Search Articles & Publications

Showing 1001 articles found for "Kurang"

Peningkatan Kompetensi Keselamatan dan Kesehatan Kerja Tukang Bangunan Kelurahan Sadeng Dengan Pendekatan Partisipatif

Nana Patria, Agustinus Sungsang, Dewi, Kemmala, Krisdiyanto, Aris, Lombardoaji Sidiq, Alif, Almoris Baene, Master, Fajrotul Bahiroh, Inna
Abstract: Sadeng Village, Gunungpati, is still facing challenges in implementing Occupational Safety and Health (K3) among builders. Lack of understanding and awareness of the importance of K3 causes risky work practices and has the… he potential to cause work accidents. This Community Service Program (PPM) aims to increase the competency of builders in implementing K3 principles. The method used is an integrated and participatory approach, including outreach and direct visits to projects and laboratories. The results of activities show increased compliance with K3 principles. It is hoped that this program can be the first step to building a safe and healthy work culture among builders in Sadeng Village, as well as encouraging sustainable implementation of K3 in the future. Keywords: Occupational Safety and Health; K3; Construction Workers; Laboratory; Community Service   Abstrak: Kelurahan Sadeng, Gunungpati, masih menghadapi tantangan dalam penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di kalangan tukang bangunan. Kurangnya pemahaman dan kesadaran tentang pentingnya K3 menyebabkan praktik kerja yang berisiko dan berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja. Program Pengabdian pada Masyarakat (PPM) ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi tukang bangunan dalam menerapkan prinsip-prinsip K3. Metode yang digunakan adalah pendekatan terpadu dan partisipatif, meliputi sosialisasi dan kunjungan langsung ke proyek dan laboratorium. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip K3. Diharapkan, program ini dapat menjadi langkah awal untuk membangun budaya kerja yang aman dan sehat di kalangan tukang bangunan di Kelurahan Sadeng, serta mendorong penerapan K3 yang berkelanjutan di masa mendatang. Kata kunci: Keselamatan dan Kesehatan Kerja; K3; Pekerja Konstruksi; Laboratorium; Pengabdian Masyarakat

Catering Digital Dalam Upaya Peningkatan UMKM Warung Wawa Kota Kisaran

Dalimunthe, Ruri Ashari, Dahriansah, Dahriansah, Saputra, Endra, Kurniawan, Bagas, Novrijal, Aditya
Abstract: The increase in prices of basic commodities has caused many business actors, especially MSMEs in the culinary sector, to decide to stop their businesses. The increase in the price of rice, the main staple in the culinary… business, is one of the contributing factors. Several MSME entrepreneurs in the culinary sector have canceled plans to continue their business because of the high prices of basic commodities which are not commensurate with their income. Not to mention that the application of digital technology in marketing a business is very rarely implemented. Many MSME activists, especially in urban areas, have not implemented website or application technology to promote their businesses. So their business is less popular and does not rule out the possibility of a lack of buyers. Warung Wawa's culinary business is an MSME activist in the city, especially the culinary catering business, which has quite a lot of experience in running its business. Partner problems, including the lack of application and use of technology in running the business, are just one of the impacts of the lack of interest in the Wawa stall catering business. The methods applied include identifying problems with partners and then providing solutions in implementing the website. Next, hold outreach to partners in implementing the website and implementing the system that has been created. Next, evaluate the system. The aim of community service in applying information technology in creating a website will be to make it easier and provide detailed & real-time information, making it easier for Wawa stall partners to run a digital catering business. Keywords: website; UMKM; warung wawa   Abstrak: Kenaikan harga bahan pokok telah menyebabkan banyak pelaku usaha terutama UMKM sektor kuliner memutuskan untuk menghentikan usaha mereka. Kenaikan harga beras bahan pokok utama dalam bisnis kuliner menjadi salah satu faktor penyebabnya. Beberapa pengusaha UMKM bidang kuliner membatalkan rencana untuk melanjutkan usaha mereka karena tingginya harga bahan pokok yang tidak sebanding dengan pendapatan mereka. Belum lagi penerapan teknologi digital dalam memasarkan sebuah usaha sangatlah jarang diterapkan. Banyak pegiat UMKM khususnya dikota kisaran belum menerapkan teknologi website ataupun aplikasi dalam mempromosikan usahanya. Sehingga usaha mereka kurang populer dan tak menutup kemungkinan sepi pembeli. Usaha kuliner warung wawa merupakan pegiat UMKM dikota kisaran khususnya usaha catering kuliner yang sudah cukup banyak merasakan pengalaman dalam menjalankan usahanya. Permasalahan mitra diantaranya kurangnya penerapan dan pemanfaatan teknologi dalam menjalankan usahanya merupakan salah satu dampak sepinya peminat usaha catering warung wawa. Metode yang diterapkan diantaranya mengidentifikasi permasalahan pada mitra kemudian memberikan solusi dalam penerapan website. Selanjutnya mengadakan soialisasi terhadap mitra dalam penerapan website dan implementasi system yang telah dibuat. Selanjutnya evaluasi terhadap system. Tujuan dalam pengabdian kepada masyarakat dalam penerapan teknologi informasi dalam pembuatan website nantinya dapat mempermudah dan memberikan informasi secara detail dan realtime sehingga mempermudah mitra warung wawa dalam menjalankan usaha catering digital. Kata kunci: website; UMKM; warung wawa

