Search Articles & Publications

Showing 1001 articles found for "Kurang"

Optimalisasi Pemanfaatan Canva Sebagai Desain Produk Promosi Usaha Mandiri SMK Karya Utama

Yuma, Febby Madonna, Fauziah, Rizky, Christy, Tika
Abstract: In today's rapidly developing digital era, there is a positive impact on business actors in running a business. In the context of marketing, promotion is one way to increase product or service sales which is usually done… through advertising or social media. The problem being faced by Karya Utama Vocational School teachers is the lack of knowledge in designing products. At present teachers design their products which are still very simple and unattractive, resulting in a lack of consumer interest in buying these products, the result is that sales are decreasing and profits are getting smaller. To increase the attractiveness and popularity of the products being marketed, it is necessary to use a design application such as Canva, which allows for the easy creation of promotional materials such as posters, flyers and social media posts. This community service activity aims to provide knowledge and understanding to Karya Utama Vocational School Teachers regarding the role of the Canva application in an effort to increase product sales by designing posters in the form of animated videos to promote their independent businesses through social media. The stages of this community service activity are starting with lectures and discussions and then practicing product design with the Canva application. The results of the activities using this application, it is hoped that the use of information technology can increase profits and expand market share in promoting independent teacher products through social media. Keyword : the canva application; teachers; product; promotion Abstrak : Dalam era digital yang berkembang pesat saat ini, terdapat dampak positif bagi pelaku usaha dalam menjalankan bisnis. Dalam konteks marketing, promosi salah satu untuk meningkatkan penjualan produk atau jasa yang biasanya dilakukan melalui iklan maupun media sosial. Permasalahan yang sedang dihadapi oleh Guru-guru SMK Karya Utama yaitu kurangnya pengetahun dalam mendesain produk. Saat ini guru-guru mendesain produknya masih sangat sederhana sekali dan kurang menarik, sehingga mengakibatkan kurangya ketertarikan konsumen dalam membeli produk tersebut, akibatnya adalah penjualan semakin menurun dan keuntungan semakin sedikit. Untuk meningkatkan daya tarik dan popularitas produk yang dipasarkan, diperlukan penggunaan aplikasi desain seperti Canva, yang memungkinkan pembuatan materi promosi seperti poster, pamflet, dan postingan media sosial dengan mudah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada Guru-Guru SMK Karya Utama mengenai peran aplikasi canva dalam  upaya meningkatkan penjualan produk dengan cara mendesain poster dalam bentuk video animasi  untuk mempromosikan usaha mandiri mereka melalui media sosial. Tahapan kegiatan pengabdian ini yaitu dimulai dari ceramah serta diskusi dan selanjutnya dilakuakn praktek desain produk denan aplikasi canva.  Hasil dari kegiatan penggunaan aplikasi ini, diharapkan dengan adanya pemanfaatan teknologi informasi dapat meningkatkan keuntungan dan memperluas pangsa pasar dalam mempromosikan produk usaha mandiri guru-guru melalui media sosial. Kata Kunci : aplikasi canva; guru-guru; produk; promosi.  

Sosialisasi Pembuatan Bahan Ajar Digital Berbasis Pendidikan Karakter Bagi Guru Di Daerah 3T

