuberculosis medication showed a significant relationship with value (p-value 0.021), and motivation with adherence to taking anti-tuberculosis medication showed a significant relationship with value (p-value 0.027 ). Conclusion: It can be concluded that there is a relationship between the level of knowledge and motivation with adherence to taking anti-tuberculosis medication in patients with pulmonary TB. Therefore, to reduce the occurrence of drug-resistant TB, efforts should be made to increase adherence to treatment in TB patients, either through the method of providing direct motivation or through counseling about pulmonary TB disease.
Abstract:Pendahuluan : Senam Ergonomik adalah tehnik senam untuk mengembalikan atau membetulkan sistem syaraf dan aliran darah, memaksimalkan supply oksigen ke otak, membuka sistem kecerdasan, sistem keringat, sistem pemanasan tubuh,…
buh, sistem pembakaran asam urat, kolesterol, gula darah, asam laktat, sistem pembuatan elektrolit atau ozon dalam tubuh. sehingga dapat dijadikan pengobatan non farmakologis pada pasien dengan hipertensi. Tujuan: Untuk mengetahui apakah terjadi penurunan tekanan darah sebelum dan sesudah dilakukan senam ergonomik. Metode penelitian : Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif quasi eksperimen dengan One Group Pre Test and Post Test design, yaitu mengungkapkan hubungan sebelum dan sesudah dengan cara melibatkan kelompok intervensi. Sampel pada penelitian ini sebanyak 21 orang. Cara pengambilan sampelnya menggunakan teknik random sampling yaitu simple random sampling. Analisis data : Analisis data penelitian ini menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji wilcoxon. Hasil Penelitian, hasil sistol pre test – post test dengan menggunakan uji wilcoxon nilai signifikansinya adalah 0,023 < 0,05 yang berarti Ha diterima. Sedangkan hasil diastol pretest-posttest adalah 0,025 < 0,05 yang berarti Ha diterima. Kesimpulan : Bahwa senam ergonomik dapat menurunkan tekanan darah pada responden di Puskesmas Panunggangan Tahun 2015. Hal ini dibuktikan dengan adanya perbedaan tekanan darah sebelum dan sesudah diberikan senam ergonomik. Saran : Senam ergonomik dapat menjadi salah satu terapi suportif non farmakologi untuk menurunkan tekanan darah. Dianjurkan bagi penelitian selanjutnya agar melakukan intervensi senam ergonomik dengan intensitas 4 kali dalam seminggu.
Abstract:Febrile seizures are a common emergency in children aged 6 months to 5 years and can cause significant anxiety in parents. Proper early management of febrile seizures largely depends on parent's knowledge as the primary…
caregivers. Inadequate knowledge may lead to inappropriate first aid measures that can worsen the child's condition. This research aims to identify the level of parent's knowledge regarding first aid management for children experiencing febrile seizures in Sei Mencirim. This study uses a descriptive design method with a cross-sectional approach. The population in this study are all parents who brought their children for treatment to the Sei Mencirim Community Health Center in the last three months, wiht a sample of 36 respondents taken using an accidental sampling technique. The research instrument is a questionnaire consisting of 25 questions. Data analysis was carried out univariately to describe the level of respondents' knowledge. The results of the study show that parental knowledge based on the management of febrile seizures, parents have a good level of knowledge of 55.6%. Based on the administration during seizures, parental knowledge is in the sufficient category of 38.9%. Based on the administration of medication from the hospital after the child is treated, parental knowledge is in the good category off 66.7%. Based on information about seizures, parental knowledge is in the good category of 75.0%. concluded that the level of parental knowledge about first aid for children experiencing febrile is in the good category of 80.5%.