Search Articles & Publications

Showing 521 articles found for "Keterampilan"

Peningkatan Hasil Belajar Pendidikan Agama Hindu Dan Budhi Pekerti Melalui Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Pada Materi Catur Guru Kelas VI SD Inpres 5 Birobuli

Desak Ketut Rai Muriasih
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada materi Catur Guru di kelas VI SD Inpres 5 Birobuli.… Model PBL diterapkan untuk membangun pemahaman siswa secara aktif melalui eksplorasi dan pemecahan masalah dalam konteks nyata, sehingga siswa dapat mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan reflektif terhadap nilai-nilai ajaran Catur Guru. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan dua siklus yang melibatkan tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data diperoleh melalui tes hasil belajar, observasi, dan wawancara, yang kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL secara signifikan meningkatkan hasil belajar siswa, baik dalam aspek kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Keberhasilan pembelajaran berbasis masalah ini ditunjukkan oleh meningkatnya rata-rata nilai siswa dari siklus pertama ke siklus kedua, serta meningkatnya keterlibatan dan antusiasme siswa dalam proses pembelajaran. Selain itu, pendekatan ini juga membantu siswa memahami konsep Catur Guru secara lebih mendalam serta mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, penerapan model PBL dapat menjadi alternatif yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti, khususnya dalam mengajarkan nilai-nilai ajaran agama yang berbasis kearifan lokal.

Implementasi Nilai Pawongan Dalam Kegiatan Membuat Canang Untuk Membentuk Karakter Gotong Royong Peserta Didik Kelas VII 8 SMP Satu Atap Negeri 2 Ampibabo

Ni Wayan Suparni
Abstract: Gotong royong, sebagai salah satu nilai luhur budaya Indonesia, memiliki peran penting dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis dan saling mendukung. Nilai ini tidak hanya relevan dalam kehidupan sosial, tetapi… api juga menjadi fondasi penting dalam dunia pendidikan. "Gotong royong merupakan wujud nyata dari kebersamaan dan kesatuan masyarakat Indonesia dalam menghadapi tantangan bersama," sebagaimana diungkapkan oleh Geertz (1961) dalam penelitiannya mengenai masyarakat Jawa. Dalam konteks pendidikan, gotong royong dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif dan kolaboratif, di mana setiap peserta didik saling membantu untuk mencapai tujuan bersama. Namun, dalam kenyataannya, tidak semua peserta didik memahami dan menerapkan nilai gotong royong dalam proses belajar. Fenomena siswa yang egois, tidak mau membantu teman sekelas, dan selalu ingin menang sendiri semakin sering ditemukan. Menurut penelitian oleh Rachmadi (2019), "sikap egois di kalangan pelajar sering kali disebabkan oleh tekanan untuk berprestasi secara individual, sehingga mengesampingkan pentingnya kerja sama dan saling mendukung." Sikap ini tidak hanya merugikan teman sekelas, tetapi juga merugikan diri sendiri karena mereka kehilangan kesempatan untuk belajar dari orang lain dan mengembangkan keterampilan sosial yang penting. Sikap egois ini juga berdampak negatif pada dinamika kelas, di mana suasana belajar menjadi kurang kondusif dan penuh dengan persaingan yang tidak sehat. Dalam studi oleh Suryadi (2020), ditemukan bahwa "kelas dengan tingkat individualisme yang tinggi cenderung memiliki tingkat stres yang lebih tinggi dan prestasi belajar yang lebih rendah." Oleh karena itu, penting untuk menemukan solusi yang dapat mendorong peserta didik untuk kembali mengutamakan kerja sama dan gotong royong dalam belajar. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan adalah melalui pembelajaran berbasis praktik, seperti pembuatan canang sari. Canang sari, yang merupakan bagian dari tradisi Bali dalam upacara keagamaan, dapat menjadi media pembelajaran yang efektif untuk mengajarkan nilai gotong royong. Sebagaimana dikemukakan oleh Sudarsana (2017), "melalui praktik pembuatan canang sari, siswa dapat belajar pentingnya kerjasama, tanggung jawab, dan saling menghargai peran masing-masing dalam mencapai hasil yang diinginkan." Praktikum pembuatan canang sari tidak hanya memperkenalkan siswa pada aspek budaya dan keagamaan, tetapi juga menumbuhkan keterampilan kolaboratif yang esensial dalam kehidupan sehari-hari. Proses pembuatan canang sari yang melibatkan berbagai langkah dan bahan membutuhkan kerja sama yang baik antar siswa. Sebagaimana dijelaskan oleh Ratna (2018), "setiap tahap dalam pembuatan canang sari memerlukan kontribusi dari setiap anggota kelompok, sehingga tidak ada yang bisa bekerja sendiri tanpa bantuan orang lain."

