Search Articles & Publications

Showing 472 articles found for "Regency"

Pelatihan Destinasi Wisata Bersih Melalui Teknologi Media Digital Dalam Menun-jang Pariwisata Desa Cipta Karya

Yuliana, Yuliana, Siahaan, Shanti Veronica Br, Benny, Petrus
Abstract: Abstract: Cipta Karya Village is located in Bengkayang Regency, a small village that has interesting natural attractions for tourist visits. But there is still minimal awareness of visitors who are responsible for waste.… Therefore, a community service program was held to manage waste into new goods so as to produce products to increase the economy of rural communities by utilizing digital media technology as a means of tourism promotion. This service aims to provide clean tourism education through waste management programs into new goods, counseling about (content) upgrades, and social media accounts as well as technical training in compiling promotional content based on digital media technology. The method of community service activities applied Socialization and discussion, training and mentoring, and evaluation, through evaluation aims to see the process of training activities in the long term by looking at the number of partner group participants when managing tourism. The results obtained in this service are increasing the insight of the village community about the use of waste in new goods. Visitors' concern for the tourist destinations visited and the use of digital media, namely the creation of clean tourism content to be published on the YouTube channel.      Keywords: digital media; net travel; tourist

Pelatihan Pengelolaan Dan Pelayanan Pada Homestay Di Desa Tanjung Jaya Pandeglang

Djunaid, Ika Suryono, Sofiani, Sofiani, Rosanto, Stephanie, Soeprapto, Vishnuvardhana S, Natalia, Dessy
Abstract: Abstract: Tanjung Jaya Village is an educational tourism village located in the Tanjung Lesung destination, Pandeglang Regency, Indonesia. Tanjung Jaya Village, surrounded by beautiful beaches and hills, is the choice of… a fun and relaxed tourist village for both domestic and foreign tourists. However, the people of Tanjung Jaya Village do not yet understand the basics of hospitality and tourism in implementing homestays. The purpose of this community service activity is to provide an understanding of Basic Knowledge related to the development of Community Based Tourism-based Tourism Villages in homestay management and Homestay Management and Service Systems. The method used here is in the form of training, while the stages start from preparation, implementation, and evaluation in the form of feedback from participants. The results of the questionnaire from the Educative category (Useful Community Service Activities and answering Participants' needs) averaged 81%, Objective (Material delivered according to conditions and problems faced by participants) averaged 86% Accountable (Material delivered clearly and understandable by the participants) the average is 82%, Transparent (Participants are actively involved in the implementation of activities) the average is 87%.   Keywords: Homestay, Training, Tanjung Jaya   Abstrak: Desa Tanjung Jaya merupakan salah satu desa wisata edukasi yang terletak di destinasi Tanjung Lesung, Kabupaten Pandeglang, Indonesia. Desa Tanjung Jaya, dikelilingi oleh pantai dan perbukitan yang indah, merupakan pilihan desa wisata yang menyenangkan dan santai bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Namun masyarakat Desa Tanjung Jaya belum memahaminya dasar-dasar hospitality dan pariwisata dalam pelaksanaan homestay. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan pemahaman Pengetahuan Dasar terkait pengembangan Desa Wisata berbasis Community Based Tourism dalam pengelolaan homestay dan Sistem Pelayanan dan Manajemen Homestay. Metode yang digunakan disini adalah dalam bentuk pelatihan, adapaun tahapannya dimulai dari persiapan, pelaksanaan, evaluasi berupa uman balik dari peserta. Hasil kuesioner dari katagori Edukatif (Kegiatan Abdimas bermanfaat dan menjawab kebutuhan Peserta) rata-rata adalah sebesar 81% , Objektif (Materi yang disampaikan sesuai dengan kondisi dan masalah yang dihadapi peserta) rata-rata adalah sebesar 86% Akuntabel (Materi disampaikan dengan jelas dan dapat dipahami oleh peserta) sebesar  rata-rata adalah sebesar 82%, Transparan (Peserta dilibatkan secara aktif dalam pelaksanaan kegiatan) rata-rata adalah sebesar 87%.   Kata kunci: Homestay, Pelatihan, Tanjung Jaya

