Abstract:Kurangnya pengetahuan mengenai Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di kalangan siswa sekolah dasar merupakan permasalahan kesehatan mendasar yang dapat menghambat tumbuh kembang anak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan…
rtujuan meningkatkan kesadaran dan keterampilan praktis siswa dalam menerapkan PHBS di SD Inpres 1 Desa Lisabata, Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat, yang dilaksanakan pada 16 April 2026. Kegiatan melibatkan 20–40 siswa usia 7–12 tahun dan dilaksanakan melalui metode interaktif berupa ceramah singkat, diskusi, tanya jawab, dan praktik langsung. Materi yang disampaikan meliputi teknik cuci tangan yang benar, kebiasaan membuang sampah pada tempatnya, pentingnya olahraga rutin, bahaya asap rokok, serta pencegahan jentik nyamuk. Hasil kegiatan menunjukkan siswa aktif berpartisipasi dan mengalami peningkatan pemahaman tentang konsep PHBS serta mampu mempraktikkan cuci tangan dengan benar.
Abstract:Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas fisik dan kimia air sanitasi di SD Inpres Banta-Bantaeng 1 Kota Makassar, sebagai salah satu upaya preventif dalam menjaga kesehatan lingkungan sekolah. Pemeriksaan…
eriksaan dilakukan pada 14 Juni 2025 di dua titik sampel: kran toilet siswa putra dan sumur timba. Parameter yang diuji meliputi bau, warna, kekeruhan, rasa, suhu, dan pH, dengan mengacu pada standar Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 32 Tahun 2017. Hasil menunjukkan bahwa air dari kran toilet siswa putra memenuhi semua standar baku mutu yang diuji. Namun, air dari sumur timba ditemukan keruh dengan nilai kekeruhan 20.1 NTU, jauh melebihi batas maksimum 5 NTU, meskipun parameter fisik dan kimia lainnya memenuhi syarat. Temuan ini mengindikasikan adanya potensi risiko kesehatan dan sanitasi dari penggunaan air sumur timba. Oleh karena itu, rekomendasi diberikan untuk perlakuan air sumur timba guna mengurangi kekeruhan dan meningkatkan kesadaran akan praktik higiene.
Abstract:Latar Belakang : Peningkatan penggunaan gadget membuat anak-anak semakin Anak-anak kini semakin akrab dengan teknologi digital. Secara global, jumlah pengguna gadget diprediksi mencapai 6,1 miliar pada tahun 2029, meningkat…
kat 42,62% sejak 2024. Di kawasan Asia, pertumbuhannya diperkirakan mencapai 49,46% dengan total sekitar 1,2 miliar pengguna. Penggunaan gadget pada anak memiliki dampak positif dan negatif, salah satunya menurunkan kualitas tidur serta memengaruhi perilaku emosional seperti mudah marah dan menangis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan gadget terhadap kualitas tidur dan perilaku emosional anak usia sekolah. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 76 siswa kelas IV, V, dan VI di SD Inpres Tinggimae. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk mengukur kualitas tidur dan Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) untuk mengukur perilaku emosional anak. Hasil: Berdasarkan analisis menggunakan uji Chi-Square dengan alternatif Fisher Exact Test menunjukkan adanya hubungan signifikan antara penggunaan gadget dan kualitas tidur dengan nilai p = 0,010 (<0,05). Namun, tidak ditemukan hubungan signifikan antara penggunaan gadget dan perilaku emosional anak usia sekolah dengan nilai p = 0,449 (>0,05). Kesimpulan: Intensitas penggunaan gadget yang tinggi dapat memengaruhi kualitas tidur anak, sedangkan perilaku emosional lebih dipengaruhi oleh pola asuh dan lingkungan.
Abstract:This study aims to describe the effectiveness of Services at the Harapan Makmur Village Office. This study was conducted for approximately 3 months, the location of the study was in Harapan Makmur Village, Kurik District,…
, Merauke Regency. The method used in this study is descriptive qualitative with data analysis techniques using sources according to Miles and Huberman, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The number of informants in this study was 10 informants. research results. Based on the discussion of the three dimensions of tangible public service, reliability, and responsiveness, it can be concluded that public services in Harapan Makmur Village have shown real efforts to meet community expectations, although their implementation still faces various challenges. In terms of tangible, the availability of information boards is quite good physically, but not yet fully effective in conveying messages clearly and inclusively. From the aspect of reliability, the commitment to timely and procedural services is indeed visible, but it is not evenly distributed and there are still complaints regarding inconsistency. Meanwhile, in terms of responsiveness, village officials have shown good intentions to respond to community needs, but consistency in responding to complaints and needs of residents still needs to be improved.