Pendidikan Kesehatan Dalam Meningkatkan Dukungan Keluarga Dalam Proses Penyembuhan Luka Pada Pasien Di Bangsal Marwah RS PKU Muhammadiyah Karanganyar

Bunga Alviana, Nanda Gita Pratiwi, Nelas Anjassari, Ratna Kinasih, Antony Alip Untomo
Abstract: Artikel ini membahas pentingnya pendidikan kesehatan dalam meningkatkan dukungan keluarga selama proses penyembuhan luka pada pasien di Bangsal Marwah RS PKU Muhammadiyah Karanganyar. Penelitian menunjukkan bahwa banyak… pasien dan keluarga yang belum memahami peran dukungan keluarga dalam penyembuhan luka. Melalui kegiatan pendidikan kesehatan yang dilaksanakan pada 22 November 2024, terjadi peningkatan pengetahuan peserta secara signifikan, di mana 87,5% peserta menunjukkan pemahaman yang baik setelah edukasi. Dukungan emosional dan instrumental dari keluarga terbukti penting dalam mempercepat proses penyembuhan luka. Penulis merekomendasikan agar kegiatan serupa dilanjutkan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memberikan dukungan kepada pasien.

Pemberdayaan Masyarakat dan UMKM Desa Barugbug: Mengembangkan Teh Daun Kelor Sebagai Produk Bernilai Ekonomi

Cindi Saputri, Munawaroh
Abstract: Upaya pemberdayaan masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Barugbug melalui pengembangan teh herbal dari daun kelor sebagai produk bernilai ekonomi berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan.… n. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei dan wawancara dengan masyarakat, khususnya Ibu rumah tangga yang tidak memiliki penghasilan. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para Ibu rumah tangga dalam memproduksi teh herbal daun kelor. Semangat para pesrta dalam mencoba memproduksi teh herbal daun kelor menunjukkan peningkatan kesadaran mereka akan pentingnya memanfaatkan sumber daya lokal untuk kesehatan dan ekonomi. Dengan demikian, pengabdian masyarakat ini tidak hanya memberikan manfaat kesehatan tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi di kalangan warga Desa Barugbug, serta membuka peluang usaha baru bagi mereka untuk berpartisipasi dalam pasar yang lebih luas.

Pengembangan Materi Pendidikan Agama Islam Yang Relevan Dengan Tantangan Zaman

Elfa Febriyoli, Asmaiwaty Arief, Rehani
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengembangan materi Pendidikan Agama Islam (PAI) yang relevan dengan tantangan zaman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pustaka, dengan mengumpulkan data… dari berbagai sumber literatur, buku, jurnal, artikel, serta dokumen terkait lainnya. Fokus utama penelitian ini adalah mengidentifikasi prinsip-prinsip dasar pendidikan agama Islam yang dapat disesuaikan dengan dinamika perubahan sosial, teknologi, dan budaya di era modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa materi PAI perlu diubah dan dikembangkan untuk menjawab tantangan zaman, dengan menekankan pada penguatan nilai-nilai agama yang adaptif terhadap perkembangan global, penggunaan teknologi dalam proses belajar mengajar, serta penanaman karakter yang kokoh pada peserta didik. Selain itu, materi PAI juga perlu mengintegrasikan pendekatan yang mengajarkan keterampilan hidup (life skills) yang relevan dengan dunia kerja dan kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menyarankan pentingnya pembaruan kurikulum pendidikan agama Islam yang berbasis pada pemahaman kontekstual dan relevansi dengan kebutuhan zaman, guna menghasilkan generasi yang tidak hanya memahami ajaran agama, tetapi juga mampu mengaplikasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan yang lebih luas dan dinamis.