Promosi Wisata Berbasis Kearifan Lokal Melalui Penggunaan Media Sosial Bagi Pelaku UMKM

Rettobjaan, Vitalia Fina Carla, Yudha, Anak Agung Ngurah Bagus Arista, Bendesa, I Komang Gde, Wirajaya, Made Karma Maha, Savitri, Ni Luh Putu Ayu, Agustina, Febyola
Abstract: Badung Regency is one of the districts that has quite a lot of tourist areas and also business activities ranging from hotels, trade to MSMEs. Currently, technology and information develop and spread rapidly. Many people,… , from parents to young people, have the opportunity to use digital media to promote tourism and MSME businesses. The aim of this activity is to increase people's ability to use digital media to promote tourism and improve their business by using social media. This activity was held at the Sangeh Village Perbekel Office, Badung Regency. This community service activity is aimed at the Krama Desa Adat, Yowana, and Pakis in Sangaeh Village, Badung Regency, which consists of 105 people. Counseling is provided through the method of activities carried out. The result is a society that is able to use social media well and wisely; they can use social media to show the various potentials of their traditional villages. Keywords: business; promotion; social media.

Pengolahan Limbah Ampas Tahu Menjadi Kerupuk Aneka Rasa Di Kelurahan Poco Mal

fausta, kurniati pangdadernes, Payong, Polikarpus, Jandu, Inosensius H, Ndiwa, Febronia Cristina Yunita, Saomi, Dwi Kurnia
Abstract: Abstract: Tofu is one of the daily foods of Indonesian people. The tofu industry itself has been found quite a lot in the Manggarai Regency area, but the remaining tofu dregs are not processed further and are only used as… s animal feed. Referring to the various studies that have been carried out, it is emphasized that tofu dregs can be processed as raw materials for processed various foods, one of which is tofu dregs crackers. Processing tofu dregs into crackers is one of the innovations made without reducing the nutritional value in tofu dregs. Tofu waste processing activities are carried out in Poco Mal Village, Langke Rembong District, Manggarai Regency. The methods of implementing the activities implemented are implementation methods, business management, tofu dregs processing techniques, and marketing strategies. Each activity method applied will be evaluated through discussion activities with members and if any obstacles are found, the team will quickly address the existing obstacles. This method becomes an organized processing system with a business management approach. The results of this activity have a positive impact in the form of new innovations in the management of tofu waste into crackers. The innovations provided are in the form of spicy, original, and fried onions. The sales target for tofu dregs crackers will be gradually increased and for this stage, business activities are focused on increasing sales each time it is produced. Kata kunci: pulp; processing; tofu   Abstrak: Tahu merupakan salah satu makanan sehari-hari masyarakat Indonesia. Industri tahu sendiri sudah cukup banyak di temui di daerah Kabupaten Manggarai namun sisa ampas tahu tidak diolah lebih lanjut dan hanya dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Mengacu dari berbagai penelitian yang sudah dilakukan mempertegaskan bahwa ampas tahu dapat diolah sebagai bahan baku olahan aneka makanan, salah satunya ialah kerupuk ampas tahu. Pengolahan ampas tahu menjadi kerupuk merupakan salah satu inovasi yang dibuat tanpa mengurangi nilai gizi yang ada dalam ampas tahu. Kegiatan pengolahan ampas tahu dilaksanakan di Kelurahan Poco Mal Kecamatan Langke Rembong Kabupaten Manggarai. Metode pelaksanaan kegiatan yang diterapkan berupa metode pelaksanaan, manajemen usaha, teknik pengolahan ampas tahu, dan strategi pemasaran. Setiap metode kegiatan yang diterapkan akan dievaluasi melalui kegiatan diskusi bersama anggota dan jika ditemukan adanya kendala maka tim secara cepat menyikapi kendala yang ada. Metode ini menjadi suatu sistem pengolahan yang terorganisir dengan pendekatan manajemen usaha. Hasil kegiatan ini memberi dampak positif berupa adanya inovasi baru terhadap pengelolaan limbah ampas tahu menjadi kerupuk. Inovasi yang diberikan berupa pemberian rasa pedas, original,dan bawang goreng. Target penjualan kerupuk ampas tahu akan ditingkatkan secara bertahap dan untuk tahap ini kegiatan usaha difokuskan pada peningkatan penjualan setiap kali produksi. Kata kunci: ampas; pengolahan; tahu

