Abstract:Differentiated instruction is a pedagogical approach aimed at addressing the individual needs of students by adapting teaching strategies based on differences in ability, interests, and learning styles. This approach is…
increasingly relevant in the context of junior high schools, where classroom diversity necessitates more adaptive and inclusive teaching methods. This study aims to analyze the implementation of differentiated instruction in Social Studies subjects and assess its contribution to the quality of both the learning process and its outcomes. The method employed is a systematic literature review, identifying and analyzing scholarly articles obtained through the Publish or Perish software, which utilizes Google Scholar, focusing on publications from 2016 to 2025. The findings indicate that the application of differentiated instruction has a significantly positive impact on enhancing student engagement, academic achievement, the development of critical thinking skills, and a deeper understanding of concepts in Social Studies. This approach also succeeds in fostering an inclusive, adaptive, and participatory learning environment that encourages intrinsic motivation and boosts students’ self-confidence. The study emphasizes that the success of differentiated instruction heavily depends on teachers' ability to design and implement data-driven, responsive teaching strategies tailored to each student's needs. These findings are expected to serve as practical guidance for teachers in developing more effective instruction, enrich the academic discourse in the field of differentiated pedagogy, and contribute to the formulation of education policies that support diversity and equity in junior high school learning processes.
Abstract:Self-efficacy, an individual's belief in their ability to achieve academic success, plays a crucial role in the academic adjustment of new students facing the transition from high school to university. The university environment,…
ironment, which is full of academic and social demands, requires good self-adjustment for students to cope with pressures and achieve academic performance. This study aims to identify the influence of self-efficacy on academic adjustment through a systematic literature review by analyzing journal articles from the last five years obtained from electronic databases such as Science Direct, ProQuest, Springer Link, and Google Scholar. From this search, six journals relevant to the research theme were identified. The review results indicate that five journals show a direct relationship between self-efficacy and academic adjustment, while one journal shows an indirect involvement. In conclusion, self-efficacy significantly helps new students adjust to the academic and social challenges at the university, which in turn enhances academic performance and reduces stress. This study highlights the importance of studying new students and using a systematic literature review to investigate the relationship between self-efficacy and academic adjustment, which has not been widely discussed in previous research.
Abstract:This study aims to analyze the role of post-marital counseling as a pastoral strategy in addressing marital conflicts during the first five years of marriage among congregants of the Bethel Church of Indonesia (Gereja Bethel…
thel Indonesia) Musi Palem Indah, Palembang. The first five years of marriage represent a critical period prone to various issues, such as personality differences, poor communication patterns, financial problems, spiritual crises, and the influence of secular culture. Although the church has implemented a premarital counseling program, data indicate instances of divorce among young married couples due to a lack of continuous guidance. This research employs a qualitative descriptive method using observation, semi-structured interviews, and questionnaires distributed to 25 couples who were married between 2020 and 2025. Data analysis was conducted through the stages of reduction, data presentation, and conclusion drawing, validated through source triangulation. The findings reveal that the majority of respondents (70–80%) acknowledged that post-marital counseling plays a significant role in resolving household conflicts, fostering healthy communication, and strengthening family spirituality. The key finding of this study is the effectiveness of the MUSI-based pastoral counseling model (Problem, Effort, Goal, Intervention), which is systematic, contextual, and spiritually integrative according to the needs of the local congregation. The study recommends that the church develop post-marital counseling programs as an integral part of pastoral family ministry in a preventive, structured, and continuous manner to strengthen Christian family resilience from the early stages of marriage.
Abstract:This study aims to analyze the feasibility of business development for CV. Subur Indah Pertama, located in Pemecutan Kaja Village, North Denpasar, Bali, based on five main aspects of business feasibility studies: market…
and marketing, legal, human resources, environmental, and financial. This research employs a qualitative approach using descriptive methods, with data collection techniques including direct observation, in-depth interviews, and document review. The analysis results show that from the market and marketing aspect, the company has demonstrated positive performance through the optimization of digital platforms such as Tokopedia, Shopee, and TikTok, as well as strategic partnerships with contractors and property developers. Legally, the company is deemed feasible as it has fulfilled all business documents and licenses, including SIUP, NPWP, PKP, and tax compliance. In terms of human resources, a systematic organizational structure and professionally-based HR management indicate the company’s readiness to support business expansion. The environmental aspect also meets feasibility criteria, with evidence of standardized waste management systems and compliance with environmental regulations. From the financial perspective, the project is considered highly feasible based on financial indicators, namely a Net Present Value (NPV) of IDR 13.7 billion, an Internal Rate of Return (IRR) of 32%, and a Payback Period of 5 years, which is below the project’s economic life of 8 years. The IFAS and EFAS analyses show significant internal strengths, while the SWOT matrix places the company in Quadrant I with an aggressive strategy (Strength–Opportunity). Based on the overall findings, the business development of CV. Subur Indah Pertama is declared feasible and has strong prospects for long-term growth.