Syahfitri, Jayanti, Muntahanah, Muntahanah, Darmi, Titi
Abstract: Character education is one of the mental revolution efforts made to instill character in students. Teachers play an important role in producing generations of noble character and morality, including elementary school teachers.… chers. Instilling character from an early age is expected to be able to strengthen the foundation in building the nation. The process of cultivating character must be adapted to the stages of student development and the times, so that integrating it into interactive teaching materials will be preferred by students, students can more easily understand the material and have skills that are balanced between science and technology and IMTAQ. To realize this, teachers are required to be able to integrate it into PBM such as teaching materials. However, the facts on the ground show that teachers in partner schools do not really understand the context of character building and apply it to teaching materials. The purpose of this activity is to increase teacher knowledge and skills in designing and integrating character education in digital teaching materials. This service activity is carried out through lecture methods, outreach, training, and discussions involving approximately 17 elementary school teachers. The results of the activity show that in general the teacher already knows the concept of character education, examples of assistive applications in making teaching materials and teachers have been able to design and integrate character education into teaching materials in accordance with the subjects being taught which are then ready to be made into digital teaching materials            Keywords: socialization; digital teaching materials; character education  Abstrak: Pendidikan karakter merupakan salah satu upaya revolusi mental yang dilakukan   untuk menanamkan karakter pada siswa. Guru memegang peranan penting dalam menghasilkan generasi yang berkarakter dan berakhlak mulia, tidak terkecuali guru SD. Penanaman karakter sejak usia dini diharapkan mampu memperkuat pondasi dalam membangun bangsa. Proses   penanaman karakter harus disesuaikan dengan tahap perkembangan siswa dan perkembangan zaman, sehingga mengintegrasikannya ke dalam bahan ajar interaktif akan lebih disukai siswa, siswa lebih mudah memahami materi dan memiliki keterampilan yang seimbang antara IPTEK dan IMTAQ. Untuk mewujudkan hal ini guru dituntut mampu mengintergasikannya ke dalam PBM seperti bahan ajar. Namun, fakta dilapangan menunjukkan bahwa guru-guru di sekolah mitra belum terlalu memahami konteks pendidikan karakter serta menerapkannya ke dalam bahan ajar. Tujuan kegiatan ini yaitu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru dalam mendesain serta mengintegrasikan pendidikan karakter dalam bahan ajar digital. Kegiatan pengabdian ini dilakukan melalui metode ceramah, sosialisasi, pelatihan, dan diskusi dengan melibatkan lebih kurang 17 orang guru SD. Adapun hasil kegiatan menunjukkan secara garis besar guru sudah mengetahui konsep pendidikan karakter, contoh aplikasi bantu dalam membuat bahan ajar dan guru telah mampu mendesain serta mengintegrasikan pendidikan karakter ke dalam bahan ajar sesuai dengan mata pelajaran yang diampu yang kemudian siap untuk dibuat ke dalam bahan ajar digital. Kata kunci: sosialisasi; bahan ajar digital; pendidikan karakter

Pelatihan Untuk Meningkatkan Maharah Kalam Melalui Model Pembelajaran Snowball Throwing Di MTS Islamic Centre Medan Sumatera Utara

Ritonga, Nur'ainun, Nur, Samsiah, Haq, Samsul
Abstract: Abstract: This community service program aimed to improve the speaking skill (Maharah kalam) of students at Madrasah Tsanawiyah Hifzil Qur’an Islamic Centre Medan. The reason of selecting the school was the lack of students’… f students’ ability to apply vocabularies (mufradat) in form of sentences (jumlah) based on the direct survey to students at the first preliminary research. Therefore, this training was focused to improve the speaking skill (maharah) of the students through Snowball Throwing model by utilizing the origami papers. The method of conducting the training was mix methods (intiqodiiyya) namely combination of speech delivery method or lecturing (ilqoiyyah) and direct method (mubasyarah). The program was carried out within one day and was followed by 27 female students. Some steps were done at implementing this program comprising opening, core agenda, evaluaton, giving reward and closing. The results showed that students’ ability increase very well where they could express simple sentence (jumlah) with related given materials and were actively practicing Arabic orally in front of the classroom by turn. Keywords; Speaking skill, Model of snowball throwing, utilizing the media, origami paper.   Abstrak: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara (Maharah Kalam) siswa Madrasah Tsanawiyah Hifzil Qur’an  Islamic Centre Medan. Alasan dipilihnya Madrasah ini adalah karena kurangnya kemampuan siswa dalam menerapkan kosa kata (Mufrodat) dalam bentuk kalimat (Jumlah), hal tersebut diperoleh dari hasil survey berbicara langsung dengan siswa pada kunjungan awal, oleh sebab itu pelatihan ini difokuskan untuk peningkatan kemampuan maharah kalam siswa melalui melalui Model Snowball Throwing dengan pemamnfaatan media kertas origami. Adapun metode yang digunakan adalah metode Campuran  (Intiqoiyyah) yaitu gabungan antara metode  Ceramah (Ilqoiyyah)  dan metode Langsung (Mubasyarah). Kegiatan ini dilaksanakan satu hari dan  diikuti oleh 27 siswi. Beberapa tahapan yang dilakukan dalam kegiatan ini yaitu,  pembukaan, kegiatan inti, evaluasi, pemberian reward dan penutup . Adapun hasil yang diperoleh dari kegiatan ini yaitu  adanya peningkatan kemampuan siswa, hal ini dibuktikan dengan kemampuan mereka dalam mengungkapkan kalimat (Jumlah) sederhana terkait materi yang disampaikan serta keaktifan mereka dalam praktek berbicara bahasa arab di depan kelas secara bergantian. Kata Kunci: maharah kalam; model snowball throwing; pemanfaatan media;  kertas origami