Abstract:Saat ini kasus kekerasan yang terjadi pada anak di bawah umur sudah sangat memprihatinkan. Anak dianggap lemah dan tidak berdaya, yang membuat mereka rentan terhadap pemahaman seksual. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan…
atkan pemahaman siswa terkait keamanan diri dan tubuh mereka melalui psikoedukasi dengan prinsip Active Joyful Effective Learning (AJEL). Subjek penelitian berjumlah 34 yang merupakan siswa kelas 3A di SD Inpres karema. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen the one-group pretest-posttest design . Instrumen dari penelitian ini berupa tes tertulis yang diberikan sebelum dan sesudah dilakukan pemberian psikoedukasi. Kegiatan ini menggunakan teknik analisis data deskriptif kuantitatif dengan teknik persentase. Penelitian yang diberikan meliputi bagian tubuh, area sentuhan aman, tipe-tipe sentuhan, dan cara melindungi diri. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa mengalami peningkatan dalam pemahaman mengenai batasan-batasan sentuhan tubuh, siapa yang boleh dan tidak boleh menyentuh area tubuh pribadi, dan tindakan dalam menjaga atau melindungi diri dari perbuatan kekerasan seksual.
Abstract:Makanan yeng bersifat kariogenik sangat populer di kalangan anak-anak, terutama karena kandungan gula dan karbohidratnya, yang dapat menyebabkan kerusakan gigi. Dalam survei awal yang kami lakukan terhadap 107 siswa kelas…
as III dan IV, ditemukan bahwa 75 di antaranya (70%) mengalami gigi berlubang. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan antara tingkat kerusakan gigi anak-anak di SD Inpres Liliba dengan konsumsi makanan yang bersifat kariogenik. Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel yang digunakan terdiri dari 75 siswa yang telah teridentifikasi memiliki karies gigi. Analisis data dilakukan melalui metode univariat dan bivariat dengan uji statistik chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kerusakan gigi paling banyak terjadi pada karies email, dengan 25 kasus (33,33%), sementara yang paling parah adalah karies akar, yang mencatat 10 kasus (13,33%). Jenis makanan kariogenik yang paling sering dikonsumsi oleh siswa adalah makanan padat, dengan 35 siswa (46,7%) melaporkan mengkonsumsi biskuit, snack ringan, coklat, dan permen. Temuan juga mengungkapkan bahwa karies email dan pulpa umumnya ditemukan pada siswa yang mengonsumsi makanan padat, masing-masing terkait dengan 12 siswa (48,0%) untuk karies email dan 5 siswa (50,0%) untuk karies akar. Analisis menunjukkan ada hubungan signifikan antara tingkat kerusakan gigi dan jenis makanan kariogenik, dengan nilai signifikansi p=0,001 (p=0,005). Penelitian ini juga membahas lebih lanjut mengenai berbagai bentuk makanan kariogenik, baik cair maupun padat.
Abstract:Masalah yang paling banyak ditemukan adalah gigi berlubang atau karies gigi dengan rata-rata penduduk Indonesia memiliki 4 sampai 5 gigi berkaries. Bentuk fisik makanan kariogenik yang sering di konsumsi oleh anak terutama…
tama pada anak sekolah dasar (SD) adalah makanan yang manis, lengket, dan berbentuk menarik. Survey awal yang kami lakukan di SD Inpres Liliba pada murid kelas III yang berjumlah 107, ditemukan terdapat 75 orang (70%) yang giginya berlubang. Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui gambaran karies gigi berdasarkan jenis makanan kariogenik yang dikomsumsi murid-murid kelas III di SD Inpres Liliba. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif. Subyek Penelitian dalam penelitian ini adalah murid SD Inpres Liliba kelas III yang giginya berkaries terdapat 75 orang. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi dan format pemeriksaan DMFT. Hasil penelitian adalah karies gigi pada murid-murid kelas lll di SD Inpres Liliba yang memiliki kategori sangat rendah sebanyak 47 orang, kategori rendah sebanyak 15 orang, kategori sedang sebanyak 12 orang, dan kategori tinggi sebanyak 1 orang dan makanan yang sering dikomsumsi oleh murid-murid kelas lll di SD Inpres Liliba yaitu yang mengomsumsi makanan kariogenik berbentuk cair sebanyak 30 orang (40% ), yang berbentuk padat sebanyak 19 orang (25%), dan yang berbentuk cair dan padat sebanyak 26 orang (35%). Kesimpulan penelitian ini adalah gambaran karies gigi pada murid-murid kelas lll di SD Inpres Liliba yang memiliki kategori sangat rendah dan jenis makanan yang sering dikomsumsi oleh murid-murid kelas lll di SD Inpres Liliba yaitu yang mengomsumsi makanan kariogenik berbentuk cair.
