Abstract:Kepemimpinan dalam konteks modern seringkali dihadapkan pada kompleksitas yang menuntut landasan etika yang kuat untuk mengatasi tantangan-tantangan yang muncul. Dalam pandangan ini, integrasi nilai-nilai Kristen dalam kepemimpinan…
epemimpinan kontemporer menawarkan pendekatan yang bermakna dan relevan. Nilai-nilai seperti integritas, kredibilitas, komitmen, bertanggungjawab, kerendahan hati, dan pelayanan yang terkandung dalam ajaran Kristen dapat menjadi landasan bagi kepemimpinan yang beretika dan bermakna. Namun, pertanyaannya adalah bagaimana nilai-nilai ini dapat diaplikasikan dan berdampak dalam dunia organisasi yang berubah dengan cepat. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menggali potensi dan dampak dari integrasi nilai-nilai Kristen dalam kepemimpinan kontemporer. Penelitian ini akan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, yaitu dengan menganalisis teks-teks Kitab Suci, tulisan-tulisan teologis, serta literatur terkait karakteristik kepemimpinan Kristen. Hasil penelitian ini memberikan wawasan bagi pemimpin, organisasi, dan lembaga pendidikan tentang bagaimana mengintegrasikan nilai-nilai Kristen dalam kepemimpinan kontemporer secara efektif. Dalam dunia yang terus berubah, nilai-nilai ini memberikan fondasi yang stabil dan beretika untuk mengarahkan kepemimpinan menuju tujuan yang lebih bermakna dan berdampak positif.
Abstract:Jamur makroskopis berperan penting sebagai dekomposer dalam ekosistem hutan, namun data morfologinya di kawasan hutan kampus masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mendeskripsikan karakteristik morfologi…
fologi jamur makroskopis pada substrat serasah daun di kawasan hutan UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi. Penelitian menggunakan metode deskriptif eksploratif dengan pendekatan kualitatif melalui teknik purposive sampling pada tiga stasiun pengamatan. Hasil penelitian menemukan enam morfotipe jamur, yaitu Leucocoprinus sp., Clavulina sp., Marasmius sp. (dua morfotipe), Mycena sp., dan Coltricia sp. Variasi morfologi meliputi bentuk, warna, tekstur tudung, karakteristik stipe, dan tipe himenofor sebagai bentuk adaptasi terhadap mikrohabitat serasah daun. Penelitian ini menyediakan data dasar keanekaragaman jamur lokal serta menunjukkan potensi biodiversitas jamur di kawasan hutan kampus.
Macroscopic fungi play an important role as decomposers in forest ecosystems, yet information on their morphology in campus forests remains limited. This study aimed to identify and describe the morphological characteristics of macroscopic fungi growing on leaf litter in the forest area of UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi. A descriptive exploratory method with a qualitative approach and purposive sampling was employed. Six fungal morphotypes were identified: Leucocoprinus sp., Clavulina sp., Marasmius sp. (two morphotypes), Mycena sp., and Coltricia sp. Morphological variations included cap shape, color, texture, stipe characteristics, and hymenophore type, reflecting adaptation to leaf litter microhabitats. The findings provide baseline data on local fungal biodiversity and demonstrate the biodiversity potential of the campus forest.
Abstract:Surakarta Kasunanan Palace Museum is a private museum which contains the Palace's private collections. Many of them are now damaged, dusty, and even destroyed by age. Preventive conservation is used to prevent and minimize…
ze damage to museum collections. This research aims to discuss damage to museum collections and preventive conservation management that has been taking place at the Surakarta Kasunanan Palace Museum. Method used in this research is descriptive with kualitatif aproach method with interviews, observation and literature studies to collect data and use simple analysis. The results found that many collections in the Surakarta Kasunanan Palace Museum were unkempt and dusty. The preventive conservation carried out so far has only been less than optimal in terms of cleaning. The lack of available resources is also a factor in preventing preventive conservation efforts from running well.
Abstract:Lembaga Pemasyarakatan Cilegon merupakan lembaga pelatihan penjara sekaligus sarana pelatihan yang melakukan pengawasan terhadap narapidana dengan membekali mereka dengan keterampilan untuk kehidupan di masa depan setelah…
lah menjalani hukuman penjara.