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Optimalisasi Produk Unggulan Daerah Di Kelurahan Selatpanjang Timur

Zamaya, Yelly, Eriyati, Eriyati, Taryono, Taryono, Misdawita, Misdawita, Pramana, Angga, Mayentri C.P, Reza
Abstract: Abstract: Community empowerment can be interpreted as an efficient process that is carried out so that it can change certain communities for the better in the future with the competencies and abilities they have. This service… rvice was carried out in the East Selatpanjang Village, which is located in Tebing Tinggi District, Meranti Islands Regency. The East Selatpanjang Village has various MSMEs engaged in developing regional potentials made from sago, which is a typical plant of peatlands. This service activity was carried out at one of the MSMEs, namely Gerai Seroja. Community service activities were carried out by a team of lecturers and the East Selatpanjang Kukerta team in collaboration with the Kelurahan and the community to provide benefits through promotional activities for the area's superior products. The method used in this service is a qualitative method using the Rapid Rural Appraisal (RRA) technique with assistance from the village administration and the local community.  Keywords: empowerment; potency; villager; optimization     Abstrak: Pemberdayaan masyarakat dapat diartikan sebagai proses berdayaguna yang dilakukan sehingga dapat mengubah masyarakat tertentu menjadi lebih baik kedepannya dengan kompetensi serta kemampuan yang dimilikinya. Pengabdian ini dilakukan di Kelurahan Selatpanjang Timur yang berlokasi pada Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti. Kelurahan Selatpanjang Timur memiliki berbagai UMKM yang bergerak untuk mengembangkan potensi daerah yang berbahan dasar sagu yang merupakan tanaman khas lahan gambut. Kegiatan pengabdian ini dilakukan pada salah satu UMKM yaitu Gerai Seroja. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan oleh tim dosen dan tim Kukerta Selatpanjang Timur yang bekerjasama dengan pihak Kelurahan serta masyarakat memberikan kemanfaatan dalam kegiatan promosi produk unggulan daerah tersebut. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan teknik Rapid Rural Appraisal (RRA) dengan adanya bantuan dari pihak kelurahan dan masyarakat setempat.   Kata Kunci: masyarakat; optimalisasi; pemberdayaan; potensi

Pengembangan Web Profile Untuk Organisasi Koperasi Wanita Pengusaha Indo-nesia (KOWAPI) Cabang Bengkayang