Abstract:Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan efektivitas penggunaan media boneka tangan sebagai strategi edukasi untuk mengurangi rasa takut anak terhadap perawatan gigi dengan desain quasi experiment yang membagi responden…
ke dalam kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Mekanisme penelitian dilakukan melalui observasi langsung sebelum dan sesudah intervensi, menggunakan daftar tilik berisi lima indikator ketakutan, dengan sumber data primer berupa hasil pengamatan terhadap 38 siswa SD Inpres Naimata yang ditentukan melalui purposive sampling. Intervensi diberikan selama enam hari melalui aktivitas bermain peran menggunakan boneka tangan, sedangkan kelompok kontrol tidak menerima perlakuan apa pun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, 68% anak berada pada kategori takut dan 32% sangat takut; setelah intervensi terjadi penurunan ketakutan dengan 37% anak tidak takut dan tidak ada lagi kategori sangat takut, sedangkan pada kelompok kontrol tidak ditemukan perubahan tingkat ketakutan. Temuan ini menunjukkan bahwa boneka tangan efektif sebagai media distraksi dan edukasi yang mampu menciptakan suasana aman, menyenangkan, serta membantu anak memahami prosedur perawatan gigi tanpa rasa cemas. Nilai kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan media boneka tangan sebagai intervensi perilaku yang sederhana, murah, dan sesuai karakteristik psikologis anak sekolah dasar untuk mengatasi ketakutan pada konteks pelayanan kesehatan gigi. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa media boneka tangan dapat menjadi alternatif metode promosi kesehatan yang aplikatif bagi guru, orang tua, dan tenaga kesehatan dalam mendukung keberhasilan pendidikan kesehatan gigi di lingkungan sekolah dan fasilitas pelayanan kesehatan.
Abstract:Penelitian ini menganalisis efektivitas Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Bassiang, Kecamatan Ponrang Selatan, Kabupaten Luwu, menggunakan kerangka lima dimensi Edy Sutrisno (2007). Pendekatan kualitatif dengan teknik…
ik wawancara mendalam terhadap narasumber terkait menunjukkan bahwa PKH berjalan efektif secara keseluruhan. Dimensi pemahaman program optimal melalui sosialisasi MUSDES dan P2K2, dengan pemahaman tinggi terhadap tujuan, syarat DTSEN desil 1-4, serta regulasi Inpres No. 4/2024 dan Permensos No. 22/2026 tanpa kendala signifikan. Tepat sasaran tercapai via jalur formal (Musdes-SIKS-NG) dan mandiri (Cek Bansos), menyasar keluarga kurang mampu secara akurat. Penyaluran tepat waktu mengikuti jadwal Kementerian Sosial secara serentak, didukung pemberitahuan digital dan tatap muka tanpa keterlambatan. Tercapainya tujuan terbukti dari peningkatan akses pendidikan, kesehatan, dan pengurangan kemiskinan bertahap, sementara perubahan nyata mencakup pola hidup sehat, kesadaran pendidikan, dan daya beli ekonomi lokal. Hasil ini kontras dengan penelitian terdahulu seperti Erika Dwi Nanda (2024) yang menemukan ketidaktepatan sasaran, menegaskan pengaruh faktor lokal terhadap efektivitas PKH. Implikasi: Penguatan verifikasi digital dan sosialisasi berkelanjutan direkomendasikan untuk replikasi di wilayah serupa.
Abstract:Membangun karakter manusia yang seutuhnya tidak terlepas dari pembentukan sumber daya manusia daya manusia yang dibangun dengan bertolak pada pembangunan sikap iman, ahlak moral, tanggung jawab, demokrasi dan toleransi adalah…
dalah hal mutlak yang harus dilakukan sejak dini. Peran mata pelajaran Agama Hindu yang dibelajarkan di sekolah berlandaskan atas prinsip bahwa Ajaran Hindu adalah sebagai pandangan hidup pribadi pemeluknya dalam hubungannya dengan Ida Sanghyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa). Pada pembelajaran pendidikan Agama Hindu di sekolah SD Inpres 1 Suli hasil belajarnya belum mencapai kriteria ketuntasan pada tahun ajaran 2023/2024. Hal ini membuat guru harus melaksanakan penelitian tindakan kelas dengan menerapkan suatu metode pembelajaran yaitu Problem Based Learning. Pada kondisi awal sebelum penerapan siklus diketahui bahwa ketuntasan belajar hanya mencapai 20%. Setelah penerapan metode pembelajaran Problem Based Learning pada siklus I didapatkan hasil ketuntasan belajar 30 %. Pencapaian tersebut belum maksimal sehingga dilaksanakanlah siklus II dan mendapatkan ketuntasan belajar 95 % dengan penerapan model pembelajaran Problem Based Learning. Dan dapat disimpulkan bahwa penerapan metode pembelajaran problem based learning pada siswa SD Inpres 1 Suli tahun pelajaran 2023 – 2024 berhasil dapat menigkatkan hasil belajar siswa.