Search Articles & Publications

Showing 1001 articles found for "Kurang"

Focus Group Discussion Dalam Peningkatan Pengetahuan Kader Untuk Melakukan Penyuluhan Kepada Masyarakat Tentang Pencegahan Stunting Sejak Dini

Ardiana, Anisah, Afandi, Alfid Tri, Rohmawati, Ninna, Masahida, Ardiyan Dwi
Abstract: Abstract: Stunting refers to a chronic undernutrition that make children look smaller than children in their age. In the program of community service, role of cadre (a health volunteer) is very important to disseminate the… he information about stunting to community. Increase cadre’s knowledge and encourage them to be more confidence when giving the information to community about stunting and local food that can meet childreen nutrition requirement to prevent stunting in community. This program is the second year program of community service to continue the evaluation from last year program. This program is specilally for cadre in Sumberkalong village. Each meeting was conducted through focus discussion group about prevention of stunting. Then, cadres disseminated the information to community including, pregnant women, newly marriage couple and toddler moms by visiting their home or door-to-door. There were 10 cadres who participate in the communitity service in the phase of year 1 until year 2 thouroughly. Three cadres were active and often asked some questions during meeting sessions. Some others were active if they were encouraged to ask or to give an opinion. Cadres explained that cadres' knowledge increase after joining several meeting session and focus group discussion. The cadres disseminated the information to the community with confidence. Program of community service which using a focus group discussion is considered effective to increased cadres’ knowledge. Focus group discussion can be employed in encouraging cadres in the community service program. Keywords: cadre’s knowledge;  focus group discussion; stunting. Abstrak: Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada tubuh dan otak yang diakibatkan keadaan kurang gizi dalam waktu yang lama. Sehingga, anak stunted memiliki tubuh yang lebih pendek dari anak normal seusianya. Peran kader kesehatan sangat penting dalam mendesiminasikan informasi kesehatan, termasuk informasi terkait pencegahan stunting anak balita di masyarakat, untuk meningkatkan pengetahuan kader kesehatan dan kemampuan kader kesehatan tentang stunting dan zat gizi lokal yang dapat membantu pemenuhan kebutuhan gizi untuk mencegah stunting di masyarakat. Kegiatan ini merupakan program pengabdian kepada masyarakan tahun ke-2 yang berfokus pada pemberdayaan kader kesehatan Desa Sumberkalong Kecamata Kalisat Kabupaten Jember. Setiap pertemuan kegiatan dilaksanakn Focus Group Discussion (FGD) bersama para kader kesehatan yang membahas pencegahan stunting. Kemudian, kader kesehatan mendesiminasikan informaasi yang telah diperoleh dari tim pelaksana program pengabdian kepada masyarakat, meliputi ibu-ibu yang memiliki anak usia balita, ibu hamil dan pasangan usia subur dengan melakukan kunjungan ke secara door-to-door ke rumah. Terdapat 10 kader kesehatan berpartisipasi dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat tahun ke-1 dan tahun ke-2. Sebanyak 3 kader yang aktif bertanya selama proses pertemuan dengan tim pelaksana pengabdian kepada masyarakat. Sebagain kader bertanya atau memberikan pendapatnya jika diminta. Seluruh kader menyampaikan bahwa pengetahuan kader meningkat selama mengikuti rangkaian pertemuan dan FGD. Kata kunci: Focus Group Discussion (FGD); pengetahuan kader; stunting.