Pengelolaan Keuangan Berdasarkan SAK UMKM Bagi Pelaku UMKM di Kabupaten Asahan

Rohminatin, Rohminatin, Saputra, Endra, Putri, Pristiyanilicia
Abstract: UMKM is a productive business owned by a person or business entity that meets the criteria as a micro business, small business and medium business.which is the basis for determining the type of business seen from the average… rage business income in a year and based on the net worth of the business. In running a business, finance is the most important thing for entrepreneurs, but there are still many UMKM that do not understand business financial management. Lack of understanding in managing financial management results in problems of uncontrolled capital used and income generated. Often personal finances are mixed up with business finances, of course this will be fatal if the entrepreneur cannot know how much money has been spent and used and how much profit is actually obtained from these business activities. PkM activities are carried out using the Community Education Method, namely carrying out percentage activities on how to manage good financial management. From these activities Partners can understand how to manage business finances in accordance with financial accounting standards, especially SAK EMKM standards. Keywords: finance; management; umkm Abstrak:UMKM merupakan usaha produktif yang dimiliki seseorang atau badan usaha yang memenuhi kriteria sebagai usaha mikro, usaha kecil dan usaha menengah. Yang menjadi dasar penentuan jenis usaha dilihat dari rata-rata pendapatan usaha tersebut dalam setahun serta berdasarkan kekayaan bersih usaha tersebut. Dalam menjalankan usaha keuangan merupakan hal terpenting bagi pengusaha, namun masih banyak UMKM belum memahami pengelolaan keuangan usaha. Kurang fahamnya dalam pengelolaan manajemen keuangan mengakibatkan permasalahan tidak terkontrolnya modal yang digunakan serta pendapatan yang dihasilkan. Sering kali keuangan pribadi bercampurbaur dengan keuangan usaha, tentu hal ini akan menjadi fatal apabila pengusaha tidak dapat mengetahui berapabesar dana yang sudah dikeluarkan dan yang digunakan serta berapa besar sebenarnya keuntungan yang diperoleh dari  kegiatan usaha tersebut. Kegiatan PkM dilakukan dengan Metode Pendidikan Masyarakat yaitu melakukan kegiatan persentase  tentang bagaimana mengelola manajemen keuangan yang baik. Dari kegiatantersebut Mitra dapat memahami bagaiman mengelola keuangan usaha yang sesuai dengan standar akuntansi keuangan terkhusus standar SAK EMKM (Standar Akuntasi Keuangan dan  Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah). Kata kunci: keuangan; pengelolan; umkm

Pelatihan Desain Kemasan Produk Menggunakan Aplikasi Canva Pada UMKM KUBE (Kuliner Usaha Bersama) Asahan

Ramdhan, William, Yusda, Riki Andri, Nurwati, Nurwati
Abstract: Abstrak: Kemasan produk yang unik mampu memberikan pengaruh minat terhadap konsumen. Hal ini dikarenakan kemasan produk merupakan hal pertama yang dilihat oleh konsumen sebelum mereka membeli produk para pelaku usaha. Sehingga… hingga desain kemasan produk ini seharusnya dapat menjadi perhatian lebih bagi para pelaku usaha/UMKM agar mereka semakin kreatif dan inovatif dalam membuat kemasan produk mereka agar lebih menarik perhatian konsumen. KUBE Asahan merupakan UMKM yang bergerak pada sektor kuliner. Permasalahan yang di hadapi oleh KUBE Asahan sulitnya mendesain kemasaran produk dalam meningkatkan citra produk dimata konsumen. Saat ini desain kemasan produk masih sangat sederhana sehingga kurang menarik yang memberikan dampak turunnya minta beli dikarenakan keragu-raguan konsumen dalam membeli produk yang tidak memiliki desain kemasan produk yang memberikan informasi produk. Desain grafis penerapan teknologi pada sektor ekonomi dan pemasaran, dimana desain grafis diterapkan guna membrandingkan suatu produk sehingga memberikan informasi secara visual sebagai upaya pemasaran untuk mencapai tujuan salah satunya dengan menggunakan software desain grafis salah satunya Canva. Aplikasi Canva yang merupakan aplikasi yang dapat diakses secara online dan gratis untuk membuat desain grafis untuk berbagai keperluan serta juga dapat digunakan untuk mengubah foto dan membuat ikon produk dengan banyak pilihan gambar dan template desain yang menarik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pelaku UMKM yakni KUBE Asahan tentang pentingnya desain kemasan produk karena kemasan produk yang merupakan suatu peluang dalam memberikan pengaruh penting serta mempertahankan atau meningkatkan penjualan sehingga produk yang ditawarkan guna meningkat nilai tambah produknya. Kata kunci: KUBE Asahan, Canva, Desain, Kemasan Produk