Optimalisasi Desain Tata Letak Ruang Perpustakaan OPPM Pondok Modern Darussalam Gontor Untuk Kemudahan Akses Buku Santri

Al Manaanu, Yusuf, Nasution, Saipul, Abdurrahman, Abdurrahman, Annafi Almaarif, Mohammad Abdul Hafidz, Hakim, Muhammad Luthfi, Hanan, Kazhim Zatil
Abstract: Optimizing the library space at OPPM Pondok Modern Darussalam Gontor aims to improve the book layout, classification system, and space design initiatives to increase the efficiency of borrowing books for students. The problems… oblems faced include sloppy book layout, an ineffective classification system, and a lack of design initiative from library administrators. The implementation method uses a Participatory Action Research (PAR) approach, which involves several stages of socializing the layout design to administrators, implementing a new classification system, writing books according to classification, and creating Standard Operating Procedures (SOP) for daily, weekly and monthly activities. Familiarization provides an understanding of ergonomic design principles, while a new classification system and book fireplace make it easier to find and return books. Creating SOPs ensures consistent and efficient implementation. The results of this method show significant improvements in library management and user experience, with students finding it easier to access and borrow books and library administrators carrying out their duties in a more structured manner. Keywords: optimization; libraries; layout design   Abstrak: Optimalisasi ruang perpustakaan di OPPM Pondok Modern Darussalam Gontor bertujuan untuk memperbaiki tata letak buku, sistem klasifikasi, dan inisiatif desain ruang untuk meningkatkan efisiensi peminjaman buku bagi siswa. Permasalahan yang dihadapi antara lain tata letak buku yang tidak rapi, sistem klasifikasi yang tidak efektif, dan kurangnya inisiatif desain dari pengelola perpustakaan. Metode pelaksanaannya menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang meliputi beberapa tahapan yaitu sosialisasi desain tata ruang kepada pengelola, penerapan sistem klasifikasi baru, penulisan buku sesuai klasifikasi, dan pembuatan Standard Operating Procedure (SOP) harian, mingguan dan kegiatan bulanan. Pembiasaan memberikan pemahaman tentang prinsip-prinsip desain ergonomis, sementara sistem klasifikasi baru dan perapian buku memudahkan pencarian dan pengembalian buku. Membuat SOP memastikan implementasi yang konsisten dan efisien. Hasil dari metode ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pengelolaan perpustakaan dan pengalaman pengguna, siswa menjadi lebih mudah mengakses dan meminjam buku serta pengelola perpustakaan menjalankan tugasnya secara lebih terstruktur. Kata kunci: optimalisasi; perpustakaan, desain tata letak