Psikoedukasi Regulasi Emosi Sebagai Upaya Membentuk Ketahanan Emosional Remaja Binaan Rumah Zakat Sulawesi Selatan

Kurniati Zainuddin, Amir, Nurul Magfira Azz, Nurul Mutia, Nurul Ramadhani Andi Rukka
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk membentuk ketahanan emosional remaja melalui psikoedukasi regulasi emosi pada remaja binaan Rumah Zakat Sulawesi Selatan. Masa remaja merupakan periode kritis yang ditandai dengan perubahan&#8230; biologis dan psikologis signifikan, termasuk fluktuasi emosi yang cepat, sehingga membutuhkan intervensi untuk membantu mereka mengelola emosi dengan baik. Metode yang digunakan adalah psikoedukasi dengan desain pre-test dan post-test, melibatkan 20 remaja berusia 13-17 tahun. Penelitian dilaksanakan melalui tiga tahap: identifikasi masalah melalui wawancara dan observasi, persiapan kegiatan, dan pelaksanaan psikoedukasi. Materi yang disampaikan mencakup definisi regulasi emosi, jenis-jenis emosi, faktor yang memengaruhi emosi, dan teknik pengelolaan emosi dengan fokus pada teknik relaksasi tarikan napas. Hasil analisis menggunakan Paired Sample T-Test menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta, dengan nilai rerata meningkat dari 54,5 menjadi 82,5 setelah psikoedukasi (p < 0,05). Psikoedukasi terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran diri remaja untuk memahami dan mengelola emosi negatif, mengurangi stres, meningkatkan keterampilan sosial, serta mengurangi perilaku berisiko seperti agresivitas. Intervensi ini tidak hanya bermanfaat untuk pengembangan diri individu tetapi juga berperan penting dalam menjaga hubungan sosial yang sehat di lingkungan remaja.

Pengembangan Soft Skills Melalui Pendidikan Vokasional Di SMK Untuk Menjawab Kebutuhan Industri

Lira Firna, Nelli Inayah, Rafli Ridho Prihadi, Siswo Wardoyo
Abstract: Pengembangan soft skills melalui pendidikan vokasional menjadi aspek krusial dalam menjawab kebutuhan industri modern. Revolusi Industri 4.0 telah mengubah lanskap pekerjaan, di mana tenaga kerja dituntut untuk memiliki&#8230; kombinasi keterampilan teknis (hard skills) dan keterampilan non-teknis (soft skills) seperti komunikasi, kepemimpinan, kerja tim, dan kemampuan berpikir kritis. Jurnal ini mengkaji peran pendidikan vokasional dalam membentuk lulusan yang kompeten melalui pendekatan berbasis praktik, seperti Project-Based Learning (PjBL), simulasi dunia kerja, pelatihan kepemimpinan, dan evaluasi holistik. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara institusi pendidikan, industri, dan pemerintah dalam merancang kurikulum yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Pemanfaatan Media Sosial Sebagai Alat Pembelajaran Pada Mata Pelajaran Bahasa Inggris