Pembekalan Explainer Video bagi Siswa dalam Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0

Handoko, Handoko, Angela, Angela, Gunawan, Gunawan
Abstract: Abstract: The 4.0 Industrial Revolution is marked by rapid advances and technological changes in various fields, including education. To welcome the era of the 4.0 Industrial Revolution, learning curriculum in schools must… st follow the technological advancement. Teachers generally provide group assignments to be presented by students. The main obstacle faced is that students are less capable to create and deliver presentation content. Therefore, it is necessary to provide insight about presentation ability and the use of technology to make presentations. The activity began by compiling a training module on using Explaindio Video Creator to make explainer video. Training is provided in the form of tutorials and workshops, so students can directly practice the material being discussed. Before and after the training, pre-test and post-test was conducted to test the students' understanding of the presentation using an explainer video. The results found that the average participants before attending this training did not understand the presentation technique and did not know about the presentation assisted by explainer video. After attending the training, the average participants have already understood the presentation techniques and already known about the presentation assisted by explainer video and made it on their own.            Keywords: explainer video; industrial revolution; presentation Abstrak: Revolusi Industri 4.0 ditandai dengan kemajuan dan perubahan teknologi yang pesat di berbagai bidang, tidak terkecuali bidang pendidikan. Untuk menyongsong era Revolusi Industri 4.0, kurikulum pembelajaran di sekolah harus mengikuti kemajuan teknologi. Guru mata pelajaran umumnya memberikan tugas kelompok untuk dipresentasikan oleh siswa-siswi. Kendala utama yang dihadapi adalah siswa-siswi kurang mampu membuat dan menyampaikan konten presentasi. Karena itu, perlu adanya pemberian wawasan terkait kemampuan presentasi dan pemanfaatan teknologi untuk melakukan presentasi. Kegiatan dimulai dengan menyusun modul pelatihan mengenai penggunaan Explaindio Video Creator untuk mengembangkan explainer video. Pelatihan diberikan dalam bentuk tutorial dan workshop, sehingga siswa-siswi bisa mempraktikkan secara langsung materi yang dibahas. Sebelum dan sesudah pelatihan, dilakukan pre-test dan post-test untuk menguji pemahaman siswa-siswi terkait presentasi dengan menggunakan explainer video. Hasilnya ditemukan bahwa rata-rata peserta sebelum mengikuti pelatihan ini belum memahami tentang teknik presentasi serta belum mengetahui tentang bantuan presentasi dengan menggunakan explainer video. Setelah mengikuti pelatihan, rata-rata peserta sudah dapat memahami tentang teknik presentasi serta sudah mengetahui tentang bantuan presentasi dengan menggunakan explainer video dan sudah dapat membuatnya. Kata kunci: explainer video; presentasi; revolusi industri

Pemberdayaan Perempuan dalam Memanfaatkan Sampah Kresek Menjadi Produk Bernilai Ekonomis

Vuspitasari, Benedhikta Kikky, Deffrinica, Deffrinica, Br Siahaan, Shanti Veronnica, Novita, Novita
Abstract: Abstract: Plastic waste is one of the most common plastic wastes around Suka Maju village, the lack of public knowledge in utilizing and processing plastic waste into products of economic value, based on this background,… the Shanti Bhuana Institute lecturer community service activity was carried out and involved two students, the purpose of this activity is to provide knowledge about the processing of plastic waste that is often found by mothers in Suka Maju village so that they get new knowledge and can be applied in their daily lives. The method used in this activity is the method of lecturing, question and answer and direct practice, the participants who attend consist of mothers, while the material is given knowledge about waste, the dangers of waste and its impacts, as well as the practice of making handicrafts. Activities carried out at the homes of local residents in the form of a workshop meeting. The results obtained were that the use of plastic which was applied in the community service activities of the Shanti Bhuana Institute was a new activity for mothers who participated in these activities, the mothers were very enthusiastic in these activities as seen from their presence in this activity Direct practice allows them to know directly how to make economically valuable products. From this activity, it can be concluded that the community service activities carried out have a good impact because some women can practice how to manufacture products by utilizing plastic waste to become economically valuable products.        Keywords: economic value; plastic waste; women empowerment     Abstrak: Sampah kresek merupakan salah satu limbah plastik yang banyak ditemui disekitar desa Suka Maju, kurangnya pengetahuan masyarakat dalam memanfaatkan dan mengolah sampah kresek menjadi produk yang bernilai ekonomis, untuk itu perlu dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat yang dapat memberikan pengetahuan tentang pengolahan sampah kresek. tujuan kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang pengolahan sampah kresek yang banyak dijumpai oleh ibu-ibu yang ada di desa Suka Maju sehingga mereka mendapatkan pengetahuan baru dan dapat diterapkan dalam kehidupan mereka sehari-hari. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode ceramah, tanya jawab dan praktik secara langsung, peserta yang hadir terdiri dari ibu-ibu. Hasil yang diperoleh bahwa pemanfaatan plastik kresek yang diterapkan dalam kegiatan pengabdian masyarakat Institut Shanti Bhuana merupakan kegiatan yang baru bagi ibu-ibu yang mengikuti kegitan tersebut, ibu-ibu sangat antusias dalam kegiatan tersebut terlihat dari kehadiran mereka dalam kegiatan ini dan kegiatan praktik yang dilakukan secara langsung membuat mereka secara langsung dapat mengetahui bagaimana cara membuat produk yang bernilai ekonomis. Dari kegiatan ini dapat memberikan dampak yang baik karena sebagian ibu-ibu dapat mempraktikan cara pembuatan produk dengan memanfaatkan sampah plastik kresek menjadi produk bernilai ekonomis.   Kata kunci: bernilai ekonomis; pemberdayaan perempuan; sampah kresek