Integrasi Teknologi Untuk Pendidikan Inklusi di SLB Negeri Jombang Pembuatan Kamus Digital Kiratu

Ma'arif, Iin Baroroh, Nur, Luluk Choirun Nisak, Umardiyah, Fitri Umardiyah
Abstract: Based on the results of the situation analysis in partner schools, it was found that the problems experienced by partners were a lack of innovation in classroom learning and a lack of resources that mastered technology in… n learning. This community service activity aims to provide understanding and improve the skills of Jombang State SLB teachers in creating interesting and innovative learning media by integrating technology into learning. The learning media that will be produced is a digital dictionary for deaf students (KIRATU). This activity takes the form of socialization and training. The methods used are classical and individual methods. This PKM activity was said to be successful because the media product produced was very suitable for implementation in the classroom after being tested in the field and received a positive response and appreciation from the teachers. Teachers' understanding and skills also increased after participating in this activity. Keywords: digital dictionary; inclusive students; KIRATU; technology   Abstrak: Berdasarkan hasil analisis situasi di sekolah mitra, ditemukan bahwa permasalahan yang dialami mitra yaitu kurangnya inovasi dalam pembelajaran dikelas serta kurangnya sumber daya yang menguasai teknologi dalam pembelajaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman serta meningkatkan keterampilan para guru SLB Negeri Jombang dalam membuat media pembelajaran yang menarik serta inovatif dengan mengintegrasikan teknologi kedalam pembelajaran. Media pembelajaran yang akan dihasilkan berupa kamus digital untuk siswa tuna rungu (KIRATU). Kegiatan ini berupa sosialisasi dan pelatihan. Metode yang digunakan yaitu metode klasikal dan individual. Kegiatan PKM ini dikatakan berhasil karena produk media yang dihasilkan sangat layak untuk di implementasikan di kelassetelah dilakukan ujicoba dilapangan serta mendapat respon positif dan apresiasi dari para guru. Pemahaman serta ketrampilan guru juga meningkat setelah mengikuti kegiatan ini. Kata kunci: kamus digital; siswa inklusi; KIRATU; teknologi

Pelatihan Penguatan Kapasitas Masyarakat Menuju Desa Tangguh Bencana Di Desa Rembitan

Ibrahim, Ibrahim, Pratama, Inka Nusamuda, Zitri, Ilham
Abstract: The main problem in partner locations is the lack of community awareness in responding to disasters; residents do not yet understand the risks and impacts of natural disasters and preventive measures that can be taken to… reduce losses. This lack of knowledge makes the community unprepared and slow to respond to emergencies, ultimately increasing their safety and well-being risk. The training includes counselling sessions, workshops, and disaster simulations. Each session is designed to provide an in-depth understanding of the types of disasters, mitigation techniques, evacuation, and first aid steps. The results of this training showed a significant increase in the preparedness and response of the Rembitan Village community to emergencies. The post-disaster simulation evaluation also showed an increase in the participants' practical abilities in dealing with disasters. This program strengthens social structures and solidarity between residents and creates a model that can be applied in other villages with similar disaster risks. With ongoing support, Rembitan Village is expected to become a successful example of building community resilience to disasters, ultimately improving its residents' welfare and security.   Keywords: capacity; strengthening; mitigation; disaster resilient     Abstrak: Masalah utama yang terjadi ditempat mitra yaitu kurangnya kesadaran masyarakat dalam menyikapi bencana, selain itu warga belum memahami risiko dan dampak dari bencana alam, dan langkah-langkah pencegahan yang dapat diambil untuk mengurangi kerugian. Kurangnya pengetahuan ini membuat masyarakat tidak siap dan lambat dalam merespons situasi darurat, yang pada akhirnya meningkatkan risiko terhadap keselamatan dan kesejahteraan mereka. Pelatihan mencakup sesi penyuluhan, workshop, dan simulasi bencana. Setiap sesi dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai jenis-jenis bencana, teknik mitigasi, serta langkah-langkah evakuasi dan pertolongan pertama. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan peningkatan signifikan dan respons masyarakat Desa Rembitan terhadap situasi darurat. Kegiatan pelatihan di Desa Rembitan menunjukkan peningkatan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana. Masyarakat kini lebih memahami risiko bencana dan langkah mitigasi yang perlu diambil, Selain itu, mereka telah mempraktikkan simulasi bencana yang meningkatkan kemampuan mereka merespons situasi darurat.   Kata kunci: kapasitas; penguatan; mitigasi; tangguh bencana    