Permasalahan yang diteliti dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana program Lapas memberikan kegiatan orientasi kepada narapidana, (2) Faktor-faktor apa saja yang menghambat dan mendukung Lapas dalam memberikan orientasi kepada narapidana, (3) Solusi apa yang diterapkan Lapas untuk mengatasi kendala dalam melakukan orientasi terhadap narapidana? proses perkembangan narapidana? Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Penelitian ini menggunakan wawancara tidak terstruktur dan wawancara tatap muka dengan petugas dan narapidana atau mantan narapidana Lapas Cilegon. Tujuan peneliti menggunakan wawancara tidak terstruktur, terutama untuk mengenal sumber informasi. Kesimpulan penelitian ini adalah pelaksanaan pelatihan di Lapas Cilegon sudah sesuai dengan UU No. Undang-undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pelayanan Pemasyarakatan merupakan peraturan perundang-undangan yang positif dan harus dilaksanakan untuk mencapai tujuan pemasyarakatan. Faktor pendukung upaya Lembaga Pemasyarakatan Cilegon dalam mengembangkan keterampilan narapidana antara lain kondisi penjara yang baik, pelatihan narapidana yang bersifat bottom-up, sarana dan prasarana yang memadai, serta pelatihan berbasis keluarga dan pemberian gaji. . Faktor-faktor yang menghambat upaya Lembaga Pemasyarakatan Cilegon untuk mengembangkan keterampilan narapidana antara lain kurangnya keterampilan penjaga penjara, terbatasnya pemasaran produk keterampilan dan populasi penjara yang kelebihan kapasitas.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kepercayaan diri anak di Panti Asuhan Siti Aisyah Kabupaten Mandailing Natal, pola komunikasi kelompok pengasuh dalam meningkatkan kepercayaan diri anak di Panti Asuhan…
Siti Aisyah Kabupaten Mandailing Natal, hambatan penerapan pola komunikasi kelompok pengasuh dalam meningkatkan kepercayaan diri anak di Panti Asuhan Siti Aisyah Kabupaten Mandailing Natal. Adapun jenis metode penelitian skripsi ini dengan menggunakan kualitatif melalui pendekatan deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan sebuah informasi secara detail sesuai dengan kenyataan yang terjadi di lokasi penelitian. Teknik pengumpulan data di peroleh melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Teknik analisis data dengan menggunakan data model Miles dan Hermawan yang meliputi pengumpulan data (data collection), reduksi data (data reduction), penyajian data (data display) dan penarikan kesimpulan/verifikasi (conclusion drawing/verification). Hasil penelitian menunjukkan (1) Kepercayaan diri anak di Panti Asuhan Siti Aisyah Kabupaten Mandailing Natal lebih dominan negatif. (2) Pola komunikasi kelompok pengasuh dalam meningkatkan kepercayaan diri anak di Panti Asuhan Siti Aisyah Kabupaten Mandailing Natal yaitu pola komunikasi model lingkaran, model roda, model y, model rantai dan model bintang. Dari beberapa pola komunikasi kelompok tersebut, yang paling efektif digunakan dalam meningkatkan kepercayaan diri anak yaitu dengan menggunakan pola komunikasi kelompok model roda dan model bintang. (3) Hambatan dalam penerapan pola komunikasi kelompok pengasuh dalam meningkatkan kepercayaan diri anak di Panti Asuhan Siti Aisyah Kabupaten Mandailing Natal yaitu perbedaan persepsi, konflik antar pribadi dan kurangnya ketertampilan dalam berkomunikasi.
Abstract:Bimbingan dan konseling adalah sebuah layanan yang ada di sekolah dimana tugasnya membantu siswa menemukan karakter dan identitas dalam mengenal lingkungan dan merencanakan masa depan. Selain itu layanan bimbingan dan konseling…
nseling juga membantu siswa dalam mengoptimalkan pegembangan dirinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan meneliti terkait permasalahan siswa yang sering ditangani guru bimbingan dan konseling di sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA). Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif Penelitian ini menggunakan wawancara, wawancara yang digunakan yakni wawancara semi terstruktur. Wawancara semi terstruktur mengacu pada inti bahasan yang sudah ditentukan oleh peneliti untuk semua responden dalam penelitian. Hasil, a) Siswa SMP memililki beberapa masalah pribadi yakni, masalah pribadi dan sosial yang meliputi: kepercayaan diri rendah dan memiliki kecenderungan memilih kelompok pertemanan. Di sekolah lain ditemukan masalah terkait keluarga, dimana siswa berasal dari keluarga yang broken home. Selanjutnya di SMP terakhir ditemukan masalah terkait kurangnya kemampuan bersosialisasi pada siswa. b). Siswa SMA memiliki beberapa masalah yakni, masalah pribadi dan sosial meliputi, gaya berpacaran yang kurang pantas, siswa dengan kasus broken home, dan masalah pengaturan emosi.
Abstract:Seiring berjalannya waktu, individu bertumbuh melalui fase penyelesaian tantangan hidup dan pembentukan jati dirinya. Proses ini disebut dengan pertumbuhan pribadi (personal growth). Pertumbuhan pribadi mengacu pada keterampilan…
rampilan seseorang secara aktif untuk terlibat dalam proses perubahan kognitif, afektif, maupun perilaku. Pertumbuhan pribadi salah satunya dipengaruhi oleh latar belakang kehidupan individu. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah individu dengan latar belakang yang sama melalui proses pertumbuhan diri yang sama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan grounded theory. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap individu memiliki karakteristik masing-masing dalam bertumbuh namun dapat ditinjau dari aspek yang sama. Hal ini dikarenakan perbedaan latar belakang budaya dan rentang kehidupan (usia) masing-masing individu. Aspek pertumbuhan personal antara lain: 1) pengenalan terhadap diri sendiri (intrapersonal); 2) sosialisasi dengan orang lain (interpersonal); dan 3) pembentukan prioritas. Ketiga aspek ini memiliki indikator masing-masing yang dapat meninjau proses pertumbuhan pribadi seorang individu. Individu yang bertumbuh dengan baik dan positif akan memfasilitasi pencapaian kesejahteraan psikologis.