Pelatihan Mendeley dan Grammarly Dalam Penulisan Riset Bagi Mahasiswa Di Kota Palembang

Wulandari, Try, Emilda, Emilda, Lazuarni, Shafiera
Abstract: Abstract: Writing is an activity to express ideas or ideas that are in someone's mind. everyone must have an idea or idea, but not everyone is able to write down these ideas. some even think that writing requires a high… educational background. students, for example, because they are deemed to have taken higher education and are accused of writing from assignments given by the lecturer. The low number of writers in Indonesia means that scientific publications in Indonesia are still inadequate. In 2019, Indonesia succeeded in publishing the most scientific papers when compared to other ASEAN countries such as Singapore, Malaysia and Thailand. However, this figure is still insufficient, so that efforts are needed to increase the number and quality of good research writing. This activity aims to help make it happen. The target of this activity is students, both from public and private universities in Palembang City. The methods used in this PkM activity were material presentation, practical assistance, and discussion together. Based on the results of the questionnaire answers from 36 participants, the majority of participants agreed that this activity provided new knowledge and information in the topic of research writing. In addition, most of the participants also found this training interesting and made them excited to write a good research. So it can be concluded that the majority of students are not proficient in using Mendeley and Grammarly software and feel that both software can make writing their research easier.    Keywords: grammarly; mendeley; research; training; writing Abstrak: Menulis merupakan suatu kegiatan untuk mengungkapkan gagasan atau gagasan yang ada di benak seseorang. setiap orang pasti punya ide atau ide, tapi tidak semua orang mampu menuliskan ide-ide tersebut. bahkan ada yang beranggapan bahwa menulis membutuhkan latar belakang pendidikan yang tinggi. mahasiswa, misalnya, karena dianggap telah menempuh pendidikan tinggi dan dituduh menulis dari tugas-tugas yang diberikan dosen. Rendahnya jumlah penulis di Indonesia membuat publikasi ilmiah di Indonesia masih kurang mencukupi. Pada tahun 2019, Indonesia berhasil menerbitkan karya ilmiah terbanyak jika dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand. Namun angka tersebut masih belum mencukupi, sehingga diperlukan upaya untuk meningkatkan jumlah dan kualitas penulisan penelitian yang baik. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu mewujudkannya. Sasaran kegiatan ini adalah para mahasiswa, baik dari perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta di Kota Palembang. Metode yang digunakan dalam kegiatan PkM ini adalah Pelatihan. Berdasarkan hasil jawaban kuisioner dari 36 peserta, mayoritas peserta sepakat bahwa kegiatan ini memberikan pengetahuan dan informasi baru dalam topik penulisan penelitian. Selain itu, sebagian besar peserta juga menganggap pelatihan ini menarik dan membuat mereka bersemangat untuk menulis penelitian dengan baik. Maka dapat disimpulkan bahwa mayoritas mahasiswa belum mahir menggunakan software Mendeley dan Grammarly dan merasakan bahwa kedua software tersebut dapat mempermudah penulisan riset mereka. Kata kunci: grammarly; mendeley; pelatihan; penulisan; riset

Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Kiddy Learning Binder Bagi Guru Paud

Yuliasari, Ulfa, Permata, Rista Dwi
Abstract: Abstract: Through a workshop and coaching  to make learning media, Kiddy Learning Binder aims to increase the knowledge and skills of early childhood teachers in making educative props in Pusaka KB/TK and Harapan Bangsa… Kindergarten at Kecamatan Tuban Kabupaten Tuban. Kiddy Learning Binder is an educational teaching aid to intended as a media learning which to be easy in the process of teaching and learning activities. Based on the problem, according to the survey results obtained in the field that the learning media in PAUD institutions are still minimum, and most of skills PAUD teachers are lack to make learning media, they more often bought the learning media than innovate to make their own . The solution to this problem was solved by providing workshop to make Kiddy Learning Binder learning media in Pusaka KB/TK and Harapan Bangsa Kindergarten. The implementation phase of workshop and coaching begins with observation and permission to get society service partners. Next, identify the initial abilities and then implementation by providing material/theory explanations and conducting training practices, and finally the monitoring and evaluation stage by measuring the success of the media that has been made through the training provided.      Keywords: educative props; kiddy learning binder; media learning   Abstrak: Melalui pendampingan dan pelatihan pembuatan media pembelajaran Kiddy Learning Binder ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru PAUD dalam membuat alat peraga edukatif di KB/TK Pusaka dan TK Harapan Bangsa Kecamatan Tuban Kabupaten Tuban. Kiddy Learning Binder merupakan alat peraga edukatif yang diperuntukkan sebagai media pembelajaran yang memudahkan proses kegiatan belajar mengajar. Didasarkan pada permasalahan, sesuai hasil survei yang diperoleh di lapangan bahwa media pembelajaran pada lembaga PAUD tersebut masih minim, serta sebagian besar guru PAUD kurang mempunyai keterampilan dalam membuat media pembelajaran, mereka lebih sering untuk membeli media pembelajaran daripada berinovasi untuk membuat sendiri. Solusi permasalahan ini dipecahkan dengan memberikan pelatihan pembuatan media pembelajaran Kiddy Learning Binder di KB/TK Pusaka dan TK Harapan Bangsa Kecamatan Tuban Kabupaten Tuban. Tahap pelaksanaan pendampingan dan pelatihan diawali dari observasi dan perijinan untuk mendapatkan mitra pengabdian kepada masyarakat. Selanjutnya, mengidentifikasi kemampuan awal lalu pelaksanaan dengan memberikan penjelasan materi/teori dan melakukan praktek pelatihan, serta yang terakhir tahap monitoring dan mengevaluasi dengan mengukur keberhasilan media yang telah dibuat melalui pelatihan yang diberikan.  Kata kunci: alat peraga edukatif; kiddy learning binder; media pembelajaran