Erita Natalia Berek Manesenulu, Eko Ribawati
Abstract: Penelitian ini mengkaji pemanfaatan media sosial sebagai alat pembelajaran pada mata pelajaran Bahasa Inggris. Dengan metode studi pustaka yang menganalisis artikel, penelitian ini menunjukkan bahwa media sosial mampu meningkatkan&#8230; ningkatkan kolaborasi, partisipasi aktif, pembelajaran mandiri, serta keterampilan komunikasi. Meskipun demikian, durasi penggunaan media sosial yang berlebihan dapat berdampak negatif terhadap prestasi belajar. Media sosial juga memungkinkan pembelajaran berbasis proyek dan interaksi lintas budaya. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa penggunaan media sosial secara terstruktur dan bijaksana dapat memperkaya pengalaman belajar siswa. Artikel ini memberikan wawasan baru bagi pendidik untuk menciptakan pembelajaran yang lebih menarik dan relevan dengan perkembangan teknologi.

Pendidikan Inklusif: Tantangan Dan Peluang Bagi Siswa Berkebutuhan Khusus Di Sekolah Umum

Devon Badia Christian Silaen, Eko Ribawati
Abstract: Pendidikan inklusif merupakan pendekatan pendidikan yang bertujuan memberikan kesempatan belajar yang setara bagi semua siswa, termasuk anak berkebutuhan khusus, dalam lingkungan sekolah umum. Penelitian ini bertujuan untuk&#8230; tuk menganalisis tantangan dan peluang implementasi pendidikan inklusif di Indonesia. Beberapa kendala yang diidentifikasi meliputi kurangnya kesiapan sekolah, minimnya kompetensi tenaga pendidik, serta dukungan sumber daya yang terbatas. Meskipun demikian, pendidikan inklusif memberikan manfaat signifikan, seperti meningkatkan kualitas pembelajaran, membangun keterampilan sosial, serta menumbuhkan sikap saling menghargai antar siswa. Dengan kolaborasi antara guru, orang tua, dan pemangku kepentingan lainnya, serta dukungan kebijakan yang memadai, pendidikan inklusif memiliki potensi untuk mengurangi angka putus sekolah dan meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan sekolah ramah inklusi, peningkatan pelatihan bagi tenaga pendidik, dan penyediaan fasilitas pendukung untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi semua siswa.

Studi Literatur Peran Pemimpin Dalam Manajemen Konflik Tim

Siti Zumrotun Hasanah, Maziyya Naila Rif’ah, Laili Fajriyah, Ahmad Subairi, Mu’alimin
Abstract: Penelitian ini membahas peran pemimpin dalam manajemen konflik tim dengan menggunakan metode penelitian studi literatur atau biasa disebut studi pustaka. Studi literatur ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran pemimpin&#8230; dalam manajemen konflik dalam tim. Metode penelitian dalam artikel ini dengan Pustaka yang relevan, seperti buku, artikel ilmiah, dan laporan penelitian sebelumnya, dikumpulkan, dianalisis, dan disatukan melalui metode penelitian ini. Bisa diakui konflik adalah bagian yang melekat dalam dinamika organisasi atau tim, yang dipicu oleh perbedaan dalam kepentingan, nilai, dan persepsi antar anggota tim. Kepemimpinan yang efektif sangat penting dalam menavigasi konflik-konflik untuk mencegah gangguan dan menciptakan lingkungan yang konstruktif. Penelitian ini menggunakan literatur yang ada untuk membedakan strategi pemimpin yang dapat digunakan oleh pemimpin untuk mengelola konflik, termasukpenghindaran, akomondasi, kompetensi, kompromi, dan kolaborasi. Selain itu, peneliti membahas penyebab utama dari konflik, yang mencakup faktor manusia dan teori organisasi. Kumpulan temuan ini juga memiliki implikasi untuk mengindantifikasipengaruh pemimpin dalam manajemen konflik untuk pengetahuan dan sikap anggota tim. Artikel ini, berkontribusi pada pemahaman kepemimpinan dalam konteks manajemen konflik, menyarankan bahwa pemimpin harus mengembangkan keterampilan manajerial dan emosional untuk berkembang dalam situasi yang menantang.