Abstract:Bimbingan dan konseling adalah sebuah layanan yang ada di sekolah dimana tugasnya membantu siswa menemukan karakter dan identitas dalam mengenal lingkungan dan merencanakan masa depan. Selain itu layanan bimbingan dan konseling…
nseling juga membantu siswa dalam mengoptimalkan pegembangan dirinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan meneliti terkait permasalahan siswa yang sering ditangani guru bimbingan dan konseling di sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA). Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif Penelitian ini menggunakan wawancara, wawancara yang digunakan yakni wawancara semi terstruktur. Wawancara semi terstruktur mengacu pada inti bahasan yang sudah ditentukan oleh peneliti untuk semua responden dalam penelitian. Hasil, a) Siswa SMP memililki beberapa masalah pribadi yakni, masalah pribadi dan sosial yang meliputi: kepercayaan diri rendah dan memiliki kecenderungan memilih kelompok pertemanan. Di sekolah lain ditemukan masalah terkait keluarga, dimana siswa berasal dari keluarga yang broken home. Selanjutnya di SMP terakhir ditemukan masalah terkait kurangnya kemampuan bersosialisasi pada siswa. b). Siswa SMA memiliki beberapa masalah yakni, masalah pribadi dan sosial meliputi, gaya berpacaran yang kurang pantas, siswa dengan kasus broken home, dan masalah pengaturan emosi.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pengimplementasian nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan SDN 04 Banjarsari. Nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara dan panduan moral bangsa…
gsa diharapkan menjadi landasan dalam pembentukan karakter peserta didik sejak dini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Pancasila telah diintegrasikan dalam berbagai aktivitas sekolah, seperti upacara bendera, kegiatan belajar mengajar, serta interaksi antar warga sekolah. Implementasi sila pertama hingga kelima tercermin dalam sikap religius, toleransi, musyawarah, kerja sama, hingga semangat keadilan sosial yang ditanamkan guru kepada siswa. Meskipun demikian, ditemukan pula beberapa tantangan dalam penerapannya yang memerlukan perhatian lebih lanjut dari pihak sekolah dan orang tua. Secara umum, SDN 04 Banjarsari telah menunjukkan komitmen kuat dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila sebagai bagian dari pendidikan karakter
Abstract:Pancasila merupakan asas yang dipegang tegus oleh bangsa Indonesia dalam menjalani kehidupannya sebagai warga negara. Pancasila mengatur bagaimana seorang warga negara bermasyarakat dalam lingkungannya, pancasila mengatur…
r bagaimana pemerintah itu harus dijalankan demi mensejahterakan rakyat. Didalam pancasila ada berbagai aspek yang yang bisa diterapkan oleh seorang warga negara, seperti warga negara itu harus menjunjung keadilan, warga negara itu harus mampu berkontribusi dalam membangun bangsa dengan cara belajar dengan sungguh-sungguh. Maka dari itu pentingnya sekiranya untuk memberikan pemahaman kepada setiap warga negara sejak dini untuk bisa mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila. Salah satu cara untuk memberikan pemahaman kepada setiap warga negara akan pentingnya menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-harinya adalah dengan Sosialisasi dan pengenalan sejak dini, hal itulah yang telah kami lakukan. Pada kegiatan sosialisasi tersebut kami membuat beberapa kegiatan, diantaranya kegiatan upacara bendera, dengan tujuan untuk menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap tanah air. Yang kedua adalah Sholat Duha Bersama dengan tujuan untuk menumbuhkan nilai-nilai keimanan dan ketuhanan dalam diri mereka, dan hal ini sesuai dengan sila pertama. Ketiga pemberian materi kepada para siswa tentang nilai-nilai Pancasila.