PEMANFAATAN INTERNET BERBASIS IT SEBAGAI ALTERNATIF SUMBER BELAJAR BAGI GURU-GURU SD NEGERI 130 PALEMBANG

Salamah, Irma, Fadhli, Mohammad, Lindawati, Lindawati, Asriyadi, Asriyadi, Kusumanto, Raden
Abstract: Abstrak: Teachers of Palembang 130 Elementary School still use one-way learning patterns where the teacher explains the material in front of the class and only relies on textbooks. Based on the results of interviews and… discussions, the ability of SDN 130 Papuan teachers is still lacking. One contributing factor is age, besides the lack of availability of supporting facilities and infrastructure. SDN 130 Palembang teachers are more comfortable using conventional learning methods. They consider that conventional learning methods are easier, less difficult, and assume the material in the book is sufficient. This community service is aimed at providing training to teachers in SDN 130 Palembang in order to make the internet an alternative source of learning. The target to be achieved is to raise the motivation of teachers to recognize the internet as an alternative source of learning. The method used is counseling, direct practice, and discussion. The result of this activity is that teachers are greatly helped in the use of the internet as an alternative source of learning and developing teaching materials. So they don't just use my text as a learning resource. Keywords: alternative learning resources; IT; internet utilization Abstract: Guru-guru di SD Negeri 130 Palembang masih menggunakan pola pembelajaran satu arah dimana guru menjelaskan materi di depan kelas dan hanya mengandalkan buku teks. Berdasarkan hasil wawancara dan diskusi, kemampuan guru SDN 130 Papua masih kurang. Salah satu faktor penyebabnya adalah usia, selain kurangnya ketersediaan fasilitas dan infrastruktur pendukung. Guru SDN 130 Palembang lebih nyaman menggunakan metode pembelajaran konvensional. Mereka menganggap bahwa metode pembelajaran konvensional lebih mudah, tidak sulit, dan menganggap materi dalam buku ini sudah cukup. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada guru-guru di SDN 130 Palembang untuk menjadikan internet sebagai sumber belajar alternatif. Sasaran yang ingin dicapai adalah meningkatkan motivasi guru untuk mengenali internet sebagai sumber belajar alternatif. Metode yang digunakan adalah konseling, praktik langsung, dan diskusi. Hasil dari kegiatan ini adalah para guru sangat terbantu dalam penggunaan internet sebagai sumber belajar alternatif dan mengembangkan bahan ajar. Jadi mereka tidak hanya menggunakan teks saya sebagai sumber belajar. Kata kunci: alternatif sumber belajar;  IT; pemanfaatan internet

OPTIMALISASI APLIKASI MEDIA SOSIAL DALAM MENDUKUNG PROMOSI WISATA GEOL KEPADA MASYARAKAT DESA PEMATANG SERAI

Wahyuni, Sri, B, Mesra, Harianto, Eko, Batubara, Supina
Abstract: Abstract: Amazing attractions are still less widely known to the public, both from the surrounding area and from outside the area, when it has a good tourism potential if it can be promoted properly. Promotions do not necessarily… cessarily use costly and difficult fees. Promotion can be completed with social media by applying the right technique. People are still a lot less aware and less understand how to optimize social media into promotional media. The purpose of this devotion is to improve the understanding and knowledge of the community, especially in Desa Pematang Serai in optimizing the use of social media as a promotional technique Geol tourism object in the village of Lemongrass. The use of social media can introduce Geol tourism objects that have Dipematang Serai to be known by both domestic and local tourists. Social media is the most appropriate promotional technique in the popularization of Geol tourism objects. With social media promotion to be safe and efficient. The tools used also use a Smartphone and the Internet. Promotion through social media can increase the number of tourists visiting Geol tourist attraction in Pematangserai. The goal of the PKM is to its young teenagers to BUMDES Mozaik who manages the Geol tourism object. Results obtained from PKM activities of the lemongrass Pemtang community experienced an increase in optimizing social media into promotional media. Keywords: social media; promotions; Geol attractions.   Abstrak: Objek wisata Geol masih kurang dikenal masyarakat secara luas, baik dari daerah sekitar maupun dari luar daerah, padahal memiliki potensi pariwisata yang bagus jika dapat dipromosikan secara baik. Promosi tidak mesti menggunakan biaya yang mahal dan sulit. Promosi dapat dilakuakn dengan media sosial dengan menerapkan Teknik yang tepat. Masyarakat masih banyak yang kurang menyadari dan kurang memahami bagaimana mengoptimalkan media sosial menjadi media promosi. Tujuan yang ingin dicapai dari pengabdian ini adalah meningkatkan pemahaman dan pengetahuan masyarakat khususnya di Desa Pematang Serai dalam mengoptimalkan penggunaan Media sosial sebagai Teknik promosi Objek Wisata Geol yang ada di Desa pematang Serai. Penggunaan media sosial dapat memperkenalkan objek wisata Geol yang ada Dipematang Serai agar dikenal oleh wisatawan domestik maupun lokal. Media Sosial adalah Teknik promosi yang paling tepat  dalam mempopulerkan objek pariwisata Geol. Dengan Media Sosial promosi menjadi hemat dan efisien. Alat yang digunakan juga menggunakan Smatrphone dan internet. Promosi yang dilakukan melalui media sosial dapat meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Objek wisata Geol yang ada di Pematang Serai. Sasaran dari PKM ini adalah kepada para remaja khussunya kepada BUMDES Mozaik yang mengelola objek Pariwisata Geol. Hasil yang diperoleh dari kegiatan PKM ini masyarakat pemtang serai mengalami peningkatan dalam mengoptimalakan media sosial menjadi media promosi. Kata Kunci : media sosial; promosi; objek wisata Geol.