Pelatihan Manajemen Kualitas Pada UKM Sabila Handcraft

Wibowo, Sadiq Ardo, Ilmi, Nurul, R.G, Dinda Okta Dwiyanti, Asmarawati, S.T., M.T., Citra Indah
Abstract: Abstract: Competition in today's business world is getting tighter, thus causing increasing competition among business actors in today's very open market era. Whether it's a company that produces the final product or service.… vice. The pandemic has forced many people to increase their creativity so that the businesses they create can survive and become a support for the economy. Activities and efforts undertaken must be able to have a high selling value and have the creativity to attract the attention of consumers. Sabila Handcraft is a handcraft UKM that sells handcrafted products. It is known that there are still many obstacles that occur in the production process, including rejected products that must be repaired such as wrong designs and wrong cuts, rejects when distributing goods to consumers caused by negligence in the delivery process (items stacked, products not working), as well as PO (Purchase Order) which is quite long takes almost 1 week from the order made. These rejects were caused by errors from operators who were not careful in designing and lack of quality management training for workers at UKM Sabila Handcraft. Through this training, it is hoped that it will have a positive impact, especially improving performance in the Sabila Handcraft UKM so that it can increase the output of the products produced and increase customer satisfaction. Keywords: quality; hancraft; UKM    Abstrak: Persaingan di dunia bisnis saat ini semakin ketat, sehingga menyebabkan semakin meningkatnya persaingan para pelaku usaha di era pasar yang sangat terbuka saat ini. Baik itu perusahaan yang menghasilkan hasil akhir produk ataupun jasa. Pandemi membuat banyak orang untuk meningkatkan kreativitas agar usaha yang dibuat tetap bisa bertahan dan menjadi penyokong ekonomi. Kegiatan dan usaha yang dilakukan harus bisa memiliki nilai jual yang tinggi dan memiliki kreativitas untuk menarik perhatian konsumen. Sabila Handcraft adalah salah satu UKM handcraft yang menjual produk-produk kreasi pekerjaan tangan. Diketahui masih banyak kendala yang terjadi pada proses produksinya, diantara produk reject yang harus diperbaiki seperti salah desain dan salah potong, reject pada saat pendistribusian barang ke konsumen yang disebabkan karena kelalaian dalam proses pengiriman (barang ditumpuk, produk tidak berfungsi), serta PO (Purchase Order) yang cukup lama membutuhkan waktu hampir 1 minggu dari pemesanan yang dilakukan. Berbagai reject ini disebabkan karena kesalahan dari operator yang kurang teliti dalam mendesain serta kurang adanya pelatihan tentang manajemen kualitas kepada para pekerja di UKM Sabila Handcraft. Untuk itu perlu pelatihan mengenai manajemen kualitas pada UKM Sabila Handcraft untuk mengelola dan memastikan kualitas produk, layanan, atau proses bisnis secara efektif. Melalui pelatihan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif khususnya memperbaiki kinerja di UKM Sabila Handcraft sehingga dapat meningkatkan output dari produk yang dihasilkan serta meningkatkan kepuasan pelanggan. Kata kunci: kualitas; handcrft; UKM

Gemar Konsumsi Makanan Sumber Serat (GEMAS) Pada Remaja di SMA Santo Bellarminus, Bekasi