P, Noviyanti, Thomas, Santi, Arianto, Fra Siskus Dian
Abstract: Abstract: KOWAPI is an organization dedicated to Indonesian Women Entrepreneurs. KOWAPI itself is an abbreviation of the Indonesian Women Entrepreneurs Cooperative. KOWAPI is under the auspices of INKOWAPI (Parent Cooperative… ative of Indonesian Women Entrepreneurs). INKOWAPI members consist of PUSKOWAPI and KOWAPI. KOWAPI itself has spread in various regions, including Bengkayang Regency. The Bengkayang branch of the KOWAPI organization is new and its management was only inaugurated in July 2021 for the management period from 2021-2026. Because the Bengkayang branch of KOWAPI organizations is still new, there are still many who do not know what the activities and vision, and mission of this organization are. Based on the existing problems, the Bengkayang branch of the KOWAPI organization is deemed necessary to have a web profile that accommodates the organization, both history, vision, and mission, and what activities exist in the organization. This web profile management will be made using CMS WordPress. CMS WordPress is a platform that is quite easy to implement, especially for ordinary people. With this web profile, it can help the KOWAPI organization to be better known and there will be more opportunities for the community, especially women entrepreneurs, to be able to join the organization.           Keywords: inkowapi; kowapi organization; web profile; wordpress;  Abstrak: KOWAPI merupakan organisasi yang diperuntukkan bagi Wanita Pengusaha Indo-nesia. KOWAPI sendiri merupakan singkatan dari Koperasi Wanita Pengusaha Indonesia. KOWAPI dinaungi oleh INKOWAPI (Induk Koperasi Wanita Pengusaha Indonesia). Anggota INKOWAPI terdiri dari PUSKOWAPI dan KOWAPI. KOWAPI sendiri telah tersebar diberbagai daerah, diantaranya adalah Kabupaten Bengkayang. Organisasi KOWAPI cabang Bengkayang termasuk baru dan kepengurusannya baru dilantik pada Juli 2021 untuk periode kepengurusan dari 2021-2026. Karena organisasi KOWAPI cabang Bengkayang ini masih baru maka masih banyak yang belum mengetahui apa saja kegiatan dan visi misi dari organisasi ini. Berdasarkan permasalahan yang ada, organisasi KOWAPI cabang Bengkayang ini dirasa perlu untuk memiliki web profil yang menampung tentang organisasi tersebut, baik sejarah, visi misi, dan kegiatan apa saja yang ada pada organisasi tersebut. Pengelolaan web profil ini akan dibuat dengan menggunakan CMS Wordpress. CMS Wordpress merupakan sebuah platform yang cukup mudah untuk diimplementasikan terutama bagi masyarakat awam. Dengan ada web profil ini maka dapat membantu organisasi KOWAPI agar lebih dikenal dan semakin banyak pula kesempatan bagi masyarakat khususnya para pengusaha wanita untuk dapat bergabung dalam organisasi tersebut. Kata kunci: inkowapi; organisasi kowapi; web profil; wordpress

Pengoptimalan Lahan Pekarangan Sebagai Upaya Ketahanan Pangan Pada Kawasan Rumah Pangan Lestari

Dessyarti, Robby Sandhi, Apriyanti, Apriyanti, Asmike, Metik, Lestari, Novi Dwi, Choirunisa, Risma
Abstract: Abstract: Klangon Village is a hilly area which is located on the slopes of Mount Pan-dan and is in the Madiun Regency area which is one of the partner villages of Universitas PGRI Madiun. Klangon Village has an organization… tion in the field of agriculture, namely the “Karya Putri Tani” farmer group. The organization received funding aimed at the development of a sustainable food housing area (KRPL) but it was not yet optimal and running smoothly. The existence of these problems became the basis for conducting yard optimization activities for food security in the area of sustainable food houses. The methods used in the activities include mentoring and training in the form of demonstrations. Hope in this program can meet the needs, food security, and nutrition of the family which will ultimately improve the welfare of the community. The results achieved in the program are that the target group can implement a sustainable food home area in the form of "Green House Klangon" as an educational tool.       Keywords: optimization; accompaniment; krpl programme Abstrak: Desa Klangon merupakan daerah perbukitan yang letaknya di lereng Gunung Pandan serta berada di wilayah Kabupaten Madiun dimana menjadi salah satu desa mitra Universitas PGRI Madiun. Desa Klangon memiliki organisasi dibidang pertanian yaitu kelompok tani “Karya Putri Tani”. Organisasi tersebut memperoleh pendanaan yang ditujukan untuk pembangunan kawasan rumah pangan lestari (KRPL) namun belum optimal dan berjalan lancar. Adanya permasalahan tersebut menjadi dasar diadakan kegiatan pengoptimalan lahan pekarangan sebagai upaya ketahanan pangan pada kawasan rumah pangan lestari. Metode yang digunakan dalam kegiatan mencakup pendampingan dan pelatihan berupa demontrasi. Harapan dalam program ini dapat memenuhi kebutuhan, ketahanan pangan dan gizi keluarga yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hasil yang dicapai dalam program yaitu kelompok sasaran dapat mengimplementasikan kawasan rumah pangan lestari dengan wujud “Green House Klangon” sebagai sarana edukatif. Kata kunci: optimalisasi; pendampingan; program krpl

Upaya Pencegahan Stunting Di Desa Sukorejo Melalui Pemberdayaan Dan Edukasi Kepada Kader Posyandu