PELATIHAN APLIKASI MICROSOFT POWERPOINT BAGI GURU DAN STAF SD NEGERI 010240 PEMATANG CENGKRING KECAMATAN MEDANG DERAS

Hutahaean, Jeperson, Azhar, Zulfi, Mulyani, Neni
Abstract: Abstract: Teachers And Staff Of Elementary School 010240 Pematang Cengkring, Medang Deras Subdistrict are required to be dynamic towards the development of technology that is developing so rapidly that their students are… able to develop by using applications that are already available such as Powerpoint applications. In using the Microsoft Powerpoint application by using a sliding percentage at SD Negeri 010240 Pematang Cengkring, Medang Deras District, this is not optimal due to the lack of teachers and staff's ability to present presentations using media presentations. This is from the STMIK Royal Kisaran Community Service Team (PKM) providing training to teachers and staff as an addition to the deepening of Microsoft Powerpoint material in order to provide skills to this application. This activity is carried out by preparing material, ensuring the place and supporting facilities, explaining theories about the material by way of direct practice, making student learning media, and also this activity is carried out in the form of lectures, discussions, and questions and answers in the classroom. Keywords: computers; microsoft power points;  presentations; teachers and staff;  training     Abstrak: Guru Dan Staf SD Negeri 010240 Pematang Cengkring Kecamatan Medang Deras dituntut bersifat dinamis terhadap perkembangan teknologi yang sangat berkembang pesat agar peserta didiknya mampu berkembang dengan menggunakan aplikasi yang sudah tersedia seperti aplikasi powerpoint. Dalam penggunaan aplikasi microsoft powerpoint dengan menggunakan slide presentase di SD Negeri 010240 Pematang Cengkring Kecamatan Medang Deras  ini  belum optimal dengan kurangnya kemampuan guru dan staf dalam menyajikan presentasi dengan menggunakan media presentasi.  Hal ini dari Tim Pengabdian kepada masyarakat (PKM) STMIK Royal Kisaran memberikan pelatihan kepada guru dan staf tersebut sebagai penambahan pendalaman materi microsoft powerpoint agar memberikan skill pada aplikasi ini. Kegiatan ini  dilakukan dengan mempersiapkan materi,  memastikan tempat dan fasilitas pendukung,  menjelaskan teori tentang materi dengan cara praktek langsung, pembuatan media pembelajaran siswa dan juga kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk ceramah, diskusi serta tanya jawab di ruangan kelas. Kata kunci: guru dan staf; komputer; microsoft powerpoint; pelatihan; presentasi