Abstract:Korban kekerasan, baik perempuan maupun anak-anak, sering mengalami dampak psikologis yang memerlukan penanganan awal sebelum intervensi lanjutan. Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan adalah Psychological First Aid…
d (PFA) atau pertolongan pertama psikologis. Kegiatan ini bertujuan mengevaluasi efektivitas pelatihan PFA dalam meningkatkan pemahaman petugas layanan di UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Provinsi Sulawesi Selatan terkait penanganan awal kondisi psikologis korban. Kegiatan pelatihan dilakukan melalui metode ceramah dan roleplay. Sebanyak 10 petugas layanan UPT PPA mengikuti pelatihan PFA, dan efektivitasnya diukur melalui hasil pre-test dan post-test. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0.005 < 0.05. Hasil ini menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara pengetahuan peserta sebelum dan sesudah pelatihan. Temuan ini membuktikan bahwa pelatihan PFA dapat meningkatkan pemahaman peserta terhadap prinsip dan langkah-langkah dalam memberikan dukungan psikologis awal. Pelatihan ini diharapkan memperkuat keterampilan dasar petugas layanan dalam merespons kondisi psikologis korban secara cepat dan tepat. Implikasi kegiatan ini menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lembaga layanan kekerasan melalui pelatihan berbasis kompetensi psikologis seperti PFA.
Abstract:Tujuan utama dari penggunaan media video dalam pembelajaran. 1) Mengembangkan kemampuan kognitif. 2) Mengembangkan kemampuan efektif. 3) Mengembangkan kemampuan psikomotorik. 4) Meningkatkan motivasi belajar. 5) Meningkatkan…
tkan pemahaman materi. Lokasi tempat penulis melaksanakan pengabdian adalah SD Negeri 26 Pulakek. Lokasi ini dipilih sebagai tempat pengabdian karena di lokasi tersebut dalam pembelajaran Unsur Intrinsik untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia. Subjek dalam pengabdian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 26 Pulakek tahun pelajaran 2024/2025 yang berjumlah 20 peserta didik, dengan metode pelaksanaa ceramah, praktek dan tanya jawab denagn siswa. Berdasarkan tabel 1 di atas, dapat dideskripsikan sebagai berikut. Pertama, siswa berada pada kategori sangat menyimak sebanyak 6 orang, dengan persentase 30% dengan nilai 90-100. Kedua, siswa berada pada kategori menyimak sebanyak 10 orang, yaitu: dengan pesentase 50% dengan nilai 80-89. Ketiga, siswa berada pada kategori cukup menyimak sebanyak 4 orang, yaitu dengan persentase 20% dengan nilai 70-79.
Abstract:Keracunan merupakan suatu kejadian kegawatdaruratan yang umum terjadi di masyarakat terutama dalam rumah tangga. Keracunan yang paling sering terjadi di masyarakat khususnya pada anak-anak adalah keracunan makanan. Keracunan…
acunan makanan adalah suatu penyakit yang dialami seseorang akibat mengonsumsi makanan yang mengandung kontaminasi biologis ataupun kimiawi sehingga menyebabkan gejala seperti demam, mual, muntah dan diare. Data World Health Organization menunjukkan bahwa sebanyak dua juta orang di dunia meninggal setiap tahun, sedangkan di Indonesia terdapat 200 kasus keracunan setiap tahun akibat keracunan makanan dan minuman. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penanganan pertama pada kasus keracunan. Kegiatan ini dilakukan di Huta III Desa Tanjung Pasir Kabupaten Simalungun pada tanggal 30 Oktober 2024, dan dihadiri oleh 50 orang anggota masyarakat. Kegiatan pengabdian ini menerapkan edukasi kesehatan dengan metode ceramah, tanya jawab dan demonstrasi tentang penanganan pertama keracunan. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat tentang penanganan pertama keracunan makanan yaitu sebelum edukasi pengetahuan kurang sebanyak 21 orang (42%) dan pengetahuan cukup sebanyak 17 orang (34%) meningkat menjadi pengetahuan cukup sebanyak 4 orang (8%) dan pengetahuan baik sebanyak 46 orang (92%) sesudah edukasi kesehatan. Edukasi kesehatan mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penanganan pertama keracunan makanan. Penulis menyarankan agar petugas kesehatan termasuk pihak pendidikan senantiasa meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penanganan pertama kasus-kasus kegawatdaruratan.