Handayani, Estrin, Saumaningrum, Melda Handayani, Ulya, Nia Afifatul Handayani, Arunita, Aziza Vira Handayani, Oktavia, Finna Sela Handayani, Fadhilah, Vita Handayani
Abstract: The high incidence of stunting is of concern to the government. Some of the causes of stunting are the lack of intake that is absorbed by the body from still in the womb until after birth, lack of access to health services,… es, and lack of access to clean water and sanitation. Therefore, it is necessary to prevent stunting by improving diet, parenting, and sanitation. With the problem of stunting cases being still high in the Magelang Regency area and it was noted that in the Sukorejo Village area, Tegalrejo District, there were still around 17.95% of stunting cases, the Integrated Community Service team, Faculty of Health Sciences, Universitas Muhammadiyah Magelang, will conduct training for Posyandu cadres in the village. Sukorejo. The team will implement Cadre Empowerment and Education in managing Posyandu as an effort to revitalize Posyandu for specific nutrition interventions for children. The purpose of this activity is to reduce the number of stunting cases in the Sukorejo Village, Tegalrejo District, Magelang Regency. Keywords: cadre; catfish nuggets; child nutrition; stunting; posyandu.   Abstrak: Pemerintah prihatin dengan banyaknya kasus stunting. Beberapa penyebab stunting sendiri adalah kurangnya nutrisi yang diserap tubuh setelah lahir di dalam kandungan, kurangnya pelayanan kesehatan, kurangnya air bersih dan sanitasi. Oleh karena itu perlu untuk mencoba mencegah penurunan dengan meningkatkan gizi, pelatihan dan kebersihan. Dikarenakan permasalahan kasus Stunting yang masih tinggi di Kabupaten Magelang, ditemukan bahwa wilayah Desa Sukorejo di Tegalrejo masih memiliki kasus Stunting sekitar 17,95 persen. maka tim Pengabdian Pada Masyarakat Terpadu Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Magelang, akan melaksanakan pelatihan bagi para kader Posyandu di Desa Sukorejo. Tim PPMT FIKES UNIMMA ini akan menerapkan Pemberdayaan dan Edukasi Kader di dalam mengelola Posyandu sebagai upaya merevitalisasi Posyandu untuk intervensi gizi spesifik pada anak. Tujuan dari kegiatan ini adalah mengurangi angka kasus stunting di wilayah Desa Sukorejo Kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang. Kata Kunci: gizi anak; nugget lele; posyandu; stunting

Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning Di Sdn Kedungpeluk 2 Sidoarjo

Mahliatussikah, Hanik, Puspita Wardani, Ayu Windyawati, Nurcahyanti, Rosa Meilina, Aryani, Dian Fitra
Abstract: Abstract: The Implementation of the campus teaching independent learning program from the Ministry of Education and Culture of the Republic of Indonesia Batch II provides opportunities for students to add insight and gain… n experience in helping the teaching and learning process in elementary schools. Among the target partners is SDN Kedungluk 2, Candi District, Regency. Based on initial observations and direct interaction with students in classroom learning, it is known that students are less enthusiastic and less motivated in learning, making it difficult for teachers to deliver material. This resulted in the condition of the class being not conducive. That's why the PBL (Project Based Learning) model is applied because this model has proven to be successful in making students enthusiastic and competitive in their learning because it involves more exploration, interpretation, synthesis and information to produce various forms of learning outcomes which apparently get a positive response from students. PBL activities carried out included, among others, compiling a cooperation tree, learning the properties of light, collage of heroes, education about covid-19, providing life skill materials, teaching students to use laptops & Microsoft word. Learning that involves a lot of student activities is proven to make students more enthusiastic in learning. Learning by doing is in line with this PBL learning.   Keywords: Merdeka Belajar; Learning Model; Project Based Learning   Abstrak: Pelaksanaan kampus mengajar program merdeka belajar dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Angkatan II memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menambah wawasan dan mendapatkan pengalaman membantu proses belajar mengajar di sekolah dasar. Di antara mitra sasarannya adalah SDN Kedungpeluk 2 Kecamatan Candi Kabupaten. Berdasarkan observasi awal dan interaksi langsung dengan siswa dalam pembelajaran di kelas, diketahui bahwa peserta didik kurang  bersemangat dan kurang termotivasi dalam belajar sehingga menyulitkan guru dalam menyampaikan materi. Hal itu mengakibatkan kondisi kelas menjadi tidak kondusif. Karena itulah model pembelajaran PBL (Project Based Learning) diterapkan karena model ini terbukti berhasil membuta siswa bersemangat dan kompetitif dalam belajarnya karena lebih melibatkan eksplorasi, interpretasi, sintesis dan informasi untuk menghasilkan berbagai bentuk hasil belajar yang terrnyata mendapat respon positif dari peserta didik. Kegiatan PBL yang dilakukan anatara lain, menyusun pohon kerjasama, pembelajaran sifat-sifat cahaya, kolase pahlawan, edukasi tentang covid-19, memberikan materi life skill, mengajarkan siswa menggunakan laptop & microsoft word. Pembelajaran dengan banyak melibatkan aktivitas siswa ini terbukti membuat siswa lebih bersemangat dalam belajar. Learning by doing menjadi sejalan dengan pembelajaran PBL ini.   Kata kunci: Merdeka Belajar; Model Pembelajaran; Project Based Learning