Abstract:Bahwa konseling adalah suatu bentuk hubungan tolong-menolong, arti pendampingan itu sendiri adalah sebagai usaha untuk membantu orang lain agar mereka berkemampuan berkembang menjadi bentuk yang mereka pilih sendiri, mampu…
pu menghadapi krisis yang dialami dalam kehidupannya. Konseling kelompok Realitas Corey dan Konseling kelompok Adler Metode dalam penelitian ini yakni pendekatan kualitatif, dengan desain penelitian ini adalah kajian pustaka. Selanjutnya setelah data yang diperoleh dianalisis dengan teknik content analysis Hasil penelitian menunjukan 1) Konseling realitas adalah bentuk terapi yang diarahkan pada perilaku saat ini dan konseling adalah proses realitas pikiran. Konseli diarahkan untuk memupuk tanggung jawab bagi dirinya sendiri. 2) Dalam melakukan pendekatan konseling yang dicetuskan oleh Adler, ialah bagian terpenting yang perlu dirubah untuk membantu individu dari permasalahan. 3) perbedaan konseling kelompok dua tokoh terletak konseling realitas adalah bentuk terapi yang dipusatkan pada perilaku saat ini dan konseling realitas adalah proses yang rasional, sedangkan kelompok pendekatan Adlerian tekanan efektifitas keterkaitan kerjasama antara konselor dan konseli dalam membangun tujuan konseling di samping sikap saling terbuka dan rasa rasa hormat. pembahasan sari penelitian ini sama-sama fokus terapi untuk memecah masalah dalam peserta didik 3) perbedaan konseling kelompok dua tokoh terletak konseling realitas adalah bentuk terapi yang dipusatkan pada perilaku saat ini dan konseling realitas adalah proses yang rasional, sedangkan kelompok pendekatan Adlerian tekanan efektifitas keterkaitan kerjasama antara konselor dan konseli dalam membangun tujuan konseling di samping sikap saling terbuka dan rasa rasa hormat. pembahasan sari penelitian ini sama-sama fokus terapi untuk memecah masalah dalam peserta didik 3) perbedaan konseling kelompok dua tokoh terletak konseling realitas adalah bentuk terapi yang dipusatkan pada perilaku saat ini dan konseling realitas adalah proses yang rasional, sedangkan kelompok pendekatan Adlerian tekanan efektifitas keterkaitan kerjasama antara konselor dan konseli dalam membangun tujuan konseling di samping sikap saling terbuka dan rasa rasa hormat. pembahasan sari penelitian ini sama-sama fokus terapi untuk memecah masalah dalam peserta didik
Abstract:Pentignya Bimbingan dan Konseling dalam pesantren merupakan sebuah kajian diskursus yang membahas bagaimana peran Konseling dapat di manfaatkan dalam lingkungan pesantren. Apalagi problem pesantren terkait individual santri…
tri sangat komplek dan beragam. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui seberapa penting peran Bimbingan Konseling dalam pesantren. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah kualitatif dengan pendekatan library research (penelitian literatur). Penelitian literatur dilakukan dengan cara mengumpulkan informasi melalui pustaka, kemudian mencatat dan mengolah data yang sudah didapatkan. Hasil penelitian ini di temkan bahwa. Memang peran Bimbingan dan Konseling sangat di perlukan dalam Pesantren. Sebagai individual yang di tokohkan dan menjadi role pribadi santri yaitu Kyai. Perlu ada Konselor sebagai pengarah dan teman berdiskusi permasalahan keluh kesah di Pesantren.
Abstract:Penelitian ini membahas tentang konflik sikap yang dialami oleh individu yang mengalami kerasukan setan, terutama dalam konteks menyembah atau menolak Kristus-Ilahi. Kuasa roh-roh jahat ada disekeliling umat manusia untuk…
k menjauhkan umat-Nya dari percaya kepada Allah, namu Allah menunjukan bahwa Ia lebih berkuasa yang sanggup menaklukkan setiap kuasa kegelapan. Penelitian ini berfokus pada analisis naratif pada bagian Alkitab dari Markus 5, di mana seorang pria kerasukan setan berhadapan langsung dengan Yesus Kristus. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis teks Alkitab dan pendekatan kualitatif dalam menginterpretasi narasi yang ada. Data dikumpulkan dari teks Alkitab Markus 5 dan kajian literatur lainnya, dengan fokus pada karakteristik dan tindakan individu yang kerasukan setan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik sikap dalam cerita Markus 5 mencerminkan perjuangan internal yang mendalam antara kekuatan spiritual yang bertentangan. Di satu sisi, sikap individu yang kerasukan setan cenderung berupaya untuk menyembah Kristus-Ilahi, yang menunjukkan adanya keinginan untuk dibebaskan dari pengaruh jahat setan. Di sisi lain, terdapat sikap menolak Kristus-Ilahi yang berasal dari kekuatan setan yang berusaha untuk mempertahankan dominasinya atas individu tersebut dan masyarakat sekitar.