Cahya, Aloysius Prima, Nugrohojati, Mateus Bagas
Abstract: Abstract: Community service activities are carried out to increase awareness of adolescents to consume fiber source foods. These activities include: understanding fiber, the benefits of fiber for the body, types of fiber… source foods, fiber source food groups (water-soluble and water-insoluble fiber), causes if rarely consume fiber source foods, and recommendations for consumption of fiber source foods in a day. The method is carried out in counseling. Starting with filling out the attendance list, filling out the pre-test, then being given nutritional education interventions about fiber using PowerPoint media, a 15-minute question and answer session, and closing with a post-test. Monitoring and evaluation are carried out 1 week after online counseling via Whatsapp call. It is hoped that students will keep in mind the material that has been delivered and apply it in their daily lives. The results of the assessment of knowledge about fiber-source foods in adolescents before being given counseling were 25% (good category), 65.6% (sufficient category), and 9.4% (less category). Meanwhile, the percentage of knowledge about fiber-source foods after counseling was 65.6% (good category), 31.3% (sufficient category), and 3.1% (less category). The results showed a change in knowledge in respondents before and after being given counseling about fiber source foods. The level of knowledge in adolescents influences the behavior and attitudes of adolescents in choosing the type of food to be consumed.        Keywords: fiber; adolescents; fiber-source foods   Abstrak: Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan guna meningkatkan kesadaran remaja untuk mengonsumsi makanan sumber serat. Kegiatan tersebut meliputi: pengertian serat, manfaat serat untuk tubuh, jenis makanan sumber serat, kelompok makanan sumber serat (serat larut dalam air dan tidak larut dalam air), penyebab jika jarang konsumsi makanan sumber serat dan anjuran konsumsi makanan sumber serat dalam sehari. Metode yang dilakukan yaitu penyuluhan. Diawali dengan pengisian daftar hadir, mengisi pre-test, kemudian diberikan intervensi edukasi gizi mengenai serat menggunakan media power point, sesi tanya jawab selama 15 menit dan ditutup dengan post-test. Monitoring dan evaluasi dilaksanakan 1 minggu setelah penyuluhan secara online melalui Whatsapp call. Diharapkan siswa/i tetap mengingat materi yang telah disampaikan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Hasil penilaian pengetahuan tentang makanan sumber serat pada remaja sebelum diberikan penyuluhan yaitu sebesar 25% (kategori baik), 65.6% (kategori cukup) dan 9.4% (kategori kurang). Sedangkan persentase pengetahuan tentang makanan sumber serat setelah diberikan penyuluhan yaitu sebesar 65.6% (kategori baik), 31.3% (kategori cukup) dan 3.1% (kategori kurang). Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat perubahan pengetahuan pada responden sebelum dan setelah diberikan penyuluhan tentang makanan sumber serat. Tingkat pengetahuan pada remaja memiliki pengaruh terhadap perilaku dan sikap remaja dalam memilih jenis makanan yang akan dikonsumsi. Kata kunci: serat; remaja; makanan sumber serat

Pembelajaran Penggunaan Microsoft Office Yang Baik Dan Terorganisir

Joosten, Joosten, Caroline, Caroline, Elly, Elly
Abstract: Abstract: One of the IT applications utilized by the community is Microsoft Office. This application helps various parties in supporting the learning process in schools and is used by various parties for office work needs… s in processing words, numbers and presentations. Understanding and mastering this application is a basic ability that must be owned by every individual in the present. As is the case with students at SMA Letjen Haryono MT while studying at school. However, the use of Office has not been maximized by them. They were only introduced to Microsoft Office applications but did not understand how to use them. Therefore, students need to be equipped with additional learning that focuses on using Microsoft Office as a medium to assist student learning and also prepares students to take advantage of this application in the future. The features available in Microsoft Word, Microsoft Excel, and Microsoft Power Point are also less known by students. Departing from this, it is necessary to equip students with learning about Microsoft Office applications. Learning activities provide a range of 77% through questionnaires filled out by students which means that the training provided provides good knowledge benefits to the 28 students who take part in the training. The target planned by the implementation team was achieved where students were assisted in understanding and learning to use Microsoft Word, Microsoft Excel and Microsoft Power Point applications.            Keywords: education; information technology; microsoft office   Abstrak: Salah satu penerapan TI yang dimanfaatkan oleh masyarakat adalah Microsoft Office. Aplikasi ini membantu berbagai pihak dalam mendukung proses pembelajaran di sekolah serta dimanfaatkan berbagai pihak untuk kebutuhan pekerjaan kantoran dalam pengolahan kata, angka serta presentasi. Pemahaman dan penguasaan aplikasi ini merupakan kemampuan dasar yang wajib dimiliki oleh tiap individu di masa sekarang. Seperti halnya dengan murid-murid di SMA Letjen Haryono MT selama belajar di sekolah. Tetapi, penggunaan Office belum dimaksimalkan oleh mereka. Mereka hanya diperkenalkan aplikasi Microsoft Office tetapi kurang memahami cara penggunaannya. Oleh karena itu, maka murid perlu dibekali dengan pembelajaran tambahan yang berfokus pada penggunaan Microsoft Office sebagai media untuk membantu pembelajaran murid dan juga mempersiapkan murid manfaatkan aplikasi ini di masa mendatang. Fitur-fitur yang tersedia di Microsoft Word, Microsoft Excel, dan Microsoft Power Point juga kurang diketahui oleh murid-murid. Berangkat dari hal tersebut, maka perlu melengkapi murid dengan pembelajaran akan aplikasi Microsoft Office. Kegiatan pembelajaran memberikan nilai range 77% lewat kuesioner yang diisi murid yang berarti pelatihan yang diberikan memberikan manfaat pengetahuan yang baik kepada 28 murid yang mengikuti pelatihan. Target yang direncanakan tim pelaksana tercapai di mana murid-murid terbantu dalam memahami dan mempelajari penggunaan aplikasi Microsoft Word, Microsoft Excel, dan Microsoft Power Point. Kata kunci: pendidikan; teknologi informasi; microsoft office