Identifikasi Titik Kritis Pengendalian Kualitas Desain Masker Fashion Produksi Ukm Tanggulangin Sidoarjo

Primaditya, Primaditya, Susandari, Hertina, Zulaikha, Ellya, Ustazah, Eri Naharani, Waluyohadi, Waluyohadi
Abstract: Abstract: Tanggulangin Subdistrict in Sidoarjo Regency, East Java, is a well-known area as the center of the biggest bag and convection industry in East Java. One of them is Sartika Ratu, which has 10 employees and dozens… s of partners with the Tanggulangin SMEs. Sartika Ratu has a long experience in supplying traveling equipment for Umrah and Hajj travel agencies. Due to the COVID-19 pandemic, this business has shifted its production to cloth masks to ensure its business continuity. However, the cloth mask business is now very competitive. Meanwhile, the Tanggulangin SMEs develop mask design in a sporadic way without a strong design concept. This community service program using counseling method to assist the Tanggulangin SMEs in order to produce mask designs that have fashion value so that they have differentiation that increases the selling value. The team provides various alternative mask designs for the Tanggulangin SMEs in the form of a design bank book. Next, selected designs were produced and tested for users. After user testing, the team identifies some critical points that determine the quality of fashion masks. The results of this evaluation become a guide for SMEs to produce better masks and have a high selling value.  Keywords: cloth mask; fashion; quality control Abstrak: Kecamatan Tanggulangin di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, merupakan daerah yang terkenal sebagai sentra industri pengrajin tas dan konveksi terbesar di Jawa Timur. Salah satu di antaranya adalah Sartika Ratu, yang selama ini menjadi pemasok perlengkapan perjalanan umroh dan haji. Sehubungan dengan adanya pandemi COVID-19, UKM yang memiliki 10 karyawan dan belasan mitra di Tanggulangin ini mengalihkan produksinya pada masker kain agar kelangsungan bisnis tetap terjamin. Namun persaingan produk masker saat ini sangat kompetitif, sementara itu pengembangan produk masker yang dilakukan oleh UKM ini bersifat masih bersifat sporadis dan belum berkonsep. Metode pengabdian yang digunakan adalah pendampingan UKM Tanggulangin agar dapat menghasilkan desain masker yang bernilai fashion sehingga memiliki diferensiasi yang meningkatkan nilai jual.  Tim pengabdi memberikan berbagai alternatif desain masker kepada UKM dalam bentuk buku bank desain, yang dilanjutkan dengan pengujian terhadap beberapa desain terpilih. Setelah dilakukan pengujian produksi, diperoleh hasil evaluasi berupa identifikasi titik kritis yang menjadi penentu kualitas masker fashion.  Hasil evaluasi ini menjadi pegangan bagi UKM untuk memproduksi masker yang lebih baik dan bernilai jual tinggi. Kata kunci: fashion; kontrol kualitas; masker kain