Peningkatan Kapasitas Masyarakat Desa Melalui Program Pelatihan Pemetaan Menggunakan Teknologi Drone Di Kecamatan Pemali

Fitriansyah, Hadi, Zulkia, Dwi Rizka, Setiawan, Fahri, Hartati, Lasmi, Syarani, Desti, Tamami, Khoirul, Cahyani, Dwi Rizky, Caesar, Muhammad Yusuf
Abstract: The lack of ability to operate advanced mapping technology such as drones creates limitations for village communities in Pemali District, resulting in low community participation and contribution in the planning and management… gement process of village areas. In fact, active community participation is very important to ensure that every development program is in accordance with local needs and conditions to achieve regional development planning as stated in the 2020-2024 RPJMN. For this reason, it is necessary to use drone technology to provide solutions by providing fast and accurate spatial data, as well as improving the technical skills of village communities in mapping and managing areas. Through drone training, it is hoped that village communities can be more independent and actively participate in development planning, as well as opening up new opportunities in the field of technology that can improve their welfare and quality of life. Meanwhile, the method used in community service is in accordance with POAC or Planning, Organizing, Actuating, Controlling. From all the activities and evaluations that have been carried out, the results and conclusions obtained are that training and outreach on the use of drones through community service is considered effective and useful in developing community capabilities and increasing insight into the Pemali sub-district. Keywords: community service; drone; pemali district   Abstrak: Kurangnya kemampuan untuk mengoperasikan teknologi pemetaan canggih seperti drone membuat Keterbatasan Masyarakat desa di Kecamatan Pemali ini menyebabkan rendahnya partisipasi dan kontribusi masyarakat dalam proses perencanaan dan pengelolaan wilayah desa. Padahal, partisipasi aktif masyarakat sangat penting untuk memastikan bahwa setiap program pembangunan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi local untuk mencapai perencanaan pembangunan kawasan seperti yang tertera pada RPJMN 2020-2024. Untuk itu perlu peran penggunaan teknologi drone dapat memberikan solusi dengan menyediakan data spasial yang cepat dan akurat, serta meningkatkan keterampilan teknis masyarakat desa dalam pemetaan dan pengelolaan wilayah. Melalui pelatihan drone, masyarakat desa diharapkan dapat lebih mandiri dan berpartisipasi aktif dalam perencanaan pembangunan, serta membuka peluang baru dalam bidang teknologi yang dapat meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup mereka. Adapun, untuk metode yang digunakan dalam pengabdian masayarakat ini sendiri sesuai dengan POAC atau Planning, Organizing, Actuating, Controlling. Dari keseluruhan kegiatan dan evaluasi yang telah dilakukan, diperoleh hasil dan kesimpulan bahwa pelatihan serta sosialisasi penggunaan drone melalui pengabdian masayarakat ini diniai efektif dan bermanfaat dalam mengembangkan kemampuan masyarakat dan menambah wawasan pada kecamatan pemali. Kata kunci: drone; pengabdian masyarakat; pemali

Upaya Pencegahan Stunting Melalui Kegiatan Penyuluhan Di Desa Raharja Kecamatan Purwaharja