MENINGKATKAN KREATIFITAS DAN INOVASI MELALUI PERMAINAN MAKE SOMETHING BEAUTIFUL

Nuraini, Paramita, Subiyanto, Subiyanto, Yuhenita, Nofi Nur
Abstract: Abstract: The low creativity of students at Muhammadiyah High School in Magelang is the background in this service. This lack of creativity is related to creativity in thinking and creativity. Many students do not participate… ipate in teaching and learning activities as much as passive and monotonous students in learning. This dedication uses innovative Guidance Counseling media that is using the game "Make Something Beautiful". The target of this service is Muhammadiyah 1 High School students in Magelang City. Assistance is done by devotees to monitor the extent to which this dedication can increase student creativity. in the first stage which covers the Importance of Creativity for Students and Impacts for someone who lacks creativity, students begin to understand the importance of creativity and innovation in this 4.0 era. Keywords: innovation creativity; make something beautiful.    Abstrak: Rendahnya kreativitas siswa di SMA Muhammadiyah Magelang ini terkait degan kreativitas berpikir dan kreativitas bersikap. Banyak siswa yang kurang berpartisipasi dan kepercayaan diri dalam kegiatan belajar mengajar seperti halnya siswa pasif dan monoton dalam pembelajaran. Pengabdian ini menggunakan media Bimbingan Konseling yang inovatif yakni mengggunakan permainan “Make Something Beautiful”. Target dari pengabdian ini adalah siswa SMA Muhammadiyah 1 Kota Magelang. Pendampingan dilakukan pengabdi untuk memantau sejauh mana pengabdian ini dapat meningkatkan kreatifitas siswa. pada tahap pertama yang meliputi Pentingnya Kreatifitas Bagi siswa dan Dampak Bagi seseorang yang tidak memiliki kreatifitas, siswa mulai memahami pentingnya kreatifitas dan inovasi dalam era 4.0 ini. Kata kunci: inovasi ; kreativitas; make something beautiful.

PELATIHAN PENYUSUNAN SOAL HIGHER ORDER THINKING SKILLS (HOTS) DI SMK PEMBANGUNAN DENPASAR

Ayuningsih, Ni Putu Meina, Dwijayani, Ni Made, Ciptahadi, Ketut Gus Oka
Abstract: Abstract: The low HOTS (Higher Order Thinking Skills) students based on the results of PISA 2015 in mathematics shows the characteristics of mathematics learning are still familiar with Lower Order Thinking Skills (LOTS)… questions. Based on this, HOTS math problems need to be developed at the Vocational high school education level. The difficulty of the teacher in applying HOTS questions is due to the lack of information obtained by the teacher and the lack of sharing activities to compile HOTS questions. The purpose of this community service activity is to provide training for vocational mathematics teachers in making HOTS questions. This community service activity is in the form of training for Mathematics Teachers of Denpasar Development Vocational School and involving all teachers of mathematics subjects. The partner in this dedication activity named I Made Surya Mega Widiastha, S.Pd is one of the mathematics teachers at the Denpasar Development Vocational School. The implementation of community service activities is carried out through three stages, namely planning, implementation, and reflection. Based on the results of the questionnaire given to the partners and to the school, the results of the service have been able to run well.             Keywords: Dedication, Mathematics, Training, Hots     Abstrak: Rendahnya HOTS (Higher Order Thinking Skills) siswa berdasarkan hasil PISA 2015 dalam matematika  menunjukkan karakteristik pembelajaran matematika masih terbiasa dengan soal-soal Lower Order Thinking Skills (LOTS). Berdasarkan hal tersebut, perlu dikembangkan soal matematika HOTS di jenjang pendidikan sekolah menengah Kejuruan. Kesulitan guru dalam menerapkan soal-soal HOTS dikarenakan kurangnya informasi yang diperoleh guru serta minimnya kegiatan sharing untuk menyusun soal HOTS. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk memberikan pelatihan bagi guru matematika SMK dalam membuat soal-soal HOTS. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berupa pelatihan kepada guru matematika SMK Pembangunan Denpasar dan melibatkan semua guru mata pelajaran matematika. Mitra pada kegiatan pengabdian ini bernama I Made Surya Mega Widiastha, S.Pd merupakan salah satu guru matematika di SMK Pembangunan Denpasar. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu perencanaan, implementasi, dan refleksi. Berdasarkan hasil kuisioner yang diberikan kepada pihak mitra maupun ke pihak sekolah diperoleh hasil pengabdian sudah dapat berjalan dengan baik.   Kata kunci: Pengabdian, Matematika, Pelatihan, Hots