Strategi Pengembangan Dan Peningkatan Literasi Numerasi Dari Sudut Negeri Di SD Negeri 016406

Maha Putra, Guntur, Kurnia, Melni, Ardianty Harahap, Nur Rizky, Novianti, Devi, Sitorus, Agustina
Abstract: Abstract: Campus teaching activities are motivated by various sectors, one of which is to prepare Indonesian student competencies to face social, cultural, work and technological advances / rapid times, as well as to improve… rove the quality of education for the better. The problems found with partners are focused on the lack of adaptation of technology in management and the learning process in the classroom. The stages/methods of carrying out activities include starting with pre-assignment, assignment to post-assignment. Based on the results of the implementation of activities aimed at increasing students' literacy and numeracy that have been carried out for approximately 5 months, this third campus teaching program received a positive response from the principal, school committee, teacher council, students and guardians of SD Negeri 016406 Gonting Malaha. This is evidenced from the initial acceptance of the campus teaching team which was greeted with pleasure by school stakeholders and the enthusiasm of students in participating in each lesson. Class teachers are also greatly helped by having campus students teach in managing classes and assisting in the use of learning technology. Not only in the learning sector, schools are also greatly helped by the existence of campus students teaching in organizing and managing school administration in the form of reactivating previously abandoned school libraries, compiling correspondence archives and implementing routine gymnastics programs every morning which has not been done before. The results obtained in the technology adaptation of the students also introduced teachers and students directly to the use of information technology and learning resources that are useful in the development and improvement of student literacy and numeracy, for example the use of YouTube and other learning resources. Keywords: campus teaching; administration; technology; literacy; numeration   Abstrak: Kegiatan kampus mengajar salah satunya adalah untuk menyiapkan kompetensi mahasiswa indonesia menghadapi perubahan sosial, budaya, dunia kerja dan kemajuan teknologi / zaman yang pesat, serta guna untuk meningkatkan mutu pendidikan menjadi lebih baik (Khotimah et al., 2021). Permasalahan yang ditemukan  pada mitra dititikberatkan pada kurangnya adaptasi teknologi dalam manajemen maupun proses pembelajaran di kelas. Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan literasi dan numerasi siswa yang telah dilakukan selama kurang lebih 5 bulan, program kampus mengajar angkatan 3 ini mendapatkan respon positif baik dari kepala sekolah, komite sekolah, dewan guru, siswa serta wali murid SD Negeri 016406 Gonting Malaha. Hal ini dibuktikan dari awal penerimaan tim kampus mengajar yang disambut dengan rasa senang oleh stakeholder sekolah dan antusiasme siswa dalam mengikuti setiap pembelajaran. Tahapan/metode pelaksanaan kegiatan diantaranya diawali dengan pra-penugasan, penugasan sampai dengan pasca penugasan. Guru kelas juga sangat terbantu dengan adanya mahasiswa kampus mengajar dalam mengelola kelas dan membantu pendampingan dalam penggunaan teknologi pembelajaran. Tidak hanya pada sektor pembelajaran, sekolah juga sangat terbantu dengan adanya mahasiswa kampus mengajar dalam menata dan mengelola administrasi sekolah berupa pengaktifan kembali perpustakaan sekolah yang terbengkalai sebelumnya, penyusunan arsip surat menyurat dan program pelaksanaan senam rutin setiap pagi yang belum ada dilakukan sebelumnya. Hasil yang diperoleh dalam adaptasi teknologi para mahasiswa juga memperkenalkan kepada guru maupun siswa secara langsung mengenai pemanfaatan teknologi informasi maupun sumber-sumber pembelajaran yang berguna dalam pengembangan dan peningkatan literasi serta numerasi siswa misalnya penggunaan youtube maupun sumber belajar lainnya. Kata kunci: kampus mengajar; administrasi; teknologi; literasi; numerasi  