Afiani, Ardita, Siti Maharani, Irma
Abstract: A stunted child has stunted growth due to sustained malnutrition. One of the causes of stunting is the lack of mapping and access to information about healthy lifestyles that support children's growth. This community service… vice activity aims to increase community understanding about stunting prevention. This community service was carried out by the ten-person KKN team of Universitas Pendidikan Indonesia in Raharja Village, Purwaharja District, Banjar City. Community service activities in Raharja Village include several stages, namely the planning, preparation, implementation and evaluation stages. The targets of this activity were mothers of infants and toddlers and pregnant women in Raharja Village. The result of this activity was that participants gained a better understanding of the selection of food intake that can help prevent and overcome stunting. Keywords: prevention; stunting; counseling    Abstrak: Seorang anak dengan stunting memiliki pertumbuhan yang terhambat akibat kekurangan gizi yang berkelanjutan. Salah satu penyebab stunting adalah kurangnya pengetahuan dan akses informasi tentang pola hidup sehat yang mendukung pertumbuhan anak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pencegahan stunting. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan oleh tim KKN Universitas Pendidikan Indonesia yang berjumlah sepuluh orang di Desa Raharja, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar. Kegiatan pengabdian di Desa Raharja meliputi beberapa tahapan yaitu tahap perencanaan, persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Sasaran kegiatan ini adalah para ibu dari bayi dan balita serta ibu hamil di Desa Raharja. Hasil dari kegiatan ini adalah peserta mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai pemilihan asupan makanan yang dapat membantu mencegah dan mengatasi stunting. Kata kunci: pencegahan; stunting; penyuluhan

Penyuluhan Narkoba Bagi Generasi Muda Milenial di Desa Teluk Kayu Putih

Hendra, Jhony, Sartika, Diza, Subhanadri, Subhanadri, Wahyu, Muhammad, Satar, Abdul, Liani, Helfi, Zulkifli, Zulkifli
Abstract: Abstract: Drugs are a physical and mental health problem that has an impact on anxiety disorders, social behavior disorders, depression, lowers consciousness, disrupts quality of life and even causes death. The partner's… problem is the lack of education for the young millennial generation in Teluk Kayu Putih Village regarding drug abuse. This service takes place in Teluk Kayu Putih Village, VII Koto District, Tebo Regency, Jambi Province. The aim of this outreach is to increase public awareness about the dangers of drug abuse for the young millennial generation. The material is presented through lecture and discussion methods with the help of power point slides and an LCD projector. The results of the outreach show that the generation of millennial youth in Teluk Kayu Putih Village is aware of the dangers and consequences of drug abuse. Keywords: drugs; millennial young generation     Abstrak: Narkoba merupakan masalah kesehatan fisik dan mental yang berdampak terhadap gangguan kecemasan, gangguan prilaku sosial, depresi, menurunkan kesadaran, mengganggu kualitas hidup bahkan sampai menyebabkan kematian. Permasalah mitra yaitu kurangnya edukasi kepada generasi muda milenial di Desa Teluk Kayu Putih terhadap penyalahgunaan narkoba. Pengabdian ini bertempat di Desa Teluk Kayu Putih, Kecamatan VII Koto, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi. Tujuan penyuluhan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya penyalahgunaan narkoba bagi generasi muda milenial. Materi disampaikan melalui metode ceramah dan diskusi dengan bantuan slide power point dan proyektor LCD. Hasil penyuluhan menunjukkan bahwa generasi pemuda milenial Desa Teluk Kayu Putih menyadari bahaya dan konsekuensi penyalahgunaan narkoba.   Kata kunci: penyalahgunaan narkoba; generasi muda milenial  

Sosialisasi Strategi Pemasaran pada Produk Olahan Jeruk Nipis dalam Upaya Meningkatkan Harga Jual di Desa Bolo Kec. Ujungpangkah Kab. Gresik

Salim, Muhammad Nur Fahmi, Rolianah, Wiwik Saidatur, Widjaja, Muhammad Yusuf Aria
Abstract: Ketika hasil panen berlimpah, permasalahan yang timbul adalah kurangnya pengetahuan dan keahlian pengolahan jeruk nipis. Pengabdian kepada masyarakat ini betujuan untuk pengembangan desa dalam upaya meningkatkan harga jual… al jeruk nipis adalah dengan cara memberikan penyuluhan dan sosialisasi kepada ibu-ibu kader PKK yang ada di Desa Bolo Kec. Ujungpangkah Kab. Gresik mengenai taktik pemasaran yang lebih efektif. Rencana pemasaran dapat mengidentifikasi langkah-langkah pengganti yang paling membantu masyarakat mencapai tujuannya. SERUNI ialah minuman berbahan dasar jeruk nipis yang diolah menjadi sebuah produk yang dapat dipasarkan. D perkirakan bahwa rencana pemasaran yang lebih baik akan memungkinkan jeruk nipis dijual dengan harga lebih banyak yang terdapat di Desa Bolo.

Pemberdayaan Masyarakat Untuk Mewujudkan SDGS Pendidikan Desa Berkualitas Melalui Smart Desa Literasi Air Genting

Syofra, Anil Hakim, Ahmad, Naimah, Oktari, Tri, Azhari, Nadila
Abstract: This village is famous as Kampung Pancasila Village. However, the problem in this village is the low level of awareness about how important education is in the future. This is because parents have busy activities all day… long and when they get home they are tired, causing them to pay less attention to their children, so they sometimes ask their children to work together to earn additional income for the family. So to solve this problem, the PPK ORMAWA UNA service team provides knowledge and information services on non-formal learning based on community needs in the form of books and non-books in literacy corners, equipped with information technology devices, providing information services from sources. access to information to the public related to 6 basic literacies. The methods used in community service activities are conducting initial surveys, identifying regional potential and problems, analyzing community needs, forming programs with the community, determining target audiences, formulating indicators of program success, implementing programs, socializing and publishing them to the community, providing library materials and corners. literacy and providing non-formal education service facilities. The results of this activity resulted in 9 literacy corners in Air Genting Village which developed non-formal learning based on community needs and the operation of literacy corners with different programs and management. Keywords: reading corner, literacy, Air Genting   Abstrak: Desa ini terkenal dengan Desa Kampung Pancasila. Namun yang menjadi permasalahan di Desa ini adalah rendahnya tingkat kesadaran tentang betapa pentingnya pendidikan di masa depan. Hal ini disebabkan karena padatnya aktivitas orang tua sehari penuh dan setiba di rumah sudah kelelahan membuat kurangnya perhatian terhadap anaknya sehingga terkadang meminta anaknya untuk bekerja bersama mencari penghasilan tambahan keluarga. Maka untuk  menyelesaikan permasalahan tersebut, Tim pengabdi PPK Ormawa UNA menyediakan layanan pengetahuan serta informasi pada pembelajaran non-formal berbasis kebutuhan masyarakat berbentuk buku ataupun non- buku yang ada di pojok- pojok literasi, yang dilengkapi dengan perangkat  teknologi informasi, menyediakan layanan informasi dari sumber akses informasi kepada masyarakat yang berkaitan dengan 6 literasi dasar. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian masyarakat adalah melakukan survei awal, mengidentifikasi potensi daerah dan masalah, menganalisis kebutuhan masyarakat, pembentukan program bersama masyarakat, menetapkan khalayak sasaran, merumuskan indikator keberhasilan program, melaksanakan program, mensosialisasikan dan mempublikasi kepada masyarakat, menyediakan bahan pustaka dan pojok literasi dan mengadakan perlengkapan fasilitas layanan pendidikan non-formal. Hasil dari kegiatan ini menghasilkan 9 pojok literasi di Desa Air Genting yang mengembangkan pembelajaran non-formal berbasis kebutuhan masyarakat serta beroperasinya pojok-pojok literasi dengan program dan kepengurusan yang berbeda-beda. Kata Kunci: Pojok Baca, Literasi, Air Genting