Pencegahan Stunting Melalui Pengoptimalan Kearifan Lokal Tanaman Bergizi Tinggi Dan Pijat Tui Na

Wijayatri, Ratna, Wahyuningtyas, Eka Sakti, Afifah, Riza Nur, Fitria, Tisa, Fasya, Saniya Puspa, Hartati, Kurnia Uji, Ermawati, Ermawati
Abstract: Abstract: Barongan Hamlet is part of Donorojo Village, Tegalrejo District, Magelang Regency. In October 2022, Barongan Hamlet is in the top position for the number of stunting cases in the Donorojo Village area. The number&#8230; er of cases of stunting was recorded in 8 children out of 15 children aged < 5 years. In addition, there were 2 pregnant women, one of whom was detected as having KEK (chronic energy deficiency), so that they have the potential to give birth to stunted babies. One of the factors causing stunting is the lack of knowledge about nutrition during pregnancy and toddlerhood. Seeing the potential and natural resources of the Barongan area which is a rural area, the PPMT Team has a program to optimize the potential for local wisdom of family medicinal plants (toga), especially highly nutritious plants and baby/toddler massage. This activity was carried out using educational methods for cadres, youth, pregnant women and mothers of toddlers in Barongan Hamlet about risk factors, causal factors, prevention and management of stunting in the community. PPMT Team will train cadres, pregnant women and mothers of toddlers in utilizing highly nutritious plants that are easily found in the surrounding environment and doing Tui Na massage for toddlers. This activity is expected to support the resolution of stunting cases and prevent the emergence of new stunting cases. The results of the education and training activities carried out are an increase in knowledge about stunting, an increase in skills in empowering highly nutritious plants as a menu variation for toddlers, and skills in practicing Tui Na massage for toddlers. Keywords: Stunting; Toga; Tui Na massage Abstrak: Dusun Barongan merupakan bagian dari Desa Donorojo, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang. Pada Oktober 2022, Dusun Barongan berada pada posisi teratas jumlah kasus stunting di wilayah Desa Donorojo. Jumlah kasus stunting tercatat 8 anak dari 15 anak usia < 5 tahun. Selain itu, terdapat 2 ibu hamil yang salah satunya terdeteksi mengalami KEK (kekurangan energi kronis), sehingga berpotensi melahirkan bayi stunting. Salah satu faktor penyebab stunting adalah kurangnya pengetahuan tentang pemenuhan nutrisi di masa kehamilan dan masa balita. Melihat potensi dan sumber daya alam wilayah Barongan yang merupakan wilayah pedesaan, Tim PPMT memiliki program untuk mengoptimalkan potensi kearifan lokal tanaman obat keluarga (toga) khususnya tanaman bergizi tinggi serta pijat bayi/balita. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode edukasi bagi kader, remaja, serta ibu hamil dan ibu balita di Dusun Barongan tentang faktor risiko, faktor penyebab, upaya pencegahan dan tatalaksana stunting di masyarakat. Kemudian, Tim PPMT akan melatih kader, ibu hamil dan ibu  balita di Dusun Barongan dalam mendayagunakan tanaman bergizi tinggi yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar dan melakukan pijat Tui Na untuk balita. Hasil dari kegiatan edukasi dan pelatihan yang dilaksanakan adalah peningkatan pengetahuan tentang stunting, dan mendukung penuntasan kasus stunting, pencegahan munculnya kasus stunting yang baru peningkatan ketrampilan dalam pemberdayaan tanaman bergizi tinggi sebagai variasi menu bagi balita dan ketrampilan melakukan pijat Tui Na untuk balita. Kata kunci: Pijat Tui Na; Stunting; Toga